Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    Analisis kemampuan koordinasi motorik siswa: Studi banding siswa di daerah perkotaan dan pedesaan

    No full text
    This study aims to analyze the differences in coordination skills of children who live in urban and rural areas. This study used a cross-sectional design, and the research subjects were elementary school students aged between 7 - 9 years (N=640; male=320 and female=320) spread across urban and rural areas in West Sumatra Province, Indonesia. Samples were collected through a purposive sampling technique. Coordination data were measured using the Körperkoordinations Test für Kinder (KTK): balance beam, moving sideways, jumping sideways and eye-hand coordination. The data were analyzed using the IBM SPSS statistical program version 25. The analysis results revealed that Urban students had a superior motor coordination average score compared to rural students. Based on the t-test, there was a significant difference in general coordination abilities between urban and rural students (p value< 0.05). The motor coordination skills of students in urban settings are superior to those of students in rural settings, both male and female. It is believed that by having adequate facilities and equipment, schools in Urban have more opportunities to practice coordination both structured and independently. It is recommended to optimize movement coordination training for students in a structured manner in physical education and extracurricular learning at school.Prediktor utama yang mendukung keterampilan motorik adalah penguasaan koordinasi motorik yang dikembangkan secara efektif melalui program pembelajaran pada usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan koordinasi anak yang tinggal di perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dan subjek penelitian adalah siswa SD usia antara 7 - 9 tahun (N=640; laki-laki=320 dan perempuan=320) yang tersebar di perkotaan dan pedesaan di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Sampel dikumpulkan melalui teknik purposive sampling. Data koordinasi diukur menggunakan Körperkoordinations Test für Kinder (KTK): balok keseimbangan, bergerak ke samping, melompat ke samping dan koordinasi mata-tangan. Data dianalisis menggunakan program statistik IBM SPSS versi 25. Hasil analisis mengungkapkan bahwa siswa perkotaan memiliki skor rata-rata koordinasi motorik yang unggul dibandingkan dengan siswa pedesaan. Berdasarkan uji-t, terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan koordinasi umum antara siswa perkotaan dan pedesaan (p value< 0,05). Keterampilan koordinasi motorik siswa di lingkungan perkotaan lebih unggul daripada siswa di lingkungan pedesaan, baik pria maupun wanita. Diyakini bahwa dengan memiliki fasilitas dan peralatan yang memadai, sekolah-sekolah di Urban memiliki lebih banyak kesempatan untuk mempraktikkan koordinasi baik secara terstruktur maupun mandiri. Disarankan untuk mengoptimalkan pelatihan koordinasi gerakan bagi siswa secara terstruktur dalam pendidikan jasmani dan pembelajaran ekstrakurikuler di sekolah

    Analisis kecepatan teknik Front Kicks pada atlet juara dunia pencak silat 2022: Analisis kinematik

    No full text
    Pencak silat is the dominant sport using the feet and hands. Kicks in pencak silat require speed to produce points, the faster the kick is made, the more difficult it will be to stop, fend off, or catch. This study aims to describe the difference in front kick speed between two male and female athletes of the Indonesian national team who are the 2022 pencak silat world champions. The research method used in quantitative descriptive research with the subjects of 2022 world champion pencak silat athletes in male and female numbers. This research instrument uses a Fujifilm XT 4 camera with camera placement at a distance of 5 meters from the arena. The video results were analyzed using Kinovea 0.9.4 software by calculating the speed of the subject\u27s Front Kicks. The male sample produced an average speed of 3.25 m/s with an average breakdown of a 1.82-meter kick distance and an average travel time of 0.56 seconds. The female sample produced an average speed of 2.71 m/s with details of an average 1.90-meter kick distance and an average travel time of 0.70 seconds. Future research is expected to examine kinematic parameters in other techniques in pencak silat so that they know more about things that can support the performance of pencak silat athletes.Pencak silat adalah olahraga dominan menggunakan kaki dan tangan. Tendangan dalam pencak silat membutuhkan kecepatan untuk menghasilkan poin, semakin cepat tendangan dilakukan, semakin sulit untuk berhenti, menangkis, atau menangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kecepatan tendangan depan antara dua atlet putra dan putri timnas Indonesia yang merupakan juara dunia pencak silat 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek atlet juara dunia pencak silat 2022 di nomor putra dan putri. Instrumen penelitian ini menggunakan kamera Fujifilm XT 4 dengan penempatan kamera pada jarak 5 meter dari arena. Hasil video dianalisis menggunakan software Kinovea 0.9.4 dengan menghitung kecepatan Front Kicks subjek. Sampel jantan menghasilkan kecepatan rata-rata 3,25 m / s dengan rincian rata-rata jarak tendangan 1,82 meter dan waktu tempuh rata-rata 0,56 detik. Sampel betina menghasilkan kecepatan rata-rata 2,71 m / s dengan rincian jarak tendangan rata-rata 1,90 meter dan waktu tempuh rata-rata 0,70 detik. Penelitian kedepannya diharapkan dapat mengkaji parameter kinematik dalam teknik lain dalam pencak silat sehingga mereka lebih mengetahui tentang hal-hal yang dapat menunjang kinerja atlet pencak silat.&nbsp

