SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Kewenangan BPSK Dalam Memeriksa dan Mengadili Perkara Asuransi; Studi Kasus Pada Perkara Antara Drs. Khamdani dengan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Cabang Banjarmasin dan PT Oto Multiartha Cabang Sampit Tahun 2016
Consumers are positioned as vulnerable parties as a result of business actors frequently violating their rights. BPSK is present as a solution for violations committed by business actors against consumers, having regard for the condition of consumers who are frequent victims. BPSK\u27s presence is mandated by law to provide legal protection for consumers. However, BPSK\u27s authority is frequently questioned when it comes to resolving insurance disputes. The writing style is normative juridical with a literature review to describe a fact contained in the Consumer Insurance Legal Protection Decision, which was later decided by BPSK Sampit. According to the study\u27s findings, BPSK was established to resolve simple small-scale consumer disputes in accordance with the two laws and regulations, ensuring that BPSK\u27s decisions were binding on the parties and that all actions had strong legal legitimacy as court decisions.Keywords: Consumer Protection Act; Insurance; BPSK; Court Decision; Review AbstrakKonsumen diposisikan sebagai pihak yang rentan karena haknya sering dilanggar oleh pelaku usaha. Melihat kondisi Konsumen yang kerap menjadi korban maka hadir BPSK sebagai solusi atas pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha terhadap konsumen. Hadirnya BPSK sebagai badan yang diamanatkan undang-undang untuk memberikan jaminan perlindungan hukum konsumen. Namun BPSK sering dipertanyakan kewenangannya terkait penyelesaian sengketa dalam kasus perasuransian. Metode penulisan yang digunakan adalah metode yuridis normatif dan studi literatur yang memaparkan suatu fakta yang ada dalam Putusan Perlindungan Hukum Asuransi Konsumen, yang kemudian diputuskan oleh BPSK Sampit. Hasil penelitian menyatakan bahwa BPSK dibentuk untuk menyelesaikan kasus-kasus sengketa konsumen skala kecil yang bersifat sederhana berdasarkan kedua peraturan perundang-undangan tersebut sehingga Putusan BPSK bersifat kasasi bagi para pihak dan pada segala tindakan mempunyai legitimasi hukum yang kuat sebagai putusan pengadilan.Kata Kunci: UU Perlindungan Konsumen, Asuransi, BPSK, Putusan Pengadilan, Peninjauan Kembal
Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Terhadap Perampasan Objek Jaminan Fidusia Oleh Negara
Creditors and debtors have entered into numerous fiduciary guarantee agreements; creditors play a critical role in economic activity in general and in the guarantee in particular. Numerous cases have harmed creditors over time, but legal protection against creditors is still considered weak due to a lack of regulations strengthening creditors\u27 ability to assert their rights. Then, the need for legal certainty in fiduciary agreements is addressed through normative juridical means, as the case of fiduciary agreements has encountered issues relating to the object of fiduciary assurances taken by the state in order to provide creditors with a strong basis for demanding legal protection of their rights. The purpose of this study is to ascertain the legal consequences of seizing fiduciary guarantee objects and to provide legal protection against creditors asserting their rights, as the Fiduciary Guarantee Law continues to have a weak regulatory foundation due to its imbalanced approach to the execution of fiduciary guarantees between creditors and debtors. As a result, socialization of the implementation of fiduciary guarantees and strict legal protection for creditors is expected.Keywords: guarantee, fiduciary, legal protection. AbstrakPerjanjian jaminan fidusia sudah banyak yang dilakukan oleh para kreditur dan debitur, kreditur mempunyai peran yang sangat penting bagi kegiatan ekonomi pada umumnya serta adanya penjaminan khususnya. Seiring berjalannya waktu banyak kasus yang merugikan pihak kreditur akan tetapi perlindungan hukum terhadap pihak kreditur hingga saat ini masih dianggap lemah sebab masih kurangnya peraturan yang menguatkan kreditur apabila ingin menuntut haknya. Maka perlu adanya kepastian hukum didalam perjanjian fidusia melalui yuridis normatif, sebab dalam perkembangannya kasus perjanjian fidusia memiliki permasalahan terkait dengan objek jaminan fidusia yang di rampas oleh negara, maka agar kreditur memiliki dasar yang kuat untuk menuntut haknya perlu perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum dari adanya perampasan objek jaminan fidusia serta perlindungan hukum terhadap kreditur untuk menuntut haknya, sebab dalam Undang-undang Jaminan Fidusia masih memiliki dasar pengaturan yang lemah sebab tidak diimbangi ketegasan dalam pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia antara kreditur dan debitur. Maka diharapkan perlu adanya sosialisasi terkait dengan pelaksanaan jaminan fidusia dan perlindungan hukum yang tegas bagi kreditur.Kata Kunci : Jaminan, fidusia, perlindungan hukum
