SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
    745 research outputs found

    Budaya Populer dan Estetika Baru melalui Pesona Make Up dan Kostum dalam Film Asterix at the Olympic Games

    Get PDF
    AbstractThis study wants to discuss the new aesthetic or queer aesthetic in the charm of makeup and costumes used in the film Asterix At The Olympic Games by director Frederick Forestier produced in 2008. The perspective taken in this study is charm through makeup and costumes, and its relevance to popular culture and people\u27s interest in fantasy films. This study uses a qualitative method, with film studies as an approach in the analysis of cinematographic studies. Film studies in this study focus on social practice performances about the body, identity, representation, and elements contained in the charm of makeup and costumes in the film Asterix At The Olympic Games. The results showed that Asterix at The Olympic Games became a fantasy film genre that gave the complexity of the show as entertainment. In Asterix at The Olympic Games, there is a parody with an imitation of the situation and culture of Greece, which is conveyed through makeup, costumes, and performances. Alfred Gell, in his study of technology of enchantment, concerned the \u27technical complexity\u27 aspects of a work to attract the attention of the audience through the management of makeup and costumes. Furthermore, the concept of theatrical mimicry and parody as a \u27technical complexity\u27 is shown as a display of aesthetic queer for the sake of performance that can attract attention because of its shape as a popular culture product that is different for the audience.Keywords: new aesthetics; the enchantment of makeup and costumes; Asterix at the Olympic Games AbstrakPenelitian ini ingin membahas tentang estetika baru atau queer aesthetic dalam pesona make up dan kostum yang digunakan dalam film Asterix At The Olympic Games karya sutradara Frederick Forestier yang diproduksi tahun 2008. Sudut pandang yang diambil dalam penelitian ini adalah pesona melalui make up dan kostum, dan relevansinya terhadap budaya populer dan minat masyarakat terhadap film fantasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan film studies sebagai pendekatan dalam analisis kajian sinematografinya. Film studies dalam penelitian ini berfokus pada pertunjukan praktik sosial mengenai ketubuhan, identitas, representasi, dan unsur-unsur yang terkandung dalam pesona make up dan kostum dalam film Asterix At The Olympic Games. Hasil penelitian menunjukkan Asterix at The Olympic Games menjadi genre film fantasi yang memberikan kompleksitas pertunjukan sebagai hiburan. Di dalam Asterix at The Olympic Games terdapat parodi dengan imitasi terhadap situasi dan budaya Yunani yang disampaikan melalui make up, kostum, dan pertunjukannya. Alfred Gell dalam telaahnya mengenai technology of enchantment mementingkan aspek ‘kerumitan teknik’ dalam suatu karya untuk menarik perhatian penonton melalui pengelolaan make up dan kostum. Lebih lanjut, konsep theatrical mimicry dan parodi sebagai suatu ‘kerumitan teknik’ ditunjukkan sebagai suatu display atas queer aesthetic untuk kepentingan pertunjukan yang mampu menarik perhatian karena bentuknya sebagai produk budaya populer yang berbeda bagi penonton.Kata kunci: estetika baru; pesona make up dan kostum; Asterix At The Olympic Game

    Kontribusi Desain Komunikasi Visual dalam Anti-Hoax System saat Pandemi Covid-19 di Indonesia

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini ingin membahas tentang kecenderungan maraknya hoax saat pandemi Covid-19 di Indonesia, dan sebagai tindakan solutif adalah mengeksplorasi kontribusi Desain Komunikasi Visual sebagai anti-hoax system saat pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan poin kunci pendekatan etnografi virtual. Hasil penelitian menunjukkan (1) penyebaran informasi palsu atau hoax disebabkan karena kemudahan dalam meneruskan informasi; (2) kemudahan tersebut ironisnya tidak diikuti dengan daya pemikiran kritis yang berlandaskan akademis sehingga informasi palsu dan hoax dapat dengan mudah menyebar di masyarakat; (3) Desain Komunikasi Visual dapat menjadi solusi dengan cara membiasakan calon desainernya untuk berpikiran kritis dan melakukan eksplorasi ide kreatif dalam karyanya dengan berbasis riset; (4) Desainer komunikasi visual mampu memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dengan karya yang turut memerhatikan efeknya terhadap psikologis penontonnya.Kata kunci: kontribusi Desain Komunikasi Visual, anti-hoax system, pandemi Covid-19, Indonesia AbstractThis research wants to discuss the tendency of hoaxes to emerge during the Covid-19 pandemic in Indonesia, and as a solutive measure is to explore the contribution of Visual Communication Design as an anti-hoax system during the Covid-19 pandemic in Indonesia. This study uses qualitative methods combined with key points of the virtual ethnographic approach. The results showed (1) the dissemination of false information or hoaxes caused by the ease in forwarding information; (2) the convenience is ironically not followed by critical thinking power based on academics so that false information and hoaxes can easily spread in the community; (3) Visual Communication Design can be a solution by getting the potential designers to think critically and explore creative ideas in their work with research-based; (4) Visual communication designers are able to provide a sense of comfort to the public with works that also pay attention to their psychological psychological effects.Keywords: contribution of Visual Communication Design, anti-hoax system, Indonesian Covid-19 pandemi

