PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
Not a member yet
261 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN SISTEM MONITOR ALIRAN MASSA LUMPUR MENGGUNAKAN ABSORPSI RADIASI GAMMA DI KAPAL KERUK BALI II
Abstrak Telah dikonstruksi sistem gamma mass flow untuk memonitor aliran massa lumpur pada pipa proses pengerukan menggunakan metoda absorpsi radiasi gamma. Sistem ini terdiri dari sumber radiasi gamma jenis Cs137 dengan aktivitas 500 mCi, detektor scintilasi end window dengan luas permukaan kristal Nal 320 cm2, sistem data akusisi, sensor kecepatan aliran lumpur didalam pipa, serta dilengkapi sebuah komputer proses yang dapat digunakan untuk melaporkan volume dan berat lumpur hasil kegiatan pengerukan. Abstract A monitoring of gamma mass flow system has been constructed using gamma absorbtion technique for mass flow of sludge on pipe processing Kapal Keruk Bali II. The system consists of gamma source Cs137 500 mCi, scintilation detector, data acqusition system, flow sensor and a computer processing for reporting product result
DESAIN BANGUNAN UTAMA IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 200 kCi UNTUK IRADIASI BAHAN PANGAN
ABSTRAK DESAIN BANGUNAN UTAMA IRADIATOR GAMMA 200 KCI UNTUK IRADIASI BAHAN PANGAN. Telah dilakukan desain bangunan utama iradiator gamma kapasitas 200 kCi yang berfungsi sebagai perisai radiasi sekaligus sebagai struktur bangunan. Berdasarkan persyaratan bahan perisai iradiasi, maka bahan perisai yang dipilih adalah beton normal. Beton normal adalah beton dengan bahan baku semen portland, agregat kasar dan halus, serta air. Beton ini memiliki berat jenis berkisar 2400 kg/m3, sesuai SK Bapeten No.11/Ka- BAPETEN/VI-99. Dari hasil perhitungan, disimpulkan bahwa tebal beton minimum adalah 1,4 m untuk mendapatkan laju dosis di luar beton 0,25 mR/jam sesuai persyaratan BAPETEN. Desain bangunan ini berbentuk kotak dengan ukuran 12 m x 16 m x 5,5 m.Kata kunci: Desain, iradiator, bangunan, beton, perisai radiasi ABSTRACT THE DESIGN OF THE PRINCIPLE BUILDING IN 200 KCI GAMMA IRRADIATOR FOR FOOD IRRADIATION. The design of the principle building in 200 kCi gamma irradiator has been performed. The principal building serves as shielding and as civil structure. Based on the shielding material requirements, a normal concrete is decided as the shielding material. The normal concrete is a concrete using raw materials of portland cement, coarse aggregate, fine aggregate, and water. The concrete density ranges about 2400 kg/m3 corresponding to the SK No.11/Ka-Bapeten/VI-99. From calculation results, it is concluded that the minimum concrete thickness is 1.4 m in order to obtain the exposure dose less than 0,25 mR/hour at outside of the building corresponding to the BAPETEN requirement. The structure of the building is designed in a box shape of 12 m × 16 m × 5,5 m. Keywords: Design, irradiator, building, concrete, radiation shieldin
APLIKASI MIKROKONTROLER SEBAGAI PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PESAWAT SINAR-X
APLIKASI MIKROKONTROLER SEBAGAI PENGATUR CATU DAYA PENGATUR TEGANGAN TlNGGI PESAWAT SINAR-X. Telah dilakukan aplikasi mikrokontroler sebagai pengatur catu daya tegangan tinggi pesawat sinar-x. Pengaplikasian mikrokontroler ini bertujuan untuk menqnesitken catu tegangan tinggi yang akurat untuk tabung sinar-X agar pesawat sinar-X dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Pengatur tegangan tinggi pesawat sinar-X berbasis mikrokontroler menerima masukan dari keypad. Nilai masukan ini akan ditampilkan pada layar LCD (Liquid Crystal Display). Kemudian mikrokontroler menggunakan data masukan untuk menggerakkan motor stepper. Motor stepper mengatur keluaran tegangan tinggi autotransformer sesuai dengan nilai masukan. Mikrokontroler diprogram menggunakan Compiler BASCOM-B051. Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor stepper dapat berputar sesuai dengan nilai masukan. A MICROCONTROLLER APPLICATION AS X-RAY MACHINE'S HIGH VOLTAGE CONTROLLER. A microcontroller application as x-ray machine's high voltage controller has been carried out. The purpose of this microcontroller application is to give an accurate high voltage supply to the x-ray tube so that the x-ray machine could produce the result as expected. The microcontroller based X-ray machine's high voltage controller receives an input voltage from the keypad. This input value is displayed in the LCD (Liquid Crystal Display) screen. Then microcontrolfer uses this input data to drive a stepper motor. The stepper motor adjusts the high voltage autotransformer's output according to the input value. The microcontrolfer is programmed using BASCOM-B051 compiler. The test results show that the stepper motor could rotate according to an input value
