Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    Pengaruh metode pelatihan yang bervariasi dengan ukuran kelas yang lebih kecil pada keterampilan berenang merangkak depan siswa

    No full text
    However, the swimming learning process sometimes generalizes these abilities. The purpose of this study was to reveal the effect of varied training methods with smaller class sizes on students\u27 front crawl swimming skills. The research used an experiment with a one-group pre-test-post-test design. The study population was 93 students, they take swimming lessons at the Sports Education Study Program, Garut University the 2022/2023 Academic Year. The sampling technique uses purposive sampling. The sample that reached the criteria was 22 students. The research instrument used a front crawl swimming skills test. Research procedure - giving treatment with varied methods with smaller class sizes. The data analysis technique uses Paired Sample t Test. Treatment with varied lesson delivery with smaller class sizes obtained sig values. (2-tailed) of 0.000. Based on the results of the research, findings revealed the value of sig. (2-tailed) obtained is 0.000. The score was lower than 0.05, so it was concluded that the method\u27s effect varied with smaller class sizes on students\u27 swimming skills on the front crawling swimming skills. The conclusion of this study is that using classroom settings and methods can affect swimming skills and front crawling style.Namun, proses belajar berenang terkadang menggeneralisasi kemampuan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pengaruh metode pelatihan yang bervariasi dengan ukuran kelas yang lebih kecil pada keterampilan berenang merangkak depan siswa. Penelitian menggunakan eksperimen dengan desain one-group pre-test-post-test. Populasi studi sebanyak 93 siswa, mereka mengikuti pelajaran renang di Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Garut Tahun Akademik 2022/2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang mencapai kriteria adalah 22 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan berenang merangkak depan. Prosedur penelitian - memberikan pengobatan dengan metode yang bervariasi dengan ukuran kelas yang lebih kecil. Teknik analisis data menggunakan Paired Sample t Test. Perlakuan dengan penyampaian pelajaran yang bervariasi dengan ukuran kelas yang lebih kecil diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Berdasarkan hasil penelitian penelitian terungkap nilai sig. (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,000. Skornya lebih rendah dari 0,05, sehingga disimpulkan bahwa efek metode bervariasi dengan ukuran kelas yang lebih kecil pada keterampilan berenang siswa pada keterampilan berenang merangkak depan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa menggunakan pengaturan dan metode kelas dapat mempengaruhi keterampilan berenang dan gaya merangkak depan

    Analisis psikologis dan gizi atlet untuk kejuaraan pekan olahraga Semarang 2023

    No full text
    Athlete psychology and nutrition play an important role in athlete success. These factors influence each other, so knowing athletes\u27 psychology and nutrition levels is necessary. This study aimed to analyze the level of psychology and nutrition of athletes. The research method used in this study is a survey with an ex post facto research design. This research survey uses the distribution of questionnaires in accordance with the instruments used. The sample involved in this study were athletes who participated in the 2023 Provincial Sports Week championship (PORPROV), with the total sampling technique involving as many as 285 athletes. The analysis technique in this study uses descriptive quantitative to determine the mean and standard deviation and is categorized into 5 levels. From the results of the table analysis above, the psychological aspects of the 285 athletes involved in this study showed good results. The results of the table analysis above show that the nutritional adequacy of the 285 athletes involved in this study is sufficient. This study concludes that the psychological and nutrition of athletes need to be improved, given the importance of these factors as one of improving achievement.Psikologi dan nutrisi atlet memainkan peran penting dalam kesuksesan atlet. Faktor-faktor ini saling mempengaruhi, jadi mengetahui psikologi dan tingkat nutrisi atlet diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat psikologi dan gizi atlet. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan desain penelitian ex post facto. Survei penelitian ini menggunakan distribusi kuesioner sesuai dengan instrumen yang digunakan. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah atlet yang mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2023, dengan teknik pengambilan sampel total melibatkan sebanyak 285 atlet. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menentukan rata-rata dan standar deviasi dan dikategorikan ke dalam 5 tingkatan. Dari hasil analisis tabel di atas, aspek psikologis dari 285 atlet yang terlibat dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang baik. Hasil analisis tabel di atas menunjukkan bahwa kecukupan gizi dari 285 atlet yang terlibat dalam penelitian ini sudah cukup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa psikologis dan gizi atlet perlu ditingkatkan, mengingat pentingnya faktor-faktor tersebut sebagai salah satu peningkatan prestasi

