Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    AKSIOLOGI ESPORT SEBAGAI OLAHRAGA NON FISIK DI INDONESIA

    Get PDF
    Aksiologi esports merupakan suatu studi yang mempelajari tentang nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga non fisik di Indonesia untuk meningkatkan karakter para pemain e-sports di dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut memiliki unsur olahraga, sosial, kesehatan, ekonomi, pendidikan, prestasi, dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap permainan esports sebagai olahraga non fisik di dalam pandangan aksiologi. Metode dalam penelitian ini adalah survei menggunakan instrumen kuesioner. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah peminat esports yang terbagi dalam 3 Provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, dan Sulawesi Utara yang berjumlah 650 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subyek memiliki persepsi yang positif terhadap nilai-nilai yang terdapat dalam permainan esports sebagai olahraga non fisik di Indonesia yaitu kategori sangat baik dengan persentase terbesar dari seluruh pilihan jawaban instrumen berada pada kriteria Sangat Setuju (SS) yaitu 32.74%, Setuju (S) 27.8%; kriteria Netral (N) 24.0%; dan kriteria Tidak Setuju (TS) 16.3%. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah cakupan Wilayah/Provinsi yang penulis jadikan sebagai pengambil sampel.Esports Axiology is a study that studies the values contained in non-physical sports in indonesia to improve the character of esports players in daily life. These values have elements of Sports, Social, Health, Economics, Education, Achievement, and Knowledge. This research aims to know the public\u27s perception of esports games as a non-physical sport in the view of Axiology. The method in this study is a survey using questionnaire instruments. The population in this study is Indonesia people who are divided into 3 provinces namely East Nusa Tenggara, Yogyakarta, and North Sulawesi. This research technique uses sampling probality which is a sampling technique that provides equal opportunities or opportunities for each element or member of the population to be selected into a sample of 650 people. The analysis technique used is quantitative descriptive that is poured in percentage form. The results in the study showed that most subjects had a positive perception of the values found in esports games as a non-physical sport in Indonesia which is the category of Excellent with the largest percentage of all instrument answer options being on the criteria of Highly Agree (SS) which is 32.74%, Agree (S) 27.8%; Neutral criteria (N) 24.0%; and 16.3% Disagree (TS) criteria

    Inklusi dalam pendidikan jasmani: perspektif siswa penyandang disabilitas

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tetang pendidikan inklusi dalam pendidikan jasmani dari sudut pandang penyandang disabilitas serta faktor-faktor yang menghambat dan memfasilitasi pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sampel penelitian adalah anak penyandang disabilitas yang bersekolah di lima kota/kabupaten dari tujuh sekolah di provinsi Banten. Sampel berjumlah 20 orang (13 laki-laki, 7 perempuan). Instrumen yang digunakan penulis merancang berdasarkan literatur sebelumnya. Data wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Dalam kegiatan pendidikan jasmani mayoritas hasil wawancara siswa penyandang disabilitas kurang berpartisipasi dan memiliki pandangan negatif dalam pendidikan inklusi. Teori yang digunakan didalam penelitian ini model disabilitas relasional sosial. Temuan mengungkapkan bahwa yang menghambat dan memfasilitasi dalam pendidikan inklusi: faktor pribadi, konteks fisik, dan konteks sosial. Kesimpulan dari penelitian ini untuk menghilangkan hambatan perlu adanya intervensi, dukungan finansial, serta harus diadakannya program yang disesuaikan dengan melibatkan sekolah dan yang mempunyai kebijakan dalam hal ini pemerintah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tetang pendidikan inklusi dalam pendidikan jasmani dari sudut pandang penyandang disabilitas serta faktor-faktor yang menghambat dan memfasilitasi pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sampel penelitian adalah anak penyandang disabilitas yang bersekolah di lima kota/kabupaten dari tujuh sekolah di provinsi Banten. Sampel berjumlah 20 orang (13 laki-laki, 7 perempuan). Instrumen yang digunakan penulis merancang berdasarkan literatur sebelumnya. Data wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Dalam kegiatan pendidikan jasmani mayoritas hasil wawancara siswa penyandang disabilitas kurang berpartisipasi dan memiliki pandangan negatif dalam pendidikan inklusi. Teori yang digunakan didalam penelitian ini model disabilitas relasional sosial. Temuan mengungkapkan bahwa yang menghambat dan memfasilitasi dalam pendidikan inklusi: faktor pribadi, konteks fisik, dan konteks sosial. Kesimpulan dari penelitian ini untuk menghilangkan hambatan perlu adanya intervensi, dukungan finansial, serta harus diadakannya program yang disesuaikan dengan melibatkan sekolah dan yang mempunyai kebijakan dalam hal ini pemerinta

