Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
381 research outputs found
Sort by
Metodelatihan meningkatkan kekuatan dan tenaga atlet profesional wanita
Well-planned and structured physical training is essential for enhancing athletic performance, particularly in sports like beach volleyball that demand strength and power. This research aims to assess the effects of practice methods on the strength and power of female athletes in the Indonesian National Beach Volleyball Team. This research employs an experimental method with a pre-test and post-test design. This study used a total sampling technique to obtain 6 female athletes from the Indonesian National Beach Volleyball Team with an age range of 19-27 years. The practice method is the OPT (Optimum Performance Training) method. This research was carried out for 12 weeks with a training frequency of 3 times a week. Strength was evaluated using the 1 RM test, and power was measured with the RAST test. Analysis of this research data using SPSS 22 includes the normality test and the independent ttest. The independent T-test results indicated that the Sig value for strenght 0.01 and power 0.00 was less than 0.05, demonstrating a significant difference between the pre-test and post-test. The research concludes that a 12-week OPT training program significantly enhances the strength and power of female athletes on the Indonesian National Beach Volleyball Team. Based on the results of this study, the contribution that can be given to coaches is that they can apply OPT to increase the strength and power of athletes in beach volleyball and other sports.Latihan fisik yang terencana dan terstruktur sangat penting untuk meningkatkan performa atletik, terutama dalam olahraga seperti voli pantai yang membutuhkan kekuatan dan power. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh metode latihan terhadap kekuatan dan power atlet putri Tim Nasional Voli Pantai Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling untuk mendapatkan 6 orang atlet putri Tim Nasional Voli Pantai Indonesia dengan rentang usia 19-27 tahun. Metode latihan yang digunakan adalah metode OPT (Optimum Performance Training). Penelitian ini dilakukan selama 12 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu. Kekuatan dievaluasi dengan menggunakan tes 1 RM, dan power diukur dengan tes RAST. Analisis data penelitian ini menggunakan SPSS 22 meliputi uji normalitas dan independent t-test. Hasil uji-t independen menunjukkan bahwa nilai Sig. untuk kekuatan 0.01 dan power 0.00 kurang dari 0.05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program latihan OPT selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kekuatan dan power atlet putri di Tim Nasional Voli Pantai Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ini, kontribusi yang dapat diberikan kepada para pelatih adalah dapat menerapkan OPT untuk meningkatkan kekuatan dan power atlet pada cabang olahraga voli pantai dan cabang olahraga lainnya
Korelasi antara kemampuan fisik siswa dan prestasi akademik mereka
Physical fitness is often linked to various cognitive and academic benefits, with numerous studies suggesting that physical ability may influence students\u27 learning outcomes. Understanding this relationship is crucial for promoting holistic education that balances physical and intellectual development. This study investigates the correlation between students\u27 physical ability and academic performance using a quantitative approach and a descriptive research design. The sample was selected through purposive sampling. Data collection involved physical ability tests and academic performance scores obtained from students\u27 reportbooks. The physical ability tests included the Vertical Jump, Sprint, Ruler Drop Test, Zigzag Run Test, Hand Wall Toss Test, and Pacer Test. Data were analyzed using correlation formulas to determine the relationship between each physical ability measure and academic performance. The results revealed varying degrees of correlation: the Vertical Jump test showed a direct correlation (r = 0.0026), the Sprint test indicated no significant correlation (r = -0.065), the Ruler Drop test demonstrated an indirect correlation (r = -0.013), the Hand Wall Toss test indicated a direct correlation (r = 0.009), the Zigzag Run test suggested an indirect correlation (r = -0.062), and the Pacer test showed an indirect correlation (r = -0.008). These findings suggest that some physical abilities may have a small direct or indirect relationship with academic performance, while others show no significant correlation. The findings suggest that creating well-rounded athletes requires attention to intellectual development alongside physical training, ensuring a balanced approach to nurturing future champions.Kebugaran fisik sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kognitif dan akademis, dengan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kemampuan fisik dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Memahami hubungan ini sangat penting untuk mempromosikan pendidikan holistik yang menyeimbangkan perkembangan fisik dan intelektual. Penelitian ini menyelidiki korelasi antara kemampuan fisik dan prestasi akademik siswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian deskriptif. Sampel dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data melibatkan tes kemampuan fisik dan nilai prestasi akademik yang diperoleh dari buku rapor siswa. Tes kemampuan fisik yang dilakukan meliputi Vertical Jump, Sprint, Ruler Drop Test, Zigzag Run Test, Hand Wall Toss Test, dan Pacer Test. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi untuk menentukan hubungan antara setiap ukuran kemampuan fisik dan kinerja akademik. Hasilnya menunjukkan berbagai tingkat korelasi: tes Vertical Jump menunjukkan korelasi langsung (r = 0,0026), tes Sprint menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan (r = -0,065), tes Ruler Drop menunjukkan korelasi tidak langsung (r = -0,013), tes Hand Wall Toss menunjukkan korelasi langsung (r = 0,009), tes Zigzag Run menunjukkan korelasi tidak langsung (r = -0,062), dan tes Pacer menunjukkan korelasi tidak langsung (r = -0,008). Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa kemampuan fisik mungkin memiliki hubungan langsung atau tidak langsung yang kecil dengan kinerja akademik, sementara yang lain tidak menunjukkan korelasi yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk menciptakan atlet yang memiliki kemampuan yang lengkap, diperlukan perhatian pada pengembangan intelektual di samping pelatihan fisik, untuk memastikan pendekatan yang seimbang dalam membina para juara di masa depan
Menggali aktivitas bermain, status gizi dan motivasi belajar terhadap hasil belajar pada anak
Children\u27s learning outcomes are in the low category, based on play activities, nutrition and motivation owned by children. This study aims to reveal the play activities, nutrition, and motivation children possess. This research method is correlation using quantitative methodology through a path analysis approach. The population in the study was upper-grade elementary school students. This sampling technique is random sampling, randomly taking 50% of each class at public elementary school 8 Lubuklinggau, a total of 79 students. Data were collected using questionnaires for learning motivation, anthropometric tests to obtain students\u27 nutritional status, and primary data used to see the learning outcomes obtained. The results show the relationship between the independent variable and the dependent variable, with the Beta coefficient having a value of 0.009 for X1 and X3 (p31) and 0.092 for X2 and X3 (p32). While the second structure shows the relationship between the independent variables X1Y, X2Y, and X3Y with the same dependent variable, with the Beta coefficients having values of 0.236 for X1Y (py1), 0.219 for X2Y (py2), and 0.313 for X3Y (py3), it can be concluded that there is a simultaneous influence of play activities, nutritional status and motivation on learning outcomes. In conclusion, research shows that nutritional status and learning motivation play an important role in shaping student learning outcomes at public elementary school 8 Lubuklingau, Padang, Indonesia, with nutritional status also indirectly affecting learning outcomes through its impact on learning motivation.Hasil belajar anak berada dalam kategori rendah, berdasarkan aktivitas bermain, gizi dan motivasi yang dimiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aktivitas bermain, nutrisi, dan motivasi yang dimiliki anak. Metode penelitian ini adalah korelasi dengan menggunakan metodologi kuantitatif melalui pendekatan analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas atas. Teknik pengambilan sampel ini adalah random sampling, secara acak mengambil 50% dari setiap kelas di SD Negeri 8 Lubuklinggau, total 79 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket untuk motivasi belajar, tes antropometri untuk memperoleh status gizi siswa, dan data primer yang digunakan untuk melihat hasil belajar yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, dengan koefisien Beta memiliki nilai 0,009 untuk X1 dan X3 (p31) dan 0,092 untuk X2 dan X3 (p32). Sedangkan struktur kedua menunjukkan hubungan antara variabel independen X1Y, X2Y, dan X3Y dengan variabel dependen yang sama, dengan koefisien Beta memiliki nilai 0,236 untuk X1Y (py1), 0,219 untuk X2Y (py2), dan 0,313 untuk X3Y (py3), dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh simultan aktivitas bermain, status gizi dan motivasi terhadap hasil belajar. Kesimpulannya, penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan motivasi belajar berperan penting dalam membentuk hasil belajar siswa di sekolah dasar negeri 8 Lubuklingau, Padang, Indonesia, dengan status gizi juga secara tidak langsung mempengaruhi hasil belajar melalui dampaknya terhadap motivasi belajar
Pengaruh metode pemuatan karbohidrat pada peningkatan kinerja pelari amatir
