Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Not a member yet
214 research outputs found
Sort by
PENGARUH KONSENTRASI ASAM PIKRAT PADA PENENTUAN KREATININ MENGGUNAKAN SEQUENTIAL INJECTION ANALYSIS
Analisis kreatinin dalam urin merupakan hal yang penting untuk memantau keadaaan ginjal. Pendeteksian kreatinin didasarkan pada reaksi Jaffe yaitu reaksi antara kreatinin dengan asam pikrat dalam suasana alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam pikrat terhadap absorbansi senyawa kreatinin-pikrat yang terbentuk. Penentuan kreatinin diukur dengan metode sequential injection analysis-valve mixing dengan variasi konsentrasi 0,010; 0,015; 0,020; 0,025; 0,030 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam pikrat 0,020 M dipilih sebagai compromise concentration untuk kondisi optimum. Kata kunci : asam pikrat, kreatinin, reaksi Jaffe, sequential injection analysis-valve mixing
SINTESIS TiO2-N/ZEOLIT UNTUK DEGRADASI METILEN BIRU
Penelitian ini dilakukan untuk sintesis fotokatalis yang dapat mendegradasi metilen biru. TiO2 dimodifikasi dengan penambahan dopan N dan didukung oleh zeolit sebagai pengemban. Sintesis TiO2-N/Zeolit dibuat dengan komposisi N dalam TiO2-N dengan perbandingan mol 20:2 dan 20:3 yang diimpregnasi kedalam zeolit. Fotokatalis hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer IR, spektrometer UV-Vis DR dan instrumen analisis ukuran partikel. Fotokatalis TiO2-N/zeolit sebanyak 50 mg diuji aktivitasnya menggunakan 25 mL larutan metilen biru 20 mg/L. Radiasi yang digunakan adalah sinar matahari dan sinar UV. Percobaan dalam kondisi gelap dilakukan sebagai kontrol. Filtrat larutan metilen biru setelah penyinaran diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ= 664 nm untuk menentukan konsentrasi metilen biru. Hasil karakterisasi fotokatalis dengan FTIR menunjukkan terbentuknya ikatan Ti-N dalam permukaan zeolit dengan serapan 505,31-680,83 cm-1. Pengukuran energi celah pita menggunakan spektrometer UV-Vis DR menghasilkan energi celah pita TiO2, TiO2-N dan TiO2-N/zeolit secara berturut-turut yaitu 3,35 eV, 3,34 eV dan 3,33 eV. Ukuran diameter fotokatalis meningkat ketika diembankan kedalam zeolit. Kata kunci : fotodegradasi, fotokatalis TiO2-N/Zeolit, metilen biru
PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN LAJU ALIR PADA PENENTUAN KREATININ DALAM URIN SECARA SEQUENTIAL INJECTION ANALYSIS
Pengukuran kreatinin sebagai indeks medis gagal ginjal sangat penting untuk mengidentifikasi seseorang pada kondisi beresiko tinggi mengalami penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum untuk penentuan kreatinin secara sequential injection-valve mixing (SI-VM). Dalam penelitian ini, deteksi kreatinin secara SI-VM didasarkan pada reaksi jaffe yang diukur absorbansinya pada 500 nm. Parameter-parameter yang berpenagruh antara lain konsentrasi NaOH dan laju alir hasil reaksi menuju detektor. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi optimum tercapai pada konsentrasi NaOH 0,5% (b/v) dan laju alir hasil reaksi menuju detektor 50 µL/s
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN HNO3 DAN WAKTU KONTAK TERHADAP DESORPSI KADMIUM(II) YANG TERIKAT PADA BIOMASSA Azolla microphylla-SITRAT
Penelitian tentang desorpsi kadmium(II) dari biomassa Azolla microphylla diesterfikasi dengan asam sitrat telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan konsentrasi larutan asam nitrat dan waktu kontak optimum terhadap desorpsi kadmium(II). Esterifikasi biomassa dilakukan dengan mensuspensikan 5 gram biomassa Azolla microphylla 120–150 mesh ke dalam 50 mL larutan asam sitrat 0,80 M. Campuran biomassa-sitrat dikeringkan pada temperatur 60°C dan dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 120°C selama 3,5 jam. Percobaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu adsorpsi dam dsorpsi menggunakan sistem batch. Adsorpsi kadmium(II) 100 mg/L dilakukan pada pH 6 selama 60 menit. Desorpsi dilakukan dengan variasi konsentrasi larutan asam nitrat dan variasi waktu kontak. Konsentrasi kadmium(II) setelah adsorpsi dan desorpsi ditentukan menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk mendesorpsi kadmium(II) terjadi pada konsentrasi larutan asam nitrat 1,0 M dan waktu kontak 60 menit dengan persentase desorpsi sebesar 99,27%. Kata kunci : Azolla microphylla, desorpsi, kadmium(II
