Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
381 research outputs found
Sort by
Penerapan Pembelajaran Drill dan Bermain Terhadap Hasil Belajar Servis Bawah Dalam Permainan Bolavoli Pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Banyuwangi
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Perbedaan pengaruh antara pendekatan pembelajaran drill dan bermain terhadap hasil belajar servis bawah dalam permainan bolavoli; 2) Efektifitas pembelajaran drill dan pembelajaran bermain terhadap hasil belajar servis bawah dalam permainan bolavoli. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 Banyuwangi dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 75 siswa yang terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 25 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif deskriptif dan komparatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes servis bawah bolavoli, dengan mencatat hasil nilai pre-test maupun post-test pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pendekatan pembelajaran driil dan bermain berbeda secara signifikan, analisa Tamhane nilai Sig. = 0,019 < 0,05 dan hasil uji t Sig = 0,048 < 0,05; 6). Pembelajaran driil memberikan pengaruh yang lebih baik (efektif) daripada pembelajaran bermain terhadap hasil belajar servis bawah bolavoli siswa kelas VII SMP Negeri 2 Banyuwangi, nilai rata-rata siswa kelompok 1 (14,72) > kelompok 2 (8,92) dengan beda rata-rata sebesar 5,80
Kata Kunci: Pembelajaran, Driil, Bermain, Servis Bawah, Bolavol
PENGARUH LATIHAN PERMAINAN CATUR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA SD SE-KABUPATEN TRENGGALEK
Penelitian ini bertujuan utuk memngetahui pengaruh latihan permainan catur terhadap prestasi akademik bagi siswa SD se-Kabupaten Trenggalek. Penenitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD se-Kabupaten Trenggalek dan sampel yang digunakan adalah 30 siswa dari SD Negeri 1 Ngares. Instrumen yang digunakan adalah nilai rapor sekolah pada semester ganjil dan semester genap. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian ini adalah hasil belajar siswa SD se-Kabupaten Trenggalek sebagai kelompok eksperimen yang berlatih permainan catur terhadap prestasi akademik sangat signifikan. Hal ini dibuktikan dengan t hitung kelompok eksperimen = 4.659 > t tabel = 2,045. Hasil belajar belajar siswa SD se-Kabupaten Trenggalek sebagai kelompok kontrol yang tidak menggunakan latihan catur terhadap peningkatan prestasi akademik tidak signifikan yaitu dengan t hitung = 0,411 < t tabel = 2,045. Terdapat perbedaan antara rata-rata prestasi akademik kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan t hitung = 3,789 > t tabel = 2,00172. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pelatihan permainan catur terhadap peningkatan prestasi akademik siswa SD se-Kabupaten Trenggalek
PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN SEBAGAI BENTUK PEMANASAN TERHADAP MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
Penelitian pada permainan sebagai bentuk pemanasan, dengan perlakuan sebanyak empat kali pertemuan, yang bertujuan untuk menarik minat siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk desain penelitian Randomized control group Pretest-posttest. Dalam pembagian kelompok ada dua yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan berupa permainan sedangkan kelompok kontrol tetap diberikan pemanasan biasa sebagai pembanding. Analisis datanya dengan Uji T, yang menunjukkan ada hasil perbedaan antara perlakuan (kelompok eksperimen) dan tanpa perlakuan (kelompok kontrol). Hasil uji t paired t-test (uji beda sampel berpasangan) pada: (1) kelompok eksperimen t hitung 12,01 dan nilai t tabel 2,03 (2) kelompok kontrol t hitung 5,44 dan t tabel 2,03. Hasil dari uji t Independent sample t-test (uji beda sampel kelompok) yaitu t hitung 5,0355 dan t tabel 2,0. Simpulan penelitian bahwa pemberian permainan sebagai bentuk pemanasan dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani
Pengaruh Latihan Permainan Catur Terhadap Prestasi Akademik Siswa SD Se-Kabupaten Trenggalek
Penelitian ini bertujuan utuk memngetahui pengaruh latihan permainan catur terhadap prestasi akademik bagi siswa SD se-Kabupaten Trenggalek. Penenitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD se-Kabupaten Trenggalek dan sampel yang digunakan adalah 30 siswa dari SD Negeri 1 Ngares. Instrumen yang digunakan adalah nilai rapor sekolah pada semester ganjil dan semester genap. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%.
