Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    Potensi Learning Loss terhadap Kemampuan Gerak Dasar pada Siswa Sekolah Dasar Selama Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Masa Pandemi

    No full text
    The current Covid-19 pandemic has resulted in new challenges for the people and the Indonesian government, especially in the education sector. One of the affected is physical education, and it is feared that there is learning loss. It is a situation where students lose knowledge and skills due to certain conditions, decreasing their mastery of competencies. This study aims to examine the impact of the Covid-19 pandemic on the potential for learning loss in basic movement skills in elementary school students during Physical Education Learning during the Pandemic Period. The method used in the study is descriptive qualitative, using secondary data taken from various sources. With the gap in learning outcomes due to learning loss, it is necessary to have a mapping to determine the basic motion skills with the highest risk. This study\u27s results show that elementary school physical education learning has the highest risk of learning loss due to distance learning during the Covid-19 pandemic. It is hoped that physical education teachers can respond to this situation by paying more attention to students who have a high learning loss situation, namely by supporting infrastructure in the implementation of distance learning evenly to their students so that there are no gaps in learning outcomes, especially basic movements.Pandemi Covid-19 saat ini telah memberikan tantangan baru bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia, khususnya di sektor pendidikan. Salah satu yang terdampak adalah pendidikan jasmani, dan dikhawatirkan terjadi learning loss. Ini adalah situasi di mana siswa kehilangan pengetahuan dan keterampilan karena kondisi tertentu, mengurangi penguasaan kompetensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pandemi Covid-19 terhadap potensi learning loss keterampilan dasar bergerak pada siswa SD selama Pembelajaran Pendidikan Jasmani pada Masa Pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari berbagai sumber. Dengan adanya kesenjangan hasil belajar akibat learning loss, maka perlu dilakukan pemetaan untuk menentukan keterampilan gerak dasar dengan risiko tertinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani sekolah dasar memiliki risiko kehilangan belajar tertinggi akibat pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Diharapkan guru pendidikan jasmani dapat merespon situasi tersebut dengan lebih memperhatikan siswa yang memiliki situasi learning loss yang tinggi, yaitu dengan sarana pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh secara merata kepada siswanya sehingga tidak terjadi kesenjangan dalam hasil belajar khususnya gerakan dasar

    Efektivitas model burjiu untuk mendukung ibadah haji dan umrah di era new normal

    No full text
    Fitness is very important for prospective Pilgrims and Pilgrims because fitness can do all activities on Hajj and Umrah, which is famously very heavy. Currently, there is no form of exercise that can improve the fitness of prospective Pilgrims and Umrah pilgrims. The purpose of the study was to determine the effectiveness of the Burjiu program (Bugar Jamaah Hajj and Umrah or Bugarkan Jasmanimu) to support improving physical fitness through movement activities designed to help pilgrims who will perform Hajj and Umrah from a physical perspective. The research method is quasi-experimental research using a pre-test, post-test randomized group design, namely a pre-test of physical fitness level, then carrying out the Burjiu program, which is practiced twice a week and followed by a post-test of fitness level using MFT. The sample of this study was as many as 22 men with an age range varying between 28 to 57 years. Data collection techniques use practice tests, and data analysis techniques use t-test. The results showed that through implementing the Burjiu program, there was no effect on increasing physical fitness in participants, with test results of 0.055 <0.05. The research concludes that the Bujiu program developed and tested in preparing physical conditions has not provided significant changes, so further studies are needed in this study.Fitness sangat penting bagi calon jamaah haji dan jamaah haji karena kebugaran dapat melakukan segala aktivitas pada ibadah haji dan umroh yang terkenal sangat berat. Saat ini, belum ada bentuk olahraga yang dapat meningkatkan kebugaran calon jamaah haji dan umrah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas program Burjiu (Bugar Jamaah Haji dan Umrah atau Bugarkan Jasmanimu) untuk mendukung peningkatan kebugaran fisik melalui kegiatan gerakan yang dirancang untuk membantu jamaah yang akan melakukan haji dan umrah dari perspektif fisik. Metode penelitian adalah penelitian kuasi-eksperimental menggunakan pra-tes, pasca-tes desain kelompok acak, yaitu pra-tes tingkat kebugaran fisik, kemudian melaksanakan program Burjiu, yang dipraktekkan dua kali seminggu dan diikuti oleh pasca-tes tingkat kebugaran menggunakan MFT. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 22 pria dengan rentang usia bervariasi antara 28 hingga 57 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan tes praktik, dan teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pelaksanaan program Burjiu, tidak berpengaruh pada peningkatan kebugaran fisik pada peserta, dengan hasil tes sebesar 0,055 <0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Bujiu yang dikembangkan dan diuji dalam mempersiapkan kondisi fisik belum memberikan perubahan yang signifikan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dalam penelitian ini

