Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
381 research outputs found
Sort by
Dampak pembelajaran online pada kursus bola basket: Studi desain eksperimental sejati pada siswa olahraga
This study explores the implementation of online learning for basketball courses at STKIP PGRI Bangkalan compared to offline basketball courses. Employing a true experimental design with a posttest-only control setup, the research gathers data through pretest and posttest scores. The study ensures validity through expert validation and assesses reliability using product-moment correlation. Normality tests are performed with the one-sample Kolmogorov-Smirnov test, while differences are evaluated using an independent sample t-test. This research reveals significant differences between online and offline learning environments. The analysis highlights a decrease in performance during online courses with a mean difference of 9.29870, underscoring the challenges faced by students in adapting to online learning platforms. The study contributes valuable insights into the effectiveness of online learning in physical education, providing a basis for future educational strategies and interventions.Penelitian ini mengeksplorasi penerapan pembelajaran daring untuk mata kuliah bola basket di STKIP PGRI Bangkalan dibandingkan dengan mata kuliah bola basket luring. Menggunakan desain eksperimental sejati dengan pengaturan kontrol posttest saja, penelitian ini mengumpulkan data melalui skor pretest dan posttest. Studi ini memastikan validitas melalui validasi ahli dan menilai keandalan menggunakan korelasi momen produk. Tes normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov satu sampel, sedangkan perbedaan dievaluasi menggunakan uji-t sampel independen. Penelitian ini mengungkapkan perbedaan yang signifikan antara lingkungan belajar online dan offline. Analisis menyoroti penurunan kinerja selama kursus online dengan perbedaan rata-rata 9,29870, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi siswa dalam beradaptasi dengan platform pembelajaran online. Studi ini menyumbangkan wawasan berharga tentang efektivitas pembelajaran online dalam pendidikan jasmani, memberikan dasar untuk strategi dan intervensi pendidikan di masa depan
Pengaruh pembelajaran pencak silat terhadap peningkatan keterampilan motorik dan pembentukan karakter siswa SD
Pencak silat is one of the martial arts that needs to be taught from an early age, especially to elementary school students. This study aims to determine the effect of pencak silat learning on improving students\u27 motor skills and character. It will use a quasi-experimental research method with a one-group pretest-posttest design. Samples were taken using purposive sampling with the criteria of children aged 10-12 years and routinely participating in training for 12 weeks, totaling 20 students. Data collection techniques used sit ups, V sit and reach, stork stand, and questionnaires to measure student character. The instrument was valid with a reliability value of 0.92. The data analysis technique used an independent sample t-test with the help of the SPSS 29 program, which compared the mean between the pretest and posttest results. The results found that before pencak silat learning, students\u27 motor skills were dominantly in the moderate category. After applying pencak silat learning, the dominant motor skills are in a good category with a P-value for the motor component of 0.004 <0.05, indicating a significant difference between the motor component before and after participating in pencak silat learning. Likewise, the character value of students also experienced a significant increase after pencak silat learning with a P-value of 0.002 <0.05, which indicates that there is a significant difference between character values before and after participating in pencak silat learning. Pencak silat merupakan salah satu seni bela diri yang perlu diajarkan sejak dini, terutama kepada siswa SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pencak silat terhadap peningkatan keterampilan motorik dan karakter siswa. Ini akan menggunakan metode penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak usia 10-12 tahun dan rutin mengikuti pelatihan selama 12 minggu, dengan total 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan sit up, V sit and reach, stork stand, dan kuesioner untuk mengukur karakter siswa. Instrumen ini valid dengan nilai reliabilitas 0,92. Teknik analisis data menggunakan uji-t sampel independen dengan bantuan program SPSS 29, yang membandingkan rata-rata antara hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menemukan bahwa sebelum pembelajaran pencak silat, motorik siswa dominan berada pada kategori sedang. Setelah menerapkan pembelajaran pencak silat, keterampilan motorik yang dominan berada dalam kategori yang baik dengan nilai P untuk komponen motorik sebesar 0,004 <0,05, menunjukkan perbedaan yang signifikan antara komponen motorik sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran pencak silat. Demikian pula nilai karakter siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan setelah pembelajaran pencak silat dengan nilai P sebesar 0,002 <0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai karakter yang signifikan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran pencak silat
