Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Not a member yet
    381 research outputs found

    Peningkatan presisi forehand drive tenis meja melalui latihan multiball

    No full text
    This study aims to determine the improvement of table tennis forehand drives through multiball exercises. The research method used a pre-experimental design (non-design) in the form of a one-group pretest and posttest design. The research subjects were students of senior hight school 3 Konawe Selatan who were 15 to 18 years old. The subject\u27s body weight varies depending on the characteristics of each individual. However, in this study, body weight was only the main focus if specific aspects related to forehand driveability existed. Height range 150 to 190 cm. So, the number of samples in this study was 20 students who fit the age and height criteria. The instrument used uses a forehand drive test for 30 seconds with a target. Data analysis used description analysis and analysis prerequisite test with data normality test, data homogeneity test, and using t-test. Based on the pretest average score of 19.90 and the posttest average score of 23.35, using a percentage increase of 17.34% using multiball exercises. The data analysis results show a significant increase in the accuracy of the table tennis forehand drive through multiball training. By improving the accuracy of the forehand drive, players can direct the ball more, leading to better scores in competition and encouraging the development of more innovative and creative training approaches in the sport through multiball training, enhancing technical and tactical skills in the game.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan forehand drive tenis meja melalui latihan multiball. Metode penelitian menggunakan desain pra eksperimen (non-desain) berupa desain pretest dan posttest satu kelompok. Subjek penelitian adalah siswa SMA 3 Konawe Selatan yang berusia 15 sampai 18 tahun. Berat badan subjek bervariasi tergantung pada karakteristik masing-masing individu. Namun, dalam penelitian ini, berat badan hanya menjadi fokus utama jika ada aspek spesifik yang terkait dengan forehand driveability. Kisaran tinggi 150 hingga 190 cm. Jadi, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 siswa yang sesuai dengan kriteria usia dan tinggi badan. Instrumen yang digunakan menggunakan forehand drive test selama 30 detik dengan target. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji prasyarat analisis dengan uji normalitas data, uji homogenitas data, dan menggunakan uji-t. Berdasarkan skor rata-rata pretest 19,90 dan skor rata-rata posttest 23,35, menggunakan persentase kenaikan 17,34% menggunakan latihan multiball. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan akurasi forehand drive tenis meja yang signifikan melalui latihan multiball. Dengan meningkatkan akurasi forehand drive, pemain dapat mengarahkan bola lebih banyak, yang mengarah ke skor yang lebih baik dalam kompetisi dan mendorong pengembangan pendekatan pelatihan yang lebih inovatif dan kreatif dalam olahraga melalui pelatihan multiball, meningkatkan keterampilan teknis dan taktis dalam permainan

    Pengembangan pelatihan keterampilan tenis berbasis model trainer untuk atlet pemula

    No full text
    Mastery of skills in tennis is very important to master for tennis players, especially beginner tennis players who need a lot of practice time to master the skills. Currently, tennis players only have a little time to practice, given the short duration of training with a coach. A training model that can improve beginners\u27 mastery of tennis skills is needed. This study aimed to determine the success and effectiveness of the court tennis coach model developed for novice tennis players to improve their skills. The research method used in this study is research and development (R&D). The subjects in this study were divided into 2 stages, a small experimental stage of 15 athletes and a large trial stage of 40 athletes. The instrument in this study used a tennis dyer test. Based on the results of the assessment of sports equipment development materials, tennis coaches who are competent in their fields and sports test and measurement experts in the study "Development of coach-based tennis skills training for novice athletes" stated that the quality of assistive devices is categorized as "good" for use. Based on the paired sample t-test in this study, it is known that the Sig value (2-tailed) is 0.000, which means less than 0.05 or 0.000 < 0.05. Then, there is a real difference between the pre-test and post-test dyer tennis test data for beginner court tennis athletes. The developed model of court tennis coaches is effective for novice field tennis athletes.Penguasaan keterampilan dalam tenis sangat penting bagi pemain tenis, terutama pemain tenis pemula yang membutuhkan banyak waktu latihan untuk menguasai keterampilan tersebut. Saat ini, para pemain tenis hanya memiliki sedikit waktu untuk berlatih, mengingat durasi latihan bersama pelatih yang singkat. Diperlukan model pelatihan yang dapat meningkatkan penguasaan keterampilan tenis bagi pemula. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keberhasilan dan efektivitas model pelatihan tenis lapangan yang dikembangkan untuk pemain tenis pemula dalam meningkatkan keterampilan mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap, tahap eksperimental kecil dengan 15 atlet dan tahap uji coba besar dengan 40 atlet. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes dyer tenis. Berdasarkan hasil penilaian bahan pengembangan peralatan olahraga, pelatih tenis yang kompeten dalam bidangnya dan ahli pengukuran olahraga dalam studi "Pengembangan pelatihan keterampilan tenis berbasis pelatih untuk atlet pemula" menyatakan bahwa kualitas perangkat bantu dikategorikan sebagai "baik" untuk digunakan. Berdasarkan uji t-pasangan dalam penelitian ini, diketahui bahwa nilai Sig (2-tailed) adalah 0,000, yang berarti kurang dari 0,05 atau 0,000 < 0,05. Maka, terdapat perbedaan nyata antara data tes dyer tenis pre-test dan post-test untuk atlet tenis lapangan pemula. Model yang dikembangkan oleh pelatih tenis lapangan efektif bagi atlet tenis lapangan pemula