    Effectiveness of skipping exercises and bench step-up againts explosive power leg muscles

    Get PDF
    The purpose of this study is to determine whether there are differences in the skipping exercises and the bench step-up on the leg muscle explosive power of members of Participants of extracurricular futsal Bina Darma. The research method used an experimental method with a two-group pretest-posttest design, a population of 24 people, and a sample of 12 people in the skipping exercise group and 12 in the bench step-up exercise group using the MSOP technique. The pre-test and post-test test instruments used a standing broad jump. Data analysis used t-test difference (paired t-test). The results showed a significant difference in skipping exercises and the bench step-up in generating leg muscle explosive power in Bina Darma university futsal club participants (F-count 4,620> F-table 3,98). The percentage of skipping training on the explosive power of the leg muscles was 26%, and bench step-up training was 63%, so the difference between the two was 37%. Still, it was inseparable from the limitations that existed during the study, namely: 1) The sample was not in a dormitory, so there might be some who practiced alone outside treatment 2) In this study, the subjects studied were still very few, limited to the men\u27s futsal extracurricular members of Bina Darma University Student Activity Unit. 3) The researcher cannot control other factors that may affect the test results, such as body condition, psychological factors, and so on. Suggestions for the trainer or teacher; they should provide more varied exercises as an effort to increase the explosive power of the leg muscles and further research is needed by adding other variables

    Penurunan malondialdehyde serum setelah latihan interval dan continuous di pagi hari pada perempuan obesitas

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan malondialdehyde (MDA) setelah latihan interval dan continuous di pagi hari pada perempuan obesitas. Penelitian ini adalah true experiment dengan rancangan penelitian a Basic Time Series Design dengan menggunakan subjek 27 perempuan obesitas usia 20-25 tahun, body mass index (BMI) 25-35 kg/m2, percentage body fat (PBF) di atas 30% dan VO2max 25-35 ml/kg/min dan secara random dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu CON (n=9, kontrol tanpa intervensi), MIE (n=9, moderate interval exercise) dan MCE (n=9, moderate continuous exercise). Intervensi dilakukan di pagi hari pukul 07.00-09.00 WIB. Intervensi MIE dan MCE dilakukan selama 40 menit menggunakan treadmill. Pengambilan sampel darah dilakukan pre-exercise, 10 menit dan 6 jam post-exercise. Pengukuran serum MDA menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive substance (TBARs). Teknik analisis data menggunakan uji ANOVA dan LSD post hoc test dengan Statistic Package for Social Science (SPSS) versi 21. Serum MDA menurun signifikan setelah 10 menit dan 6 jam pasca intervensi MIE dan MCE (P<0.05), tetapi tidak pada CON (P>0.05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa serum MDA menurun setelah 10 menit dan 6 jam pasca intervensi MIE dan MCE dibandingkan dengan CON pada perempuan obesitas. Tetapi pola penurunan serum MDA pada MCE lebih rendah dibandingkan dengan MIE dan CON.This study aimed to analyze the reduction in malondialdehyde (MDA) after interval and continuous morning training in obese women. This study is a true experiment with a research design a Basic Time Series Design using 27 obese women aged 20-25 years, body mass index (BMI) 25-35 kg / m2, percentage body fat (PBF) above 30% and VO2max. 25-35 ml / kg / min and randomly divided into three groups, namely CON (n = 9, control without intervention), MIE (n = 9, moderate interval exercise) and MCE (n = 9, moderate continuous exercise).  The intervention was carried out in the morning at 07.00-09.00 WIB. The MIE and MCE interventions were carried out for 40 minutes using a treadmill. Blood samples were taken pre-exercise, 10 minutes and 6 hours post-exercise. The MDA serum measurement used the Thiobarbituric Acid Reactive substance (TBARs) method. Data analysis techniques used post hoc ANOVA and LSD tests with Statistical Package for Social Science (SPSS) version 21. Serum MDA decreased significantly after 10 minutes and 6 hours after MIE and MCE interventions (P <0.05), but not in CON (P > 0.05). Based on the results of the study it was concluded that the MDA serum decreased after 10 minutes and 6 hours after the MIE and MCE intervention compared to CON in obese women. But the pattern of reduction in serum MDA in MCE was lower than that of MIE and CON

