Jurnal Pustakawan Indonesia
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
AKSES TERBUKA TERHADAP KOLEKSI MUATAN LOKAL PERPUSTAKAAN IPB DAN PERPUSTAKAAN UGM
Abstrak Akses terbuka (open access) kini semakin kencang gaungnya. Kekhawatiran akan maraknya plagiarism karena sistem ini, telah dipatahkan oleh berbagai kalangan dan pendapat para ahli di bidang Dokumentasi dan Informasi, yaitu bahwa dengan akses terbuka justru dalam jangka panjang, akan mengurangi plagiarism, karena orang akan takut ketahuan karyanya menjiplak atau tidak. Akses terbuka memberikan keuntungan bagi berbagai fihak, baik bagi penulis, peneliti, institusi, penerbit, lembaga, instansi, pelajar, mahasiswa ataupun masyarakat umum. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan wawasan yang lebih dalam tentang akses terbuka di Perpustakaan IPB dan Perpustakaan UGM, repository dan cara mengaksesnya. Diuraikan pula hambatan hambatan dalam proses akses terbuka seperti proses yang panjang, pendanaan serta belum adanya payung hukum pendukung akses terbuka. Kata kunci : IPB repository, UGM repository, open access, Knowledge Management Syste
PRESERVASI ARSIP VITAL PERGURUAN TINGGI : STUDI KASUS DI UNIVERSITAS X
ABSTRAK Arsip vital perguruan tinggi merupakan arsip yang sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan suatu perguruan tinggi karena merupakan bukti yang merekam seluruh kegiatan suatu organisasi dalam hal ini perguruan tinggi yang diperlukan untuk menentukan kedudukan perguruan tinggi dimata hukum, seperti Udang-Undang atau peraturan dari suatu organisasi yang berkaitan dengan kegiatan manajemen dan keberlangsungan perguruan tinggi. Melihat begitu pentingnya fungsi arsip vital, maka arsip vital dilindungi dan dilestarikan dengan baik. Dengan memperhatikan itu semua semua maka dirasa perlu untuk melakukan kajian mengenai preservasi arsip vital di perguruan tinggi dengan mengambil studi kasus di sebuah perguruan tinggi yang bertujuan untuk melihat bagaimana kegiatan preservasi arsip vital perguruan tinggi dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Bentuk pertanyaan semi terstruktur dan mengacu kepada hasil kuesioner yang telah diisi oleh setiap unit kerja. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, yaitu pengecekan data dengan metode observasi ke unit-unit kerja fakultas dan universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preservasi arsip vital belum dilakukan secara tersistem dan perlu dibuat sebuah program kearsipan untuk melindungi dan menyelamatkan arsip vital. Kata Kunci : Arsip vital, arsip perguruan tinggi, program arsip vital, preservasi arsi
KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI INDIKATOR KELUARAN LEMBAGA RISET : KASUS KEBUN RAYA BOGOR
Abstrak Kinerja PKT-KBR diukur melalui kajian deskriptif karya tulis ilmiah yang dirangkum dalam publikasi Abstrak Karya Tulis Ilmiah Peneliti Kebun Raya Bogor 2009 – 2011 yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Jenis karya tulis ilmiah.; 2) lokasi diselenggarakannya seminar; 3) bahasa penulisan abstrak; 4) kolaborasi penulis; 5) perbandingan penulis/artikel; 6) jenis kelamin penulis. Hasil penelitian menunjukkan, 1) makalah prosiding dalam negeri merupakan karya terbanyak (71,42%), diikuti oleh artikel jurnal dalam negeri (22,17%), posisi ke tiga adalah artikel jurnal luar negeri (5,91%), posisi terakhir adalah bagian dari buku ( 0,49%); 2) Ada 13 lokasi penyelenggaraan seminar dengan Bali yang terbanyak ( 30,35%), diikuti oleh Cibodas ( 15,86%), kemudian Yogyakarta (11,72%) t 4,14% tidak diketahui lokasinya; 3) abstrak berbahasa Indonesia berjumlah 56 judul (27,59%) dan berbahasa Inggris 147 judul (72,41%); 4) karya tulis terbanyak ditulis oleh 2 orang (39,60%), diikuti oleh artikel individu (30,69%) di lokasi ke tiga adalah artikel yang ditulis oleh 3 orang (18,81%); 5) rata-rata perbandingan penulis/karya tulis adalah 2,15; 6) penulis perempuan sebanyak 233 orang (54,06%) dan penulis laki-laki 198 orang (45,94%). Disimpulkan bahwa karya tulis terbanyak berupa makalah prosiding dalam negeri yang dipresentasikan di Bali, sedangkan abstrak lebih banyak dalam bahasa Inggris. Kata kunci : research institutions, performance indicators, journals, proceedings, article