    Perbandingan antara pengaruh pelatihan rehaencalina-rehaencalina-torso (RRT) dan rehaencalina-bench press-torso (RBT) terhadap kemampuan melempar lembing

    No full text
    Explosive power athletes are a significant requirement in javelin throwing. Increasing the explosive power of the arm requires proper training, including using rehaencalina exercises. This study aimed to determine the modification of rehaencalina exercises to improve the ability to throw javelins. This research uses the Experiment method, which uses a two-group pretest-posttest design. The sample in this study was 18 javelin throw athletes from Makassar State University. The research instrument used a javelin-throwing ability test. Data analysis was processed using descriptive test statistics, normality test, homogeneity test, and Anakova test. The results found a comparison of the effects of the two treatment groups on the variable javelin throwing ability, resulting in an average javelin throwing ability between exercises showing an increase in javelin throwing ability seen from the average increase in test results. The average javelin throwing ability for both groups showed that group 1 of the Rehaencalina-Rehaencalina-Torso (R-R-T) exercise resulted in a better improvement in javelin throwing ability than group 2 of the Rehanecalina-Bench Press-Torso (R-B-T) exercise. This study concludes that arm power explosiveness modification exercises with Rehaencalina exercises can improve javelin throwing ability. The results of this study can be a foothold to pay attention to the physical component in improving sports skills.Atlet daya ledak adalah persyaratan penting dalam melempar lembing. Meningkatkan daya ledak lengan membutuhkan pelatihan yang tepat, termasuk menggunakan latihan rehaencalina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modifikasi latihan rehaencalina untuk meningkatkan kemampuan melempar lembing. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen, yaitu menggunakan desain pretest-posttest dua kelompok. Sampel dalam penelitian ini adalah 18 atlet lempar lembing dari Universitas Negeri Makassar. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan melempar lembing. Analisis data diolah menggunakan statistik uji deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Anakova. Hasil penelitian menemukan perbandingan efek kedua kelompok perlakuan terhadap variabel kemampuan melempar lembing, sehingga menghasilkan rata-rata kemampuan melempar lembing antar latihan yang menunjukkan peningkatan kemampuan melempar lembing dilihat dari rata-rata peningkatan hasil tes. Kemampuan melempar lembing rata-rata untuk kedua kelompok menunjukkan bahwa kelompok 1 dari latihan Rehaencalina-Rehaencalina-Torso (R-R-T) menghasilkan peningkatan kemampuan melempar lembing yang lebih baik daripada kelompok 2 dari latihan Rehanecalina-Bench Press-Torso (R-B-T). Penelitian ini menyimpulkan bahwa latihan modifikasi daya ledak lengan dengan latihan Rehaencalina dapat meningkatkan kemampuan melempar lembing. Hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk memperhatikan komponen fisik dalam meningkatkan keterampilan olahraga.&nbsp

    Prevalensi gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sesuai dengan polusi udara dan aktivitas fisik

