Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    Pengaruh Latihan Jump To Box, Depth Jump dan Single Leg Depth Jump Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Tungkai dan Power Otot Tungkai

    Get PDF
    Latihan plyometric merupakan bentuk latihan yang cukup beraneka ragam. Dalam penelitian ini peneliti hanya menggunkan tiga bentuk latihan yaitu jump to box, depth jump dan single-leg depth jump. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan jump to box, depth jump dan single-leg depth jump terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai dan power otot tungkai. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Ngunut yang mengikuti ektrakurikuler degan jumlah subjek 40 siswa berjenis kelamin laki-laki. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Rencana penelitian ini menggunakan matching-only design dan dianalisis menggunakan Anova. Proses pengambilan data kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamo meter dan power otot tungkai menggunakan jump MD pada saat pre test dan post test. Selanjutnya data dianalisis menggunakan SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh latihan jump to box, depth jump dan single-leg depth jump terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai dan power otot tungkai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan  jump to box, depth jump dan single-leg depth jump sangat efisien untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai dan power tungkai.Plyometric exercise is form of exercise which vary. In this research, the researcher only uses three kinds of exercise – jump to box, depth jump and single-leg depth jump. This research aims to analyze the influence of jump to box, depth jump and single-leg depth jump towards enhancement of limbs muscle strength and power. Subject of this research is 40 students of SMA Negeri 1 Ngunut who join extracuricular, all of them are boy. This is quantitative semi experimental research which use matching-only design to clasify the group and Anova to analyze the data. During pretest and posttest, leg dynamometer were used to take the data of limbs muscle strength, while Jump MD were used to take the data of of limbs muscle power. Furthermore, the data were analyze using SPSS version 21. The result of this research shooed that there is influence of jump to box, depth jump and single-leg depth jump towards enhancement of limbs muscle strength and power. It can be concluded that plyometric exercise using box jump is very efficient to enhance the leg muscle performance

    Pengembangan Model Latihan Keseimbangan untuk Sekolah Dasar

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan pengembangan model latihan keseimbangan gerak untuk sekolah dasar, 2) untuk mengukur bagaimana pengembangan model latihan keseimbangan gerak dan memperbaiki motorik anak sekolah dasar. Penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan dengan metode survei dan kemudian mengembangkan model latihan keseimbangan dengan karakteristik sesuai dengan hasil analisis kebutuhan. Pengembangan model latihan ini menghasilkan suatu produk dari model latihan keseimbangan sesuai dengan kebutuhan dan kesesuaian dengan apa yang dibutuhkan. Model latihan keseimbangan untuk sekolah dasar digunakan sebagai alat bantu agar peserta didik mampu meningkatkan kemampuan keseimbangannya. Berdasarkan hasil analisis pada uji coba kelompok kecil didapat rata-rata pilihan sebesar 75,60%, hal ini menyatakan bahwa model latihan keseimbangan memilki kategori baik. Sedangkan pada uji coba kelompok besar rata-rata pilihan sebesar 86,49% ini menyatakan bahwa model latihan keseimbangan memilki kategori sangat baik.The purpose of this study was 1) to describe the motion balance training model development for primary schools, 2) to measure how the development of models of motion and balance exercises improve motor skills of elementary school children. This study begins with a needs analysis survey method and then develop a model of balance training with characteristics consistent with the results of the needs analysis. This practice model development to produce a product of a model of balance training according to the needs and conformity with what is required. Model balance exercises for primary school used as a tool so that learners are able to improve her balance. Based on the analysis in the small group trial gained an average of 75.60% choice, it states that the balance training models have either category. While on trial large group average of 86.49% selection is claimed that the model balance training has a very good category

    Effect of Plyometric Front Cone Hops Training and Counter Movement Jump Training to Power and Strenght of Leg Muscles