    Pengaruh speed training terhadap performa fisik pemain futsal remaja

    No full text
    High intensity and good acceleration speed are distinct advantages in a futsal team, thus the purpose of this study is to determine the effect of speed training on the physical performance of futsal players in West Java. The method used in this research is experimental, with a pretest–posttest one group design approach. A purposive sampling technique with inclusion criteria was used in selecting subjects. The total subjects were 30 male futsal players with an average (age of 18.18 ± 2.11 years, height of 168.20 ± 5.32 cm, weight of 60.49 ± 4.23 kg, and fat of 10.19 ± 1.65 %). Data were analyzed using the SPSS version 22 application with a significance level of p <0.05. The results showed that speed training carried out for 10 weeks significantly impacted aerobic Capacity (p=0.005) and agility (p=0.008). While for the vertical jump and 20-meter sprint, there was an increase, but not significant. Thus the findings in this study can be used as a recommendation for coaches and athletes to train in the basic components of speed to help their physical performance properly.Intensitas tinggi dan kecepatan akselerasi yang baik merupakan keunggulan tersendiri dalam sebuah tim futsal, dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh speed training terhadap performa fisik pemain futsal di Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, dengan pendekatan pretest-posttest one group design. Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi digunakan dalam memilih subjek. Total subjek penelitian adalah 30 pemain futsal putra dengan rata-rata (usia 18,18 ± 2,11 tahun, tinggi badan 168,20 ± 5,32 cm, berat badan 60,49 ± 4,23 kg, dan lemak 10,19 ± 1,65 %). Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 22 dengan taraf signifikansi p <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan kecepatan yang dilakukan selama 10 minggu berdampak signifikan terhadap Kapasitas aerobik (p=0,005) dan kelincahan (p=0,008). Sementara untuk vertical jump dan sprint 20 meter, terjadi peningkatan, namun tidak signifikan. Dengan demikian temuan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi bagi pelatih dan atlet untuk melatih komponen dasar kecepatan untuk membantu kinerja fisik mereka dengan baik

    Efek dari latihan quiet eye dan latihan tanpa quiet eye pada kiper terhadap akurasi tendangan ke gawang