    Dampak agen sosial terhadap prestasi atlet pusat pendidikan dan latihan pelajar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak social agent terhadap prestasi atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan sebaran angket Social Agent Olahraga yang sudah disetujui oleh validator ahli dan dengan perhitungan kevaliditan butir soal. Dalam penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Sumatera Utara. Adapun yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah atlet PPLP Provinsi Sumut yang berjumlah 97 orang atlet. Maka sampel penelitian ini diambil sesuai dengan kriteria, sehingga jumlah sampel penelitian ini berjumlah 30 orang atlet.Hasil penelitian dari beberapa aspek agen sosialisasi (social agent), hanya 4 (empat) aspek yang memberikan dampak terhadap prestasi atlet PPLP Povinsi Sumut, yaitu; orang tua, pelatih, teman sebaya dan media massa.Social agent yang terdiri dari 4 (empat) aspek tersebut memberikan dampak terhadap prestasi atlet PPLP Provinsi Sumut sebesar, yaitu : orang tua (59%) dengan kategori cukup, pelatih (60%) dengan kategori cukup, teman sebaya (62%) dengan kategori baik dan media massa (58%) dengan kategori cukup, dan korelasi antara dampak social agent terhadap prestasi PPLP Provinsi Sumut adalah sebesar 70% dengan kategori cukup

    The contribution of motor educability on the elementary school student’s ability in rhythmic gymnastics using sport hoop

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kontribusi motor educability terhadap kemampuan senam ritmik alat simpai pada siswa. Penelitian ini adalah metode deskriptif korelatif. Populasinya adalah siswa SD se-Kota Makassar dengan sampel dari 14 kecamatan diambil tiap sekolah sebagai perwakilan kecamatan sebanyak 10 orang siswa putri, secara keseluruhan sampel berjumlah 140 orang siswa putri dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes dengan 8 item tes pemanduan bakat senam dan senam ritmik simpai menggunakan panduan instrumen tes Federation Internasional de Gymnastique (FIG). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik korelasi dan regresi pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil pengujian analisis korelasi dan regresi data motor educability terhadap kemampuan senam ritmik alat simpai pada siswa SD se-Kota Makassar diperoleh nilai regresi (Ro) 0,222 dengan tingkat probabilitas (0,000) < a 0,05, untuk nilai R Square (koefesien determinasi) 0,049. Maka motor educability benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan senam ritmik alat simpai. Pada penelitian ini terbatas pada alat simpai, diharapkan dalam penelitian kedepan senam ritmik menggunakan alat-alat yang lain.This study aims to determine the contribution of motor educability on the ability of students’ rhythmic gymnastics using sport hoop. This research uses descriptive correlative method. The population is elementary school students in Makassar with sample taken from 10 sub-districts in which 10 female students become each sub-district representatives. Hence, the sample consists of 140 female students selected with cluster random sampling technique. The instruments used are 8 item test of gymnastics talent scouting and hoop rhythmic gymnastics using federation internasional de Gymnastique (FIG) test instrument guide. The data analysis technique used is statistical correlation and regression at a significant level of 5%. Based on the results of the correlation analysis and motor educability data regression testing on the rhythmic gymnastics ability with sport hoop in elementary school students in Makassar, the regression value (Ro) is 0.222 with a probability level (0.000) < 0.05, for the value of R Square (coefficient of determination) 0.049. It can be concluded that motor educability really has a significant effect on the ability of rhythmic gymnastics using sports hoop. This research object is limited in analyzing sport hoop, so further research on rhythmic gymnastics may apply other sport media