Meningkatkan pukulan drive pemain tenis pemula melalui metode pelatihan berbasis koordinasi tangan-mata
The mastery of skills by field tennis players is very important. To master the skills, novice players must practice a lot. In the training process, the right training method is needed so that beginner players can master mastery of field tennis skills such as drive strokes. This study aimed to determine the effectiveness of training methods with hand-eye coordination in improving field tennis drive skills. This study used an experimental method with a 2x3 factorial research design. This study used a purposive sampling technique, so the number of subjects obtained was 60. The research instrument used the Dyer tennis test to determine the skill of field tennis drive shots. Analysis of research data Data analysis in this study used a prerequisite test with Sig> α0.05 and hypothesis testing using the two-way ANOVA test. The results showed that the sig value was 0.004 <0.05, so there was a difference in the effect of training methods in improving field tennis drive shots. It can be concluded that the paired training method is better, with an average value of 45.6, compared to the training method of the ball bounce machine against the wall, and the training method with a thrower, with an average value of 41.3 and 38.7.Penguasaan keterampilan oleh pemain tenis lapangan sangat penting. Untuk menguasai skill, pemain pemula harus banyak berlatih. Dalam proses pelatihan, diperlukan metode pelatihan yang tepat agar pemain pemula dapat menguasai penguasaan keterampilan tenis lapangan seperti pukulan drive. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode latihan dengan koordinasi tangan-mata dalam meningkatkan keterampilan berpenggerak tenis lapangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain penelitian faktorial 2x3. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sehingga jumlah subjek yang diperoleh sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian menggunakan tes tenis Dyer untuk menentukan keterampilan pukulan drive tenis lapangan. Analisis data penelitian Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji prasyarat dengan Sig> α0,05 dan pengujian hipotesis menggunakan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig adalah 0,004 <0,05, sehingga terdapat perbedaan efek metode latihan dalam meningkatkan field tennis drive shot. Dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan berpasangan lebih baik, dengan nilai rata-rata 45,6, dibandingkan dengan metode latihan mesin pantulan bola ke dinding, dan metode latihan dengan pelempar dengan nilai rata-rata 41,3 dan 38,7
Pengaruh latihan kotak plyometrik terhadap kekuatan kaki pada pemain sepak bola muda
The purpose of this study was to see the effect of plyometric box drill innovation on youth players at a leg power in soccer. This study used a quantitative approach, the type of research was experimental research, the research design used a non-rondomized group pretest-posttest, the sample numbered 65 players, while the leg power data was collected using a digital jump meter test instrument. The data gathered from participants were analyzed using SPSS software version 24, applying paired sample t-tests and independent sample t-tests with a significance level of 0.05. The results indicated that the two-tailed significance value was 0.000, which is below 0.05. This outcome suggests that the plyometric box drill innovation for youth soccer players had a statistically significant effect. The conclusion of this study states that the innovative plyometric box drill developed for youth soccer players at soccer schools in Tuban can increase leg power. This study showed that the plyometric box drill significantly improved the leg strength of young soccer players, which can be applied as an innovative training method in local soccer schools. The findings provide a basis for developing plyometric-based training programs that are more effective in preparing young players for the physical challenges in football.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh inovasi latihan plyometric box drill terhadap power tungkai pada pemain usia muda dalam olahraga sepakbola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen, desain penelitiannya menggunakan non-rondomized group pretest-posttest, sampel berjumlah 65 pemain, sedangkan data power tungkai dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes digital jump meter. Data yang dikumpulkan dari partisipan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 24, dengan menggunakan paired sample t-tes dan independent sample t-tes dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai signifikansi dua sisi (two tailed) adalah 0,000, yang berada di bawah 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa inovasi latihan plyometric box drill untuk pemain sepak bola usia muda memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa inovasi latihan plyometric box drill yang dikembangkan untuk pemain sepak bola usia muda di sekolah sepak bola di Tuban dapat meningkatkan power tungkai. Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan kotak plyometrik secara signifikan meningkatkan kekuatan tungkai pemain sepak bola muda, yang dapat diterapkan sebagai metode pelatihan inovatif di sekolah sepak bola lokal. Temuan ini memberikan dasar untuk mengembangkan program pelatihan berbasis plyometric yang lebih efektif dalam mempersiapkan pemain muda untuk menghadapi tantangan fisik dalam sepak bola
Evaluasi sistem organisasi olahraga dan kinerja atlet floorball Persatuan Floorball Indonesia
The coaching program with outstanding achievements has indeed been implemented based on the objectives of the coaching itself and the critical factors contained in a program. Factors from an organizational system that is not good can also affect achievement results. With appropriate stages and fulfilling these factors, it is hoped that achievement will be more easily achieved. Looking at the introduction above, it is clear that Indonesian floorball still has many obstacles in its sports management system. Still needs to be developed in all regions of Indonesia. Besides that, Indonesian floorball athletes\u27 performance is considered less able to match Asian countries. Hence, this study aims to evaluate the sports organization system and the implementation of floorball athletes in the Indonesian Floorball Association. The objects of this research include the Chairperson of Floorball at the central and regional levels, the Secretary, the Treasurer, the Coach, and 96 athletes who competed in the big eight rounds of the national floorball championship in Jakarta. Data was collected using the mixed method by administering a CIPP questionnaire and giving physical test items to floorball athletes. The output of this research is an evaluation of the sports organization system in which policymakers can improve and create a good formula so that the future organization can be better so that floorball athletes\u27 achievements can increase.Program pembinaan dengan prestasi yang luar biasa memang telah dilaksanakan berdasarkan tujuan pembinaan itu sendiri dan faktor-faktor kritis yang terkandung dalam suatu program. Faktor-faktor dari sistem organisasi yang tidak baik juga dapat mempengaruhi hasil prestasi. Dengan tahapan yang tepat dan pemenuhan faktor-faktor tersebut, diharapkan prestasi akan lebih mudah dicapai. Melihat pengantar di atas, jelas bahwa floorball Indonesia masih memiliki banyak kendala dalam sistem manajemen olahraganya. Masih perlu dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, performa atlet floorball Indonesia dinilai kurang mampu menandingi negara-negara Asia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem organisasi olahraga dan implementasi atlet floorball di Asosiasi Floorball Indonesia. Objek penelitian ini antara lain Ketua Floorball tingkat pusat dan daerah, Sekretaris, Bendahara, Pelatih, dan 96 atlet yang bertanding di delapan babak besar kejuaraan floorball nasional di Jakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode campuran dengan memberikan kuesioner CIPP dan memberikan item tes fisik kepada atlet floorball. Hasil dari penelitian ini adalah evaluasi terhadap sistem organisasi olahraga di mana para pengambil kebijakan dapat meningkatkan dan membuat formula yang baik sehingga organisasi ke depan dapat lebih baik sehingga prestasi atlet floorball dapat meningkat
Efek intervensi hoki dalam ruangan pada kemampuan motorik dan kebugaran fisik pada remaja
This study aimed to determine the intervention of hockey games in improving motor skills and physical fitness in adolescents. The research method used in this study was an experiment involving a control group. This research uses a pre-test-post-test randomized control group design, with a total sampling of 30 adolescents divided into 2 groups, namely the experimental group and the control group, each comprising 15 people. The determination of group division is divided randomly, and all subjects involved are used. Instruments used Children\u27s Psychomotricity and Aptitude Scales (MSCA, USA). Physical fitness using physical fitness test instruments, which have been adjusted to the characteristics of the research subjects. The results showed that the intervention for 12 weeks in indoor hockey activity, intervention, and gross motor intervention showed a significance value of 0.034. Because the significance value < 0.05, Ho was rejected, compared to the results of participants in the study who were given an independent intervention program. The physical fitness data shows that the pre-test standard deviation is 1.30440 compared to the post-test 1.61211, this means that there is an increase in adolescent physical fitness. Thus, indoor hockey intervention has a significant influence on the physical fitness of adolescents. These findings prove that interventions in the form of physically engaging activities focusing on floor hockey sports may be a viable option for improving Motor Proficiency and Physical Fitness in Adolescents. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intervensi permainan hoki dalam meningkatkan kemampuan motorik dan kebugaran jasmani pada remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol acak pre-test-post-test, dengan total sampling 30 remaja yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing terdiri dari 15 orang. Penentuan pembagian kelompok dibagi secara acak, dan semua mata pelajaran yang terlibat digunakan. Instrumen yang digunakan Children\u27s Psychomotricity and Aptitude Scales (MSCA, USA). Kebugaran jasmani menggunakan instrumen tes kebugaran jasmani, yang telah disesuaikan dengan karakteristik subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi selama 12 minggu pada aktivitas hoki dalam ruangan, intervensi, dan intervensi motorik kasar menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,034. Karena nilai signifikansi < 0,05, Ho ditolak, dibandingkan dengan hasil partisipan dalam penelitian yang diberi program intervensi independen. Data kebugaran jasmani menunjukkan bahwa standar deviasi pre-test adalah 1,30440 dibandingkan dengan post-test 1,61211, ini berarti terjadi peningkatan kebugaran jasmani remaja. Dengan demikian, intervensi hoki dalam ruangan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebugaran fisik remaja. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi dalam bentuk kegiatan yang melibatkan fisik yang berfokus pada olahraga hoki lantai dapat menjadi pilihan yang layak untuk meningkatkan Kecakapan Motorik dan Kebugaran Fisik pada Remaja.  
Peran strategi pembelajaran terhadap keterampilan pengendalian objek ditinjau dari koordinasi pada anak
The ability to control objects is an ability that children must master. Mastery of object control is obtained from one of them from the learning process obtained at school. This learning process can provide students with learning strategies. The study aimed to determine the effect of learning strategies and coordination skills on the ability to control objects in children in elementary school. This research method is quasi-experimental, involving 60 male and female students in grade 5, and the sampling technique used is total sampling. The instruments used in this study on object skills used the test of gross motor development 2nd edition subtest. Movement coordination data uses instruments consisting of anthropometry, balance beams, moving sideways, jumping sideways, and eye-hand coordination. The data were analyzed using the two-way analysis of variance (ANOVA) technique with the help of SPSS 26. Based on the research findings, the TGfU learning approach group had the best average score of 33.86 among other groups. The conclusions of this study show that the object control ability of students with low coordination is better if given conventional learning strategies than TGfU, as evidenced by a value (p < 0.05). The conclusion that can be drawn from this study is that TGfU learning strategies influence the ability to control objects in children in elementary school, and there is an interaction between coordination and learning strategies.Kemampuan mengendalikan benda merupakan kemampuan yang harus dikuasai anak. Penguasaan pengendalian objek diperoleh dari salah satunya dari proses pembelajaran yang diperoleh di sekolah. Proses pembelajaran ini dapat memberikan siswa strategi pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran dan kemampuan koordinasi terhadap kemampuan menguasai objek pada anak di sekolah dasar. Metode penelitian ini bersifat quasi eksperimental, melibatkan 60 siswa laki-laki dan perempuan kelas 5, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini pada keterampilan objek menggunakan tes perkembangan motorik kasar subtes edisi 2. Data koordinasi gerakan menggunakan instrumen yang terdiri dari antropometri, balok keseimbangan, bergerak menyamping, melompat ke samping, dan koordinasi mata-tangan. Data dianalisis menggunakan teknik two-way analysis of variance (ANOVA) dengan bantuan SPSS 26. Berdasarkan temuan penelitian, kelompok pendekatan pembelajaran TGfU memiliki skor rata-rata terbaik 33,86 di antara kelompok lainnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pengendalian objek siswa dengan koordinasi rendah lebih baik jika diberi strategi pembelajaran konvensional dibandingkan TGfU, yang dibuktikan dengan nilai (p < 0,05). Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa strategi pembelajaran TGfU mempengaruhi kemampuan mengendalikan objek pada anak di sekolah dasar, dan terdapat interaksi antara koordinasi dengan strategi pembelajaran
