PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
Not a member yet
    261 research outputs found

    WAKTU IRADIASI MINIMUM PERGERAKAN TOTE DALAM PROSES IRADIASI IRADIATOR GAMMA MERAH PUTIH

    Full text link
    WAKTU IRADIASI MINIMUM PERGERAKAN TOTE DALAM PROSES IRADIASI IRADIATOR GAMMA MERAH PUTIH. Teknologi pengawetan yang handal saat ini adalah teknologi iradiasi. Teknologi pengawetan sayuran dan buah-buahan dapat menunda waktu pembusukan sehingga sayuran dan buah-buahan dapat di distribusikan dengan lebih baik ke seluruh nusantara maupun diekspor ke luar negeri. Dalam beberapa kasus terutama untuk fitosanitari, dosis iradiasi yang dibutuhkan relative kecil. Salah satu cara untuk menurunkan waktu iradiasi dapat dilakukan dengan merubah desain proses perpindahan tote dengan jumlah langkah minimum, namun tetap semua tote mengalami 72 posisi iradiasi. Proses perpindahan tote sendiri digerakkan oleh sistem pneumatik. Dari hasil analisis dan pembahasan diketahui dengan desain pola pergerakan tote ini diperoleh waktu iradiasi minimum dari 78 menit menjadi 50,4 menit. Waktu siklus minimum dari 65 detik menjadi 42 detik. Jumlah siklus per step dari 9 step menjadi 6 step per siklus. Dosis minimum untuk 40 kGy sebesar 220 Gy menjadi 141 Gy. Kata kunci : Waktu iradiasi minimum, fitosanitari, sistem pneumatik

    ANALISIS PENYIMPANGAN NILAI KONDISI AWAL FLUX NETRON HASIL BACA KANAL DAYA NLW2 PADA SIK REAKTOR NUKLIR KARTINI

    Full text link
    Perawatan dalam sistem instrumentasi meliputi kegiatan untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan atau gangguan sistem maupun komponen serta berusaha memperpanjang usia pakainya. Dalam makalah ini akan ditunjukkan sebuah kasus perbaikan pada Sistem Instrumentasi Kendali (SIK) reaktor nuklir Kartini atas penyimpangan pada pembacaan nilai flux netron nya melalui perangkat kanal daya logaritmis NLW2 diawal operasi. Perbaikan diawali dengan melakukan pelacakan untuk menemukan SRRU (Smallest Replaceable Repairable Unit) yaitu penyebab awal terjadinya penyimpangan. Strategi pelacakan dilakukan dengan menentukan beberapa kemungkinan rute pelacakan, dimana setiap rute dibagi menjadi beberapa segmen pelacakan. Jika SRRU tidak ditemukan pada satu rute pelacakan, maka pelacakan dilakukan pada rute lainnya segmen demi segmen hingga SRRU ditemukan. Dari pelacakan yang dilakukan, ditemukan kabel shielding yang menuju ke pre-amp dari NLW2 telah rapuh, sehingga noise gelombang elektromagnetik di lingkungan kabel dapat masuk ke sistem instrumentasi dan menyebabkan penyimpangan. Perbaikan dilakukan dengan melakukan instalasi kabel ber-shielding secara benar. Rapuhnya shielding kabel tersebut terjadi setelah 33 tahun sistem berjalan normal. Hal ini seharusnya tidak terjadi jika kabel bershielding ganda tersebut dipasang secara benar. Kurangnya pemahaman tentang kabel coaxial imunitas tinggi dan lemahnya team Kendali Kwalitas ketika proses instalasi berlangsung telah menjadi penyebab penyimpangan tersebut. Kata kunci : Shielding, kabel, noise, rapuh, perawatan, perbaikan, pelacakan

    DESAIN SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR TRIGA PELAT

    Full text link
    Sistem pendingin primer untuk reaktor triga pelat menggunakan sistem konveksi alam dan konveksi paksa. Dengan demikian, sistem pendingin ini harus dilengkapi dengan katup konveksi. Konveksi alam terjadi ketika reaktor padam, katup konveksi terbuka dan konveksi paksa terjadi ketika reaktor beroperasi, katup konveksi tertutup. Telah dilakukan pengembangan dan modifikasi sistem pendingin primer existing sebagai sistem pendingin primer reaktor triga pelat. Modifikasi dilakukan dengan menambah equipment decay tank, fitting pipe, valve, instrument control, dan mengubah jalur pipa penghubung antar equipment. Hasil modifikasi dalam bentuk gambar Process Flow Diagram (PFD), Piping & Instrumentation Diagram (P&ID), layout, plot plan, dan isometrik. Perbedaan tinggi lokasi alat penukar panas dan reaktor dapat menyebabkan terjadinya arus balik, sehingga anti siphon valve perlu dipasang pada jalur pipa penghubung ini. Perubahan jalur pipa antara pompa dan reaktor, pipa keluar reaktor melalui lubang beam port masuk ke decay tank kemudian keluar menuju pompa primer. Pada gambar layout, decay tank dilengkapi dengan level indikator dan vent, dengan tujuan untuk memastikan decay tank berisi penuh air dan tidak ada gas atau uap yang terperangkap, karena dapat menyebabkan kavitasi pada pompa. Kata kunci : Decay Tank, Fitting Pipe, Anti Siphon Valve

