SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Busana Apps (Budaya Khas Nusantara Applications): Disemination And Culture Education of Indonesia Through the Puzzle Game in the Middle of Pandemic Covid-19
Indonesian culture is very diverse, from Sabang to Merauke. Many people don\u27t know about Indonesian culture. This is because they are rarely introduced to the knowledge of arts and culture. In its implementation, efforts to preserve culture experience challenges from the incoming foreign culture. Technological advances have an impact on society, one of which is the proliferation of various kinds of games. The image of games in society is still seen as an entertaining medium rather than a learning medium. The nature of games is challenging, addictive, and fun for those who like games. Technological developments also affect people\u27s habits. One of them is smartphones. So a combination is needed by following the development of science and technology today. Busana Apps (Budaya Khas Nusantara Applications) is an application that displays a variety of cultures in Indonesia, from dance, music, and fine arts. This application is expected to help the interest of the community, especially children, to get to know the arts and culture in Indonesia, which is a legacy from their ancestors so that they can be maintained, cared for, and preserved properly. The results offered in this application are in the form of a puzzle game, which is an interactive game that can stimulate children\u27s thinking patterns. Even with the Covid-19 pandemic like this, that cannot make people visit art venues directly. However, with this application, the public can get to know more about the arts in Indonesia.Keywords: Busana Apps, Game Puzzle, Covid-19 Pandemic. AbstrakBudaya Indonesia sangat beragam, dari Sabang sampai Merauke. Banyak orang yang belum tahu tentang budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan mereka jarang dikenalkan dengan ilmu seni dan budaya. Dalam pelaksanaannya, upaya pelestarian budaya mengalami tantangan dari budaya asing yang masuk. Kemajuan teknologi berdampak pada masyarakat, salah satunya dengan menjamurnya berbagai jenis permainan. Citra game di masyarakat masih dipandang sebagai media hiburan daripada media pembelajaran. Sifat permainan yang menantang, membuat ketagihan dan menyenangkan bagi mereka yang menyukai permainan. Perkembangan teknologi juga mempengaruhi kebiasaan masyarakat. Salah satunya adalah smartphone. Sehingga dibutuhkan kombinasi dengan mengikuti perkembangan IPTEK saat ini. Busana Apps (Aplikasi Budaya Khas Nusantara) merupakan aplikasi yang menampilkan ragam budaya yang ada di Indonesia, mulai dari seni tari, musik dan seni rupa. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu minat masyarakat khususnya anak-anak untuk lebih mengenal seni dan budaya yang ada di Indonesia yang merupakan peninggalan nenek moyang sehingga dapat dijaga, dirawat dan dilestarikan dengan baik. Hasil yang ditawarkan dalam aplikasi ini berupa permainan puzzle yaitu permainan interaktif yang dapat merangsang pola berpikir anak. Bahkan dengan pandemi Covid-19 seperti ini, tidak bisa membuat orang mengunjungi tempat seni secara langsung. Namun dengan adanya aplikasi ini masyarakat bisa lebih mengenal seni yang ada di Indonesia.Kata kunci: Busana Apps, Game Puzzle, Covid-19 Pandemi
Cognitive Dissonance in Health-Seeking Behavior of People in Indonesia to Prevent Covid-19
During the Covid-19 pandemic, many people experience cognitive dissonance, including in the process of seeking health. In the Covid-19 pandemic, people have to deal with various kinds of information, thoughts, and beliefs about Covid-19. Having a relevant but inconsistent cognition can create psychological discomfort or dissonance. The feeling of discomfort has made people try to seek health. Indonesian people’s health-seeking behavior is unique because of certain beliefs, information, perceptions, cultures, and unique environments in Indonesia. So, this study aims to analyze the cognitive dissonance process that occurs in Indonesian people\u27s health-seeking behavior in the Covid-19 pandemic. This study is a literature study. We use secondary data of literary works, scientific journals, books, articles in the mass media, and statistical data as study objects. The results of this study indicate that the cognitive dissonance theory can be applied to answer the health-seeking behavior of Indonesian people in the Covid-19 pandemic. Many people in Indonesia choose traditional medicine to prevent Covid-19 because it is believed to be a natural treatment, has empirical evidence, and is easy to do independently. Many people in Indonesia choose traditional medicine because it is influenced by hereditary beliefs, culture, and also the variety of information they hold