    Pandemi Covid-19 Sebagai Alasan Force Majeure Dalam Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja di Indonesia

    Get PDF
    AbstractThe fact of Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pandemics was often made as a reason by a lot of companies to conduct massive layoffs (PHK) in Indonesia. The regulation about force majeure to do massive layoffs (PHK) could only be found in Article 164 Act No. 13 Year 2003 about employment and it is not that specific about what kind of condition which could be categorized as force majeure that enables companies to conduct massive layoffs PHK. The statement of problem of this research is the spread of Covid-19 a condition categorized as force majeure that could become the reason to do a massive layoffs and how is the legal protection of worker toward the layoffs during the Covid-19 pandemics? This is normative research with constitutional and conceptual approach. The result from the observation and analysis indicated that the Covid-19 pandemics could be qualified as a force majeure but to conduct massive layoffs the companies need to experience loss or disadvantage and already closed permanently or massive layoffs is conducted for efficiency as what has been regulated by Article 164 point (1) and (3) Act No. 13 Year 2003 about employment by doing some steps in advance as stated in Minister Hand-outs  No. SE-907/MEN/PHI-PPHI/X/2004, 28th October 2004 and the decision of the Supreme Court No. 19/PUU-IX/2011, 20th June 2012.  Keywords: Work relationship, massive layoffs, Covid-19 ABSTRAKFakta penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) banyak dijadikan alasan bagi perusahaan-perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) d Indonesia. Pengaturan mengenai alasan force majeure dalam melakukan PHK hanya terdapat dalam Pasal 164 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan tidak terlalu rinci bagaimana kondisi yang dapat dikualifikasi sebagai force majeure sehingga perusahaan dapat melakukan PHK. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah penyebaran Covid-19 merupakan kondisi yang dikualifikasi force majeure sehingga dapat dijadikan alasan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja dan bagaimana perlindungan hukum pekerja atas pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada masa penyebaran Covid-19 ? Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep. Dari hasil penelusuran dan analisis dapat ditegaskan penyebaran Covid-19 dapat dikualifikasi sebagai keadaan memaksa namun untuk melakukan PHK perusahaan harus mengalami kerugian dan telah tutup secara permanen  atau PHK dilakukan dengan alasan efisiensi sebagaimana diatur Pasal 164 ayat (1) dan (3) Undang-Undang No. 13 Taun 2003 Tentang Ketenagakerjaan  dengan terlebih dahulu  melakukan langkah-langkah dalam Surat Edaran Menteri Nomor SE-907/MEN/PHI-PPHI/X/2004, tertanggal 28 Oktober 2004 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 19/PUU-IX/2011, tertanggal 20 Juni 2012. Kata kunci : Hubungan Kerja, Pemutusan Hubungan Kerja, Covid-1

