SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Relasi Ilmu, Filsafat dan Agama Dalam Dimensi Filsafat Ilmu
Abstract:Philosophy is one of the fields of science that examines how to think deeply about something. Understanding of science comes from the Arabic words ‘science, English science, Dutch watenchap, and German wissenchap. Knowledge can be a science if it has special characteristics, arranged methodically, systematically, electronically (related) about a particular field and reality. Classification of science classification has developed according to its era. There are 5 truth theories according to Williams. Besides that there are positivistic, essentialistic, constructivist, and requistic theories. One field of philosophy is epistimologi often called the theory of knowledge. There are two theories of knowledge, namely realism and idealism. The method of gaining knowledge: empiricism, rationalism, phenomenalogical teachings of Khan. Methods in the theory of knowledge: Inductive, contemplative and dialectical. The next paper discusses religion which is an Indonesian term. Religion (English), religion (Dutch), and din (Arabic). There is a word between religion and life. In Islam there is a religion of heaven (samawi) or "religion of revelation" and there is "religion of the earth" (ardhi) or "religion of non-revelation". According to Max Weber, there is no society without religion. Science, philosophy, and religion have their respective functions and have differences and coherence.Keywords: Science, Philosophy, Religion, Comparison. Abstrak: Filsafat merupakan salah satu bidang ilmu yang mengkaji cara berpikir secara mendalam tentang sesuatu. Pengertian ilmu berasal dari kata bahasa Arab ‘ilmu, Inggris science, Belanda watenchap, dan Jerman wissenchap. Pengetahuan dapat menjadi ilmu apabila mempunyai karakteristik khusus, disusun secara metodis, sistematis, kohern (bertalian) tentang suatu bidang tertentu dan kenyataan (realitas). Klasifikasi penggolongan ilmu mengalami perkembangan sesuai zamannya. Ada 5 teori kebenaran menurut Williams. Selain itu ada teori positivistik, esensialistik, konstruktivitik, dan requistik. Salah satu bidang filsafat adalah epistimologi sering disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). Ada dua teori pengetahuan, yaitu realisme dan idealisme. Metode memperoleh pengetahuan: empirisme, rasionalisme, fenomenalogis ajaran Khan. Metode dalam teori pengetahuan: Induktif, kontemplatif, dan dialektis. Makalah selanjutnya membahas agama yang merupakan istilah Indonesia. Religion (bahasa Inggris), religi (bahasa Belanda), dan din (bahasa Arab). Ada kata antara agama dengan kehidupan. Dalam agama Islam ada agama langit (samawi) atau “agama wahyu” dan ada “agama bumi” (ardhi) atau “agama non wahyu”. Menurut Max Weber, tidak ada masyarakat tanpa agama. Ilmu, filsafat, dan agama punya fungsi masing-masing dan mempunyai perbedaan dan pesamaan.Kata kunci: Ilmu, Filsafat, Agama, Perbandingan
Hoaks Dalam Kajian Pemikiran Islam dan Hukum Positif
Abstract:Hoaks originating from "focus pocus" originally from Latin "hoc est corpus", means false news. Hoaks also comes from English, namely Hoax, which means fake news. Terminologically, hoax is a false message in an attempt to deceive or influence readers or dealers to believe something, even though the source of the news delivered is completely baseless. Ahead of the Legislative and Presidential Elections in Indonesia 2019, hoaks have entered the political sphere which can threaten the nation\u27s unity and unity. In the perspective of Islamic thought, hoax is a public lie or dissemination of information that is misleading and even defame the other party. The hoax maker is classified as a party that harms others and the hoaxes made are categorized as ifki hadith or false news. Therefore, the perpetrators were threatened with very severe torture. In a positive legal perspective, hoax is a charge of false and misleading news, a content that creates hatred or hostility of certain individuals and/or groups based on ethnicity, religion, race, and between groups (SARA). The culprit can be punished with a maximum of ten years in prison.Keywords: Hoax, Islamic Studies, Positive Law. Abstrak:Hoaks yang berasal dari “hocus pocus” aslinya dari bahasa Latin “hoc est corpus”, berarti berita bohong. Hoaks juga