Jurnal Pustakawan Indonesia
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
ISU KEAMANAN FEMTOCELL
Femtocell hadir dengan menawarkan layanan konektivitas jaringan mobile yang lebih baik yakni dengan menempatkannya di area yang lemah sinyal dan mengantarkan layanan jaringan mobile melalui jaringan berbasis IP ke operator service provider. Dengan membangun jaringan Femtocell maka mampu menurunkan biaya infrastruktur, berdaya rendah, plug and play, meningkatkan availabilitas dan mobilitas baik bagi pengguna maupun bagi operator jaringan. Peningkatan cakupan jaringan Femtocell akan memecah domain akses bagi operator sehingga perlu diperhatikan pula isuisu keamanan yang akan muncul dan bagaimana mengatasinya sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Beberapa Femtocell Access Point (FAP) yang ada di pasaran tidak memenuhi standar ini sehingga keamanannya dapat ditembus. Tulisan ini akan mensarikan informasi mengenai isu-isu keamanan jaringan Femtocell mulai dari sisi pengguna hingga ke sisi operator
KAJIAN SEBARAN TOPIK PENELITIAN BIDANG PETERNAKAN YANG DIMUAT DI JURNAL ILMIAH “MEDIA PETERNAKAN”
Produk peternakan merupakan produk yang menjadi sumber protein hewani bagi manusia.Kemajuan bidang peternakan ini dicapai karena penelitian-penelitian yang dilakukan pada bidang inioleh para peneliti dan dosen. Jurnal Media Peternakan (MPE) menjadi salah satu media yangmemuat hasil-hasil penelitian bidang peternakan ini. Untuk mengetahui sebaran bidang yang ditelitioleh para peneliti dan dosen, dilakukan kajian terhadap artikel yang dimuat di dalam MPE selamasepuluh tahun terakhir (2001-2010). Pengelompokan bidang menggunakan skema UniversalDecimal Classification. Dari hasil kajian diketahui bahwa bidang yang paling banyak diteliti adalahbidang pakan ternak dengan jumlah artikel sebanyak 104 artikel (42,98 %). Sedangkan yangterbanyak kedua dan ketiga adalah bidang sosial ekonomi peternakan dan pemuliaan ternak masingmasingdengan jumlah artikel sebanyak 37 artikel (15,29 %) dan 22 artikel (9,09 %). Bidang ilmuyang tidak diteliti adalah ternak kerja, ternak kuda, burung selain unggas, anjing dan kucing.Kata kunci : topik penelitian peternakan, distribusi penelitian peternakan, Jurnal Media Peternaka
PERPUSTAKAAN KEBUN RAYA BOGOR
Pengunjung Kebun Raya Bogor (KRB) tidak hanya dapat menikmati kerindangan aneka pepohonan dan tanaman langka tetapi dapat juga menikmati layanan Perpustakaan, sehingga diharapkan dapat meningkat-kan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap tumbuhan dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan fungsi dasar kebun raya sebagai pusat riset dan konservasi tumbuhan. Perpustakaan KRB diharapkan dapat mengubah imej masyarakat terhadap kebun raya yang selama ini hanya menjadi tempat rekreasi dan kunjungan wisata saja, menjadi tempat untuk mencari ilmu tentang tumbuhan dan lingkungan sesuai dengan visi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, yaitu menjadi salah satu kebun raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi tumbuhan, penelitian, pelayanan pendidikan lingkungan , dan pariwisata
DESAIN DAN STANDAR PERPUSTAKAAN DIGITAL
Perpustakaan digital adalah perpustakaan modern yang sudah menggunakan sistem otomasi dalamoperasionalnya serta mempunyai koleksi bahan pustaka sebagian besar dalam bentuk format digital yangdisimpan dalam arsitektur komputerisasi dan bisa diakses melalui komputer. Koleksi dari perpustakaan digitaladalah dokumen digital umumnya terdiri dari lima jenis yaitu teks, gambar, suara, gambar bergerak (video),dan grafik. Hal-hal yang mendasari perancangan perpustakaan digital diantaranya adalah Knowledge society,Knowledge management, Knowledge Creation, dan Knowledge Management System. Rancangan dasar dari perpustakaandigital meliputi dua bidang yaitu digitalisasi dokumen dan pembangunan basis