Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
381 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN KECEPATAN LARI SPRINT MELALUI MEDIA VIDEO COMPACT DISK PADA SISWA KELAS VI SDN KADUARA BARAT III KABUPATEN PAMEKASAN TAHUN AJARAN 2015/2016
Permasalahan yang dihadapi oleh guru di kelas adalah (1) Apakah penggunaan media VCD dapat meningkatkan kecepatan lari sprint siswa kelas VI SDN Kaduara Barat III Kabupaten Pamekasan. (2) Apakah penggunaan media VCD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lari sprint siswa kelas VI SDN Kaduara Barat III Kabupaten Pamekasan.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap siklus I dan tahap siklus II. Tindakan yang dilakukan pada tiap siklus meliputi: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2015 dengan subjek penelitian siswa kelas VI SDN Kaduara Barat III Kabupaten Pamekasan tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes praktik lari sprint, lembar observasi siswa selama mengikuti pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase untuk mengungkap hasil ketuntasan belajar.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kecepatan lari sprint siswa mengalami peningkatan. Dengan menggunakan media pembelajaran secara bertahap, hasil siklus I menunjukkan bahwa 72,4 % siswa mencapai ketuntasan belajar . Hasil siklus II menunjukkan bahwa 93,1 % siswa mencapai ketuntasan belajar. Karena persentase ketuntasan hasil belajar siswa melampaui 80%, penelitian tindakan kelas ini telah mencapai indikator keberhasilan.Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) Melalui pembelajaran dengan media video compact disc secara bertahap dapat meningkatkan kecepatan lari sprint pada siswa kelas VI SD Negeri Ngringin 1 tahun ajaran 2014/2015.(2) Melalui pembelajaran dengan media video compact disc dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran peneliti meliputi beberapa hal, yaitu: (1) penggunaan media video compact disc dapat menjadi alternatif bagi guru penjasorkes untuk diterapkan pada materi lari sprint, (2) guru hendaknya mengkondisikan siswa agar dapat mengikuti pembelajaran dengan efektif, dan melakukan pendampingan selama proses pembelajaran.Kata kunci: media video compact disc, Lari Sprint
Survey Ketersediaan dan Penggunaan Sarana Prasarana Pembelajaran Olahraga Di Sekolah Menengah Pertama Sekota Ngawi Ditinjau Dari Status Sekolah
Penelitian ini mempunyai tujuan memaparkan data dilapangan akan ketersediaan, penggunaan sarpras pembelajaran dan media pembelajaran terhadap kemanfaatannya dalam mata pelajaran olahraga di SMP se kota Ngawi ditinjau dari status sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif menggunakan metode diskriptif dengan teknik survey. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 3 fakta. Pertama terkait komponen antecedents ketersediaan sarpras olahraga di SMP negeri yang sebesar 74% sedangkan di SMP Swasta yang sebesar 81%. ketersediaan media pembelajarannya SMP Swasta sebesar 80% sedangkan SMP Negeri 77%. Komponen transaction, penggunaan sarpras olahraga di SMP negeri sebesar 70% sedangkan di SMP Swasta yang sebesar 75%. penggunaan media pembelajarannya SMP Swasta yaitu sebesar 80% sedangkan SMP Negeri yang hanya 74%. komponen outcomes, pemanfaatan sarpras olahraga di SMP negeri sebesar 69% sedangkan di SMP Swasta yang sebesar 66%. Pemanfaatan media pembelajarannya, SMP Swasta sebesar 68% sedangkan SMP Negeri 66%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terkait komponen antecedents ketersediaan sarpras olahraga SMP swasta lebih baik. Namun penggunaan media pembelajaran SMP negeri lebih baik. Terkait komponen transaction, penggunaan sarpras olahraga dan media pembelajaran SMP swasta lebih baik. Terkait Komponen outcomes (hasil) pemanfaatan sarpras pembelajaran dan media pembelajaran olahraga SMP negeri lebih baik. Sedangkan penggunaan media pembelajaran SMP swasta lebih baik
