Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Not a member yet
    214 research outputs found

    STUDI REAKSI HIDROGENASI SENYAWA TURUNAN FURFURAL MENGGUNAKAN KATALIS Cu/γ-Al2O3

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas katalis Cu/γ-Al2O3 pada reaksi hidrogenasi senyawa turunan furfural. Katalis Cu/γ-Al2O3 dibuat secara impregnasi basah dengan mencampurakan Cu(NO3)2.3H2O dan γ-Al2O3 dalam metanol. Kemudian dikalsinasi dan direduksi pada temperatur 550oC dan 500oC. Karakterisasi  dilakukan dengan metode difraksi sinar-X dan fluoresensi sinar-X. Reaksi hidrogenasi dilakukan dengan metode oil batch reactor autoclave pada atmosfer H2 menggunakan pelarut isopropanol. Hasil reaksi menunjukkan katalis Cu/γ-Al2O3 dapat digunakan untuk reaksi hidrogenasi. Reaksi selama 6 jam dengan temperatur 120oC menghasilkan produk 1,5-di(2-furanil)-penta-1-en-3-on sebesar 13,18% dan 1,5-di(2-furanil)-pentan-3-on sebesar 22,61% dari hasil karakterisasi menggunakan kromatografi gas. Hasil analisis menggunakan FT-IR menunjukkan peningkatan intensitas C=O keton tak terkonjugasi pada bilangan gelombang 1712,67 cm-1. Kata kunci: autoclave, Cu/γ-Al2O3, hidrogenasi, senyawa turunan furfural

    Studi Waktu Reaksi Kondensasi terhadap Sintesis Senyawa Turunan Furfural dengan Aseton

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis senyawa turunan furfural yang diperoleh dari reaksi kondensasi aldol dengan aseton. Reaksi kondensasi ini berlangsung pada waktu reaksi 4, 8, dan 16 jam menggunakan katalis NaOH 10% pada temperatur ruang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengisolasi furfural dari tongkol jagung, kemudian dilakukan uji kualitatif dan uji spektrometri. Dari hasil analisis kromatografi gas didapatkan furfural hasil hidrolisis memiliki kemurnian sebesar 96%. Selanjutnya, reaksi kondensasi pada berbagai waktu reaksi menunjukkan furfural telah terkonversi menjadi produk kondensasi sebesar 54,58% (b/b) untuk waktu reaksi 4 jam, 57,91% (b/b) untuk waktu reaksi 8 jam, dan 85% (b/b) untuk waktu reaksi 16 jam. Hal ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya waktu reaksi akan meningkatkan produk kondensasi yang terbentuk. Tahap selanjutnya adalah analisis produk kondensasi dengan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR, dan 1H-NMR. Produk hasil kondensasi aldol yang teridentifikasi adalah 4-(2-furanil)-3-buten-2-on

    STUDI MOLEKUL ODORANT DARI TURUNAN ESTER ASETAT BERDASARKAN KAJIAN IN SILICO DAN IN VITRO

    Get PDF
    Hubungan Struktur dan Bau (HSB) suatu molekul telah dipelajari berdasarkan interaksinya dengan reseptor olfaktori tikus (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan pemodelan (in silico) dan sintesis kandidat molekul beraroma dari molekul patchouli asetat (in vitro). Reseptor yang digunakan adalah protein olfaktori tikus yang diunduh dari Protein Data Bank dengan kode akses 3FIQ. Struktur molekul tiga dimensi odorant dari kelompok senyawa ester asetat rantai lurus, siklis, dan bisiklis diunduh dari National Center for Biotechnology  Information. Struktur molekul ligan dioptimasi dengan perangkat lunak Hyperchem  hingga diperoleh struktur molekul stabil. Setiap ligan didocking pada reseptor olfaktori untuk membentuk kompleks reseptor – ligan menggunakan AutoDock Tools – 1.5.4. Percobaan in vitro dilakukan dengan mensintesis patchouli asetat dari patchouli alkohol, asam asetat anhidrat, dan asam sulfat pekat sebagai katalis. Hasil sintesis dianalisis menggunakan GCMS dan uji organoleptik. Hasil kajian in silico menunjukkan bahwa konstanta dissosiasi (Kd) dari ester asetat semakin kecil dengan bertambahnya jumlah atom karbon, namun aroma yang dihasilkan semakin enak dengan note fruity, sweet dan waxy. Akan tetapi untuk ester asetat rantai siklis dan bisiklis menunjukkan aroma dengan kecenderungan note waxy dan woody. Kandidat molekul beraroma patchouli asetat menunjukkan aroma soft woody dan sineol (eucalyptus), sedangkan patchouli alkohol memiliki aroma hard woody. Semua ester asetat membentuk ikatan van der Walls dengan residu Leu116, interaksi elektrostatik semakin melemah tetapi interaksi hidrofobik semakin meningkat. Kata kunci : Ester asetat, Hubungan Struktur dan Bau, in silico, in vitr