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan performa atlet bolavoli dan bola basket dengan metode latihan plyometric front cone hops dan plyometric counter movement jump. Tiga puluh siswa yang terpilih sesuai kriteria akan dilakukan pretest untuk menentukan pembagian kelompok plyometric front cone hops, plyometric counter movement jump atau kelompok kontrol. Back leg dynamometer untuk mengukur tingkat kekuatan otot tungkai dan jump MD untuk mengukur tingkat power otot tungkai. Akan diberikan latihan selama 6 minggu untuk masing-masing kelompok dan 3 kali perlakuan dalam seminggu. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan metode latihan plyometric front cone hops menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan dan power otot tungkai, kelompok plyometric counter movement jump menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan otot tungkai. Dapat disimpulkan bahwa dari metode latihan plyometric front cone hops dan plyometric counter movement jump lebih efektif untuk peningkatan dua komponen kondisi fisik kekuatan dan power otot tungkai.The purpose of this research is to increase performance athletes bolavoli and that basketball with the methods exercise plyometric front cone hops and plyometric counter movement jump. Thirty students who elected in accordance criteria will be conducted pretest to determine division of a group plyometric front cone hops, plyometric counter movement jump or the control group. Back leg dynamometer to measure the muscle power limbs and jump md to measure the power limb muscles.Will be given exercise for 6 weeks to masing-masing groups and treatment 3 times a week. Test results paired sample t-test show a method of exercise plyometric front cone hops significant influence on the variables of strength and power limb muscles, group plyometric counter movement jump significant influence on the variables of power limb muscles. It can be concluded that of the exercise plyometric front cone hops and plyometric counter movement jump more effective for the two components of the physical condition of strength and power limb muscles

    Perbedaan Pengaruh Penggunaan Alat Bantu Matras Lebih Tinggi dan Matras Gulung Terhadap Peningkatan Keterampilan Handspring

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh latihan menggunakan alat bantu terhadap keterampilan handspring, (2) perbedaan keterampilan handspring antara mahasiswa yang memiliki rasio tinggi badan dan tinggi duduk besar dan kecil, (3) pengaruh interaksi antara latihan menggunakan alat bantu dan rasio tinggi badan dan tinggi duduk terhadap latihan handspring. Metode penelitian adalah eksperimen. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 mahasiswa. Analisis Varians menggunakan program statistik SPSS. Hasil penelitian adalah :(1) Hasil Uji menunjukkan sig 0,331 atau > 0,05, maka tidak ada perbedaan pengaruh signifikan penggunaan alat bantu matras tinggi dengan kelompok matras gulung, (2) Terlihat signifikansi 0,116 > 0,05 berarti rasio tinggi badan dan tinggi duduk tidak berpengaruh  signifikan, dan (3) Terlihat signifikansi 0,000 < 0,05 berarti metode latihan matras tinggi dan gulung dengan rasio tinggi badan dan tinggi duduk berpengaruh  signifikan terhadap keterampilan handspring. Kesimpulannya bahwa (1) tidak berpengaruh signifikan terhadap keterampilan handspring di dalam model, (2) Rasio tinggi badan dan tinggi duduk tidak berpengaruh signifikan terhadap keterampilan handspring di dalam model, dan (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan matras tinggi dan gulung dengan rasio tinggi badan dan tinggi duduk  terhadap keterampilan handspring.The aims of this study are: (1) the difference of exercise effect using the tools of handspring ability, (2) the difference of handspring ability between the students who have the ratio of height and height of sitting, "big" and "small, (3) using aids and height ratio and sitting height against handspring practice. Research method is experiment. Sample as many as 40 students. Analysis of Variance using SPSS statistics program. The results of the research are: (1) The test result shows sig 0,331 or > 0,05, it can be concluded there is no difference of significant influence of the use of high mattress tool with roll mattress group. (2) Visible significance 0,116 > 0,05 mean ratio of height and height of sitting have no significant effect. (3) Significant 0.000 <0,05 means that high and high mat exercise method with height and height ratio have significant effect on handspring ability. From this result, it can be concluded that (1) no significant effect on handspring ability in model, (2) ratio of height and height of seat does not significantly influence handspring ability in model, (3) there is significant interaction effect between method high mat exercise and roll with height ratio and sitting height to handspring ability

