Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    Relevansi antara self efficacy dengan kecemasan sebelum bertanding pada atlet futsal putri

    Get PDF
    The athletes performance will be excellent with the support of healthy mind. Psychological state such as anxiety must be lessened to achieve the desired performance. Several previous studies suggest that anxiety is closely related to self-efficacy. Positive self-efficacy helps the athletes in controlling their anxiety. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and anxiety before the match. The research involves 44 female futsal athletes of Sebelas Maret University in Surakarta. To measure the variables in this study, the anxiety scale before the match (reliability = 0.927) and self-efficacy scale (reliability = 0.859) are used. Hypothesis test result of r = -0.334 shows that there is a negative and significant relationship between self-efficacy and anxiety before the match, which means the lower self-efficacy, the higher athletes’ anxiety before the match (P = 0.023; p <0.05). This research is limited to female futsal athletes. Further studies are expected to involve male athletes and other sports.Performa atlet akan maksimal ketika atlet mampu mengelola mentalnya dengan lebih baik. Aspek mental seperti kecemasan harus diminimalisir untuk mencapai performa yang diinginkan. Beberapa penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa kecemasan yang dialami berhubungan erat dengan self-efficacy. Self-efficacy yang bersifat positif akan membantu atlet dalam mengendalikan kecemasan yang dirasakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan sebelum bertanding. Penelitian ini melibatkan 44 atlet futsal putri Universitas Sebelas Maret Surakarta. Untuk mengukur variabel pada penelitian ini digunakan skala kecemasan sebelum bertanding (reliabilitas=0,927) dan skala self-efficacy (reliabilitas=0,859). Hasil uji hipotesis r=-0,343 menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara­ self-efficacy dengan kecemasan sebelum bertanding, artinya semakin rendah self-efficacy maka semakin tinggi kecemasan sebelum bertanding pada atlet (P= 0,023; p<0,05). Penelitian ini terbatas pada atlet futsal putri. Studi lanjutan diharapkan dapat melibatkan atlet putra dan dari berbagai cabang olahraga

    Physical and psychological ability factors supporting the skills of Papua football elite athletes

    Get PDF
    Tujuan utama dari riset yang telah dilakukan yakni analisis faktor kemampuan fisik serta psikologis dengan prestasi pada atlet sepakbola usia 16-21 tahun. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, menggunakan desain analisis faktor konfirmatori dengan metode satistik multivariat yang mengukur variabel dominan kemampuan fisik dan psikologis dalam keterampilan sepakbola. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 34 orang atlet sepakbola Papua Indonesia, dilaksanakan pada Agustus 2019 menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni: (1) pengukuran anatomi tubuh; (2) tes kemampuan biomotor; (3) pengukuran psikologis; (4) tes teknik keterampilan sepakbola. Adapun hasil dari penelitian ini yakni: (1) faktor kecepatan lari memberikan dampak signifikan bagi keterampilan teknik dengan nilai kontribusi 0,702, dan (2) faktor daya tahan tubuh memberikan tidak memberikan dampak signifikan untuk keterampilan teknik dengan nilai kontribusi 0,248. Kemudian kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa faktor yang paling dominan memberikan pengaruh pada keterampilan permainan sepakbola adalah kecepatan, sedangkan yang terendah daya tahan. Hasil riset yang telah dilaksanakan memberikan gambaran kepada pelatih/atlet, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai rujukan, karena memberikan kontribusi dalam pembinaan olahraga prestasi. Namun, keterbatasan dari penelitian ini adalah baru dilaksanakan pada olahraga sepakbola di Papua dan terbatas pada atlet PON (Pekan Olahraga Nasional), sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan yang lebih luas cakupannya.The main objective of this study was to analyze the physical and psychological ability factors that affect the achievement of football athletes between the ages of 16-21 years. The approach taken in this study was quantitative, using a confirmatory factor analysis design with multivariate statistical methods. This approach measures the dominant variables of physical and psychological abilities in football skills. The subjects used in this study were 34 Papua football athletes who were selected using the purposive sampling conducted in August 2019. The instruments used were body anatomy measurement, biomotor ability test, psychological measurement, and football skill technical test. The results of this study showed that running speed factor had a significant impact on technical skills with a contribution value of 0.702. Furthermore, it showed that endurance factor with a contribution value of 0.248 did not have a significant impact on technical skills. Therefore, it was concluded that the most dominant factor influencing the Papua football team skills was speed, while the lowest was endurance. This study was beneficial to trainers/athletes, researchers, and stakeholders because its results were used as references in achieving sports coaching. However, the limitation of this study was that it has only been carried out in the football sport in Papua and is limited to PON (National Sports Week) athletes. Therefore, further studies are needed with a wider scope

