SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Menguak Hal-Hal Penting Dalam Pemikiran Filsafat al-Kindi
AbstractThe history of Islamic thought is inseparable from the transformation of knowledge from cultural thoughts outside of Islam, including Greek philosophy. The project was initiated by the Abbasids and reached its peak when power was held by the Caliph al-Harun Ar-Rasyid and al-Makmun. The most meritorious person and considered the first philosopher in the Islamic world was al-Kindi. This article discusses important matters in al-Kindi\u27s philosophical thinking. With the aim to find out how the philosophical thinking of al-Kindi. This article uses library-based qualitative research with a qualitative descriptive approach and technical descriptive analysis and content analysis. The results of this study show that al-Kindi was a philosopher who brought philosophy into the Islamic world. The things in al-Kindi\u27s thinking are the relationship between Religion and Philosophy, divinity philosophy, philosophy of soul, mind, and spirit, infinity to the concept of reason.Keywords: al-Kindi, Philosophy, God, Spirit, and Intellect. AbstrakSejarah pemikiran Islam tidak lepas dari transformasi ilmu dari pemikiran-pemikiran kebudayaan di luar agama Islam, termasuk filsafat Yunani. Proyek tersebut digagas oleh Bani Abbasiyyah dan mencapai puncaknya ketika kekuasaan dipegang oleh Khalifah al-Harun Ar-Rasyid dan al-Makmun. Orang yang paling berjasa dan dianggap filosof pertama dalam dunia Islam adalah al-Kindi. Artikel ini membahas tentang hal-hal penting dalam pemikiran filsafat al-Kindi. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran filsafat al-Kindi. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknis analisis deskriptif dan content analysis. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa al-Kindi merupakan seorang filosof yang membawa filsafat ke dalam dunia Islam. Hal-hal dalam pemikiran al-Kindi adalah hubungan Agama dan Filsafat, filsafat ketuhanan, filsafat jiwa, akal dan ruh, ketakterhinggaan sampai konsep akal.Kata Kunci: al-Kindi, Filsafat, Tuhan, Ruh dan Akal
Relasi Agama dan Demokrasi; Telaah Kritis Eksistensi Partai Islam Di Indonesia
AbstractThis study discusses the relation between religion and democracy; critical examination of the existence of Islamic parties in Indonesia. This study is a qualitative study based on library (library research). The approach used is descriptive qualitative which aims to illustrate or describe the reality that exists or what is happening or the actual reality of the object under study. Then interpreted in the form of a report. The approach used is the cultural anthropology approach. The results of this study indicate that Muslims interpret the relationship of religion and democracy to occur in three models, namely the negative, neutral and positive models. In the context of Islamic political parties in Indonesia, the basic problem is the inability of parties to package democratic issues, starting from the emergence of religious sentiment, politicization of religion, political pragmatism in PKS parties. Furthermore, the PPP party has problems with party regeneration, leadership dualism, and political attitudes. Whereas the UN party is seen in the absence of a leader figure and political culture.Keywords: Religion, Democracy, Islamic Party AbstrakStudi ini membahas tentang relasi agama dan demokrasi; telaah kritis eksistensi Partai-Partai Islam di Indonesia. Kajian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberi gambaran atau mendeskripsikan kenyataan yang ada atau apa yang terjadi atau kenyataan sebenarnya pada obyek yang diteliti. Kemudian diinterprestasikan dalam bentuk laporan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi budaya. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kaum muslim memaknai bahwa relasi agama dan demokrasi terjadi dalam tiga model, yakni model negatif, netral, dan positif. Dalam konteks partai-partai politik Islam di Indonesia, problem mendasar adalah ketidakmampuan partai dalam mengemas isu-isu demokrasi, mulai dari muncul sentimen keagamaan, politisasi agama, pragmatisme politik pada partai PKS. Selanjutnya pada partai PPP terdapat masalah pada kaderisasi partai, dualisme kepemimpinan, dan sikap politik. Sedangkan pada partai PBB terlihat pada ketiadaan figur pemimpin dan kultur politik.Kata Kunci: Agama, Demokrasi, Partai Isla
Menggali Teori Politik Non Kekerasan Dalam Buku “How Nonviolence Protects The State by Peter Gelderloos”
Negara dijabarkan sebagai suatu pesekutuan individu-individu yang dengan sukarela menyerahkan dan mempercayakan pengaturan kehidupannya ke dalam sebuah lembaga yang bernama negara. Hidup bernegara dalam bentuk yang berbeda-beda sudah lama ada pada masyarakat sederhana. Pembentukan negara ini mengalami suatu evolusi. Negara yang memiliki peran melindungi warganya harus mampu dan mau melakukan kepemihakannya. Baik kekerasan agresif maupun defensif bisa bersifat terbuka atau tertutup. Perspektif definisi kekerasan di atas lebih menekankan pada sifat dari sebuah kekerasan. Dalam penulisan ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif.Kata kunci: Kekerasan Negara, Teori Politik, Peter Gerderloo
