SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Eksistensi Antara Psikologi Islam dan Barat Modern
Islamic psychology is one of the disciplines that helps a person to understand self-expression, self-actualization, self-realization, self-concept, self-image, self-esteem, self-awareness, self-control, and self-evaluation, either for oneself or for others. If in this self-understanding it is found that there are behavioral deviations, Islamic psychology tries to offer various concepts that have divine nuances, so that they can direct a better quality of life, which in turn can enjoy the happiness of life in all ages. This study uses a qualitative research method with a literature approach. The results of the study state that the existence of Modern Islamic and Western Psychology is influenced by philosophy, so that it becomes an entry point for those who want to understand discourses and debates about psychology in Islam and the western world and take advantage of the rich treasures of these studies in the development of modern Islamic and western psychology today.Keywords: Psychology; Islam; Modern West AbstrakPsikologi Islam merupakan salah satu disiplin ilmu yang membantu seseorang untuk memahami ekspresi diri, aktualisasi diri, realisasi diri, konsep diri, citra diri, harga diri, kesadaran diri, kontrol diri, dan evaluasi diri, baik untuk diri sendiri atau diri orang lain. Jika dalam pemahaman diri tersebut ditemukan adanya penyimpangan perilaku maka psikologi Islam berusaha menawarkan berbagai konsep yang bernuasa ilahiyah, agar dapat mengarahkan kualitas hidup yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat menikmati kebahagiaan hidup di segala zaman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa eksistensi Psikologi Islam dan Barat Modern dipengaruhi oleh filsafat, sehingga menjadi pintu masuk bagi yang mereka hendak memahami wacana dan perdebatan tentang kejiwaan dalam Islam dan dunia barat serta memanfaatkan kekayaan khazanah kajian tersebut dalam upaya pengembangan psikologi Islam dan barat modern dewasa ini.Kata Kunci : Psikologi; Islam; Barat Modern
Hak Menerima Dan Menolak Vaksin Sinovac Ditinjau Dari Hak Asasi Manusia Dan Fiqih Siyasah (Studi Kasus Di Puskesmas Gantar)
The national vaccination program (Sinovac vaccine), which is intended for all Indonesian people, is one of the government\u27s efforts to control the spread of the corona virus (covid-19). So to guarantee the rights of the people in receiving the vaccine, it is necessary to have an in-depth study of the program in terms of human rights and fiqh siyasa in order to prevent abuse of rights for all Indonesian people. This study aims to determine the right to receive and refuse the sinovac vaccine according to human rights and fiqh siyasah and to determine the implementation of the use of the right to receive and refuse the sinovac vaccine according to human rights and fiqh siyasah. The method used in this study is qualitative with a literature and empirical approach. The results of the study show that according to human rights, accepting and rejecting the Sinovac vaccine is flexible, people can still consciously choose whether they want to be vaccinated or not, because there are no criminal provisions that regulate sanctions for civil society if they do not get vaccinated. Meanwhile, according to siyasa fiqh, although the legal origin of vaccination is allowed, its legal status can change based on the reasons and conditions. The law can be mandatory, sunnah, haram and makruh according to the reasons and conditions.Keywords: Sinovac Vaccine; Human rights; Fiqh Siyasah AbstrakProgram vaksinasi nasional (vaksin Sinovac) yang ditunjukan untuk seluruh masyarakat Indonesia, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam pengendalian penyebaran virus corona (covid-19). Maka untuk menjamin hak-hak masyarakat dalam penerimaan vaksin tersebut, perlu adanya kajian yang mendalam mengenai program tersebut dari segi hak asasi manusia serta fiqih siyasah guna mencegah terjadi penyelewengan hak bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hak menerima dan hak menolak vaksin sinovac menurut hak asasi manusia dan fiqih siyasah serta untuk mengetahui pelaksanaan penggunaan hak menerima dan hak menolak vaksin sinovac menurut hak asasi manusia dan fiqih siyasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan literatur dan empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa menurut hak asasi manusia, menerima dan menolak vaksin sinovac hukumnya fleksibel, masyarakat masih bisa memilih secara sadar ingin divaksin atau tidak, karena belum ada ketentuan pidana yang mengatur sanksi bagi masyarakat sipil bila tidak vaksin. Adapun menurut fiqih siyasah meski asal hukum vaksinasi diperbolehkan, status hukumnya bisa berubah berdasarkan alasan dan kondisinya. Hukumnya bisa menjadi wajib, sunah, haram dan makruh sesuai dengan alasan dan kondisinya.Kata Kunci: Vaksin Sinovac; Hak Asasi Manusia; Fiqih Siyasa
Tanggngjawab Pidana Pelaksanaan Penyidikan Tindak Pidana Cukai Rokok Atas Pelanggaran Cukai Rokok Ilegal Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007
Discussion on criminal responsibility for conducting investigations into criminal acts of cigarette excise on illegal cigarette excise violations based on Law No. 39 OF 2007. The approach method used in this legal research is a normative juridical approach which is supported by empirical juridical by detailing the description, namely research that Deductive analysis begins with an analysis of the articles in the laws and regulations governing the issue of conducting investigations into criminal acts of cigarette excise on illegal cigarettes based on Law number 39 of 2007 and legal responsibility for perpetrators of excise crimes for the implementation of law number 39 of 2007. The executor in the field of excise is the Directorate General of Customs and Excise so that the enforcement of the Excise Law is carried out by the ranks of the Directorate General of Customs and Excise, both from the central level and the level of service and supervision in the smallest units in the region. The enforcement of the Excise Law by the Directorate General of Customs and Excise is carried out through two types of sanctions, namely administrative sanctions and criminal sanctions.Keywords: Criminal Liability; Cigarette Excise Violation Abstrak Pembahasan mengenai Tanggungjawab pidana pelaksanaan penyidikan tindak pidana cukai rokok atas pelanggaran Cukai rokok ilegal berdasarkan Undang-undang nomor 39 TAHUN 2007. Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian hukum ini adalah metode pendekatan yuridis normatif yang didukung dengan yuridis empiris dengan merinci uraian yaitu suatu penelitian yang secara deduktif dimulai analisa terhadap pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur terhadap permasalahan Pelaksanaan penyidikan tindak pidana cukai rokok atas rokok ilegal berdasarkan Undang-undang nomor 39 tahun 2007 dan Tanggungjawab hukum atas pelaku tindak pidana cukai atas pelaksanaan undang-undang nomor 39 tahun 2007. Pelaksana dibidang cukai adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sehingga penegakan Undang-Undang Cukai dilakukan oleh jajaran Diretorat Jenderal Bea dan Cukai, baik dari tingkat pusat maupun tingkat pelayanan dan pengawasan di unit terkecil di daerah. Penegakan Undang-Undang Cukai oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dilakukan melalui dua jenis pengenaan sanksi, yaitu sanksi administrasi dan sanksi pidana.Kata Kunci: Tanggungjawab Pidana; Pelanggaran Cukai Rokok; Tindak Pidana Cuka
Etika Bisnis Unit Usaha Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Sahid Bogor dan Pondok Pesantren Ummul Qura’ Al-Islami Bogor)
AbstractEthics in Islamic business cannot be separated, because without it there will be confusion in determining the truth in doing business and there will be many crimes in business, thus the purpose of this study is to determine the application of business ethics in the pesantren business unit. The research methodology used is qualitative descriptive with a case study of the Sahid Bogor modern Islamic boarding school and also the Ummul Qura al-Islami Islamic boarding school in Bogor. The results of the study indicate that Islamic boarding school is able to apply business ethics through Islamic boarding school business unit as a place for Islamic teaching values and values as well as the principles of business ethics as materials that can be taught to teacher, student and the community around Islamic boarding school.Key words: Islamic business ethics, business units, Islamic boarding school