Keikutsertaan Anak di Bawah Umur Dalam Aksi Demonstrasi Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia
ABSTRAKAnak adalah anugerah Allah Yang Maha Kuasa sebagai harapan masa depan bangsa. Sedangkan demonstrasi adalah hal yang lazim dilakukan oleh negara-negara yang menggunakan sistem demokarasi. Belakangan ini terjadi aksi demonstrasi yang melibatkan anak di bawah umur. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan demokrasi yang ada di Indonesia dan juga menjelaskan tentang keikutsertaan anak di bawah umur dalam aksi demonstrasi menurut Hukum Islam dan Hukum Positif. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan undang-undang (statue approach) dan pendekaatan konseptual (conseptual approach). Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari peraturan perundang-undangan dan fenomena yang ada di masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa prinsip demokrasi di Indonesia yaitu Demokrasi Pancasila. Keikutsertaan anak di bawah umur dalam aksi demonstrasi yaitu tidak diperbolehkan karena seorang anak belum memenuhi syarat sebagai seorang mukallaf sehingga belum dapat diberikan pembebanan (taklif). Kata Kunci : Anak di Bawah Umur, Aksi Demonstrasi, Demokrasi ABSTRACTChildren are a gift from Allah the Almighty as the hope for the future of the nation. Meanwhile, demonstrations are common in countries that use a democratic system. Recently there was a demonstration involving minors. This journal aims to find out about the implementation of democracy in Indonesia and also explain the participation of minors in demonstrations according to Islamic Law and Positive Law. The author uses a qualitative method and a statue approach and a conceptual approach. Sources of data in this study are law and phenomenon of data sources. Based on the research results, it is concluded that the principle of democracy in Indonesia is Pancasila Democracy. The participation of minors in demonstrations is not allowed because a child has not met the requirements as a mukallaf so that he cannot be charged with taklif.Keywords : Underage Children, Demonstrations, Democrac
The Islamic Studies and the Study of Religions by the Early Indonesian Muslim Scholars
This research is an effort to raise the development of religious studies (Islamic Studies) and the study of religions that already emerged and developed in the archipelago before twentieth century. This can be known through the figures of previous Muslim scholars and their works on these topics. The research process uses qualitative methods on a literature review which will be delivered descriptively. While the aim of research is to find out how the Muslim scholars of Indonesian Archipelago have contributed in various aspects particularly in the field of knowledge and intellectual supported by their extraordinary works in the form of books, poem, etc. As a manifestation of their role in da\u27wah in addition to enrich the scientific treasures. So it can be concluded in a broad outline that additionally to the Nine Saints (Wali Sanga), the archipelago has Muslim scholars who have taken part in Islamic preaching and furthermore they explored their teachings into wonderful works, both on Islamic (religious) studies as well as the study of religions.Keywords: Islamic Studies, Study of Religions, Indonesian Muslim Scholar AbstrakPenelitian ini adalah upaya untuk mengangkat tentang perkembangan kajian keagamaan (Islam) maupun studi tentang agama-agama yang telah lama muncul dan berkembang di Nusantara sebelum abad 20. Hal tersebut dapat diketahui melalui tokoh-tokoh ulama muslim terdahulu beserta karya-karya mereka yang mengkaji tema-tema tersebut. Proses penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan juga merupakan kajian pustaka yang akan disampaikan secara deskriptif. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana ulama muslim Nusantara telah berkontribusi dalam berbagai aspek dan salah satu nya adalah secara intelektual mereka melahirkan karya-karya luar biasa baik berupa buku, puisi, dsb sebagai wujud dari peran dakwah sekaligus memperkaya khazanah keilmuan. Sehingga dapat disimpulkan secara garis besar bahwa selain para Wali Sembilan (Wali Sanga), Nusantara memiliki ulama-ulama muslim yang telah banyak berkiprah dalam berdakwah serta menuliskan pokok-pokok ajarannya dalam karya-karya mereka, baik tentang kajian keislaman juga kajian agama-agama.Kata Kunci: Kajian Islam, Kajian Agama-Agama, Ulama Muslim Nusantar
Analisis Kompetensi dan Pengembangan Karir Pegawai dengan Employee Engagement Sebagai Intervening dalam Peningkatan Kinerja ASN Kecamatan di Wilayah Kota Depok
The purpose of this study is to determine the impact of employee competence and career development on employee engagement and performance, with employee engagement serving as an intervening variable. The research sample consists of 82 employees from the District State Civil Apparatus in the Depok City area. During the data analysis with PLS (Partial Least Square). According to the findings of this study, ASN competence has no significant effect on performance, with a path coefficient of 0.133 (p value 0.150 > 0.05), and State Civil Apparatus competence has no significant effect on employee engagement, with a path coefficient of 0.058 (p value 0.692 > 0.05). This demonstrates the need for an increase.Keywords: Competence, Employee Career Development, Employee engagement, Employee Performance AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pegawai dan pengembangan karir terhadap employee engagement dan kinerja dengan variable employee engagement yang berperan sebagai variabel intervening. Sampel penelitian adalah Aparatur Sipil Negara Kecamatan di wilayah Kota Depok dengan jumlah sample 82 pegawai. Sedangkan analisis data menggunakan PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi ASN tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja dengan koefisien jalur sebesar 0.133 (p value 0.150 > 0,05) dan kompetensi Aparatur Sipil Negara juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Employee engagement dengan koefisien jalur sebesar 0.058 (p value 0.692 > 0.05). Hal ini menunjukan perlunya ada peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara Kecamatan di wilayah Kota Depok.Kata Kunci: Kompetensi, Pengembangan Karir Pegawai, Employee engagement, Kinerja Pegawa
Demokrasi dalam Keluarga di Ruang Komunikasi Digital Masa Kini
This paper background describes about democratic values such as equality, honesty, openness, freedom due to the intervention of digital technology. The basic assumption of this paper is that democracy which is known to the public is accepted and has strong roots in the family lives. Family is the first place a person gets to know democracy. Home is a space for the seeds of democracy to grow. Democracy in the family matures the democratic process in society and the state. A democraticperson in family is a democratic cittizen in state life. The purpose of this paper is to explore democratic values in the family as a place for the development of democracy at the state level, and how the shift in democracy at the family level occurs due to the presence of digital technology which distorts communication, relationships, and the value of equality. The description in this paper comes to the conclusion that there is a good side to democracy in a family that grows above physical and emotional relationships, direct and face-to-face relationships. The facts that occur in today\u27s families, the breakdown, estrangement, and disharmony in today\u27s families, one of which is triggered by the lack of direct communication due to excessive entry of digital technology.Keywords: Democracy; Family; Communication; Digital Technology AbstrakTulisan ini bertolak dari kemunduran nilai-nilai demokrasi di dalam seperti kesetaraan, kejujuran, keterbukaan, kebebasan, akibat intervensi teknologi digital. Asumsi dasar tulisan ini adalah bahwa demokrasi yang dikenal publik pun diterima dan berakar kuat dalam keluarga. Keluarga adalah tempat pertama kali seorang mengenal demokrasi. Rumah adalah ruang bagi bertumbuhnya bibit-bibit demokrasi. Demokrasi dalam keluarga mematangkan proses demokrasi dalam masyarakat dan negara. Seorang yang demokratis dalam keluarga berarti demokratis dalam kehidupan negara. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi nilai-nilai demokrasi dalam keluarga sebagai tempat bertumbuh-kembangnya demokrasi di tingkat negara, dan bagaimana pergeseran demokrasi pada tataran keluarga terjadi akibat kehadiran teknologi digital yang mendistorsi komunikasi, relasi, dan nilai kesetaraan. Uraian dalam tulisan ini sampai pada kesimpulan bahwa terdapat sisi baik demokrasi dalam keluarga bertumbuh di atas hubungan fisik dan emosi, hubungan langsung dan tatap muka. Fakta yang terjadi pada keluarga-keluarga masa kini, keretakan, kerenggangan, dan disharmonisasi dalam keluarga-keluarga masa kini, salah satunya dipicu oleh kurangnya komunikasi langsung akibat masuknya teknologi digital yang berlebihan.Kata Kunci: Demokrasi; Keluarga; Komunikasi; Teknologi Digita
Pembaharuan Hukum: Peran Tentara Nasional Indonesia Dalam Penanggulangan Aksi Terorisme (Kajian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme)
The involvement of the Indonesian National Armed Forces (TNI) in countering terrorism is in article 7 paragraph (1) of Law Number 34 of 2004 concerning the TNI which states that the main task of the TNI is to uphold state sovereignty, maintain the territorial integrity of the unitary state of the Republic of Indonesia based on Pancasila, the 1945 Constitution and protect the entire nation and the homeland of Indonesia from threats and disturbances to the integrity of the nation and state. It is known that acts of terrorism are based on ideologies that wish to change the basis of the state, so that the TNI\u27s involvement in counterterrorism is very relevant. The TNI\u27s authority in combating terrorism is a matter that is still being debated. This study uses a qualitative research method with a legal approach and a literature approach. The results of the study state that the TNI\u27s authority in dealing with terrorism is given on the grounds that terrorism is an act that threatens the integrity and unity of the Unitary State of the Republic of Indonesia.Keywords: Authority; Indonesian national army; Counter Terrorism; The sovereignty of the Republic of Indonesia. AbstrakKeterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanggulangan terorisme yaitu pada pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI yang berbunyi bahwa tugas pokok TNI adalah untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, UUD tahun 1945 serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Diketahui bahwa aksi terorisme berbasis pada ideologi yang berkeinginan merubah dasar negara, sehingga sangat relevan keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme. Kewenangan TNI dalam pemberantasan terorisme merupakan sebuah hal yang masih menjadi perdebatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum dan pendekatan pustaka. Hasil penelitian menyatakan bahwa kewenangan TNI dalam mengati terorisme diberikan dengan alasan bahwa terorisme sebagai tindakan yang mengancam keutuhan dan persatuan Negara kesatuan Republik Indonesia.Kata Kunci : Kewenangan; Tentara Nasional Indonesia; Penanggulangan Terorisme; Kedaulatan NKRI
Contempt of Court bagi Pejabat Negara yang tidak Melaksanakan Putusan Tata Usaha Negara
Sanctions in the form of announcements in the mass media, administrative sanctions, and forced payment of money can be given to State Officials who do not comply with the orders of the State Administrative Court. Even though there are such sanctions, the Administrative Court Decision cannot be implemented. The purpose of this research is descriptive analyticals with a philosophical approach, namely reviewing legal issues from the good value that should be. The results show that Contempt Of Court or criminal acts of Contempt of Court can be implemented to State Officials who do not comply with court orders. A regulation is needed so that State Officials who do not obey the Court\u27s orders can be punishment. The results of this research indicate that there are obstacles in implementing the Administrative Court Decisions, such as no cooperation from State Officials