Hubungan antara intensitas aktivitas fisik, kualitas tidur dan tingkat stres pada kebugaran fisik remaja
Physical activity, sleep quality, and stress levels on physical fitness in adolescence can increase the positive value of adolescent students\u27 development in doing all activities. At the same time, previous research has shown that physical activity, stress levels and sleep quality strongly influence each of these activities in the context of positive influences. Because adolescent activity is so high, the study examined this relationship in everyday life. The design and method used in this study were correlational, with 200 adolescent students involved in this study who selected purposive sampling. Data collection techniques are questionnaires, among which IPAQ is a questionnaire with a physical activity measurement scale. Sleep quality using PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Stress rating scale using DASS (Depression Anxiety Stress Scales). Physical fitness is measured using the Indonesian Physical Fitness Test for 16-19 years. Data analysis using Spearman\u27s rho correlation test using SPSS application version 26. This study found that in physical activity with adolescent physical fitness, Sig. 0.714 > 0.05 was obtained, which shows a significant relationship between physical activity and physical fitness. Sleep quality with physical fitness in adolescents obtained Sig. Value 0.826 > 0.05, so there is a significant relationship between sleep quality and physical fitness in adolescents. At the level of stress related to physical fitness, they obtained Sig. Values of 0.000 < 0.05 mean that no significant relationship exists between adolescents\u27 stress levels and physical fitness.Aktivitas fisik, kualitas tidur, dan tingkat stres pada kebugaran jasmani pada masa remaja dapat meningkatkan nilai positif perkembangan remaja siswa dalam melakukan segala aktivitas. Pada saat yang sama, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik, tingkat stres dan kualitas tidur sangat mempengaruhi masing-masing kegiatan ini dalam konteks pengaruh positif. Karena aktivitas remaja sangat tinggi, penelitian ini meneliti hubungan ini dalam kehidupan sehari-hari. Desain dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional, dengan 200 siswa remaja yang terlibat dalam penelitian ini yang memilih purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah angket, di antaranya IPAQ adalah angket dengan skala pengukuran aktivitas fisik. Kualitas tidur menggunakan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Skala stress rating menggunakan DASS (Depression Anxiety Stress Scales). Kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia selama 16-19 tahun. Analisis data menggunakan uji korelasi rho Spearman menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Penelitian ini menemukan bahwa dalam aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani remaja, diperoleh Sig. 0,714 > 0,05, yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kebugaran jasmani. Kualitas tidur dengan kebugaran jasmani pada remaja diperoleh Sig. Value 0,826 > 0,05, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kebugaran jasmani pada remaja. Pada tingkat stres yang berkaitan dengan kebugaran jasmani, mereka memperoleh Sig. Nilai 0,000 < 0,05 berarti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres remaja dan kebugaran jasmani
Efektivitas model latihan fisik permainan R.A. berbasis lompat jauh untuk anak usia 13 - 15 tahun
Conventional training models that only focus on repetitive techniques without variety, such as static exercises or monotonous drilling, are often considered inefficient for the 13-15-year-old age group. This approach tends to be boring, lacks motivational aspects, and does not fully develop all-around motor skills as the game-based R.A. model does. This research aims to see how effective the game-based Resistance and Aerobic training (R.A.) physical training model is in the long jump for the 13-15-year-old age group, which has been developed previously. This study used a quantitative approach with a pre-experimental design (one-group pretest-posttest) to measure the model\u27s effectiveness. The sample consisted of 60 students aged 13-15 years old who were purposively selected. The test instruments used in this research were the physical test of running 30 meters, jumping three times, dynamic balance test, and flexibility. The analysis test uses statistics (t-test) to evaluate the effectiveness of the model. The results showed a significant increase between the pretest and posttest results. These results prove that the R.A. model is more effective than the monotonous conventional method in improving physical abilities and long jump technique. This game-based approach also positively impacted overall motor skill development, making it an innovative and relevant training alternative for the 13-15 age group. These findings make an important