AbstrakEtika dalam bisnis Islam tidak dapat terpisahkan, karena tanpanya akan menjadikan kerancuan dalam menentukan kebenaran dalam berbisnis serta akan terjadi banyak kejahatan dalam bisnis. Dengan begitu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan etika bisnis pada unit usaha pesantren. Metodologi penelitian yang digunakan berupa kualitatif deskriptif dengan studi kasus pondok pesantren modern Sahid Bogor dan juga pondok pesantren Ummul Qura al-Islami Bogor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pesantren mampu menerapkan etika bisnis melalui unit usaha pesantren sebagai wadah dan nilai ajaran Islam serta prinsip etika bisnis sebagai bahan yang dapat diajarkan kepada asatidz dan santri serta masyarakat sekitar pesantren.Kata kunci: Etika bisnis Islam, Unit usaha, Pesantre
Hak Asuh Anak Dalam Keluarga Perspektif Keadilan Gender
One of the crucial issues in family law in Indonesia that needs attention today is the issue of gender justice in family law, including post-divorce custody of children. This is due to the historical-empirical reality of family law that still places unequal status and roles between men and women. This article discusses how the provisions of child custody disputes in Islamic family law and how the legal provisions for post-divorce child custody have a gender perspective. Based on the above study it can be concluded; First, the legal provisions regarding child custody regulated in articles 105 and 156 are not gender responsive, this is because in determining that a person is given custody based on sex, not based on the aspects of morality, health, educating and caring for children, which in the end is for the realization of interests. the best boy. Second, aspects of morality, health, the ability to educate and care for children cannot be mastered and only owned by a certain gender, but all aspects can be owned by both men (fathers) and women (mothers).Keywords: Child Custody, Family Law, Gender Justice Abstrak:Salah satu persoalan krusial dalam hukum keluarga di Indonesia yang perlu diperhatikan dewasa ini adalah persoalan keadilan gender dalam hukum keluarga, termasuk hak asuh anak pasca perceraian. Hal ini dikarenakan kenyataan historis-empiris hukum keluarga masih menempatkan status dan peran yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan. Artikel ini membahas tentang bagaimana ketentuan sengketa hak asuh anak dalam hukum keluarga Islam dan bagaimana ketentuan hukum terhadap hak asuh anak pasca perceraian perspektif gender. Berdasarkan kajian diatas dapat disimpulkan; pertama, ketentuan hukum tentang hak asuh anak yang diatur dalam pasal 105 dan 156 tidak responsif gender, hal ini dikarenakan dalam menentukkan bahwa seseorang diberi hak asuh berdasarkan jenis kelamin bukan berdasarkan aspek moralitas, kesehatan, mendidik dan memelihara anak yang pada akhirnya adalah demi terwujudnya kepentingan anak yang terbaik. Kedua, aspek moralitas, kesehatan, kemampuan mendidik dan memelihara anak tidak bisa dikuasai dan hanya dimiliki oleh jenis kelamin tertentu akan tetapi semua aspek dapat dimiliki baik kaum laki-laki (ayah) maupun kaum perempuan (ibu).Kata Kunci: Hak Asuh Anak, Hukum Keluarga, Keadilan Gende
Legal Politics on the Regulation of Obligations to Hold General Meeting of Shareholders in Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies
The implementation of the General Meeting of Shareholders (GMS) has been regulated in law number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. However, it should be noted that in the implementation there are two implementations that must be considered, namely the implementation of an open and closed GMS, each of which has differences and its own rules. In addition, the implementation of the GMS if it can be done in the form of a teleconference which has different points of view from several parties. It should also be noted that the implementation of General Shareholders (GMS) has weaknesses and strengths that must also be known as stated in law number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. In this paper, the author uses descriptive qualitative research methodology in order to make it easier for the author to explain about the implementation of the General Meeting of Shareholders (GMS) considering that this knowledge is indispensable for law