Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    The influence of physical activity model based on perceptual motor skills on kindergarten students’ manipulative fundamental motor

    Get PDF
    Gerak dasar perlu dikembangkan pada anak taman kanak-kanak. Gerak dasar merupakan dasar untuk mempelajari dan mengembangkan berbagai keterampilan teknik dalam berolahraga dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model aktivitas jasmani berbasis perseptual motorik terhadap gerak dasar manipulatif anak taman kanak-kanak. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen, dengan desain penelitian one group pre test and postest design. Subjek penelitian adalah anak taman kanak-kanak yang berjumlah 25 siswa. Instrumen penelitian adalah Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) dari Ulrich. Analisis data menggunakan uji t, dengan membandingkan rata-rata hasil tes awal dengan rata-rata hasil tes akhir. Hasil penelitian gerak dasar manipulatif, yang meliputi memukul bola diam, memantulkan bola di tempat, menangkap, menendang, lemparan atas, dan lemparan bawah, menunjukkan nilai sig. 0.000 < 0.05, maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan model aktivitas jasmani berbasis perseptual motorik terhadap gerak dasar manipulatif anak taman kanak-kanak. Hasil rata-rata tes akhir kemampuan memukul bola diam, memantulkan bola di tempat, menangkap, menendang, lemparan atas, dan lemparan bawah lebih besar dibandingkan dengan hasil rata-rata tes awal. Penelitian ini hanya terbatas pada satu sekolah taman kanak-kanak Kelas B yang berusia 5-6 tahun.Fundamental motor learning is important for kindergarten students. Fundamental motor is the foundation for learning and developing various techniques in sports and physical activity. This study aims to determine the effect of perceptual motor-based physical activity models on the manipulative fundamental motor of kindergarten students. This research is a pre-experimental research, with one group pretest and posttest research design. Research subjects are 25 kindergarten students. The research instrument is the Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) of Ulrich. Data analysis employs t test, by contrasting the average initial test results with the average final test results. The research results of manipulative fundamental motor, consisting of, striking stationary ball, stationary dribble, catch, kick, overhand throw, and underhand roll show the value of sig. 0.000 < 0.05. Hence, it indicates a significant effect of the physical activity based on perceptual motor skills on kindergarten students’ manipulative fundamental motor. The final test result average of the ability to striking stationary ball, stationary dribble, catch, kick, overhand throw, and underhand roll is greater than the average results of the initial test. This research is conducted on 5-6 years old children of Class B in a kindergarten

    Modification of learning: hybrid sport education-invasion games competence model on basketball game performance

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan performa permainan bola basket siswa sebelum dan sesudah menggunakan Hybrid Sport Education-Invasion Games Competence Model (SE-IGCM). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan the one-group pretest-posttest design. Partisipan di dalam penelitian ini sebanyak 20 siswa SMA kelas X yang pilih dengan menggunakan systematic sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Basketball Offensive Game Performance Instrument (BOGPI). Uji hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan paired samples t-test. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan performa permainan bola basket pada siswa sesudah menggunakan Hybrid SE-IGCM. Penelitian ini memberikan penemuan bahwa Sport Education dengan menggunakan tiga tahap yang dimodifikasi dengan Invasion Games Competence Model dapat digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya dalam peningkatan performa permainan dalam bentuk invasi. Sehingga Hybrid SE-IGCM dapat digunakan dalam peningkatan performa permainan bola basket.The purpose of this study is to observe differences in the students’ basketball game performance before and after using Hybrid SE-IGCM (Sport Education-Invasion Games Competence Model). The research method used is experimental method using the one-group pretest-posttest design. Participants in this study are 20 high school class X students who are selected using systematic sampling. The study instrument is Basketball Offensive Game Performance Instrument (BOGPI). Hypothesis testing employs paired samples t-test. The result shows the difference in the student basketball performance after using Hybrid SE-IGCM. This research finds that SE which uses three stages with IGCM modification can be used in physical education learning, especially in improving the game performance in invasion form. As a result, Hybrid SE-IGCM can be used to improve basketball performance

    Efektivitas mulligan mobilization with movement pada kondisi lateral epicondylitis: narrative review

