SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Pesona Tari sebagai Aset Pariwisata Budaya Indonesia
AbstractDance has the complexity of the expression of aesthetic expressions that are correlated with other fields around it. This provides the opportunity for dance to be able to have an internal and external impact on individuals in and around the scope of dance. Therefore this study aims to explain (1) the charm in dance, (2) the need for self-expression that gives aesthetic experience, and (3) the long-term role of dance for tourism and cultural preservation. This study uses qualitative methods of dance and its potential in tourism. Alfred Gell\u27s charm approach is used in which dancers process motion to attract the attention of the audience and give an aesthetic impact on the audience so as to bring up experiences that have implications for the field of tourism. The results showed that (1) the charm displayed in dance, whether through dancers\u27 gestures, costumes, delivery or presentation, and ritual performances can provide cultural therapeutic elements, where these elements provide an aesthetic experience to the audience; (2) the need for aesthetic experience is ultimately able to provide tourist attraction for the audience so as to provide encouragement to enjoy dance performances as tourists; and (3) the government pays particular attention to dance as an agent and cultural tourism asset in Indonesia. The role of dance which is increasingly complex and routine opens opportunities for collaborative work with other disciplines to provide hope for the varied use of dance in Indonesia.Keyword: Enchantment, Dance, Cultural Tourism, Indonesia Abstrak Seni tari memiliki kompleksitas dari perujudan ekspresi estetis yang berkonstelasi dengan bidang lain disekitarnya. Hal tersebut memberikan peluang seni tari mampu memberikan dampak internal maupun eksternal individu dalam dan sekitar lingkup tari. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang (1) pesona dalam seni tari, (2) kebutuhan akan ekspresi diri yang memberikan pengalaman estetik, dan (3) peran jangka panjang seni tari bagi pariwisata dan pelestarian budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif terhadap seni tari dan potensinya dalam pariwisata. Pendekatan pesona milik Alfred Gell digunakan di mana penari mengolah gerak guna menarik perhatian penonton dan memberikan dampak estetis pada penonton sehingga memunculkan pengalaman yang berimplikasi pada bidang pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pesona yang ditampilkan dalam tari, baik melalui gerak tubuh penari, kostum, penyampaian atau penyajian, dan ritual pertunjukannya mampu memberikan unsur terapetik budaya, di mana unsur tersebut memberikan pengalaman estetik kepada penonton; (2) kebutuhan akan pengalaman estetik tersebut pada akhirnya mampu memberikan daya tarik wisata bagi penonton sehingga memberikan dorongan untuk menikmati pertunjukan tari sebagai wisatawan; dan (3) pemerintah memerhatikan seni tari secara khusus sebagai agen serta aset pariwisata budaya yang ada di Indonesia. Peran seni tari yang semakin kompleks dan rutin membuka peluang untuk terjadinya kerja kolaboratif dengan disiplin ilmu lain memberikan harapan akan variatifnya pemanfaatan seni tari di Indonesia.Kata kunci: Pesona; Seni Tari; Pariwisata Budaya; Indonesia
Manajemen Komunikasi Keluarga Saat Pandemi COVID-19
AbstractThis article wants to explain that the Coronavirus Disease or COVID-19 pandemic disrupts the structure of family life. Since the government suppressed physical distancing, it indirectly allowed almost 24 hours to be at home. The COVID-19 pandemic greatly tested family resilience. Positively, the impact of independent quarantine gives time to get to know each other deeply among family members. On the other hand, the more often family members meet increases boredom, which then causes friction to occur. This paper writes how the family communication management strategy when Pandemic COVID-19 to create a harmonious and prosperous family, conduct interpersonal communication, responsibility for the environment and family, intensity and direction of communication with a harmonious atmosphere, healthy parenting even in a physical atmosphere distancing or guarding the distance according to government recommendations. Keywords: family communication management, COVID-19 pandemic, family resilience AbstrakArtikel ini ingin menjelaskan bahwa