Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Not a member yet
214 research outputs found
Sort by
BIOSENSOR KONDUKTOMETRI BERBASIS SPCE-KITOSAN UNTUK MENDETEKSI DIAZINON DAN MALATHION
Pestisida organofosfat merupakan jenis pestisida yang direkomendasikan oleh Departemen pertanian RI. Penelitian untuk mengukur residu pestisida organofosfat telah dilakukan menggunakan biosensor. Perancangan biosensor dilakukan dengan tahapan optimasi luas elektroda kerja yakni 3 mm2; 5 mm2; dan 7 mm2. Elektroda kerja merupakan Screen Printed Carbon Electrode(SPCE) yang telah dilapisi dengan membran kitosan, glutaraldehid 0,5%, dan organofosfat hidrolase (OPH). OPH merupakan enzim hasil isolasi bakteri Pseudomonas putida dengan konsentrasi yakni 142 µg/mL  dan 177 µg/mL. Larutan uji yang digunakan adalah larutan diazinon dan malathion pada kisaran konsentrasi 0 sampai 0,1 ppm dalam buffer tris –asetat 0,05 M pH 8,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosensor organofosfat dengan konsentrasi OPH mempunyai kinerja lebih baik daripada konsentrasi OPH 142 µg/mL. Hasil optimasi biosensor organofosfat menunjukkan bahwa luas elektroda screen-print carbon 5 mm2 menggunakan enzim OPH 177 µg/mL  memiliki kisaran kepekaan paling tinggi (144-162 µS/ppm) dengan batas deteksi untuk masing-masing organofosfat, yaitu, 0,06 ppm (diazinon) dan 0,04 ppm (malathion). Kata kunci: biosensor, organofosfat, organofosfat hidrolase, SPC
SINTESIS KERAMIK BERPORI BERBAHAN DASAR LUMPUR LAPINDO MENGGUNAKAN CETAKAN NATA DE COCO
Lumpur Lapindo mengandung Fe2O3, SiO2, dan Al2O3 yang berpotensi untuk dijadikan bahan dasar keramik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter fisik keramik berpori yang dibuat menggunakan cetakan nata de coco serta mengetahui pengaruh variasi kadar gula dalam sintesis. Sintesis keramik diawali dengan preparasi sampel dengan proses refluks menggunakan HCl untuk mengurangi kadar Fe2O3 serta penambahan larutan Mg(II) 1% untuk meningkatkan kekerasan keramik. Terdapat dua kelompok sampel, A dan B. Keramik A disiapkan dengan mencampurkan lumpur Lapindo dan larutan gula 10%, keramik B menggunakan larutan gula 12%. Karakterisasi keramik berpori meliputi densitas dan luas permukaan yang menggunakan metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan sampel A1 memiliki luas permukaan maksimum (8,57 m2/g ), sedangkan densitas terendah (0,99 g/cm3) pada sampel B4. Perbedaan konsentrasi gula tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sifat keramik. Kata kunci: densitas, kadar gula, keramik, luas permukaan, lumpur Lapind
PENGARUH PEMBERIAN HERBAL SPRAY BERBASIS BIOAKTIF DARI SPIRULINA (Spirulina sp.) TERHADAP EKSPRESI iNOS PADA SEL β-PANKREAS DAN AKTIVITAS PROTEASE PADA LUKA TIKUS DM TIPE 1
Diabetes mellitus (DM) is a disease caused by disorders of carbohydrate metabolism. DM can also be caused by the destruction of β cells of the islet of Langerhans in the pancreas that functions as an insulin-producing. In patients with DM when injured will be more difficult in the wound healing process. This study aims to determine the effect of Spirulina herbal spray against changes cuts, reduction in iNOS expression in β-cells of the pancreas and protease activity in wound induction results MLD STZ rats (Multi Low Dose Streptozotocin) at a dose of 20 mg / kg for 5 consecutive days in a row. In this study using rats (Rattus norvegicus) were divided into three groups with each group consisting of 5 rats, the three groups are groups of healthy mice with skin wound on his back, a group of diabetic rats with wound and groups diabetic rats with wound and to get therapy of Spirulina herbal spray during 14 days. The results showed that administration of Spirulina herbal spray can reduce the length of incision wounds in diabetic rats from 4,28 cm until 0,5 cm, able to decrease the expression of iNOS in pancreatic β-cells of DM type 1 rats and also able to decrease of 48,23% protease activity in wound DM type 1 rats.Keywords: protease activity, DM type 1, iNOS expression, herbal spray Spirulina, wound