    Kepemimpinan dalam pendidikan jasmani: Tinjauan sistematis lima tahun terakhir

    No full text
    Leadership has been identified as an important factor that may help guide and contribute to the effective provision of physical education in several different contexts. Despite the importance attributed to physical education leadership, more empirical research evidence still needs to relate to the topic. The purpose of this review is to describe leadership research in physical education in the last five years (2018–2022). Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) were adopted for the research review, and two databases (Scopus and Web of Science) were used in article browsing. 741 articles were obtained from two databases (Scopus: 392 articles) and (WoS: 349 articles). After following the exclusion criteria, only 13 articles remained. The review succeeded in showing that Iraq publishes the most research, and quantitative, qualitative, mixed research (quantitative and qualitative) approaches, and heuristic approaches are the methods and types of research used, and then the review is divided into five research groups: (i) physical education teacher leadership, (ii) principals and departmental leadership, (iii) student leadership, (iv) school leadership, and (v) cultural leadership. Of these five groups, transformational leadership is the most frequently discussed topic. Future research can be continued with mapping analysis of research on this topic using bibliometric or scientometric studies. This literature review can also be continued by discussing the topic of leadership in sports.Kepemimpinan telah diidentifikasi sebagai faktor penting yang dapat membantu membimbing dan berkontribusi pada penyediaan pendidikan jasmani yang efektif dalam beberapa konteks yang berbeda. Terlepas dari pentingnya dikaitkan dengan kepemimpinan pendidikan jasmani, bukti penelitian yang lebih empiris masih perlu dikaitkan dengan topik tersebut. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk menggambarkan penelitian kepemimpinan dalam pendidikan jasmani dalam lima tahun terakhir (2018–2022). Item Pelaporan Pilihan untuk Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis (PRISMA) diadopsi untuk tinjauan penelitian, dan dua basis data (Scopus dan Web of Science) digunakan dalam penelusuran artikel. 741 artikel diperoleh dari dua database (Scopus: 392 artikel) dan (WoS: 349 artikel). Setelah mengikuti kriteria pengecualian, hanya tersisa 13 pasal. Tinjauan tersebut berhasil menunjukkan bahwa Irak menerbitkan penelitian terbanyak, dan pendekatan kuantitatif, kualitatif, penelitian campuran (kuantitatif dan kualitatif), dan pendekatan heuristik adalah metode dan jenis penelitian yang digunakan, dan kemudian tinjauan dibagi menjadi lima kelompok penelitian: (i) kepemimpinan guru pendidikan jasmani, (ii) kepala sekolah dan kepemimpinan departemen, (iii) kepemimpinan siswa, (iv) kepemimpinan sekolah, dan (v) kepemimpinan budaya. Dari kelima kelompok ini, kepemimpinan transformasional adalah topik yang paling sering dibahas. Penelitian ke depan dapat dilanjutkan dengan analisis pemetaan penelitian tentang topik ini dengan menggunakan studi bibliometrik atau scientometric. Tinjauan pustaka ini juga dapat dilanjutkan dengan membahas topik kepemimpinan dalam olahraga.&nbsp

