Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    Sebuah latihan ketahanan mengurangi stres oksidatif pada orang dewasa muda dengan kelebihan berat badan

    No full text
    This study aims to prove the effects of a single bout of endurance exercise on decreased oxidative stress in young adults with overweight. This study used the true experimental method with a pretest-posttest control group design. Twenty overweight women between the ages of 20 and 23 were recruited from college students and randomly divided into CON (n = 10, control group without exercise) and EEx (n = 10, endurance exercise group). The endurance exercise intervention is carried out once by running on a treadmill with an intensity of 60-70% HRmax for 40 minutes/exercise sessions. Malondialdehyde (MDA) levels as a biomarker of oxidative stress were measured 30 minutes pre-exercise and 24 hours post-exercise using the Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARs) method. The results showed that MDA levels significantly decreased in the endurance training group compared to the control group. Results of analysis of MDA levels between pre-exercise and post-exercise in CON (819.00±66.47 vs. 853.00±113.55 ng/mL; (P > 0.05), EEx (810.00±120.19 vs. 596.00±67.57 ng/mL; (P < 0.05). Based on the results of this study, it was concluded that a single session of endurance exercise at an intensity of 60-70% HRmax for 40 minutes reduces oxidative stress in overweight adolescent females.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek dari serangan tunggal latihan ketahanan pada penurunan stres oksidatif pada orang dewasa muda dengan kelebihan berat badan. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan pretest-posttest control group design. Dua puluh wanita kelebihan berat badan antara usia 20 dan 23 direkrut dari mahasiswa dan secara acak dibagi menjadi CON (n = 10, kelompok kontrol tanpa olahraga) dan EEx (n = 10, kelompok latihan ketahanan). Intervensi senam ketahanan dilakukan satu kali dengan berlari di treadmill dengan intensitas 60-70% HRmax selama 40 menit/sesi latihan. Kadar Malondialdehida (MDA) sebagai biomarker stres oksidatif diukur 30 menit sebelum latihan dan 24 jam pasca latihan menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat MDA menurun secara signifikan pada kelompok pelatihan ketahanan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil analisis kadar MDA antara pra-latihan dan pasca-latihan di CON (819,00±66,47 vs 853,00±113,55 ng/mL; (P > 0,05), EEx (810,00±120,19 vs 596,00±67,57 ng/mL; (P < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa satu sesi latihan ketahanan pada intensitas 60-70% HRmax selama 40 menit mengurangi stres oksidatif pada remaja wanita yang kelebihan berat badan

    Pengaruh senam aerobik low impact terhadap peningkatan kebugaran jasmani pada siswa

    No full text
    The importance of physical fitness as one of the supporting factors for student activities needs to be considered. Importance of physical fitness requires improvement and defense in its condition. Providing physical activity is one of the factors that can improve students\u27 physical fitness. This study aimed to determine the effect of low-impact aerobic gymnastics on improving student fitness. This research method uses a pre-experimental design using one group pretest-posttest without using variable control. The study subjects used the Proportionate stratified random sampling technique by taking male students aged 13-15 in junior high school. The research instrument uses the Indonesian Physical Fitness Test to measure strength, speed, endurance, strength, and power. Data analysis techniques use normality and homogeneity prerequisite tests, and to determine the influence on variables using t-tests, data analysis procedures use SPSS 25. The results of the study said The results of calculations using the t-test approach method obtained 0.841. This result is greater than Ttabel, which amounted to 1,701 because the analysis results said there was a significant effect of low-impact aerobic exercise on physical fitness. This study concludes that low-impact aerobic exercise can improve students\u27 physical fitness.Pentingnya kebugaran jasmani sebagai salah satu faktor pendukung kegiatan mahasiswa perlu diperhatikan. Pentingnya kebugaran fisik membutuhkan perbaikan dan pertahanan dalam kondisinya. Memberikan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low-impact terhadap peningkatan kebugaran siswa. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan menggunakan one group pretest-posttest tanpa menggunakan variable control. Subjek penelitian menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling dengan mengambil siswa laki-laki berusia 13-15 tahun di SMP.  Instrumen penelitian menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk mengukur kekuatan, kecepatan, daya tahan, kekuatan, dan kekuatan. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat normalitas dan homogenitas, dan untuk mengetahui pengaruh terhadap variabel menggunakan uji-t, prosedur analisis data menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menyebutkan hasil perhitungan menggunakan metode pendekatan uji-t diperoleh 0,841. Hasil ini lebih besar dari Ttabel, yang berjumlah 1.701 karena hasil analisis menyebutkan ada efek signifikan dari latihan aerobik low-impact terhadap kebugaran fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa latihan aerobik low-impact dapat meningkatkan kebugaran fisik siswa