contribution to the development of sports training methods, particularly the long jump.Model latihan konvensional yang hanya berfokus pada teknik yang berulang-ulang tanpa variasi, seperti latihan statis atau latihan yang monoton, sering dianggap tidak efisien untuk kelompok usia 13-15 tahun. Pendekatan ini cenderung membosankan, kurang memiliki aspek motivasi, dan tidak sepenuhnya mengembangkan kemampuan motorik secara menyeluruh seperti yang dilakukan oleh model R.A. berbasis permainan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif model latihan fisik Resistance and Aerobic training (R.A.) berbasis permainan pada cabang olahraga lompat jauh untuk kelompok umur 13-15 tahun yang telah dikembangkan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (one-group pretest-posttest) untuk mengukur keefektifan model tersebut. Sampel terdiri dari 60 siswa berusia 13-15 tahun yang dipilih secara purposive. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes fisik lari 30 meter, lompat tiga kali, tes keseimbangan dinamis, dan fleksibilitas. Uji analisis menggunakan statistik (uji-t) untuk mengevaluasi efektivitas model. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Hasil ini membuktikan bahwa model R.A. lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional yang monoton dalam meningkatkan kemampuan fisik dan teknik lompat jauh. Pendekatan berbasis permainan ini juga berdampak positif pada pengembangan keterampilan motorik secara keseluruhan, menjadikannya alternatif pelatihan yang inovatif dan relevan untuk kelompok usia 13-15 tahun. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pelatihan olahraga, khususnya lompat jauh
Pengembangan dan validasi awal kuesioner untuk menilai pusat kebugaran
This manuscript comprehensively examines the development and preliminary validation of a questionnaire designed to assess fitness centers. The study aims to address existing gaps in the literature by providing a standardized tool for evaluating the quality of fitness facilities. The study aims to design, validate, and present a preliminary assessment instrument tailored specifically for fitness centers, encompassing various aspects such as program offerings, facility conditions, and staff competencies. The research methods involved the identification of key indicators affecting fitness center services, followed by the generation and validation of questionnaire items through a rigorous statistical analysis. The research subjects consisted of 119 fitness enthusiasts from Angeles City, Philippines, who actively participated in the validation process. The instruments used in data processing included Likert-style rating scales and statistical methods such as Point Biserial Correlation and t-tests. The analysis of data utilized in data processing led to the retention of 59 questionnaire items, demonstrating significant correlation coefficients. The study\u27s results highlight the reliability and validity of the developed questionnaire as a valuable tool for assessing fitness centers, providing insights into client needs and areas for improvement. In conclusion, the preliminary validation of the questionnaire serves as a crucial step towards enhancing the quality and standards of fitness center services, benefiting both managers and regulatory authorities in ensuring the provision of safe and effective fitness facilities.Naskah ini secara komprehensif memeriksa pengembangan dan validasi awal kuesioner yang dirancang untuk menilai pusat kebugaran. Studi ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan yang ada dalam literatur dengan menyediakan alat standar untuk mengevaluasi kualitas fasilitas kebugaran. Studi ini bertujuan untuk merancang, memvalidasi, dan menyajikan instrumen penilaian awal yang dirancang khusus untuk pusat kebugaran, yang mencakup berbagai aspek seperti penawaran program, kondisi fasilitas, dan kompetensi staf. Metode penelitian melibatkan identifikasi indikator utama yang mempengaruhi layanan pusat kebugaran, diikuti oleh pembuatan dan validasi item kuesioner melalui analisis statistik yang ketat. Subjek penelitian terdiri dari 119 penggemar kebugaran dari Angeles City, Filipina, yang secara aktif berpartisipasi dalam proses validasi. Instrumen yang digunakan dalam pengolahan data meliputi skala penilaian gaya Likert dan metode statistik seperti Point Biserial Correlation dan uji-t. Analisis data yang digunakan dalam pengolahan data menyebabkan retensi 59 item kuesioner, menunjukkan koefisien korelasi yang signifikan. Hasil penelitian ini menyoroti reliabilitas dan validitas kuesioner yang dikembangkan sebagai alat yang berharga untuk menilai pusat kebugaran, memberikan wawasan tentang kebutuhan klien dan area untuk perbaikan. Sebagai kesimpulan, validasi awal kuesioner berfungsi sebagai langkah penting menuju peningkatan kualitas dan standar layanan pusat kebugaran, menguntungkan baik manajer maupun otoritas pengatur dalam memastikan penyediaan fasilitas kebugaran yang aman dan efektif