SIMULASI TEKNO EKONOMI BERBASIS DATA DETERMINISTIK DAN STOKASTIK untuk PRODUK REKA VASA HASIL LlTBANG BATAN
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Batan menghasilkan sejumlah kompetensi yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa, yang selanjutnya dapat diaplikasikan ke sektor industri. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana cara menyalurkan dan mendayagunakan produk litbang tersebut untuk kepentingan industri. Hasil evaluasi atas permasalahan tersebut menunjukkan bahwa setiap hasil litbang seharusnya dilengkapi dengan analisis teknoekonomi, karena analisis ini dapat menyatakan kelayakan suatu produk untuk industri. Analisis selanjutnya akan dilakukan dengan konsep multi-produk, yaitu satu bisnis dapat memproduksi beberapa produk utama . Untuk itu dikembangkan suatu perangkat lunak simulasi teknoekonomilkeuangan yang menggunakan data deterministik dan stokastik (metode Monte Carlo), dan untuk multi produk termasuk produk samping. Bahasa pemograman adalah Visual Basic Studio Net 2003 dan SQL sebagai pengolah data base. Software ini menggunakan penilaian kelayakan berdasarkan pada kriteria- kriteria investasi yaitu NPV > 0, IRR > bunga bank, BIC >1 dan PBP. Semua kriteria itu dikenakan uji sensitivitas untuk mengetahui item mana dari data investasi yang sensitif terhadap kegiatan bisnis ke depan. Uji coba telah dilakukan yang hasilnya sesuai dengan persyaratan kebutuhan desain, seperti uji kelayakan investasi dan sensitivitas yang ditampHkan secara deterministik dan stokastik. HasH terse but dapat diintepretasikan dengan baik untuk menunjang pengambilan keputusan bisnis. Validasi juga telah dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel (untuk produk tunggal). HasH ujicoba dan validasi menunjukkan bahwa perangkat ini sudah sesuai dengan kebutuhan dan siap untuk digunakan. Researches conducted by Baan's researchers have resulted in a number competences that can be used to produce goods and services, which will be applied to industrial sector. However, there are difficulties how to convey and utilize the R&D products i
TEKNIK PELACAKAN KERUSAKAN DAN PERBAIKAN TUNGKU PEMANAS KLORINASI
ABSTRAK TEKNIK PELACAKAN KERUSAKAN DAN PERBAIKAN TUNGKU PEMANAS KLORINASI. Telah dilakukan pelacakan dan penelusuran kerusakan pada tungku pemanas klorinasi pasir zirkon di laboratorium Teknologi Proses PTAPB BATAN. Teknik pelacakan dilakukan dengan cara pengecekan pada sistem pemanas, kontak-kontak mekanik, instalasi listrik dan sensor suhu. Terjadi kerusakan pada sistem pemanas/kawat nikelin yang hubung terbuka/putus. Selanjutnya dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan mengganti elemen pemanas berupa kawat nikellin yang putus. Sedangkan pada sistem kelistrikan dilakukan penggantian penghantar berupa kawat NYY 2,5 mm dan selongsong asbes, sensor suhu diganti dengan peralatan/alat ukur dari sistem yang terpisah. Dari hasil perbaikan dan telah dilakukan uji coba pemanasan selama 8 jam terus menerus, dapat disimpulkan bahwa pemanas dapat digunakan untuk proses dengan suhu yang dapat dicapai sampai 1100 °C. Secara disain tel ah memenuhi persyaratan untuk proses klorinasi. Kata kunci: Sistem pemanas, perbaikan, temperatur suhu. ABSTRACT TROUBLESHOOTING AND REPAIRE TECHNIQUE FOR CHLORINATION FURNACE.. A troubleshooting and repaire have been conducted for the chlorination furnace at the technology process laboratory of PTAPB -BATAN. The troubleshooting is began by checking of the heater element, mechanical switches, electric instalation and the temperature sensor. It is found that the heater element has been defective and replacement using nickelin wire is done completed as well as. Its electric cable to the element using NYY 2,5 mm including its isolation. The temperature sensors are replaced with a new system as they cannot to be repaired. The repaired furnace has been tested for 8 hours continously at 1100 °C of temperature. It is concluded that the furnace system can be used for the chlorination process after the repaire. Key word: furnace system, repaire, temperatur
ANALISIS KESELAMATAN RADIASI PADA KOLAM IRADIATOR “IZOTOP”