pandemik Coronavirus Disease atau COVID-19 mendistrupsi tatanan kehidupan keluarga. Sejak pemerintah menekannya physical distancing atau penjagaan jarak secara tidak langsung memberikan waktu nyaris 24 jam berada di rumah. Pandemi COVID-19 sangat menguji ketahanan keluarga. Secara positif, dampak karantina mandiri memberi waktu untuk saling mengenal secara mendalam antar anggota keluarga. Disisi lain, semakin sering anggota keluarga bertemu meningkatkan rasa jenuh yang kemudian menimbulkan gesekan terjadi. Tulisan ini menulis bagaimana strategi manajemen komunikasi keluarga saat Pandemi COVID-19 sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan sejahtera, melakukan komunikasi antar pribadi, tanggung jawab pada lingkungan dan keluarga, intensitas dan arah komunikasi dengan atmosfir yang harmonis, pola asuh hidup sehat walaupun dalam suasana physical distancing atau penjagaan jarak sesuai anjuran pemerintah. Kata kunci: manajemen komunikasi keluarga, pandemik COVID-19, ketahanan keluarg
Klasifikasi Ilmu Menurut Ibn Sina
AbstractThis thesis addresses the classification of knowledge by Ibn Sina. The goal of this thesis was to decide the classification of knowledge according to Ibn Sina and to what degree the position and effect of Ibn Sina\u27s thinking on the growth of science in Islam. This research is a qualitative literature-based study (library research). The method used is analytical, qualitative, with the goal of presenting a definition or explaining the present reality or what is happening or the current reality of the object under study. The results of this study show that the classification of knowledge according to Ibn Sina divides knowledge into two, namely theoretical knowledge (hikmah nadzariah) which seeks to purify the soul through ma\u27rifat. What this information requires is the discussion of the questions of metaphysics (divinity), mathematics (riyadhiyah) and physics (thabi\u27iyah). Second, the functional sciences (\u27Amaliah\u27). Included in the area of practical science, such as ethics (Khuluqiyah), regulating family relationships in the household, economics (Tadbir al-Manzil), regulating the association of people within the state (Tadbir al-Madinah) and prophethood (syari\u27ah).Keywords; Ibn Sina, Classification of Science, theoretical science, practical science. AbstrakStudi ini membahas tentang klasifikasi ilmu menurut Ibn Sina. Dengan tujuan untuk mengetahui klasifikasi ilmu menurut Ibn Sina dan sejauh mana peran dan pengaruh pemikiran Ibn Sina terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Studi merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberi gambaran atau mendeskripsikan kenyataan yang ada atau apa yang terjadi atau kenyataan sebenarnya pada obyek yang diteliti. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa klasifikasi ilmu menurut Ibn Sina ilmu terbagi menjadi dua, yaitu ilmu teoritis (hikmah nadzariyah) bertujuan untuk membersihkan jiwa melalui ma’rifat. Yang termasuk ilmu ini adalah membahas masalah-masalah metafisika (ketuhanan), matematika (riyadhiyah), dan fisika (thabi’iyah). Kedua, ilmu-ilmu praktis (‘Amaliyah). Termasuk dalam bidang ilmu-ilmu praktis seperti etika (Khuluqiyah), mengatur pergaulan keluarga dalam rumah tangga, ekonomi (Tadbir al-Manzil), mengatur pergaulan umat dalam negara (Tadbir al-Madinah) dan kenabian (syari’ah).Kata Kunci; Ibn Sina, Klasifikasi Ilmu, Ilmu teoritis, ilmu praktis
PERKAWINAN TUNGKU CU (CROSS-COUSIN MARRIAGE) DI MANGGARAI: ANTARA ADAT DAN AGAMA
Abstract:The Manggarai people in Flores have various types of marriage. One of them is “tungku cu” (cross-cousin) marriage. In this model of marriage, a daughter of a brother can marry a son of the sister. So the couple is the two biological cousins. This local tradition considered this marriage as an ideal type. It is believed to strengthen the kinship and to keep the family inheritance, properties and assets from transferring to other clans. But by the coming of religions to this region, especially Catholicism that has become the major religion entire the area, this marriage is called into question. The Catholic Church law strictly forbids this marriage for health reason and for its closeness on the social relations. The Catholic Church will not legalize such kind of marriage. The couples have to ask for dispensation to get the legality of marriage. The process may long and difficult to get the dispensation. This is a