SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Конституционные Права Работников На Правовую Защиту И Определенность (Constitutional Rights of Workers in Obtaining Protection and Legal Certainty)
Abstract:There are so many conflicts between companies and workers, and these conflicts often end up in court. At certain moments workers are declared winners and the company is obliged to pay the right to obligations as a provider of labor. Workers hope to receive all rights and be protected by law which can overshadow and protect the existence of workers, both individually and as a group. This research uses descriptive qualitative research methodology and refers to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia as the main legal foundation and other laws and regulations.Keywords: Legal Protection, Constitutional Rights, Workers\u27 Rights Аннотация:Существует много конфликтов между компаниями и работниками, и эти конфликты часто заканчиваются в суде. Бывают случаи, когда работники объявляются победителями, и компания обязана оплачивать права по обязательствам как работодатель. Рабочие надеются получить все свои права и быть защищены законом как индивидуально, так и в составе группы. В этом исследовании используется описательно-качественная методология исследования и упоминается Конституция Индонезии 1945 года в качестве основного правового закона и другие законодательные акты, представленные ниже.Ключевые слова: Правовая защита, Конституционные права, Права работнико
Zakat Management Instutition: Management and Strategy
The distribution of zakat is based on priority scale by paying attention to the principles of equity, justice and territoriality. In addition to receiving zakat (managing zakat), BAZNAS can receive and distribute donations, alms, and other religious social funds. The distribution and utilization of donations, alms, and other religious social funds are carried out in accordance with Islamic law and are carried out in accordance with the intended purpose of the giver. The management of donations, alms, and other religious social funds must be recorded in a separate bookkeeping. Here the importance of reports by BAZNAS, provincial BAZNAS, and Regency / City BAZNAS which contains the accountability and performance of the management of Zakat, infaq, alms and other religious social funds. ZIS managers are not only BAZNAS but there are also LAZ. This article will describe the management and management strategies of ZIS in detail.Keywords: ZIS, BAZNAS, LAZ AbstrakPendistribusian zakat dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan ke wilayahan. Selain menerima zakat (mengelola zakat), BAZNAS dapat menerima dan mendistribusikan infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Pendistribusian dan pendayagunaan infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya tersebut dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan dilakukan sesuai dengan peruntukkan yang diikrarkan oleh pemberi.Pengelolaan infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya harus dicatat dalam pembukuan tersendiri. Disini pentingnya laporan oleh BAZNAS, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota yang memuat akuntabilitas dan kinerja pelaksanaan Pengelolaan Zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Pengelola ZIS tidak hanya BAZNAS tetapi juga ada LAZ. Artikel ini akan memaparkan manajemen dan strategi pengelolaan ZIS secara detail.Kata Kunci: ZIS, BAZNAS, LA
Analisa Mekanisme Pasar Kalangan Pada Masyarakat Islam Melayu Di Kecamatan Gandus Palembang
AbstractThe market is a mechanism of exchange of products in the form of goods and services that are natural and have been going on since the beginning of human civilization. Islam places the market at an important position in the economy, a meeting place between sellers and buyers and transactions of goods or services, is a natural mechanism of exchange of goods and services and has been going on since the beginning of human civilization. In Islam the market is very important in the economy. The market had taken place during the time of the Messenger of Allah and Khulafaur Rashidin and became the sunatullah that had lived for centuries.Keywords: Mechanism, Market, Malay Islam AbstrakPasar adalah sebuah mekanisme pertukaran produk baik berupa barang maupun jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak peradaban awal manusia. Islam menempatkan pasar pada kedudukan yang penting dalam perekonomian, tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dan melakukan transaksi barang atau jasa, merupakan sebuah mekanisme pertukaran barang dan jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak awal peradaban manusia. Dalam Islam pasar sangatlah penting dalam perekonomian. Pasar telah terjadi pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin dan menjadi sunatullah yang telah dijalani selama berabad-abad.Kata Kunci: Mekanisme, Pasar Kalangan, Islam Melay
