Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Not a member yet
214 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI POLISIKLIK AROMATIK HIDROKARBON (PAH) PADA EMISI KENDARAAN BERMOTOR DENGAN WHATMAN FILTER PAPER PM10
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi komponen PAH dan  partikulat  dari  emisi  kendaraan  bermotor. Penangkapan komponen PAH dan partikulat dari emisi kendaraan bermotor menggunakan Whatman Filter Paper PM10 selama 60 menit. Selanjutnya Whatman Filter Paper PM10 diisolasi menggunakan soxhlet selama 10 jam dengan menggunakan pelarut diklorometana. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan dengan gas nitrogen, Kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolom dan  dikarakterisasi menggunakan kromatografi lapis tipis. Sampel dianalisis menggunakan Kromatografi Gas Spektroskopi Massa (KG-SM). Hasil dari emisi kendaraan bermotor  menunjukkan adanya beberapa komponen PAH yang sebagian besar terdiri dari C-(3-Vinyl-benzo[ghi]fluoranthen-4-yl)-methylamine, 3-Methyl-1,2,3,4-tetrahydro-anthracen-2-ylamine, and C-(3-Vinyl- naphthalen-2-yl)-methylamine. Kata kunci: PAH, Partikulat, Soxhlet, KG-SM. ABStract This study was aimed to identify PAHs componds in PM10 emitted by motor cycles. The PM10 particulates were trapped by a whatman filter paper PM10 for 60 minutes. The filter was isolated using soxhlet extraction for 10 hours with dichloromethane solvent, the solution was extracted by a nitrogen gases. Then the solution was separated using a column chromatography and characterized using thin layer chromatography. Finally the samples was analyzed using a GC-MS. The results showed that the PM10 emission from motor cycles contained of a several PAHs with the relativity large amount of C-(3-Vinyl-benzo[ghi]fluoranthen-4-yl)-methylamine, 3-Methyl-1,2,3,4-tetrahydro-anthracen-2-ylamine, and C-(3-Vinyl-naphthalen-2-yl)-methylamine. Keywords: PAH, Particulate Matter, Soxhlet, GC-M
Kajian Teoritis Interaksi TiO2-Zeolit Menggunakan Metode Semiempiris MNDO, AM1, dan PM3
TiO2-zeolit telah berkembang menjadi fotokatalis yang efisien dalam proses fotodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang terjadi saat TiO2 diimpregnasikan ke dalam zeolit melalui perhitungan energi tunggal secara komputasi. Metode semiempiris yang digunakan dalam penelitian ini adalah MNDO, AM1, dan PM3. Perhitungan energi tunggal struktur zeolit dilakukan dengan perangkat lunak Orca. Struktur TiO2 (rutile) disisipkan di atas permukaan struktur zeolit dengan dua orientasi. Kajian teoritis interaksi TiO2-zeolit menunjukkan orientasi xz TiO2 menghasilkan energi yang lebih rendah
PENGARUH pH DAN KONSENTRASI TMCS PADA SINTESIS AEROGEL SILIKA DARI WATER GLASS
Telah dilakukan sintesis aerogel silika pada tekanan ambien menggunakan water glass melalui proses sol-gel. Gel disiapkan dengan menambahkan tetes demi tetes natrium silikat ke dalam 5 mL HNO3 hingga pH 3 dan 6. Konsentrasi TMCS yang digunakan adalah 33% dan 6 %. Hidrogel dicuci menggunakan air bebas ion kemudian dikeringkan untuk mengurangi kandungan H2O. Alkogel didapatkan dengan merendam hidrogel dalam metanol selama 24 jam. Sililasi dilakukan pada alkogel menggunakan campuran heksana, TMCS, dan metanol selama 24 jam. Tahap sililasi diakhiri dengan merendam gel dalam heksana selama 12 jam kemudian dikeringkan pada suhu 50 oC selama 24 jam, 80 oC selama 10 jam, dan 120 oC selama dua jam. Tahap pertukaran pelarut dilakukan pada suhu 50 oC. Karakterisasi dilakukan melalui pengamatan secara visual, uji hidrofobisitas dan sudut kontak secara kualitatif, massa jenis, serta spektrofotometri FT-IR. Hasil aerogel silika pada pH 3 dan 6 menggunakan TMCS 33% memiliki massa jenis 0,164 g/mL dan 0,060 g/mL sedangkan menggunakan TMCS 6% aerogel masih bersifat hidrofilik.Kata Kunci: Aerogel, sol-gel, water glas
PENGARUH ION LOGAM Fe3+ TERHADAP AKTIVITAS XYLANASE HASIL DARI ISOLASI Trichoderma viride DENGAN METODA FERMENTASI SEMI PADAT
