Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
381 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Persepsi Atlet Wushu Sanda Senior pada Program Latihan dengan Motivasi Berprestasi dalam Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Tahun 2019
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi atlet wushu senior pada program latihan dengan motivasi berprestasi dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) tahun 2019. Penelitian ini menggunakan studi populasi pada atlet wushu yang tergabung di Puslatkot di Kota Kediri dengan jumlah atlet 14 orang yang terdiri dari 6 atlet putri dan 8 atlet putra. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala persepsi atlet wushu senior pada program latihan dengan nilai validitas sebesar 0,302 – 0,886 serta reliabilitas 0,949 serta skala motivasi berprestasi dengan nilai validitas sebesar 0,452 – 0,873 serta reliabilitas 0,962. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji korelasi product moment, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,477; p = 0,000 (p<0,05) artinya ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi atlet wushu senior pada program latihan dengan motivasi berprestasi pada atlet wushu senior.The purpose of this study was to determine the relationship between the perception of senior wushu athletes in the exercise program with achievement motivation in the face of Provincial Sports Week (PORPROV) in 2019. This study uses population studies on wushu athletes who are incorporated in Puslatkot in Kediri City with the number of athletes of 14 people consisting of 6 female athletes and 8 male athletes. The data collection tool used is the perception scale of the senior wushu athlete in the exercise program with the validity value of 0.302 - 0.886 and the reliability of 0.949 and the achievement motivation scale with the validity value of 0.452 - 0.873 and reliablitas 0,962. Data analysis using Pearson product moment correlation technique. Based on data analysis done by using product moment correlation test, obtained correlation coefficient value (r) 0,477; p = 0,000 (p <0,05) it means there is positive and significant relation between perception of senior wushu athlete in training program with achievement motivation in senior wushu athletes
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribble Sepakbola Melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Media Audio Visual
Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar matakuliah sepak bola dasar melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan bantuan media audio visual pada Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya untuk mengkaji model pembelajaran yang diterapkan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action research). Subyek Penelitian yang digunakan berjumlah 36 orang. Hasil dari penelitian adalah adanya peningkatan teknik dasar dribble sepak bola yang ditunjukkan pada rata-rata hasil belajar yang diperoleh pada siklus I yaitu 7 orang sangat baik (19,44%), 23 orang baik (63,89%) dan 6 orang cukup (16,67%), dengan keberhasilan tindakan secara klasikal sebesar (83,33%), berdasarkan rentang keberhasilan 65% - 84% berada dalam kategori baik. Pada siklus II yakni 7 orang sangat baik (19,44%), 27 orang baik (75%), dan 2 orang cukup (5,56%), keberhasilan tindakan secara klasikal (94,44%), berdasarkan rentang keberhasilan 85%-100% berada dalam kategori sangat baik dengan peningkatan 11,11% dari siklus I. Berdasarkan hasil siklus I dan II maka disimpulkan bahwa hasil belajar meningkat melalui model pembelajarah NHT dan media audio visual.The purpose of this study is to improve the learning results of basic football lesson through implementation of cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) with the help of audio visual media at the Department of Sport Coaching Education, Surabaya State University to study the applied learning model. In this study using Classroom Action Research Methods (Classroom Action research). Research subjects used amounted to 36 people. The result of the research is the improvement of the basic football dribble technique which is shown on the average of the learning outcomes obtained in cycle I are 7 very good people (19,44%), 23 good people (63,89%) and 6 people enough ( 16.67%), with the success of classical action (83.33%), based on the success range of 65% - 84% are in the Good category. In the second cycle of 7 people very good (19.44%), 27 good people (75%), and 2 people (5.56%), classical action success (94.44%), based on the success range of 85% -100% is in very good category with 11,11% increase from cycle I. Based on result of cycle I and II it is concluded that the learning result increase through model of learning NHT and audio visual media