Keluarga Berencana Perspektif Ulama Hadis
Abstract:Family planning is a slogan in the modern era that dictates community members to plan the number of children to be born in a household. For this reason, pregnancy prevention is carried out with this family planning program. This program is carried out with medical technology tools that are modern and traditional. In the study of Islamic jurisprudence itself, there has been a way to prevent pregnancy behavior by way of Azl, even though it has drawn controversy and differences in views from the jurists. This behavior is considered by some experts as natural family behavior that is permissible. Further discussion will be explained in this paper.Keywords: Family Planning, Hadith, Law Abstrak: Keluarga berencana merupakan suatu slogan di era modern yang mendoktrin anggota masyarakat untuk melakukan perencanaan jumlah anak yang akan dilahirkan dalam suatu rumah tangga. Untuk itu dilakukan penanggulangan kehamilan dengan Program KB ini. Program ini dilakukan dengan alat teknologi kedokteran yang modern maupun dengan cara tradisional. Dalam kajian fiqih Islam sendiri pernah terjadi bagaimana perilaku pencegahan kehamilan dengan cara Azl, walaupun hal tersebut menuai kontroversi dan perbedaan pandangan dari para ahli fikih. Perilaku ini dianggap oleh sebagian ahli sebagai perilaku KB alami yang dibolehkan. Pembahasan lebih lanjut akan dijelaskan dalam makalah ini.Kata Kunci: Keluarga Berencana, Hadis, Huku
Perspektif Ibnu Khaldun Tentang Perubahan Sosial
Abstract.According to Ibn Khaldun, the paradigm of social change starts from people who have been forged with a hard life, poverty and full of struggle. Nomadic society (badawah, badui, wanderer, rural, village) is the initial social organization. They are sufficient to fulfill their primary needs. If these basic needs have been met, then they seek luxury, live well. Then there is urbanization (civilization), urbanization. Ethically the nomadic group is bolder, better than the city population. Urban social conditions form a tendency to act corruptly. From an ethical perspective, the process of urbanization is degradative. The desire to live with prosperity and be free from the hardships of life coupled with ‘Ashabiyyah among them makes them strive to realize their dreams with a hard struggle. The dream that was achieved then gave rise to a new civilization. The emergence of this new civilization is also usually followed by the decline of another civilization. These stages are then repeated again, and so on until this theory is known as the Cycle Theory.Keywords: Social Change, Ibn Khaldun, Society AbstrakMenurut Ibn Khaldun, paradigma perubahan sosial dimulai dari masyarakat yang telah ditempa dengan kehidupan keras, kemiskinan dan penuh perjuangan. Masyarakat nomadik (badawah, badui, pengembara, rural, desa) adalah organisasi sosial awal. Mereka mencukupkan diri memenuhi kebutuhan primer mereka. Jika kebutuhan mendasar ini sudah terpenuhi, barulah mereka mencari kemewahan, hidup enak. Kemudian berlangsunglah urbanisasi (tamadun), peng-kotaan. Secara etis golongan pengembara lebih berani, lebih baik dibandingkan penduduk kota. Kondisi sosial perkotaan membentuk kecenderungan untuk bertindak korup. Dari sisi etis, proses urbanisasi adalah degradatif. Keinginan hidup dengan makmur dan terbebas dari kesusahan hidup ditambah dengan ‘Ashabiyyah di antara mereka membuat mereka berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita mereka dengan perjuangan yang keras. Impian yang tercapai kemudian memunculkan sebuah peradaban baru. Kemunculan peradaban baru ini pula biasanya diikuti dengan kemunduran suatu peradaban lain. Tahapan-tahapan tersebut kemudian terulang lagi, dan begitulah seterusnya hingga teori ini dikenal dengan Teori Siklus.Kata Kunci: Perubahan Sosial, Ibn Khaldun, Masyaraka
Analisis Kejahatan Terorisme Berkedok Agama
Abstract:The term Terrorism surfaced in various parts of the world, both in European countries, the Middle East and even Asia, including Indonesia. Due to the emergence of every violence and destruction in every place with the loss of not only property and even human lives. The nickname of the Terrorists has always been addressed to certain groups who echoed jihad, and the events of terrorism which were of concern to the world at the time of the occurrence of an event the United States WTC (World Trade Center) Tower was bombed and destroyed on 11 September 2001. From the tragedy that eliminated thousands of human lives, the war on global terrorism (global war on terrorism) was officially proclaimed by Western countries. So that the study of terrorism invites the attention