    Get PDF
    Tujuan dari penulisan review ini adalah untuk merangkum dan mengidentifikasi bukti-bukti penelitian secara deskriptif serta sistematis terkait dengan efektivitas dari mulligan mobilization with movement terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fungsional pada penderita lateral epicondylitis. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Pencarian literature dilakukan pada database Google Scholar dan PubMed, dengan memasukkan kata kunci yang telah ditentukan sebelumnya, dan dari artikel penelitian yang didapatkan, selanjutnya dilakukan penilaian menggunakan form The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist untuk menilai kualitas atau grade dari artikel penelitian yang akan direview. Sebanyak 7 artikel penelitian didapatkan saat pencarian literature dengan klasifikasi 2 artikel berkualitas baik (Grade A) dan 5 artikel berkualitas cukup baik (Grade B). 5 dari 7 artikel melaporkan hasil yang signifikan terhadap penurunan nyeri, peningkatan fungsional dan grip strength. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu mulligan mobilization with movement merupakan intervensi yang terbukti efektif dalam penurunan nyeri, peningkatan fungsional dan grip strength pada penderita lateral epicondylitis.Tujuan dari penulisan review ini adalah untuk merangkum dan mengidentifikasi bukti-bukti penelitian secara deskriptif namun tidak melibatkan pencarian yang sistematis terkait efektivitas dari mulligan mobilization with movement terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fungsional pada penderita lateral epicondylitis. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Pencarian literature dilakukan pada dua database (Google Scholar dan PubMed) dengan memasukkan kata kunci yang telah ditentukan sebelumnya, dan dari artikel penelitian yang didapatkan, selanjutnya dilakukan penilaian menggunakan form JBI Critical Appraisal Checklist untuk menilai kualitas atau grade dari artikel penelitian yang akan direview. Sebanyak 7 artikel penelitian didapatkan saat pencarian literature dengan klasifikasi 2 artikel berkualitas baik (Grade A) dan 5 artikel berkualitas cukup baik (Grade B). 5 dari 7 artikel melaporkan hasil yang signifikan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan status fungsional. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu mulligan mobilization with movement merupakan intervensi yang terbukti efektif dalam penurunan nyeri dan peningkatan fungsional pada penderita lateral epicondylitis

    Perbandingan Pola Aktivitas Olahraga Sebelum Dan Selama Masa Covid-19 Pada Mahasiswa Fakultas Olahraga Dan Fakultas Non-olahraga

    No full text
    Pandemi Covid-19 beresiko menyebabkan pola sedentary lifestyle dalam kehidupan manusia, namun tidak cukup banyak penelitian terkait perubahan pola aktivitas olahraga yang dilakukan mahasiswa selama pandemi Covid-19.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pola aktivitas olahraga pada mahasiswa fakultas olahraga dan mahasiswa fakultas non-olahraga sebelum dan selama masa pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan disajikan secara deskriptif. Data didapatkan melalui survey online questionnaire dengan menggunakan Google Form yang diisi oleh 573 mahasiswa. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase dan Wilcoxon test. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pola aktivitas olahraga yang meliputi kebiasaan olahraga, frekuensi latihan, dan jenis aktivitas olahraga pada mahasiswa fakultas olahraga dan mahasiswa fakultas non-olahraga pada sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 (p < 0,05).Pandemi Covid-19 menuntut manusia untuk menjaga imunitas tubuh yang dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas fisik tubuh dengan mengaktifkan tubuh untuk selalu bergerak dan berolahraga. Penelitian ini bertujuan membandingkan pola aktivitas olahraga pada mahasiswa fakultas olahraga dan mahasiswa fakultas non-olahraga sebelum dan selama masa pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan disajikan secara deskriptif. Data didapatkan melalui online quistionnaire dengan melakukan survey 256 mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya. Teknik analisis data berupa persentase dan Wilcoxon test. Fakta menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pola aktivitas olahraga pada mahasiswa fakultas olahraga dan mahasiswa fakultas non-olahraga sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 (p < 0,05). Kesimpulannya terjadi penurunan pola aktivitas olahraga selama masa pandemi Covid-19 pada mahasiswa fakultas olahraga dan terjadi peningkatan pola aktivitas olahraga pada mahasiswa fakultas non-olahraga selama masa pandemi Covid-19