students in particular and parties from government and private agencies as one of the ingredients. writing and research in general.Keywords: GMS, Limited Liability Company, Company Law, Media Teleconference AbstrakPelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sudah diatur dalam undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Namun perlu diketahui dalam penyelenggaraannya terdapat dua pelaksanaan yang harus diperhatikan, yaitu pelaksanaan RUPS terbuka dan tertutup yang masing-masingnya terdapat perbedaan dan aturannya sendiri. Selain itu, pelaksanaan RUPS jika bisa dilakukan dalam bentuk teleconference yang memiliki sudut pandang berbeda dari beberapa pihak. Dan perlu diketahui juga bahwa pelaksaan Umum Pemegang Saham (RUPS) memiliki kelemahan dan kelebihan juga yang harus diketahui juga seperti yang disebutkan dalam undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif guna untuk lebih memudahkan penulis untuk menjelaskan tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengingat pegetahuan ini sangat diperlukan bagi kalangan mahasiswa hukum secara khususnya dan pihak-pihak dari instansi pemerintah maupun swasta sebagai salah satu bahan tulisan maupun penelitian pada umumnya.Kata Kunci: RUPS, Perseroan Terbatas, UUPT, Media Teleconferenc
The Effect of Intangible Asset On Competitive Advantage and Firm Performance; Study on Budget Accommodation in Semarang City
This research examines the effect of innovative capability, knowledge management and intellectual capital (intangible assets) on competitive advantage and firm performance (studies on budget accommodation in Semarang). The increasing number of hotels in Semarang city is an intriguing phenomenon; considering the background of the city itself for its lack of fame on its tourism business. However, it does not hinder investors’ intention to keep opening their businesses in the area of accommodation services. The results of the pre-research interview stated that the increasing competition made the occupancy level troubling for the accommodating service entrepreneurs, both budget accommodation and standard and upper-class hotels. This research processed 50 samples consisting of 1 - 3 star hotels, budget hotels (non-star ones) and guesthouses. The data collection method was collected by spreading out questionnaire form to the respondents. Furthermore, the data was processed using analysis tool known as Partial Least Square (PLS). This study concludes that innovative capability, knowledge management, and intellectual capital which are part of the intangible assets of the firm have a positive effect on competitive advantage. Furthermore, competitive advantage also has a positive influence on firm performance. This study provides managerial implications that budget accommodation service entrepreneurs are able to improve their competitive advantage and firm performance through understanding and managing their intangible assets.Keywords: firm performance, competitive advantage, innovative capability, knowledge management, intellectual capital. AbstrakPenelitian ini menguji pengaruh kapabilitas inovatif, manajemen pengetahuan dan modal intelektual (aset tidak berwujud) terhadap keunggulan kompetitif dan kinerja perusahaan (studi tentang akomodasi anggaran di Semarang). Meningkatnya jumlah hotel di kota Semarang merupakan fenomena yang menggelitik; mengingat latar belakang kota itu sendiri karena kurangnya ketenaran pada bisnis pariwisatanya. Namun hal tersebut tidak menghalangi niat investor untuk tetap membuka usahanya di bidang jasa akomodasi. Hasil wawancara pra penelitian menyatakan bahwa persaingan yang semakin ketat membuat tingkat hunian semakin meresahkan pengusaha jasa akomodatif, baik akomodasi budget maupun hotel standar dan kelas atas. Penelitian ini mengolah 50 sampel yang terdiri dari hotel bintang 1 - 3, hotel melati (non bintang) dan losmen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan alat analisis yang dikenal dengan Partial Least Square (PLS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kapabilitas inovatif, manajemen pengetahuan, dan modal intelektual yang merupakan bagian dari aset tak berwujud perusahaan berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing juga berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Studi ini memberikan implikasi manajerial bahwa pengusaha jasa akomodasi anggaran mampu meningkatkan keunggulan kompetitif dan kinerja perusahaan melalui pemahaman dan pengelolaan aset tidak berwujud mereka.Kata Kunci: Kinerja perusahaan; Keunggulan bersaing; Kapabilitas inovatif; Manajemen pengetahuan; Modal intelektua