Pengaruh Pemberian Vitamin E dan Manipulasi Massage Terhadap Hitung Jenis Leukosit Darah Pasca Latihan Fisik Submaksimal
Pada saat melakukan aktivitas fisik, selain terbentuk senyawa radikal bebas, tubuh akan membentuk antibodi berupa antioksidan endogen. Apabila terjadi ketidak seimbangan pembentukan radikal bebas dengan antioksidan (stress oksidatif) pemberian antioksidan eksogen akan membantu memulihkan keseimbangan radikal bebas dengan – antioksidan. Pemberian vitamin dan manipulasi massage segera setelah latihan fisik diharapkan berdampak pada nilai hitung jenis leukosit darah.Merupakan penelitian eksperimental dengan design post tes control group design dengan jumlah sampel 40 mahasiswa Pendidikan Kepeltaihan Olahhraga Unipa. Yang dibagi menjadi 4 kelompok yang masing kelompok berjumlah 10 mahasiswa. Kelompok kontrol, kelompok Vitamin E, Kelompok Massage, kelompok vitamin E dan massage. Sampel melakukan lari 2.4 km setelah iu mahasiswa diberi perlakuan masing-masing berupa vi E dan manipulasi massage.Dari Sampel didapat nilai hitung jenis leukosi dengan nilai P Value > 0.05 kecuali pada nilai hitung trombosit dengan nilai P Value:0.069 > 0.05. Dengan demikian pemberian manipulasi massage dan Vitamin E mempengaruhi nilai hitung lekosit darah setelah latihan fisik submaksimal
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN PADA SISWA KELAS VI SDN BATOKERBUY 2 TAHUN AJARAN 2015/2016
Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang sedang dalam taraf belajar teknik dasar bola voli, sehingga hasil belajar yang diperoleh masih kurang. Pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah pendekatan bermain.Permasalahan penelitian ini adalah (1) Bagaimana penggunaan pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar servis atas permainan bola voli siswa kelas VI SDN Batokerbuy 2 tahun ajaran 2015/2016?Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian siswa kelas VI SDN Pamekasan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, menggunakan instrumen berupa Silabus, RPP, dan lembar penilaian praktik.Dari penelitian yang dilakukan ada peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 10 dan peningkatan nilai prosentase sebesar 38%. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa bermain dapat meningkatkan hasil belajar servis atas permainan bola voli siswa kelas VI SDN Batokerbuy 2 tahun ajaran 2015/2016.Berdasarkan simpulan hasil penelitian disarankan (1) Penelitian ini dapat dijadikan pedoman terutama bagi guru penjasorkes di sekolah lain. (2) Atas dasar hasil penelitian yang menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dapat digunakan untuk mencari calon atlet bola voli dan dapat digunakan sebagai metode dalam pelatihan bola voli
Pengaruh Gaya Mengajar dan Motivasi Belajar Passing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Pada Siswa SMP Kelas VIII Tahun 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya mengajar dan motivasi untuk belajar hasil Passing Bawah dalam permainan Bola Voli. Selain itu, penelitian juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi pada kedua gaya mengajar. Gaya mengajar dalam penelitian ini adalah kebalikan dari gaya mengajar dan praktek gaya gaya mengajar, dan motivasi untuk belajar motivasi belajar tinggi dan rendah motivasi belajar.Penelitian yang dilakukan ini di SMP Negeri 3 Satu Atap Labuhan Batu Utara Provinsi Sumatera Utara tahun akademik 2013/2014 (Semester 2). Metode penelitian adalah eksperimen dengan desain faktorial 2x2 dengan ukuran sampel dari 52 orang.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Secara keseluruhan ada perbedaan antara gaya mengajar dan gaya mengajar praktek timbal balik Bola Voli hasil belajar, (2) Bagi siswa yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar, memberikan gaya mengajar resiprokal untuk memberikan efek yang lebih baik daripada gaya mengajar praktek di hasil belajar Bola Voli, (3) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, penyediaan gaya mengajar latihan untuk memberikan efek yang lebih baik daripada timbal balik gaya mengajar untuk belajar Bola Voli, dan (4) Ada interaksi antara gaya mengajar dengan motivasi terhadap hasil belajar Bola Voli.Kata kunci: Mempengaruhi Mengajar, Motivasi Belajar, Permainan Bola Voli