    Penurunan berat badan setelah 12 minggu latihan beban menggunakan resistance band pada mahasiswa yang mengalami obesitas

    No full text
    Obesity among college students poses a significant health concern, as excess weight heightens the risk of various diseases. The study aims to determine the effects of a 12-week resistance band weight training program on weight loss in obese college students. This research employs an experimental method, specifically using a "One Group Pre-Post Test Design." This involves administering a pre-test before the intervention and a post-test after the intervention. The participants in this study are adolescent athletes from the State University of Jakarta. The sample consists of 30 individuals selected through purposive sampling based on specific criteria: students from the State University of Jakarta, aged 16-23 years, both male and female. Data collection involves the experimental group and control group, the participant\u27s BMI before and after the 12-week resistance band training program. BMI measurements were conducted using the OMRON brand BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) method. Data analysis was performed using SPSS version 21, which includes the normality prerequisite test and is continued with the independent Sample T-Test. The results of the Independent Sample T-Test showed that the Sig value was 0.000 < 0.05. A 12-week resistance band weight training program has a significant effect on weight loss in obese college students. Therefore, the resistance band strength training model significantly influences weight loss more than traditional training methods. This suggests that resistance band training is highly effective for weight loss in adolescents aged 16-23 years and can be incorporated into physical exercise programs for this age group.Obesitas di kalangan mahasiswa merupakan masalah kesehatan yang signifikan, karena kelebihan berat badan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari program latihan beban resistance band selama 12 minggu terhadap penurunan berat badan pada mahasiswa yang mengalami obesitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, khususnya menggunakan “One Group Pre-Post Test Design”. Ini melibatkan pemberian pre-test sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi. Partisipan dalam penelitian ini adalah atlet remaja dari Universitas Negeri Jakarta. Sampel terdiri dari 30 orang yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu: mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, berusia 16-23 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Pengumpulan data melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yaitu BMI peserta sebelum dan sesudah program latihan resistance band selama 12 minggu. Pengukuran BMI dilakukan dengan menggunakan metode BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) merek OMRON. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 21, yang meliputi uji prasyarat normalitas dan dilanjutkan dengan Independent Sample T-Test. Hasil Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05. Program latihan beban resistance band selama 12 minggu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan berat badan pada mahasiswa yang mengalami obesitas. Oleh karena itu, model latihan kekuatan resistance band secara signifikan mempengaruhi penurunan berat badan lebih banyak daripada metode latihan tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa latihan resistance band sangat efektif untuk menurunkan berat badan pada remaja berusia 16-23 tahun dan dapat dimasukkan ke dalam program latihan fisik untuk kelompok usia ini

    Efektivitas latihan alternate leg bounding terhadap keterampilan menendang pada atlet taekwondo

    No full text
    Taekwondo emphasizes kicking techniques, including elgol dollyo chagi, a spinning head kick requiring flexibility, strength, speed, coordination, and precision for optimal effectiveness. This study aims to evaluate the effectiveness of alternate leg bounding training on the elgol dollyo chagi performance of taekwondo athletes. It employs experimental research with a one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 30 taekwondo athletes selected through total sampling, meaning the entire population was used as the sample. The research instrument involves an elgol dollyo chagi performance test conducted over a duration of 30 seconds. Data analysis uses descriptive tests, and the analysis prerequisite tests with data normality and data homogeneity, and continued with hypothesis testing using the t-test with the spss program version 23. The results of the t-test value obtained were 15.455, with a pretest mean of 23.83 and a posttest mean value of 36.20. Based on these results, the p-value is greater than 0.05 and has an increase of 12.37%. The results of the study showed a significant increase in the speed of execution of the elgol dollyo chagi kick after following the alternate leg bounding training program. In addition, this research is also useful in terms of athlete physical development, including strength, agility, coordination, and injury prevention.Taekwondo menekankan pada teknik menendang, termasuk elgol dollyo chagi, sebuah tendangan kepala berputar yang membutuhkan fleksibilitas, kekuatan, kecepatan, koordinasi, dan ketepatan untuk mendapatkan efektivitas yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan alternate leg bounding terhadap performa elgol dollyo chagi para atlet taekwondo. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Partisipan terdiri dari 30 atlet taekwondo yang dipilih melalui total sampling, yang berarti seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes performa elgol dollyo chagi yang dilakukan selama 30 detik. Analisis data menggunakan uji deskriptif, dan uji prasyarat analisis dengan normalitas data dan homogenitas data, dan dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan program spss versi 23. Hasil nilai t-test yang diperoleh sebesar 15,455, dengan nilai mean pretest sebesar 23,83 dan nilai mean posttest sebesar 36,20. Berdasarkan hasil tersebut, nilai p-value lebih besar dari 0,05 dan mengalami peningkatan sebesar 12,37%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap kecepatan eksekusi tendangan elgol dollyo chagi setelah mengikuti program latihan alternate leg bounding. Selain itu, penelitian ini juga bermanfaat dalam hal pengembangan fisik atlet, meliputi kekuatan, kelincahan, koordinasi, dan pencegahan cedera