Hasil penelitian ini adalah hasil belajar siswa SD se-Kabupaten Trenggalek sebagai kelompok eksperimen yang berlatih permainan catur terhadap prestasi akademik sangat signifikan. Hal ini dibuktikan dengan t hitung kelompok eksperimen = 4.659 > t tabel = 2,045. Hasil belajar belajar siswa SD se-Kabupaten Trenggalek sebagai kelompok kontrol yang tidak menggunakan latihan catur terhadap peningkatan prestasi akademik tidak signifikan yaitu dengan t hitung = 0,411 < t tabel = 2,045. Terdapat perbedaan antara rata-rata prestasi akademik kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan t hitung = 3,789 > t tabel = 2,00172. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pelatihan permainan catur terhadap peningkatan prestasi akademik siswa SD se-Kabupaten Trenggalek
IMPLEMENTASI NILAI – NILAI PEMBENTUKAN SIKAP DALAM PENCAK SILAT TERHADAP PERILAKU MAHASISWA PRODI PENJASKESREK UNP KEDIRI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku mahamahasiswa melalui penerapan nilai-nilai pembentukan sikap tegak pada pencak silat dalam mengikuti mata kuliah pencak silat.penlitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2014/2015, di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan tindakan kelas, dengan pemberian pembelajaran teori dan praktik nilai-nilai sikap tegak pada pencak silat beserta contohnya, seperti hukuman mahasiswa saat keterlambatan dalam mengikuti matakuliah pencak silat. Teknik pengambilan data penelitian dilakukan dengan metode observasi terbuka dengan menggunakan format check list dan catatan kejadian yang terjadi dilapangan selama proses pembalajaran. Hasil penelitian ini adalah terjadi perubahan perilaku positif yang sebelum pemberian tindakan hingga sesudah pemberian tidakan. Kenaikan persentase perilaku sikap mencapai 60%
Implementasi Nilai – Nilai Pembentukan Sikap Dalam Pencak Silat Terhadap Perilaku Mahasiswa Prodi Penjaskesrek UNP Kediri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku mahamahasiswa melalui penerapan nilai-nilai pembentukan sikap tegak pada pencak silat dalam mengikuti mata kuliah pencak silat.penlitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2014/2015, di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan tindakan kelas, dengan pemberian pembelajaran teori dan praktik nilai-nilai sikap tegak pada pencak silat beserta contohnya, seperti hukuman mahasiswa saat keterlambatan dalam mengikuti matakuliah pencak silat. Teknik pengambilan data penelitian dilakukan dengan metode observasi terbuka dengan menggunakan format check list dan catatan kejadian yang terjadi dilapangan selama proses pembalajaran. Hasil penelitian ini adalah terjadi perubahan perilaku positif yang sebelum pemberian tindakan hingga sesudah pemberian tidakan. Kenaikan persentase perilaku sikap mencapai 60%
Servis Melompat Bolavoli Pada Final Proliga Tahun 2015 Di Yogyakarta
Final proliga bolavoli Indonesia tahun 2014/1015, diadakan di GOR Among Rogo,Yogyakarta pada tanggal 19 April 2015, dimana event tertinggi liga bolavoli ini diikuti lima tim putra dan tujuh tim putri. Salah satu tehnik bermain pada permainan bolavoli adalah servis. Tehnik servis melompat dalam permainan bolavoli, sebagai salah satu teknik mengawali permainan bolavoli modern, dengan tujuan langsung menyerang, sebagai salah satu kunci membantu meraih kemenangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa pemain yang sudah menerapkan servis melompat, dan berapa yang tidak melompat dan mengukur kecepatan pemain setelah servis berlari menempatkan diri, siap dalam posisi bertahan untuk menerima serangan lawan.
Pada final perebutan I – IV, dari pemain di 4 tim putra, ada 22 pemain (59,5%) yang melakukan servis melompat, sedangkan 15 pemain ( 40,5%) memakai servis tidak melompat. Persentase pemain di 4 besar ini, lebih besar dari babak penyisihan, dimana hal ini menandakan pemain juga tim menyadari pentingnya servis melompat bisa membantun untuk meraih kemenangan dalam pertandingan level Proliga. Sedangkan untuk tim putri, ada 14 pemain (35,9%) yang memakai servis melompat, sedangkan 25 (64,1%) memakai servis tidak melompat.
Kecepatan bergerak setelah melakukan servis ke tempat bertahan, pada tim putra, yang paling cepat 0,79 detik dan putri 0,89 untuk pemain yang melakukan servis melompat. Sedang yang melakukan servis tidak melompat, waktunya lebih lambat, pemain putra tercepat 1,27 detik, putrid 2,04 detik. Keuntungan servis melompat adalah, serangan lebih tajam , dan kecepatan menuju posisi bertahan juga lebih cepat
Pengaruh Latihan Three Cone Drill, Four Cone Drill, Dan Five Cone Drill Terhadap Kelincahan (Agility) Dan Kecepatan (Speed)
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tentang: (1) pengaruh pemberian three cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (2) pengaruh pemberian four cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (3) pengaruh pemberian five cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (4) manakah yang berpengaruh lebih besar antara latihan three cone drill, four cone drill, five cone drill dalam meningkatkan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed). Sasaran penelitian ini adalah peserta SSB se-Kecamatan Pare kelompok umur 16-17 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 45 peserta.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan pre and post test design, dan analisis data menggunakan Anova. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes lari model Z untuk kelincahan dan lari 30 meter untuk kecepatan pada saat pretest dan posttest. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS seri 17.0.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan latihan three cone drill terhadap peningkatan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (2) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan four cone drill terhadap peningkatan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (3) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan five cone drill terhadap peningkatan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed).