    Dampak berolahraga di area yang terpapar oleh polusi udara

    Get PDF
    Rekomendasi waktu latihan atau berolahraga yang tepat di area yang terpapar oleh polusi udara belum didokumentasikan dengan baik. Hal ini perlu dikaji untuk menyeimbangkan antara manfaat dari berolahraga dengan efek buruk dari polusi udara terhadap kesehatan tubuh manusia. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak berolahraga di area yang terpapar oleh polusi udara di 3 waktu yang berbeda (pagi, sore, dan malam hari) terhadap perubahan fisiologi tubuh manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan pendekatan posttest-only crossover design. Dimana subjek diharuskan untuk mencoba treatment di 3 waktu yang berbeda. Subjek terdiri dari 8 mahasiswa laki-laki dengan usia rata-rata 19,87 ± 1,24 tahun; tinggi, 166,81 ± 6,31 cm; dan berat, 56,30 ± 3,79 kg; lemak 12,95 ± 2,76 %; IMT 20,06 ± 0,95. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai FVC dan FEV1 mengalami penurunan yang signifikan sebesar (p=0.003 FVC) dan (p=0.001 FEV1) ketika berolahraga pada malam hari. Dampak sesaat yang ditimbulkan oleh paparan polusi udara (particulat metter) tidak boleh di abaikan. Temuan dalam penelitian ini memberikan bukti bahwa, paparan particulat metter sesaat dapat menurunkan kapasitas vital paru atlet. Oleh karena itu seorang atlet dan pelatih harus mempertimbangkan dampak particulat metter sebelum melakukan latihan karena deposisi partikel jauh lebih besar ketika berolahraga.Recommendations for the right time to exercise / exercise in areas exposed to air pollution have not been well documented. This needs to be studied to balance the benefits of exercise with the adverse effects of air pollution on the health of the human body. Thus, the aim of this study was to look at the impact of exercise in areas exposed to air pollution at 3 different times (morning, evening and night) on changes in the physiology of the human body. Subjects consisted of 8 male students with a mean age of 19.87 ± 1.24 years; height, 166.81 ± 6.31 cm; and weight, 56.30 ± 3.79 kg; FAT, 12.95 ± 2.76%; BMI, 20.06 ± 0.95. The results showed that the values ​​of FVC and FEV1 decreased significantly by (p = 0.003 FVC) and (p = 0.001 FEV1) when exercising at night. The momentary impact caused by PM exposure should not be ignored. The findings in this study provide evidence that momentary PM exposure can decrease the vital lung capacity of athletes. Therefore, athletes and coaches should consider the impact of PM before exercising because the deposition of particles is much greater when exercising

    Improvement of responsibilities: teaching personal and social responsibility and adventure education activities

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) melalui aktivitas adventure education terhadap peningkatan tanggungjawab siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian pretest and posttest one group design. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII sebanyak 84 dengan teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan angket student responsibility. Temuan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari aktivitas adventure education dengan model Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) terhadap peningkatan tanggungjawab siswa.The purpose of this study was to determine the effect of Adventure Education Activities using Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) model on the improvement of Student Responsibility. The experimental method used in this study was a one-group pretest-posttest design. The participants of this study were 84 grade VIII junior high school students who were selected using a cluster random sampling plan. The data collection for this study was carried out using student responsibility questionnaire. The results of this study showed that Adventure Education Activities using the TPSR model had a significant effect on the improvement of Student Responsibility