to comply with Court orders, there is no budget and execution agency related to the Administrative Court Decisions, and the lack of statutory regulations. If the provisions of the Contempt of Court are implemented, justice, and legal certainty for the parties will be achieved. Keyword : Contempt Of Court; State Administrative Court Abstrak Sanksi berupa pengumuman di media massa, sanksi administratif, dan pembayaran uang paksa dapat diberikan kepada Pejabat Negara yang tidak mematuhi perintah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Meskipun terdapat sanksi seperti itu, Putusan PTUN tetap tidak dapat dilaksanakan. Tujuan penelitian bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan filosofis yaitu meninjau permasalahan hukum dari nilai ideal yang semestinya. Hasil penelitian menunjukkan Contempt Of Court atau tindak pidana penghinaan terhadap pengadilan bisa diberikan kepada Pejabat Negara yang tidak mematuhi perintah pengadilan. Dengan demikian diperlukan regulasi yang khusus mengaturnya agar Pejabat Negara yang tidak mematuhi perintah Pengadilan dapat dipidana. Hasil penelitian berikutnya menunjukkan adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Putusan PTUN yaitu tidak ada kerja sama dari Pejabat Negara untuk mematuhi perintah Pengadilan, tidak ada anggaran dan lembaga eksekusi terkait Putusan PTUN, dan minimnya peraturan perundang-undangan. Jika ketentuan Contempt of Court dilaksanakan maka keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi para pihak akan tercapai karena Putusan PTUN dapat dieksekusi. Kata Kunci : Contempt Of Court; Putusan PTU
Menakar Manajemen Kolaborasi Wali Kota Surabaya dengan UMKM Dalam Pandemic Covid-19 Perspektif Maqashid Syariah
Sebagai kota yang terdampak virus korona, yang sempat berada pada posisi hitam, Surabaya menjadi salah satu daerah yang memiliki tugas paling berat dalam mempertahankan sector ekonomi rakyatnya. Ancaman paling mengkawatirkan adalah adanya kelesuan dalam kegiatan dagang (resesi) serta adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). Manajemen kolaborasi wali kota Surabaya dengan UMKM menjadi salah satu gagasan penting agar dampak covid-19 pada sector ekonomi tidak terlalu drop. Sebagai lamgkah untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka penelitian ini menggunakan pendekatan policy formulation dan policy implemention dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa kolaborasi yang dilakukan wali kota Surabaya dengan pelaku UMKM berjalan sedangkan bentuk manajemennya memberlakukan ganjil genap dalam operasi UMKM, menutup beberapa pasar yang bukan kebutuhan pokok dalam beberapa waktu, serta memberlakukan protocol kesehatan bagi UMKM yang beroperasi dalam maqashid syariah hal ini dilakukan untuk menjaga diri dan menjaga keturunan serta menjaga harta.KeyWord : kolaborasi, Covid-19, Maqasid syariah
Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Korban Penyalahguna Narkotika
The purpose of this research is to analyze the criminal responsibility of narcotics abuse against narcotics criminals, and the factors that influence it. This type of research is empirical juridical, with qualitative research methods. The results of the study authors found that criminal liability for narcotics abuse against perpetrators of criminal acts is based on the applicable laws and regulations, namely the Criminal Procedure Code and Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, where judges in examining and deciding cases can seek medical rehabilitation and social rehabilitation.Keywords: Narcotics; Abuse; Accountability AbstrakTujuan penelitian untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana penyalahgunaan narkotika terhadap pelaku tindak pidana narkotika, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tipe penelitian ini adalah yuridis empiris, dengan metode penelitian kualitatif. Hasil Penelitian penulis mendapatkan bahwa Pertanggungjawaban pidana penyalahgunaan narkotika terhadap pelaku tindak pidana didasarkan atas peraturan perundangundangan yang berlaku yakni KUHAP serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dimana hakim dalam memeriksa dan memutus perkara dapat mengupayakan rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial.Kata Kunci: Narkotika; Penyalahgunaan; Pertanggungjawaba