Pengembangan Pembelajaran Alquran Hadis dengan Pendekatan Akal Bertingkat Ibnu Sina Di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Berbasis Neurosains Di Masa Pandemi Covid-19
AbstractThe COVID-19 pandemic has caused the offline learning model to turn into online learning. Including learning Al-Qur\u27an Hadith at SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta is carried out online. This causes the teaching and learning process to be less focused on student learning. Learning Al-Qur\u27an Hadith is not yet relevant to Ibn Sina\u27s concept of multilevel reasoning, and brain function (Neuroscience) on student learning. This study aims to find a learning model of Al-Quran Hadith during the COVID-19 period in the perspective of Ibn Sina\u27s multilevel reasoning based on Neuroscience studies. This research is a field research with a descriptive qualitative approach. The technique of collecting data in this research is through the results of observations, interviews, and Documentation with the Principal, Deputy Head of Curriculum, Class Guardians, Educators, and Students of SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. The results of the study prove that learning Al-Quran Hadith with a neuroscience-based Ibn Sina multilevel approach is able to understand the Qur\u27an theoretically and empirically, both theoretically (tajwid) and reading practice (tartil).Keywords: COVID-19; Ibn Sina\u27s stratified intellect; Neuroscience; Students and teachers; Learning Al-Quran Hadith AbstrakPandemi COVID-19 merupakan penyebab model pembelajarin offline berubah menjadi pembelajaran secara online. Termasuk pembelajaran Al-Qur’an Hadits di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dilakukan secara daring. Hal demikian menyebabkan proses belajar mengajar kurang fokus terhadap belajar peserta didik. Pembelajaran Al-Qur’an Hadits belum relevan dengan konsep akal bertingkat Ibnu Sina, dan fungsi otak (Neurosains) terhadap belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan menemukan model pembelajaran Al-Quran Hadits dimasa COVID-19 dalam perspektif akal bertingkat Ibnu Sina berbasis kajian Neurosains. Penelitian ini merupakan Field Research (Studi Lapangan) dengan pendekatan kualitatif deskriftif. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui hasil observasi, wawancara, dan Dokumentasi Bersama Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Wali Kelas, Pendidik, serta Peserta didik SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajaran Al-Quran Hadits dengan pendekatan akal bertingkat ibnu Sina berbasis Neurosains mampu memahami Al-Qur’an secara teoritik dan emperik baik belajar secara teori (tajwid) maupun secara praktek bacaan (tartil). Kata Kunci: COVID-19; Akal bertingkat Ibnu Sina; Neurosains; Siswa dan guru; Pembelajaran Al-Quran Hadit
Peran Uem Le’u dalam kehidupan masyarakat suku Amaf pada Sonaf Maubesi Kecamatan Insana
One of the cultural results in people\u27s life that is thick with cultural heritage is the traditional house. Houses in general have a function as a place of shelter, rest and activity. The house, as a place where a group of people has lived for a long time, has undergone various changes. The changes that occur are seen in the form, meaning, function and value of the house. The traditional houses of the people in East Nusa Tenggara are diverse in form and function and are integrated into social life. One of them is a traditional house which is also called a sacred house as a form of community culture in North Central Timor Regency. This study aims to identify and describe the perspective of the Amaf tribe in Sonaf Maubesi, Insana District towards the existence of Uem Le\u27u and the role of Uem L\u27eu in various aspects of the life of the Amaf tribe in Sonaf Maubesi, Insana District. This study uses a qualitative approach that is descriptive. The type of data needed in this study is primary data and secondary data and the instruments used to obtain data in this study are the researchers themselves because researchers are the primary data collection tools. Data collection techniques used were interview techniques, questionnaires