PEMAHAMAN PEMUSTAKA DALAM MENELUSUR SUMBER-SUMBER LITERATUR DI PERPUSTAKAAN PDII-LIPI
Abstrak Kajian ini bertujuan untuk mengetahui: a) profil penelusur literatur; b) pemahaman pemustaka terhadap sistem penelusuran literatur; c) pemahaman pemustaka terhadap tahapan penelusuran literatur; d) pemahaman pemustaka terhadap sistem layanan literatur; e) sikap pemustaka terhadap hasil penelusuran literatur; dan f) cara komunikasi pemustaka dengan petugas/pustakawan ketika mengalami kesulitan dalam menelusur sumber-sumber di Perpustakaan PDII. Kajian ini dilakukan menggunakan metode wawancara dan kuesioner. Responden yang dijadikan sampel sebanyak 50 orang. Data yang sudah terkumpul, kemudian diolah dan dianalisis secara kuantitatif, dengan cara: 1) memverifikasi, mengklasifikasi, dan memperingkatkan jawaban responden, dari jawaban paling banyak hingga paling sedikit dan 2) menjelaskan pernyataan responden yang bernilai negatif. Hasil kajian menunjukkan: 1) Responden/pemustaka yang menelusur sumber-sumber literatur Perpustakaan PDII sebagian besar dari kalangan mahasiswa (49 orang atau 98%), dengan tujuan mencari sumber referensi penelitian yang bersumber dari artikel jurnal Ilmiah Indonesia; 2) Sebagian besar pemustaka “memahami” tentang penelusuran sumber-sumber literatur di Perpustakaan PDII, (34 orang atau 68%); 3) Sebagian besar pemustaka “kurang memahami” tentang adanya menu pencarian di Katalog LARAS atau ISJD dan sistem layanan literatur yang dilaksanakan di Perpustakaan PDII dan 4) Sebagian besar pemustaka akan mencari/menelusur koleksi lain dengan topik atau variabel judul koleksi sejenis (46 orang atau 92%), dengan memperhatikan aspek kekhususan/spesifikasi topik koleksi yang sejenis. Jika mengalami kesulitan, pemustaka akan meminta bantuan penelusuran literatur ke petugas/pustakawan. Kata kunci: Pelusuran informasi; Layanan perpustakaan; Pemustaka; Perpustakaan PDII
KAJIAN ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA LAYANAN PERPUSTAKAAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL
Abstrak Perpustakaan Badan Standardisasi Nasional adalah perpustakaan yang mengkhususkan diri dalam melayani pemustaka yang membutuhkan informasi standardisasi. Dalam melayani pemustakanya Perpustakaan BSN tentu dapat memuaskan atau tidak memuaskan pemustakanya. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pemustakanya maka dilakukan kajian ini. Kajian ini menggunakan metode servqual. Indeks harapan pemustaka terhadap layanan perpustakaan BSN adalah sebesar 4,38 pada skala 1-5 atau 87,61 pada skala 1-100 yang berarti sangat baik. Sedangkan Indeks Persepsi (kepuasan) terhadap layanan perpustakaan BSN adalah sebesar 3,93 pada skala 1-5 atau 78,41 pada skala 1-100 yang berarti baik. Ada nilai kesenjangan sebesar 0,45 pada skala 1-5 atau 9,20pada skala 1-100. Kesimpulannya Perpustakaan BSN harus meningkatkan kinerjanya agar mencapai skor sangat baik. Kata Kunci:Manajamen; Indeks Kepuasan Pelanggan, Servqua
Matabaru Penelitian Perpustakaan Dari SERVQUAL ke LibQUAL ⁺™
Buku ini ditulis oleh Endang Fatmawati, M.Si., M.A. Kepala Perpustakaan FEB UNDIP dengan judul “Matabaru Penelitian Perpustakaan Dari SERVQUAL ke LibQUAL ⁺™ “ ditujukan bagi para pustakawan, praktisi maupun akademisi yang memerlukan pedoman dalam menentukan metode penelitian, khususnya untuk evaluasi kualitas layanan perpustakaan berdasarkan harapan dan persepsi pemustaka, serta untuk mengetahui dimensi layanan perpustakaan apa saja yang belum memenuhi harapan dan persepsi pemustaka di suatu perpustakaan. Buku ini membahas inti sari konsep LibQUAL ⁺™, sebuah metode khusus untuk riset evaluasi kualitas layanan perpustakaan. Dimensi LibQUAL+TM yang dibahas meliputi: Kemampuan dan sikap pustakawan dalam melayani (service affect – SA), fasilitas dan suasana ruang perpustakaan (Library as place – LP), petunjuk dan sarana akses (Personal control – PC), dan akses informasi (Information acces – IA)
PARTISIPASI PUSTAKAWAN DALAM MENCERDASKAN MASYARAKAT