PENGARUH AKTIVASI KIMIA DAN PENAMBAHAN SEMEN PORTLAND PUTIH PADA ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR
Penyumbang polusi udara berupa gas CO,CO2 dan hidrokarbon paling besar ditimbulkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini memanfaatkan zeolit alam sebagai adsorben untuk mengurangi emisi gas CO, CO2 dan hidrokarbon dari kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan zeolit alam tanpa perlakuan aktivasi dan zeolit alam perlakuan aktivasi kimia dan fisik. Perlakuan aktivasi menggunakan HCl 0,4M dan kalsinasi suhu 500oC. Adsorben zeolit alam dengan semen portland putih dibuat dengan komposisi perbandingan (100:0 dan 87,5:12,5). Hasil penelitian uji daya serap gas menggunakan stargas D 898 OTC menunjukkan kemampuan daya serap zeolit alam aktivasi terhadap gas hidrokarbon dan karbondioksida lebih tinggi daripada zeolit alam tanpa aktivasi. Tetapi kemampuan daya serap zeolit alam aktivasi terhadap gas karbonmonoksida lebih rendah daripada zeolit alam tanpa aktivasi. Penambahan semen portland putih pada adsorben menyebabkan penurunan daya serap gas tetapi meningkatkan kekuatan tekan adsorben. Kesetimbangan daya serap gas hidrokarbon, gas karbondioksida dan gas karbonmonoksida berturut-turut pada zeolit alam tanpa aktivasi mempunyai efisiensi sebesar 37,83%, 39,95% dan 45,53%, sedangkan pada zeolit alam aktivasi sebesar 43,7%, 46,58% dan 43,64%. Kata kunci : aktivasi, daya serap, emisi gas buang, semen portland putih, zeolit alam
ADSORPSI KADMIUM(II) MENGGUNAKAN BIOMASSA Azolla microphylla DIESTERIFIKASI DENGAN ASAM SITRAT: KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN TEMPERATUR ESTERIFIKASI
Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa esterifikasi biomassa Azolla microphylla dengan asam sitrat meningkatkan kapasitas adsorpsinya terhadap kadmium(II). Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi asam sitrat dan temperatur esterifikasi terhadap adsorpsi kadmium(II) oleh biomassa Azolla microphylla yang diesterifikasi dengan asam sitrat (BA-Sitrat). Esterifikasi biomassa dilakukan dengan cara mensuspensikan biomassa ke dalam larutan asam sitrat konsentrasi 0,4 ; 0,6 ; 0,8 dan 1 M. Suspensi yang terbentuk dikeringkan. Suspensi kering dipanaskan pada variasi temperatur 115 ; 120 ; 125 dan 130oC selama 3,5 jam. Karakterisasi BA-Sitrat dilakukan dengan metode analisis volumetri. Konsentrasi kadmium(II) setelah adsorpsi dilakukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat dan temperatur esterifikasi berpengaruh terhadap tingkat keasaman BA-Sitrat dan kemampuan adsorpsinya terhadap kadmium(II). Tingkat keasaman dan kemampuan adsorpsi adsorben BA-Sitrat tertinggi dicapai pada penggunaan konsentrasi asam sitrat 0,6 M dan temperatur esterifikasi 120oC dengan persen adsorpsi kadmium(II) sebesar 45,76
PENGARUH pH DAN ION ASING TERHADAP KINERJA ESI TIMAH (II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS S-METHYL-N (METHYLCARBAMOYLOXY) THIOACETIMIDATE UNTUK MENENTUKAN KANDUNGAN TIMAH(II) DALAM MAKANAN KALENG