berasal dari Bahasa Inggris Hoax, yang berarti berita palsu. Secara terminologis, hoaks merupakan sebuah pemberitaan palsu dalam usaha untuk menipu atau mempengaruhi pembaca atau pengedar untuk mempercayai sesuatu, padahal sumber berita yang disampaikan adalah palsu tidak berdasar sama sekali. Menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden di Indonesia tahun 2019, hoaks telah memasuki ranah politik yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam perspektif pemikiran Islam, hoaks adalah pembohongan publik atau penyebaran informasi yang menyesatkan dan bahkan menistakan pihak lain. Pembuat hoaks digolongkan sebagai pihak yang merugikan orang lain dan hoaks yang dibuatnya dikategorikan sebagai haditsul ifki atau berita bohong. Oleh karena itu, penyebarnya diancam dengan siksa yang sangat berat. Dalam perspektif hukum Positif, hoaks merupakan muatan berita bohong dan menyesatkan, muatan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Pelakunya dapat dihukum dengan penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.Kata Kunci: Hoaks, Kajian Islam, Hukum Positi
Hak Mendapatkan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Dimensi Politik Hukum Pendidikan
AbstractThe right pf childrenis a part of human right that should be fullfilled, protected and assured by parents, families, societies, civils, and nations. One of children right that should be fullfilled is the right get education in pre-school yet. This happens because the existence of pre-school education has not been able to give some servicestha is suitable with thei need. To give service with to special need pre-school age students. The service of pre-school age education that give service not only to normal students but also to special need student called called inclusive pre-school age education. Inclusive education is an education existing all student in a kind of learning process by holding an education giving chance to all students to study together in about ethnic, rase, social statue, economic, language, place, sex, religion and differentiation of mental and physycal education.Key words: the right of children, pre-school age student, inclusive educational.AbstarkHak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Hak anak yang wajib dipenuhi diantaranya adalah hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. Anak berkebutuhan khusus usia dini juga berhak mendapatkan layanan pendidikan. Anak berkebutuhan khusus usia dini yang ada di masyarakat belum semuanya mendapatkan layanan di pendidikan anak usia dini. Hal ini disebabkan karena keberadaan pendidikan anak usia dini belum mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk memberikan pelayanan anak berkebutuhan khusus usia dini, maka pendidikan anak usia dini yang telah ada seharusnya dapat menerima dan melayani anak berkebutuhan khusus. Pelayanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan bersama-sama antara anak yang tidak mengalami hambatan dan anak berkebutuhan khusus disebut pendidikan anak usia dini inklusif. Pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang menyertakan semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhan individu siswa tanpa membedakan anak dari latar belakang suku, ras, status sosial, kemampuan ekonomi, status politik, bahasa, geografis, jeniskelamin, agama/kepercayaan, dan perbedaan kondisi fisik atau mental.Kata kunci: hak anak, anak berkebutuhan khusus usia dini, pendidikan inklusif
The Role of Zakat in Human Development
Abstract: Zakat is one of the major economic sources for Islamic countries. The efficiently and systematically of zakat management able to propel it’s potential as an instrument of human development especially among Muslims. The optimum utilization of zakat funds is essential to improving the quality and potential of every Muslim. In Malaysia, zakat is administrated by the Islamic Religious Council (IRC) in every state. The IRC is responsible for determining the beneficiary\u27s qualification and the type of relief that is appropriate based on the background of each recipient so that the relief can be utilized to fulfill their needs. This study aims to assess the potential of zakat in developing the quality of Muslims in Malaysia by highlighting the practice of each IRC in distributing relief to each qualified zakat recipient. The distribution