ABSTRAK ANALISIS KESELAMATAN RADIASI PADA KOLAM IRADIATOR “IZOTOP”. Iradiator “Izotop” buatan Institute of Isotope Co.Ltd. Hungaria merupakan iradiator gamma panorama katagori IV yang dapat beroperasi secara kontinyu dan batch. Kapasitas maksimum sumber gamma pada iradiator ini adalah 2 MCi. Kolam penyimpan sumber berukuran lebar 2,8 m, panjang 3,6 m, dan kedalaman 6 m berisikan air bebas mineral. Rak sumber berukuran panjang 3 m dan tinggi 1 m. Jarak antara permukaan air kolam dan rak sumber menentukan fungsi air sebagai perisai radiasi. Konsep jarak ini digunakan untuk mengevaluasi keselamatan radiasi kolam Iradiator “Izotop”. Pasal 8 dari SSG-8 IAEA digunakan sebagai referensi untuk analisis ini. Penentuan faktor build–up air menggunakan Persamaan Taylor. Perhitungan laju dosis di atas kolam dilakukan untuk masing-masing tingkat permukaan air, yaitu pada tingkat air normal, dan untuk setiap 0,3 m penurunan permukaan air hingga penurunan sampai 1,5 m. Pada tingkat air normal sampai penurunan permukaan air 1,2 m, hasil perhitungan menunjukkan laju dosis sangat aman. Keadaan laju dosis radiasi mencapai tingkat tidak aman ketika penurunan tingkat air lebih dari 1,2 m. Hasil evaluasi ini memberikan gambaran bahwa desain kolam Iradiator “Izotop” dapat memenuhi rekomendasi IAEA. Berdasarkan rekomendasi ini, pada operasi normal iradiator gamma kategori IV, proses make – up air harus dilakukan ketika permukaan air berada di batas normal bawah, sehingga kejadian tidak aman tidak terjadi. Kata kunci : Iradiator “Izotop”, kolam iradiator, laju dosis, keselamatan radiasi ABSTRACT RADIATION SAFETY ANALYSIS ON THE “IZOTOP” IRRADIATOR POOL. “Izotop” Irradiator manufactured by Institute of Isotope Co. ltd. Hungary is a category IV panoramic gamma irradiators which can operate in both continuous and batch modes. The maximum gamma source capacity of the irradiator is 2 MCi. The dimension of the source storage pool containing demineralized water is about 6 m in deep, 2.8 m in wide and 3.6 m in length. The source rack is about 3 m in length and 1 m in height. The distance between the surface of the pool water and the source rack defines the water as radiation shielding. The distance is used to evaluate the radiation safety of the “Izotop” Irradiator pool. Article 8 of the IAEA SSG-8 is used as reference for this analysis. Determination of water build-up factor uses Taylor's formula. The calculation of the dose rate at the border of the pool was done for each of the water level, ie. at the normal water level, and for each 0.3 m drop in water level decreasing until 1.5 m. At normal water levels, and up to 1.2 m of drop in water level, the result shows a very safe dose rate levels. The radiation dose rate reaches unsafe level when the water level decreases more than 1.2 m. The results of this evaluation shows that “Izotop” Irradiators pool design can meet IAEA recommendations. Based on these recommendations, in normal operation of gamma irradiators category IV, the make - up of water shall be operated when the water level is in the normal low water level, so that the unsafe incidence will not happen. Keywords: “Izotop” Irradiators, irradiator pool, dose rate, radiation safety
TINJAUAN PRA OPERASIONAL PEMBANGUNAN GEDUNG NTC DENGAN ALTERNATIF LOKASI YOGYAKARTA
TlNJAUAN PRA OPERASIONAL PEMBANGUNAN GEDUNG NTC DENGAN ALTERNATIF LOKASI YOGYAKARTA. Gedung NTC (Nuclear Training Centre) direncanakan akan dibangun dilokasi PTAPB (Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan) diperlukan sebagai wadah bagi pendidikan dan pelatihan untuk menjadikan profesional muda yang kompeten dalam mengoperasikan PL TN. Sebelum pembangunan dilaksanakan kita perlu meninjau kelayakan lokasi sebagai sarana dan salah satu persyaratan dari pra operasional pembangunan gedung. Dengan tinjauan ini diharapkan kita dapat meminimalis biaya baik yang akan direncanakan maupun biaya tak terduga. Tinjauan pra operasional ini berdasarkan peraturan pemerintah PP no: 4711997. PRE OPERA TlONAL REVIEW OF DEVELOPMENT BUILDING WITH AL TERNA TIVE LOCA TlONS YOGYAKARTA NTC. NTC Building (Nuclear Training Centre) which is planned to be built in site of PTAPB (Center for Materials and Process Technology Accelerator) is required as a forum for education and training to make young professionals who are competent in operating nuclear power plants. Prior to the construction carried out we need to review the feasibility of a location as one of the facilities and operational requirements of the pre construction of the building. With this review we can expect to minimize both the cost of planned or unexpected costs. This pre-operational review is based on the government regulation no: 4711997