JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU
Not a member yet
    489 research outputs found

    Cover JIPT 8(1): Maret 2020

    No full text

    Editorial JIPT 8(1): Maret 2020

    No full text

    PENGARUH SUBSTITUSI BY-PRODUCT INDUSTRI TAPIOKA PADA FESES SAPI PERAH SEBAGAI SUBSTRAT BIOGAS TERHADAP NILAI pH, PRODUKSI METAN DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi co-digesti onggok dengan feses sapi perah sebagai substrat pada digeter biogas terhadap nilai pH, produksi metan dan kecernaan bahan organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak adanya perbedaan yang nyata (p>0,05) antara perlakuan penggunaan onggok dan feses sapi perah sebagai substrat biogas (T1) dengan feses sapi perah tanpa substitusi dengan onggok (T0) terhadap nilai pH, produksi methan dan kecernaan bahan organik. Nilai pH pada perlakuan T1 sebesar 6,68 dan T0 sebesar 6,86. Produksi metan pada T1 sebesar 204,84 ml/g volatile solid (VS) dan pada T0 sebesar 184,88 ml/g VS. Kecernaan bahan organik pada T1 (29,44%) dan T0 (23,06%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi onggok sebesar 5% pada feses sapi perah sebagai substrat biogas dengan bahan baku feses sapi perah tidak memberikan perbedaan terhadap nilai pH, hasil produksi metan dan kecernaan bahan organik. Kata kunci : Biogas, Kecernaan bahan organik, Nilai pH, Onggok, Produksi meta

    Editorial JIPT 8(2): Juli 2020

    No full text

    Table of Contents JIPT 8(2): Juli 2020

    No full text

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN JATI DALAM RANSUM TERHADAP PROFITABILITAS AYAM PETELUR

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung daun jati sebagai alternatif pengganti antibiotik sintetis terhadap profitabilitas ayam petelur. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 240 ekor ayam petelur strain Isa Brown berumur 30 minggu. Ayam petelur tersebut dikelompokkan secara acak ke dalam 6 perlakuan dengan 4 ulangan (masing-masing ulangan menggunakan 10 ekor ayam petelur). Perlakuan yang digunakan terdiri dari perlakuan kontrol: tanpa aditif pakan, AV: 0,05% antibiotik virginiamycin, dan penambahan tepung daun jati pada level 0,4%, 0,8%, 1,2%, dan 1,6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total konsumsi ransum, biaya ransum, dan total biaya, akan tetapi memberikan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap total massa telur, pendapatan penjualan telur, keuntungan, dan R/C ratio. Penambahan tepung daun jati pada level 1,2% dan 1,6% dapat meningkatkan (P≤0,05) total massa telur, pendapatan penjualan telur, keuntungan, dan R/C ratio jika dibandingkan dengan perlakuan control, tetapi perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata (P>0,05) jika dibandingkan dengan perlakuan AV. Kesimpulan peneltiian bahwa tepung daun jati dapat digunakan sebagai aditif pakan untuk meningkatkan profitabilitas ayam petelur dan penggunaan tepung daun jati pada level 1,2% efektif untuk menggantikan antibiotik sintetis. Kata kunci: Aditif pakan, Antibiotik, Fitobiotik, R/C ratio, Tectona grandis L

    PENGARUH METODE PENGOLAHAN DAN WAKTU PEMERAMAN TERHADAP KUALITAS NUTRISI PELEPAH SAWIT SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK KERBAU RAWA (Buffelus asiaticus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrisi (pH, kadar air, bahan kering, protein kasar dan serat kasar) pelepah sawit sebagai bahan pakan ternak Kerbau Rawa (Buffelus asiaticus). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial (3x3). Faktor pertama terdiri dari metode pengolahan amoniasi (P1), silase (P2), dan fermentasi (P3). Faktor  kedua waktu pemeraman yang terdiri dari 18 hari (W1), 21 hari (W2), dan 24 hari (W3). Total unit percobaan sebanyak 27 unit. Hasil penelitian yang didapat dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance/ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara metode pengolahan dan waktu pemeraman terhadap kualitas nutrisi pelepah sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengolahan dan lama waktu pemeraman pelepah sawit sebagai pakan ternak Kerbau Rawa (Buffelus asiaticus) sangat berpengaruh nyata (P<0,01) pada pH, kadar air, dan bahan kering dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada protein kasar dan serat kasar. Metode pengolahan pelepah sawit secara fermentasi memberikan hasil terbaik pada penurunan pH, peningkatan kandungan protein kasar dan serat kasar serta waktu pemeraman selama 24 hari memberikan hasil terbaik pada penurunan kadar air dan peningkatan bahan kering yang menunjukkan tingginya pertumbuhan mikroorganisme pengurai dalam proses pengolahan pelepah sawit untuk meningkatkan kualitas nutrisi pelepah sawit sebagai bahan pakan ternak Kerbau Rawa (Buffelus asiaticus). Kata Kunci: Amoniasi, Fermentasi, Pelepah sawit, Silase, Waktu pemeraman