    Menghadapi Pekan Olahraga Nasional tahun 2020: sejauh mana profil kondisi fisik atlet bola tangan Provinsi Jawa Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sampai dimana persiapan atlet bola tangan Jawa Tengah untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua. Bola tangan di Jawa Tengah merupakan olahraga yang ditargetkan mendapatkan medali dalam PON 2021 baik dari tim putra dan tim putri, adanya data mengenai hasil kondisi fisik bertujuan untuk melihat kemajuan dan kekurangan dari atlet bola tangan Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey dan tes dan pengukuran. Populasi dari penelitian ini berjumlah 28 orang, dengan teknik total sampling semua populasi terlibat pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan analisis data didapatkan 1 atlet (5%) masuk dalam kategori baik sekali, 16 atlet (73%) masuk dalam kategori baik, 5 atlet (23%) masuk dalam kategori sedang, 0 atlet (0%) masuk dalm kategori kurang, dan 0 alet (0%) masuk dalam kategori kurang sekali. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa profil kondisi fisik atlet bola tangan secara keseleruhan masuk dalam kategori baik dengan frekuensi 16 atlet (73%). Keterbatasan dari penelitian saat ini adalah persiapan atlet yang sedikit terganggu karena adanya pandemi covid-19 serta pelaksanaan yang diundur ke tahun 2021. Penelitian ini nantinya bisa digunakan ataupun diaplikasikan oleh para pelatih yang berada di kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk dapat melihat kondisi fisik para atletnya, dengan acuan mencapai standar kondisi fisik yang ada di tim pelatda PON ini

    The physical condition profile of rock-climbing athletes in Bogor Regency

    Get PDF
    This study aims to determine the physical condition of rock-climbing athletes in Bogor Regency. Besides, it is also to make the basis for providing training proportions and finding the right solution to overcome the physical condition problems of rock-climbing athletes in Bogor Regency. This study uses a descriptive method approach using tests and measurements. The sample in this study were 15 rock climbing athletes in Bogor Regency. The instrument used in retrieving the data is a test instrument that has been arranged in the test and manual measurement and is following the physical conditions used in the sport of rock climbing. The results showed that athletes in the very good category was 13.34%, then in the good category was 13.34%, then in the moderate category was 66.66%, also in the poor category was 6.66%, and then 0.00% in the poor category. Furthermore, for researchers who will develop this research they ought to cover a wider range of materials, because this research is limited to athletes in Bogor Regency only

    Traditional games: an approach to developing students physical literacy in elementary school

    Get PDF
    Physical Literacy (PL) merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa sebagai akibat adanya pergeseran capaian pembelajaran pendidikan jasmani (penjas). Akan tetapi, belum banyak bentuk aktivitas pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengembangkan PL. Untuk itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menemukan aktivitas pembelajaran yang dapat mengembangkan PL. Eksperimen dilakukan dengan mengimplementasikan permainan tradisional yang dimodifikasi terdiri atas tujuh permainan yaitu lempar kaleng, lempar telur penyu, sumpitan, balap balon, estafet kelereng, bakiak, dan engklek. Penelitian diujicobakan terhadap siswa sekolah dasar kelas satu yang berjumlah lima puluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam melakukan permainan, keterampilan gerak, kesenangan, dan secara kumulatif telah terjadi peningkatan pencapaian PL siswa. Peningkatan terjadi disebabkan permainan tradisional yang dimodifikasi sesuai dengan karakteristik siswa, disusun dengan mempertimbangkan prinsip dan aspek pengembangan aktivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penggunaan permainan tradisional yang dimodifikasi dapat dapat meningkatkan PL siswa sekolah dasar.Physical literacy (PL) is a skill that must be possessed by students as a result of a shift in physical education learning achievements. However, there are not many forms of learning activities that can be used to develop. For this reason, the study was conducted aiming to find learning activities that could develop PL. Experiments carried out by implementing a modified traditional game consisting of seven games, namely lempar kaleng, lempar telur penyu, sumpitan, balap balon, estafet kelereng, bakiak, dan engklek. The study was tested on first grade elementary school students, totaling fifty students. The results showed an increase in students\u27 understanding in playing games, movement skills, happiness, and cumulatively there was an increase in student achievement in PL. The increase occurred due to traditional games that were modified in accordance with the characteristics of students, arranged by considering the principles and aspects of developing learning activities. Based on these results, it was concluded that the use of modified traditional games could improve elementary school students\u27 PL