Kondisi Perlindungan Konsumen Di Negara Indonesia Pada Tahun 2019
AbstractThe implementation of consumer protection is far from being resolved. There are still many cases that are detrimental to the buyer. Whereas, in the principle of sales it says "the buyer is king." But what happened instead showed low consumer protection. whereas the form of consumer protection is clearly regulated in Act Number 80 of 1999 concerning the Consumer Protection Act. It states that there is a guarantee for consumers and efforts to create a consumer protection system that contains elements of legal certainty and transparency of information, as well as access to information on food, drinks, and dangerous drugs. Keywords: Consumer Protection, Sales, Transparency AbstractImplementasi perlindungan konsumen masih jauh dari kata penyelesaian. Masih banyak kasus-kasus yang merugikan pembeli. Padahal, dalam prinsip penjualan dikatakan "pembeli adalah raja." Namun yang terjadi malah menunjukkan rendahnya perlindungan konsumen. Padahal bentuk perlindungan konsumen sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 80 tahun 1999 tentang Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Didalamnya dinyatakan adanya jaminan bagi konsumen dan upaya menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan transparansi informasi, serta akses terhadap informasi makanan, minuman, dan obat-obatan berbahaya. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Penjualan, Transparans
Impact of Corona Virus Outbreak Towards Teaching and Learning Activities in Indonesia
AbstractLately, the world community was shocked by the Coronavirus outbreak that originated in the city of Wuhan, China that occurred in November 2019 last year. Coronavirus is very dangerous because until now no cure or vaccine has been found. Coronavirus attacks the human respiratory tract quickly. Transmission of this virus through, airborne and air to fellow humans. Its spread is very fast and cross-continent, WHO determined the spread of this virus over the plague and endemic, most of the countries registered at the UN contracted this virus, including Indonesia. This article aims to explain the impact of the coronavirus on teaching and learning activities, which so far teaching and learning processes are held in schools or classes but with the co-19 pandemics, teaching and learning activity is moved at home by E-Learning using various technological devices, such as smartphones, computers, and notebooks. The impact caused by the coronavirus involves various aspects, such as social, cultural, and worse, economic aspects. This study is carried out through a literature study by looking at the results of surveys and studies of literature, journals, and documents of several prints and electronic media and books relating to teaching and social society, sociology and anthropology. The conclusion of this paper shows the government\u27s step in issuing policies to the public not to do any activities outside the home, all work is carried out from home, including teaching and learning activities.Keywords: Impact, Plague, Virus corona, Teaching, and Learning Activities AbstrackAkhir-akhir ini masyarakat dunia digemparkan oleh terjadinya wabah Coronavirus yang berasal dari kota Wuhan, China yang terjadi di bulan November 2019 tahun lalu. Corona virus ini sangat berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin penanggulangannya. Coronavirus menyerang saluran pernapasan manusia dengan cepat. Penularan virus ini melalui, airborne dan udara kepada sesama manusia. Penyebarannya yang sangat cepat dan lintas benua, WHO menetapkan penyebaran virus ini diatas wabah dan endemic, sebahagian besar negara yang terdaftar di PBB terjangkit virus ini, termasuk juga Indonesia.