Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
381 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Hasil Belajar Bermain Tonnis Melalui Pendekatan Teaching Game for Understanding (TGFU)
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar bermain tonnis dalam pembelajaran tonnis pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Gedong Karanganyar tahun ajaran 2013 / 2014 melalui penerapan pendekatan Teaching Games for Undestanding (TGfU). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Gedong Karanganyar yang berjumlah 22 siswa yang terdiri dari 10 siswa putra dan 12 siswa putri. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan penilaian kemampuan bermain tonnis dan hasil belajar bermain bola kecil tonnis. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan prosentase. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, pada siklus I, hasil belajar bermain tonnis siswa mencapai 63,63% atau sebanyak 13 siswa dari 22 siswa telah masuk kriteria tuntas. Pada siklus II hasil belajar bermain tonnis siswa yang masuk kriteria tuntas juga meningkat menjadi 86,36% atau 18 siswa masuk pada kriteria tuntas dan 4 lainya belum tuntas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU) dapat meningkatkan hasil belajar bermain tonnis siswa kelas IV SD Negeri 2 Gedong Karanganyar tahun ajaran 2013 / 2014.This study aims to improve the result of learning tonnis for students of class IV in Elementary School 2 Gedong Karanganyar in academic year 2013/ 2014 through application of Teaching Games for undestanding approaches (TGfU). This study was action research or Penelitian Tindakan Kelas (PTK). The research was done on two cycle, each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. The researcher used subjects in this research. They are students of class IV in Elementary School 2 Gedong Karanganyar, which amounts to 22 students consisting of 10 boys and 12 girls. The data came from teachers and students. The technique of data collection was the observation and assessment capabilities in tonnis, learning activities and result of learning playing small ball in tonnis. Analysis of data used descriptive technique based on a qualitative analysis of the percentage. From result of analysis was gotten significant increase fro pra-cycle to first cycle and from first cycle to second cycle. In the first cycle of learning result of students playing tonnis reached 63,63% or as many as 13 students of the 22 students have completion criteria. In the second cycle of learning result of students who have the play tonnis completion criteria also increased to 86,36% or 18 students have the criteria and 4 other completely unfinished. The conclusion of this study is the use of approach to Teaching Games for Understanding (TGfU) can improving the result of learning tonnis in students of class IV in Elementary School 2 Gedong Karanganyar in academic year 2013/ 2014
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH BOLA VOLI MELALUI PENGGUNAAN MODIFIKASI BOLA
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan hasil belajar servis bawah bola voli siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Kedungwuni tahun pelajaran 2015/2016.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Kedungwuni tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 32 anak. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan penilaian hasil belajar servis bawah bola voli. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif yang didasarkan pada analisis kuantitatif dengan prosentase.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh fakta penggunaan modifikasi bola dapat meningkatkan hasil belajar servis bawah bola voli siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Kedungwuni tahun pelajaran 2015/2016. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan yang signifikan dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Hasil belajar servis bawah bola voli pada pra siklus dalam katagori tuntas adalah 50% atau 16 anak siswa. Hasil belajar servis bawah bolavoli pada siklus I dalam kategori tuntas adalah 78% atau 25 siswa, dan hasil belajar servis bawah bolavoli pada siklus II dalam kategori tuntas adalah 88% atau 28 siswa.Kesimpulan dari penelitian ini ialah penerapan pembelajaran model inovatif yaitu modifikasi bola dapat meningkatkan hasil belajar servis bawah bola voli siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Kedungwuni tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci: Hasil Belajar, Servis Bawah Bola Voli, Modifikasi Bol