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan three cone drill, four cone drill, five cone drill terhadap peningkatan kelincahan (Agility) dan kecepatan (Speed). Latihan five cone drill lebih optimal dalam meningkatkan kelincahan (agility) dan latihan three cone drill lebih optimal dalam meningkatkan kecepatan (speed).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tentang: (1) pengaruh pemberian three cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (2) pengaruh pemberian four cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (3) pengaruh pemberian five cone drill terhadap kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (4) manakah yang berpengaruh lebih besar antara latihan three cone drill, four cone drill, five cone drill dalam meningkatkan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed). Sasaran penelitian ini adalah peserta SSB se-Kecamatan Pare kelompok umur 16-17 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 45 peserta.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan pre and post test design, dan analisis data menggunakan Anova. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes lari model Z untuk kelincahan dan lari 30 meter untuk kecepatan pada saat pretest dan posttest. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS seri 17.0.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan latihan three cone drill terhadap peningkatan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (2) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan four cone drill terhadap peningkatan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed); (3) Nilai Sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan five cone drill terhadap peningkatan kelincahan (agility) dan kecepatan (speed).
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan three cone drill, four cone drill, five cone drill terhadap peningkatan kelincahan (Agility) dan kecepatan (Speed). Latihan five cone drill lebih optimal dalam meningkatkan kelincahan (agility) dan latihan three cone drill lebih optimal dalam meningkatkan kecepatan (speed)
PENINGKATKAN MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK MELALUI SPORT EDUCATION MODEL PADA PERMAINAN BOLABASKET
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan intrinsik motivation dan ekstrinsik motivation pada siswa yang mengikuti pembelajaran permainan bola basket dengan menggunakan sport education model. Hal ini dirasa penting karena (Hastie & Trost, 2002; Siedentop et al, 2004; Perlman, 2010) dalam Perlman (2012) menyatakan salah satu model instruksi yang telah selaras dengan elemen kunci design kurikulum yang baik dan berpengaruh positif mengatasi siswa dengan kecenderungan kurang motivasi adalah sport education model. Namun penelti merasa bahwa belum ada kepastian jenis motivasi mana yang lebih meningkat dari kedua jenis motivasi tersebut. Penelitian menggunakan design one group pretest-posttest dimana data diambil dari data sekunder Burstiando(2015). Instrumen penelitian menggunakan intrument yang dikembangkan oleh Standage dkk, 2005. Treatment penelitian dilakukan selama 10 pertemuan pada kedua kelompok dengan waktu efektif 65 menit per pertemuan. Analisis data menggunakan aplikasi Ms. Excel dan SPSS 20.0 untuk mempermudah ketepatan analisis. Hasil dari penelitian ini adalah Sport Education Model secara signifikan meningkatkan motivation baik secara intrinsik maupun ekstrinsik siswa pada permainan bola basket
Pemanfaatan Taman Rekreasi Selomangkleng (Klotok) Sebagai Sarana dan Prasarana Olahraga Masyarakat Di Kota Kediri
Berdasarkan masalah tersebut diatas, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana Pemanfaatan tentang Taman Selomangkleng Sebagai Sarana dan Prasarana Olahraga Masyarakat di Kota Kediri? (2)Bagaimana Ketersediaan tentang Taman Selomangkleng Sebagai Sarana dan Prasarana Olahraga Masyarakat di Kota Kediri? (3) Bagaimana Pengelolaan tentang Taman Selomangkleng Sebagai Sarana dan Prasarana Olahraga Masyarakat di Kota Kediri? (4) Bagaimana Sarana dan Prasarana Olahraga Masyarakat yang Ideal di Kota Kediri? (5) Bagaimana Sarana dan Prasarana Olahraga Masyarakat yang Faktual di Kota Kediri?
Penelitian ini dilakukan di taman rekreasi selomangkleng kota kediri. Waktu yang dibutuhkan yaitu tiga bulan antara bulan september sampai november 2015. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan non-tes (survey). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Mengkaji Dokumen dan Arsip (content analysis), (2) Wawancara Mendalam (in-depth interviewing), (3) Observasi (observation.
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan mengenai bagaimana pemanfaatan taman selomangkleng sebagai sarana untuk berolahraga masyarakat kediri makan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Penyediaan saran dan prasarana di kota kediri harus terprogram dan terencana dengaan bik kedepannya. (2) Ketersediaan sarana dan prasarana dikota kediri masih belum merata keberadaannya, dan masih terpusat pada satu tempat tertentu saja. (3) Pengelolaan fasilitas olahraga yang ada belum diperhatikan dengan baik sehingga fasilitas banyak yang terbengkalai dan rusak. Saran (1) Pemerintah kota kediri hendaknya menyediakan dan mengembangkan potensi yang ada dikota kediri untuk sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat. (2) Sebuah mekanisme kerja mengenai perencanaan fasilitas, penyedia fasilitas, pemanfaatan fasilitas dan pengelolaan fasilitas perlu disusun dengan baik dan jelas agar pembangunan fasilitas olahraga yang ada di kota kediri dapat sesuai harapan