    No full text
    Based on the facts on the ground, one of the causes of the less-than-optimal achievements achieved is caused by the lack of accuracy of the player\u27s kick to the opponent\u27s goal. This study aims to analyze the differences in the effect of training using the goalkeeper\u27s quiet eye and training using the quiet eye without the goalkeeper on the accuracy of kicks on the goal.  This research is quantitative research with quasi-experimental methodsThis research was conducted at the Tuanku Tambusai stadium, the population of PSBS Kampar, Riau Province, with a sample of 28 soccer players obtained using purposive sampling. The research instrument used to measure the accuracy of kicks to goal in this study is Loughborough Soccer Shooting (LSST). The data analysis technique used the T-test at a significance level (α) 0.05. The study showed a significant difference between the goalkeeper\u27s quiet eye training method and the quiet eye without the goalkeeper on shooting accuracy in PSBS Kampar.  The T-test results the experimental group obtained a T count = 4.224 > T table = 2.021 and a sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05, that the training quiet eye increases the accuracy of shooting results.Berdasarkan fakta di lapangan, salah satu penyebab prestasi yang dicapai kurang optimal disebabkan oleh kurangnya ketepatan tendangan pemain ke gawang lawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh latihan menggunakan mata tenang penjaga gawang dan latihan menggunakan mata tenang tanpa penjaga gawang terhadap ketepatan tendangan pada gawang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimental. Penelitian ini dilakukan di stadion Tuanku Tambusai, populasi PSBS Kampar, Provinsi Riau, dengan sampel 28 pemain sepak bola diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur akurasi tendangan ke gawang dalam penelitian ini adalah Loughborough Soccer Shooting (LSST). Teknik analisis data menggunakan uji-T pada taraf signifikansi (α) 0,05. Studi ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara metode latihan mata tenang kiper dan mata tenang tanpa kiper pada akurasi tembakan di PSBS Kampar. Hasil uji-T pada kelompok eksperimen diperoleh T hitung = 4,224 > tabel T = 2,021 dan sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, bahwa latihan quiet eye meningkatkan akurasi hasil pemotretan.&nbsp

    Efektivitas pelatihan permainan sisi kecil pada akurasi passing pemain sepak bola muda

    No full text
    The research aimed to determine the effect of small-side game training on the passing accuracy of young soccer athletes Farmel Hatta Palembang. The research method used in this study is experimental. The research design used was a pretest-posttest group design. The sampling technique used in this study used all members of the population in a youth soccer team of 40 players. The analysis techniques used are normality tests, homogeneity tests, and paired sample tests using the SPSS program version 26. The result obtained from the normality test (Kolmogorov-Smirnov Test) for the pre-test data was 0.56, and the post-test data was 3.28, so the data obtained from the pre-test and post-test were normal. The homogeneity test results show that the sig p is 0.633>0.05. Then the results of the hypothesis test obtained are t count 10.801 and t table 1.685 (df 39) with a sig (2-tailed) value of 0.000, so that small-sided game practice greatly influences the results of passing accuracy. Based on the research results on the impact of small game training, it fully affects the passing accuracy of young athletes of the FIFA football school Farmel Hatta Palembang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan permainan sisi kecil terhadap akurasi passing atlet sepak bola muda Farmel Hatta Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah desain kelompok pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan semua anggota populasi dalam tim sepak bola remaja yang terdiri dari 40 pemain. Teknik analisis yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji paired sample dengan menggunakan program SPSS versi 26. Hasil yang diperoleh dari uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov Test) untuk data pre-test adalah 0,56, dan data post-test adalah 3,28, sehingga data yang diperoleh dari pre-test dan post-test normal. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa sig p adalah 0,633>0,05. Kemudian hasil uji hipotesis yang diperoleh adalah t hitung 10,801 dan t tabel 1,685 (df 39) dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000, sehingga latihan permainan sisi kecil sangat mempengaruhi hasil akurasi passing. Berdasarkan hasil penelitian tentang dampak latihan permainan kecil, sangat mempengaruhi akurasi passing atlet muda sekolah sepak bola FIFA Farmel Hatta Palembang

    Hubungan antara indeks massa tubuh, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebugaran fisik pada remaja