Many runners experience decreased performance and premature fatigue, influenced by various factors, including nutrition. The results of the observations show a high level of fatigue and a need for more performance among runners who are members of the running community in Makassar, especially beginner runners. This research aims to examine the effect of the carbohydrate loading method on improving the performance of the amateur runner community in Makassar. This research used an experimental design involving 60 runners from the amateur runner community in Makassar. Subjects were divided into two groups: an experimental group that applied the carbohydrate loading method and a control group that followed a normal eating pattern. Training to measure runner performance The multistage fitness test (MFT) is the instrument to measure runner performance. Data analysis techniques with t-test (paired sample t-test) to see differences using spss version 20. Data analysis showed significant improvements in performance improvement with the carbohydrate application method. The average performance value increased in the experimental group to 46.18 compared to the control group to 37.21. This increase can be seen from the calculated t-value of 13.75. So, the carbohydrate loading method influences performance. The carbohydrate loading method is an effective strategy for improving the performance of running athletes, especially in the Makassar runner community. With proper application, this method can help runners achieve peak performance, reduce fatigue, and increase efficiency during training and competition.Banyak pelari mengalami penurunan performa dan kelelahan dini, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nutrisi. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kelelahan yang tinggi dan kebutuhan akan performa yang lebih di antara para pelari yang tergabung dalam komunitas lari di Makassar, terutama pelari pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode carbohydrate loading terhadap peningkatan kinerja komunitas pelari amatir di Makassar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental yang melibatkan 60 pelari dari komunitas pelari amatir di Makassar. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimental yang menerapkan metode pemuatan karbohidrat dan kelompok kontrol yang mengikuti pola makan normal. Latihan untuk mengukur kinerja pelari Multistage fitness test (MFT) adalah instrumen untuk mengukur kinerja pelari. Teknik analisis data dengan uji-t (uji-t sampel berpasangan) untuk melihat perbedaan menggunakan spss versi 20. Analisis data menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan dengan metode aplikasi karbohidrat. Nilai kinerja rata-rata meningkat pada kelompok eksperimen menjadi 46,18 dibandingkan dengan kelompok kontrol menjadi 37,21. Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai t yang dihitung sebesar 13,75. Jadi, metode pemuatan karbohidrat mempengaruhi kinerja. Metode carbohydrate loading merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan performa atlet lari, khususnya di komunitas pelari Makassar. Dengan penerapan yang tepat, metode ini dapat membantu pelari mencapai performa puncak, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan efisiensi selama latihan dan kompetisi
Apakah latihan latihan meningkatkan hasil passing overhead bola voli pada pemain bola voli berusia 14-15 tahun?
Mastery of overhead passing techniques is still low because the lack of drill training models has resulted in the mastery of passing techniques not increasing. This research aims to determine the results of a drill training model to improve the passing results of amateur teenage volleyball players aged 14-15 years. The method used in this research is quasi-experimental, with a one-group pre-post test design approach. The population in this study consisted of 15 people, consisting of 10 boys and 5 girls aged 14-15 years, as well as amateur youth volleyball players aged 14-15 years, using saturated sampling techniques. The instruments or tools used in this research are tests and measurements, namely overhead passing ability tests. The method of collecting student data can be seen when students pass over the wall for 1 minute. Data analysis was carried out using the SPSS version 22 software method through the stages of data normality test, homogeneity test, and t-test. Based on the findings of this research, tcount -5.172 > ttable 1.761, with a significance value of 0.000 <0.05. Therefore, the results of the t-test in this study are significant. Using the drill training model effectively improves the passing results of amateur teenage volleyball players aged 14-15 years.Penguasaan teknik overhead passing masih rendah karena kurangnya model pelatihan drill mengakibatkan penguasaan teknik passing tidak meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil model latihan latihan untuk meningkatkan hasil passing pemain bola voli remaja amatir berusia 14-15 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimental, dengan pendekatan desain one-group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan berusia 14-15 tahun, serta pemain bola voli remaja amatir berusia 14-15 tahun, dengan menggunakan teknik saturated sampling. Instrumen atau alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan pengukuran, yaitu uji kemampuan overhead passing. Metode pengumpulan data siswa dapat dilihat ketika siswa melewati tembok selama 1 menit. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode perangkat lunak SPSS versi 22 melalui tahapan uji normalitas data, uji homogenitas, dan uji t. Berdasarkan temuan penelitian ini, tcount -5,172 > ttabel 1,761, dengan nilai signifikansi 0,000 <0,05. Oleh karena itu, hasil uji-t dalam penelitian ini signifikan. Menggunakan model latihan latihan secara efektif meningkatkan hasil passing pemain bola voli remaja amatir berusia 14-15 tahun
