Jurnal Pustakawan Indonesia
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
Mengetahui Dan Menghapus Data Dobel Dengan Microsoft Excel
Sering kita menjumpai kondisi data dobel dari berbagai rekaman bibliografisbaik dalam bentuk basisdata maupun dalam “sheet” suatu program aplikasi.Elemen bibliografis atau isian ruas dari basisdata kemungkinan ada tekspengontrolannya seperti authority file, pick dan lain-lain. Dengan demikian datadobel dapat dicegah atau dihindari dalam rekamannya. Pada basisdata, datatertentu seperti SQL, biasanya data dobel akan ditolak atau ada pemberitahuanbahwa data sudah ada. Bagi basisdata yang tidak ada kendali terhadap isian ruasyang sama, maka input data akan sulit mengetahui masalah dobel data
Analisis Kepuasan Pemustaka Perpustakan Kebun Raya Bogor
Perpustakaan KRB merupakan tempat penyimpanan informasi kelembagaan (local content) berbagai publikasi kebun raya dalam bentuk buku dan jurnal. Publikasi tersebut perlu diinformasikan kepada masyarakat. Untuk mengetahui kepuasan pemustaka dalam mendapatkan informasi tentang perkebunrayaan, Unit Perpustakaan menyebarkan kuesioner kepada para pemustakanya dari bulan Januari - Desember 2012. Dari 150 kuesioner yang telah disebarkan terkumpul 120 kuesioner. Kuesioner yang terkumpul kemudian diolah, ditabulasi dan dianalisis. Responden yang menyatakan baik tentang fasilitas dan kenyamanan ruang sebanyak 76 persen. Hal ini dimungkinkan karena sarana dan prasarana yang telah tersedia sudah cukup memenuhi keinginan pemustaka. Sebanyak 69 persen dari total responden sudah dapat menggunakan buku tamu elektronik dengan mudah. Responden yang menyatakan jam kunjungan baik sebanyak 73 persen, artinya jam kunjungan sudah sesuai dengan harapan pemustaka Perpustakaan. Pemustaka yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan kurang sebanyak 18 orang, Hal ini dikarenakan pada tahun 2011-2012, Perpustakaan tidak memiliki dana untuk pembelian buku luar negeri. Responden yang menyatakan layanan staf perpustakaan kepada pemustaka baik berjumlah 85 orang, yang menyatakan istimewa 30 orang. Dari hasil analisis kepuasan pemustaka di atas maka dapat disimpulkan bahwa, secara umum pemustaka merasa puas dengan layanan Perpustakaan KRB. Namun masih perlu ditingkatkan jumlah dan jenis koleksinya, serta terus dilakukan peningkatan kompetensi petugas perpustakaannya baik melalui diklat, magang maupun pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian petugas perpustakaan akan semakin profesional dalam melayani kebutuhan pemustaka.Keywords : User satisfaction, Bogor Botanical Garden Library, User librar
Pengembangan Sistem Authority Control Terintegrasi Dalam Proses Bisnis Perpustakaan
Authority control adalah kegiatan menetapkan, membuat, dan menggunakan istilah standar yang dipakai dalam katalog perpustakaan beserta acuannya. Sampai saat ini authority control belum banyak digunakan, padahal authority control merupakan hal yang penting bagi perpustakaan sebagai bentuk kontrol bibliografi. Oleh karena itulah, perlu dikembangkan sebuah sistem authority control yang efektif, yang dapat dijadikan alat atau sarana bagi pustakawan dalam menentukan keseragaman akses pada katalog sehingga terdapat konsistensi dalam penentuan titik akses informasi dan untuk meningkatkan hasil temu kembali informasi. Rancangan sistem authority control dalam penelitian ini menggunakan metode SDLC (System Development Life Cycle) yang meliputi studi kelayakan, investigasi sistem, analisis sistem, desain sistem, implementasi, serta review dan maintenance (Avison dan Fitsgerald (2006). Penelitian ini dilakukan sampai tahap pembuatan prototipe. Fasilitas yang disediakan dalam rancangan sistem ini adalah fasilitas penelusuran dan input data yang terdiri dari tajuk subjek, tajuk nama pengarang, dan tajuk badan korporasi.Kata Kunci: Authority Control, Perpustakaan Nasional RI, Titik Akses Informasi, Referensi Silang, Tajuk Subjek, Tajuk Nama Pengarang, Tajuk Badan Korporas
Cara Membuat Slide Show Foto Buku Di Picasa
Pada JPI Volume 12 Nomor 1, 2013 kita sudah membahas tentang “Cara Upload dan Ambil URL Foto di Picasa”. Nah sekarang kita akan membahas tentang “Cara Membuat Slide Show Foto Buku di Picasa” Web Album milik Google. Cara ini dapat digunakan bila kita ingin mempromosikan buku yang telah kita terbitkan
Pengayaan Fitur Laporan Pada Senayan Library Management System (Slims) Di Perpustakaan President University