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak dari virus corona terhadap kegiatan belajar mengajar, yang selama ini proses belajar mengajar diadakan di sekolah atau kelas tetapi dengan adanya pendemi covid-19, KBM dipindahkan di rumah secara E-Learning dengan mengunakan berbagai alat technologi, seperti smartphone, komputer dan notebook. Dampak yang disebabkan oleh virus corona ini menyangkut perbagai aspek, seperti aspek sosial, budaya, dan yang lebih parah adalah aspek ekonomi. Kajian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan melihat hasil-hasil survei dan studi literatur, journal dan document beberapa media cetak maupun elektronik serta buku yang berhubungan dengan pengajaran dan sosial masyrakat, sosiologi dan antropologi. Kesimpulan dari tulisan ini menunjukkan adanya langkah pemerintah mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas apapun diluar rumah, semua pekerjaan dilaksanakan dari rumah, termasuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM.Keyword: Dampak, Wabah, Viruscorona, Kegiatan Belajar Mengaja
Konstitusionalitas Pemerintah Daerah dalam Menetapkan Kebijakan Lockdown pada Penananganan Covid-19
AbstractDifferent policies between the Central Government and Regional Governments in handling the Covid-19 disease outbreak have implications for the discourse in the community. The discourse is due to the authority in handling the Covid-19 outbreak is the authority of the Central Government and the position of the Regional Government only as sub-ordinate. However, in practice the policy taken by the Central Government, in fact creates a legal uncertainty because it does not follow the mechanism for handling disease outbreaks as outlined in act of Health Quarantine and stipulates Civil Emergency as the final stage and not in accordance with the mechanism of health quarantine in the act of Health Quarantine. Therefore, this paper aims to unravel the constitutionality of the Lockdown policy adopted by the Regional Government in handling Covid-19 in terms of the perspective of the constitution and the implementation of regional autonomy. The method that used in this paper is a normative-juridical with a statutory approach and a conceptual approach.Keywords: Regional Autonomy, Legal Uncertainty, Lockdown. AbstrakDisparitas kebijakan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dalam penanganan wabah penyakit Covid-19 mengalami diskursus dalam masyarakat. Diskursus tersebut dikarenakan kewenangan dalam penanganan wabah Covid-19 adalah kewenangan dari Pemerintah Pusat dan kedudukan Pemerintah Daerah hanya sebagai sub-ordinat. Namun, pada praktiknya kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat, justru menciptakan suatu ketidakpastian hukum karena tidak mengikuti mekanisme penanganan wabah penyakit sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan menciptakan suatu ketidakpastian hukum dengan menetapkan Darurat Sipil sebagai tahap akhir dan tidak sesuai dengan mekanisme kekarantinaan kesehatan dalam UU a quo. Di sisi lain, Pemerintah Daerah justru konsisten dalam penanganan wabah Covid-19 dengan menetapkan kebijakan yang sesuai dengan UU a quo yaitu menetapkan suatu Karantina Wilayah (Lockdown). Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan mengurai konstitusionalitas dari kebijakan Lockdown yang diambil oleh Pemerintah Daerah dalam penanganan Covid-19 ditinjau dari perspektif konstitusi dan pelaksanaan otonomi daerah. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah normatif-yuridis dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach).Kata kunci: Otonomi Daerah, Ketidakpastian Hukum, Lockdow
Covid-19 dan Hak Masyarakat atas Kesehatan
AbstractThe whole world community agrees that the right to health is a basic right (Fundamental Right) that is owned by every human being. The right to health which was previously seen as merely a private matter related to the fate or gift of God, has now undergone a very large paradigm shift into a legal right (legal rights) which is certainly guaranteed by the state. In the midst of the Covid-19 pandemic that has spread to almost all regions of Indonesia, the Government must be prepared to issue various strategic policies so that it can carry out its obligations to always guarantee the fulfillment of the right to health for all people. This research uses the method of library research with the statutory approach. This research found that the Government\u27s policy to determine the Public Health Emergency status and choosing Large-Scale Social Restrictions as an option to respond to Public Health Emergency is a wise step, besides the Government must also pay attention to the economic and fiscal sectors according to the conditions and capabilities of the country.Keyword: Covid-19, Health, Society AbstrakSeluruh masyarakat dunia sepakat bahwa hak atas kesehatan merupakan hak