    Analisis faktor keberhasilan menunjuk pada atlet petanque

    No full text
    The research was conducted because of the various factors that influence the success of the pointing throw, so the evidence is needed for the factors that contribute to its success. This research aims to analyze the factors that give success in pointing throws. The method applied in this study uses descriptive correlational analysis to obtain a factor of determination on the results of the pointing throw. The subjects were 15 male athletes aged 15-17 years registered at FOPI Pati Regency with a total sampling technique. The results of data analysis show that the analysis of the physical component factors at pointing explains the formation of 3 components in the independent variable. This is shown in each component formed to have their respective contributions. Component 1 with member variables Eye-hand Coordination, Concentration, and Kinesthetic Perception has an effect of 42.937%, component 2 with member variables Arm muscle strength, wrist flexibility, and balancing have an effect of 19.403%, and component 3 with member variable Sleeve length has an influence of 13.508%. This study concludes that athletes with Eye-hand Coordination, Concentration, and Kinesthetic Perception will have a high pointing success rate on petanque.Penelitian dilakukan karena berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan lemparan menunjuk, sehingga diperlukan bukti untuk faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memberikan keberhasilan dalam menunjuk lemparan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasional deskriptif untuk memperoleh faktor determinasi terhadap hasil lemparan menunjuk. Subjek penelitian adalah 15 atlet putra berusia 15-17 tahun yang terdaftar di FOPI Kabupaten Pati dengan teknik total sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa analisis faktor komponen fisik pada titik temu menjelaskan pembentukan 3 komponen dalam variabel independen. Hal ini ditunjukkan pada setiap komponen yang dibentuk untuk memiliki kontribusi masing-masing. Komponen 1 dengan variabel anggota Eye-hand Coordination, Concentration, and Kinesthetic Perception berpengaruh sebesar 42,937%, komponen 2 dengan variabel anggota Kekuatan otot lengan, kelenturan pergelangan tangan, dan balancing berpengaruh sebesar 19,403%, dan komponen 3 dengan variabel anggota Panjang lengan berpengaruh sebesar 13,508%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa atlet dengan Koordinasi Mata-tangan, Konsentrasi, dan Persepsi Kinestetik akan memiliki tingkat keberhasilan menunjuk yang tinggi pada petanque.&nbsp

    Pengaruh metode dan motivasi belajar terhadap hasil belajar keterampilan lompat jauh

    No full text
    The results of learning physical education skills were not limited to physical development but also mental development and motivation to learn. The purpose of this study was to determine the effect of the block method (BM) and the play-based random method (RM) on long jump skills (JLS) in terms of motivation (MTV). This type of research is quasi-experimental with a 2x2 factorial design. A sample of 20 Samiun Makassar public primary school students was randomly selected and divided into four groups. Treatment research for eight weeks. Before treatment, the sample was divided into two, high motivation (MTVH) and low motivation (MTVL), through questionnaires and the final test of long jump skills learning outcomes (JLS). The results showed that BM significantly increased JLS compared to RM (P<0.05). There was a significant interaction between Mt and MTV (P<0.05). The MTVH student group using MBB1 had better JLS than MRB1 (P<0.05). The group of students who had MTVL had no difference in results between MBB2 and MRB2 (P>0.05). KLJ in physical education for elementary school students is very good at using MB, and the teacher increases MTV during learning.Hasil belajar keterampilan pendidikan jasmani tidak terbatas pada perkembangan fisik tetapi juga perkembangan mental dan motivasi untuk belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode blok (BM) dan metode play-based random method (RM) terhadap keterampilan lompat jauh (JLS) ditinjau dari segi motivasi (MTV). Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain faktorial 2x2. Sampel 20 siswa SDN negeri Samiun Makassar dipilih secara acak dan dibagi menjadi empat kelompok. Penelitian pengobatan selama delapan minggu. Sebelum perawatan, sampel dibagi menjadi dua, motivasi tinggi (MTVH) dan motivasi rendah (MTVL), melalui kuesioner dan tes akhir hasil belajar keterampilan lompat jauh (JLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BM meningkatkan JLS secara signifikan dibandingkan dengan RM (P<0,05). Terdapat interaksi yang signifikan antara Gunung dan MTV (P<0,05). Kelompok siswa MTVH yang menggunakan MBB1 memiliki JLS yang lebih baik daripada MRB1 (P<0,05). Kelompok mahasiswa yang memiliki MTVL tidak memiliki perbedaan hasil antara MBB2 dan MRB2 (P>0,05). KLJ dalam pendidikan jasmani untuk siswa sekolah dasar sangat pandai menggunakan MB, dan guru meningkatkan MTV selama pembelajaran