Elektroda selektif ion (ESI) timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate sebagai ionofor dengan bahan pendukung polivinilkorida (PVC) sebagai matrik polimer dan dioktilftalat (DOP) sebagai zat pemlastis dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) telah dikembangkan. ESI timah(II) ini memiliki Faktor Nernst 29,49 mV/dekade konsentrasi, konsentrasi linier 10-3 – 10-8 M dan limit deteksi sebesar 8,79 x10-9M atau setara dengan 0,002 ppm timah(II). Pengaruh pH terhadap kinerja ESI timah(II) dilakukan melalui pengukuran respon potensial larutan timah(II) menggunakan buffer asetat pada pH 3-8. Koefisien selektivitas (Kij) ditentukan menggunakan metode larutan tercampur dengan ion asing Pb2+, Zn2+ , Fe3+ pada konsentrasi ion asing 10-5 M. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ESI timah(II) berbasis S-Methyl-N -(Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate dapat digunakan secara optimal pada pH 4. ESI timah(II) mempunyai selektivitas yang baik terhadap ion timah(II) dengan nilai Kij < 1. Kinerja ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate tidak diganggu dengan adanya ion asing Pb2+ ,Zn2+ , Fe3+ dengan urutan selektivitas Sn2+ > Pb2+ > Zn2+ > Fe3+. ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate yang telah dibuat dapat digunakan untuk menentukan kandungan timah(II) dalam makanan kaleng dengan presisi 95,52% dan akurasi 93,8%. Dari uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan bahwa untuk metode potensiometri dan metode Spektrofotometri Serapan Atom tidak berbeda secara bermakna. Kata Kunci : Faktor Nernst, Potensiometri, Selektivitas, Spektrofotometri. Elektroda selektif ion (ESI) timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate sebagai ionofor dengan bahan pendukung polivinilkorida (PVC) sebagai matrik polimer dan dioktilftalat (DOP) sebagai zat pemlastis dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) telah dikembangkan. ESI timah(II) ini memiliki Faktor Nernst 29,49 mV/dekade konsentrasi, konsentrasi linier 10-3 – 10-8 M dan limit deteksi sebesar 8,79 x10-9M atau setara dengan 0,002 ppm timah(II). Pengaruh pH terhadap kinerja ESI timah(II) dilakukan melalui pengukuran respon potensial larutan timah(II) menggunakan buffer asetat pada pH 3-8. Koefisien selektivitas (Kij) ditentukan menggunakan metode larutan tercampur dengan ion asing Pb2+, Zn2+ , Fe3+ pada konsentrasi ion asing 10-5 M. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ESI timah(II) berbasis S-Methyl-N -(Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate dapat digunakan secara optimal pada pH 4. ESI timah(II) mempunyai selektivitas yang baik terhadap ion timah(II) dengan nilai Kij < 1. Kinerja ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate tidak diganggu dengan adanya ion asing Pb2+ ,Zn2+ , Fe3+ dengan urutan selektivitas Sn2+ > Pb2+ > Zn2+ > Fe3+. ESI timah(II) tipe kawat terlapis berbasis S-Methyl-N (Methylcarbamoyloxy) Thioacetimidate yang telah dibuat dapat digunakan untuk menentukan kandungan timah(II) dalam makanan kaleng dengan presisi 95,52% dan akurasi 93,8%. Dari uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan bahwa untuk metode potensiometri dan metode Spektrofotometri Serapan Atom tidak berbeda secara bermakna. Kata Kunci : Faktor Nernst, Potensiometri, Selektivitas, Spektrofotometri. UnhideWhenUsed=/di
STUDI REAKSI KONDENSASI-HIDROGENASI ANTARA FURFURAL DAN ASETON MENGGUNAKAN KATALIS CAMPURAN MgO DAN Ni/γ-Al2O3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas katalis campuran MgO dan Ni/γ-Al2O3 pada reaksi kondensasi-hidrogenasi antara furfural dan aseton. Katalis Ni/γ-Al2O3dibuat secara impregnasi basah dengan mencampurakan Ni(NO3)2.6H2O dan γ-Al2O3 dalam metanol. Kemudian dikalsinasi dan direduksi pada suhu 500°C. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode difraksi sinar-X dan fluorosensi sinar-X.Reaksi dilakukan dengan perbandingan mol furfural dan aseton (1:1) menggunakan autoclave oil batch reactor. Reaksi kondensasi menggunakan pelarut air pada suhu 100°C, 6 jam menunjukkan terbentuknya produk kondensasi.Produk kondensasi (4-furanil-3 butena-2-on dan 1,5-difuranil-1,4-pentadiena-3-on), selanjutnya dilakukan reaksi hidrogenasi menggunakan pelarut isopropanol pada suhu 120°C, 7 jampada atmosfer H2. Hasil identifikasi menggunakan FT-IR tidak menunjukkan terbentuknya produk hidrogenasi. Kata kunci:furfural, hidrogenasi, kondensasi, MgO, Ni/γ-Al2O3