statistics and the form of programs provided by the IRC were analyzed descriptively to see the potential of zakat itself practically in improving the quality of Muslims. The study found that the IRC has provided various programs aimed at improving the quality of asnaf through equitable distribution of economics, social welfare distribution, human capital production and upgrading of education. Thus, every Muslim, especially zakat payers, should take the opportunity to equally engage with the IRC to ensure that zakat funds can be optimized for the development of Muslims in Malaysia.Keywords: Zakat, Human Development, Collection, Distribution, IRC Abstrak:Zakat adalah salah satu sumber ekonomi utama bagi negara-negara Islam. Pengelolaan zakat yang efisien dan sistematis dapat mendorong potensi itu sebagai instrumen pengembangan manusia terutama di kalangan umat Islam. Pemanfaatan dana zakat yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan potensi setiap Muslim. Di Malaysia, zakat dikelola oleh Dewan Agama Islam (IRC) di setiap negara bagian. IRC bertanggung jawab untuk menentukan kualifikasi penerima dan jenis bantuan yang sesuai berdasarkan latar belakang masing-masing penerima sehingga bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi zakat dalam mengembangkan kualitas umat Islam di Malaysia dengan menyoroti praktik setiap IRC dalam mendistribusikan bantuan kepada setiap penerima zakat yang berkualitas. Statistik distribusi dan bentuk program yang disediakan oleh IRC dianalisis secara deskriptif untuk melihat potensi zakat itu sendiri secara praktis dalam meningkatkan kualitas umat Islam. Studi ini menemukan bahwa IRC telah menyediakan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas asnaf melalui distribusi ekonomi yang merata, distribusi kesejahteraan sosial, produksi sumber daya manusia dan peningkatan pendidikan. Dengan demikian, setiap Muslim, terutama pembayar zakat, harus mengambil kesempatan untuk secara setara terlibat dengan IRC untuk memastikan bahwa dana zakat dapat dioptimalkan untuk pengembangan umat Islam di Malaysia.Kata kunci: Zakat, Pengembangan Manusia, Pengumpulan, Distribusi, IR
Kesesuaian Polis Asuransi ABC Syariah PT. XYZ Terhadap Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18 Tahun 2010 Tentang penerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi Dengan Prinsip Syariah
AbstractThe Sharia Insurance Policy as a form of contract between the insurance company and the participant or insurance participant should duly follow sharia principles in order to avoid being forbidden, therefore in Indonesia the policy making must require Minister of Finance Regulation No. 18 of 2010 concerning the Implementation of the Basic Principles for the Implementation of Insurance Businesses and Efforts to Reassure Sharia Principles as the basis for the rules that describe the standardization of sharia policy contracts. This study uses qualitative methods, the data used consists of primary, secondary, and non-legal data. The technique used consisted of content analysis with normative juridical research themes that analyzed legal principles and systematics, and increased the level of ABC insurance products at PT. XYZ Minister of Finance Regulation No. 18 of 2010. The results of this study concluded that general research of ABC Takaful PT. XYZ is in accordance with Minister of Finance Regulation No. 18 of 2010, but most of these based on this policy still need to be questioned about their values. Such as the absence of an introduction to tabarru funds\u27 incorporation for insurance participants, the company if all bear the responsibility to bear the loss of the company\u27s corporate company company company company and and and and and contents, and incompleteness contained in article 12 of the MRSSP policy of PT.Keyword : insurance, contracts, policies, sharia, conformity AbstrakPolis Asuransi Syariah sebagai bentuk kontrak tertulis antara perusahaan asuransi dengan nasabah atau peserta asuransi sepatutnya mengikuti prinsip-prinsip syariah agar terhindar dari unsur yang mengharamkannya, untuk itu di Indonesia dalam pembuatan polis haruslah mengikuti Peraturan Menteri Keuangan No. 18 Tahun 2010 Tentang Penerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasurnasi Dengan Prinsip Syariah sebagai landasan aturan perundang-undangan yang memaparkan standarisasi kontrak polis syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data yang digunakan berupa data primer, sekunder, maupun bahan non hukum. Teknik yang digunakan berupa content analysis dengan tema penelitian yuridis normatif yang menganalisis asas-asas dan sistematika hukum, dan seberapa besar taraf sinkronisasi produk asuransi syariah ABC PT. XYZ Peraturan Menteri Keuangan No. 18 Tahun 2010. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum polis asuransi syariah ABC PT. XYZ telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 18 Tahun 2010, namun terdapat sebagian keganjilan pada polis ini sehingga masih perlu dipertanyakan nilai kesyariahannya. seperti tidak dicantumkannya penginformasuan penggabungan dana tabarru’ kepada peserta asuransi, kewajiban perusahaan untuk menanggung seluruh kerugian bila perusahaan melakukan wanprestasi, dan ketidaklengkapan isi dari pasal 12 polis MRSSP PT.Axa Mandiri tentang Penyelesaian Perselisihan bila terjadi konflik antara peserta dan perusahaan asuransi.Kata Kunci: asuransi, kontrak, polis, syariah, kesesuaia
Erga Omnes Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Perspektif Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
Abstract:The Constitutional Court\u27s Decision is a product of the Judicial Review that was submitted to test the validity of the law against the Constitution of the Republic of Indonesia. In the implementation there are two models of the system of testing the law, namely centralized or decentralized system. Both have fundamental differences because the decentralized review system is not Erga Omnes, while the centralized system has the binding nature of Erga Omnes. The research method uses normative juridical methods, using secondary data obtained through literature study and analyzed qualitatively. The results and discussion of this research are that the Constitutional Court has provided much better direction for Indonesian legal politics, as seen from its objective decisions.Keywords: Erga Ormes, Constitutional Court, Statutory Regulations. Abstrak:Putusan Mahkamah Konstitusi merupakan produk dari Judicial Review yang diajukan untuk menguji keabsahan undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam pelaksanaannya ada dua model sistem pengujian undang-undang yaitu centralized atau decentralized system. Keduanya memiliki perbedaan yang mendasar karena system desentralisasi review tidak bersifat Erga Omnes, sedang system centralized memiliki sifat mengikat Erga Omnes. Metode penelitian menggunakan metode yuridis normatif, dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dan diskusi dari penelitian ini adalah bahwa Mahkamah Konstitusi telah banyak memberikan arah politik hukum Indonesia yang lebih baik, terlihat dari putusan-putusannya yang bersifat objektif.Kata Kunci: Erga Ormes, Mahkamah Konstitusi, Peraturan Perundang-Undanga
Relevansi Agama dan Kemiskinan; Upaya Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional dan Solusi yang Ditawarkan dalam Ekonomi Islam
AbstractIslam has warned its people not to be unemployed so that it slips into poverty because it is feared that with poverty someone will do anything, including harming others to meet their needs. There is a hadith which says "Poverty will bring closer to disbelief." The fact shows that the unemployment rate in a country with a majority Muslim population is relatively high. Increasing people\u27s understanding of unemployment as a bad thing, both for individuals, society and the state will increase motivation to work more seriously. Even though God promises to bear our sustenance, it does not mean without any conditions that need to be fulfilled. The most important requirement is to try to find the promised sustenance because Almighty God has created a "system" that is whoever works will get sustenance and whoever sits will lose a fortune. That is, there is a process that must be passed to get sustenance.Keywords: Religion, Poverty, Solutions, Islamic Economy AbstrakIslam telah memperingatkan umatnya agar tidak menganggur sehingga tergelincir ke jurang kemiskinan, karena dikhawatirkan dengan kemiskinan seseorang akan melakukan apa saja, termasuk merugikan orang lain demi memenuhi kebutuhan dirinya. Ada sebuah hadis yang mengatakan "Kemiskinan akan membawa lebih dekat kepada kekafiran." Fakta menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di negara yang berpopulasi mayoritas muslim relatif tinggi. Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pengangguran sebagai hal yang buruk, baik bagi individu, masyarakat maupun negara akan meningkatkan motivasi untuk bekerja lebih serius. Meskipun Tuhan berjanji untuk menanggung rezeki kita semua, tetapi itu tidak berarti tanpa persyaratan apa pun yang perlu dipenuhi. Syarat yang paling penting adalah harus berusaha menemukan rezeki yang dijanjikan itu, karena Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan "sistem" yaitu siapapun yang bekerja maka akan mendapatkan rezeki dan siapa pun yang duduk maka akan kehilangan rezeki. Artinya, ada proses yang harus dilalui untuk mendapatkan rezeki.Kata kunci: Agama, Kemiskinan, Solusi, Ekonomi Isla
Kecebong Versus Kampret; Slogan Negatif Dalam Komunikasi Politik Pada Pemilihan Presiden 2019
As the largest democratic party in any region, presidential elections are often followed by campaigns as a means of political socialization in general elections. Likewise what happened in the 2019 presidential election in Indonesia. Unfortunately, the campaign found some negative propaganda through the slogans of each of the supporters of the two candidate pairs. Ironically, this slogan seems to divide the Indonesian people into two big camps with the name of an animal that is not suitable for humans. The term "Kecebong" for supporters of the Joko Widodo-Ma\u27ruf Amien camp and the term "Kampret" for supporters of the Prabowo Subianto-Sandiaga Shalahuddin Uno camp. The negative slogan "Kecebong Versus Kampret" was heard massively during the 2019 presidential election process. This study uses qualitative research methods with data collection based on some existing literature and mass media. The results show that this slogan is very familiar to the Indonesian public, especially on several social media such as Facebook, Instagram, Twitter and so on. This is clearly not in accordance with the norms of life of the Indonesian people when viewed from the perspective of Indonesian public ethics based on the Pancasila ideology.Keywords: Negative Slogan; The 2019 Presidential Election; Political Communication Abstrak:Sebagai pesta demokrasi terbesar di setiap Negara, pemilihan umum presiden senantiasa disertai kampanye sebagai bentuk sosialisasi politik dalam pemilihan umum. Begitu juga yang terjadi dalam pemilihan umum presiden 2019 di Indonesia. Sayangnya, dalam kampanye ditemukan beberapa propaganda negatif melalui slogan dari masing-masing pendukung kedua pasangan kandidat. Ironinya, slogan ini seakan membelah rakyat Indonesia menjadi dua kubu besar dengan nama hewan yang tak layak disematkan pada manusia. Sebutan “Kecebong” bagi pendukung kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amien dan sebutan “Kampret” bagi pendukung kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Shalahuddin Uno. Slogan negative “Kecebong Versus Kampret” begitu massif didengar selama proses pemilihan umum presiden 2019 berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data berdasarkan pada beberapa literatur dan media massa yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slogan ini sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia, khususnya pada beberapa media sosial seperti facebook, Instagram, twitter dan lain sebagainya. Hal tersebut jelas tidak sesuai dengan norma kehidupan masyarakat Indonesia jika ditinjau berdasarkan perspektif etika publik bangsa Indonesia yang berlandaskan Ideologi Pancasila.Kata Kunci: Slogan Negatif; Pilpres 2019; Komunikasi Politi
Studi Etnografi Dalam Kerangka Masyarakat Dan Budaya
AbstractCommunities with all their cultures have quite strong sociological roots. Culture that results from social interaction makes a distinctive value in that society. The forerunner of culture is an important aspect in the social framework. Research on this aspect of culture uses ethnographic studies. In its implementation ethnography emphasizes the existing aspects of culture. This is an important feature of ethnographic studies. As ethnographic qualitative research conducts in-depth analysis of the culture under study. On the other hand, there is a fairly close link between ethnography and society and culture as a result of their creativity. Therefore, this linkage needs