    ANALISIS PROFITABILITAS USAHA TERNAK BROILER PADA SKALA YANG BERBEDA DI KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat profitabilitas usaha ternak broiler di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data diperoleh dengan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner pada 28 peternak di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Sampel dibedakan menjadi dua skala berdasarkan populasi ternak yaitu  skala 1 dengan populasi  < 5.000 ayam dan skala 2 dengan populasi ≥ 5.000 ayam. Hasil penelitian menunjukkan pada skala 1 dan skala 2 mengalami kerugian pada dua periode awal, yaitu pada skala 1 sebesar 11,00% dan -6,53%, sedangkan pada skala 2 sebesar -6,72% dan -4,53%. Peternak mendapatkan keuntungan pada periode ketiga yaitu, skala 1 sebesar 16,89% dan skala 2 sebesar 12,53%. Penelitian ini menunjukkan pasca pembatasan penggunaan antibiotik pada pakan menyebabkan peternak mengalami kerugian selama 2 periode. Kata Kunci: Broiler, Pendapatan, Peternak, Profitabilitas, Skala

    Back Cover JIPT 8(2): Juli 2020

    No full text

    SELEKSI INDUK KAMBING SABURAI BERDASARKAN NILAI MOST PROBABLE PRODUCING ABILITY BOBOT LAHIR DAN BOBOT SAPIH

    Get PDF
    Estimasi nilai Most Probable Producing Ability (MPPA) induk kambing Saburai berdasarkan kinerja keturunannya sangat penting dalam pemilihan induk kambing. Penelitian ini dilakukan untuk memilih kinerja induk kambing Saburai terbaik berdasarkan nilai MPPA menggunakan kinerja berat lahir (BL) dan berat sapih (BS) anak kambing di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pembibitan Kambing, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan pada April-Juni 2019. Dua puluh lima induk kambing Saburai menghasilkan 34 anak pada paritas pertama dan 33 anak pada paritas kedua digunakan dalam penelitian ini. Data BL dan BS disesuaikan terhadap jenis kelamin jantan, tipe jenis kelahiran tunggal, dan umur induk. Nilai ripitabilitas diestimasi menggunakan metode korelasi antar kelas dan digunakan untuk menghitung nilai MPPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata BL anak kambing pada paritas pertama dan kedua, masing-masing adalah 3,09 ± 0,42 kg dan 3,28 ± 0,54 kg, sedangkan rata-rata BS pada paritas pertama dan kedua, masing-masing adalah 17,20 ± 1,69 kg dan 17,36 ± 2,24 kg. Nilai ripitabilitas yang didapat untuk BL dan BS, masing-masing adalah 0,49±0,08 dan 0,55 ±0,06. Rata-rata nilai MPPA untuk BL dan BS, masing-masing adalah 3,19 ± 0,27 kg dan 17,28 ± 1,23 kg. Enam induk kambing Saburai (B2, B1, C1, A3, D3, dan C8) memiliki nilai MPPA BL dan BS lebih tinggi dari rata-rata nilai MPPA populasi. Keenam induk ini sebaiknya dipertahankan dalam populasi untuk meningkatkan mutu genetik kambing Saburai. Kata kunci: Berat lahir, Berat sapih, Induk Kambing Saburai, Nilai MPPA, Ripitabilitas

    442

    full texts

    489

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