Jurnal Pustakawan Indonesia
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
Kajian Ketersediaan Literatur Wajib Program Sarjana IPB Pada Koleksi Perpustakaan IPB
AbstrakKoleksi merupakan salah satu unsur penting dari sebuah Perpustakaan. Untuk melihat kebutuhan pemustaka terhadap literatur di perpustakaan perguruan tinggi, maka salah satu sumber informasi yang dapat digunakan adalah daftar pustaka yang tertulis pada Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) untuk berbagai mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi. Kajian ini dilakukan untuk melihat seberapa banyak judul-judul literatur yang menjadi acuan pada GBPP program sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) telah ada di koleksi Perpustakaan IPB. Selanjutnya hasil kajian dapat digunakan sebagai acuan untuk melengkapi koleksi perpustakaan. Dari 785 mata kuliah yang terdata, diperoleh jumlah literatur 6.948 eksemplar. Dilihat dari tahun terbit buku yang menjadi acuan pada GBPP, buku-buku dengan tahun terbit antara 1990-1999 merupakan kelompok tertinggi yaitu 35,04 persen. Buku-buku yang mutakhir, dengan tahun terbit 2000-2012, ada 23,31 persen. Selanjutnya bila dilihat buku-buku dengan tahun terbit yang lebih lama, ada 36,14 persen buku-buku berasal dari tahun terbit di bawah 1990.Keywords : Library collections, References, Bogor Agricultural University Librar
Profil Perpustakaan Universitas Widyatama : Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta Di Bandung
Profil Sejarah dan Struktur Organisasi Sebagai pusat penyimpanan dan penyebar informasi ilmiah, Perpustakaan Universitas Widyatama merupakan salah satu fasilitas pendukung yang berada di lingkungan Universitas Widyatama. Bersama dengan unit-unit lain yang berada di Universitas Widyatama, kebe-radaan perpustakaan dimaksudkan untuk menunjang pendidikan, penelitian maha-siswa, dosen dan karyawan, serta pengabdian masyarakat melalui jasa layanan yang tersedia.Perpustakaan Universitas Widyatama didirikan seiring dengan berdirinya Universitas Widyatama yang bercikal bakal dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (STIEB). Pada tahun 2008 Perpustakaan Universitas Widyatama menempati gedung sendiri dengan nama “Pustakaloka” yang memiliki luas bangunan 1.353,33 m2 dan berada di sekitar ruang perkuliahan gedung K, dengan alamat Jalan Cikutra No. 204 A Bandung 40125. URL: http:// perpus-takaan. widyatama.ac.id, telepon (022) 727 5855 Ext. 300,302,305,307.Struktur organisasi Perpustakaan Universitas Widyatama dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Dalam struktur organisasi tersebut, Perpus-takaan Universitas Widyatama dikelom-pokkan ke dalam struktur administratif yang berada di bawah Rektor sebagai pimpinan universitas
Identifikasi Literasi Informasi Dalam Rangka Pengembangan Kurikulum Di Sekolah Dasar
ABSTRACTInformation literacy is defined more than just using technology to obtain information such as the use of internet and e-book, or library user education that have become one of public service in a library. Information literacy skills need to be supported by another skill, one of which is digital literacy skill. This study aimed to identify information literacy skills using information technology and digital literacy skills referring to standard conditions and objectives that have been implemented in learning activities. Descriptive approach which refers to the TRAILS (Tool for Real-time Assessment of Literacy Skills) and SPCLC digital literacy standards used as a method in this study. We investigated the digital literacy skills and the information literacy skills of students from two elementary school in Jakarta. The result showed that the digital literacy skills of the students did not affect to their information literacy skills. Therefor, we recommend to conduct curriculum development which integrate information literacy subject in activities of learning by using computer and internet.Keywords : Information literacy, digital literacy, recommendations for curriculum development
Perkembangan Pendidikan Ilmu Perpustakaan Indonesia: Dari Masa Ke Masa
AbstrakPustakawan memiliki peran mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan menyediakan sumber-sumber informasi yang berkualitas dan belajar semaksimal mungkin di sekolah ilmu perpustakaan. Dengan cara tersebut, pustakawan diharapkan dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja sehingga dapat memajukan lembaga perpustakaan. Di Indonesia, saat ini sudah memiliki sekitar 32 universitas yang menyelenggarakan program pendidikan (prodi) ilmu perpustakaan, mulai dari program diploma maupun sarjana.Dengan dibukanya prodi ilmu perpustakaan di berbagai universitas, diharapkan banyak orang yang mau belajar agar dapat melahirkan para pustakawan yang kompeten dan profesional di bidangnya. Kajian ini mendeskripsikan tentang perkembangan ilmu perpustakaan, program pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia, kompetensi pustakawan yang sesuai dengan kurikulum internasional pendidikan ilmu perpustakaan.Keywords: Library and information science; Librarian competence; Library education; Universities; Indonesia
PROSPEK CDS/ISIS DIINTERNET
Akhir-akhir ini kata internet menjadi sebuah kata kunci penting di bidang teknologi informasi. Internet sendiri berasal dari kata inter (antar) dan network (jaringan). Internet tersebut pada awalnya dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dikenal sebagai ARPA-net (Advanced Research Project Agency Network) pada tahun 1969 tersebut mulai marak di Indonesia pada dekade 1990an. Dimulai dari instansi pemerintah dan perguruan tinggi seperti Ipteknet BPPT, Paguyuban network ITB, UI dan lain-lain, yang kemudian diikuti oleh provider swasta seperti indointernet RADnet, Satelindo Mitralintas, IDOLAnet, Wasantara-net dan lain-lain
Memiliki halaman Web biasanya sangat menyenangkan bagi kita, karena kita bisa berbagi informasi dengan rekan-rekan dan kolega kita. Tentu saja halaman web kita harus di"publish" ke internet supaya informasi tersebut bisa dibaca oleh rekan-rekan dan kolega kita melalui jaringan internet. Banyak cara dalam menyimpan halaman web yang telah kita buat. Kita bisa menyimpan halaman web kita di server kita sendiri, atau menitipkannya ke server orang lain. Dalam menitip tersebut ada yang dikenai bayaran, tapi ada juga yang gratis. Salah satu yang gratis adalah yang ada di geocities (www.geocities.com).