controversy. This article aims to explore the tungku cu (cross cousin) marriage in Manggarai. Using a field and literature approach, this study found that despite the controversy, many families still support the model of marriage. This lead them to difficulties in having legal rights of marriage both according to the Church and the state. However, after years, the Church will offer them dispensation by which the couple could have legal status of their marriage. Dispensation has functioned as a negortiation between local culture and religion.Keywords: Cross-cousin, Local Tradition, Marriage, Dispensation, Catholic Church, Manggarai Abstrak:Orang Manggarai mengenai aneka jenis perkawinan. Salah satunya adalah perkawinan tungku cu atau cross-cousin marriage. Dalam model perkawinan ini, anak perempuan dari saudara laki-laki dapat menikah dengan anak laki-laki dari saudari. Jadi yang menikah adalah dua sepupu kandung. Perkawinan ini dalam tradisi lokal dianggap ideal. Perkawinan ini memperkuat hubungan kekerabatan serta dipercaya dapat menjaga supaya harta tidak berpindah ke clan lain. Namun dengan datangnya agama-agama di wilayah ini,, khususnya agama Katolik sebagai agama mayoritas, perkawinan ini dipertanyakan. Hukum Gereja dengan tegas melarang perkawinan ini dengan alasan biologis yaitu dapat membayakan kesehatan bagi keturunan yang dilahirkan dan mempersempit relasi sosial. Olehnya Gereja tidak memberikan legalitas bagi pasangan tungku cu, kecuali dengan sebuah dispensasi yang tidak mudah didapatkan. Hal ini menjadi kontroversi. Artikel ini bertujuan untuk mendalami perkawinan tungku cu pada masyarakat Manggarai ditinjau dari perspektif hukum perkawinan Gereja Katolik. Dengan menggunakan pendekatan kepustakaan dan studi lapangan. Studi ini menemukan bahwa kendatipun kontroversial, masih banyak keluarga masih mendukung perkawinan model ini. Maka dispensasi mau tidak mau menjadi negosiasi dan jalan keluar untuk menyatukan agama dan adat lokal.Kata Kunci: Cross-cousin, adat, perkawinan, dispensasi, hukum Gereja Katolik, Manggara
Peran Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa dalam Menyelesaikan Sengketa Ekonomi Syariah
AbstractThe enactment of Law Number 3 of 2006 concerning Religious Courts which in addition increases the authority of the Religious Courts in the field of Islamic economics, this makes the absolute authority of the Religious Courts. This research was carried out descriptively analytically, and the approach used was empirical juridical, so the data used in this study were primary data, and secondary data. The problem in this study is first, what is the role of alternative dispute resolution institutions in sharia economic dispute resolution; second, how are the challenges and obstacles of alternative dispute resolution institutions in resolving sharia economic disputes. The purpose of this study is to determine the extent of the role of alternative dispute resolution institutions in resolving sharia economic disputes. The results of the study illustrate that there are several factors underlying the development of Islamic economics in Indonesia: a.The large number of Muslims in Indonesia. b. Historically the Religious Courts deal with various Islamic civil laws. c. Religion Court Apparatus. d. Sharia economy is rapidly expanding. e. Build in concept in the community towards sharia economics. In addition, there are sharia economic constraints: a. Lack of government attention. b.The Religious Courts apparatus lacks understanding of economic activities and sharia financial institutions. c. The Religious Court has an inferior image that is difficult to remove; third, how are obstacles, challenges and efforts for Judges in the Religious Court; the obstacle for judges is the inadequate condition of the human resources of judges. The economic scope stated in Article 49 letter (i) of Law Number 3 of 2006 does not yet have a legal basis.Keywords: Dispute Resolution, Sharia Economy, Religious Courts AbstrakBerlakunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama yang di dalamnya menambah kewenangan Peradilan Agama dalam bidang ekonomi syariah, hal ini menjadikan kewenangan absolut Pengadilan Agama. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitis, dan pendekatan yang digunakan adalah yuridis empiris, sehingga data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer, dan data sekunder. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Pertama, bagaimanakah peran lembaga alternatif penyelesaian sengketa dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah; Kedua, bagaimana tantangan dan hambatan lembaga alternatif penyelesaian sengketa dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran lembaga alternatif penyelesaian sengketa dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. Hasil penelitian menggambarkan ada beberapa faktor yang melatarbelakangi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia adalah: a. Besarnya jumlah umat Islam di Indonesia. b. Historis Peradilan Agama menangani berbagai hukum perdata Islam. c. Aparat Pengadilan Agama. d. Berkembang pesat ekonomi syariah. e. Konsep yang melekat (build in concept) di masyarakat terhadap ekonomi syariah. Selain itu, ada faktor penghambat ekonomi syariah: a. Kurangnya perhatian pemerintah. b. Aparat Peradilan Agama kurang memahami aktivitas ekonomi dan lembaga keuangan syariah. c. Peradilan Agama memiliki citra inferior yang sulit dihapus; Ketiga, bagaimana hambatan, tantangan dan upaya bagi para Hakim yang ada di lingkungan Pengadilan Agama; hambatan para hakim adalah keadaan sumber daya manusia dari para hakim yang belum memadai. Lingkup ekonomi yang tercantum dalam Pasal 49 huruf (i) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 belum memiliki dasar hukumnya.Kata Kunci: Penyelesain Sengketa, Ekonomi Syariah, Pengadilan Agam
Survei Existing Perilaku Pedagang Pasar Tradisional Terhadap Praktik Bisnis Islam Di Kabupaten Bogor
AbstractBuying and selling transactions must be guided by the ethics of buying and selling that have been determined in Islam. Buying and selling is justified if no party feels disadvantaged. The current phenomenon, in a number of traditional markets there are still market participants who commit lies and fraud by reducing the scales, hiding defects in goods, so that it can harm other parties. This is because the majority of traders expect to get a large profit in their business, so that there is a deviation in business ethics mainly through the reduction of scales from small to large scale. Therefore, this research was carried out in several traditional markets in Bogor Regency to see and survey the facts behind trade transactions. The problems analyzed are related to the extent of honesty of traders in exploring their merchandise, so as to create a friendly, prosperous market and bring prosperity. This research is a quantitative study using survey research methods. Based on the results of surveys in the field, we found that the results of the scales are not in accordance with the truth, and can cause harm and injustice on the part of the customer or the trader. The conclusion from the SPSS model summary analysis shows that the magnitude of R Square is 0.652 or 65.2%. Business ethics variables can be explained by religion by 65.2% and the remaining 34.8% is influenced by other variables that are not observed.Keywords: Transactions, Buy and Sell, Business Ethics. Abstrak Transaksi jual beli harus berpedoman pada etika jual beli yang telah ditentukan dalam Islam. Jual beli dibenarkan jika tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Fenomena saat ini, di sejumlah pasar tradisional masih terdapat pelaku pasar yang melakukan kebohongan dan kecurangan dengan mengurangi timbangan, menyembunyikan cacat pada barang, sehingga dapat merugikan pihak lain. Hal ini disebabkan karena mayoritas pedagang berharap mendapatkan keuntungan yang besar dalam bisnisnya, sehingga, terjadi penyimpangan etika bisnis terutama melalui pengurangan timbangan dari skala kecil bahkan besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Bogor guna melihat dan mensurvei fakta di balik transaksi perdagangan. Permasalahan yang dianalisis terkait sejauh mana tingkat kejujuran pedagang dalam menjajaki barang dagangannya, sehingga tercipta pasar yang ramah, mensejahterakan serta membawa kemaslahatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei. Berdasarkan hasil survei di lapangan ditemukan hasil timbangan yang belum sesuai dengan yang sebenarnya, dan dapat menyebabkan kerugian dan kezaliman di pihak pelanggan maupun di pihak pedagang. Kesimpulan dari hasil analisis SPSS model summary menunjukkan bahwa besarnya R Square adalah 0,652 atau 65.2%. Variabel etika bisnis dapat dijelaskan oleh keagamaan sebesar 65.2% dan 34.8% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati.Kata Kunci: Transaksi, Jual Beli, Etika Bisnis.