    No full text
    This study aims to determine the relationship between BMI, physical activity, and sleep quality with physical fitness and the correlation between these factors. The research method used is correlational research. The subjects of this study were adolescent students aged 16-19 years. It selected subjects using purposive sampling techniques with criteria of adolescents aged 16-19, healthy conditions, and willingness to participate in research activities. The total subjects involved were 251 teenagers. The research instruments used were BMI measurement, physical activity using the PAQ-A questionnaire, sleep quality measured using PSQI, and physical fitness measured using the Indonesian Physical Fitness Test for the age range of 16-19 years. The data analysis techniques used are descriptive analysis and multiple regression tests. The results showed that BMI and physical fitness were significantly associated with an effective contribution of 4.29%, physical activity, and physical fitness had a significant relationship with an effective contribution of 46.34%, and sleep quality and physical fitness were significantly associated with an effective contribution of 2.27%. The BMI, physical activity, and sleep quality all had a significant relationship with physical fitness in adolescent students, with an effective contribution of 53.40%, meaning that it was concluded that there was a relationship between BMI, physical activity, sleep quality, and physical fitness. The results of this study answered that BMI, physical activity, and sleep quality contribute to the fitness of adolescent students.Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara BMI, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kebugaran fisik serta korelasi di antara faktor-faktor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa remaja berusia 16-19 tahun. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja berusia 16-19 tahun, kondisi sehat, dan kesediaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian. Total subjek yang terlibat adalah 251 remaja. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pengukuran BMI, aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-A, kualitas tidur diukur menggunakan PSQI, dan kebugaran fisik diukur menggunakan Tes Kebugaran Fisik Indonesia untuk rentang usia 16-19 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji regresi berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa BMI dan kebugaran fisik secara signifikan terkait dengan kontribusi efektif sebesar 4,29%, aktivitas fisik dan kebugaran fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kontribusi efektif sebesar 46,34%, dan kualitas tidur dan kebugaran fisik secara signifikan terkait dengan kontribusi efektif sebesar 2,27%. BMI, aktivitas fisik, dan kualitas tidur semuanya memiliki hubungan yang signifikan dengan kebugaran fisik pada siswa remaja, dengan kontribusi efektif sebesar 53,40%, yang berarti disimpulkan bahwa ada hubungan antara BMI, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebugaran fisik. Hasil studi ini menjelaskan bahwa BMI, aktivitas fisik, dan kualitas tidur berkontribusi terhadap kebugaran siswa remaja

    Efektivitas permainan sensorimotor dalam meningkatkan konsentrasi dan kebugaran jasmani di masa pandemi covid-19

    No full text
    Changes in the learning process during the COVID-19 pandemic have caused a decrease in the concentration of learning in children who are brought to offline learning. This study aims to know the effectiveness of sensorimotor games in improving the concentration and physical fitness of children aged 7 – 12 years. The research method is an experimental design with a randomized pre and post-test control group design with 42 samples divided into 2 groups: a control group and a treatment group. Sensorimotor games are given using the sensory path for 5 repetitions in each session with 12 meetings. The measuring instrument in this study was the digit symbol test to measure concentration levels and 5 measuring tools to measure physical fitness. The data analysis used to test the hypothesis is the paired sample t-test to find out differences in 1 data group and the independent t-test to compare data between groups. Based on the results of the independent t-test between the treatment and control groups after being given a sensorimotor game, the concentration value was p=0.001, coordination p=0.001, balance p=0.000, flexibility p=0.453, agility p=0.228, speed p=0.873. Sensory-motor games improve concentration, coordination, and balance in children aged 7-12 years in Denpasar. Sensorimotor games using sensory pathways can be applied to children who experience a decreased concentration in learning and are an alternative to physical exercise to improve coordination and balance.Perubahan proses pembelajaran di masa pandemi COVID-19 menyebabkan menurunnya konsentrasi pembelajaran pada anak yang dibawa ke pembelajaran luring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan sensorimotor dalam meningkatkan konsentrasi dan kebugaran jasmani anak usia 7 – 12 tahun. Metode penelitian adalah rancangan eksperimen dengan rancangan kelompok kontrol pre dan post-test acak dengan 42 sampel yang dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Permainan sensorimotor diberikan menggunakan jalur sensorik untuk 5 pengulangan di setiap sesi dengan 12 pertemuan. Alat ukur dalam penelitian ini adalah tes simbol digit untuk mengukur tingkat konsentrasi dan 5 alat ukur untuk mengukur kebugaran jasmani. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan pada 1 kelompok data dan uji-t independen untuk membandingkan data antar kelompok. Berdasarkan hasil uji-t independen antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah diberi permainan sensorimotor, nilai konsentrasinya adalah p=0,001, koordinasi p=0,001, keseimbangan p=0,000, fleksibilitas p=0,453, agility p=0,228, kecepatan p=0,873. Permainan sensorik-motorik meningkatkan konsentrasi, koordinasi, dan keseimbangan pada anak usia 7-12 tahun di Denpasar. Permainan sensorimotor menggunakan jalur sensorik dapat diterapkan pada anak-anak yang mengalami penurunan konsentrasi dalam belajar dan merupakan alternatif dari latihan fisik untuk meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.&nbsp