    Pengaruh Latihan Jump To Box dan Latihan Bicycle Terhadap Kecepatan Lari 60 Meter pada Siswa Putra Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanjung Bumi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan jump to box dan latihan bicycle terhadap kecepatan lari 60 meter. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tanjung Bumi Bangkalan yang berjumlah 22 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata peningkatan kecepatan lari 60 meter antara sebelum diberi latihan dan setelah yang diberi latihan jump to box ( t hitung=3,64 > t tabel =1,81). Terdapat perbedaan rata-rata peningkatan kecepatan lari 60 meter antara sebelum dan setelah diberi latihan bicycle (thitung = 2,50 > ttabel = 1,81). Terdapat perbedaan rata-rata kecepatan lari 60 meter setelah diberikan latihan jump to box dan latihan bicycle (dengan yang diberi latihan bicycle (t = 1.756> ttable = 1,72). Kesimpulannya, latihan jump to box lebih baik daripada latihan bicycle dalam meningkatkan kecepatan lari 60 meter

    Persepsi Guru Pamong Terhadap Kualitas Mahasiswa Calon Guru PJOK Saat Melaksanakan Program Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Mitra

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mahasiswa calon guru PJOK saat melakukan Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) di sekolah mitra Unesa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan volunteer sebanyak 10 orang berstatus sebagai mahasiswa calon guru PJOK saat melaksanakan PPP di sekolah mitra Unesa di kota Surabaya. Kualitas mahasiswa calon guru PJOK dinilai oleh guru pamong terkait tiga hal, yaitu: (1) kelayakan mahasiswa menjadi guru PJOK; (2) kebutuhan kompetensi guru; dan (3) kompetensi mahasiswa sebagai guru praktikkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelayakan mahasiswa calon guru PJOK menjadi guru praktikkan di sekolah mitra Unesa sebesar 80.5 (sangat layak). Berdasarkan persepsi guru pamong, sekolah memerlukan guru PJOK hebat yang memiliki kemampuan akademik yang mumpuni, menguasai perkembangan kurikulum terbaru, menguasai materi ajar, memiliki keterampilan pengelolaan kelas yang baik, keterampilan memecahkan masalah pembelajaran, kreatif dan inovatif. Sedangkan kualitas kinerja mahasiswa calon guru PJOK dinilai sudah cukup, dianggap telah mampu mengelola kelas, membuat RPP K-13, menguasai teknik mengajar, update pengetahuan tentang K-13, memiliki dedikasi, kemampuan mengembangkan diri tinggi dan disiplin tinggi. Hasil penelitian ini secara sekilas telah mampu mendeskripsikan kualitas mahasiswa dalam mengikuti PPP, akan tetapi jumlah subjek penelitian yang sedikit menjadi batasan dalam proses generalisasi hasil terhadap populasi.This study aims to determine the quality of prospective PE teachers (PPET) in implementing learning management program (LMP) in a partner school of Universitas Negeri Surabaya. Descriptive qualitative approach wa applied. The research subjects were ten PPET who conducted LMP. There were three criteria that would be assessed by the supervising teacher: (1) students’ feasibility to become a PE teachers; (2) need of teacher competence; and (3) competence in student teaching. Research findings showed that the average of students’ feasibility score as student teachers 80.5 (very feasible). Based on the supervising teacher’s perception, the school needs quality teachers who have good academic skills, master the latest curriculum and teaching materials, have good classroom management skills and problem solving, and are creative and inovative. The quality of PPET was sufficient because they were able to manage the class, develop a lesson plan based on the 2013 curriculum, master teaching techniques, know the latest information of the 2013 curriculum, have high self-development ability, dedication, and discipline. In conclusion, the results of this study were able to describe the quality of PPET in conducting LMP, but this study only had few subjects, the findings might not be able to generalize the whole population