    The effect of 2.8% fluid loses (dehydration) on the 400-meter running performance

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini membuktikan efek dehidrasi sampai dengan 2.8% terhadap prestasi lari 400 meter. Permasalahan dalam penelitian secara praktis kesadaran akan hidrasi ketika melakukan aktivitas jasmani terutama olahraga masih kurang, sehingga perlu bukti untuk mengetahui pengaruh dehidrasi terhadap kinerja terutama pelaku olahraga.  Metode penelitian dengan quasi one group pretest post test desain. Sampel terdiri dari 25 mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga 6 putri dan 19 putra. Dilakukan prosedur, pengukuran berat badan, tes lari 400 meter, penghitungan dehidrasi 2.8% dari berat badan, dan tes lari 400 meter. Treatment dehidrasi sampai 2.8% berjemur pasif dengan mengenakan jas hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Data dianalisis dengan Uji non parameterik Wilcoxon. Hasil perhitungan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 yang menunjukkan terjadi perbedaan prestasi lari sebelum dan sesudah dehidrasi. Waktu tempuh rerata 112.48 detik menjadi 146.32 detik, terjadi kenaikan waktu tempuh 30%. Implikasi hasil penelitian ini adalah untuk olahraga prestasi, perlu diperhatikan level hidrasi atlet agar prestasi tidak mengalami penurunan drastic dan perlu upaya untuk mengatur asupan cairan.This study aims to authenticate the effect of 2.8% dehydration on 400-meter running performance. The research problem is based on the lacking of hydration level awareness while performing physical activities. Hence, the study on the effect of 2.8% dehydration on sports performance is important to be carried out. This research applies one group pre-test and post-test design. The samples consist of 25 sports coaching education students; 6 females and 19 males. The procedures performed are body weight measurement, 400-meter running test, and dehydration calculation of 2.8% of body weight. The treatment for dehydration is up to 2.8% in passive sunbathing wearing a raincoat. The result shows that the data is not normally distributed. The significance of the Wilcoxon test is 0.000, which means there are statistically significant differences in running achievement before and after dehydration. The average travel time increases from 112.48 seconds to 146.32 seconds, which means 30% increase. The suggestions of this study, especially for performance sports, are the athlete\u27s hydration level must be monitored so that performance does not decrease drastically, and fluid intake should be managed appropriately