    Peningkatan akurasi passing dengan menggunakan latihan berpasangan pada pemain sepak bola remaja

    No full text
    Passing is one of the fundamental techniques in football. Good passing skills enable players to participate in the game effectively and maintain possession of the ball. Paired short passing drills also help improve individual skills. This research aims to find out whether short passing training in pairs can increase the accuracy of soccer passing in adolescent soccer players. The quantitative method used in the research is a pre-experimental design through one group pretest and posttest. The research instrument used a ball passing accuracy test for 30 seconds and used the short passing practice method in pairs. The population in this study consisted of 20 male Rekminers Club soccer players aged 15-17 years. The sample was selected using a total sampling technique, and the entire population sampled was 20 players. The data analysis technique uses the t-test to test the hypothesis to increase soccer passing accuracy in the pretest and posttest treatment using SPSS version 26. Based on the results of hypothesis testing using the t-test in paired short passing exercises with football passing accuracy ability, there is a significant influence based on pretest and posttest data analysis of 0.000 < 0.05. This exercise was successfully carried out to improve the accuracy of football passing. The research results show that short passing training in pairs is an effective method for improving the passing accuracy of football players.Passing adalah salah satu teknik dasar dalam sepakbola. Keterampilan passing yang baik memungkinkan pemain untuk berpartisipasi dalam permainan secara efektif dan mempertahankan kepemilikan bola. Latihan passing pendek yang dipasangkan juga membantu meningkatkan keterampilan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah latihan short passing berpasangan dapat meningkatkan akurasi passing sepak bola pada pemain sepak bola remaja. Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian adalah desain pre-eksperimental melalui one group pretest dan posttest. Instrumen penelitian menggunakan uji akurasi passing bola selama 30 detik dan menggunakan metode short passing practice secara berpasangan. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 20 laki-laki pemain sepak bola Rekminers Club berusia 15-17 tahun. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling, dan seluruh populasi yang diambil sampelnya adalah 20 pemain. Teknik analisis data menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis guna meningkatkan akurasi passing sepak bola pada perlakuan pretest dan posttest menggunakan SPSS versi 26. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada latihan passing pendek berpasangan dengan kemampuan akurasi passing sepak bola, terdapat pengaruh signifikan berdasarkan analisis data pretest dan posttest sebesar 0,000 < 0,05. Latihan ini berhasil dilakukan untuk meningkatkan akurasi passing sepak bola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan passing pendek berpasangan adalah metode yang efektif untuk meningkatkan akurasi passing pemain sepak bola

    Media pembelajaran sebagai solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pada siswa