dasar (Fundamental Right) yang dimiliki oleh setiap manusia. Hak atas kesehatan yang sebelumnya dipandang hanya sekedar urusan pribadi terkait dengan nasib atau karunia Tuhan, kini telah mengalami pergeseran paradigma yang sangat besar menjadi suatu hak hukum (legal rights) yang tentunya dijamin oleh negara. Di tengah pandemi Covid-19 yang telah menyebar hampir ke seluruh wilayah Indonesia, Pemerintah harus sigap mengeluarkan berbagai kebijakan strategis agar dapat menjalankan kewajibannya untuk senantiasa menjamin terpenuhinya hak atas kesehatan bagi seluruh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menemukan bahwa Pemerintah terlalu lamban mengambil tindakan antisipatif maupun mitigasi dalam menanggulangi pandemi corona. Pada akhirnya Pemerintah menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat dan memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagai opsi untuk merespons Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, disamping Pemerintah juga tetap harus memperhatikan sektor ekonomi dan fiskal sesuai kondisi dan kemampuan negara.Kata Kunci: Covid-19, Kesehatan, Masyaraka
Psikoterapi Spiritual dan Pendidikan Islam dalam mengatasi dan menghadapi gangguan Anciety Disorder di saat dan pasca Covid 19
Berbagai keluhan masyarakat mengenai kecemasan akibat covid 19 mulai muncul ke permukaan, diikuti juga dengan gerakan solidaritas untuk memberikan bantuan dalam menghadapi dampak wabah covid 19. Dalam buku Mukadimmah karya Ibn Khaldun, pendidikan mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses, dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi spiritual dan pendidikan Islam, dalam mengatasi kecemasan disaat dan setelah wabah coronavirus covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan jenis penelitian survei. Hasil penelitian menemukan bahwa, pertama, psikoterapi spiritual dan pendidikan Islam memiliki kelebihan dengan meningkatkan ketauhidan dan meningkatkan imun dalam tubuh, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga mampu membantu dalam mengatasi dan menghadapi gangguan kecemasan dalam diri masyarakat di saat dan setelah wabah. Kedua, mandi malam, solat taubat dan zikir pagi petang mampu mencegah, mengatasi, dan membantu masyarakat dalam menghadapi gangguan kecemasan akibat corona virus covid 19. Ketiga berbaik sangka, berikhtiar, dan banyak berdoa.Kata Kunci: Psikologi Spiritual, Pendidikan Islam, Axciety Disorder, Covid 19Berbagai keluhan masyarakat mengenai kecemasan akibat covid 19 mulai muncul ke permukaan, diikuti juga dengan gerakan solidaritas untuk memberikan bantuan dalam menghadapi dampak wabah covid 19. Dalam buku Mukadimmah karya Ibn Khaldun, pendidikan mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses, dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi spiritual dan pendidikan Islam, dalam mengatasi kecemasan disaat dan setelah wabah coronavirus covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan jenis penelitian survei. Hasil penelitian menemukan bahwa, pertama, psikoterapi spiritual dan pendidikan Islam memiliki kelebihan dengan meningkatkan ketauhidan dan meningkatkan imun dalam tubuh, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga mampu membantu dalam mengatasi dan menghadapi gangguan kecemasan dalam diri masyarakat di saat dan setelah wabah. Kedua, mandi malam, solat taubat dan zikir pagi petang mampu mencegah, mengatasi, dan membantu masyarakat dalam menghadapi gangguan kecemasan akibat corona virus covid 19. Ketiga berbaik sangka, berikhtiar, dan banyak berdoa.Kata Kunci: Psikologi Spiritual, Pendidikan Islam, Axciety Disorder, Covid 1
Optimalisasi Peran Perempuan Sebagai Strategi Alternatif Kebijakan Publik Dalam Menekan Penyebaran Pandemi Covid-19
AbstractCorona Virus Disease 2019 (COVID-19) has been a hot topic since the end of 2019. The virus, which was first discovered in Wuhan, has become a global security pandemic, namely health security that has an impact on economic security. The significance of the increase in covid-19 cases cannot be underestimated because it has caused hundreds of thousands of victims to die in approximately 6 months. Various national policies are implemented in each country to deal with it. This article seeks to present alternative policies for the government through a bottom up pattern, namely through the strength of civil society as the impact of the pandemic, which is integrated with local government policies, considering society as the foundation of a country\u27s strength. The role of civil society