Xilanase merupakan enzim ekstraseluler yang berfungsi untuk menghidrolisis xilan mejadi xilosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ion Fe3+ terhadap aktivitas xilanase hasil isolasi dari Trichoderma viride dengan media yang mengandung serbuk kulit pisang sebagai induser pada fermentasi semi padat. Ekstrak kasar xilanase dimurnikan melalui pengendapan dengan tingkat kejenuhan 40-80 % dan dilanjutkan dengan dialisis. Pengaruh penambahan ion Fe3+terhadap aktivitas xilanase dengan variasi konsentrasi (25; 30; 35; 40; 45 dan 50 mM). Aktivitas xilanase ditentukan dengan mengukur gula pereduksi (xilosa) secara spektrofotometri dengan reagen dinitrosalisilat (DNS), sedangkan kadar protein dengan reagen Biuret. Hasil dari penelitian ini menunjukkan aktivitas xilanase kasar 1,229 µg.mL-1.menit-1 dan setelah pengendapan sebesar 1,600 µg.mL-1.menit-1. Penambahan ion Fe3+ dapat menurunkan aktivitas xilanase dan ion Fe3+ berperan sebagai inhibitor un-competitive. Parameter kinetika dari xilanase diperoleh nilai Vm 1,072 µg.mL-1.menit-1, KM 1,23 % dan KI 119,05 mM. Kata kunci: Aktivitas xilanase, ion logam Fe3+ , Trichoderma virid
PENENTUAN WAKTU FERMENTASI OPTIMUM PRODUKSI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN SUBSTRAT KULIT APEL DAN KLOBOT JAGUNG DENGAN FERMENTASI SEMI PADAT
Xilanase dapat diproduksi melalui fermentasi semi padat menggunakan substrat kulit apel dan klobot jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi dan jenis substrat optimum produksi xilanase dari Trichoderma viride. Waktu fermentasi dan jenis substrat optimum ditentukan dengan cara mengukur aktivitas dan kadar xilanase pada variasi waktu fermentasi dengan substrat kulit apel dan klobot jagung. Aktivitas xilanase ditentukan dengan cara mengukur gula pereduksi yang dihasilkan selama reaksi enzimatis secara spektrofotometri dengan menggunakan reagen DNS, dan kadar xilanase ditentukan secara spektrofotometri menggunakan reagen Biuret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimum produksi xilanase dari Trichoderma viride menggunakan fermentasi semi padat adalah 60 jam dan jenis substrat yang optimum yaitu klobot jagung dengan aktivitas dan kadar protein berturut-turut 20, 875 U dan 14,6 mg/mL. Kata kunci: aktivitas xilanase, jenis substrat optimum , kadar protein xilanas
PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN ETHYLENE GLYCOL DIGLYCIDYL ETHER (EGDE) SEBAGAI CROSS-LINKER DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE
Kitosan makropori (CS-M) dipreparasi menggunakan EGDE sebagai cross-linker dan garam NaCl sebagai porogen. Kemampuan adsorpsi kitosan makropori terhadap zat warna methyl orange dipelajari melalui pengaruh pH dan variasi kitosan : EGDE (CS:EGE). Kemudian kitosan makropori dikarakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan Spektrofotometer FT-IR. Adsorpsi terbesar dihasilkan pada variasi CS:EGDE 4 g : 240 mg yang dicapai pada pH 7 dengan waktu kontak 180 menit. Hasil karakterisasi dengan SEM memperlihatkan struktur makropori pada CS-M dengan ukuran diameter pori berkisar antara 3-12 µm. Kata kunci: adsorpsi, kitosan, makropori , methyl orange
Reaksi Katalitik Terhadap Sitronelal Menggunakan Katalis Cu/ZnBr2/γ-Al2O3
Telah dilakukan reaksi katalitik terhadap sitronelal menggunakan Cu/ZnBr2/γ-AlÂ2O3. Penelitian ini meliputi pembuatan katalis Cu/ZnBr2/γ-AlÂ2O3 dan reaksi katalitik terhadap sitronelal. Katalis Cu/ZnBr2/γ-AlÂ2O3 dibuat dengan metode impregnasi Cu(NO3)2.3H2O ke dalam katalis ZnBr2/γ-AlÂ2O3 dalam pelarut metanol. Reaksi katalitik dilakukan dengan uji aktivitas katalis Cu/ZnBr2/γ-AlÂ2O3 terhadap sitronelal dengan atmosfer gas N2 dan H2 dengan perbandingan 1:4. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa produk yang dihasilkan adalah isopulegol dengan selektivitas 15,90% yang diperoleh pada kondisi temperatur 120oC.  Kata kunci: isopulegol, katalis Cu/ZnBr2/γ-AlÂ2O3, reaksi katalitik, sitronela