Model pembelajaran fisik berbasis permainan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar pada siswa usia dini
Limited diversity in learning approaches frequently results in suboptimal gross motor development among younger students. A play-based approach enhances motor development in a manner that is both more engaging and effective. Exploring a robust game-oriented pedagogical framework aimed at improving the gross motor abilities of elementary students. Utilizing game-based approaches in physical education enhances the engagement and efficacy of the learning experience, particularly in fostering motor development. This study employed a classroom action research methodology, focusing on students from elementary school Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa in Palu City. The research utilized total sampling, encompassing a cohort of 25 students from the lower grades. This research instrument employs a performance rubric to analyze gross motor assessment in lower-grade children, a methodology that has been substantiated by experts in their respective fields. Analysis of data using the traditional completeness formula. The findings indicated that the initial percentage prior to the cycle stood at 4%; during cycle I, it escalated to 24%, and in cycle II, it reached an impressive 96%. The results indicated a progressive increase in each cycle, specifically demonstrating an improvement of 92% from the initial cycle to cycle II. The overall proficiency in gross motor skills among the students of Elementary school Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa in Palu City is noteworthy. This research presents a novel, more comprehensive, contextualized, and purposeful approach to play-based physical learning aimed at tackling the challenges encountered by low-grade students in their gross motor development.Terbatasnya keragaman dalam pendekatan pembelajaran sering kali mengakibatkan perkembangan motorik kasar yang kurang optimal di antara siswa yang lebih muda. Pendekatan berbasis permainan dapat meningkatkan perkembangan motorik dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Mengeksplorasi kerangka kerja pedagogis berorientasi permainan yang kuat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar. Memanfaatkan pendekatan berbasis permainan dalam pendidikan jasmani untuk meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan pengalaman belajar, terutama dalam mendorong perkembangan motorik. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas, dengan fokus pada siswa SD Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan total sampling, yang mencakup 25 siswa dari kelas rendah. Instrumen penelitian ini menggunakan rubrik kinerja untuk menganalisis penilaian motorik kasar pada siswa kelas rendah, sebuah metodologi yang telah dibuktikan oleh para ahli di bidangnya. Analisis data menggunakan rumus ketuntasan tradisional. Temuan menunjukkan bahwa persentase awal sebelum siklus mencapai 4%; selama siklus I, meningkat menjadi 24%, dan pada siklus II, mencapai 96% yang mengesankan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan progresif di setiap siklus, khususnya menunjukkan peningkatan sebesar 92% dari siklus awal ke siklus II. Kemampuan motorik kasar secara keseluruhan di antara siswa SD Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa di Kota Palu patut dicatat. Penelitian ini menyajikan pendekatan baru yang lebih komprehensif, kontekstual, dan terarah pada pembelajaran fisik berbasis permainan yang bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh siswa kelas rendah dalam perkembangan motorik kasar mereka
Efektivitas latihan renang resistance band terhadap kekuatan otot pada perenang tuna daksa di nomor 50 meter gaya bebas
Resistance band training can increase muscle strength in swimmers with physical disabilities, especially because muscle strength problems often hinder achieving optimal performance. This study aimed to determine the effect of resistance band training on the muscle strength of swimmers with physical disabilities number 50 meters freestyle. This research method uses a one-group pretest-posttest design with an experimental approach. This study used a one-group pretest-posttest pre-experimental design research design. This research instrument used a total sampling recruitment technique involving 28 Jakarta Para Swim athletes. PretestPretest and post-test tools, including a 50-meter freestyle swimming course, were used in this study. Using IBM SPSS Statistics version 27, data analysis methods included a t-test at a significant level of 0.05, normality and homogeneity tests, and prerequisite tests. The results of this study state that the average speed of 28 athletes is 42.21 freestyle meters before the test and 38.77 freestyle meters after the test there is an increase in the average speed of 50 meters freestyle by 10%, or 3.44 seconds in resistance band training for swimmers with disabilities number 50 meters freestyle with an increase of 10%, namely 3.44 seconds. These results provide a basis for disability sports coaches and practitioners to integrate resistance band training as part of a training program to