    Studi Deskriptif Linimasa Prestasi Atlet Bolavoli Universitas Negeri Malang

    No full text
    This research aims to describe the career path of achievement of volleyball student-athletes from the State University of Malang based on the chronological timeline of achievements in the volleyball championship. This research uses visual research methods (VRM), where data is processed into visual form, namely a timeline graph of achievements. The participants are men\u27s and women\u27s volleyball athletes from the State University of Malang class of 2018-2020 from various faculties with active student status. The achievement data were collected using a questionnaire and given to athletes digitally through Google Forms, then their answers were visualized in timeline graphs. The timeline graphs show the record of athlete achievements chronologically from high school (or equivalent) to college. The graphs were produced and then analyzed using qualitative content analysis. The results showed three patterns in the timeline of athlete achievements: 1) progressive/increase pattern, 2) descending patterns, and 3) stagnation patterns. Implications of this study are: 1) beneficial to understand what factors affect changes in athlete achievements, 2) as reminders for athletes to keep tracking their achievements and develop strategies to improve them; 3) as input for coaches to develop future training programs to improve student-athlete achievement.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenjang karir prestasi mahasiswa-atlet bola voli dari Universitas Negeri Malang berdasarkan kronologis prestasi dalam kejuaraan bola voli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian visual (VRM), dimana data diolah menjadi bentuk visual, yaitu grafik timeline pencapaian. Pesertanya adalah atlet bola voli putra dan putri dari Universitas Negeri Malang angkatan 2018-2020 dari berbagai fakultas dengan status mahasiswa aktif. Data prestasi dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diberikan kepada atlet secara digital melalui Google Formulir, kemudian jawaban mereka divisualisasikan dalam grafik timeline. Grafik garis waktu menunjukkan catatan prestasi atlet secara kronologis dari sekolah menengah (atau setara) hingga perguruan tinggi. Grafik dihasilkan dan kemudian dianalisis menggunakan analisis konten kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola dalam timeline prestasi atlet: 1) pola progresif/meningkat, 2) pola turun, dan 3) pola stagnasi. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) bermanfaat untuk memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan prestasi atlet, 2) sebagai pengingat bagi atlet untuk terus melacak prestasi mereka dan mengembangkan strategi untuk memperbaikinya; 3) sebagai masukan bagi pelatih untuk mengembangkan program pelatihan ke depan untuk meningkatkan prestasi siswa-atlet

    Olahraga chi lebih baik daripada kardio steady-state intensitas rendah untuk meningkatkan kebugaran fisik dan kualitas tidur pada orang tua

    No full text
    The condition of elderly is a condition with decreased function both anatomically and physiologically. The problem is the lack of participation of the elderly in exercise due to motivational factors, physical conditions, and attitudes of the elderly towards this type of exercise. This study aims to prove that tai chi is better than low-intensity steady-state cardio in improving the physical fitness and sleep quality of the elderly. The method used in this study is quantitative inferential using a two-group experimental design. This study examined as many as 40 older adults as subjects. The Physical fitness was collected using a senior fitness test instrument, and sleep quality was collected using a sleep quality questionnaire entitled the Pittsburgh Sleep Quality Index. The data analysis technique was paired sample t-test and independent t-test. The results showed that tai chi exercise was better than low-intensity steady-state cardio for increasing flexibility (p<0,05), muscle strength in the upper and lower extremities (p<0,05), and improving coordination and balance abilities (p<0,05). At the same time, the low-intensity steady state is better than tai chi exercise in improving cardiovascular ability (p<0,05). Tai chi exercise is better than the low-intensity steady-state cardio method for improving sleep quality (p<0,05). The conclusion is that tai chi exercise is better than the low-intensity steady state in improving physical fitness and sleep quality in the elderly group.Kondisi lansia merupakan kondisi dengan penurunan fungsi baik secara anatomis maupun fisiologis. Masalahnya adalah kurangnya partisipasi lansia dalam berolahraga karena faktor motivasi, kondisi fisik, dan sikap lansia terhadap jenis olahraga ini. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa chi lebih baik daripada kardio steady-state intensitas rendah dalam meningkatkan kebugaran fisik dan kualitas tidur lansia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah inferensial kuantitatif dengan menggunakan desain eksperimen dua kelompok. Penelitian ini meneliti sebanyak 40 orang dewasa yang lebih tua sebagai subjek. Kebugaran jasmani dikumpulkan menggunakan instrumen tes kebugaran senior, dan kualitas tidur dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas tidur berjudul Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh. Teknik analisis data adalah paired sample t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan chi lebih baik daripada kardio steady-state intensitas rendah untuk meningkatkan fleksibilitas (p<0,05), kekuatan otot pada ekstremitas atas dan bawah (p<0,05), dan meningkatkan kemampuan koordinasi dan keseimbangan (p<0,05). Pada saat yang sama, kondisi stabil intensitas rendah lebih baik daripada latihan chi dalam meningkatkan kemampuan kardiovaskular (p<0,05). Latihan chi lebih baik daripada metode kardio steady-state intensitas rendah untuk meningkatkan kualitas tidur (p<0,05). Kesimpulannya adalah bahwa olahraga chi lebih baik daripada kondisi stabil intensitas rendah dalam meningkatkan kebugaran fisik dan kualitas tidur pada kelompok lansia