    ANALISIS PERHITUNGAN KETINGGIAN CEROBONG PADA AEET 10 MeV DENGAN KONDISI TANPA SISTEM VENTILASI

    Full text link
    Saat Akselerator elektron dioperasikan, akan terjadi interaksi antara berkas elektron yang keluar dari window terhadap medium udara pada daerah iradiasi dan mengakibatkan terbentuknya gas ozon (O3). Analisis perhitungan yang dilakukan meliputi estimasi ketinggian minimal cerobong pada instalasi AEET 10 MeV untuk memenuhi persyaratan paparan konsentrasi ozon di udara agar tidak melebihi nilai batas yang diizinkan yaitu 0,1 ppm. Untuk melakukan perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan model dispersi Gauss. Data yang digunakan dalam melakukan pehitungan adalah kecepatan angin minimal adalah 1,5 m/detik dan kecepatan angin maksimal adalah 6 m/detik untuk wilayah sekitar rencana pembangunan akselerator pada saat pagi, siang dan malam hari. Variasi jarak pemaparan menurut arah angin tersebut diambil dari hasil data studi sebelumya yaitu dari 1 meter dengan nilai ozon beserta material campurannya (75% PE, 25% SS), yang salah satu materialnya berasal dari kabel yaitu sebesar 2,35 ppm/s. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh ketinggian minimal cerobong sebesar 5,7 m. Konsentrasi ozon yang keluar dari cerobong iradiator dipengaruhi oleh beberapa hal yang salah satu faktornya yaitu ketinggian semburan ozon (Δh). Ketinggian semburan dapat berubah-ubah hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kecepatan angin, kecepatan emisi gas buang, kecepatan linear gas buang dalam cerobong, percepatan gravitasi, kelas kestabilan udara, serta selisih antara temperatur gas buang dan temperatur udara lingkungan. Semakin tinggi Δh akan semakin menguntungkan, karena akan menyebabkan ketinggian efektif cerobong menjadi lebih tinggi. Dengan demikian proses pengenceran konsentrasi kontaminan di udara semakin baik dan sebaran akan menempuh jarak yang lebih jauh, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap penurunan kualitas udara ambient. Kata kunci : Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET), Cerobong AEET, Ozon

    Keterangan Terbitan

    No full text

    PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MENENTUKAN PUNCAK SPEKTRUM PADA RADIATION PORTAL MONITOR SPEKTROSKOPI

    Full text link
    PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MENENTUKAN PUNCAK SPEKTRUM PADA PORTAL MONITOR RADIASI SPEKTROSKOPI. Portal Monitor Radiasi (PMR) adalah sebuah alat yang sangat penting dalam meningkatkan pertahanan dan keamanan sebuah negara. Dengan PMR yang dipasang di pelabuhan laut dan udara, bahaya atau ancaman radiasi dapat terdeteksi dari barang-barang yang mengandung radiasi baik secara yang dibawa secara legal apalagi illegal. PRFN BATAN telah membuat PMR yang dapat mendeteksi radiasi secara gross, namun jenis sumber radiasi belum dapat diketahui. Untuk itu diperlukan sebuah program untuk dapat menampilkan spektrum radionuklida hasil pencacahan PMR Spektrometri. Program ini juga telah berhasil menentukan puncak-puncak pada spektrum radiasi tersebut, dan energi pada puncak tersebut. Juga ditunjukkan bahwa keakuratan pendeteksian radionuklida bergantung kepada lamanya dan jarak akusisi data yang dilakukan oleh detektor. Selanjutnya energi tersebut akan di cocokkan kepada daftar energi sumber radiasi untuk mengetahui radionuklida yang terdeteksi. Kata kunci : Portal Monitor Radiasi, Spektrum, Spektroskopi, Radionuklida

    RANCANGAN PERANGKAT LUNAK TREATMENT CONTROL UNIT BRAKITERAPI HDR IR-192 MENGGUNAKAN STATECHART DAN FLOWC

    Full text link
    RANCANGAN PERANGKAT LUNAK TREATMENT CONTROL UNIT BRAKITERAPI HDR IR-192 MENGGUNAKAN STATECHART DAN FLOWCHART. Makalah ini membahas tentang hasil rancangan perangkat lunak yang akan ditanamkan ke dalam mikrokontroler di bagian treatment control unit brakiterapi HDR-192. Rancangan ini merupakan rancangan awal untuk melihat secara umum sinkronisasi dari struktur, tingkah laku, serta proses-proses pada perangkat lunak sebelum diubah ke dalam rancangan rinci program yang akan ditanamakan ke dalam mikrokontroler. Perangkat lunak yang dirancang bersifat dinamis, sehingga metode yang digunakan dalam perancangan adalah statechart dan flowchart. Statechart untuk menggambarkan struktur dan tingkah laku perangkat lunak, sementara flowchart untuk melihat bentuk proses yang akan dilakukan oleh perangkat lunak. Rancangan perangkat lunak merupakan hasil dari deskripsi umum permasalahan yang berhubungan dengan tingkah laku sensor-sensor dan aktuator yang terhubung ke mikrokontroler. Hasil rancangan perangkat lunak dalam bentuk statechart dan flowchart disajikan di bagian hasil dan pembahasan makalah ini. Kata kunci : rancangan, statechart, flowchart perangkat lunak, mikrokontrole