    Rancang dan bangun perangkat pencatat waktu pada olahraga roller skating cepat berbasis RFID

    No full text
    Sports that require speed for the Athlete to reach the finish line with the fastest time will be the winner in a speed skating race. With the demand to recap the speed of the alet entering the finish line, it is necessary to calculate the time that can be used in a speed skate race. Tools such as stopwatches have been used without weaknesses in the device, but weaknesses often arise from human error and result in many athletes being harmed. So we need a tool that can record athletes\u27 speed without any errors so that athletes\u27 speed can be recorded. This research aims to develop a speed-measuring instrument by utilizing radio signals or RFID to minimize human error in the race. This research uses research development methods (Research and Development). The timekeeper uses an identity tag attached to the skate and a sensor reader (Tag Reader) to detect the time. The study results show that RFID for recording time in roller skates is already valid and feasible. The development of this tool RFID, RFID, can detect the identity of the time between the Tag and Tag Reader with a maximum distance of 3m. Using this tool can improve the ability to record time in roller skating to record the time produced by athletes when reaching the finish. The use of this tool is practical and easy, so it is in accordance with the regulations in roller skating and as needed in the sport. The timing system will work when the Tag passes the Tag Reader attached to the start/finish line in a speed skating race.Olahraga yang membutuhkan kecepatan bagi Atlet untuk mencapai garis finish dengan waktu tercepat akan menjadi pemenang dalam perlombaan speed skating. Dengan tuntutan untuk merekap kecepatan alet memasuki garis finish, perlu untuk menghitung waktu yang dapat digunakan dalam perlombaan speed skate. Alat seperti stopwatch telah digunakan tanpa kelemahan pada perangkat, tetapi kelemahan sering muncul dari kesalahan manusia dan mengakibatkan banyak atlet dirugikan. Sehingga diperlukan alat yang dapat merekam kecepatan atlet tanpa ada kesalahan agar kecepatan atlet dapat terekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kecepatan dengan memanfaatkan sinyal radio atau RFID untuk meminimalisir human error dalam perlombaan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan penelitian (Research and Development). Pencatat waktu menggunakan tag identitas yang melekat pada skate dan pembaca sensor (Tag Reader) untuk mendeteksi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RFID untuk waktu perekaman pada sepatu roda sudah valid dan layak. Pengembangan alat RFID ini, RFID, dapat mendeteksi identitas waktu antara Tag dan Tag Reader dengan jarak maksimal 3m. Menggunakan alat ini dapat meningkatkan kemampuan mencatat waktu dalam roller skating hingga mencatat waktu yang dihasilkan atlet saat mencapai finish. Penggunaan alat ini praktis dan mudah, sehingga sesuai dengan peraturan dalam roller skating dan sesuai kebutuhan dalam olahraga. Sistem pengaturan waktu akan bekerja ketika Tag melewati Tag Reader yang terpasang pada garis start / finish dalam perlombaan speed skating

    Kombinasi latihan plyometric dan tangga: Dampaknya pada peningkatan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan otot kaki dalam bulutangkis