    Penerapan pendekatan situasi pertandingan untuk meningkatkan teknik passing atas dan passing bawah permainan bolavoli pada atlet elit putri

    Get PDF
    Pendekatan situasi pertandingan sebagai bagian metode bermain, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan teknik pada permainan bolavoli, termasuk teknik passing. Kemampuan passing atas dan passing bawah merupakan teknik yang perlu ditingkatkan bagi atlet Pusat Latihan Kota (Puslatkot) Kediri dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) tahun 2019. Metode pendekatan situasi pertandingan ini digunakan oleh peneliti untuk meningkatkan kemampuan passing bawah dan passing atas atlet puslatkot yang dipersiapkan untuk porprov 2019 di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini termasuk penelitian eksprerimen dengan metode pretest-posttest design. Sampel adalah semua atlet puslatkot Kota Kediri yang berjumlah 14 atlet elit putri, sedangkan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September tahun 2018.  Hasil analisis data dengan uji Paired Samples Test diperoleh nilai sig = 0,002 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan passing atas antara sebelum dan setelah diberi perlakuan latihan dengan pendekatan situasi pertandingan. Kesimpulan penelitian ini adalah pendekatan situasi pertandingan sangat efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan passing atas dan passing bawah pada permainan bolavoli. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak dilakukannya karantina atau isolasi terhadap semua subyek yang diteliti sehingga hasil peningkatan dikuatirkan dipengaruhi juga oleh faktor lain. Penelitian ini hanya terbatas pada elit atlet putri, diharapkan dapat juga dikembangkan dan diterapkan di elit atlet putra dengan melibatkan beberapa komponen variabel lain seperti aspek psikologi (konsentrasi) maupun aspek biomotor (koordinasi)

    Evaluative study of physical education, sport, and health teachers’ competency level

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah tingkat kompetensi guru yang sebelumnya menggunakan Uji Kompetensi Guru (UKG) dengan model penilaian diri sendiri disertai bukti fisik terlepas dari tuntutan jawaban yang disediakan serta tingkat kompetensi dengan berdasarkan masa kerja dari guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluatif yang menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kuantitaif model Goal Oriented Evaluation. Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) berhubungan sangat kuat dan signifikan terhadap pengukuran kadar keguruan serta dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran tingkat kompetensi guru. Tingkat kompetensi berdasarkan hasil pengukuran kadar keguruan yang termasuk dalam kategori biasa sebanyak 9 orang, kategori baik termasuk 36 orang, sedangkan untuk guru PJOK yang termasuk dalam kategori hebat sebanyak 7 orang. Analisis masa kerja menyebutkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara masa kerja dengan tingkat kompetensi, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi masa kerja semakin rendah tingkat kompetensi guru. Namun demikian, sumberdaya yang dilibatkan dalam penelitian ini masih mempunyai kekurangan, hal ini terbukti dengan kurangnya pemahaman untuk memberikan penjelasan bukti fisik sesuai dengan pilihan jawaban yang dipilih.This study aims to conclude Elementary School Physical Education, Sport, and Health teachers’ competency level employing Teacher Competency Test (UKG) with a self-assessment model along with physical evidence, without the pressure of the provided answers, as well as to assess the competency level based on teachers’ length of service. Likewise, this research is an evaluative research using a quantitative descriptive research approach of Goal Oriented Evaluation. Teacher Competency Test (UKG) results are strongly and significantly related to teachers’ proficiency measurements as well as can be used as an alternative measurement of teacher competency levels. Hence, based on the measurement results, 9 teachers are in the fair level, 36 teachers are in the good levels, and 7 teachers are in the excellent level. The analysis of teachers’ length of service states a significant influence between the length and the competence level. Hence, the conclusion of the analysis is the longer the length of service, the lower the teachers’ competency level. However, the involved resources in this study have shortcomings which is evidenced by the lack of understanding to provide an explanation of physical evidence in accordance with the chosen answers

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