    Matematika dalam Rasionalitas Al-Qur’an; Bukti Perenialisme Atas Nalar Saintifik

    Get PDF
    AbstractIslam is a rational religion. Islam, through the Koran, can prove its rationality by proof of its perennial teachings. Rational perennial teachings are derived in profane life through scientific reasoning as well as mathematics and its derivatives. The verses of al-Qur\u27an are a form of aqliyah statement which is a guide for knowledgeable people to organize their lives in guiding their journey to find the truth. The proofs of rationality (aqliyah) in the Koran always prioritize logic but do not ascribe to al-Haqq. Mathematics is only a tool to absolute truth, but absolute truth belongs only to al-haqq. Muslim scientists who use their rationality have found their rational logic in discovering sciences to dissect knowledge so that it is beneficial to humans, however their devotion to Allah is getting stronger when breaking knowledge that was once empty into reality. Therefore, the rationality of the Qur\u27an can be described in mathematics, as a science that is full of the virtues of reason and logic.Keywords: Mathematics, Rationality, Perennialism, Al-Qur\u27an, Aqliyah, AbstrakIslam adalah agama rasional. Islam melalui al-Qur’an dapat dibuktikan nalar rasionalitasnya dengan bukti-bukti ajarannya yang perenial. Ajaran-ajaran perenial yang rasional diderivasikan dalam kehidupan profan melalui nalar saintifik seperti halnya ilmu matematika dan turunannya. Ayat-ayat al-Qur’an merupakan bentuk pernyataan aqliyah yang merupakan panduan insan berilmu untuk menata kehidupannya dalam memandu perjalanannya mencari kebenaran. Bukti-bukti rasionalitas (aqliyah) dalam al-Qur’an selalu mengedepankan logika namun tidak menisbikan yang al-Haqq. Matematika hanya alat menuju kebenaran mutlak akan tetapi kebenaran mutlak hanya milik al-haqq. Ilmuwan muslim yang menggunakan rasionalitasnya telah menemukan logika rasionalnya dalam menemukan ilmu-ilmu guna membedah pengetahuan sehingga bermanfaat bagi manusia, namun demikian ketaqwaan mereka terhadap Allah semakin kuat ketika memecahkan pengetahuan yang dulunya hampa menjadi kenyataan. Oleh karena itu rasionalitas al-Qur’an dapat diuraikan dalam ilmu matematika, sebagai ilmu yang penuh dengan keutamaan nalar dan logika.Kata Kunci: Matematika, Rasionalitas, Perenialisme, Al-Quran, Aqliya

    Kualifikasi Calon Legislatif dalam Sistem Proporsional Terbuka Menurut Pandangan Fiqih Siyasah

    Get PDF
    Abstract.Elections in Indonesia are considered the most democratic because they can elect legislative candidates directly. The candidate is clearly displayed in the photo. Because it can be seen directly by voters, legislative candidates need qualifications. These qualifications do not only rely on clever speech, handsome or beautiful, rich, popular, or have a large following. Qualifications of legislative candidates according to the view of fiqh siyasah include credibility and balance of the nature of shiddiq, amanah, tablig, fathonah, extensive knowledge which are knotted in basthothan fil ilmi wa al jismi, and have opinions the strong and wisdom wisdom. This open proportional system according to the view of fiqh siyasa was once carried out during the time of the Prophet Muhammad and al-Khulafaur Rasyidin in the election of ahlul halli wa al aqdi.Keywords: system, proportional, qualifications, siyasah Abstrak.Pemilihan Umum di Indonesia dinilai paling demokratis karena dapat memilih calon anggota legislatif secara langsung. Calon tersebut terpampang dalam foto secara jelas. Karena dapat dilihat langsung oleh pemilih, maka calon legislatif memerlukan kualifikasi. Kualifikasi tersebut jangan hanya mengandalkan pandai berpidato, tampan atau cantik, kaya, populer, maupun memiliki pengikut yang banyak. Kualifikasi calon legislatif menurut pandangan fiqih siyasah diantaranya mempunyai  kredibilitas  dan  keseimbangan  sifat  shiddiq, amanah, tablig, fathonah, berpengetahuan yang luas yang tersimpul di dalam basthothan fil ilmi wa al jismi, serta mempunyai pendapat yang kuat dan hikmah kebijaksanaan. Sistem proporsional terbuka ini menurut  pandangan fiqih siyasah pernah dijalankan pada masa Nabi Muhammad saw. dan al-Khulafaur Rasyidin dalam pemilihan ahlul halli wa al aqdi.Kata kunci: sistem, proporsional, kualifikasi, siyasa