Information technology application of in libraries functionsin a variety offorms, one of which shaped by the utilization of libraryi nformation system to enablet he processing of data and reports quickly. Therefore the libraryi nformation system is in dispensable in determining business decisions. The development of library information systems are needed to carried out in accordance with the need of the business process. The purposeof this research is developing feature reports SliMS at President University Libraryto meet business process. SLiMS has been chosenasone of the development library information system to creat the enrichment of the report feature. They are Annual Circulation, Circulation per Capita, Membership Report, Registration as a Percentage of Population, Visitor perYear, Library Visit perCapita, Growing of Collection, with using the method of prototyping model.The Testing sistem results the enrichment of report feature can help to create library report with user friendly dan based on decision making for future library planning at President University Library.Keywords: Management Information System, Reporting SLiMS, Prototyping, University Library
Perancangan Prototipe Sistem Manajemen Pengetahuan Antar Universitas (Studi Kasus IPB Dan UNPAK)
The rapid development of knowledge encourages universities to collaborate on their knowledge in specific expertise field to create an equitable distribution of knowledge. Program of computer science at Bogor Agriculture University (IPB) is a superior expertise in the field of agriculture while Pakuan University (UNPAK) is superior expertise in the field of electronics. The aim of this study was to design a prototype of knowledge management system as the knowledge sharing for learning of inter-universities using Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC) method. The study result was Joomla one kind of Content Management System (CMS) can be used to share knowledge in the form of discussion forums and combining various info from IPB and UNPAK in one interface including news, announcements, agenda, and social media. This CMS also collaborate with applications Electronic Learning System (ELS) Moodle and Hyper Text Markup Language (HTML). ELS Moodle serves as an application in learning of inter-university with the single sign concept which was run in a single interface, while HTML serves as a search engine knowledge by generating external link that combines 2 KMS from IPB and UNPAK into one interface. The conclusion was the knowledge sharing for learning of inter-university can be done with the design of knowledge management system through collaboration three different systems.Keywords: CMS Joomla, ELS Moodle, HTML search engine, KMSLC, Knowledge Management Systems, Prototype
Profil Pusat Dokumentasi Dan Informasi Ilmiah
Sejarah dan Struktur OrganisasiPusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah berdiri diawali dengan ter-bentuknya Bagian Dokumentasi, seiring dengan berdirinya Majelis Ilmu Penge-tahuan Indonesia pada tahun 1956. Sesuai dengan perkembangan jaman, pada tanggal 1 Juni 1965, Bagian Dokumentasi tersebut berubah menjadi Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Research Nasional Nomor : 107/M/ Kpts/Str/65
Analisis Usabilitas Sistem Informasi Manajemen Penerimaan Koleksi Deposit Di Perpusnas Berdasarkan Pendekatan Evaluasi Heuristik
Acquisition Management of Deposit Collection Information System in Indonesia National Library has been used for 3 years (since January 2012). During the usage, the Group of Acquisition, Monitoring, and Evaluation of Deposit Sub Directorate found some obstacles include the unability of the system to detect double regist, a monotone display, too many menus and too many pages to get through before going to the desired page, the information resulted is not according to what needed, and the exsistance of backward analysis system which should be passed by a system when it has already been used. The data collection of this research used quessionaires which were spread among 17 system users that are the members Group of Acquisition, Monitoring, and Evaluation of Deposit Sub Directorate. The data analysis used student statistic examination of one sample. The result of the study was the need of improvement about SIM of Deposit Collection Acquisition of Indonesia National Library related to the usability of the system to fulfill the usability elements, and the repairment recommendation belong to the categories of: Learnability, improvement of response for fasten of data searching by query optimization involving related tables of data required and indexing based on the tag ID and repair on the arranging and the use of features to be adjusted with the needs of users based on their user ID and position authority. Efficiency, improvement of response for fasten the response of data searching by query optimization involving related tables of data required and indexing based on the tag ID and addition to be able to copy and modify existing data and increase the ability of the system that the function keys in the keyboard can be use in using the system. Easy to remember, the addition of the ability of the system that the keyboard function keys can be use in using the system. Error prevention, repair system\u27s ability to identify errors and provide a message box or sign acclamation sign of error message containing an error message when the user made a mistake and adding dictionary menu associated with the terminology in the search box to avoid mistakes in typing. Satisfying, adding help menu that can provide guidance and can be followed when finding problem that help users to solve a problemKeywords : Heuristic Evaluation, Management Information System, Usabilit
Rancangan Sistem Penilaian Kinerja Perpustakaan Berbasis Indikator Kinerja Iso 11620:2008 Pada Layanan Terbuka Perpustakaan Nasional RI
Library performance measurement is one of a strategy to evaluate utilization of library resources. The objective of this study was to identify indicators needed to measure the performance and to design an counting system measurement at Open Service at National Library of Indonesia. The measurement indicators were based on ISO 11620:2008 consisting of 45 indicators. It was selected 10 indicators: 1) percentage of required titles in the collection (RTC); 2) shelving accuracy (SA); 3) staff per capita (LS); 4) collection turnover (CT); 5) loans per capita (LPC); 6) in-library use per capita (IUC); 7) library visits per capita (LVC); 8) percentage of target population reached (PTPR); 9) user satisfaction (AUS); 10) user services staff as a percentage of total staff (USSPTS). The indicators were selected through four stages: 1) selecting indicators related to activities in the Indonesia National Library and removing indicators related to activities that are not conducted in the institution; 2) removing indicators related to cost; 3) identifying and selecting indicators related to vision and mission by the questionnaire; 4) analizing the results of the questionnaire and setting the indicators that have an average value of the results greater than 0 as an selected indicator. The results of managements attitude that required the a performance counting system. System design was developed based on the system requirements and management’s needs. The system that was able to process data into information of performance. The system was integrated with the integrated national library system (INLIS) and the data that were not available in INLIS were manually input. Steps of system developing were defining use case, description use case, activity diagram, class diagram, sequence diagram, object role/relational mapping and entity relationship diagram. Keywords: Information System, ISO 11620, Library, Performance Indicator
Kiprah Tim Penilai Pustakawan Dalam Memotivasi Pustakawan Mengajukan Angka Kredit
Fakta masih banyaknya pustakawan dan calon pustakawan yang malas dan mandek mengajukan usulan penetapan angka kredit, berdampak pada tereliminasinya para pustakawan yang telah menduduki jabatan fungsional baik melalui jalur impasing maupun yang melalui usulan angka kredit. Bahkan beberapa calon pustakawan yang notabene bekerja di perpustakaan lembagapemerintah dengan latar belakang pendidikan diploma dan sarjana perpustakaan; setelah bekerja hampir 12 tahun di perpustakaan belum juga mengajukan angka kredit sebagai penilaian terhadap prestasi kerja pustakawan.Kondisi ini sangat memprihatinkan. Padahal menurut KEPMENPAN Nomor 23 Tahun 2002 pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa jabatan fungsional pustakawan adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telahberstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil, dalam hal ini para pengelola perpustakaan memiliki kebebasan dalam menentukan kariernya minimal 2 tahun sekali mereka dapat naik pangkat dan jabatan, sehingga para pustakawan dapat mencapai jenjang tertinggi