here is focused on the role of women as one of the strategic agents of public policy dissemination, to increase public awareness of Covid-19 as an effort to reduce the number of Covid-19 cases. Women are considered to be able to play a dual role in a pandemic situation and have a strategic role through their families in increasing public awareness of Covid-19. So that by optimizing the role of women, it is hoped that they will be able to help the government in reducing the number of Covid-19 cases.Keywords: Role of Women, Covid-19 Pandemic, Alternative Policy, Civil Society AbstrakCorona Virus Disease 2019 (COVID-19) menjadi trending topik sejak akhir 2019 hingga saat ini. Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan ini menjadi sebuah pandemi keamanan global, yaitu keamanan kesehatan yang berdampak terhadap keamanan ekonomi. Signifikansi peningkatan kasus covid-19 menjadi hal yang tidak dapat dianggap remeh karena telah menyebabkan ratusan ribu korban meninggal dalam waktu kurang lebih 6 bulan. Berbagai kebijakan nasional diterapkan di setiap negara untuk menghadapinya. Artikel ini berusaha untuk menyuguhkan kebijakan alternatif bagi pemerintah melalui pola bottom up, yaitu melalui kekuatan masyarakat sipil sebagai terdampak pandemi, yang diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah setempat, mengingat masyarakat sebagai pondasi kekuatan suatu negara. Peran civil society disini difokuskan pada peran perempuan sebagai salah satu agen strategis sosialisasi kebijakan publik, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap covid-19 sebagai upaya menekan angka kasus covid-19. Perempuan dinilai mampu berperan ganda dalam situasi pandemi dan memiliki peran strategis melalui keluarga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap covid-19. Sehingga dengan mengoptimalkan peran perempuan, diharap mampu membantu pemerintah dalam menekan angka kasus covid-19.Kata Kunci: Peran Perempuan, Pandemi Covid-19, Kebijakan Alternatif, Civil Societ
Land Conservation and Pest Management of Agriculture Perspective Islamic Religion
Abstract The aim of this research will investigate numerous aspects including agriculture sustainability from an Islamic perspective. The method used is a literature review with descriptive analysis. The result is Islam has several actions to reach farming base on the environment such as the barring of killing some of the animals comprise frog, eagle, bee, and other animal which is valuable for creating ecosystem balance. The action is integrating pest mitigation by way of using nature power to decline the population of insect attacks. The other is to rekindle of land is the most imperative action to assert sustainable agriculture. Lands must be cultivated as people mandatory to God’s but don’t create killing and vanishing of an animal which bolster soil fertility. For this, the land has to preserve through organic manure to attaint Ihya-Almawat or planting land without ravage soil. The impact is climate change can be encouraged. Then, people who cultivate seed or plant to land, the person will receive a reward from God. While planting plant produces alms as capital for a person when they confront God’s. As result, the people on earth obtain some merits such as people get oxygen, shading, habitat for the animal, and save a life from the unpredicted climate.Keywords: Agriculture, Climate, Environment, Islam Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek termasuk pertanian berkelanjutan dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan literature review dengan descriptif analisis. Ada beberapa hasil dari penelitian ini yaitu ajaran Islam memiliki beberapa tindakan untuk mencapai pertanian ramah alam mulai dari larangan membunuh katak, elang, dan lebah untuk menciptakan keseimbangan ekosistem. Warisan ajaran ini mengintegrasikan pengendalian hama dengan kekuatan alam. Warisan jaran yang lain yaitu menghidupkan lahan agar lahan tetap produktif dan berkelanjutan. Tanah harus diolah sebagai namun tidak menciptakan pembunuhan dan pemusnahan hewan yang menyebabkan tanah menjadi gersang. Untuk itu, tanah harus diawetkan melalui pupuk organik untuk mencapai Ihya-Almawat atau tanah tanam tanpa merusak tanah. Kemudian, orang yang membudidayakan tanaman akan menerima pahala berupa sedekah. Terdapat beberapa sedekah seperti makhluk hidup mendapatkan oksigen, bisa berteduh, menjadi habitat hewan, dan menyelamatkan kehidupan dari iklim yang tidak terduga.Keywords: Pertanian, Iklim, Lingkungan, Warisan Isla