    Hermeneutics on Hadith; Study on Muhammad Iqbal Thought

    Get PDF
    AbstractThis study discussed the thoughts of Muhammad Iqbal about the study of hermeneutics in hadith. The study aimed to find out how Muhammad Iqbal\u27s thought about the study of hermeneutics in hadith. The study is a qualitative study based on the library (library research). The approach used is descriptive qualitative which aimed to illustrate or describe the reality that exists or what is happening or the actual reality of the object under the study. The result of this study showed that Muhammad Iqbal\u27s thought about hermeneutics studies in a hadith is Muhammad Iqbal\u27s thought in the hadith which was originated on an assumption that hadith as a second source that did not miss the contradictions of the people both the truth of the content (matan) and the chain of transmission (sanad) and it became wild critiques by the orientalists from the past time till now on. Iqbal suggested that an in-depth study of the hadith literature by directing the Prophet Muhammad himself as a person who has the authority to interpret his revelations. it is all because the Prophet was the one who knew the true purpose of the message conveyed by Allah SWT well.Keywords: Muhammad Iqbal, Hermeneutika, Hadith AbstrakStudi ini membahas pemikiran Muhammad Iqbal tentang studi hermeneutika dalam hadits. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Muhammad Iqbal tentang studi hermeneutika dalam hadits. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berdasarkan perpustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menggambarkan kenyataan yang ada atau apa yang sedang terjadi atau kenyataan aktual dari objek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Muhammad Iqbal tentang studi hermeneutika dalam sebuah hadis adalah pemikiran Muhammad Iqbal dalam hadits yang berawal dari asumsi bahwa hadits sebagai sumber kedua yang tidak ketinggalan kontradiksi masyarakat, baik kebenaran dari konten (Matan) dan rantai penularan (sanad), dan itu menjadi kritik liar oleh orientalis dari masa lalu sampai sekarang. Iqbal menyarankan agar penelitian mendalam tentang literatur hadits dengan mengarahkan Nabi Muhammad sendiri sebagai orang yang memiliki wewenang untuk menafsirkan wahyu-wahyunya. Itu semua karena Nabi adalah orang yang mengetahui tujuan sebenarnya dari pesan yang disampaikan oleh Allah SWT dengan baik.Kata Kunci: Muhammad Iqbal, Hermeneutika, Hadit

    Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Dengan Corporate Social Responsibility sebagai Variabel Moderating

    Get PDF
    AbstractThe role of Corporate Social Responsibility (CSR) as a moderating variable in the effect of profitability, leverage, and size of the company, on the company values listed on the Stock Exchange from 2015 through 2018 is examined in this study. The target population consists of 96 companies and 51 of them are considered as the sample according to a pool sampling method. Moderate Regression Analysis (MRA) is considered as the main method to identify and describe the relationship between the variables. These results reveal that profitability and the size of a firm have a positive and significant impact on corporate value. On the other hand, leverage was found to have an insignificant effect on corporate value. Besides, CSR show to moderate the effect of probability, leverage, and size of the firm, on the value of the company.Keywords: CSR, Corporate Value, Profitability, Leverage, and size of a firm Abstrak Peran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai variabel moderat memberikan efek profitabilitas, leverage, dan ukuran pada nilai perusahaan yang tercantum di BEI periode 2015-2018 dalam penelitian ini. Dari populasi 96 perusahaan dan dipilih 51 sebagai sampel sesuai dengan metode pool sampling. Moderat regresi analisis (MRA) dianggap sebagai metode utama untuk mengidentifikasi dan menggambarkan hubungan antara variabel. Hasil ini mengungkapkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki dampak positif dan signifikan pada nilai perusahaan. Di sisi lain leverage ditemukan memiliki efek yang tidak signifikan dari nilai perusahaan. Selain itu, CSR menunjukkan dapat memoderasi probabilitas, leverage dan ukuran perusahaan, pada nilai perusahaan.Kata Kunci: CSR, nilai perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaa

    Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran

    Get PDF
    AbstractThe temporary closure of all educational institutions as an effort to prevent the spread of an outbreak of Covid-19 worldwide has an impact on millions of students, including in Indonesia. Disturbances in the teaching and learning process directly between teacher and students as well as the termination of the assessment of learning have an impact on the psychological of students, causing a decrease in the quality of skills. This burden is the responsibility of all elements of education, in particular the government, in facilitating the continuity of schools for all stakeholders in education to conduct distance education. How should Indonesia plan, prepare for and overcome co-recovery 19, to reduce the loss of education in the future.Keywords: Covid-19, school, Stakeholders, Indonesia AbstrakPenutupan sementara lembaga pendidikan sebagai upaya menahan penyebaran pendemi covid-19 di seluruh dunia berdampak pada jutaan pelajar, tidak kecuali di Indonesia. Gangguan dalam proses belajar langsung antara siswa dan guru dan pembatalan penilaian belajar berdampak pada psikologis anak didik dan menurunnya kualitas keterampilan murid. Beban itu merupakan tanggung jawab semua elemen pendidikan khususnya negara dalam memfasilitasi kelangsungan sekolah bagi semua steakholders pendidikan guna melakukan pembelajaran jarak jauh. Bagaimana mestinya Indonesia merencanakan, mempersiapkan, dan mengatasi pemulihan covid 19, untuk menekan kerugian dunia pendidikan di masa mendatang.Kata Kunci; covid-19, sekolah, steakhorders pendidikan, Indonesi

