Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Not a member yet
    214 research outputs found

    PENGARUH PH DAN JUMLAH NATA DE COCO TERMODIFIKASI CETILTRIMETILAMMONIUM BROMIDA (CTAB) TERHADAP EKSTRAKSI FASA PADAT TEMBAGA (I) TIOSULFAT

    Get PDF
    Ekstraksi fasa padat tembaga (I) tiosulfat menggunakan nata de coco-CTAB dipengaruhi oleh pH. Perubahan pH dapat mempengaruhi  kestabilan kompleks tembaga (I) tiosulfat dan CTAB pada nata de coco. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh pH pada kisaran 4 sampai 9. Pengaruh jumlah nata de coco-CTAB  dipelajari mulai dari  1 sampai 6 lembar yang dilakukan untuk meningkatkan  efisiensi ekstraksi  tembaga (I) tiosulfat. Proses ekstraksi tembaga (I) tiosulfat menggunakan sistem batch tanpa pengocokan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pH dan jumlah nata de coco-CTAB mempengaruhi efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat. Efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat optimum pada pH 8 dengan nilai 34 %. Pada pengaruh jumlah nata de coco-CTAB,  kenaikan jumlah nata de coco-CTAB 1 sanpai 4 lembar dapat menaikan efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat. Efisiensi ekstraksi optimum dicapai pada jumlah nata de coco-CTAB ke-4 dengan  efisiensi ekstraksi 85%

    PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN EPICHLOROHYDRIN SEBAGAI CROSS-LINKER DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE

    Get PDF
    Kitosan makropori dibuat dengan menggunakan garam dapur NaCl sebagai porogen dan epichlorohydrin sebagai cross-linker. Kitosan makropori tersebut digunakan untuk adsorpsi zat warna methyl orange. Faktor yang berpengaruh terhadap adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori yang dikaji pada penelitian ini yaitu pH larutan, waktu kontak, dan komposisi kitosan:epichlorohydrin. Adsorpsi fisik diduga lebih mendominasi proses adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori daripada adsorpsi kimia. Hal ini ditunjukkan oleh pH larutan yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap proses adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi methyl orange dicapai pada pH 7 dengan waktu kontak 60 menit. Perbandingan komposisi kitosan:epichlorohydrin (1:40) menunjukkan komposisi terbaik untuk adsorpsi methyl orange dengan kapasitas adsorpsi sebsesar 8,538 mg/g dan konstanta laju adsorpsi (k) sebesar 0,033 menit-1. Kata kunci: adsorpsi, kitosan makropori, methyl orange

    PENGARUH SUHU PADA EKSTRAKSI EMAS DARI LIMBAH RAM (RANDOM ACCES MEMORY)KOMPUTER

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap proses ekstraksi emas pada RAM (Random Acces Memory)komputer menggunakan pelarut aqua regia, dan mengetahui volume aqua regia optimum untuk ekstraksi tersebut. Tahapan yang dilakukan adalah meliputi preparasi sampel, pelarutan sampel, pengendapan emas dengan Na2S2O5, dan menganalisis kadar ekstrak emas menggunakan SSA (Spektroskopi Serapan Atom) AA 620 SHIMADZU dan dikarakterisasi dengan alat instrumentasi XRF (X-Ray Fluorescense) merk PAN Analytical – Minipal 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan emas dari RAM  komputer bisa dipisahkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut aqua regia.Ekstraksi pada suhu ruang memberikan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan menggunakan pemanasan, dimanakonsentrasi emas yang terekstraksi sebesar57,9615 ppm, serta kadar Au endapan sebesar 6,24 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstraksi emas secara optimum dapat dilakukan pada suhu ruang menggunakan pelarut aqua regia: air dengan volume sebesar 30 mL : 70 mL.   Kata kunci:AAS, pemisahan emas, RAM komputer, XRF   ABSTRACT   The purpose of this study was to determine the effect of temperature on the gold extraction process in RAM ( Random Access Memory ) computer using solvent aqua regia , and aqua regia determine the optimum volume for the extraction . Steps being taken are covering sample preparation , sample dissolution , precipitation of gold with Na2S2O5 , and analyze the levels of extract gold using AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) Shimadzu AA 620 and characterized by XRF instrumentation tool ( X - Ray fluorescense) PAN Analytical brands - MiniPal 4 . the results of this study indicate that the gold content of the computer's RAM can be separated by solvent extraction using aqua regia . Extraction at room temperature gives better results when compared with the use of heating , where the concentration of gold is extracted by 57.9615 ppm , and the content of Au deposition at 6.24% . It can be concluded that the optimum gold extraction can be performed at room temperature using aqua regia solvent : water with a volume of 30 mL : 70 mL .   Keywords: AAS, computer RAM, gold extraction, XRF Â