SINTESIS HIDROKSIAPATIT DARI TULANG SAPI DENGAN METODE BASAH-PENGENDAPAN
Hidroksiapatit merupakan unsur anorganik alami yang berasal dari tulang yang dapat dimanfaatkan untuk regenerasi tulang. Hidroksiapatit dapat disintesis dari limbah tulang sapi dengan menggunakan metode basah-pengendapan. Tahap awal dilakukan dengan preparasi dan kalsinasi tulang sapi pada 1000 oC selama 6 jam. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan mengalirkan larutan H3PO4+etanol dengan laju alir 1 mL/menit ke dalam campuran CaO dan etanol disertai pengadukan dan pemanasan pada 60 oC. Kemudian pemanasan dilanjutkan pada 60 oC selama 1 jam. Campuran kemudian didiamkan pada temperatur kamar selama 24 jam. Selanjutnya diaduk dan dipanaskan kembali pada 60 oC selama 30 menit. Endapan yang diperoleh disaring dan dikeringkan pada temperatur 100 oC, kemudian dipanaskan dalam furnace pada temperatur 800 oC. Serbuk putih yang dihasilkan diuji kelarutannya, hidroksiapatit dengan keelarutan terkecil tersebut akan dilakukan karakterisasi lebih lanjut dengan XRF dan FTIR
PENGARUH HERBAL SPRAY BERBASIS BIOAKTIF Spirulina sp. TERHADAP KADAR MDA PADA LUKA SAYATAN TIKUS (Rattus norvegicus) DM T1
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolit yang ditandai dengan timbulnya hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin atau peningkatan resistensi insulin seluler terhadap insulin. Terapi herbal spray Spirulina sp. merupakan salah satu pengobatan alternatif penyakit DM. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh terapi herbal spray dari Spirulina sp. terhadap kadar Malondialdehid (MDA) pada luka sayatan tikus hasil induksi Multiple Low Dose-Streptozotocin (MLD-STZ) dosis 20 mg/kg BB selama 5 hari berturut-turut. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer digital dan dinyatakan DM apabila kadar glukosa darah  > 200 mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian herbal spray Spirulina sp. 3x sehari selama 2 minggu pada tikus hasil induksi MLD-STZ menunjukkan penurunan kadar glukosa darah (148,8 ± 34,30) mg/dL, dan penurunan kadar MDA rata-rata (0,55 ± 0,024) μg/mL, serta dapat mempercepat penutupan luka sayatan dari 4,28 cm menjadi 0,5 cm. Kata kunci: insisi, MLD-STZ, kadar MDA, Spirulina sp
STUDI REAKSI SIKLISASI-ASETILASI SITRONELAL DENGAN ANHIDRIDA ASAM ASETAT MENGGUNAKAN KATALIS LIPASE AMOBIL DARI Aspergillus niger
ABSTRAK Penggunaan enzim lipase sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia telah banyak diteliti. Dalam penelitian ini, lipase dimanfaatkan sebagai katalis dalam reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dengan pereaksi anhidrida asam asetat. Enzim lipase dibuat dari Aspergillus niger dan diamobilisasi dengan pasir laut menghasilkan enzim dengan aktivitas sebesar 0,4 µmol/mg.menit. Reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dilakukan dengan menggunakan lipase menghasilkan produk siklisasi berupa isopulegol sebesar 0,51% dan sikloheksanetanol sebesar 3,53%.  Kata kunci : lipase, Aspergillus niger, sitronelal, katalis
STUDI REAKSI HIDROGENASI SENYAWA FURFURAL DENGAN KATALIS Cu/γ-Al2O3
ABSTRAK Telah dilakukan reaksi hidrogenasi terhadap furfural dengan menggunakan katalis Cu/γ-AlÂ2O3 pada atmosfer gas H2. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu preparasi katalis Cu/γ-Al2O3, karakterisasi katalis, dan reaksi hidrogenasi furfural dengan katalis Cu/γ-Al2O3. Katalis dikarakterisasi dengan X-ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX), dan Atomic Absorption Spectrometry (AAS), sedangkan produk hasil reaksi hidrogenasi diidentifikasi dengan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Berdasarkan analisis menggunakan XRD dan SEM dapat diketahui bahwa Cu telah terimpregnasi pada γ-Al2O3. Analisis AAS menunjukkan persentase Cu yang terimpregnasi sebesar 4,56%. Uji aktivitas katalis dilakukan pada suhu reaksi 150 dan 180 oC pada waktu 1; 2; 2,5 dan 3 jam. Konversi furfural terbaik didapatkan pada waktu 2 jam dan suhu 150 oC sebesar 23,37%. Produk reaksi hidrogenasi yang mengandung gugus hidroksil (-OH) paling banyak didapatkan pada waktu 2,5 jam dan suhu 180 oC sebesar 23,32 ppm.  Kata Kunci: furfural, katalis Cu/γ-Al2O3, konversi, reaksi hidrogenas