Ketahanan Keluarga Pedagang Kaki Lima dalam Pemenuhan Kebutuhan di Masa Pandemi; Studi Lapangan Pedagang Kaki Lima Di Sekitar Kampus UIN Sunan Kalijaga
Abstract This article discusses the consequences of the Covid-19 pandemic. From health to economic factors, including the impact on street vendors in the vicinity of the UIN Sunan Kalijaga campus, The implementation of Work from Home (WFH), in which workers, lecturers, and students conduct lectures via online “Daring,” and schoolchildren learn from home, has had the greatest impact on street vendors on campus. The purpose of this research is to discover how street vendors maintain family resilience. This study is a descriptive analytical field study that provides an overview of family resilience for street vendors via interviews conducted on the UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta campus. According to the study\u27s findings, performing the role and function of maintaining household resilience is an obligation even during the Pandemic.Keywords: Family Resilience; Role; Family Function Abstrak:Tulisan ini menjelaskan tentang Dampak pandemi Covid-19. Mulai dari faktor kesehatan hingga ekonomi, termasuk dampaknya bagi para pedagang kaki lima di sekitar kampus UIN Sunan Kalijaga. Pengaruh paling besar yang dirasakan oleh para pedagang kaki lima di sekitaran kampus ialah pemberlakuan Work from Home (WFH), dimana para pekerja, dosen, dan mahasiswa melakukan kuliah melalui online “Daring”, serta anak-anak sekolah belajar dari rumah. Penelitian ini bertujuan mencari tahu cara para pedagang kaki lima dalam menjaga ketahanan keluarga. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang bersifat deskriptif analitis dimana memberikan gambaran tentang ketahanan keluarga bagi pedagang kaki lima melalui hasil wawancara di sekitaran kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa menjalankan peran dan fungsi terjaganya ketahanan rumah tangga adalah kewajiban bahkan di masa Pandemi.Kata Kunci: Ketahanan Keluarga; Peran; Fungsi Keluarg
Analisis Penyebab Anak Putus Sekolah Di Desa Kungkai Baru, Kabupaten Seluma, Bengkulu
The research aims to determine the causes of children dropping out of school in Kungkai Baru Village, Seluma, Bengkulu. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The technique of determining the informants in the study was carried out by purposive sampling. Data analysis was carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. In the results, it was concluded that there were still problems with children dropping out of school caused by internal factors and external factors. The internal factors are due to motivation and interest in children. While external factors include: the economic condition of parents, inadequate road infrastructure, limited information and knowledge related to the importance of education for children and parents as well as the influence of the environment and relationships on childrenKeywords : Children; Educational Problems; Drop Out AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyebab anak putus sekolah di Desa Kungkai Baru, Seluma, Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa: wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik penentuan informan pada penelitian dilakukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada hasil diperoleh kesimpulan bahwa masih terdapat persoalan anak putus sekolah yang disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor internal karena motivasi dan minat pada anak. Sedangkan faktor eksternal diantaranya : kondisi ekonomi orang tua, infrastruktur jalan yang belum memadai, keterbatasan pengetahuan dan informasi terkait pentingnya pendidikan pada anak dan orang tua serta pengaruh lingkungan dan pergaulan pada anak.Kata Kunci : Anak; Masalah Pendidikan; Putus Sekola
‘Ajaibu An-Naml fi As-Surati An-Naml ‘inda Zaghlul An-Najjar (عجائب النمل في السورة النمل عند زغلول النجار)