of various groups, both academics and agencies or national and international institutions by examining various aspects, namely through aspects of theology, ideology, and movements and networks. Until now terrorism has become a threat to the security and security of the country and also frightened the public. This paper will examine the growth of terrorism both inside and outside Indonesia which will elaborate terrorism in the name of religion.Keywords: Terrorism, Religious, Crime Abstrak.Istilah Terorisme mengemuka di berbagai belahan dunia, baik di negara-negara Eropa, Timur Tengah bahkan Asia termasuk Indonesia. Dikarenakan munculnya setiap kekerasan maupun kehancuran di setiap tempat dengan adanya kerugian tidak saja harta benda bahkan nyawa manusia. Julukan Teroris selalu dialamatkan pada kelompok tertentu yang mengumandangkan jihad, dan peristiwa terorisme yang menjadi perhatian dunia pada saat terjadinya suatu peristiwa Menara Kembar WTC (World Trade Center) milik Amerika Serikat dibom dan hancur pada tanggal 11 September 2001 lalu. Dari tragedi yang menghilangkan ribuan nyawa manusia, perang melawan terorisme global (global war on terrorism) resmi dikumandangkan oleh negara-negara Barat. Sehingga kajian mengenai terorisme mengundang perhatian berbagai kalangan, baik akademisi maupun instansi atau lembaga nasional maupun internasional dengan mengkaji dari berbagai macam aspek, yaitu melalui aspek Teologi, Ideologi, maupun gerakan-gerakan dan jaringannya. Sampai saat ini terorisme menjadi ancaman terhadap ketahanan dan keamanan negara dan juga membuat ketakutan di kalangan masyarakat. Makalah ini akan mengkaji seputar tumbuhnya terorisme baik di luar maupun dalam negeri Indonesia yang akan mengelaborasi terorisme atas nama keagamaan.Kata Kunci: Terorisme, Keagamaan, Kejahata
Urgensi Hukuman Mati Bagi Koruptor Dengan Pengabaian Penderitaan Yang Akan Diderita
Abstract:A guilty person deserves the penalty of punishment, and must get suffering in return, without considering how much benefit to society if he is subject to punishment. Regardless of how big the consequences of moral punishment someone who has done wrong is better in law than not punished. Therefore, the authors provide an alternative sanction of the death penalty as an alternative final punishment for perpetrators of corruption. So that it can be a meaningful lesson for the next generation. This study uses qualitative methods on the available data. In addition to analyzing and observing the current reality.Keywords: Death Penalty, Corruption, Sanctions Abstrak:Seseorang bersalah patut mendapatkan ganjaran hukuman, dan harus mendapatkan penderitaan sebagai balasannya, tanpa mempertimbangkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat jika dia dikenai hukuman. Terlepas seberapa besar konsekuensinya dari penghukumannya secara moral seseorang yang telah berbuat salah lebih baik di hukum dari pada tidak dihukum. Oleh karenanya, penulis memberikan alternatif sanksi hukuman mati sebagai alternatif akhir pemidanaan bagi pelaku kejahatan korupsi. Sehingga dapat menjadi pelajaran berarti bagi generasi selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pada data yang tersedia. Selain dengan melakukan analisa dan observasi pada realita yang ada saat ini.Kata Kunci: Hukuman Mati, Korupsi, Sanksi
Kewajiban Sertifikat Halal Untuk Produk Impor di Indonesia
AbstractGlobalization and free trade cause increased circulation of products both imported and local in the community. The Republic of Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. Islamic Sharia requires its people to consume halal products and forbid products that are not halal. Article 4 UUJPH, all products circulating in the community must be halal certified. Many imported food and beverage products traded in the community have not provided protection and guaranteed halal products for Muslim consumers. The problem is, how is the halal certificate procedure for imported products in force in Indonesia. The research method used is library research using secondary data in the form of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials, normative juridical research. The result of the research is that imported products that are certified overseas that have cooperated with the adjustment of halal certificates with the State of Indonesia, then imported products are no longer required to submit applications for halal certificates, but to register overseas halal certificates at BPJPH to obtain a halal registration number from the head of BPJPH. The halal registration number is listed next to the halal logo on the product packaging or in certain places that are easily seen, read by consumers.Keywords: Halal Certificate, Imported Products, UUJPH AbstrakGlobalisasi dan perdagangan bebas menyebabkan meningkatnya peredaran arus produk baik impor maupun lokal di masyarakat. Negara Republik Indonesia sebagai Negara berpenduduk muslim yang terbesar di