    No full text
    Air pollution is often associated with Upper Respiratory Infection (URI), and children are generally the most susceptible to URI. Although physical activity has a positive impact on health, it should be remembered that unhealthy pollution concentrations can eliminate the positive effects of physical activity. Thus, this research aimed to map the concentration of air pollution associated with the prevalence of URI symptoms and the level of physical activity in children throughout Java Island. This research uses a multicenter design, a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach, within every six big cities on Java Island, Indonesia. The total subjects in this research were 1,216 male and female elementary school students from six provinces throughout Java Island (Banten, n=200), (Jakarta, n=200), (Bandung, n=202), (Semarang, n =210), (Yogyakarta, n=201), (Surabaya, n=203). Data was collected offline using the physical activity and URI questionnaires, accompanied directly by the original teacher. The research results indicated that unhealthy air pollution quality (> 35 µg/m³) was associated with the prevalence of URI symptoms (Jakarta 18.9% and Semarang 21.6%). Data analysis using ANOVA to see the interaction between 6 big cities and investigate within each city using paired t-test. Students\u27 level of physical activity was related to air pollution, which could negatively impact the respiratory system. Therefore, these findings can be of particular concern to city governments and school teachers not to rule out the dangers of air pollution and the benefits of physical activity in schools.Polusi udara sering dikaitkan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), dan anak-anak umumnya yang paling rentan terhadap URI. Meskipun aktivitas fisik memiliki dampak positif pada kesehatan, harus diingat bahwa konsentrasi polusi yang tidak sehat dapat menghilangkan efek positif dari aktivitas fisik. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memetakan konsentrasi polusi udara yang terkait dengan prevalensi gejala URI dan tingkat aktivitas fisik pada anak di seluruh Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan multicenter design, metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional, di setiap enam kota besar di Pulau Jawa, Indonesia. Total subjek dalam penelitian ini adalah 1.216 siswa SD laki-laki dan perempuan dari enam provinsi se-Pulau Jawa (Banten, n=200), (Jakarta, n=200), (Bandung, n=202), (Semarang, n =210), (Yogyakarta, n=201), (Surabaya, n=203). Data dikumpulkan secara luring menggunakan kuesioner aktivitas fisik dan URI, didampingi langsung oleh guru asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas polusi udara yang tidak sehat (> 35 μg/m³) dikaitkan dengan prevalensi gejala URI (Jakarta 18,9% dan Semarang 21,6%). Analisis data menggunakan ANOVA untuk melihat interaksi antara 6 kota besar dan menyelidiki di dalam setiap kota menggunakan paired t-test. Tingkat aktivitas fisik siswa terkait dengan polusi udara, yang dapat berdampak negatif pada sistem pernapasan. Oleh karena itu, temuan ini dapat menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota dan guru sekolah untuk tidak mengesampingkan bahaya polusi udara dan manfaat aktivitas fisik di sekolah.&nbsp

    Model pendidikan olahraga (SEM) tentang motivasi dan aktivitas fisik siswa di kelas: Tinjauan pustaka

    No full text
    Siedentop developed the Sports Education Model (SEM) to provide students with sports knowledge. As research on SEM has continued, attention has focused on (a) student motivation and (b) opportunities for physical activity in physical education classes. This study contains a literature review related to the Sport Education Model (SEM) on motivation and physical activity to provide evidence to support the idea that this model can achieve physical education learning. This study used 20 journals from 6 databases, namely Google Scholar, Sage Journal, Taylor & Francis, ScienceDirect, ResearchGate, and Academia.edu, with further analysis using synthesis techniques. The research aimed to pursue sports education (SEM) of student motivation and physical activity in physical education classes. This study is an updated review of how implementing the Sport Education Model (SEM) can build students\u27 physical activity motivation and engagement in physical education classes, including the latest research trends for future research.Siedentop mengembangkan Model Pendidikan Olahraga (SEM) untuk memberikan pengetahuan olahraga kepada siswa. Seiring dengan berlanjutnya penelitian tentang SEM, perhatian difokuskan pada (a) motivasi siswa dan (b) peluang untuk aktivitas fisik di kelas pendidikan jasmani. Penelitian ini berisi tinjauan pustaka terkait Sport Education Model (SEM) tentang motivasi dan aktivitas fisik untuk memberikan bukti yang mendukung gagasan bahwa model ini dapat mencapai pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan 20 jurnal dari 6 database, yaitu Google Scholar, Sage Journal, Taylor & Francis, ScienceDirect, ResearchGate, dan Academia.edu, dengan analisis lebih lanjut menggunakan teknik sintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengejar pendidikan olahraga (SEM) motivasi dan aktivitas fisik siswa di kelas pendidikan jasmani. Studi ini merupakan tinjauan terbaru tentang bagaimana menerapkan Model Pendidikan Olahraga (SEM) dapat membangun motivasi dan keterlibatan aktivitas fisik siswa di kelas pendidikan jasmani, termasuk tren penelitian terbaru untuk penelitian di masa depan.&nbsp