Abstrak Di era informasi saat ini, perpustakaan sebagai lembaga yang berperan dalam mencerdaskan bangsa dituntut untuk senantiasa mengembangkan fungsi nya sebagai pusat informasi bagi masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari peran pustakawan sebagai pelaksana kegiatan perpustakaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya. Disamping harus meningkatkan kemampuan di bidang pengelolaan informasi pustakawan juga dituntut untuk berpartisipasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diantara bentuk partisipasi pustakawan adalah kompetensi dan kemauan yang keras untuk senantiasa melayani serta memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap penggunanya. Kata Kunci: kompetensi, motivasi, pengelolaan informas
Perancangan Next Generation OPAC Berbasis Library 2.0 (Next Generation OPAC Design Based on Library 2.0)
ABSTRACTLibrary catalogue is challenged by the development of web technology that produce search engines dan also has change users’ interaction with information in this Web 2.0 enviroment. Users expect to participate and collaborate in the creation of information. This study aims to create a prototype of next generation OPAC which will use users’ contribution as an enrichment to OPAC. Users can contribute information to existing bibliographic record with tagging, rating and comment. Prototype was created using Drupal 7 and tested using Black Box method. Testing results shows that this prototype can fufill all functional requirements.Keywords: next generation OPAC, Web 2.0, Library 2.0, tagging, rating, review
Pemanfaatan Saluran Informasi Dan Perpustakaan Oleh Pengguna Dalam Kegiatan Diseminasi Di Balittro
AbstrakBalittro memproduksi teknologi hasil-hasil penelitian tanaman rempah dan obat dan disebarluaskan ke pengguna melalui media. Tujuan kajian mengetahui kegiatan diseminasi informasi dan perpustakaan oleh pengguna Balittro 5 tahun (2009 -2013). Metode pengkajian menggunakan analisis isi dengan mengumpulkan data-data dokumen dari bagian (1) informasi (ekspose dan pameran, publikasi hasil penelitian, kunjungan, dan magang/pelatihan) dan (2) perpustakaan (koleksi, statistik perpustakaan) dianalisis secara deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Kegiatan ekspose/pameran tertinggi tahun 2011 sebanyak 14 kali (8.904 orang). Penyebaran publikasi oplah tertinggi 2012 sebanyak 7.800 eks. Seminar rutin bulanan tertinggi tahun 2011 yaitu 11 kali (23 pemakalah). Kunjungan ke Balittro tertinggi tahun 2013 : 54 kali dengan jumlah pengunjung 3.670. Tahun 2012 tertinggi untuk permintaan dan pelaksanaan magang dengan jumlah peserta 70 orang. Tambahan koleksi Perpustakaan Balittro berupa Buku 313 judul, Majalah 432 judul/849 eks, Dokumentasi (prosiding, laporan) 315 judul/718 eks dan CD ROM 30 keping. Pengunjung perpustakaan Balittro berjumlah 4.829 orang (965,8/tahun).Kebutuhan informasi pengguna di perpustakaan Balittro berdasarkan komoditas tanaman obat menduduki posisi tertinggi yaitu pada tahun 2009 sebanyak 846 orang. Pangkalan data IPTANTRO berjumlah 13.244 record, BUKU 2.641 record, dan majalah 123 record.Keywords : diseminasi, informasi, perpustakaan, Balittr
Studi Kelayakan Interoperabilitas Berbasis Open Archive Initiative Protocol For Metadata Harvesting: Studi Kasus Pada Perpustakaan Institut Pertanian Bogor
ABSTRACTInteroperability is the ability to own two or more information systems to work together, especially in terms of data and information exchange and use data and information to achieve the purpose of information. Interoperability can work well if all the components have to meet the standards that have been set. Therefore was on this research, the authors will conduct a feasibility study on the management of OAI - PMH protocol on IPB library by comparing the objective conditions of the OIA – PMH library IPB standard OAI-PMH protocol and added to the 10 indicators supporting the development of standards based information system interoperability protocol OAI -PMH using a suitable list or checklist. The data was collected using interviews with library staff and staff DIDSI IPB and observation method to document associated with digital libraries and the OAI -PMH protocol, the library site and OAI - PMH protocol sites IPB Library. The results of this research may be one consideration in developing a library information system interoperability eventual goal is to improve the quality of information services to users.Keywords : feasibility studies , interoperability , OAI-PMH , digital librarie