OPTIMASI AMOBILISASI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN MATRIKS BENTONIT
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengocokan optimum, konsentrasi xilanase optimum, serta efisiensi pemakaian ulang xilanase amobil. Kadar dan aktivitas xilanase amobil ditentukan pada variasi waktu pengocokan (1, 2, 3, 4, 5) jam pada 0,1 g bentonit teraktivasi H2SO4. Penentuan kadar protein dilakukan dengan metode Spektrofotometri menggunakan reagen Biuret sedangkan aktivitas xilanase ditentukan dengan mengukur kadar xilosa yang dihasilkan selama reaksi enzimatis secra spektrofotometri menggunakan reagen DNS. Xilanase yang digunakan untuk amobilisasi mempunyai kadar protein 0,366 mg/mL dengan aktivitas 8,449 unit. Penentuan efisiensi xilanase amobil dilakukan dengan uji aktivitas sebanyak lima kali pengulangan. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa kondisi optimum amobilisasi xilanase dicapai pada waktu pengocokan 3 jam dengan jumlah xilanase teradsorpsi 0,378 mg/0,1 g bentonit dan aktivitas 10,245 unit. Sedangkan pada variasi konsentrasi didapatkan konsentrasi xilanase 0,261 ppm dan aktivitas 14,528 unit (P<0,01). Xilanase amobil dapat digunakan sebanyak lima kali pengulangan dengan aktivitas sisa sebesar 51,20%. Â Kata Kunci : aktivitas, Trichoderma viride, Bentonit teraktivasi H2SO4, Xilanas
PEMURNIAN ETANOL SECARA MIKROFILTRASI MENGGUNAKAN MEMBRAN SELULOSA ESTER
Studi tentang pemurnian etanol secara mikrofiltrasi menggunakan membran selulosa ester telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode mikrofiltrasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemurnian etanol, dan mengetahui pengaruh waktu filtrasi terhadap tingkat kemurnian etanol. Membran yang digunakan adalah mix-selulosa ester yang telah dikompaksi dengan sampel yang digunakan etanol 96%. Karakter membran yang digunakan dievaluasi berdasarkan hasil SEM dan spektrofotometri FT-IR. Â Mikrofiltrasi dilakukan hingga 120 menit pada tekanan 1 atm. Analisis hasil filtrasi didasarkan pada massa jenis dan indeks bias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu filtrasi berpengaruh terhadap kemampuan membran menahan etanol, meskipun membran selulosa ester kurang sesuai untuk meningkatkan kemurnian etanol secara mikrofiltrasi. Â Kata Kunci : Etanol, Mikrofiltrasi, Selulosa Este
Synthesis of Hydroxyapatite Bioceramics (Ca10(PO4)6(OH)2) of the Waste Cow Bone Using Sol-Gel Method
Hydroxyapatite bioceramics have been synthesized from waste cow bone using sol-gel method . The purpose of this study was to determine the effect of concentration HCl for the precursor CaCl2 mass produced and volume of H3PO4 for the synthesized hydroxyapatite. The results of this study, the optimum HCl concentration of the precursor synthesis was 1 M and the optimum volume H3PO4 on the synthesis of hydroxyapatite was 25 mL. Hydroxyapatite characterized by XRD, XRF, FTIR, dan SEM-EDX. XRD showed the presence of 23 peaks that were similar to the peak on hydroxyapatite standard. The highest intensity of peak present at 2q 25.93068, 50.44543, 48.70093, dan 49.0851. XRF demonstrated that the hydroxyapatite main constituent were calcium 80.1 % and phosphorus 14.0 %. wave number of FTIR at 567,03; 3402,20; dan 1635,5 cm-1 showed the presence of PO43-, OH, and CaO groups on the synthesized hydroxyapatite. SEM EDX indicated size of synthesized hydroxyapatite were 0,52 mm and ratio of Ca:P were 1.04. Key words: bioceramic, hydroxyapatite, precursors, sol-ge