and documentation. While the data analysis technique used in this study is a qualitative descriptive analysis technique. This technique will be developed by means of Interpretative Versthehen, meaning that all the data obtained are grouped based on themes or categories and then analyzed partially. From the research carried out, the results of this study show that the Amaf tribe in Sonaf Maubesi, Insana TTU sub-district still has a sacred perspective, which is full of meanings and customs and beliefs in the existence of Uem Le\u27u. In the aspect of religion or belief, the people of the Amaf tribe today still believe that Uem Le\u27u is the place where God is believed to reside and the dwelling place of the ancestors who inhabited heaven or the final resting place. Meanwhile, in the social aspect, Uem Le\u27u is still a gathering place for the Amaf people from various groups or strata of society to carry out a traditional ceremony related to the beliefs of the local community.Keywords: Culture; Custom home Abstrak:Salah satu hasil kebudayaan dalam kehidupan masyarakat yang kental akan pewarisan budaya yaitu rumah adat. Rumah pada umumnya memiliki fungsi sebagai tempat berteduh, beristrahat dan beraktifitas. Rumah sebagai tempat yang ditinggali sekolompok manusia dalam jangka waktu yang lama, telah mengalami berbagai perubahan. Perubahan yang terjadi dilihat pada bentuk, makna, fungsi serta nilai dari rumah tersebut. Rumah adat masyarakat di Nusa Tenggara Timur memiliki keberagaman dalam bentuk dan fungsi serta menyatu dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya adalah rumah adat yang juga disebut rumah keramat sebagai wujud budaya masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tentang Perspektif suku Amafdi Sonaf Maubesi Kecamatan Insana terhadap eksistensi Uem Le’u dan Peran Uem L’eu dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat suku Amaf di Sonaf Maubesi Kecamatan Insana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder serta instrumen yang dipakai untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri karena peneliti merupakan alat pengumpul data utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik ini akan dikembangkan dengan cara verstheheninterpretative artinya semua data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan tema atau kategori kemudian dianalisis secara parsial. Dari penelitian yang dilaksanakan maka hasil penelitian ini yaitu masyarakat suku Amaf di Sonaf Maubesi Kecamatan Insana TTU masih memiliki perspektif yang sakral, yang sarat akan makna dan adat istiadat serta kepercayaan terhadap eksistensi Uem Le’u. Dalam aspek agama atau kepercayaan, masyarakat suku Amaf pada saat ini masih percaya bahwa Uem Le’u merupakan tempat bersemayamnya Tuhan yang dipercayai dan tempat tinggalnya para leluhur yang mendiami surga atau tempat peristirahatan terakhir. Sedangkan pada aspek sosial Uem Le’u masih merupakan tempat berkumpulnya masyarakat suku Amaf dari berbagai golongan atau strata masyarakat guna melaksanakan suatu upacara adat yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat.Kata Kunci: Kebudayaan; Rumah Ada
Energi Terbarukan dan Ekonomi Syariah: Sinergitas Mewujudkan Sustainable Development
The urgency of the availability of renewable energy, green economy and implementation of Sharia Economy actually has a spirit that is in line with the efforts of the global community in supporting sustainable development. The synergy between Sharia Economy practices in Indonesia and renewable energy programs in order to realize it becomes an inevitability. This research aims to describe the concept of synergy of Sharia Economy practices and renewable energy programs in Indonesia in order to realize sustainable development. This research is qualitative descriptive research through library study methods and content analysis. The results showed that the synergy scheme between renewable energy programs and Islamic economic/financial practices can be done in the form of: (i) sharia financial sector can be an instrument of EBT investment financing; (ii) the utilization of EBT may be a supporter and spearhead of halal industry, such as halal food and beverages, Muslim fashion, halal tourism, pharmaceuticals and halal cosmetics and halal media and recreation; and (iii) in the context of socially religious EBT financing, EBT can be done with the concept of ta\u27āwun and sedekaj jariah through crowd funding and waqf. In order to optimize the synergy between renewable energy programs and sharia economy, some steps and Quick Wins programs that can be done are: (1) campaigns against the