    No full text
    The selection of appropriate learning media is proven to have a positive impact on students\u27 knowledge and abilities in the learning process. They were referring to material in learning carried out by sports students as one of the preparations for teachers who must understand refereeing regulations so that the entire learning process can really utilize learning media. This study aims to determine the effect of the application of learning media on remembering the knowledge and ability of volleyball referees. The research method used in this study is quasi-experiment with a pretest and posttest quasi-experimental control group research design. This study involved 30 volleyball referee students who were obtained using cluster random sampling. This research instrument is an instrument that uses a questionnaire on the level of knowledge and ability of volleyball referees, divided into 10 indicators. This questionnaire obtained a reliability of 0.826. The analysis of this data used prerequisite tests (normality test using the Kolmogorov Smirnov test, homogeneity test using the Levin statistical test), and a t-test conducted with the help of SPSS 25 to test the effect on each subject. The results showed that the average score of the experimental volleyball referee group was 216.93 ± 7.75, while the average score of the control volleyball referee knowledge and ability level group was 189.47 ± 7.18, the experimental group was better than the control group.Pemilihan media pembelajaran yang tepat terbukti memberikan dampak positif bagi pengetahuan dan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran. Mereka merujuk pada materi dalam pembelajaran yang dilakukan oleh siswa olahraga sebagai salah satu persiapan bagi guru yang harus memahami peraturan wasit agar seluruh proses pembelajaran dapat benar-benar memanfaatkan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran terhadap mengingat pengetahuan dan kemampuan wasit bola voli. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol kuasi pretest dan posttest. Penelitian ini melibatkan 30 siswa wasit bola voli yang diperoleh dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian ini merupakan instrumen yang menggunakan kuesioner pada tingkat pengetahuan dan kemampuan wasit bola voli, yang dibagi menjadi 10 indikator. Kuesioner ini memperoleh reliabilitas 0,826. Analisis data ini menggunakan uji prasyarat (uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov, uji homogenitas menggunakan uji statistik Levin), dan uji-t dilakukan dengan bantuan SPSS 25 untuk menguji efeknya pada setiap subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok wasit bola voli eksperimental adalah 216,93 ± 7,75, sedangkan skor rata-rata kelompok tingkat pengetahuan dan kemampuan wasit bola voli kontrol adalah 189,47 ± 7,18, kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol

    Strategi peningkatan keterampilan berenang siswa menggunakan metode pelatihan dan media

    No full text
    Many students find that swimming is a necessary skill, yet many struggle to learn the appropriate form due to inadequate teaching. Learning can happen faster with the right training media, and knowledge of swimming techniques can be improved. Innovative teaching methods and training media are needed to optimise students\u27 mastery of swimming skills. This study is to assess how well proper workout regimens and media can enhance fundamental swimming skills. This study uses an action research design, where three action research cycles are (1) preparation, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. If at least 75% of children can perform basic swim movements in a crawling style successfully, then this learning has been successful. This study used a percentage analysis methodology as its analytical method. While at least 75% of students who received a completeness score in swimming during the first cycle showed success in basic crawl style movements, the learning results of students\u27 movements were not in accordance with the success indicators; only 55.55% of students achieved the overall target. The number of students who achieved the goal in the second cycle increased to 32 or 71.11%. At the end of the cycle, 40 students, or 88.89% of students, achieved the overall target. According to the study\u27s findings, the basic swimming ability of adolescent students can be improved by using land exercises and training tools.Banyak siswa menemukan bahwa berenang adalah keterampilan yang diperlukan, namun banyak yang berjuang untuk mempelajari bentuk yang tepat karena pengajaran yang tidak memadai. Belajar dapat terjadi lebih cepat dengan media pelatihan yang tepat, dan pengetahuan tentang teknik renang dapat ditingkatkan. Metode pengajaran dan media pelatihan yang inovatif diperlukan untuk mengoptimalkan penguasaan keterampilan renang siswa. Studi ini untuk menilai seberapa baik rejimen latihan dan media yang tepat dapat meningkatkan keterampilan renang dasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan, dimana tiga siklus penelitian tindakan adalah (1) persiapan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Jika setidaknya 75% anak dapat melakukan gerakan berenang dasar dengan gaya merangkak dengan sukses, maka pembelajaran ini telah berhasil. Penelitian ini menggunakan metodologi analisis persentase sebagai metode analisisnya. Sementara setidaknya 75% siswa yang mendapatkan nilai ketuntasan dalam renang pada siklus pertama menunjukkan keberhasilan dalam gerakan basic crawl style, hasil pembelajaran gerakan siswa tidak sesuai dengan indikator keberhasilan; hanya 55,55% siswa yang mencapai target keseluruhan. Jumlah mahasiswa yang mencapai tujuan pada siklus II meningkat menjadi 32 atau 71,11%. Pada akhir siklus, 40 siswa, atau 88,89% siswa, mencapai target keseluruhan. Menurut temuan penelitian, kemampuan dasar berenang remaja siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan latihan darat dan alat pelatihan

    Apakah latihan selama 4 minggu dengan menggunakan karet dapat meningkatkan kecepatan pukulan gyaku tsuki karate gokasi atlet karate berusia 16-20 tahun?