    Pengaruh permainan bocce pada keterampilan gerakan manipulatif anak-anak penyandang cacat intelektual

    No full text
    This study aimed to determine the Effect of Bocce Games on the Manipulative Movements of Mentally Impaired Children at SLB Muhammadiyah ABC Palu. This research is a type of experimental design research using a pretest-posttest one-group design. The research sample was 10 students selected by purposive sampling technique. The data analysis techniques used are Descriptive Analysis, Normality Test, and SPSS. This study used the Throw Fun Target Test instrument to modify the Bocce game with a model of throwing the ball at the target/target with coordination movements. The results showed that the results of statistical tests with t-test techniques showed a sig value of 0.000 so that which was smaller than the significant level used (p < 0.05), furthermore, the results of the pretest and posttest results of the bocce game showed a difference in the mean value of pretest 1.8000 and posttest 3.6000. This means that from this study, there is an influence of bocce games to provide significant results on the manipulative movement of children with intellectual disabilities SLB Muhammadiyah ABC Palu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Bocce Games terhadap Gerakan Manipulatif Anak Cacat Mental di SLB Muhammadiyah ABC Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian desain eksperimen dengan menggunakan desain satu kelompok pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 10 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif, Uji Normalitas, dan SPSS. Penelitian ini menggunakan instrumen Throw Fun Target Test untuk memodifikasi permainan Bocce dengan model melempar bola ke sasaran/sasaran dengan gerakan koordinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik dengan teknik uji-t menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 sehingga yang lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan (p < 0,05), selanjutnya hasil hasil pretest dan posttest permainan bocce menunjukkan adanya perbedaan nilai mean pretest 1,8000 dan posttest 3,6000. Artinya dari penelitian ini, terdapat pengaruh bocce games untuk memberikan hasil yang signifikan terhadap gerakan manipulatif anak penyandang disabilitas intelektual SLB Muhammadiyah ABC Palu.&nbsp

    Efek intensitas latihan beban tubuh terhadap penurunan indeks massa tubuh (BMI) pada mahasiswa.

    No full text
    Obesity in adolescents is very prone to occur due to consumption of fast food, sweet food/drink patterns, likes to play games without knowing the time, and low physical activity. Overnutrition in adolescents is characterized by relatively excessive body weight. The nutritional needs of adolescents are very important, for example, the needs of athletes, so an appropriate training model is needed. Physical activity can burn fat in the body, thereby increasing the body\u27s metabolism. Bodyweight workout is a form of physical activity to maintain body weight. This study aimed to determine the effect of bodyweight workouts on reducing BMI. The study subjects used the Proportionate stratified random sampling technique by taking a sample of 35 male and female university students with a body mass index above 25. The research instrument uses body mass index (BMI) measurements. The data analysis technique used prerequisite tests for normality, homogeneity, and data analysis using SPSS 25. The decreased results were obtained from an average BMI of 27.411 to 25.086, 2.326 or 8.486%. This study concludes the importance of doing bodyweight workouts to reduce BMI in college students.Obesitas pada remaja cenderung terjadi karena pola konsumsi makanan cepat saji, makanan/minuman manis, kebiasaan bermain game tanpa memperhatikan waktu, dan aktivitas fisik yang rendah. Kondisi kelebihan nutrisi pada remaja ditandai dengan berat badan yang relatif berlebihan. Kebutuhan nutrisi pada remaja sangat penting, seperti kebutuhan atlet, sehingga diperlukan model latihan yang tepat. Aktivitas fisik dapat membakar lemak dalam tubuh, sehingga meningkatkan metabolisme tubuh. Latihan beban tubuh adalah salah satu bentuk aktivitas fisik untuk menjaga berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek latihan beban tubuh dalam menurunkan BMI. Subjek penelitian menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling dengan mengambil sampel 35 mahasiswa pria dan wanita dengan indeks massa tubuh di atas 25. Instrumen penelitian menggunakan pengukuran indeks massa tubuh (BMI). Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat untuk normalitas, homogenitas, dan analisis data menggunakan SPSS 25. Hasil penurunan diperoleh dari rata-rata BMI dari 27,411 menjadi 25,086, sebesar 2,326 atau 8,486%. Studi ini menyimpulkan pentingnya melakukan latihan beban tubuh untuk menurunkan BMI pada mahasiswa

    Kecepatan dan kekuatan atlet bela diri: Apakah plyometrics mempengaruhi pemulihan aktif-pasif?