    Pengembangan Model Pembelajaran Melompat Melalui Permainan Lompat Cermin untuk Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran gerak dasar melompat yang menarik dan variatif yaitu melalui permainan lompat cermin yang sesuai dengan dengan karakteristik gerak dasar melompat yang mengacu pada teknik pelaksanaan dan prinsip-prinsipnya. Berdasarkan data awal yang diperoleh melalui pengamatan menunjukkan bahwa perlu adanya dilakukan penelitian lebih mendalam. Penelitian pengembangan model pembelajaran ini mengikuti langkah-langkah yang digunakan oleh Gall & Borg ll yang dikutip oleh Ramadan yang dimodifikasi oleh peneliti karena pertimbangan waktu dan biaya. Secara ringkas data yang diperoleh dari evaluasi ahli pembelajaran diperoleh hasil 81,25%, dari evaluasi ahli pendidikan jasmani diperoleh hasil 91,67%, evaluasi ahli permainan lompat cermin diperoleh hasil 87,50%. Uji coba kelompok kecil diperoleh data 69,27%, dari uji coba kelompok besar diperoleh data bahwa 82,29% maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran hasil pengembangan dapat digunakan.Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran gerak dasar melompat yang menarik dan variatif yaitu melalui permainan lompat cermin yang sesuai dengan dengan karakteristik gerak dasar melompat yang mengacu pada teknik pelaksanaan dan prinsip-prinsipnya. Berdasarkan data awal yang diperoleh melalui pengamatan menunjukkan bahwa perlu adanya dilakukan penelitian lebih mendalam. Penelitian pengembangan model pembelajaran ini mengikuti langkah-langkah yang digunakan oleh Gall & Borg ll yang dikutip oleh Ramadan yang dimodifikasi oleh peneliti karena pertimbangan waktu dan biaya. Secara ringkas data yang diperoleh dari evaluasi ahli pembelajaran diperoleh hasil 81,25%, dari evaluasi ahli pendidikan jasmani diperoleh hasil 91,67%, evaluasi ahli permainan lompat cermin diperoleh hasil 87,50%. Uji coba kelompok kecil diperoleh data 69,27%, dari uji coba kelompok besar diperoleh data bahwa 82,29% maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran hasil pengembangan dapat digunakan

    The Relationship between Physical Fitness and Sleep Quality

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebugaran jasmani dengan kualitas tidur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan teknik korelasi. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa angkatan 2014 program studi Penjaskesrek Universitas Nusantara PGRI Kediri sejumlah 192 mahasiswa. Sampel dalam penelitian diambil sebanyak 38 mahasiswa penjaskesrek angkatan 2014. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rhitung sebesar = 0,408 > rtabel = 0,320 dengan nilai sig. 0,011 < 0,05 (taraf signifikan 5%) maka H0 ditolak yang artinya ada korelasi yang signifikan antara aktivitas kebugaran jasmani dengan kualitas tidur. Kesimpulannya adalah tingkat kebugaran jasmani memiliki hubungan yang rendah dengan kualitas tidur.This study aims to determine the relationship of physical fitness with sleep quality. The research approach used is quantitative, using correlation techniques. The populationin this study were 192 students of 2014 study program Penjaskesrek Nusantara Nusantara University PGRI. The sample in the study was taken as many as 38 class of 2014 penjaskesrek students. The technique used in sampling random sampling. Based on the results of the study, obtained the value of r count = 0.408> r table = 0.320 with the value of sig. 0.011 <0.05 (significant level of 5%) then H0 is rejected which means that there is a significant correlation between physical fitness activities and sleep quality. The conclusion is that the level of physical fitness has a strong enough relationship with sleep quality

    Pengembangan Model Permainan Target untuk Meningkatkan Keterampilan Shooting dalam Permainan Sepakbola