Ants are animals of small types of insects that live in almost all parts of the earth except in the polar regions. They live in large numbers of colonies whose numbers can match the number of human populations in this hemisphere, and can amount to 6,000 in each type. And for most people it is assumed that ants are animals that are useless, troublesome and have no advantages at all, but make no mistake, ants in essence have many advantages that are not unexpected by most humans. But Zaghlul An-Najjar in his Book seeks to reveal that ants have extraordinary advantages and privileges as written in An-Naml\u27s letter. Departing from the background above, the writer therefore tries to uncover and examine about a barrier that is in the quran. The author uses a literature study that uses the Zaghlul Annajar book as a primary source and books written by other people as secondary sources. The author also uses a science approach to be able to uncover verses related to science. The results achieved by the research using the method discussed then Allah has let down ants in the Qur\u27an because ants have a colony that has good discipline and regulations and is run by all its members under a single command, then rather than that they have been able to have the ideal royal markaz. To realize all this, we need a communication and something that can be used to connect between one another, namely with the special language that is owned by this animal. From this it is proven that ants have a level of intelligence, knowledge, and also their instincts.Keyword: Ant; Surah An-Naml; Zaghlul Annajar; Al-quran AbstrakSemut merupakan hewan dari jenis serangga kecil yang tinggal hampir di seluruh belahan bumi kecuali pada daerah kutub. Mereka hidup dalam jumlah koloni yang besar yang jumlahnya mampu menandingi jumlah populasi manusia di belahan bumi ini, dan bisa berjumlah 6.000 macam di setiap jenisnya. Dan bagi sebagian besar orang beranggapan bahwasannya semut adalah hewan yang tidak berguna, menyusahkan dan tidak memiliki kelebihan sama sekali, tetapi jangan salah, semut pada hakikatnya memiliki banyak kelebihan yang tidak disangka oleh sebagian besar manusia. Namun Zaghlul An-Najjar dalam Kitabnya berusaha mengungkap bahwasannya semut memiliki kelebihan dan keistimewaan yang luar biasa seperti yang terulis pada surat An-Naml. Penulis menggunakan studi lliteratur yaitu menggunakan buku Zaghlul Annajar sebagai sumber primer dan buku-buku karangan orang lain sebagai sumber sekunder. Penulis juga menggunakan pendekatan sains untuk bisa mengungkap ayat al-qur’an yang berhubungan dengan sains. Hasil yang dicapai oleh penelitian dengan menggunakan metode yang telah dibahas maka Allah mengistewakan semut di dalam Al-Qur’an karena semut memiliki sebuah koloni yang memiliki disipilin dan peraturan yang baik dan dijalankan oleh semua anggotanya dibawah satu komando, lalu daripada itu telah menjadikan mereka mampu memiliki markaz kerajaan yang ideal. Untuk mewujudkan ini semua maka dibutuhkan sebuah komunikasi dan sesuatu yang bisa digunakan untuk menyambungkan antar satu dengan yang lainnya yaitu dengan adanya bahasa khusus yang dimiliki oleh hewan ini. Dari sinilah terbukti bahwasannya semut memiliki kadar kecerdasan, penegtahuan, dan juga insting yang dimilikinya.Kata Kunci: Semut; Surat An-Naml; Zaghlul Annajar; Al-quran المخلصإن النمل هو اسم جنس لحشرات صغيرة التي تسكن في شقوق من الأرض إلا في دائرة القطب. وهم يعيشون في مستعمرة كبيرة حتى قادر على ضاهى من عدد مستعمرة البشر، وكان مستعمرته أكثر من 6000 نوع في كل أنواعه. ويعرف بعض البشر بأن النمل هو الحيوان الذي لا منفعة له. في الواقع، منذ بداية إنشاء النمل، كان النمل لديه مجموعة متنوعة من الخصائص في نفسه. فلذلك قد بذل زغلول جهده في كتابه لكشف عن عجائب النمل وخصائصه الذي كتب في سورة النمل. ومن خلفية البحث أعلاه ، يحاول الكاتب بالتالي الكشف عن حاجز في القرآن وفحصه. يستخدم المؤلف دراسة مكتبية تستخدم كتاب زغلول النجار كمصدر رئيسي والكتب والمؤلفات والمجلات كمصادر ثانوية. تستخدم الباحثة أيضا منهجا علميا ليتمكن من كشف الآيات المتعلقة بالعلوم الكونية. النتائج التي توصل إليها البحث باستخدام الطريقة التي تمت مناقشتها لقد خذل الله النمل في القرآن لأن النمل لديه له مجتمع منظم وملزوم على جميع أعضاء المجتمع تحت قيادة واحدة،، بالإضافة إلى ذلك أن النمل لديهم مركز القيادة النموذجية. ولتكوين هذه كله كان النمل لديهم لغة خاصة لأجل المعاملة بينهم. ومن هذه كله معروف بأن النمل لديه القدرة على الذكاء والإدراك والوعي كذلك الشعور.الكلمات الرئيسيه: النمل، سورة النمل، زغلول النجار، القرآ