Memiliki halaman Web biasanya sangat menyenangkan bagi kita, karena kita bisa berbagi informasi dengan rekan-rekan dan kolega kita. Tentu saja halaman web kita harus di"publish" ke internet supaya informasi tersebut bisa dibaca oleh rekan-rekan dan kolega kita melalui jaringan internet. Banyak cara dalam menyimpan halaman web yang telah kita buat. Kita bisa menyimpan halaman web kita di server kita sendiri, atau menitipkannya ke server orang lain. Dalam menitip tersebut ada yang dikenai bayaran, tapi ada juga yang gratis. Salah satu yang gratis adalah yang ada di geocities (www.geocities.com)
PELAYANAN PERPUSTAKAAN "GAYA ABAD KE-21”: PERANAN INTERNET”
Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk menekan kepadulian atau kesadaran dari pustakawan mengenai pentingnya mengambil bagian yang aktif sebagai penyedia informasi dalam era informasi. Salah satu artikel mengenai peranan pustakawan di abadi informasi ini berjudul “Leading the charge or holding the fort17” menggunakan symbol militer, penulis bertanya – apakah kita para pustakawan ingin menjadi pelopor menejer informasi atau apakah kita ingin mempertahankan “status quo” kembali ke belakang? Tidak akan ada lagi kesempatan bagi pustakawan seperti sekarang dan akan datang dalam waktu dekat. Kita mempunyai kesempatan untuk “menciptakan kembali profesi kita”, untuk mengembangkan karir kita dalam menghadapi tantangan pada arah yang baru. Hal ini berarti bahwa kita harus memanfaatkan teknologi yang mutakhir untuk mengakses informasi yang terbaru dari seluruh dunia, efisiensi dalam pemakaian informasi yang terbaru dari seluruh dunia, efisien dalam pemekaian informasi teknologi termasuk internet, supaya kita masih tetap ada di depan (at the forefront) dengan peranan yang sentral dalam abad ke-21
Imbas Dari Teknologiinformasi Dan Komunikasi Terhadap Rumah Tangga Perpustakaan
Katalogisasi untuk DVD masih belum standar, artinya masing-masing perpusta-kaan menggunakan pedoman yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena tidak semua perpustakaan memiliki Anglo-American Cataloguing Rules 2, revised edition, 2003 di samping juga kesulitan menaf-sirkan peraturan yang tertera di dalamnya. Untuk Bibliografi Nasional Indonesiakatalogisasi DVD masih belum dimuat. Di segi lain, pada tahun 2003 Perpustakaan Nasional sudah menerjemahkan AACR2r termasuk peraturan katalogisasi sumber elektronik, namun pada tahun anggaran 2004 hasil tersebut belum dikembangkan, dibahas lebih lanjut apalagi disosialisa-sikan. Ada baiknya peraturan katalogisasi dikembangkan sebagai bagian standardi-sasi nasional sehingga penerapannya lebih luas, dapat digunakan di mana-mana dan mensyaratkan revisi setiap lima tahun sekali.Hasil terjemahan Perpustakaan Nasional banyak manfaatnya bagi katalo-gisasi DVD di Indonesia termasuk juga untuk lembaga pendidikan pustakawan karena lulusan merekalah yang akan banyak mengkatalog sumber elektronik pada masa mendatang
Tinjauan ‘napak tilas’ komputer ini dimulai dari awal zaman Renaisans. Pada saat itu, militer dengan dukungan ahli matematika mengembangkan teknik untuk memenangkan peperangan. Tahun 1500-an, NICCOLO TARTAGLIA (1499-1559) menghitung lintasan peluru meriam. Ternyata kemudian bahwa kejadian ini merupakan babak penting dalam perkem-bangan awal komputer.
Tinjauan ‘napak tilas’ komputer ini dimulai dari awal zaman Renaisans. Pada saat itu, militer dengan dukungan ahli matematika mengembangkan teknik untuk memenangkan peperangan. Tahun 1500-an, NICCOLO TARTAGLIA (1499-1559) menghitung lintasan peluru meriam. Ternyata kemudian bahwa kejadian ini merupakan babak penting dalam perkem-bangan awal komputer
PENGGUNAANTNTERNET UNTUK KATALOGISASITERPASANG (Online Cataloging)SEBUAH TANTANGAN BAGI PUSTAKAWANINDONESIA
Tugas utama sebuah perpustakaan adalah mengoleksi, memproses mendiseminasikan buku dan pustaka lainya, dengan tujuan mendukung aktivitas institusinya. Dalam rangka mencapai tujuan itu, pustakawan haruslah siap dengan sistem penyimpanan dan penemuan kembali infomasi yang mantap.Layanan perpustakaan merupakan salah satu indikator keberhasilan perpustakaan. Kebanyakan perpustakaan menyelenggarakan pelayanan yang mendasar, seperti sirkulasi, referansi, penyusunan bibliografi, pendidikan pengguna dan lain sebagainya. Disamping itu perpustakaan menpupnyai masalah yang selalu harus dihadapinya, seperti kekurangan koleksi, kekurangan biaya, kekurangan staf yang terlatih dan profesional dan lain-lain