Gaya Hidup, Kebugaran Jasmani dan Konsentrasi Atlet Bola Basket Tim Satya Wacana Salatiga Menghadapi Indonesian Basketball League (IBL) 2017
Penelitian ini betujuan mengetahui gaya hidup, kebugaran jasmani dan konsentrasi pemain bola basket tim Satya Wacana Salatiga pada persiapan menghadapi kompetisi IBL 2017. Metode penelitian deskriptif menggunakan sampel 14 atlet pemain tim Bola basket Satya Wacana, pengambilan data kebugaran jasmani dan konsetrasi menggunakan tes, gaya hidup menggunakan kuesioner. Intrumen penelitian adalah Multistage Fitnes Test, Grid Concentration Exercise dan kuesioner gaya hidup. Hasil dari penelitian ini, kebugaran jasmani terdata 8 atlet kategori ‘BaiK’, 4 atlet kategori ‘Sedang’ dan 2 atlet kategori ‘kurang’. Data konsentrasi 6 atlet kategori ‘kurang sekali’, 6 atlet kategori ‘Kurang’, 2 atlet kategori ‘Cukup’. Gaya hidup pemain Satya Wacana Salatiga mengkonsumsi makan sebanyak 3 kali. Makanan sebelum pertandingan 12 atlet mengkonsumsi pisang dan roti, 2 atlet makan pizza dan burger, sedangkan makanan sesudah pertandingan adalah pizza dan burger, nasi, ayam. Konsumsi cairan rata-rata mencapai 11 gelas air mineral. Kebiasaan minum alkohol 9 atlet tidak pernah minum, 2 atlet masih minum setidaknya 1 bulan sekali dan 3 atlet minum setidak nya 3 bulan sekali. Merokok 11 atlet tidak dan 1 sudah berhenti dan 2 proses berhenti. Istirahat 8 jam perhari. Suplemen gainer dan multivitamin dikonsumsi vitamin C.
Kesimpulan: Pemain tim Bola basket Satya Wacana memiliki kebugaran 8 atlet kategori ‘Baik’,4 atlet kategori ‘Cukup’ dan 2 atlet kategori ’Kurang’. Konsentrasi 6 atlet kategori ‘Kurang sekali’ 6 atlet kategori ‘Kurang’ dan 2 atlet kategori ‘Cukup’. Gaya hidup atlet sebagian besar masih belum terkontrol kecukupan kalorinya
Penerapan Alat Bantu Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Tinggi Gaya Straddle
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar lompat tinggi gaya straddle dengan penerapan alat bantu pembelajaran pada siswa kelas XI Multimedia C SMK Negeri 9 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Multimedia C SMK Negeri 9 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 20 siswa terdiri dari 7 siswa putra dan 13 siswa putri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan tes unjuk kerja lompat tinggi gaya straddle dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif komparatif yaitu membandingkan data kuantitatif dari kondisi studi awal, siklus I dan siklus II dengan prosentase. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut, dari hasil tes unjuk kerja dari kondisi awal, dari 20 siswa hanya 6 siswa atau 30,00% yang tuntas dan meningkat pada siklus I menjadi 12 siswa atau 60,00% tuntas dan pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa atau 85,00% tuntas. Simpulan penelitian ini adalah melalui penerapan alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar lompat tinggi gaya straddle pada siswa XI Multimedia C SMK Negeri 9 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017.
Kata Kunci: Lompat tinggi, Gaya straddle, penerapan alat bant
APLIKASI NILAI-NILAI LUHUR PENCAK SILAT SARANA MEMBENTUK MORALITAS BANGSA
Krisis moral yang melanda Indonesia diduga menimbulkan krisi social, ekonomi budaya, politik dan hukum, hal ini melanda semua lapisan masyarakat. Krisis moral juga menyebabkan munculnya krisi kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Yang lebih parah krisis moral berdampak pada dekadensi moral para generasi penerus bangsa yakni pemuda.
Pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang memiliki empat aspek yaitu: Aspek mental spiritual, aspek seni budaya, aspek beladiri, dan aspek olahraga. Keempat aspek tersebut dalam satu kesatuan yang utuh. Selain empat tersebut pencak silat juga mengandung nilai-nilai positif yaitu : 1) Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2) Cinta Tanah Air dan Bangsa, 3) Kesehatan dan kebugaran, 4) Membangkitkan rasa percaya diri, 5) Melatih ketahanan mental, 6) Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi, 7) Membina spotifitas dan jiwa ksatria, 8) Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan pencak silat mengajarkan sifatdan sikap taqwa, tanggap, tangguh, tanggon dan trengginas.
Kata Kunci: pencak silat, nilai-nilai luhur, moralitas, bangsa
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GUIDE DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA SCHNEPPER
Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan di Universitas Nusantara PGRI Kediri yang memiliki masalah dalam menerapkan hasil belajar lompat jauh terutama gaya schnepper khususnya mahasiswa penjaskesrek harus menekankan kepada pembimbingan seorang pengajar terhadap mahasiswanya. Selain itu, siswa hanya melakukan kegiatan praktik dengan alat seadanya, tanpa ada bantuan alat pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi ajar. Serta apabila terdapat siswa yang mendapatkan nilai di bawah standar kriteria ketuntasan, guru tidak memberikan bantuan kepada siswa yang bersangkutan untuk memperbaikinya. Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya hasil belajar yang dicapai siswa. Sehingga pada penelitian ini, peneliti memilih salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan tindakan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui efektifitas pengaruh metode Guide Discovery Learning yang dilihat dari aktivitas mahasiswa, kemampuan pengajar dalam mengajar, dan hasil belajar yang dicapai mahasiswa dalam perkuliahan, serta respons siswa selama berlangsungnya kegiatan perkuliahan. Dari perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung = 1,79 kemudian dibandingkan dengan t(1-α). Harga t(1-α) pada taraf signifikansi 5% dengan db = n1 + n2 – 2 = 15 + 15 – 2 = 28 adalah sebesar 1,70. Sehingga thitung > t(0,95) atau 1,79 > 1,70. Karena thitung tidak jatuh diwilayah diterima H0. Kesimpulanya adalah ada pengaruh metode pembelajaran guide discovery learning terhadap hasil belajar lompat jauh gaya schnepper. Dapat disimpulkan bahwa materi lompat jauh gaya schnepper dapat diajarkan dengan menggunakan pendekatan Guide Discovery Learning karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.Kata lunci : metode pembelajaran guide discovery learning, hasil belajar dan lompat jauh gaya schneppe
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SMASHNORMAL BOLAVOLI PADA SISWAKELAS XI SMA NEGERI COLOMADU KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2015/2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar smash normal bolavoli pada peserta didik Kelas XI SMA Negeri Colomadu Karanganyar tahun ajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik Kelas XI SMA Negeri Colomadu Karanganyar yang berjumlah 32 peserta didik yang terdiri dari 15 peserta didik putra dan 17 peserta didik putri. Sumber data berasal dari guru, peserta didik dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah dengan tes dan observasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan presentase. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan hasil belajar smash normal bolavoli pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas mencapai 56,25% atau sebanyak 18 siswa dari total 32 siswa. Peningkatan hasil belajar smash normal bolavoli juga terjadi pada siklus II dengan prosentase sebesar 87,50% atau sebanyak 28 siswa yang tergolong kriteria tuntas hasil belajar, yang tuntas di KI1, KI2, KI3 dan KI4. Adapun 4 siswa lainnya tergolong dalam kategori belum tuntas. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dan pembahasan yang telah diungkapkan pada Bab IV, simpulan penelitian ini adalah hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar smash normal bolavoli pada peserta didik Kelas XI SMA Negeri Colomadu Karanganyar tahun ajaran 2015/2016 dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Kata kunci :Model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT), Hasil Belajar, Smash Normal Bolavoli