    Pembelajaran pendidikan jasmani didasarkan pada proyek dasar untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa

    No full text
    Numerical literacy in early can be used as a tool for developing thinking skills in children, supporting children in developing various talents or intellectual potentials they have, and can be used as a means of cultivating a positive affective side in instilling basic personality. This study aims to describe numeracy literacy skills in early childhood students. This research aims to improve students\u27 reading and numeracy skills through learning about physical education and health. The method used is quantitative. The approach used is an experimental pretest-posttest design. The simple random sampling technique was divided into 2 groups of 50 students in the experimental group and 50 in the control group. This type of research is population research. The data are analyzed by using paired sample t-test with a significance level (p<0.05). Based on the analysis and discussion results, using the learning model using the project with a combination of mathematics and sports can improve literacy and numeracy skills in junior high school students in Bondowoso Regency, East Java. Based on data analysis, the following results were obtained: (1) There was a significance in literacy with sig 0.000 values; (2) There was a significance in numeracy with sig 0.002; (3) There was a significance in the control group with sig 0.000. So that through this research, the expected indicators in the implementation of literacy and numeracy in mathematics and sports can be achieved by students. Project-based learning is beneficial for students and provides motivation.Literasi numerik sejak dini dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan berpikir pada anak, mendukung anak dalam mengembangkan berbagai bakat atau potensi intelektual yang dimilikinya, dan dapat digunakan sebagai sarana menumbuhkan sisi afektif positif dalam menanamkan kepribadian dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung siswa melalui pembelajaran tentang pendidikan jasmani dan kesehatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Pendekatan yang digunakan adalah desain pretest-posttest eksperimental. Teknik simple random sampling dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 50 siswa pada kelompok eksperimen dan 50 pada kelompok kontrol. Jenis penelitian ini adalah penelitian populasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji t sampel berpasangan dengan tingkat signifikansi (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis dan diskusi, penggunaan model pembelajaran menggunakan proyek dengan kombinasi matematika dan olahraga dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi pada siswa SMP di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Terdapat signifikansi dalam literasi dengan nilai sig 0,000; (2) Terdapat signifikansi dalam numerasi dengan sig 0,002; (3) Ada signifikansi dalam kelompok kontrol dengan sig 0,000. Sehingga melalui penelitian ini indikator yang diharapkan dalam implementasi literasi dan numerasi dalam matematika dan olahraga dapat dicapai oleh mahasiswa. Pembelajaran berbasis proyek bermanfaat bagi siswa dan memberikan motivasi

    Kontribusi squat jump, leg squat, dan walking lunge terhadap kemampuan mawashi geri kicking