    Static flexibility exercise for inferior extremity joints of the elderly

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek latihan fleksibilitas statis terhadap persendian ekstremitas inferior pada lansia dengan usia >60 tahun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui eksperimen dimana desain atau rancangan penelitiannya adalah the one group pretest-posttest design. Populasi berjumlah 40 lansia dan teknik penentuan sampel dengan cara purposive sampling sehingga diperoleh 34 lansia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes chair sit-and-reach. Penelitian dilakukan pada 19 Februari sampai 20 April 2019. Analisis data diperoleh melalui program SPSS versi 16. Hasil tes chair sit and reach memiliki nilai rata-rata tes awal 0.56 cm dan tes akhir 4.51 cm dengan nilai signifikansi atau p-value 0.000 < 0.05 sehingga latihan fleksibilitas statis berdampak positif dan signifikan terhadap persendian ekstremitas inferior lansia. Hal penting yang perlu diperhatikan di dalam memberikan latihan fleksibilitas adalah latihan harus sesuai dengan kaidah-kaidah latihan yang sesuai dengan kemampuan agar tercapainya tujuan latihan bagi persendian lansia.This study aims to determine the effect of static flexibility exercises on inferior extremity joints of the elderly who are older than 60 years old. The research method uses a quantitative approach through the one-group pretest-posttest design experiment. The population is 40 elderly and the purposive sampling technique to determine the sample obtain 34 elderly. The instrument used in this study is the chair sit-and-reach test. Accordingly, the study has been conducted from February 19th, until April 20th, 2019. Data analysis is obtained through SPSS version 16. Hence, the results of the chair sit-and-reach test is the average of initial test value of 0.56 cm and a final test of 4.51 cm with a significance value or p-value of 0.000 <0.05, so static flexibility exercises have a positive and significant impact on the elderly inferior extremity joints. To achieve the training objectives for improvement of joints of the elderly, flexibility exercises training must follow the training rules that are in accordance with their ability. &nbsp

    Efek pemberian jus semangka kuning terhadap tekanan darah, kadar asam laktat, dan daya tahan anaerobik setelah aktivitas anaerobic