dunia. Syariat Islam mewajibkan kepada umatnya untuk mengonsumsi produk halal dan mengharamkan produk yang tidak halal. Pasal 4 UUJPH, semua produk yang beredar di masyarakat wajib bersertifikat halal. Banyak produk impor makanan dan minuman yang diperdagangkan di masyarakat yang belum memberikan perlindungan dan jaminan kehalalan produk bagi konsumen muslim. Permasalahan, bagaimana prosedur sertifikat halal untuk produk impor yang berlaku di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier, peneltian bersifat yuridis normatif. Hasil penelitian bahwa produk impor yang bersertifikat luar negeri yang telah melakukan kerja sama penyesuaian sertifikat halal dengan Negara Indonesia, maka produk impor tidak diperlukan lagi mengajukan permohonan sertifikat halal, tetapi melakukan registrasi sertifikat halal luar negeri pada BPJPH untuk mendapatkan nomor registrasi halal dari kepala BPJPH. Nomor registrasi halal tersebut dicantumkan berdekatan dengan logo halal pada kemasan produk atau pada tempat tertentu yang mudah dilihat, dibaca oleh konsumen.Kata Kunci: Sertifikat Halal, Produk Impor, UUJP
Pidana Ta’zir Bagi Yang Tidak Berbusana Islami Dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2002
Ta\u27zir is a law that is prescribed for immoral acts or other crimes for which there is no hudud or kifarat provision. This study uses a qualitative research method with a literature approach. The results of the study stated that the legal sanctions for a woman who did not dress in Islamic attire in Qanun Number 11 of 2002 have not been explained in detail the type of punishment Ta\u27zir, whether in the form of a fine or in the form of imprisonment The procedure for determining the sentence to be given by the judge of the Syar\u27iyah Court should start from the lightest sentence. The light punishment in the qanun has also not been explained in detail.Keywords: Criminal Ta\u27zir; Islamic Dress; Aceh Qanun Abstrak. Ta’zir merupakan hukum yang disyariatkan atas tindakan maksiat atau tindakan kejahatan lainnya yang tidak ada ketentuan hududnya atau kifaratnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa sanksi hukum bagi seorang wanita yang tidak berbusana islami dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2002 belum dijelaskan secara rinci jenis hukuman Ta’zir, apakah berupa denda atau berupa pidana kurungan. Adapun prosedur penetapan hukuman yang akan diberikan oleh hakim Mahkamah Syar\u27iyah hendaknya dimulai dari hukuman yang paling ringan. Hukuman yang ringan didalam qanun tersebut juga belum dijelaskan secara detail.Kata Kunci: Pidana Ta’zir; Berbusana Islami; Qanun Ace
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Kurir Narkotika
Abstract.Children have an important role in the life of society and the state, because of their position as the nation\u27s successor. Therefore, children have the potential to play an active role in preserving the life of the nation, in order to realize the goal of forming a government that protects citizens. The abuse of narcotics by children is currently a concern of many people and is constantly being discussed and published. In fact, the problem of narcotics abuse is of concern to various groups, moreover the involvement of children as narcotics couriers which is a series of evil consensus in carrying out illegal drug trafficking. In the capacity of children who are used as couriers is one thing that is so alarming that the child will face the law, and is classified as having committed narcotics crimes. With the limited ability of children and their imperfections, it needs to be a concern of law enforcement officials in the application of punishment for the child who is the perpetrator of the narcotics crime.Keywords: Legal Protection, Children, Narcotics Courier. Abstrak. Anak mempunyai peranan yang penting di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, karena kedudukannya sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, anak mempunyai potensi untuk berperan aktif menjaga kelestarian kehidupan bangsa, guna mewujudkan tujuan pembentukan suatu pemerintah yang melindungi warga negara. Penyalahgunaan narkotika oleh anak saat ini menjadi perhatian banyak orang dan terus menerus dibicarakan dan dipublikasikan. Bahkan, masalah penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian berbagai kalangan, apalagi adanya keterlibatan anak sebagai kurir narkotika yang merupakan rangkaian permufakatan jahat dalam menjalankan peredaran narkotika secara illegal. Dalam kapasitas anak yang dijadikan kurir merupakan satu hal yang begitu memprihatinkan dimana anak tersebut akan berhadapan dengan hukum, dan tergolong telah melakukan tindak pidana narkotika. Dengan keterbatasan kemampuan anak dan ketidaksesempurnaannya, maka perlu menjadi perhatian aparat penegak hukum dalam penerapan pemidanaan bagi anak pelaku tindak pidana narkotika tersebut.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Kurir Narkotika