STUDI REAKSI KONDENSASI ALDOL ANTARA FURFURAL DAN ASETON MENGGUNAKAN KATALIS MgO/γ-Al2O3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan selektivitas katalis MgO/γ-Al2O3 terhadap reaksi kondensasi aldol antara furfural dan aseton dengan metode oil batch reactor autoclave. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi sinar-X (DSX) dan mikroskop elektron pindai-dispersi energi sinar-X (SEM-EDX). Uji aktivitas katalis dilakukan dengan perbandingan mol furfural dan aseton 1:1. Reaksi kondensasi dilakukan dengan variasi waktu 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 jam pada suhu 80 oC bertekanan 2,5 atm dalam atmofer gas N2. Pembentukan produk dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan adanya pergeseran panjang gelombang pada produk 4 , 8 dan 10 jam dengan λmax berturut-turut 322,50 nm, 315,50 nm dan 313,50 nm. Produk kondensasi yang teridentifikasi yaitu 4-furan-2-il-3-buten-2-on.  Kata kunci: aseton, furfural, kondensasi aldol, oil batch reactor autoclave, MgO/γ-Al2O
PENGARUH ION ASING TERHADAP KINERJA ESI TIMBAL (II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS S-METHYL-N-(METHYLCARBAMOYLOXY) THIOACETIMIDATE UNTUK PENENTUAN KADAR TIMBAL DALAM IKAN
Pengaruh ion asing terhadap kinerja ESI timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate atau methomyl untuk penentuan kadar timbal dalam ikan telah diteliti. ESI timbal (II) yang telah diteliti memiliki nilai Nernstian dengan harga slope 29,26 mV/dekade konsentrasi, dengan rentang konsentrasi linier 10-5 - 10-1 M dan limit deteksi 1,185 x 10-5 M atau setara dengan 2,453 ppm timbal. Ion asing yang digunakan adalah Cd2+ dan Fe3+ dengan konsentrasi sebesar 10-3 M menggunakan metode tercampur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI timbal (II) tipe kawat terlapis yang telah dibuat bersifat selektif terhadap ion timbal yang ditunjukkan dengan nilai koefisien selektifitas (Ki,j) <1 dengan urutan selektifitasnya adalah Pb2+ > Cd2+ > Fe3+. ESI timbal (II) tipe kawat terlapis yang telah dikarakterisasi mempunyai ketelitian 99,71% dan ketepatan 99,42% ketika digunakan untuk menentukan kadar timbal (II) di dalam sampel ikan. Berdasarkan uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 5 % diperoleh hasil bahwa nilai thit < ttabel, hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan metode potensiometri ESI timbal (II) dan metode spektrofotometri serapan atom menunjukkan hasil yang  tidak berbeda nyata. Sehingga, ESI timbal (II) dapat digunakan sebagai metode alternatif penentuan kadar timbal (II) dalam sampel ikan. Kata kunci: ion asing, methomyl, koefisien selektifitas, insang
Modifikasi Gugus Aktif Permukaan Biomassa Azolla microphylla Melalui Reaksi Esterifikasi Dengan Asam Sitrat
Telah dilakukan penelitian tentang modifikasi gugus aktif permukaan biomassa Azolla microphylla. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah gugus karboksil pada permukaan biomassa A. microphylla melalui reaksi diesterifikasi dengan asam sitrat. Esterifikasi biomassa dilakukan dengan cara mengeringkan suspensi biomassa dalam larutan asam sitrat 0,8 M pada temperatur 60 oC, dilanjutkan dengan memanaskannya pada temperatur 120 oC selama 3,5 jam. Karakterisasi biomassa setelah diesterifikasi dilakukan menggunakan, SEM-EDX, FT-IR, serta titrasi dengan larutan NaOH. Foto SEM memperlihatkan morfologi permukaan yang sangat berbeda antara biomassa setelah dan sebelum diesterifikasi. Spektra EDX menunjukkan terjadinya peningkatan kadar C dan O pada biomassa setelah diesterifikasi. Keberhasilan esterifikasi biomassa juga ditunjukkan oleh spektra IR dan hasil analisis volumetri. Pita serapan baru pada 1733,89 cm-1 menunjukkan adanya tambahan gugus karbonil ester pada biomassa setelah diesterifikasi. Sementara itu, hasil analisis volumetri menunjukkan adanya penambahan gugus asam pada biomassa setelah diesterifikasi dengan asam sitrat. Kata kunci: Azolla microphylla, biomassa, esterifikasi, asam sitrat