improve swimming performance for athletes with physical disabilities.Latihan resistance band dapat meningkatkan kekuatan otot pada perenang tuna daksa, terutama karena masalah kekuatan otot sering kali menghambat pencapaian prestasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan resistance band terhadap kekuatan otot pada perenang tuna daksa nomor 50 meter gaya bebas. Metode penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest design dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group pretest-posttest pre-experimental design. Instrumen penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling yang melibatkan 28 atlet Jakarta Para Swim. Alat ukur pretest dan posttest berupa tes renang gaya bebas 50 meter digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27, metode analisis data meliputi uji-t pada taraf signifikan 0,05, uji normalitas dan homogenitas, serta uji prasyarat. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kecepatan rata-rata dari 28 atlet yaitu 42,21 meter gaya bebas sebelum tes dan 38,77 meter gaya bebas setelah tes terdapat peningkatan kecepatan rata-rata 50 meter gaya bebas sebesar 10% atau 3,44 detik pada latihan resistance band untuk perenang tuna daksa nomor 50 meter gaya bebas dengan peningkatan 10% yaitu 3,44 detik. Hasil ini memberikan dasar bagi para pelatih dan praktisi olahraga disabilitas untuk mengintegrasikan latihan resistance band sebagai bagian dari program latihan untuk meningkatkan prestasi renang bagi atlet penyandang disabilitas fisik
bahasa inggrisPeningkatan keterampilan manipulatif anak usia 6 tahun melalui senam "Si buyung"
This study aims to determine the effectiveness of Si Buyung Gymnastics in improving the manipulative skills of learners aged 6 years. The research method used was an experiment, and the sample used was 15 learners. The manipulative skill test instrument is adapted from the basic motion skills test, which is the test of catching and bouncing the ball. The sampling technique used is purposive sampling, namely: (1) individuals who are willing to be subjects or permitted by parents or guardians; (2) kindergarten students; (3) 6 years old; and (4) students who are physically and spiritually healthy. Pretest and post-test data analysis techniques use paired T-test statistical techniques. The results showed that movement and song learning had an influence on improving the manipulative skills of kindergarten students; this was shown from the pretest and post-test results. The results of the statistical test T-paired pretest amounted to 16.67, while the post-test was 19.44. The paired T-test shows higher post-test results than the pretest. The results of the data analysis showed a real improvement in the students\u27 ball-bouncing skills after being given the Si Buyung Gymnastics treatment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Senam Si Buyung dalam meningkatkan kemampuan manipulatif peserta didik usia 6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan, dan sampel yang digunakan adalah 15 peserta didik. Instrumen tes keterampilan manipulatif diadaptasi dari tes keterampilan gerak dasar, yaitu tes menangkap dan memantulkan bola. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu: (1) individu yang bersedia menjadi subjek atau diizinkan oleh orang tua atau wali; (2) siswa TK; (3) 6 tahun; dan (4) siswa yang sehat jasmani dan rohani. Teknik analisis data pretest dan post-test menggunakan teknik statistik paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran gerakan dan lagu berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan manipulatif siswa TK; Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan post-test. Hasil uji statistik pretest T-paired sebesar 16,67, sedangkan post-test sebesar 19,44. Uji-T berpasangan menunjukkan hasil post-test yang lebih tinggi daripada pretest. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan nyata pada keterampilan memantul bola siswa setelah diberi perlakuan Senam Si Buyung
Hubungan antara kekuatan, koordinasi, dan keseimbangan dengan layanan underhand pada remaja pemain bola voli amatir
This study aimed to the contribution of arm muscle power to the underhand carrier, coordination of hand-eye to the underhand carrier, and stability of the underhand carrier inside the volleyball sport in contributors of Senior High School Muhammadiyah three Palembang. The type of research is quantitative with a correlation design and uses a sampling technique changed into a sampling method. In contrast, all participants of the populace were used as samples, totaling fifty-eight, including 31 guys and 27 women. A push-up test measures instruments. Arm muscle strength and coordination are measured using eye and hand coordination instruments, balance is measured using a Dynamic balance test, and an underhand serve test is used to determine volleyball underhand serve. Data analysis techniques using simple and multiple correlation tests and correlation assessments at the SPSS Model 26 program. The research results show the correlation between arm muscle strength, hand-eye coordination, balance, and underhand serve from a significant value of 0.00, and the value of R = 0.921 is perfectly correlated. This study suggests the contribution of arm muscle power, eye-hand coordination, and stability to floor carrier in volleyball in students.