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DENGAN JIWA SPORTIF MELALUI PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Pelaksanaan pendidikan karakter di Indonesia saat ini dirasakan belum optimal. Bahkan situasi pendidikan di Indonesia yang belum ideal menjadi motivasi pokok dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan belajar mengajar yang diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran termasuk penjas dan olahraga. Dalam penjas dan olahraga banyak terkandung nilai-nilai karakter seperti sportifitas, kejujuran, keberanian, kerja keras, pengendalian diri, tanggung jawab, kerjasama, keadilan, dan kebijaksanaan, menghargai lawan dan sebagainya yang dapat diintegrasikan dalam aktivitas gerak dan dalam berbagai bentuk permainan. Pendidikan karakter dapat dibentuk salah satunya melalui pendidikan jasmani dan olahraga (gymnastics), melalui aktivitas motorik yang dilakukan secara terus-menerus, sehingga menjadi kebiasaan. Pendidikan jasmani dan olahraga memiliki peran penting dan andil besar dalam mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional yang menunjang pendidikan karakter bangsa. Pendidikan jasmani disajikan di sekolah yang memiliki tujuan; kognitif, psikomotor dan afektif. Pembentukan karakter anak adalah melalui pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan anak diniasakan hidup sportif. Dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan anak dituntut untuk melakukan tanggung jawab, jujur, kerja sama, dan toleransi. Pengembangan karakter akan terlaksana dengan pembiasaan yang dilakukan dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Selain dalam pendidikan formal olahraga juga mampu memberikan penanaman jiwa sportifitas dimana jiwa sportifitas tersebut membangun karakter yang sportif. Mengakui kekalahan, menghormati lawan, menegakkan fair play dan mampu memberikan penghargaan atas dirinya sendiri dan orang lain
Evaluasi Kemampuan Hasil Belajar Mahasiswa Mata Kuliah Bola Voli Dasar Kelas B Angkatan 2016 Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Pgri Adi Buana Surabaya
Permainan bolavoli adalah suatu permainan beregu. Satu regu terdiri dari 6 orang. Permainan bolavoli memakai penilaian secara rally poin. Permainan bolavoli dinyatakan game dengan mendapat angka 25. Menurut Kemdikbud (2013:209), Permainan bolavoli termasuk salah satu materi yang ada dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang meliputi teknik passing, serve, spike, dan block. Dalam kurikulum Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Mata Kuliah Bola Voli diajarkan pada semester 1 dan 2, terbagi dalam Bola Voli Dasar dan Bola Voli Lanjut.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan desain one group pretest-postest design. Subjek penelitian ini mahasiswa Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga kelas B sejumlah 47 orang (43 putra dan 4 putri).Hasil tes service bawah 7,83, sedangkan untuk hasil tes passing bawah adalah sebesar 7,83. Pada tes spike/smash diperoleh hasil 7, 42, dan pada tes block diperoleh hasil sebesar 5,87. Berdasarkan pada keempat tes teknik dasar dalam bola voli diperoleh hasil hanya pada teknik block saja yang memiliki rata-rata nilai kurang. Hal ini bisa dikarenakan ada beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil atau kemampuan block seseorang, diantaranya adalah timing yang tepat untuk melakukan hadangan. Bisa menjadi bahan evaluasi kembali dalam perkuliahan Bola Voli dasar membutuhkan drill tambahan untuk teknik block ini.
Kata Kunci : Evaluasi, Bola Voli, , Teknik Dasa
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN DRIBBLE BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PADA SISWA KELAS IV DAN V SDN BLUMBUNGAN 1 PAMEKASAN TAHUN AJARAN 2015-2016
Masalah yang akan diungkap di penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran metode Student Teams Achievement Division dalam keterampilan dribling bola pada permainan sepak bola dan dilandasi teori-teori yang ada hubungananya dengan permasalahan.