    Analisis gangguan menstruasi pada atlet putri selama pelatihan yang intensif

    Get PDF
    Pelatihan yang berat dan melelahkan yang dilakukan oleh atlet, tentunya memiliki dampak negatif pada kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gangguan menstruasi pada atlet putri selama pelatihan yang intensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan metode survey test. Populasi penelitian ini adalah 15 atlet putri pada tim softball Jawa Tengah yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentase. Data yang berhasil dikumpulkan yaitu: karakteristik responden, siklus menstruasi, dan ovulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden penelitian ini memiliki usia rerata 20,46 ± 2,09, rerata tinggi badan 159,6 ± 5,13, rerata berat badan 58,13 ± 8,12, rerata IMT 22,95 ± 2,34, dan rerata skor GPAQ 11363 ± 1621,03. Hasil pemeriksaan ouvutest menunjukkan 47% dari responden penelitian mengalami ovulasi, sedangkan 53% dari responden penelitian mengalami anovulasi. Kesimpulan penelitian ini hampir keseluruhan responden memiliki periode menstruasi yang normal, tetapi yang mengejutkan adalah lebih dari setengah dari populasi atlet putri yang mengikuti pelatihan intensif mengalami gangguan menstruasi berupa anovulasi. Maka dari itu perlu dilakukan upaya pemulihan gangguan tersebut untuk mencegah efek negatif seperti penurunan performa fisik. Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut untuk memastikan tidak terdapat gangguan kesehatan lainnya.Pelatihan berat dan melelahkan yang dilakukan oleh atlet, tentunya memiliki dampak negatif pada kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gangguan menstruasi pada atlet putri selama pelatihan yang intensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan metode survey test. Populasi penelitian ini adalah 15 atlet putri dalam tim softball Jawa Tengah yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentase. Data yang berhasil dikumpulkan yaitu: karakteristik responden, siklus menstruasi dan ovulasi. Hasil penelitian ini, karakteristik responden penelitian ini memiliki usia rerata 20,46 ± 2,09, rerata tinggi badan 159,6 ± 5,13, rerata berat badan 58,13 ± 8,12, rerata IMT 22,95 ± 2,34, dan rerata skor GPAQ 11363 ± 1621,03. Hasil pemeriksaan ouvutest menunjukkan 47% dari responden penelitian mengalami ovulasi, sedangkan 53% dari responden penelitian mengalami anovulasi. Kesimpulan penelitian ini hampir keseluruhan responden memiliki periode menstruasi yang normal, tetapi yang mengejutkan adalah lebih dari setengah dari populasi atlet putri yang mengikuti pelatihan intensif mengalami gangguan menstruasi berupa anovulasi. Sehingga, perlu dilakukan upaya pemulihan gangguan tersebut untuk menghidari efek negatif seperti penurunan performa fisik. Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut untuk memastikan tidak terdapat gangguan kesehatan lainnya

    Healthy fitness zone: identification of body fat percentage, body mass index and aerobic capacity for students

    Get PDF
    This study aimed to overview student fitness as detected from the Healthy Fitness Zone with the aspects measured were Body Fat Percentage, Body Mass Index, and Aerobic Capacity. This research method is descriptive correlational. The subjects of this study were 68 physical education students. The norm used in this study is the Fitnessgram to observe the Healthy Fitness Zone (HFZ) in students. The results showed that the students\u27 fitness was high-grade with the percentage of BFP who were in the HFZ criteria of 91.2%, BMI in the HFZ criteria of 72.1%, and Aerobic Capacity in the HFZ criteria of 80.9%. Meanwhile, the correlation shows a significant relationship, with the value of Correlation (R) = 0.570 and sig. = 0.000 <0.05. It can be concluded that there is a significant relationship between Body Mass Index and Body Fat Percentage with the Aerobic Capacity of physical education students.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kebugaran mahasiswa yang dilihat dari Healthy Fitness Zone dengan aspek yang diukur adalah Body Fat Percentage, Body Mass Index dan Aerobic Capacity. Metode penelitian ini deskriptif korelasional, subjek penelitian ini adahal 68 mahasiswa pendidikan jasmani. Norma yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fitnessgram untuk melihat Healthy Fitness Zone (HFZ) pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebugaran mahasiswa sudah baik dengan persentase BFP yang berada pada kriteria HFZ sebesar 91,2%, BMI yang berada pada kriteria HFZ sebesar 72,1% dan Aerobic Capacity yang berada pada kriteria HFZ sebesar 80,9%. Sedangkan untuk korelasi menunjukan nilai Correlation (R) = 0,570 dan sig. = 0,000 < 0,05 maka terdapat hubungan yang signifikan, dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan Body Mass Index dan Body Fat Percentage dengan Aerobic Capacity mahasiswa pendidikan jasmani

    The effect of temperature and humidity on vo2max of PPLP athletes in Java, Indonesia