    No full text
    Effective physical training is crucial for karate athletes aiming to enhance their techniques and increase the speed of their attacks, particularly gyaku-tsuki. This study investigates the impact of rubber-based exercise on the speed of gyaku-tsuki punches among Gokasi karate athletes in Jember Regency with an age range of 16-20 years, male and female. An experimental method with a one-group pretest-posttest design was employed. The population in this study were Gokasi Jember karate athletes in junior to senior classes, with a total of 12 athletes. The sampling technique used in this research is total sampling. Therefore, the entire population was taken as a sample of 12 athletes. Speed measurements of the gyaku-tsuki punch were taken both before and after the rubber training regimen. Data analysis using SPSS 21 covering descriptive analysis, normality test, and Paired sample Test. The paired sample test yielded a significance value of 0.000, which is below the 0.05 threshold. Analysis of the pre-test and post-test averages shows an increase from 30.67 to 31.92. These findings suggest that a four-week rubber training program positively affected Gyaku-Tsuki punch speed. Furthermore, the average results demonstrate an improvement in punch speed. These findings contribute to karate coaches and athletes applying rubber exercises to improve gyaku-tsuki punch speed. The findings also provide valuable insights for karate coaches and athletes, recommending the inclusion of rubber-based training in their routines to enhance the speed and effectiveness of gyaku-tsuki punches.Latihan fisik yang efektif sangat penting bagi atlet karate yang bertujuan untuk meningkatkan teknik dan meningkatkan kecepatan serangan mereka, terutama gyaku-tsuki. Penelitian ini menyelidiki dampak dari latihan berbasis karet terhadap kecepatan pukulan gyaku-tsuki di antara atlet karate Gokasi di Kabupaten Jember dengan rentang usia 16-20 tahun, laki-laki dan perempuan. Metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design digunakan. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet karate Gokasi Jember di kelas junior hingga senior, dengan jumlah 12 atlet. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Oleh karena itu, seluruh populasi diambil sebagai sampel yang berjumlah 12 atlet. Pengukuran kecepatan pukulan gyaku-tsuki dilakukan sebelum dan sesudah regimen latihan karet. Analisis data menggunakan SPSS 21 yang meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, dan Paired sample Test. Uji Paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.000, yang berada di bawah ambang batas 0.05. Analisis terhadap rata-rata pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan dari 30,67 menjadi 31,92. Temuan ini menunjukkan bahwa program latihan karet selama empat minggu secara positif mempengaruhi kecepatan pukulan Gyaku-Tsuki. Selain itu, hasil rata-rata menunjukkan peningkatan kecepatan pukulan. Temuan ini memberikan kontribusi kepada pelatih dan atlet karate yang menerapkan latihan karet untuk meningkatkan kecepatan pukulan gyaku-tsuki. Temuan ini juga memberikan wawasan yang berharga bagi para pelatih dan atlet karate, yang merekomendasikan untuk memasukkan latihan berbasis karet dalam rutinitas mereka untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas pukulan gyaku-tsuki

    Pelatihan sepak bola yang inovatif: Model turnamen permainan tim berbasis Android

    No full text
    In the digital era, traditional soccer training often fails to engage tech-savvy students, requiring innovative approaches like Android-based tournament models. By integrating technology with cooperative learning, these models enhance students\u27 soccer skills, strategic understanding, and motivation. This study aims to see the effect of developing the Team Games Tournament (TGT) method with Android-based online games in improving students\u27 understanding of playing soccer. This research method uses the ADDIE model as a framework for making products, with a quantitative approach used to process data obtained through questionnaires in the form of descriptive percentages. The sample involved in this study were 32 students, the sampling technique used was purposive sampling. The results of this study indicate that there is an effect of the pakgolo learning model in improving students\u27 understanding of playing soccer, this is reinforced by the results of the sigs (2-tailed) analysis with a sig (2-tailed) value of 0.000 which means that the sig (2-tailed) value <0.05. With the value of tcount = -19.402 with df = 126 so that the ttable = -28.503 is obtained. The conclusion of this study provides a unique method with a combination of technology and cooperative learning, which is rarely widely applied, especially in soccer learning. The contribution of this study adds a new method that can improve skills with a very fun method so that students easily understand the learning material.Di era digital, pelatihan sepak bola tradisional sering kali gagal melibatkan siswa yang melek teknologi, sehingga membutuhkan pendekatan inovatif seperti model turnamen berbasis Android. Dengan mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran kooperatif, model-model ini dapat meningkatkan keterampilan sepak bola siswa, pemahaman strategis, dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengembangan metode Team Games Tournament (TGT) dengan game online berbasis Android dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam bermain sepak bola. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE sebagai kerangka kerja pembuatan produk, dengan pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk mengolah data yang diperoleh melalui kuesioner dalam bentuk deskriptif persentase. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran pakgolo dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam bermain sepak bola, hal ini diperkuat dengan hasil analisis sig (2-tailed) dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti nilai sig (2-tailed) < 0,05. Dengan nilai thitung = -19,402 dengan df = 126 sehingga diperoleh nilai ttabel = -28,503. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan metode yang unik dengan perpaduan teknologi dan pembelajaran kooperatif yang jarang sekali diterapkan khususnya dalam pembelajaran sepak bola. Kontribusi penelitian ini menambah metode baru yang dapat meningkatkan keterampilan dengan metode yang sangat menyenangkan sehingga siswa mudah memahami materi pembelajaran