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini : Siswa kelas IV dan V SDN Blumbungan 1 Pamekasan tahun ajaran 2015-2016, pengambilan sampel adalah total populasi sebanyak 30 siswa sesuai dengan jumlah siswa dalam kelas tersebut. Instumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes praktek dribling lurus dan dribling zig – zag, serta menggunakan angket. Untuk teknik analisis data disini penulis menggunakan analisis diskriptif kualitatif yaitu menggunakan tingkat keberhasilan atau mengetahui tingkat keberhasilan siswa dengan memberi evaluasi dengan tes praktek. Dengan penghitungan jumlah nilai yang diperoleh siswa dibagi dengan jumlah siswa untuk mengetahui rata – rata kelas, sedangkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kelas menggunakan cara julah siswa yang tuntas belajar dibagi dengan jumlah siswa dikali 100. Dengan acuan siswa yang mendapat nilai ≥ 72 dianggap tuntas sedangkan < 70 belum tuntas.Hasil dari pengujian tersebut dalam siklus pertama hanya 19 siswa atau 63,33% siswa yang tuntas. Sedangkan pada siklus ke 2 mencapai 25 siswa atau 83,33% siswa yang tuntas.Simpulan : Dari metode STAD yang digunakan pembelajaran dribel bola dianggap efektif karena dapat memotifasi serta meningkatkan hasil belajar. Saran untuk memperoleh hasil yang baik adalah dengan kreatifitas pengajar dan metode yang menarik seperti pengelompokan siswa yang sama
Studi Tentang Kemampuan Lompat Tegak Siswa Sekolah Dasar Negeri Berdasarkan Perbedaan Geografis Sebagai Identifikasi Bakat Olahraga
Bakat olahraga merupakan syarat mutlak agar atlet mampu berprestasi secara maksimal. Loncat tegak (vertical jump) merupakan salah satu butir tes fisik untuk mengidentifikasikan bakat olahraga seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mengetahui kemampuan lompat tegak siswa sekolah berdasarkan perbedaan geografis sebagai identifikasi bakat olahraga.Penelitian dilakukan dengan eksperimen pengukuran loncat tegak. Subyek penelitian adalah siswa secara geografis berasal dari daerah pantai, daerah dataran rendah dan daerah dataran tinggi masing-masing 10 siswa. Pengukuran tinggi loncatan menggunakan alat ukur papan raihan. Setiap siswa melakukan loncatan sebanyak 3 kali. Hasil pengukuran dihitung nilai rata-ratanya. Nilai ini selanjutnya digunakan untuk menghitung power.Hasil penelitian menunjukkan bahwa power dari siswa yang berada di daerah pantai sebesar 14555 J/s lebih besar dibandingkan daerah dataran rendah sebesar 11111 J/s dan dataran tinggi sebesar 78990 J/s. Kesimpulan peneliti adalah terdapat perbedaan power di ketiga daerah tersebut dan hasil tersebut dapat digunakan sebagai studi awal untuk mengidentifikasi bakat olahraga dari siswa.
Kata kunci: Loncat tegak, bakat, olahraga, geografi
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SDN BATOKERBUY 5 KABUPATEN PAMEKASAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Penelitan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatife STAD. Penelitan ini merupakan penelitan tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, pada tiap siklusnya terdiri dari perencanan, pelaksanan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV SDN Batokerbuy 5 Kabupaten Pamekasan tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 38 siswa dan dilaksanakan dari tanggal 5 sampai 26 April 2016.Data analisis motivasi dan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I dan II di dapatkan nilai rata-rata klasikal untuk motivasi belajar siklus I sebesar 73,2, sedangkan siklus II sebesar 86,6 peningkatan nilai rata-rata motivasi belajar siswa siklus I ke siklus II sebesar 13,4. Jumlah siswa yang termotivasi pada siklus I sebanyak 10 siswa, sedangkan pada siklus II sebanyak 29 siswa, terjadi peningkatan jumlah siswa yang termotivasi sebanyak 10 siswa. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 75,6, siklus II sebesar 87,6, terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 12. Prosentase hasil motivasi belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 33,3%, siklus II sebesar 100%, terjadi peningkatan prosentase motivasi belajar siswa sebesar 66,7 %. Prosentase ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 40%, pada siklus II sebesar 100%, terjadi peningkatan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 60%.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa motivasi dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa meningkat melalui penerapan model belajar Kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SDN Batokerbuy 5 Kabupaten Pamekasan tahun pelajaran 2015/2016. Oleh karena itu, peneliti menyarankan guru penjasorkes untuk mengunakan model pembelajaran koperatif tipe STAD karena efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa.Kata kunci: Model Belajar STAD, Motivasi, Hasil Belajar