    Get PDF
    Efek dari lingkungan yang panas pada kinerja aerobik belum didokumentasikan dengan baik. Suhu dan kelembaban suatu lingkungan berpengaruh terhadap fisiologis tubuh dan dapat memengaruhi penampilan fisik, serta proses oxygen intake (VO2Max) yang kurang optimal. Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan apakah suhu lingkungan dapat berpengaruh terhadap kondisi tubuh pada saat berolahraga. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek suhu lingkungan yang berbeda terhadap VO2max pada atlet PPLP se-Pulau Jawa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi observasional, di manaeneliti hanya melakukan observasi pada satu saat, tanpa memberikan intervensi pada variabel yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 80 Atlet PPLP se-Pulau Jawa. Di antaranya yaitu; Jawa Tengah (20 Atlet), Jawa Timur (20 Atlet), Jawa Barat (20 Atlet) dan DIY Yogyakarta (20 Atlet). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa VO2max secara signifikan dapat berkurang pada suhu dan kelembaban 34°C/70% dan 32°C/60% dibandingkan dengan suhu dan kelembaban 23°C/69% dan 31°C/50%. Kinerja aerob sangat dipengaruhi oleh fungsi kardiovaskular. Lingkungan yang panas meningkatkan aliran darah kulit yang mengubah fungsi kardiovaskular. Sehingga hal ini dapat memengaruhi penurunan terhadap oxygen intake (VO2max).The effects of a hot environment on aerobic performance study have not been well documented. The temperature and humidity of an environment affect the body\u27s physiology, influence physical appearance, and affect the less advantageous process of oxygen intake (VO2Max). Hence, a question arises in this study is the effect of environmental temperatures on the body condition while exercising. Accordingly, the purpose of this study is to examine the effect of different environmental temperatures on VO2max of PPLP (Students education and training center/pusat pendidikan dan latihan pelajar) athletes in java island, Indonesia. This study employs an observational study method, in which the researcher only observes at one time, without intervention on the examined variables. The subjects are 80 PPLP athletes from Java, specifically 20 Athletes of Central Java, 20 Athletes of East Java,20 Athletes of West Java and 20 Athletes of Yogyakarta. The results of this study indicate that VO2max is significantly decreased at the air temperature of 34°C with relative humidity of 70% and the air temperature of 32°C with relative humidity of60% compared to the air temperature of 23°C with relative humidity of 69% and the air temperature of 31°C with relative humidity of 50%. Aerobic performance is intensely influenced by cardiovascular function. A hot environment increases the blood flow of the skin, which changes cardiovascular function. Consequently, this decreases oxygen intake (VO2max)

    The effectiveness of warm, cold and contrast water therapy on pain, fatigue, and muscular endurance

    Get PDF
    Terapi air merupakan terapi yang sangat efektif dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri, kelelahan, dan daya tahan otot. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan mengetahui keefektifan jenis terapi air dengan menggunakan air hangat, dingin, dan kontras terhadap rasa nyeri, kelelahan dan daya tahan otot pada pemain bulu tangkis UNY. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperiment designs dengan rancangan three group time series. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui tes dan pengukuran. Instrumen untuk mengukur rasa nyeri dengan scale rating numeric, kelelahan diukur dengan whole body reaction dan daya tahan otot menggunakan wall sit. Analisis data menggunakan teknik Anava (analisis varians). Hasil penelitian disimpulkan bahwa terapi air hangat efektif untuk mengatasi kelelahan dan efektif meningkatkan daya tahan otot dengan nilai signifikansi variabel kelelahan 0,008 dan daya tahan otot 0,002. Terapi air dingin efektif menurunkan nyeri dengan nilai signifikansi 0,048 dan terapi air kontras memiliki efektivitas terhadap rasa nyeri, kelelahan dan daya tahan otot dengan nilai signifikansi variabel rasa nyeri 0,001, kelelahan 0,004 dan daya tahan otot 0,001. Terapi air yang paling efektif untuk meredakan kelelahan dengan menggunakan air hangat. Sedangkan terapi air yang paling efektif untuk menurunkan rasa nyeri dan meningkatkan daya tahan otot dengan menggunakan air kontras.Water therapy is very effective to overcome pain, fatigue, and muscular endurance. The purpose of this study was to test and determine the effectiveness of warm, cold, and contrast water therapy on pain, fatigue and muscular endurance, among badminton players of Yogyakarta State University. The method used in this study was the quasi experimental design with three group time series. The samples were obtained through purposive sampling. However, the data collection was carried out using tests and measurements. The instruments used to measure pain, fatigue and muscular endurance were numerical rating scales, whole body reactions and wall sit, respectively. Data analysis was carried out using analysis of variance (ANOVA) technique. The results of this study showed that warm water therapy was effective in relieving fatigue and increasing muscular endurance with a significance value of 0.008 and 0.002 respectively. Furthermore, it showed that cold water therapy was effective in reducing pain with a significance value of 0.048 and contrast water therapy had an effect on pain, fatigue and muscle endurance with a significance value of 0.001, 0.004 and 0.001, respectively. Therefore, warm water was the most effective water therapy to relieve fatigue while contrast water was most effective in reducing pain and increasing muscular endurance