    PEMISAHAN Cu2+ DAN Cd2+ MENGGUNAKAN SILIKA-KITOSAN SEBAGAI FASA PADAT

    Get PDF
    Ion Cu2+ dan Cd2+ dapat dipisahkan dengan menggunakan metode ekstraksi fasa padat (EFP). Pada penelitian ini digunakan silika-kitosan sebagai fasa padat dan EDTA sebagai eluen. Proses EFP ion Cu2+ dan Cd2+ menggunakan sistem kromatografi kolom. Faktor yang mempengaruhi ekstraksi ion Cu2+ dan Cd2+ adalah pH, konsentrasi eluen, serta panjang kolom. Pengaruh pH eluen yang dipelajari adalah 6 hingga 10 menggunakan buffer fosfat 0,1 M. Konsentrasi eluen yang dipelajari untuk pemisahan ion Cu2+ dan Cd2+ sebesar 0,01 M; 0,05 M; dan 0,1 M. Panjang kolom yang dipelajari adalah 0,3 cm dan 0,6 cm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi optimum pemisahan ion Cu2+ dan Cd2+ terjadi pada pH 7 dan panjang kolom 0,6 cm. Elusi dilakukan secara bergradien dengan 3,5mL EDTA 0,05 M dan 3,5mL EDTA 0,2 M. Recovery (%recovery) pemisahan ion Cu2+ dan Cd2+ secara berturut-turut sebesar 96,13% dan 83,24%.   Kata Kunci : ekstraksi fasa padat, silika-kitosan, silika sekam padi, pemisahan ion Cu2+ dan Cd2

    Adsorpsi Seng(II) Menggunakan Biomassa Azolla microphylla Diesterifikasi dengan Asam Sitrat

    Get PDF
    Penelitian tentang adsorpsi seng(II) menggunakan biomassa Azolla microphylla yang diesterifikasi dengan asam sitrat telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan suatu kondisi optimum adsorpsi seng(II) oleh biomassa Azolla microphylla yang telah diesterifikasi dengan asam sitrat dan kapasitas adsorpsi biomassa hasil esterifikasi terhadap seng(II). Esterifikasi biomassa Azolla microphylla dilakukan dengan  mensuspensikan 5 g biomassa dalam 50 mL larutan asam sitrat 0,8 M kemudian dikeringkan dalam oven pada 60 oC. Setelah itu, suspensi kering dipanaskan pada 120oC selama 3,5 jam. Percobaan  adsorpsi menggunakan sistem batch pada biomassa kering dengan ukuran 120-150 mesh dengan variasi pH, waktu kontak, dan variasi konsentrasi. Kemudian konsentrasi seng(II) setelah adsorpsi ditentukan menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum terjadi pada pH 6 dan waktu kontak 45 menit. Berdasarkan persamaan adsorpsi isotermis Langmuir dapat diperoleh informasi bahwa kapasitas adsorpsi (Qmax) biomassa yang diesterifikasi (21,09 mg/g) memiliki nilai relatif sama dengan kapasitas adsorpsi biomassa yang tidak diesterifikasi (21,14 mg/g)

    Pengaruh pH Awal dan Konsentrasi Awal Larutan Metilen Biru pada Degradasi Larutan Metilen Biru menggunakan Fotokatalis TiO2 – bentonit

    Get PDF
    Pada penelitian ini dibahas tentang pengaruh pH dan konsentrasi awal larutan metilen biru pada degradasi zat warna metilen biru dengan fotokatalis TiO2-bentonit. Variasi pH awal yang digunakan adalah 3, 5, 7, 9, 11 dan konsentrasi awal yang digunakan adalah adalah 5, 10, 15, 20 mg/L. Larutan Metilen biru sebanyak 25 mL ditambahkan 25 mg TiO2-bentonit dengan kadar 0,5 mmol TiO2/g bentonite disinari menggunakan sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 325nm selama 10, 20, 30, 40, dan 50 menit. Konsentrasi metilen biru setelah degradasi ditentukan secara spektrofotometri. Konstanta laju fotodegradasi metilen biru dinyatakan dalam persamaan garis hubungan antara lnCo/Ct larutan Metilen biru dengan lama penyinaran. Slope dari persamaan garis tersebut merupakan konstanta laju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH awal dan konsentrasi awal metilen biru mempengaruhi konstanta laju reaksi. Semakin besar pH awal larutan metilen biru,  nilai konstanta laju juga semakin besar. Semakin besar konsentrasi larutan metilen biru, semakin kecil nilai konstanta laju. Dari penelitian didapatkan nilai pH dan konsentrasi awal optimum  metilen biru pada pH 11 dan konsentrasi 5mg/L dengan nilai konstanta laju 0,0256 menit -