Pengembangan Model Latihan Pasing Bawah Klub Bolavoli IKIP Budi Utomo Malang
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model latihan pasing bawah pada Tim Bolavoli IKIP Budi Utomo Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan research and development Borg and Gall. Hasil analisis persentase data dari uji validasi ahli diperoleh sejumlah 87,75% dengan kategori valid untuk ahli bolavoli dan 94,75% dengan kategori valid untuk ahli media, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan pada Tim Bolavoli IKIP Budi Utomo. Hasil uji lapangan pada kelompok kecil dengan subjek 8 Pemain diperoleh persentase 87,63% dengan kategori valid dan uji coba kelompok besar dengan subjek 20 Pemain diperoleh persentase sebesar 91,41% dengan kategori valid. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji lapangan, dapat disimpulkan bahwa model latihan pasing bawah bolavoli ini valid dan dapat digunakan pada Tim Bolavoli IKIP Budi Utomo Malang.Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model latihan pasing bawah pada Tim Bolavoli IKIP Budi Utomo Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan research and development Borg and Gall. Hasil analisis persentase data dari uji validasi ahli diperoleh sejumlah 87,75% dengan kategori valid untuk ahli bolavoli dan 94,75% dengan kategori valid untuk ahli media, sehingga dinyatakan valid dan dapat digunakan pada Tim Bolavoli IKIP Budi Utomo. Hasil uji lapangan pada kelompok kecil dengan subjek 8 Pemain diperoleh persentase 87,63% dengan kategori valid dan uji coba kelompok besar dengan subjek 20 Pemain diperoleh persentase sebesar 91,41% dengan kategori valid. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji lapangan, dapat disimpulkan bahwa model latihan pasing bawah bolavoli ini valid dan dapat digunakan pada Tim Bolavoli IKIP Budi Utomo Malang
Perkembangan Olahraga Tradisional Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan olahraga tradisional pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan fenomena penelitian akan dijelaskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Pengambilan sumber data menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Data hasil penelitian yang telah dikumpulkan sepenuhnya dianalisis secara kualitatif. Analisis data dilakukan setiap saat pengumpulan data di lapangan secara berkesinambungan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Perkembangan pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, pada awalnya jalur atau perahu hanya dijadikan sebagai alat transportasi bagi kaum bangsawan, (2) Perkembangan selanjutnya jalur berubah fungsi menjadi suatu perlombaan dan diadu kecepatannya, (3) Banyaknya peserta jalur dari luar daerah yang mengikuti event pacu jalur, (4) Partisipasi masyarakat yang menonton pacu jalur dari tahun ke tahun sangat meningkat dengan banyaknya wisatawan yang berdatangan ke Kuantan Singingi, (5) Olahraga tradisional pacu jalur menjadi penyumbang atlet dayung Provinsi Riau dan Indonesia. (6) Tahun 2017, pacu jalur memperoleh penghargaan sebagai destinasi pariwisata terpopuler di Indonesia dalam ajang Anugrah Pesona Indonesi (API) Kementerian Pariwisata.