    Efektivitas Pelatihan Split Squat Jump Terhadap Ketepatan Spike Bola Voli

    Get PDF
    Spike merupakan salah satu teknik serangan pada permainan bolavoli yang sangat penting untuk ditingkatkan, karena spike merupakan salah satu cara untuk mendapatkan poin dan kemenangan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas efektivitas pelatihan split squat jump sebagai alternatif pengembangan teknik ketepatan spike. Penggunaan metode penelitian yang digunakan jenis eksperimen (one-group pretest-posttest design) dan populasinya adalah keseluruhan anggota ekstrakulikuler SMK PGRI Karisma Bangsa dengan jumlah 30 siswa. Uji prasyarat normalitas dan homogenitas dilalui, menghasilkan data berdistibusi normal serta homogen. Kemudian analisis deskriptif dan kelanjutan model statistik efektivitas memakai uji-t, menghasilkan penjelasan bahwa setelah mengikuti pelatihan split squat jump mengalami peningkatan ketepatan teknik spike 77,77% dan program pelatihan split squat jump membeikan efek positif signifikan (thitung = 10,78 > ttabel = 1,679) terhadap ketepatan spike bolavoli dan menjadi alternatif untuk program pelatihan atlet dalam meningkatkan teknik spike bolavoli di Indonesia.Setiap altet cabang olahraga diperlukan peningkatan keterampilan teknik dasar terutama teknik serangan, sama dengan cabang olahraga bola voli. Meningkatkan teknik serangan bola voli melalui spike paling efektif dilakukan untuk mencapai kemengan dalam permainan. Untuk itu, tujuan artikel membahas efektivitas perlatihan split squat jump sebagai alternatif pengembangan teknik ketepatan spike. Penggunaan metode penelitian yang digunakan jenis eksperimen (One-Group Pretest-Posttest Design) dan populasi yang diambil keseluruhan anggota ekstrakulikuler SMK PGRI Karisma Bangsa, penentuan jumlah sampel yang digunakan artikel ini berjumlah 30 siswa merujuk pada teori teknik purposive sample. Sebelum data dibahas dilakukan uji prasyarat yang menghasilkan data berdistibusi normal, homogen dan kemudian model kelanjutan statistik uji-t, menghasilkan penjelasan mengikuti pelatihan split squat jump dapat meningkatkan ketepatan teknik spike pada sampel kelas anggota. Dibuktikan nilai statistik uji-t diperoleh thitung 10,78 >  ttabel 1,697 (thitung lebih besar dari ttabel). Artinya program pelatihan split squat jump efektif meningkatkan pemahaman atau keterampilan ketepatan spike bola voli pada anggota ekstrakulikuler SMK PGRI Karisma Bangsa dan alternatif untuk program pelatihan atlet dalam meningkatkan kemampuan teknik bola voli di Indonesia