Identitas ‘Kota Santri’ Kabupaten Gresik melalui Tari Si’ar
AbstractThis study aims to determine the aesthetic form of the Si\u27ar Dance movement which is a representation of Gresik Regency as ‘Kota Santri’. Furthermore, this study tries to embody the form of dance movements that symbolize the religious movement, especially the obligation to carry out Islamic prayer. This study uses a qualitative approach that combines textual and contextual approaches. The textuality of the Si\u27ar Dance is examined concerning the form of motion, structure, and style of the dance, while the contextuality of the Si\u27ar Dance is studied as a form of religious art identity from the Gesik Regency. The research data is presented descriptively about the identity that exists in the Si\u27ar Dance through clothes, movements, and historicity of the City of Santri. The results of the study show that the Si\u27ar Dance in its observations involves elements in the underlying explanation of the concept of the Si\u27ar Dance between others are ‘wiraga’, ‘wirama’, ‘wirasa’. The explanation of the practice of ‘wiraga’, ‘wirama’, ‘wirasa’ dancing is understood by the imitative movement of the prayer movement. The form and structure of the Si\u27ar Dance refers to the dance structure in which the techniques and ways of moving in the body parts of the dancer become a form of the dance manifestation as a whole in the regional identity of the Gresik Regency as the City of Santri as evidenced by the opinion of the Si\u27ar Dance audience.Keyword: Cultural Identity, Kota Santri, Gresik Regency, Si’ar Dance AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk estetis gerak tari Si’ar yang merupakan representasi Kabupaten Gresik sebagai Kota Santri. Lebih lanjut, penelitian ini mencoba mengejawantahkan bentuk gerakan tarian yang melambangkan gerakan religius terutama kewajiban menjalankan rukun Islam yang kedua yaitu salat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan antara pendekatan tekstual dan kontekstual. Tekstualitas tentang Tari Si’ar dikaji berkaitan dengan bentuk gerak, struktur dan gaya tariannya, sedangkan kontekstualitas Tari Si’ar dikaji sebagai bentuk identitas kesenian religi dari Kabupaten Gesik. Data penelitian disajikan secara deskriptif tentang identitas yang ada dalam Tari Si’ar melalui pakaian, gerakan, dan historisitas dari Kota Santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Si’ar pada pencermatannya melibatkan unsur-unsur pada penjelasan yang mendasari tentang konsep Tari Si’ar antara lain wiraga, wirama, wirasa. Penjelasan tentang pelakasanaan dalam menari wiraga, wirama, wirasa, dipahamkan dengan gerakan imitatif dari gerakan orang salat. Bentuk dan struktur Tari Si’ar mengacu pada struktur tari di mana teknik dan cara bergerak dalam bagian tubuh penari menjadi bentuk perujudan tarian secara utuh dalam identitas daerah Kabupaten Gresik sebagai Kota Santri yang dibuktikan dengan pendapat masyarakat penikmat Tari Si’ar.Kata Kunci: Identitas Budaya, Kota Santri, Kabupaten Gresik, Tari Si’a
Islam Nusantara dan Gagasan Membumikan Islam; Respon Atas Perubahan Sosial dan Kebhinnekaan
AbstractCommunity in various activities will bring social change, then every social change generally causes changes in system and legal values. Islam came and responded to these changes, opening widely the possibility of reforming Islamic teachings or Islamic law in accordance with the conditions and needs of the people. Ijtihad conception in Islamic teachings has formulas and rules that have been established, which are intended to create the welfare of the people and the awareness from new influences coming from outside of Islam --especially social change and diversity. This paper not only reveals the Islamic response in general, but also discusses the role of Indonesian Muslim scholars in responding to these changes and diversity.Keyword: Islam nusantara, social change, diversity AbstrakMasyarakat dengan berbagai keragaman aktifitas yang dilakukan akan membawa perubahan sosial, dan setiap