    Identifikasi bakat olahraga di kalangan anak-anak di Malang

    No full text
    Talent Identification is essential to identify the potential of young athletes to succeed in senior elite sports. This study aimed to identify talent in sports among children in Malang. This research was an observational cross-sectional study involving 356 children (68% boys) who were purposively selected in Malang city based on age criteria (age 11 years old). Several tests and measurements were conducted for talent identification, including anthropometric tests, eye-hand coordination, leg muscle power, arm muscle power, agility, speed, and VO2max. Sports talent identification was conducted based on Norm developed by Narlan and Juniar. The results were matched into a sports talent profile table according to the age and gender of the participants. Results with the sports branch profile norms were matched, if the test results were at least the same or better than the sports study program, then the child was "talented" in that sport. The results of data analysis showed that two children (0.56%) were in the potential category, 58 children (16.29%) were in the moderately potential category, 172 children (48.31%) were in the low potential category, and 124 children (34.83 %) were included in the non-potential category. Judo, triple jump, long jump, high jump, javelin throw, table tennis, and shot put were sports identified as gifted by children in the categories of potential, moderate, and low potential. The results of the study report that children have the potential to be able to excel in Judo, triple jump, long jump, high jump, javelin throw, table tennis, and shot put.Identifikasi Bakat sangat penting untuk mengidentifikasi potensi atlet muda untuk berhasil dalam olahraga elit senior. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakat dalam olahraga di kalangan anak-anak di Malang. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional observasional yang melibatkan 356 anak-anak (68% anak laki-laki) yang dipilih secara purposively di Kota Malang berdasarkan kriteria usia (usia 11 tahun). Beberapa tes dan pengukuran dilakukan untuk identifikasi bakat, termasuk tes antropometri, koordinasi mata-tangan, kekuatan otot kaki, kekuatan otot lengan, kelincahan, kecepatan, dan VO2max. Identifikasi bakat olahraga dilakukan berdasarkan Norma yang dikembangkan oleh Narlan dan Juniar. Hasilnya dicocokkan ke dalam tabel profil bakat olahraga sesuai dengan usia dan jenis kelamin peserta. Hasil dengan norma profil cabang olahraga dicocokkan, jika hasil tes setidaknya sama atau lebih baik dari program studi olahraga, maka anak itu "berbakat" dalam olahraga itu. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dua anak (0,56%) berada dalam kategori potensial, 58 anak (16,29%) berada dalam kategori potensi sedang, 172 anak (48,31%) berada dalam kategori potensi rendah, dan 124 anak (34,83%) termasuk dalam kategori tidak potensial. Judo, triple jump, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, tenis meja, dan shot put adalah olahraga yang diidentifikasi sebagai berbakat oleh anak-anak dalam kategori potensi potensial, sedang, dan rendah. Hasil penelitian melaporkan bahwa anak-anak memiliki potensi untuk dapat unggul dalam Judo, triple jump, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, tenis meja, dan shot put