MENINGKATKAN KETRAMPILAN SHOOTINGSEPAKBOLA DENGAN PERMAINAN MODIFIKASI (Studi Pada Siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Sugio)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ketrampilan shooting mulai dari sikap awal, impact kaki dengan bola dan gerak lanjutan setelah melakukan permainan modifikasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Sugio Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan catatan lapangan analisa data menggunakan rumus persentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan melakukan teknik shooting siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Sugio mengalami peningkatan. Hasil observasi awal dari teknik shooting sikap awal dengan tingkat kesalahan 48,24%, teknik shooting impact kaki dengan bola dengan tingkat kesalahan 59,64% dan teknik gerak lanjutan sikap akhir dengan tingkat kesalahan 47%. Hasil tindakan siklus 1 dari teknik sikap awal dengan tingkat kesalahan 29%, teknik saat shooting dengan tingkat kesalahan 40% dan teknik sikap akhir dengan tingkat kesalahan 35%. Hasil tindakan siklus 2 dari teknik sikap awal tingkat kesalahanya 11%, teknik saat shooting dengan tingkat kesalahan 15% dan teknik sikap akhir dengan tingkat kesalahan 11%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa shooting sepakbola dengan permainan modifikasi dapat meningkatkan keterampilan hasil belajar shooting sepakboal siswa kelas VIIASMP Negeri 3 SugioKata Kunci: Shooting, Sepakbola, Modifikas
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBERI UMPAN BALIK GURU PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan pendampingan yang mampu meningkatkan keterampilan mengajar terutama pada aspek memberi umpan balik guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Taman kabupaten sidoarjo setelah diberikan pendampingan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action reseach). Tindakan dalam penelitian ini yaitu, 1. Pemberian tayangan video keterampilan memberi umpan balik pada data primer, 2. Pendampingan perekaman dan diskusi hasil dilapangan, 3. Refleksi. Subjek dari penelitian ini ada 4 Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SDN di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Data hasil dari penelitian yang diperoleh dari nilai keterampilan memberi umpan balik pada 4 guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yaitu: (1) SDN Sepanjang I sebelumnya mendapatkan nilai 2 menjadi 5, (2) SDN Ketegan I sebelumnya mendapatkan nilai 2 menjadi 5, (3) SDN Trosobo I sebelumnya mendapatkan nilai 0 menjadi 2, (4) SDN Kramat Jegu II sebelumnya mendapatkan nilai 0 menjadi 2. Rata- rata pre-test 1 dan rata-rata post-test 3.5. Berdasarkan perhitungan statistik diketahui bahwa nilai 8.70 > 2.35 sehingga dapat disumpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test, dimana nilai pre-test lebih rendah dibandingkan dengan nilai post-test
Pengaruh Manipulasi Sport Massage Terhadap Penurunan Denyut Nadi Setelah Latihan Olahraga
Aktifitas fisik akan menyebabkan perubahan-perubahan pada faal tubuh manusia, baik bersifat sementara/sewaktu-waktu (respons) maupun yang bersifat menetap. Aktifitas fisik dengan intensitas tinggi (antara sub maksimal hingga maksimal) akan menyebabkan otot berkontraksi secara anaerobik. Kontraksi otot secara anaerobik membutuhkan penyediaan energi (ATP) melalui proses glikolisis anaerobik atau sistem asam laktat (lactit acid system).Seiring dengan berhentinya latihan maka secara perlahan tubuh akan beradaptasi kembali kekeadaan normal baik sirkulasi maupun pernapasan. Proses kembalinya homeostasis tubuh ini tentu memerlukan adanya waktu sehingga semakin cepat waktu untuk tubuh kembali pulih maka tubuh akan beradaptasi cepat dalam proses pemulihannya sehingga siap untuk latihan berikutnya.
Jenis penelitian adalah penelitian true eksperimen, yang dilakukan di UNIPA Surabaya. Desain penelitian adalah control groupOnly design, dan instrumen yang digunakan untuk mengukur adalah denyut nadi setelah diberi manipulasi massage setelah lari 1500 meter . Data yang diperoleh diolah dan dianalisa secara statistik dengan uji t dengan taraf signifikansi 5 %.
Hasil penelitian menunjukan perbedaan rerata antara pemberian manipulasi sport massage dengan istirahat pasif. Bahwa pemberian sport massage menunjukan rerata lebih besar dari pada kelompok istirahat pasif dengan nilai t hitung sebesar 22,437>t tabel 1,833 dengan P Valu; 0,001< 0,005 Dengan demikian pemberian manipulasi sport massage lebih efektif menurunkan denyut nadi pemulihan setelah aktifitas fisik submaksimal.
Kata Kunci : Latihan Fisik, Manipulasi Sport Massage, Denyut Nadi