    The influence of UMAC-CPF training models in improving Indonesian cerebral palsy football players

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model latihan UMAC-CPF dalam meningkatkan kelincahan pemain Tim Cerebral Palsy Football Indonesia Asean Paragames Philippines 2020. Rancangan penelitian dengan one group pretest-posttest design menggunakan metode penelitian pre-experimental. Sampel penelitian semua atlet sepakbola cerebral palsy Tim Indonesia Asean Paragames 2020 yaitu 14 orang. Data dikumpulkan dengan instrument Arrow Head Test. Teknis analisis data uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model latihan  UMAC-CPF secara signifikan meningkatkan kelincahan pemain dengan nilai thitung sebesar 9.169, sehingga dapat disimpulkan bahwa model latihan UMAC-CPF layak digunakan untuk meningkatkan kelincahan Pemain Tim CP Football Indonesia Asean Paragames Philippines 2020. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti lain dengan melibatkan faktor lain seperti kecepatan, power, dan daya tahan.This study aims to determine the effect of UMAC-CPF training model in increasing the agility of Indonesian Cerebral Palsy Football Team for Asean Para Games 2020 in Philippines. The research applies one group pretest-posttest design using pre-experimental research methods. The research samples are 14 athletes of Indonesian Cerebral Palsy Football team for Asean Para Games 2020. Data is collected using the Arrow Head Test instrument. Technical analysis employs t-test data with a significance level of 5%. The result of the data analysis shows that UMAC-CPF training model significantly improves the player\u27s agility with a t_count of 9,169, so it can be concluded that UMAC-CPF training model is suitable to improve the agility of Indonesian CP Football Players. This study is potentially studied further by involving other factors such as speed, power, and endurance

    The effectiveness of microcontroller-based volleyball service test kits

    Get PDF
    Ilmu pengetahuan dengan cepat harus menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Berbagai cabang olahraga telah menggunakan kemajuan teknologi sebagai penunjang kegiatan baik dalam pembelajaran ataupun saat latihan khususnya pada olahraga cabang permainan bolavoli. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas alat tes servis bolavoli berbasis mikrokontroller yang terdiri dari komponen-komponen seperti high performance, low power avr® 8-bit microcontroller unit, advanced risc architecture, high endurance non-volatile memory segments, peripheral features, special microcontroller features, dan menggunakan perangkat yang lain agar dapat digunakan untuk mengukur tes servis bolavoli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Instrumen tes yang digunakan berupa tes keterampilan servis bolavoli. Subjek dalam penelitian ini yaitu untuk kelas pemula subjek penelitian mahasiswa semester 2 yang bukan merupakan atlet bolavoli, kemudian pada mahasiswa yang ekstrakurikulernya bolavoli, dan kelompok ketiga pada mahasiswa yang termasuk pada atlet nasional dan daerah dengan jumlah subjek sebanyak 60 orang. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai keefektifan sebesar 99,04% dengan mengklasifikasikan subjek penelitian menjadi tiga tingkat yang berbeda. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa alat tes servis bolavoli berbasis mikrokontroller ini efektif digunakan baik bagi pemula hingga atlet professional.Science must develop promptly in accordance with the modern development. Many sports have employed technological innovations to support learning and training activities, especially in volleyball. This study aims to test the effectiveness of microcontroller-based volleyball service test kit consisting of components such as high performance, low power Avr® 8-bit microcontroller units, advanced risc architecture, high endurance non-volatile memory segments, peripheral features, special microcontroller features, and others to measure the volleyball service skills. This research uses quantitative research methods. The test instrument is volleyball service skills test. The subjects in this study are 60 people divided into several group; the beginner group consists of the second semester students who are not volleyball athletes, another group consists of students joining volleyball extracurricular, and the last group consists of students who become the national and regional athletes. The result shows the effectiveness value of 99.04% by classifying research subjects into three different levels. Based on this, the microcontroller-based volleyball service test kits are proven effectively used for beginners and professional athletes

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