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan olahraga tradisional pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan fenomena penelitian akan dijelaskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Pengambilan sumber data menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Data hasil penelitian yang telah dikumpulkan sepenuhnya dianalisis secara kualitatif. Analisis data dilakukan setiap saat pengumpulan data di lapangan secara berkesinambungan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Perkembangan pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, pada awalnya jalur atau perahu hanya dijadikan sebagai alat transportasi bagi kaum bangsawan, (2) Perkembangan selanjutnya jalur berubah fungsi menjadi suatu perlombaan dan diadu kecepatannya, (3) Banyaknya peserta jalur dari luar daerah yang mengikuti event pacu jalur, (4) Partisipasi masyarakat yang menonton pacu jalur dari tahun ke tahun sangat meningkat dengan banyaknya wisatawan yang berdatangan ke Kuantan Singingi, (5) Olahraga tradisional pacu jalur menjadi penyumbang atlet dayung Provinsi Riau dan Indonesia. (6) Tahun 2017, pacu jalur memperoleh penghargaan sebagai destinasi pariwisata terpopuler di Indonesia dalam ajang Anugrah Pesona Indonesi (API) Kementerian Pariwisata
Perbandingan Latihan Bayangan dengan Drilling dan Strokes Terhadap Kecepatan Reaksi dan Ketepatan Smash
Pukulan smash merupakan salah satu teknik pukulan menyerang dalam permainan bulutangkis. Latihan pengulangan seperti bayangan, drilling dan strokes dapat meningkatkan kecepatan dan koordinasi gerakan. Namun, latihan kombinasi bayangan dengan drilling dan strokes dalam meningkatkan kecepatan reaksi dan ketepatan smash masih belum pernah dijelaskan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan latihan kombinasi bayangan dengan drilling (P1) lebih meningkatkan kecepatan reaksi dan ketepatan smash dibandingkan latihan kombinasi bayangan dengan strokes (P2). Penelitian ini termasuk eksperimental lapangan, subjek 18 orang dibagi secara random menjadi dua kelompok. Kedua kelompok diberi perlakuan 6 minggu dengan frekuensi latihan 4 kali seminggu. Tes kecepatan reaksi menggunakan alat whole body reaction dan tes ketepatan smash menggunakan tes kemampuan ketepatan smash. Hasil uji t berpasangan pada kecepatan reaksi P1 0,277±0,08 dan P2 0,270±0,629, ketepatan smash P1 11,25±3,732 dan P2 8,625±2,446, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kecepatan reaksi dan ketepatan smash yang signifikan. Hasil uji t independent perubahan pretest ke posttest pada P1 dan P2 adalah 0,832 dan 0,118, maka terdapat perbedaan perubahan peningkatan kemampuan yang tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah latihan kombinasi bayangan dengan drilling dan latihan kombinasi bayangan dengan strokes keduanya dapat meningkatkan kemampuan kecepatan reaksi dan ketepatan smash bulutangkis.Pukulan smash merupakan salah satu teknik pukulan menyerang dalam permainan bulutangkis. Latihan pengulangan seperti bayangan, drilling dan strokes dapat meningkatkan kecepatan dan koordinasi gerakan. Namun, latihan kombinasi bayangan dengan drilling dan strokes dalam meningkatkan kecepatan reaksi dan ketepatan smash masih belum pernah dijelaskan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan latihan kombinasi bayangan dengan drilling (P1) lebih meningkatkan kecepatan reaksi dan ketepatan smash dibandingkan latihan kombinasi bayangan dengan strokes (P2). Penelitian ini termasuk eksperimental lapangan, subjek 18 orang dibagi secara random menjadi dua kelompok. Kedua kelompok diberi perlakuan 6 minggu dengan frekuensi latihan 4 kali seminggu. Tes kecepatan reaksi menggunakan alat whole body reaction dan tes ketepatan smash menggunakan tes kemampuan ketepatan smash. Hasil uji t berpasangan pada kecepatan reaksi P1 0,277±0,08 dan P2 0,270±0,629, ketepatan smash P1 11,25±3,732 dan P2 8,625±2,446, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kecepatan reaksi dan ketepatan smash yang signifikan. Hasil uji t independent perubahan pretest ke posttest pada P1 dan P2 adalah 0,832 dan 0,118, maka terdapat perbedaan perubahan peningkatan kemampuan yang tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah latihan kombinasi bayangan dengan drilling dan latihan kombinasi bayangan dengan strokes keduanya dapat meningkatkan kemampuan kecepatan reaksi dan ketepatan smash bulutangkis
Model Rangkaian Tes Keterampilan Tenis Lapangan pada Pemain Putra Kelompok Usia 12-14 Tahun