FRAKSI n-heksana DARI EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA KASTURI (Mangifera casturi KOESTERM) DAN UJI FITOKIMIA
ABSTRAK  Mangifera casturi (manga kasturi) adalah tanaman yang termasuk dalam genus Mangifera yang dikenal sebagai tanaman khas daerah Kalimantan Selatan. M. casturi mempunyai kelompok senyawa triterpenoid yang merupakan senyawa metabolit sekunder dengan aktivitas biologis. Triterpenoid dapat diperoleh dari fraksi n-heksana ekstrak metanol batang M. casturi, sedangkan pada bagian daunnya belum ada informasi tentang jenis senyawa fitokimianya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan preparasi fraksi n-heksana dari ekstrak metanol daun M. casturi dan mengetahui jenis kelompok senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada fraksi n-heksana daun M. casturi. Ekstrak metanol diperoleh dengan cara maserasi terhadap daun M. casturi menggunakan metanol dan fraksi n-heksana diperoleh dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana terhadap ekstrak tersebut, sedangkan untuk mengetahui jenis kelompok senyawa metabolit sekunder pada fraksi n-heksana daun M. casturi dilakukan uji fitokimia. Hasil penelitian ini diperoleh rendemen fraksi n-heksana sebesar 6,89 % dan fraksi n-heksana menunjukkan adanya kelompok senyawa tanin dan triterpenoid.  Kata kunci : ekstrak metanol, fraksi n- heksana, Mangifera casturi, triterpenoid  ABSTRACT Mangifera casturi is a plant belonging to the genus Mangifera and typical mango of Borneo. M. casturi contains of triterpenoids which is an active secondary metabolites compound. Triterpenoids has been known can be obtained from n-hexane fraction of methanol extract from M. casturi stem. There is no research about phytochemical compounds of M. casturi leaves. The purposes of this research was aimed to prepare n-hexane fraction from methanol extract of M. casturi leaves and to determine the secondary group of metabolites compounds from n-hexane fraction. Methanol extract was obtained by using maceration method of M. casturi leaves and n-hexane fractions was carried out by liquid extraction of methanol extract using n-hexane as a solvent. While to determine the secondary metabolites of n-hexane fraction was performed by phytochemical test. The results showed that the n-hexane fraction have yield 6.89 % and its fraction contains of tannins and triterpenoids. Key words : methanol extract, n-hexane fraction, Mangifera casturi, triterpenoid
Pengaruh pH dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Ion Logam Cd2+ Menggunakan Adsorben Kitin Terikat Silang Glutaraldehid
Pada penelitian ini dibahas tentang pengaruh pH dan waktu kontak pada adsorpsi ion logam Cd2+ menggunakan adsorben kitin terikat silang glutaraldehid. Kitin yang digunakan berasal dari kulit udang dibuat melalui proses deproteinasi dan demineralisasi. Penambahan NaOH, NaCl dan glutaraldehid dilakukan pada proses pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid. Karakterisasi kitin dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer FTIR, kemudian dilakukan SEM-EDX. Spektra FTIR digunakan untuk menentukan derajat deasetilasi dan gugus fungsi dari kitin terikat silang glutaraldehid. Adsorpsi ion logam Cd2+ oleh kitin terikat silang glutaraldehid dilakukan pada variasi pH 2, 3, 4, 5, dan 6, serta variasi waktu 20, 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Hasil karakterisasi kitin terikat silang glutaraldehid menunjukkan penurunan derajat deasetilasi dari 35,35% menjadi 8,7294%, dan bentuk morfologi lebih rapat dibandingkan dengan bentuk morfologi kitin kulit udang biasa. Kondisi optimum dari proses adsorpsi terjadi pada pH 4 dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,75% dan waktu kontak 120 menit dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,64%. Â Kata kunci : kitin terikat silang glutaraldehid, adsorpsi, ion logam Cd2+Â