    No full text
    This research aims to determine the impact of a combination of plyometric and ladder drill training methods in increasing leg muscle speed, agility, and power. This research is a quantitative study with a quasi-experimental type and uses a nonequivalent control group design. Purposive sampling technique was used from 36 trained male students aged 12-16 years old from junior high school 1 to 36 years old badminton students. The research subjects were divided into three groups, namely TR (tuck jump-double leg run), SH (squat jump-double leg hop), and C (conventional exercise), which were divided using matched ordinal pairing. Each group consists of twelve students doing treatment with a frequency of three days a week for six weeks. The research instruments used were the 30-meter sprint, agility T-test, and Jump MD. Data collection was carried out twice during the pretest and posttest. Data analysis techniques using Manova and post hoc tests. The Manova test results showed significant differences in the three groups\u27 increasing speed, agility, and leg muscle power simultaneously. The post hoc test showed that the TR and SH groups differed significantly from the C group (p<0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kombinasi metode latihan plyometric dan ladder drill dalam meningkatkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan otot kaki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe quasi eksperimental dan menggunakan desain nonequivalent control group design. Teknik purposive sampling digunakan dari 36 siswa laki-laki terlatih berusia 12-16 tahun dari siswa SMP 1 hingga 36 tahun. Subjek penelitian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu TR (tuck jump-double leg run), SH (squat jump-double leg hop), dan C (latihan konvensional), yang dibagi menggunakan matched ordinal pairing. Setiap kelompok terdiri dari dua belas siswa yang melakukan pengobatan dengan frekuensi tiga hari seminggu selama enam minggu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah sprint 30 meter, agility T-test, dan Jump MD. Pengumpulan data dilakukan sebanyak dua kali pada saat pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan uji Manova dan post hoc. Hasil tes Manova menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam peningkatan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan otot kaki ketiga kelompok secara bersamaan. Uji post hoc menunjukkan bahwa kelompok TR dan SH berbeda secara signifikan dengan kelompok C (p<0,05)

    Koordinasi mata-kaki dan keseimbangan dengan kemampuan melayani: Studi korelasi dalam permainan sepak takraw

    No full text
    Serving in a sepak takraw game is one of the important techniques to determine success in the game. However, it needs to be understood that many factors influence the success of the sepak takraw service. This study is focused on examining the association between eye-foot coordination, balance, and the ability to serve in sepak takraw. The research adopts a descriptive approach with a correlational design and involves the entire student population of Gunung Sari II Elementary School in Makassar. Using purposive sampling, a sample of 40 male students was selected for the study. The instruments in this study are eye-foot coordination using the ball bounce test against the wall. Balance using (standing crane), sepak takraw using sepak takraw service test. Data analysis employed both single correlation (r) and multiple correlation (R) at a 95% significance level. The results showed a significance value of 0.000 <0.05, so it can be concluded that there is a significant relationship between eye-foot coordination and balance with serving ability in the sepak takraw game. This information can serve as valuable reference material for coaches and physical education instructors when teaching or training sepak takraw.Melayani dalam permainan sepak takraw adalah salah satu teknik penting untuk menentukan keberhasilan dalam permainan. Namun, perlu dipahami bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan layanan sepak takraw. Penelitian ini difokuskan untuk menguji hubungan antara koordinasi mata-kaki, keseimbangan, dan kemampuan melayani dalam sepak takraw. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain korelasional dan melibatkan seluruh populasi siswa SDN Gunung Sari II di Makassar. Menggunakan purposive sampling, sampel 40 siswa laki-laki dipilih untuk penelitian ini. Instrumen dalam penelitian ini adalah koordinasi mata-kaki menggunakan uji pantulan bola terhadap dinding. Keseimbangan menggunakan (standing crane), sepak takraw menggunakan uji servis sepak takraw. Analisis data menggunakan korelasi tunggal (r) dan korelasi berganda (r) pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 <0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara koordinasi mata-kaki dengan keseimbangan dengan kemampuan servis dalam permainan sepak takraw. Informasi ini dapat berfungsi sebagai bahan referensi yang berharga bagi pelatih dan instruktur pendidikan jasmani ketika mengajar atau melatih sepak takraw