Penelitian bertujuan untuk menghasilkan rangkaian tes keterampilan tenis lapangan pada pemain PTR usia 12-14 tahun yang baik. Penelitian pengembangan ini mengikuti langkah-langkah yang digunakan oleh Gall & Borg ll yang dimodifikasi oleh peneliti karena pertimbangan waktu dan biaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet tenis lapangan kelompok usia 12 sampai 14 tahun di Kabupaten Landak dan merupakan atlet unggulan yang berjumlah 11 atlet. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu teknik sampel acak atau random sampling dan teknik sampel tidak acak atau nonrandom sampling. Pada saat uji coba instrumen menggunakan teknik sampel acak, yaitu dengan stratified random sampling dan penentuan selektor ktiterion menggunakan teknik sampel tidak acak, yaitu dengan sampling judgement. Teknik analisis data menggunakan metode analisis “Wherry Dolittle” dengan bantuan SPSS dan Microsoft Office Exel. Hasil pengembangan dari penelitian ini ialah keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang pemain tenis PTR kelompok usia 12 – 14 tahun dengan urutan yang paling besar pengaruhnya terhadap prestasi atlet adalah keterampilan forehand dan backhand volley tenis, keterampilan service ketepatan tenis dan keterampilan groundstroke forehand.This study aims to produce a series of field tennis skills tests for good male players aged 12-14 years. This study uses a quantitative approach. Independent variables in this study were 7 skills, namely service, straightforward target forehand groundstroke, crossed forehand target groundstroke, straight target backhand groundstroke, crossed backhand groundstroke, forehand / backhand volleyball, tennis rally ability. The sample used in this study was a tennis court athlete aged 12 to 14 years in Landak Regency and was a superior athlete. The sampling technique in this study uses two methods, namely random sampling or random sampling techniques and nonrandom sampling techniques. At the time of the instrument testing using a random sample technique, namely by stratified random sampling and determination of the titreion selector using non-random sampling technique, namely by sampling judgment. Data analysis techniques using the analysis method "Wherry Dolittle" with the help of SPSS and Microsoft Office Exel. From the description above it is concluded to get a good athlete the need for the selection process as early as possible related to the field of tennis and then follow a good training process as well. Field tennis talent test instruments have not been used in the selection of talented athletes. For this reason, there is a need to test the tennis court talent. The test instrument has also not known its accuracy in terms of predicting the ability or talent of athletes. Study and research are needed beforehand to produce a field tennis talent test instrumen
Pengaruh Latihan Traditional Push Up, Plyometric Push Up, dan Incline Push Up Terhadap Kekuatan Otot Lengan, Power Otot Lengan, dan Daya Tahan Otot Lengan
Tujuan penelitian ini adalah untuk peningkatan performa fisik otot lengan siswa ekstrakulikuler putra SMAN 2 Lamongan yang memiliki kelemahan saat dilakukan evaluasi fisik. Empat puluh siswa sehat dengan melihat status gizi melalui indeks masa tubuh (IMT) dipilih sesuai dengan kriteria dan dilakukan pretest dan pemeringkatan sehingga masuk dalam pengelompokan traditional push up, plyometric push up, incline push up dan kelompok kontrol. Push up 30 detik, push up 60 detik dan medicine ball test digunakan untuk mengukur peningkatan kinerja. Ketiga kelompok berpartisipasi dalam penelitian tiga hari dalam seminggu selama enam minggu dan menyelesaikan 18 sesi pelatihan, pada frekuensi 3 sesi per minggu. Hasil uji paired sample t-test dalam kelompok traditional push up menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan dan daya tahan, kelompok plyometric push up menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan dan power, dan kelompok incline push up menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan dan daya tahan. Disimpulkan dari penelitian ini bahwa pelatihan traditional push up, plyometric push up dan incline push up ketiganya efektif untuk peningkatan kinerja tubuh bagian atas.The purpose of this study was to improve the physical performance of arms extracurricular students arm of SMAN 2 Lamongan students who have weaknesses during physical evaluation. Forty healthy students by looking at nutritional status through body mass index (BMI) were selected according to criteria and performed pretest and rankings so that they were included in traditional push up, plyometric push up, incline push up and control group. 