    Pengguguran Kewajiban Shalat Berjama’ah Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

    Get PDF
    Beralihnya status Covid-19 dari epidemi menjadi pandemi setidaknya sudah dapat mengubrak-abrik tatanan kehidupan umat manusia. Aktivitas kenegaraan dan pemerintahan hingga aktivita warga negara perlu rekontruksi untuk menyesuaikan status darurat kesehatan global Covid-19 yang ditetapkan oleh WHO. Segala sendi kehidupan dialihkan dari bertemu langsung menjadi virtual. Hal ini dilakukan terkait himbauan social distancing dan work from home. Seseorang harus menunda berpergian, menunda pertemuan, menunda seminar, dan aktivitas-aktivitas yang melibatkan banyak massa. Bahkan kegiatan keagamaan yang notabene adalah hal paling personal juga tidak luput dari pengawasan dan pantauan. Majelis Ulama Indonesia (MUI ) dengan sigap menyikapi status darurat Covid-19 dan himbauan untuk di rumah saja dari kebijakan pemerintah dengan mengeluarkan fatwa nomor 14 tahun 2020 yang berisi usaha-usaha pencegahan penyebaran Covid-19. MUI sejalan dengan NU dan Muhammadiyah, terkhusus dalam penyelenggaraan kegiatan peribadahan yang bersifat massal agar dapat dijalankan di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan semata untuk kemaslahatan umat manusia dalam memutus rantai penyebaran Covid-19

    Optimasi Peran Negara Menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 dalam Perspektif Hukum Tata Negara Darurat

    Get PDF
    AbstractCorona Virus Disease 2019 or known as Covid-19 has been declared as a pandemic established by World Health Organization (WHO). In addition to causing health emergencies, the presence of this virus also has implications for several sectors such as finance that have an unstable economy. Based on this the role of the state is needed to ensure its prevention and treatment. Indonesia as a state of law must actually guarantee the certainty and protection of its citizens through the handling set forth in a regulation and the establishment of central and regional synergy. This study will comprehensively examine the situation of the covid-19 pandemic in Indonesia and the role of the state in handling this pandemic both at the central and regional levels, even through handling in the perspective of emergency state law. This research uses a normative juridical research type through the legislation approach and obtained through library research as a reference source. The results of this study are to explain and explain the role and effort of the state in carrying out the handling of a pandemic as a manifestation of the purpose of the state\u27s presence to protect the entire Indonesian nation.Keyword : The Role of the State, Corona Virus Disease 2019, Regulation, Emergency State Law AbstrakCorona Virus Disease 2019 atau dikenal Covid-19 telah dinyatakan sebagai sebuah pandemi yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Selain menimbulkan kedaruratan kesehatan, hadirnya virus ini juga berimplikasi ke beberapa sektor seperti keuangan yang berpangkal pada perekonomian menjadi tidak stabil. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan peran negara untuk menjamin pencegahan dan penanganannya. Indonesia sebagai sebuah negara hukum sejatinya harus menjamin kepastian dan perlindungan warga negaranya melalui penanganan yang tertuang dalam suatu regulasi dan dibentuknya sinergitas pusat dan daerah. Di dalam penelitian ini akan mengkaji secara komprehensif keadaan pandemi covid-19 di Indonesia dan mengenai peran negara dalam melakukan penanganan pandemi ini baik di tingkat pusat maupun daerah bahkan melalui penanganan dalam perspektif hukum tata negara darurat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan melalui pendekatan perundang-undangan dan diperoleh melalui studi kepustakaan sebagai sumber rujukan. Hasil penelitian ini adalah menjelaskan dan memaparkan mengenai peran serta upaya negara dalam  melakukakan penanganan pandemi sebagai bentuk manifestasi tujuan hadirnya negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia.Kata Kunci : Peran Negara, Corona Virus Disease 2019, Regulasi, Hukum Tata Negara Darura

    651

    full texts

    745

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