    Penilaian keseimbangan pada siswa dengan gangguan pendengaran

    No full text
    Balance is the ability to maintain body position when moving or standing still. Therefore, children must have this ability to move correctly. Children with hearing loss have problems in their vestibular system, consequently disturbing their daily activity concerning balance condition. This study aimed to evaluate the balance of students with hearing impairment in Karanganyar, Central Java. The present survey study used the Balance Test to measure 59 (male = 31, female = 28) hearing-impaired students’ balance. Descriptive statistics analysis was used to calculate the mean of all participants and every gender group. The result revealed that the average balance score of all students was 1,136, the highest score was 4, and the lowest was 1. Concerning gender, females performed slightly better than males on the balance test, with scores of 1,143 and 1,129, respectively. Of the 59 students, more than 90% of females and males were categorized as poor, and more than 3% were classified as moderate and very good. The study suggests that the balance score of hearing-impaired students was low.Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh saat bergerak atau berdiri diam. Oleh karena itu, anak-anak harus memiliki kemampuan untuk bergerak dengan benar. Anak-anak dengan gangguan pendengaran memiliki masalah dalam sistem vestibular mereka, akibatnya mengganggu aktivitas sehari-hari mereka mengenai kondisi keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keseimbangan siswa tunarungu di Karanganyar, Jawa Tengah. Studi survei ini menggunakan Tes Keseimbangan untuk mengukur 59 (laki-laki = 31, perempuan = 28) keseimbangan siswa gangguan pendengaran. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menghitung rata-rata semua peserta dan setiap kelompok gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor saldo rata-rata semua siswa adalah 1.136, skor tertinggi adalah 4, dan terendah adalah 1. Mengenai jenis kelamin, perempuan tampil sedikit lebih baik daripada laki-laki pada tes keseimbangan, dengan skor masing-masing 1.143 dan 1.129. Dari 59 siswa, lebih dari 90% perempuan dan laki-laki dikategorikan sebagai miskin, dan lebih dari 3% diklasifikasikan sebagai sedang dan sangat baik. Studi ini menunjukkan bahwa skor keseimbangan siswa dengan gangguan pendengaran rendah.&nbsp

    Pendidikan olahraga hibrida dan pendekatan permainan langkah: Meningkatkan keterampilan bola voli

    No full text
    Mastering the technique of playing volleyball is important for every player. This will come in handy in gaming. Mastering it will make it easier to play and win. This study aims to determine whether step play and a hybrid approach to sport instruction will improve the skills of volleyball players. An experimental research methodology using a one-shot case study design was applied. This study was attended by 36 elementary school students using total sampling technique. They were instructed to participate in a joint sports education program between the Sport Education Model (SEM) and the Step Game Approach (SGA) for 14 meetings spread over two months, twice a week. The instruments used in this study were the Sport Orientation Questionnaire (SOQ) and the Game Performance Assessment Instrument (GPAI) were used to collect data. The results show good game performance, with yields exceeding 80% and a high proportion of each SOQ indicator, with an average of >80%. This shows that the combined learning model between SEM and SGA makes a positive contribution to students\u27 volleyball playing techniques and skills. Through this combined learning it is hoped that students can learn techniques as well as their playing skills in real situations.Menguasai teknik bermain bola voli penting bagi setiap pemain. Ini akan berguna dalam bermain game. Menguasainya akan membuatnya lebih mudah untuk bermain dan menang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah step play dan pendekatan hibrida untuk instruksi olahraga akan meningkatkan keterampilan pemain bola voli. Metodologi penelitian eksperimental menggunakan desain studi kasus one-shot diterapkan. Penelitian ini diikuti oleh 36 siswa sekolah dasar dengan menggunakan teknik total sampling. Mereka diinstruksikan untuk berpartisipasi dalam program pendidikan olahraga bersama antara Sport Education Model (SEM) dan Step Game Approach (SGA) selama 14 pertemuan yang tersebar selama dua bulan, dua kali seminggu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sport Orientation Questionnaire (SOQ) dan Game Performance Assessment Instrument (GPAI) yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasilnya menunjukkan kinerja permainan yang baik, dengan hasil melebihi 80% dan proporsi tinggi dari setiap indikator SOQ, dengan rata-rata >80%. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran gabungan antara SEM dan SGA memberikan kontribusi positif terhadap teknik dan keterampilan bermain bola voli siswa. Melalui pembelajaran gabungan ini diharapkan siswa dapat mempelajari teknik serta keterampilan bermainnya dalam situasi nyata.&nbsp

    Apakah durasi latihan dan fase siklus menstruasi mempengaruhi performa atlet futsal wanita? Perspektif survei kritis