30 seconds push up, 60 seconds push up and medicine ball test are used to measure performance improvement. All three groups participated in the study three days a week for six weeks and completed 18 training sessions, at a frequency of 3 sessions per week. The result of paired sample t-test in traditional push-up group showed significant influence on strength and endurance variables, plyometric push up group showed significant influence on strength and power variables, and incline push up group showed significant influence on strength and endurance variables. It was concluded from this research that the training of traditional push up, plyometric push up and incline push up are effective for improving upper body performance
Pengembangan Video Pembelajaran Bulutangkis Teknik Dasar Langkah Kaki
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk video pembelajaran bulutangkis teknik dasar langkah kaki yang terdiri dari (1) menyusun naskah video pembelajaran bulutangkis teknik dasar langkah kaki, (2) mengembangkan video belajar bulutangkis teknik dasar langkah kaki, yang berisi materi teknik teknik dasar, yaitu: (a) langkah kaki ke kiri depan, (b) langkah kaki ke kanan depan, (c) langkah kaki ke samping kanan, (d) langkah kaki ke samping kiri, (e) langkah kaki ke kanan belakang, dan (f) langkah kaki ke kiri belakang. Metode yang digunakan dalam pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Borg dan Gall yang terdiri atas sepuluh langkah, namun dengan pertimbangan waktu dan biaya, peneliti hanya memodifikasi menjadi tujuh langkah. Hasil pengembangan penelitian ini adalah: (1) naskah video belajar bulutangkis teknik dasar langkah kaki, (2) video belajar bulutangkis teknik dasar langkah kaki dalam format digital versatile disc (DVD). Berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan ahli pembelajaran bulutangkis, serta hasil uji coba lapangan, hasil produk yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media dalam pembelajaran pada materi bulutangkis teknik dasar langkah kaki, di SMAK Kolese Santo Yusup Malang.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk video pembelajaran bulutangkis teknik dasar langkah kaki yang terdiri dari (1) menyusun naskah video pembelajaran bulutangkis teknik dasar langkah kaki, (2) mengembangkan video belajar bulutangkis teknik dasar langkah kaki, yang berisi materi teknik teknik dasar, yaitu: (a) langkah kaki ke kiri depan, (b) langkah kaki ke kanan depan, (c) langkah kaki ke samping kanan, (d) langkah kaki ke samping kiri, (e) langkah kaki ke kanan belakang, dan (f) langkah kaki ke kiri belakang. Metode yang digunakan dalam pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Borg dan Gall yang terdiri atas sepuluh langkah, namun dengan pertimbangan waktu dan biaya, peneliti hanya memodifikasi menjadi tujuh langkah. Hasil pengembangan penelitian ini adalah: (1) naskah video belajar bulutangkis teknik dasar langkah kaki, (2) video belajar bulutangkis teknik dasar langkah kaki dalam format digital versatile disc (DVD). Berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan ahli pembelajaran bulutangkis, serta hasil uji coba lapangan, hasil produk yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media dalam pembelajaran pada materi bulutangkis teknik dasar langkah kaki, di SMAK Kolese Santo Yusup Malang
Peningkatan Daya Tahan, Kelincahan, dan Kecepatan pada Pemain Futsal: Studi Eksperimen Metode Circuit Training
Penelitian ini bertujuan untuk melihat manakah yang lebih baik antara latihan fisik circuit training menggunakan bola dengan circuit training tanpa bola terhadap peningkatan daya tahan, kelincahan dan kecepatan serta mengetahui peningkatan kecepatan, kelincahan dan daya tahan peserta ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Kebomas Gresik, pembagian kelompok di lakukan dengan ordinal pairing setelah di lakukan tes awal sehingga kelompok terbagi menjadi tiga yakni kelompok circuit training dengan bola dan tanpa bola serta kelompok kontrol. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Quasi Experimental (Pretest-Postest Design). Data hasil penelitian yang peroleh sebagai berikut: pretest dan posttest kelompok circuit training dengan bola terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan dan daya tahan (0,000<0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan, kelompok circuit training dengan bola terhadap peningkatan terhadap kecepatan, kelincahan dan daya tahan. Circuit training tanpa bola terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan (0,000<0,05) dan terhadap daya tahan (0,002<0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan, sedangkan pada kelompok kontrol (0,004<0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan pada kecepatan sedangkan pada kelincahan (0,989>0,05) dan daya tahan (0,476>0,05), artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Disimpulkan dari penelitian ini bahwa pelatihan circuit training dengan bola dan tanpa bola efektif untuk peningkatan kecepatan, kelincahan dan daya tahan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat manakah yang lebih baik antara latihan fisik circuit training menggunakan bola dengan circuit training tanpa bola terhadap peningkatan daya tahan, kelincahan dan kecepatan serta mengetahui peningkatan kecepatan, kelincahan dan daya tahan peserta ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Kebomas Gresik, pembagian kelompok di lakukan dengan ordinal pairing setelah di lakukan tes awal sehingga kelompok terbagi menjadi tiga yakni kelompok circuit training dengan bola dan tanpa bola serta kelompok kontrol. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Quasi Experimental (Pretest-Postest Design). Data hasil penelitian yang peroleh sebagai berikut: pretest dan posttest kelompok circuit training dengan bola terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan dan daya tahan (0,000<0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan, kelompok circuit training dengan bola terhadap peningkatan terhadap kecepatan, kelincahan dan daya tahan. Circuit training tanpa bola terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan (0,000<0,05) dan terhadap daya tahan (0,002<0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan, sedangkan pada kelompok kontrol (0,004<0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan pada kecepatan sedangkan pada kelincahan (0,989>0,05) dan daya tahan (0,476>0,05), artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Disimpulkan dari penelitian ini bahwa pelatihan circuit training dengan bola dan tanpa bola efektif untuk peningkatan kecepatan, kelincahan dan daya tahan
Kondisi Fisik Atlet Anggar Kota Surakarta
Kondisi fisik merupakan komponen terpenting dalam pencapaian prestasi. Kondisi fisik ialah hal mutlak yang wajib dimiliki oleh atlet di dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga yang optimal, sehingga segenap kondisi fisiknya harus dikembangkan dan ditingkatkan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kondisi fisik atlet anggar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet anggar Kota Surakarta yang berjumlah 34 atlet. Data diperoleh melalui tes dan pengukuran dengan item tes : 1) tes daya tahan, 2) tes kecepatan, 3) tes kecepatan reaksi, dan 4) dan kekuatan otot tungkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 2 (6%) atlet pada kategori sangat baik, 4 (12%) atlet pada kategori baik, 22 (64%) atlet pada kategori sedang, 5 (15%) atlet pada kategori kurang, dan 1 (3%) atlet pada kategori kurang sekali. Kesimpulan, kondisi fisik atlet anggar Kota Surakarta pada kategori sedang.Physical condition is the most important component in achievement. Physical condition is an absolute thing that must be possessed by athletes in developing and improving optimal sports performance, so that all their physical conditions must be developed and improved according to the characteristics and needs of each sport. The purpose of this study was to measure the physical condition of fencing athletes. The population in this study were all Surakarta City fencing athletes totaling 34 athletes. Data is obtained through tests and measurements with test items: 1) endurance test, 2) speed test, 3) reaction speed test, and 4) and leg muscle strength. The results showed that 2 (6%) athletes in the excellent category, 4 (12%) athletes in the good category, 22 (64%) athletes in the moderate category, 5 (15%) athletes in the less category, and 1 (3 %) athletes in the category are very few. Conclusion, the physical condition of Surakarta City fencing athletes in the medium category