    DESAIN AWAL SISTEM LANDASAN MEKANIK PADA PROTOTIPE RADIOGRAFI DAN CT SINAR-X UNTUK INDUSTRI MANUFAKTUR

    Full text link
    Desain sistem landasan pada prototipe radiografi dan CT sinar-X untuk industri manufaktur telah dilakukan untuk pondasi dudukan dari seluruh perangkat dalam skala percobaan. Desain ini dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan ketelitian posisi setiap perangkat, beban-beban berat yang ditumpu dan penempatan benda uji. Landasan ini merupakan bagian dari sistem mekanik untuk mendukung sistem perangkat lainnya seperti pesawat sinar-X dengan dudukannya, sistem meja putar dengan seluruh arah geraknya dan sistem kotak fluoroskopi sebagai penangkap citra. Dengan sistem landasan mekanik ini, prototipe radiografi dan CT sinar-X diharapkan dapat dioperasikan dengan posisi benda uji yang dapat bergerak arah x-y-z dengan kepresisian dalam skala percobaan. Bahan dan komponen dasar untuk sistem landasan mekanik yang digunakan dalam desain ini adalah batu granit sebagai bahan dengan pertimbangan konstruksi yang kokoh, menyerap getaran dan tidak mengalami pemuaian akibat suhu; komponennya adalah batangan luncur pabrikan lengkap dengan blok sepatu dan perangkat penggerak standar seperti kolom pengangkat serta aktuator linier. Untuk kebutuhan landasan pokok, dilakukan perhitungan dimensi dengan berdasarkan pada pertimbangan massa jenis granit sebesar 2691 kg/m3. Beban total massa terhadap landasan yang dipersyaratkan adalah maksimal 300 kg. Dari desain ini dihasilkan satu sketsa sistem landasan mekanik yang digunakan untuk tumpuan dari perangkat prototipe radiografi dan CT sinar-X untuk industri manufaktur. Kata kunci : Sistem landasan, Prototipe radiografi, Granit

    ANALISIS PEMILIHAN MATERIAL WINDOW FOIL UNTUK DESAIN AWAL AKSELERATOR ELEKTRON ENERGI TINGGI

    No full text
    ANALISIS PEMILIHAN MATERIAL WINDOW FOIL UNTUK DESAIN AWAL AKSELERATOR ELEKTRON ENERGI TINGGI. Analisis ini bertujuan untuk melakukan desain awal sistem window foil elektron beam tube pada akselerator elektron energi tinggi pusat rekayasa fasilitas nuklir (AEET PRFN). Analisis pemilihan dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis yang meliputi ketebalan material (aluminium, titanium, silikon) dan suhu. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa spesifikasi material Titanium adalah yang paling baik untuk digunakan dengan ketebalan 3,825 μm dan ketahanan kenaikan suhu sebesar 2370,531K. Hasil analisis pemilihan material ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan pilihan penggunaan untuk material window foil electron beam tube pada pembuatan prototipe AEET PRFN selanjutnya. Kata kunci : Analisis, Material, Window foil, Akselerator, Elektron, Energi

    DESAIN MODIFIKASI FUEL HANDLING TOOL BAHAN BAKAR REAKTOR TRIGA PELAT

    Full text link
    DESAIN MODIFIKASI FUEL HANDLING TOOL BAHAN BAKAR REAKTOR TRIGA PELAT. Reaktor Triga Mark Bandung direncanakan akan dimodifikasi dengan mengganti bahan bakar standar jenis silinder menjadi bahan bakar standar jenis pelat yang sudah diproduksi dalam negeri. Penggunaan bahan bakar jenis ini berdampak pada perubahan beberapa sistem peralatan salah satunya adalah fuel handling tool.Telah dilakukan pengembangan dan modifikasi peralatan fuel handling tool. Modifikasi dilakukan dengan menggabungkan fuel handling tool RSG Gas Serpong dengan fuel handling tool Triga Mark PSTNT Bandung. Hasil modifikasi fuel handling tool terdiri dari tiga bagian komponen mekanik yaitu tangkai handling, batang handling, dan kepala handling. Tangkai handling sebagai komponen penggerak aktif terdiri dari tangkai penarik dan pegangan statis. Batang handling bersifat lentur terdiri dari kawat spring, selang karet, dan pemegang selang. Kepala handling sebagai komponen penggerak pasif yang digunakan untuk pengait dan mengunci bahan bakar. Komponen ini terdiri dari rumah pegas, pegas, grab racket, dan pengunci. Kata kunci: Rancangan, Modifikasi, Fuel Handling, Pengait, Pegas

    183

    full texts

    261

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