    No full text
    The menstrual cycle phase and the duration of practice often interfere with female futsal athletes\u27 performance during training. This study explores the relationship between exercise duration, menstrual disorder and the performance of women’s futsal athletes. This research method uses a survey. The subjects of this study were 22 female futsal athletes in the city of Cimahi. The instrument was a closed interview validated by a women\u27s soccer expert (coach of the Indonesian women\u27s soccer team) from STKIP Pasundan and tested on three participants who met the inclusion criteria. Descriptive analysis is presented as the mean and differences between groups were evaluated by t-test with a statistically significant level of p < 0.05. Descriptive analysis using SPSS software (version 21.0). This study reveals that the significance test with sig.0.13 <0.05 on the duration variable, which means that the exercise\u27s duration directly affects the athlete\u27s performance. In comparison, the menstrual cycle variable has a sig.0.91 value > 0.05, which means that the menstrual cycle does not directly affect the performance of female futsal athletes. However, the significant results showed no effect of the menstrual cycle on the performance of female futsal athletes. This study recommends that female futsal coaches pay attention to the duration of training during the menstrual period for each athlete to achieve optimal performance.Fase siklus menstruasi dan durasi latihan sering mengganggu performa atlet futsal wanita selama latihan. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara durasi olahraga, gangguan menstruasi dan performa atlet futsal wanita. Metode penelitian ini menggunakan survei. Subjek penelitian ini adalah 22 atlet futsal wanita di Kota Cimahi. Instrumen tersebut merupakan wawancara tertutup yang divalidasi oleh pakar sepak bola wanita (pelatih tim sepak bola wanita Indonesia) dari STKIP Pasundan dan diuji terhadap tiga peserta yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis deskriptif disajikan sebagai mean dan perbedaan antar kelompok yang dievaluasi dengan uji-t dengan tingkat signifikan secara statistik p < 0,05. Analisis deskriptif menggunakan software SPSS (versi 21.0). Penelitian ini mengungkapkan bahwa uji signifikansi dengan sig.0.13 <0.05 pada variabel durasi, yang berarti bahwa durasi latihan secara langsung mempengaruhi kinerja atlet. Sebagai perbandingan, variabel siklus menstruasi memiliki nilai sig.0,91 > 0,05, yang berarti siklus menstruasi tidak secara langsung mempengaruhi performa atlet futsal wanita. Namun, hasil yang signifikan menunjukkan tidak berpengaruh siklus menstruasi terhadap performa atlet futsal putri. Penelitian ini merekomendasikan agar pelatih futsal wanita memperhatikan durasi latihan selama periode menstruasi bagi setiap atlet untuk mencapai performa optimal.&nbsp

    Efek latihan kalistenik selama delapan minggu terhadap kualitas kebugaran fisik terpilih dan kinerja keterampilan dalam bola tangan.

    No full text
    This study aimed to investigate the effect of eight-week callisthenics exercises on selected physical fitness qualities and skill performance in U-17 female handball players. The study utilized a quantitative research approach with an experimental design to achieve its goals. For this study, 20 female handball players were selected. The researcher employed a comprehensive sampling technique and randomly divided them into two equal groups: the experimental group (n = 10) and the control group (n = 10). During 8 weeks, the experimental group did callisthenics workouts three times weekly, while the control group stuck to regular handball training. The study assessed passing accuracy, dribbling speed, agility, and muscular strength in both groups before and after. The data collected from the participants were analyzed using SPSS version 24 software, employing paired sample t-tests and independent-sample t-tests with a significance level set at 0.05. The analysis revealed that callisthenics exercises significantly improved passing accuracy, speed dribble, agility, and muscular strength in the pre-post test of the experimental group (p<0.05). However, no significant differences were found in any control group variables (p > 0.05). Based on these findings, the eight-week callisthenics exercise program contributes to enhancing agility, muscular strength, passing accuracy, and speed dribbling in U-17 female handball project players.Studi ini bertujuan untuk menyelidiki efek latihan kalistenik selama delapan minggu terhadap kualitas kebugaran fisik terpilih dan kinerja keterampilan pada pemain bola tangan putri U-17. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental untuk mencapai tujuan-tujuannya. Sebanyak 20 pemain bola tangan putri dipilih untuk studi ini. Peneliti menggunakan teknik pemilihan yang komprehensif dan secara acak membagi mereka menjadi dua kelompok yang sama besar: kelompok eksperimen (n = 10) dan kelompok kontrol (n = 10). Selama 8 minggu, kelompok eksperimen melakukan latihan kalistenik tiga kali seminggu, sementara kelompok kontrol tetap melakukan latihan bola tangan reguler. Studi ini menilai akurasi passing, kecepatan dribel, kecepatan gerak, dan kekuatan otot pada kedua kelompok sebelum dan sesudah latihan. Data yang dikumpulkan dari partisipan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 24, dengan menggunakan uji t-sample berpasangan dan uji t-sample independen dengan tingkat signifikansi ditetapkan pada 0,05. Analisis menunjukkan bahwa latihan kalistenik secara signifikan meningkatkan akurasi passing, kecepatan dribel, kecepatan gerak, dan kekuatan otot dalam uji pra-post pada kelompok eksperimen (p<0,05). Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan ditemukan dalam variabel kelompok kontrol mana pun (p > 0,05). Berdasarkan temuan ini, program latihan kalistenik selama delapan minggu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kecepatan gerak, kekuatan otot, akurasi passing, dan kecepatan dribel pada pemain bola tangan putri U-17