data. Proses perancanganPerpustakaan Digital meliputi Struktur rancangan, konfigurasi six-ware (software, hardware, netware, dataware,brainware, environmentware), implementasi, dan evaluasi seluruh jaringan. Standarisasi Perpustakaan Digitalmeliputi six-ware, koleksi digital, pengumpulan konten digital, proses scanning, inisial penamaan unit, isi file,tatanama file dan folder, keamanan koleksi digital, peminjaman koleksi digital, dan pertukaran data. Beberapamasalah dalam Perpustakaan Digital diantaranya ialah dalam digitalisasi dokumen dan masalah hak cipta.Kata kunci: perpustakaan digital, software, hardware, netware, dataware, brainware, environmentware, rancanganperpustakaan digital, standar perpustakaan digital, digitalisasi, knowledge
POTENSI DIGITAL NATIVES DALAM REPRESENTASI LITERASI INFORMASI MULTIMEDIA BERBASIS WEB DI PERGURUAN TINGGI
Perkembangan teknologi informasi dalam sepuluh tahun terakhir mempengaruhi gaya hidup seseorang. Kemunculan aplikasi social networking seperti: Facebook, Twitter, MySpace, Blogs dibarengi dengan perangkat komunikasi bersifat mobile. Hadirnya e-bookreader, PC tablet, digital music players, telepon selular terbaru membuat seseorang untuk staying connected. Digital natives merupakan generasi yang lahir pada era digital, dengan ciri multitasking, selalu berjejaring, akses secara random, preferensi pada informasi bentuk multimedia interaktif. Diperkirakan generasi digital natives dalam waktu akan datang menjadi pengguna perpustakan perguruan tinggi. Representasi materi literasi informasi dalam dokumen hypertext berpotensi untuk memperkaya lingkungan pembelajaran, beragam, fleksibel dan berpotensi untuk interaktif. Peluang perpustakaan perguruan tinggi merepresentasikan literasi informasi dengan menggunakan teknologi web tidak menghilangkan esensi literasi informasi secara tatap muka bahkan memperluas akses layanan perpustakaan kepada pengguna
KEAKTIFAN PUSTAKAWAN DALAM PEMASYARAKATAN PERPUSDOKINFO GUNA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN DAN CITRA POSITIF PERPUSTAKAAN
Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan keaktifan pustakawan dalam pemasyarakatan Perpusdokinfo yang dapat meningkatkan perkembangan dan citra positif perpustakaan berdasarkan kajian literatur yang dilakukan. Ide utama dari tulisan ini berdasar atas gambaran sebuah perpustakaan ideal, yaitu yang ditunjang oleh sumberdaya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang perpusdokinfo dan atau yang sudah berpengalaman, terutama harus memiliki semangat untuk mengembangkan perpustakaan ke arah yang lebih baik, sehingga perpustakaan tersebut dapat diakses dan dapat memberikan pelayanan prima. Untuk mewujudkan hal tersebut secara ideal, diperlukan para pustakawan yang inovatif dan informatif dalam mengemas dan menyampaikan informasi kepada pengguna seiring dengan perkembangan dunia informasi dan kemajemukan pengguna perpustakaan.Kata kunci : keaktifan, pustakawan, citra positif perpustakaan, pengembanga
PERAN PERPUSTAKAAN IPB SEBAGAI KONTRIBUTOR PORTAL GARUDA (GARBA RUJUKAN DIGITAL)
GARUDA (Garba Rujukan Digital) adalah portal penemuan rujukan ilmiah Indonesia yangmerupakan titik akses terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi dan peneliti Indonesia. Portalyang dikembangkan melalui penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi ini melibatkan PDII-LIPIdan berbagai perguruan tinggi dalam hal penyediaan konten. Perpustakaan IPB sebagai salah satuinstansi/lembaga kontributor Garuda, tengah melakukan penghimpunan koleksi lokal (local content),pembenahan data, pengembangan sistem informasi, peningkatan kompetensi sumberdaya manusia danpenyusunan kebijakan pengelolaannya. Kegiatan tersebut memerlukan koordinasi yang baik dengan berbagaipihak terkait, baik di dalam Perpustakaan IPB, DKSI maupun Pimpinan IPB; sehingga