to be applied positively, where it is necessary to use ethnographic studies as an alternative form of conducting research on culture in the community.Keywords: Ethnography, Culture, Society AbstrakMasyarakat dengan segala kebudayaannya memiliki akar sosiologis yang cukup mengakar kuat. Kebudayaan yang dihasilkan dari interaksi sosial menjadikan nilai distingsi tersendiri dalam masyarakat tersebut. Cikal bakal kebudayaan merupakan aspek penting dalam kerangka sosial kemasyarakatan. Penelitian akan aspek kebudayaan ini menggunakan studi etnografi. Dalam implementasinya etnografi menekankan pada aspek kebudayaan yang ada. Hal inilah menjadi ciri penting dari studi etnografi. Sebagai penelitian kualitatif etnografi melakukan analisa secara mendalam terhadap kebudayaan yang diteliti. Disisi lain, terdapat keterkaitan yang cukup erat antara etnografi dengan masyarakat dan kebudayaan sebagai hasil kreatifitasnya. Oleh sebab itu, keterkaitan tersebut perlu diaplikasikan secara positif, di mana perlunya menggunakan studi etnografi sebagai bentuk alternatif dalam melaksanakan penelitian tentang kebudayaan di masyarakat. Kata Kunci: Etnografi, Kebudayaan, Masyaraka
Perubahan Perspektif Rumah Lopo(Uim Lopo) Pada Masyarakat Atoin Meto Di Desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan
Abstract.This research was carried out with the aim of exploring and finding out why the Lopo House underwent changes, how the process of change and how the impact of the changes in the Lopo House was affected for people\u27s lives. The method used is a qualitative method that is descriptive. With this method, efforts to interpret and understand the process of changing the Lopo house can be explained empirically. The products produced are in the lives of the people of Meto, Lopo\u27s house is still interpreted as one of the facilities used to empower the community, because almost all decision-making processes or deliberations on various aspects of people\u27s lives are agreed upon and decided in Lopo\u27s house. Change in perspective on the Lopo House in the life of the Atoin Meto community in the village of Nusa, West Amanuban District, South Central Timor Regency. The Meto community in the village of Nusa, the West Amanuban District, Timor Tengah Selatan District has a Lopo home culture that reflects genelogical characteristics and community identity. Ownership, emotional ties, genealogical ties and brotherly relations with very high social solidarity are manifested in the process of making the Lopo house. However, the existence of Lopo\u27s house in the process of supporting history and human civilization underwent changes in the level of structure, function, meaning, value, quantity and quality, even Lopo\u27s home was difficult to find in the reality of today\u27s society.Keywords: Lopo House, Culture, Atoin Meto Society Abstrak.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menggali dan mencari tahu mengapa rumah Lopo mengalami perubahan, bagaimana proses perubahannya dan bagaimana dampak yang ditimbulkan dari perubahan rumah Lopo tersebut bagi kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif yang bersifat dekriptif. Dengan metode ini, maka upaya memaknai dan memahami proses perubahan rumah Lopo dapat dijelaskan secara empirik. Produk yang dihasilkan adalah pada kehidupan masyarakat Meto, rumah Lopo tetap dimaknai sebagai salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat karena hampir semua proses pengambilan keputusan atau musyawarah mufakat tentang berbagai aspek kehidupan masyarakat disepakati dan diputuskan dalam rumah Lopo. Perubahan perspektif Rumah Lopo dalam kehidupan masyarakat Atoin Meto di desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat Meto di desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki budaya rumah Lopo yang mencerminkan ciri khas dan identitas masyarakat secara genelogis. Rasa memiliki, ikatan emosional, ikatan geneologis dan hubungan persaudaraan dengan solidaritas sosial sangat tinggi diwujudkan dalam proses pembuatan rumah Lopo. Namun, eksistensi rumah Lopo dalam proses sejarah dan peradaban manusia pendukung mengalami perubahan dalam tataran struktur, fungsi, makna, nilai, kuantitas dan kualitas, bahkan sulit dijumpai rumah Lopo dalam kenyataan kehidupan masyarakat saat ini.Kata Kunci: Rumah Lopo, Budaya, Masyarakat Atoin Met