    No full text
    Muscle explosiveness is a physical component that contributes from technical ability to karate ability. The kicking technique in karate is a very important skill in attacking movements. It is necessary to provide training so that muscle explosive power, especially in the legs, increases so that technical ability can increase. Squat jump exercises, leg squats, and walking lunges are forms of exercise that can increase muscle explosive power and the ability of karate kicks. This study aimed to determine the contribution of squat jump exercises, leg squats, and walking lunges to the ability to kick in karate. The subjects of this study were 27 female Karate Dojo athletes, the subject collection technique was total sampling by recruiting all 27 female athletes. The instruments used in this study were for initial and final test measurements using Mawashi Geri\u27s kick ability test. Data analysis using ANOVA test and statistical prerequisite test using SPSS 25. The results of this study from the results of data analysis with a comparative hypothesis test between posttest values showed a calculated t value < a significant level of 0.05, which means that the provision of squat jumps, leg squats, walking lunges significantly contributed to Mawashi Geri\u27s kicking ability. The conclusion of the results of this study explains that leg muscle power training has contributed to Mawashi Geri\u27s kicking ability, especially in walking lunges training the results of the research are very significant.Ledakan otot adalah komponen fisik yang berkontribusi dari kemampuan teknis hingga kemampuan karate. Teknik menendang dalam karate adalah keterampilan yang sangat penting dalam gerakan menyerang. Perlu diberikan pelatihan agar daya ledak otot terutama di kaki meningkat sehingga kemampuan teknis dapat meningkat. Latihan lompat jongkok, leg squat, dan walking lunge adalah bentuk latihan yang dapat meningkatkan daya ledak otot dan kemampuan tendangan karate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi latihan lompat jongkok, leg squat, dan lunge berjalan terhadap kemampuan menendang karate. Subjek penelitian ini adalah 27 atlet Karate Dojo putri, teknik pengumpulan subjek adalah total sampling dengan merekrut seluruh 27 atlet putri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk pengukuran tes awal dan akhir menggunakan uji kemampuan tendangan Mawashi Geri. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji prasyarat statistik menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini dari hasil analisis data dengan uji hipotesis komparatif antar nilai posttest menunjukkan nilai t hitung < tingkat signifikan 0,05, yang berarti pemberian squat jump, leg squat, walking lunges berkontribusi signifikan terhadap kemampuan menendang Mawashi Geri. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa latihan kekuatan otot kaki telah berkontribusi terhadap kemampuan menendang Mawashi Geri, terutama dalam latihan lunge berjalan hasil penelitiannya sangat signifikan.&nbsp

    Pengaruh pendekatan permainan mengajar dalam proses pembelajaran senam untuk meningkatkan roll forward

    No full text
    This study aims to analyze the effectiveness of the gymnastic learning model, which makes students more active during learning to improve students rolling skills. This type of research is an experiment with a pre and post-test design. 34 people with an average age of 15 years, consisting of 16 men and 18 women, participated in this study. Subjects were divided into two groups the experimental and control groups. They were taking research subjects using a purposive sampling technique. The control group carried out an independent study according to the instructions from the teacher, while the experimental group was treated with a play learning model according to the treatment program that had been made in each lesson. The forward roll skill test instrument uses a forward roll skill test sheet which contains a forward roll assessment indicator, which consists of 10 assessment indicators, starting from the initial phase, the primary phase, and the final phase for the forward roll movement. Data analysis was performed using the SPSS application with the Paired t-test method. This study\u27s results reported a significant difference in the experimental group (p<0.05) compared to the control group. Each group has an average difference so that the learning model applied can improve forward-rolling skills in gymnastic materials.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran senam, yang membuat siswa lebih aktif selama pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan rolling siswa. Jenis penelitian ini merupakan percobaan dengan desain pre dan post-test. 34 orang dengan usia rata-rata 15 tahun, terdiri dari 16 pria dan 18 wanita, berpartisipasi dalam penelitian ini. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen dan kontrol. Mereka mengambil subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok kontrol melakukan belajar mandiri sesuai petunjuk dari guru, sedangkan kelompok eksperimen diperlakukan dengan model pembelajaran bermain sesuai program perlakuan yang telah dibuat dalam setiap pembelajaran. Instrumen uji keterampilan roll maju menggunakan lembar tes keterampilan roll maju yang berisi indikator penilaian roll maju, yang terdiri dari 10 indikator penilaian, mulai dari fase awal, fase utama, dan fase akhir untuk gerakan roll maju. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan metode Paired t-test. Hasil penelitian ini melaporkan perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Setiap kelompok memiliki perbedaan rata-rata sehingga model pembelajaran yang diterapkan dapat meningkatkan kemampuan maju guling dalam materi senam

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