diharapkan IPBmemiliki sistem informasi yang terintegrasi untuk mengelola informasi ilmiah yang dimilikinya agar mudahdiakses dan dimanfaatkan oleh para akademisi dan masyarakat lainnya. Dengan demikian diharapkanPerpustakaan IPB dapat menyediakan dan mengirimkan metadata karya ilmiah yang dihasilkan oleh sivitasakademika Institut Pertanian Bogor, secara berkala kepada pengelola jaringan Garuda sesuai dengan standaryang ditetapkan. Sebagai kontributor Garuda, Perpustakaan IPB memiliki jumlah koleksi lokal dalam bentukdigital yang cukup besar, yaitu sekitar 63.000 cantuman. Data ini masih perlu penyesuaian metadata standar.Sumberdaya manusia yang bertugas di Perpustakaaan IPB baik pimpinan, pustakawan, teknisi, mapun tenagaadministrasi lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam mengelola sumber-sumber informasi yangdimiliki oleh Perpustakaan IPB. Untuk mendukung Perpustakaan IPB sebagai kontributor portal Garuda danpenyedia informasi ilmiah IPB, maka ada beberapa kebijakan perlu ditindaklanjuti oleh pihak yang terkait diIPB antara lain sosialisasi SK Wajib Simpan, penentuan aturan download fulltext, koordinasi dengan pihakterkait, pembuatan sistem informasi yang terintegrasi, promosi dan pelatihan literasi informasi bagi sivitasakademika.Kata Kunci : Local content, Database, Bogor Agricultural University, IPB Librar
OPEN JOURNAL SYSTEM (OJS) UNTUK MENGELOLA PUBLIKASI ILMIAH
Open Journal System (OJS) adalah sistemmanajemen jurnal dan penerbitan online yangtelah dikembangkan oleh Public KnowledgeProject melalui upaya yang didanai pemerintahfederal untuk memperluas dan meningkatkanakses pada penelitian. Proyek ini merupakanhasil kerjasama antara Faculty of Education diUniversity of British Columbia, The Simon FraserUniversity Library, The School of Education atStanford University, dan The Canadian Centre forStudies in Publishing at Simon Fraser University.OJS adalah perangkat lunak open source yangtersedia bebas untuk jurnal di seluruh dunia,sebuah pilihan yang layak untuk pengelolaanjurnal, dengan akses terbuka dapatmeningkatkan pembaca sebuah jurnal dan jugakontribusinya terhadap kepentingan publikdalam skala global. OJS merupakan GNUPublic License yang berarti seluruh salinandokumennya bebas digunakan dengan tetapmempertahankan lisensi yang sama. Selainuntuk penerbitan jurnal secara online, OJSjuga menyediakan fitur untuk Ready to Publish(Jurnal yang siap dipublikasikan)
HUBUNGAN KERJA ANTARA DOSEN DAN PUSTAKAWAN DALAM PENDIDIKAN TINGGI
Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di masa depan penyelenggaraan pendidikan cenderung ke arah metode Student-Centered Learning dibanding dengan penyelenggaraan pendidikan saat ini yang lebih banyak menggunakan Teacher-Centered Learning. Pada pendidikan berbasis Student-Centered Learning peran guru/dosen menjadi tidak sentral, namun lebih sebagai fasilitator. Sumber pengetahuan lebih banyak berada di luar guru/dosen antara lain di perpustakaan. Dengan pendidikan berbasis Student-Centered Learning ini, maka pustakawan akan berperan sebagai fasilitator ataupun navigator bagi mahasiswa yang akan mengakses pengetahuan dari perpustakaan. Oleh karena itu tantangan besar bagi pustakawan untuk menjalankan peran fasilitator atau navigator informasi bagi pendidikan masa depan.Kata kunci: Pustakawan, Dosen, Teacher-Centered Learning, Student-Centered Learnin
MENGHITUNG JUMLAH PEMINJAM SIRKULASI DENGAN PROGRAM SIPISIS WINISIS DAN PIVOT TABLE DARI EXCEL
Pada program SIPISIS telah dibuatkan cara menghitung statistik peminjam untuk setiap bulannya. Namun ada kalanya penyajian statistik ingin ditampilkan selengkap mungkin; diantaranya menampilkan jumlah pengujung perpustakaan, jumlah peminjam, jumlah peminjaman berdasarkan kelompok anggota, jumlah peminjam berdasarkan nomor klas, jumlah pengembalian buku yang dipinjam dan lain-lain