    Model pembelajaran pendidikan jasmani manajemen di era pandemi covid-19: Tinjauan literatur

    No full text
    The Covid-19 pandemic brings very complex problems to implementing education and learning in schools. Physical education subjects are one of the many subjects that must make adjustments to the Covid-19 pandemic. Physical education materials need to be studied how learning can be done to carry out the learning process in accordance with government regulations. This research aims to provide information about the management of physical education learning in the era of the Covid-19 pandemic. This research uses literature review methods by using comprehensive strategies such as searching for articles in a database of research journals. The databases used are Pubmed/MEDLINE, Scopus, Web of Science, and Embase. The keywords used in the search are learning models in the era of the Covid-19 pandemic and physical education. A total of 20 articles in the last ten years on used as data and analyzed. Based on the results and discussion of the principles of the management of physical education and model physical education in the era of pandemic covid-19. This study is carried out in the future to understand the learning process that can be done during the Covid-19 pandemic, especially in physical education.Pandemi Covid-19 membawa masalah yang sangat kompleks untuk menerapkan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Mata pelajaran pendidikan jasmani merupakan salah satu dari sekian banyak mata pelajaran yang harus dilakukan penyesuaian terhadap pandemi Covid-19. Materi pendidikan jasmani perlu dipelajari bagaimana pembelajaran dapat dilakukan untuk melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan peraturan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pengelolaan pembelajaran pendidikan jasmani di era pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menggunakan strategi komprehensif seperti mencari artikel dalam database jurnal penelitian. Database yang digunakan adalah Pubmed / MEDLINE, Scopus, Web of Science, dan Embase. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah model pembelajaran di era pandemi Covid-19 dan pendidikan jasmani. Sebanyak 20 artikel dalam sepuluh tahun terakhir digunakan sebagai data dan dianalisis. Berdasarkan hasil dan pembahasan prinsip-prinsip pengelolaan pendidikan jasmani dan model pendidikan jasmani di era pandemi covid-19. Kajian ini dilakukan ke depan untuk memahami proses pembelajaran yang dapat dilakukan di masa pandemi Covid-19, khususnya dalam pendidikan jasmani

    Aktivitas Fisik dan Fungsi Kognitif Siswa

    No full text
    Physical activity positively impacts cognitive function and can help avoid cognitive impairment. The study aimed to investigate the association between cognitive function and physical activity in junior high school students in Bandung. This research is quantitative research with a correlation analytic design. The instrument used in this study is a questionnaire. The sampling technique used is a random sample, the sample is 1870 respondents. The questionnaire used in this study is a closed questionnaire, which is a questionnaire whose answers have been provided so that respondents only need to choose. The study found that half of the respondents with less activity experienced less cognitive function (71,8%). Almost half of the respondents had a physical activity with good cognitive function (21.6%), and a small proportion of physical activity experienced quite a number of cognitive functions (8.6%). There is a relationship between physical activity and function cognitive in students. The results of this study are expected to be taken into consideration for further research by examining other factors related to cognitive function and other factors related to physical activity, such as gender, socioeconomic, and family factors.Aktivitas fisik berdampak positif pada fungsi kognitif dan dapat membantu menghindari gangguan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara fungsi kognitif dengan aktivitas fisik pada siswa SMP di Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel acak, sampel sebanyak 1870 responden. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup, yaitu kuesioner yang jawabannya telah diberikan sehingga responden hanya perlu memilih. Studi ini menemukan bahwa setengah dari responden dengan aktivitas lebih sedikit mengalami fungsi kognitif yang lebih sedikit (71,8%). Hampir setengah dari responden memiliki aktivitas fisik dengan fungsi kognitif yang baik (21,6%), dan sebagian kecil aktivitas fisik mengalami cukup banyak fungsi kognitif (8,6%). Ada hubungan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut dengan memeriksa faktor-faktor lain yang berhubungan dengan fungsi kognitif dan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan aktivitas fisik, seperti faktor jenis kelamin, sosial ekonomi, dan keluarga

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