    No full text
    In addition to good physical and psychological conditions, recovery is another important component that athletes must meet to support success in the field. This study aims to determine the effect of active and passive recovery on plyometric exercises on speed and power. The type used in this study is quasi-experimental. The sample of this research is 44 athletes from Lampung Province who will compete for Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua. The plyometric exercises applied are plyometric exercises (multiple hops and jump variations). After doing the plyometric exercises, active and passive recovery is applied. The speed research instrument is the 30 m sprint test for power using a vertical jump. Analysis of the data used: paired test analysis and independent sample test. The results obtained are that plyometric exercises on active and passive recovery affect athletes\u27 speed and power abilities. Although it affects performance, in the effectiveness test, the speed of active recovery is better than passive recovery. As for power, both of them do not have the level of effectiveness between passive and active recovery. The study\u27s results are expected to be a reference to be included in the training program using the plyometric model with active and passive recovery to support the success of the Lampung Province athletes in 2021.Selain kondisi fisik dan psikologis yang baik, pemulihan merupakan komponen penting lain yang harus dipenuhi atlet untuk mendukung kesuksesan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh recovery aktif dan pasif terhadap latihan plyometric terhadap kecepatan dan daya. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental. Sampel penelitian ini adalah 44 atlet asal Provinsi Lampung yang akan bertanding untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua. Latihan plyometric yang diterapkan adalah latihan plyometric (beberapa hop dan variasi lompatan). Setelah melakukan latihan plyometric, pemulihan aktif dan pasif diterapkan. Instrumen penelitian kecepatan adalah tes sprint 30 m untuk daya menggunakan lompatan vertikal. Analisis data yang digunakan: analisis uji berpasangan dan uji sampel independen. Hasil yang diperoleh adalah bahwa latihan plyometric pada pemulihan aktif dan pasif mempengaruhi kecepatan dan kemampuan kekuatan atlet. Meskipun mempengaruhi kinerja, dalam uji efektivitas, kecepatan pemulihan aktif lebih baik daripada pemulihan pasif. Adapun kekuatan, keduanya tidak memiliki tingkat efektivitas antara pemulihan pasif dan aktif. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi acuan untuk diikutsertakan dalam program pelatihan menggunakan model plyometric dengan recovery aktif dan pasif untuk mendukung keberhasilan para atlet Provinsi Lampung pada tahun 2021

    Perbandingan efek latihan intensitas sedang dan tinggi akut pada sekresi protein -1 yang tidak terpisah