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model permainan target untuk meningkatkan keterampilan shooting dalam permainan sepakbola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Tahapan dalam metode ini merujuk pada 10 langkah penelitian dan pengembangan Borg & Gall yang diadaptasi menjadi tiga tahap, yaitu: (1) Tahap studi pendahuluan; (2) Tahap pengembangan; dan (3) Tahap evaluasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan presentase. Produk penelitian berupa model permainan target yang terdiri atas: (1) 3 lawan 3; (2) tendangan hukuman; (3) tendangan berlubang; dan (4) tendangan gol. Validasi model permainan melibatkan 2 orang ahli yaitu dosen matakuliah sepakbola dan pelatih sepakbola. Hasil validasi terhadap model permainan target diperoleh skor 30 dari skor maksimal 35. Setelah dihitung persentasenya, model permainan target menunjuk pada angka 85.71%. Hasil uji lapangan guna mengetahui kelayakan model permainan target, berdasarkan penilaian praktisi dalam hal ini pelatih ekstrakurikuler MTs Yasiro Lembursawah, Kabupaten Sukabumi diperoleh skor 29 dari skor maksimum 35 dengan presentase 82.85% yang berarti baik/layak. Sehingga model permainan yang dikembangkan layak digunakan guna meningkatkan keterampilan shooting.This study aims to produce a target game model to improve shooting skills in football games. The method used in this study is research and development (R & D). The stages in this method refer to the 10 steps of Borg & Gall\u27s research and development which were adapted into three stages, namely: (1) Preliminary study phase; (2) Development stage; and (3) evaluation phase. Data collection instruments use questionnaires.Data collection instruments use questionnaires. Data analysis using quantitative descriptive analysis with percentage. The research product is a target game model consisting of: (1) 3 lawan 3; (2) tendangan hukuman; (3) tendangan berlubang; and (4) tendangan gol. Validation of the game model involves 2 experts, namely lecturers of football courses and football coaches. The results of the validation of the target game model obtained the target game model pointed to 85.71%. Field test results to determine the feasibility of the target game model, based on the practitioners\u27 assessment in this case the extracurricular coach of MTs Yasiro Lembursawah, Sukabumi obtained a score of 29 from a maximum score of 35 with a percentage of 82.85% which means good / decent. So that the game model developed is suitable for use in improving shooting skills

    Sumbangan Koordinasi Mata-Kaki, Kelincahan, Keseimbangan Dinamis dan Fleksibilitas Togok Terhadap Kemampuan Menggiring Bola pada Permainan Sepakbola: Studi Korelasional pada Pemain Sepakbola Mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa berartinya sumbangan masing-masing variabel bebas (koordinasi mata-kaki, kelincahan, keseimbangan dinamis dan fleksibilitas togok) terhadap kemampuan menggiring bola dan untuk mengetahui seberapa berartinya sumbangan variabel bebas secara bersama-sama terhadap kemampuan menggiring bola. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan rancangan analisis regresi. Sampel adalah pemain sepak bola mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri dengan jumlah 40 dari total populasi 60. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data mengunakan analisis regresi dengan bantuan software SPSS versi 16. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) X1 memberikan sumbangan yang signifikan terhadap Y dengan thitung = 5,472 > ttabel = 2,021, (2) X2 memberikan sumbangan yang signifikan terhadap Y dengan thitung = 2,716 > ttabel = 2,021, (3) X3 memberikan sumbangan yang signifikan terhadap Y dengan thitung = 3,046 > ttabel = 2,021, (4) X4 memberikan sumbangan yang signifikan terhadap Y dengan thitung = 2,595 > ttabel = 2,021. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa variabel koordinasi mata-kaki memberikan kontribusi sebesar 29,5 %, variabel kelincahan sebesar 26,8 %, variabel keseimbangan dinamis sebesar 4,8 %, variabel fleksibilitas togok sebesar 5,8 %. Sedangkan seluruh variabel independen memberikan kontribusi sebesar 95,8 % terhadap kemampuan menggiring bola.The The objective of research was to find out the significant contribution of independent variables partially (eye-foot coordination, agility, dynamic balance, and torso flexibility) to dribbling ability and the significant contribution of independent variables simultaneously to dribbling ability. This research employed a correlational descriptive quantitative approach with regression analysis design. The sample of research was student football players in Nusantara PGRI University of Kediri, consisting of 40 taken from total population 60 players. The sampling technique used was simple random sampling one. Technique of analyzing data used was regression analysis with SPSS version 16 software help. The result of data analysis showed that: (1) X1 contributed significantly to Y with tstatistic =  5.472 > ttable = 2.021, (2) X2 contributed significantly to Y with tstatistic =  2.716 > ttable = 2.021, (3) X3 contributed significantly to Y with tstatistic =  3.046 > ttable = 2.021, (4) X4 contributed significantly to Y with tstatistic =  2.595 > ttable = 2.021. From the result of research, it could be concluded that eye-foot coordination variable contributed by 29.5%, agility variable by 26.8%, dynamic balance variable by 4.8%, and torsion flexibility variable by 5.8%. Meanwhile, all of independent variables contributed to dribbling ability by 95.8%

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