    Pengaruh kecerdasan kinestetik dalam meningkatkan kreativitas koreografi instruktur aerobik

    No full text
    This study aimed to determine how crucial kinesthetic intelligence is in adding to the choreographic creativity of callisthenics preceptors. This exploration system was carried out by experimental exploration styles using quantitative approaches. Purposive sampling was used as a sampling technique. The subjects of this research were 40 licensed aerobics instructors. Data analysis Techniques used Quantitative Analysis Techniques. The instrument used was the TTCT-Verbal Test (Torrance Test of Creative Thinking-Verbal) from Joy Paul Guilford. Data analysis using SPSS statistical software with the Two Way ANOVA Test. The results of this research stated that instructors with high kinesthetic intelligence exhibited no significant effect on choreographic creativity (Sig. 0.961 > 0.05). However, instructors with low kinesthetic intelligence showed an increase in choreographic creativity (Sig. 0.036 < 0.05). The final results showed that low and high levels of kinesthetic intelligence have no influence on choreographic creativity (Sig. 369 > 0.05). These unexpected results challenge existing understanding, offering a new perspective that kinesthetic intelligence is not a crucial thing that can influence choreographic creativity in aerobics teaching. Consequently, the study advises aerobics instructors to enhance their choreography creativity, emphasizing the need to consider not only appropriate training methods but also the physical components conducive to success.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa krusial kecerdasan kinestetik dalam menambah kreativitas koreografi para pembimbing callisthenics. Sistem eksplorasi ini dilakukan dengan gaya eksplorasi eksperimental menggunakan pendekatan kuantitatif. Purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Subjek penelitian ini adalah 40 instruktur aerobik berlisensi. Teknik analisis data menggunakan Teknik Analisis Kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah TTCT-Verbal Test (Torrance Test of Creative Thinking-Verbal) dari Joy Paul Guilford. Analisis data menggunakan software statistik SPSS dengan Uji Two Way ANOVA. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa instruktur dengan kecerdasan kinestetik tinggi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas koreografi (Sig. 0,961 > 0,05). Namun, instruktur dengan kecerdasan kinestetik rendah menunjukkan peningkatan kreativitas koreografi (Sig. 0,036 < 0,05). Hasil akhir menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan kinestetik yang rendah dan tinggi tidak berpengaruh terhadap kreativitas koreografi (Sig. 369 > 0,05). Hasil yang tidak terduga ini menantang pemahaman yang ada, menawarkan perspektif baru bahwa kecerdasan kinestetik bukanlah hal penting yang dapat mempengaruhi kreativitas koreografi dalam pengajaran aerobik. Akibatnya, penelitian ini menyarankan instruktur aerobik untuk meningkatkan kreativitas koreografi mereka, menekankan perlunya mempertimbangkan tidak hanya metode pelatihan yang tepat tetapi juga komponen fisik yang kondusif untuk sukses.&nbsp

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