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah servis ke bawah dimana terdapat mahasiswa yang tidak mencapai bidang lawan, tidak tepat sasaran, dan terlihat tidak seimbang saat melakukan transisi gerak, sehingga perlu ada diskusi untuk melihat permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi kekuatan otot lengan pada underhand carrier, koordinasi hand-eye terhadap underhand carrier, dan stabilitas underhand carrier di dalam olahraga bola voli pada kontributor SMA Muhammadiyah tiga Palembang. Jenis penelitiannya adalah kuantitatif dengan desain korelasi dan menggunakan teknik pengambilan sampel yang diubah menjadi metode pengambilan sampel. Sebaliknya, semua peserta penduduk digunakan sebagai sampel, berjumlah lima puluh delapan, termasuk 31 pria dan 27 wanita. Tes push-up mengukur instrumen. Kekuatan dan koordinasi otot lengan diukur menggunakan instrumen koordinasi mata dan tangan, keseimbangan diukur menggunakan tes keseimbangan dinamis, dan tes servis bawah tangan digunakan untuk menentukan servis bawah tangan bola voli. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi sederhana dan ganda serta penilaian korelasi pada program SPSS Model 26. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara kekuatan otot lengan, koordinasi tangan-mata, keseimbangan, dan servis bawah tangan dari nilai signifikan 0,00, dan nilai R = 0,921 berkorelasi sempurna. Studi ini menunjukkan kontribusi kekuatan otot lengan, koordinasi mata-tangan, dan stabilitas pada pembawa lantai pada bola voli pada siswa
Menggali dampak lompat tinggi, fleksibilitas, dan kepercayaan diri terhadap akurasi smash atlet sepak takraw
The inaccuracy of the Smash of sepak takraw athlete is influenced by several factors, such as jump height, flexibility, and confidence. The purpose of this research is to uncover and prove the direct, indirect, and simultaneous influence of jump height, flex, and confidence on the smash accuracy of sepak takraw athletes. This research type is quantitative and associative with an approach through path analysis (Path Analysis). A total of 20 samples of Muaro Bungo PSTI sepak takraw athletes were PSTI (persatuan sepak takraw seluruh indonesia) age (20 tahun) gender (10 woman, 10 man). Instrument height jumps using Vertical Jump, flexibility using Flexiometer, confidence using questionnaires, and accuracy tests Smash sepak takraw. The data were analyzed using path analysis with structural model testing at α = 0.05. The results findings indicate that jump height (26.52%), flexibility (5.06%), and confidence (25.5%) have direct positive effects on sepak takraw smash accuracy. Moreover, jump height indirectly influences accuracy through confidence (40.44%), while flexibility indirectly impacts accuracy through confidence (1.06%). Simultaneously, jump height, flexibility, and confidence collectively explain 89.7% of the variance in smash accuracy. In summary, the study reveals that higher jump height, greater flexibility, and increased confidence significantly contribute to improved sepak takraw smash accuracy, aligning with the research objectives. Based on the results above, the conclusion is that there is a high influence of jumping, flexibility, and confidence on the accuracy of the smash of PSTI Muaro Bungo sepak takraw athletes.Ketidakakuratan smash atlet sepak takraw dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tinggi lompatan, fleksibilitas, dan kepercayaan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap dan membuktikan pengaruh langsung, tidak langsung, dan simultan dari tinggi lompatan, kelenturan, dan kepercayaan diri terhadap akurasi smash atlet sepak takraw. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan asosiatif dengan pendekatan melalui analisis jalur (Path Analysis). Sebanyak 20 sampel atlet sepak takraw PSTI Muaro Bungo adalah PSTI (persatuan sepak takraw seluruh indonesia) usia (20 tahun) jenis kelamin (10 wanita, 10 pria). Instrumen lompat tinggi menggunakan Vertical Jump, fleksibilitas menggunakan Flexiometer, kepercayaan diri menggunakan kuesioner, dan uji akurasi Smash sepak takraw. Data dianalisis menggunakan analisis jalur dengan pengujian model struktur pada α = 0,05. Hasil temuan menunjukkan bahwa tinggi lompat (26,52%), fleksibilitas (5,06%), dan kepercayaan diri (25,5%) memiliki efek positif langsung terhadap akurasi smash sepak takraw. Selain itu, ketinggian lompatan secara tidak langsung memengaruhi akurasi melalui kepercayaan diri (40,44%), sedangkan fleksibilitas secara tidak langsung memengaruhi akurasi melalui kepercayaan diri (1,06%). Secara bersamaan, tinggi lompatan, fleksibilitas, dan kepercayaan diri secara kolektif menjelaskan 89,7% varians dalam akurasi smash. Singkatnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa ketinggian lompatan yang lebih tinggi, fleksibilitas yang lebih besar, dan peningkatan kepercayaan diri secara signifikan berkontribusi pada peningkatan akurasi smash sepak takraw, selaras dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil di atas, kesimpulannya adalah terdapat pengaruh lompat, fleksibilitas, dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap akurasi smash atlet sepak takraw PSTI Muaro Bungo