    Memperoleh keterampilan dalam bola basket melalui pembelajaran observasional

    No full text
    With the ongoing COVID-19 pandemic requiring us to practice social or physical distancing, the concept of observational learning has become particularly relevant. This learning process involves observing others, retaining the information, and replicating the observed behaviors later. This research determined the skill acquisition in Basketball through observational learning of pre-service teachers at Batangas State University JPLPC-Malvar to determine its implications for teaching physical education. It specifically addressed the respondents\u27 profile in terms of sex, program, GWA, and socio-economic status significant relationship between the respondents\u27 profile and their skill acquisition in Basketball through observational learning. This descriptive-correlational study was conducted to assess the 89 students enrolled in the College of Teacher Education program at the Batangas State University JPLPC-Malvar campus. An adequate number of respondents and an appropriate sampling technique are adopted to produce a valid and reliable result. Using a self-made questionnaire and appropriate statistical measures, the results revealed that the respondents are greatly female, mostly from Bachelor of Secondary Education, belong to the Superior Group, and have a middle income. Chi-Square revealed that sex, program, GWA, and socio-economic status have significant relationships when correlated to their encountered challenges. The above-mentioned findings recommend using multimedia or video demonstrating skills in physical education classes to train the students\u27 skills and strengthen the use of observational learning and conducting a webinar that focuses on how we can learn Basketball through observational learning.Dengan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung yang mengharuskan kita untuk mempraktikkan jarak sosial atau fisik, konsep pembelajaran observasional menjadi sangat relevan. Proses pembelajaran ini melibatkan mengamati orang lain, menyimpan informasi, dan mereplikasi perilaku yang diamati nanti. Penelitian ini menentukan perolehan keterampilan dalam Bola Basket melalui pembelajaran observasional guru pra-jabatan di Batangas State University JPLPC-Malvar untuk menentukan implikasinya terhadap pengajaran pendidikan jasmani. Ini secara khusus membahas profil responden dalam hal jenis kelamin, program, GWA, dan status sosial ekonomi hubungan yang signifikan antara profil responden dan perolehan keterampilan mereka dalam Bola Basket melalui pembelajaran observasional. Penelitian deskriptif-korelasional ini dilakukan untuk menilai 89 mahasiswa yang terdaftar dalam program College of Teacher Education di kampus JPLPC-Malvar Batangas State University. Jumlah responden yang memadai dan teknik pengambilan sampel yang tepat diadopsi untuk menghasilkan hasil yang valid dan reliabel. Dengan menggunakan kuesioner buatan sendiri dan ukuran statistik yang tepat, hasilnya menunjukkan bahwa responden sangat perempuan, sebagian besar dari Sarjana Pendidikan Menengah, termasuk dalam Kelompok Superior, dan memiliki pendapatan menengah. Chi-Square mengungkapkan bahwa jenis kelamin, program, GWA, dan status sosial ekonomi memiliki hubungan yang signifikan ketika berkorelasi dengan tantangan yang mereka hadapi. Temuan yang disebutkan di atas merekomendasikan penggunaan multimedia atau video yang menunjukkan keterampilan di kelas pendidikan jasmani untuk melatih keterampilan siswa dan memperkuat penggunaan pembelajaran observasional dan melakukan webinar yang berfokus pada bagaimana kita dapat belajar Bola Basket melalui pembelajaran observasional.&nbsp

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