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian jus semangka kuning terhadap penurunan tekanan darah, kadar asam laktat dan peningkatan daya tahan anaerobic setelah aktivitas anaerobik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain randomized group pretest and posttest design. Subyek penelitian menggunakan atlet bulutangkis putra PBSI Jombang yang dibagi secara acak ke dalam kelompok control (K1) dan kelompok perlakuan (K2) yang masing- masing terdiri dari 18 orang coba. Kelompok kontrol diberikan sirup tanpa gula sebanyak 350 ml, sedangkan kelompok perlakuan diberikan jus semangka sebanyak 350 ml. Aktivitas anaerobic dilakukan dengan lari sprint 300 meter. Pengukuran tekanan darah, asam laktat dan daya tahan dilakukan 3 kali (pre, post1 dan post 2).   Hasil uji t 2 sampel bebas menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada variable tekanan darah sistole (TDS) nilai p = 0,023 dengan rerata K1 129,11±6,55 Mm/Hg dan K2 125,67±4,77 Mm/Hg,  tekanan darah diastole (TDD) nilai p = 0,019 dengan rerata K1 78,72±4,61 Mm/Hg dan K2 76,22±4,86 Mm/Hg, kadar asam laktat nilai p = 0,006 dengan rerata K1 4,59±0,97 mMol/L dan K2 2,81±0,73 mMol/L serta daya tahan anaerobic nilai p = 0,012 dengan rerata K1 7,13±0,74 watt/sec dan K2 6,08±0,80 watt/sec. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian jus semangka kuning (citrullus vulgaris schard)  dapat menurunkan tekanan darah dan kadar asam laktat serta meningkatkan daya tahan anaerobik setelah aktivitas anaerobik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian jus semangka kuning terhadap penurunan tekanan darah, kadar asam laktat dan peningkatan daya tahan anaerobic setelah aktivitas anaerobik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain randomized group pretest and posttest design. Subyek penelitian menggunakan atlet bulutangkis putra PBSI Jombang yang dibagi secara acak ke dalam kelompok control (K1) dan kelompok perlakuan (K2) yang masing- masing terdiri dari 18 orang coba. Kelompok kontrol diberikan sirup tanpa gula sebanyak 350 ml, sedangkan kelompok perlakuan diberikan jus semangka sebanyak 350 ml. Aktivitas anaerobic dilakukan dengan lari sprint 300 meter. Pengukuran tekanan darah, asam laktat dan daya tahan dilakukan 3 kali (pre, post1 dan post 2).   Hasil uji t 2 sampel bebas menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada variable tekanan darah sistole (TDS) nilai p = 0,023 dengan rerata K1 129,11±6,55 Mm/Hg dan K2 125,67±4,77 Mm/Hg,  tekanan darah diastole (TDD) nilai p = 0,019 dengan rerata K1 78,72±4,61 Mm/Hg dan K2 76,22±4,86 Mm/Hg, kadar asam laktat nilai p = 0,006 dengan rerata K1 4,59±0,97 mMol/L dan K2 2,81±0,73 mMol/L serta daya tahan anaerobic nilai p = 0,012 dengan rerata K1 7,13±0,74 watt/sec dan K2 6,08±0,80 watt/sec. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian jus semangka kuning (citrullus vulgaris schard)  dapat menurunkan tekanan darah dan kadar asam laktat serta meningkatkan daya tahan anaerobik setelah aktivitas anaerobik

    The effect of the sports education phase using basketball on student physical activity in physical education

    Get PDF
    Aktivitas fisik merupakan faktor yang menjadi sorotan di Indonesia bahkan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat SMP pencapaian aktivitas fisik cenderung menurun. Pencapaian aktivitas fisik dalam pendidikan jasmani dapat menggunakan Sport Education (SE) model dengan 3 fase. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji perbedaan pengaruh aktivitas fisik pada fase SE model menggunakan Bola Basket. Metode penelitian menggunakan ekspermien dengan desain one-shot case study. Partisipan menggunakan 40 siswa (laki-laki) SMP kelas VIII dengan sampling sistematis. Instrumen menggunakan Polar RC3 GPS. Uji hipotesis menggunakan one-way ANOVA. Hasil penelitian menyatakan terdapat perbedaan pengaruh aktivitas fisik pada fase SE model menggunakan Bola Basket, temuan didalam penelitian ini bahwa aktivitas fisik dari sedang hingga kuat lebih dipengaruhi pada fase 3 dengan adanya kompetisi. Sehingga dengan menggunakan SE 3 fase dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas fisik. Penelitian ini menyarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan instrumen yang lebih mutakhir, melibatkan siswa perempuan, dan menggunakan cabang olahraga lain baik yang bersifat tim maupun individu sehingga penelitian ini dapat digeneralisasikan.Physical activity is a factor that has become a focus in Indonesia and even the world in recent years. The problem in physical education learning at the junior secondary level is due to the decrease in achieving physical activity. However, physical activity in physical education is achieved using the Sport Education (SE) model with 3 phases. The purpose of this study was to examine the differences in the effect of physical activity in each phase of SE model using Basketball. The method used in this study was an experimental one-shot case study design. Participants in this study were 40 grade VIII junior high school students (male) who were selected using systematic sampling. The instrument used was the Polar RC3 GPS and the hypothesis testing was carried out using one-way analysis of variance (ANOVA). The results of this study showed that there were differences in the effect of physical activity on each phase of SE model using Basketball. Furthermore, physical activity from moderate to strong was more influenced in phase 3 of the model. Therefore, the use of SE model with 3 phases in the learning process increases physical activity. This study recommends that further studies should be carried out using more sophisticated instruments, involving female students, and other sports both individually and in teams, therefore enabling the generalization of this study

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