perubahan sosial pada umumnya menyebabkan perubahan nilai sistem dan hukum. Islam datang dan memberikan respon perubahan-perubahan tersebut, membuka secara luas kemungkinan untuk mereformasi ajaran Islam atau hukum Islam sesuai dengan kondisi dan kebutuhan umat. Pembaruan pemikiran (ijtihad) dalam ajaran Islam memiliki rumusan dan aturan yang telah ditetapkan, yang dimaksudkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat dan kesadaran akan pengaruh baru yang datang dari luar Islam --terutama perubahan sosial dan sikap atas keberagaman. Tulisan ini tidak hanya mengungkapkan respons Islam secara umum, namun juga mendiskusikan peran cendikiawan Muslim di Indonesia dalam menanggapi perubahan dan kebhinnekaan tersebut.Kata Kunci: Islam Nusantara, Perubahan Sosial, Kebhinnekaa
Bersama Melawan Virus Covid 19 di Indonesia
AbstractCovid-19 hit many countries in the world including Indonesia. The Covid-19 outbreak is not only a national problem in a country, but already a global problem. Covid-19 originated in the Wuhan area of China. The spread of Covid-19 is so fast and deadly, transmission through physical contact is transmitted through the mouth, eyes and nose. Covid-19 has an impact on social life and the weakening of the people\u27s economy. The issue of how the impact of the Covid-19 outbreak on public services and efforts to overcome the Covid-19 outbreak. The juridical normative research method is supported by empirical research using secondary data in the form of books, legislation and the internet. Type of qualitative research. The results of the study concluded that the impact of the Covid-19 outbreak caused social problems to weaken the economy of the community and the state. To prevent the spread of the Covid-19 outbreak, it needed the cooperation of governments, communities, religious leaders to help one another help, help one another and remind one another to deepen Covid-19.Keywords: Fight, Covid-19, Indonesia AbstrakCovid-19 melanda banyak Negara di dunia termasuk Indonesia. Wabah Covid-19 tidak hanya merupakan masalah nasional dalam suatu Negara, tapi sudah merupakan masalah global. Covid-19 berawal muncul dari daerah Wuhan Cina. Penyebaran Covid -19 yang begitu cepat dan mematikan,, penularannya melalui kontak fisik ditularkan melalui mulut, mata dan hidung. Covid-19 berdampak kepada kehidupan sosial dan melemahnya ekonomi masyarakat. Permasalahan bagaimana dampak wabah Covid-19 terhadap pelayanan publik dan upaya penanggulangan wabah Covid-19. Metode penelitian bersifat yuridis normatif yang didukung penelitian empiris menggunakan data sekunder berupa buku-buku, peraturan perundangan-undangan dan internet. Jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan dampak wabah Covid-19 menimbulkan masalah sosial pelemahan ekonomi masyarakat dan negara, Untuk mencegah penyebaran wabah Covid- 19 diperlukan kerja sama pemerintah, masyarakat, tokoh agama untuk saling bantu membatu, bahu membahu dan mengingatkan satu sama lainnya bersama melawan Covid-19. Kata kunci: Melawan, Covid-19, Indonesia
Peran Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam saat Pandemi Covid-19
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memamparkan beberapa solusi kebijakan ekonomi dan keuangan Islam yang dapat ditawarkan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik content analysis (analisis isi) dan riset kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara solusi yang dapat ditawarkan dalam kerangka konsep dan sistem Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam adalah: (1) dengan penyaluran bantuan langsung tunai yang berasal dari zakat, infak dan sedekah; (2) dengan penguatan wakaf baik berupa wakaf uang, wakaf produktif, waqf linked sukuk maupun wakaf untuk infrastruktur; (3) melalui bantuan modal usaha unggulan untuk sektor usaha atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM); (4) melalui skema qardhul hasan; (5) peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah; (6) melalui pengembangan teknologi finansial syariah.