    KARAKTERISASI KATALIS Cu/ZnBr2/γ-Al2O¬3 UNTUK HIDROGENASI SITRONELAL

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu preparasi katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 10%, karakterisasi katalis menggunakan XRD dan SEM-EDX serta uji aktivitas katalis. Katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 dibuat dengan metode impregnasi Cu(NO3)2.3H2O ke dalam  katalis ZnBr2/γ-Al­2O3 dalam pelarut metanol. Difraktogram XRD menunjukkan adanya 2θ Cu = 440, 500, 740.. Image SEM dan EDX  menunjukkan profil yang medukung spesi aktif Cu dan ZnBr2 telah terembankan dengan baik. Hidrogenasi sitronelal dengan katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3 pada temperatur 60 oC selama 5 jam memberikan hasil berupa isopulegol sebesar 2,53%.Kata Kunci: katalis Cu/ZnBr2/γ-Al­2O3,  XRD, SEM-EDX, sitronelal.Â

    UJI SELEKTIFITAS DAN VALIDITAS TEST KIT MERKURI(II)

    No full text
    ABSTRAK Merkuri adalah logam berat yang sering diketahui masyarakat tentang bahayanya jika terpapar oleh manusia. Untuk mengetahui kadar merkuri, biasanya digunakan instrumentasi yang mahal. Pada penelitian ini, telah dibuat metode alternatif berupa test kit untuk penentuan kadar merkuri berdasarkan pembentukan kompleks merkuri dengan ditizon yang berwarna oranye. Namun test kit yang telah dibuat tersebut belum dilakukan uji selektifitas dan validitasnya. Uji selektifitas dilakukan dengan melihat pengaruh ion Ag+ dan Pb2+ terhadap kinerja test kit dengan rentang konsentrasi 1-10 ppm. Penambahan ion Ag+ 10 ppm menurunkan absorbansi test kit merkuri 1-10 ppm sebesar 12,12 %, sedangkan penambahan ion Pb2+ dengan konsentrasi yang sama yakni 10 ppm, absorbansi test kit merkuri relatif konstan. Untuk memvalidasi test kit merkuri ini, dilakukan dengan cara menguji sampel sintetis merkuri dan membandingkannnya dengan metode standar AAS (spektrofotometer serapan atom). Hasil validasi menunjukkan bahwa test kit merkuri memberikan akurasi 90% sedangkan metode standar AAS memberikan nilai akurasi yang tinggi, yakni sebesar 98,83%.   Kata kunci: Merkuri, test kit, ditizon, selektifitas, validita

    ESTERIFIKASI 2-ISOPROPIL-5-METILSIKLOHEKSANOL (l-MENTOL) MENGGUNAKAN ASAM PROPIONAT

    Get PDF
    Menthol is one of peppermint oil components (Mentha piperita). It can be converted into menthyl propionate that have stronger aroma than alcohol compounds. The aims of this research were to synthesize ester l­-menthyl propionate using l-menthol and propionate acid and study on the influence of mole ratio of reactans to esters product. The esterifications were carried out by reacting l-menthol and propionate acid in ether solvents and sulfuric acid as catalyst. The mixture was refluxed for 1 hour. The ratio of l-menthol and propionate acid were set at 1:1, 1:2, 1:3, 1:4. The products of esterification were characterized based on physical properties (color and odor) and analyzed by TLC, GC, GC-MS and FT-IR Spectrophotometry. The result of characterization showed that the products are a mixture of l-menthol and l-menthyl propionate. This products have a yellow color and stronger aroma than l-menthol. The results showed the highest yield of synthesis products 22.5 % was obtained at mole ratio l-menthol:propionate acid 1:1. Key words: esterification, l-menthyl propionate, mole rati

    STUDI PEMBUATAN MIKROKAPSUL SITRONELAL DENGAN PENYALUT KITOSAN

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan membuat mikrokapsul sitronelal kemudian dianalisis dengan menggunakan UV-Vis dan SEM. Analisis UV-Vis dilakukan untuk mengetahui kadar sitronelal dalam mikrokaspul dan analisis SEM dilakukan untuk mengetahui perbedaan profil image permukaan mikrokapsul. Panjang gelombang maksimal sitronelal yang diperoleh dari analisis UV-Vis sebesar 293,00 cm-1. Pembuatan mikrokapsul sitronelal dengan konsentrasi kitosan 0,5% menghasilkan kadar sitronelal dalam mikrokapsul sebesar 23,59ppm. Kata kunci : Konsentrasi kitosan , Mikrokapsul sitronelal, SEM , UV-Vi

    PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KESTABILAN XILANASE AMOBIL DALAM KITOSAN

    Get PDF
    Xilanase merupakan kelompok enziim ekstraseluler yang memiliki kemampuan menghidrolisis xilan menjadi xilosa. Trichoderma viride merupakan salah satu jenis kapang yang dapat menghasilkan enzim xilanase. Kestabilan enzim dipengaruhi kondisi lingkungan. Enzim dikatakan stabil bila aktivitas sisa lebih dari 50% dari aktivitas enzim awal. Xilanase diamobilisasi dengan metode penjebakan menggunakan matriks kitosan-natrium tripolifosfat dan disimpan pada variasi suhu 30,40,50,60,70 (°C) dan variasi lama penyimpanan 0,1,2,3,4,5,6,7 (hari). Aktivitas enzim dapat ditentukan dengan menghitung gula pereduksi yang dihasilkan dari hidrolisis xilan oleh sejumlah enzim per menit (μg.g-1.menit-1). Gula pereduksi yang dihasilkan dianalisis menggunakan reagen DNS dan ditentukan dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kestabilan tertinggi dari enzim xilanase berada pada suhu penyimpanan 50 °C. Enzim xilanase amobil, stabil hingga hari ke-7 dengan aktivitas sisa 50,81%. Semakin lama waktu penyimpanan maka aktivitas xilanase semakin menurun. Pada efisiensi xilanase amobil menggunakan kitosan-natrium tripolifosfat dapat digunakan sebanyak lima kali pengulangan dengan aktivitas sebanyak 16,462 unit dan efisiensi sebesar 50,19%. Kata kunci: amobilisasi, kestabilan, kitosan-natrium tripolifosfat, lama penyimpanan, suhu

    REAKSI KONDENSASI ALDOL ANTARA FURFURAL DAN ASETON MENGGUNAKAN KATALIS MgO/γ-Al2O3 DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED ORGANIC SYNTHESIS (MAOS)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan selektivitas katalis MgO/γ-Al2O3 terhadap reaksi kondensasi aldol antara furfural dan aseton dengan metode MAOS. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi sinar-X (DSX) dan mikroskop elektron pindai-dispersi energi sinar-X (SEM-EDS). Uji aktivitas katalis dilakukan dengan variasi waktu reaksi 30, 40, 120, 240 menit menggunakan perbandingan mol furfural dan aseton 1:1. Hasil analisis dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa katalis MgO/γ-Al2O3 mempunyai aktivitas rendah terhadap reaksi kondensasi. Produk kondensasi memiliki panjang gelombang maksimum (λmaks) yang sama dengan furfural

    OPTIMASI PEMBUATAN BIOSENSOR DIAZINON MENGGUNAKAN ENZIM ALKALIN FOSFATASE DI PERMUKAAN SPCE–KITOSAN

    Get PDF
    Kinerja biosensor didasarkan pada reaksi hidrolisis diazinon menjadi O,O dietil fosforotioat, 2-isopropil-6-metil pirimidin-4-ol dan ion H+ yang dikatalisis oleh alkalin fosfatase (ALP). Kinerja biosensor dipengaruhi oleh ALP yang teramobil, luas permukaan elektroda dan metode amobilisasi enzim. Pada penelitian ini alkalin fosfatase diamobilkan pada membran kitosan-glutaraldehid di permukaan SPCE. Pengukuran diazinon dilakukan pada pH larutan 8,5 dengan ALP sebanyak 0,325; 0,650; 0,975; 1,30; 1,65 mg yang diamobilkan secara adsorpsi. Luas SPCE dipelajari pada 5 mm ´ 1,5 mm dan 7 mm ´ 1,5 mm. Tahap akhir adalah karakterisasi biosensor menggunakan metode amobilisasi adsorpsi dan ikatan silang. Hasil penelitian menunjukkan kinerja optimum diperoleh pada massa ALP amobil 1,65 mg secara ikatan silang, luas SPCE 5 mm ´ 1,5 mm, dengan  kisaran konsentrasi (0,27 - 1,5) ppm, kepekaan 32,61 mV/ppm, dan batas deteksi 0,27 ppm

    205

    full texts

    214

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