    No full text
    Physical activities accelerate the secretion of the uncoupling protein-1 (UCP-1), which reduces the risk of metabolic disorders and the prevalence of obesity. This research aimed to investigate the effects of acute physical activities on UCP-1 secretion. A total of 20 males (aged between 19-20 years old) were divided into groups with either a 30-minute moderate-intensity exercise (MIE) or high-intensity exercise (HIE). The UCP-1 expression was measured using Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) (pre and 5 minutes post the exercise). The pre and post-UCP-1 data in each group were compared with a paired t-test, while pre and post UCP data between groups were analyzed using the Independent-Sample T-test. The pre and post test UCP-1 in the MIE  was (4.16±0.89) ng/mL and (4.55±1.36) ng/mL (P>0.05), while the pre and post test UCP-1 in the HIE were (4.09±0.53) ng/mL and  (5.06±1.02) (P<0.05). No significant difference in pretest UCP-1, however was found between groups (P>0.05) and posted UCP-1 (P>0.05). In conclusion, 30 minutes of high-intensity exercise is required to increase UCP-1 in young adults significantly.Aktivitas fisik mempercepat sekresi protein-1 yang tidak terpisahkan (UCP-1), yang mengurangi risiko gangguan metabolisme dan prevalensi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek dari aktivitas fisik akut pada sekresi UCP-1. Sebanyak 20 laki-laki (berusia antara 19-20 tahun) dibagi menjadi beberapa kelompok dengan latihan intensitas sedang (MIE) 30 menit atau latihan intensitas tinggi (HIE). Ekspresi UCP-1 diukur menggunakan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) (pra dan 5 menit setelah latihan). Data pra dan pasca-UCP-1 di setiap grup dibandingkan dengan uji-t berpasangan, sedangkan data pra dan pasca UCP antar kelompok dianalisis menggunakan uji-T Sampel Independen. Uji pra dan pasca UCP-1 di MIE adalah (4.16±0.89) ng/mL dan (4.55±1.36) ng/mL (P>0.05), sedangkan pre and post test UCP-1 di HIE adalah (4.09±0.53) ng/mL dan (5.06±1.02) (P<0.05). Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam UCP-1 pretest, namun ditemukan antara kelompok (P>0.05) dan UCP-1 yang diposting (P>0.05). Kesimpulannya, 30 menit latihan intensitas tinggi diperlukan untuk meningkatkan UCP-1 pada orang dewasa muda secara signifikan

    Tingkat kebugaran fisik dan status berat badan pada anak-anak dan remaja: Perbandingan antara siswa kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo

    No full text
    Obesity, a sedentary lifestyle, and poor cardiorespiratory fitness in childhood can be bad for children especially regarding physical fitness and increased weight. This study aimed to analyze and compare the physical fitness and weight status of children and adolescents in Surabaya and Sidoarjo regency. This research uses a survey approach using physical fitness tests and weight measurements. The research instrument on physical fitness uses a physical fitness test with 5 items test. While the weight status is measured by measuring the body mass index (BMI). The sample selection of research subjects used random sampling techniques. The results showed that the physical fitness boys\u27 students in The city of Surabaya and Sidoarjo regency are the same in the moderate category. In contrast, girls in the city of Surabaya are better compared to Sidoarjo regency. The teenage boys and girls of Surabaya city are better than the adolescent boys and girls students of the Sidoarjo regency. The weight status of Surabaya city boys is better compared to Sidoarjo regency boys. In contrast, the girls of Surabaya and Sidoarjo are included in the average category. The teenage boys of Surabaya city are better than the adolescent students of the Sidoarjo regency, in the teenage students of Surabaya city are better than the female adolescent students of the Sidoarjo regency. This research can be used as data on the development of students, teachers, and all related parties that must correctly stabilize the condition of students, children, and adolescents to carry out their activities.Obesitas, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, dan kebugaran kardiorespirasi yang buruk di masa kanak-kanak dapat berdampak buruk bagi anak-anak terutama mengenai kebugaran fisik dan peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kebugaran fisik dan status berat badan anak dan remaja di Kabupaten Surabaya dan Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei menggunakan tes kebugaran jasmani dan pengukuran berat badan. Instrumen penelitian tentang kebugaran jasmani menggunakan tes kebugaran jasmani dengan tes 5 item. Sedangkan status berat badan diukur dengan mengukur indeks massa tubuh (BMI). Pemilihan sampel subjek penelitian menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa anak laki-laki kebugaran jasmani di kota Surabaya dan kabupaten Sidoarjo sama dalam kategori sedang. Sebaliknya, anak perempuan di kota Surabaya lebih baik dibandingkan dengan kabupaten Sidoarjo. Remaja laki-laki dan perempuan kota Surabaya lebih baik daripada remaja laki-laki dan perempuan pelajar kabupaten Sidoarjo. Status berat badan anak laki-laki kota Surabaya lebih baik dibandingkan dengan anak laki-laki kabupaten Sidoarjo. Sebaliknya, anak perempuan Surabaya dan Sidoarjo masuk dalam kategori rata-rata. Remaja laki-laki kota Surabaya lebih baik daripada remaja pelajar kabupaten Sidoarjo, pada remaja pelajar kota Surabaya lebih baik daripada siswa remaja kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini dapat digunakan sebagai data perkembangan siswa, guru, dan semua pihak terkait yang harus benar menstabilkan kondisi siswa, anak, dan remaja untuk melakukan aktivitasnya

    194

    full texts

    381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