    STUDI TEMPERATUR REAKSI KONDENSASI TERHADAP SINTESIS SENYAWA TURUNAN FURFURAL DENGAN 2-BUTANON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa turunan furfural dan rendemen yang diperoleh dari reaksi kondensasi antara furfural dengan 2-butanon pada berbagai temperatur reaksi. Reaksi kondensasi dilakukan pada suhu ruang (30 oC), suhu 0 oC, dan suhu refluks (98 oC) selama 4 jam. Reaksi kondensasi menggunakan furfural pada temperatur reaksi tersebut menghasilkan produk sebesar 5%; 15,42%; dan 17,01% (b/b). Semakin tinggi temperatur reaksi, maka prosentase terbentuknya produk hasil kondensasi semakin meningkat. Produk utama yang dapat diidentifikasi dari reaksi tersebut adalah 5-furanil-4-penten-3-on dan 5-furanil-3-metil-3-buten-2-on. Kata kunci: 2-butanon, furfural, reaksi kondensasi, senyawa turunan furfural, temperatur reaksi

    STUDI WAKTU REAKSI KONDENSASI TERHADAP SINTESIS SENYAWA TURUNAN FURFURAL DENGAN 2-BUTANON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk sintesis senyawa turunan furfural melalui reaksi kondensasi aldol (Claisen-Schmidt) dari bahan dasar furfural dengan 2-butanon. Reaksi kondensasi dilakukan pada suhu ruang dengan variasi waktu reaksi 4, 8, dan 16 jam dengan katalis basa NaOH 10%. Furfural yang dipakai adalah furfural standar dan furfural hasil isolasi dari tongkol jagung dengan kemurnian 96%. Reaksi kondensasi menggunakan furfural standar selama 4, 8, dan 16 jam menghasilkan produk sebesar 15,42%, 37,92%, dan 55% (b/b). Reaksi yang sama menggunakan furfural hasil isolasi menghasilkan produk sebesar 64%, 85%, 97% (b/b). Hal ini menunjukkan bahwa waktu reaksi berpengaruh terhadap persentase produk yang dihasilkan. Bertambahnya waktu reaksi dari 4 jam ke 16 jam meningkatkan rendemen produk sampai 97%. Senyawa turunan furfural yang dapat diidentifikasi dari analisis menggunkan UV-Vis, IR, dan 1H-NMR adalah 5-furanil-4-penten-2-on dan 5-furanil-3-metil-3-buten-2-on.   Kata kunci: 2-butanon, Claisen-Schmidt, furfural, furanilketon, waktu reaksi

    PENGARUH PENGOBATAN HERBAL SPRAY BERBASIS BIOAKTIF DARI SPIRULINA (SPIRULINA SP.) TERHADAP PROFIL PROTEIN LUKA DAN HISTOLOGI PANKREAS TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) TERPAPAR MULTIPLE LOW DOSE STREPTOZOTOCIN (MLD-STZ)

    Get PDF
    This research aims to determine the effect of Spirulina sp. extracts in the form of spray on pancreatic tissue histology, and protein profiles of skin wound rats (Rattus norvegicus) induced by Multiple Low Dose streptozotocin (MLD-STZ). The injection of MLD-STZ at a dose of 20 mg/kg BW causes Diabetes Mellitus (DM) type 1. In this study, rats were divided into 3 groups: negative control (no STZ induction), positive control (MLD-STZ-induced), and therapy group (MLD-STZ-induced and therapy). Therapy was given in the form of spray-based herbal bioactive Spirulina sp. with a dose of ± 200 μL right on rat wound 3 times/day during 2 weeks after being DM as a result of MLD-STZ induced. The method used for the analysis of protein is SDS-PAGE and pancreatic tissue histology using hematoxylin-eosin staining methods (HE). The results of the study showed that post-therapy causes the difference of protein band profiles of the three treatment groups, emergence a new protein band with a molecular weight of 93 kDa in skin wounds of diabetic rats, and this protein bands disappear in skin wound rats after treated by herbal spray of Spirulina sp.. In addition, results of histological pancreatic tissue diabetic group has reduction of pancreatic β cells and islet of Langerhans in the cavity width. As well, there is improvement in the therapy group of pancreatic histology.Keywords: diabetes mellitus, pancreatic histology, skin protein bandsÂ

    PENGARUH LAJU ALIR UDARA PADA OZONISASI DALAM OKSIDASI EMAS

    Get PDF
    Penelitian tentang oksidasi emas dalam larutan HCl dengan metode ozonisasi bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju alir udara pada ozonisasi terhadap proses oksidasi emas. Oksidasi emas dilakukan pada variasi laju alir udara (300-500 mL/menit) dalam larutan HCl 1 M dengan waktu ozonisasi lima jam. Konsentrasi ion emas dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Nilai konsentrasi rata-rata emas(III) yang diperoleh adalah 36,601 mg/L pada laju alir 300 mL/menit; 35,252 mg/L pada laju alir 400 mL/menit; dan 40,041 mg/L pada laju alir 500 mL/menit. Uji statistik menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara konsentrasi emas hasil oksidasi pada variasi laju alir udara. Kata kunci: emas, laju alir, oksidasi, ozonisas

    205

    full texts

    214

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