excellence of renewable energy to achieve national energy self-sufficiency; (2) create easy access and attractive financing schemes to support renewable energy; (3) conduct research and publication on renewable energy and potential collaboration with other industries in the halal value chain that can be perceived in Indonesia, especially halal tourism.Keywords: renewable, energy, Islamic, economic, sustainable AbstrakUrgensi ketersediaan energi terbarukan, green economy dan implementasi Ekonomi Syariah sesungguhnya memiliki ruh yang sejalan dengan upaya masyarakat global dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sinergitas antara praktik Ekonomi Syariah di Indonesia dan program energi terbarukan dalam rangka mewujudkannya menjadi sebuah keniscayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep sinergitas praktik Ekonomi Syariah dan program energi terbarukan di Indonesia dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui metode studi pustaka dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema sinergitas di antara program energi terbarukan dan praktik ekonomi/keuangan Syariah dapat dilakukan dalam bentuk: (i) sektor keuangan Syariah dapat menjadi instrumen pembiayaan investasi EBT; (ii) pemanfaatan EBT dapat menjadi pendukung dan ujung tombak industri halal, seperti makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata halal, farmasi dan kosmetik halal dan media dan rekreasi halal; dan (iii) dalam konteks pembiayaan EBT yang bersifat sosial keagamaan, EBT dapat dilakukan dengan konsep ta’āwun dan sedekah jariah melalui urun dana (crowd funding) dan wakaf. Dalam rangka mengoptimalkan sinergitas antara program energi terbarukan dan ekonomi Syariah, beberapa langkah dan program Quick Wins yang dapat dilakukan adalah: (1) kampanye terhadap keunggulan energi terbarukan untuk mencapai swasembada energi nasional; (2) menciptakan kemudahan akses dan skema pembiayaan yang menarik untuk mendukung energi terbarukan; (3) mengadakan riset dan publikasi mengenai energi terbarukan dan potensi kolaborasi dengan industri lain dalam rantai nilai halal yang dapat diaplikasikan di Indonesia, terutama pariwisata halal. Kata kunci: terbarukan, energi, Islam, ekonomi, sustainabl
Perjanjian Pembiayaan Leasing Terkait Hukum Jaminan Dalam Upaya Pengembangan Hukum Perjanjian Di Indonesia Dikaitkan Dengan Politik Hukum
Regulations that become positive state laws, when they are made, cannot be separated from political influence, both from the executive, legislative and social conditions. This factor affects the speed of regulation. This economic interests content includes those in power, owners of capital, or the community\u27s interests. The history of regulation development in the legal politics behind the regulation include leasing and guarantees, starting from buying and selling in the Civil Code, guarantees when lending and borrowing up to the minister of Finance. How is the development of leasing and guarantee law, the laws that govern it and how the rule of law corridors to the regulatory needs of the development of treaties on assets are the focus of discussion in this journal article.Keywords: Leasing; Guarantee Law; Legal Politics AbstrakPeraturan yang menjadi hukum positif negara, saat dibuat tidak lepas dari pengaruh politik, baik pengaruh pihak eksekutif, legislatif dan kondisi sosial masyarakat. Anasir ini mempengaruhi cepat tidaknya suatu peraturan saat dibuat, muatan kepentingan ekonomi pemegang kekuasaan, pemilik modal ataupun kepentingan masyarakat. Sejarah perkembangan suatu peraturan dari waktu kewaktu, dapat terlihat politik hukum dibalik peraturan tersebut, misalkan ketentuan leasing dan jaminan, berawal dari jual-beli yang ada dalam KUHPerdata, jaminan saat pinjam meminjam sampai dengan Peraturan-peraturan Menteri Keuangan. Bagaimana perkembangan leasing dan hukum jaminan, perundang-undangan yang mengaturnya serta bagaimana koridor negara hukum terhadap kebutuhan peraturan dari perkembangan perjanjian-pejanjian dalam harta kekayaan menjadi fokus pembahasan dalam artikel jurnal ini.Kata Kunci: Leasing; Jaminan; Kebijakan Huku
Kegiatan Dewan Kemakmuran Masjid Dalam Membina Sikap Keagamaan Remaja Di Masjid At-Taqwa Desa Jalaksana Kuningan Jawa Barat
Today the role and function of the Mosque Prosperity Council (DKM) functions as one of the institutions that fosters and shapes the community to have high religious attitudes and have good morals. The purpose of this study was to determine the activities of the Mosque Prosperity Council in fostering the Religious Attitudes of Youth in At-Taqwa Mosque, Jalaksana Village, Kuningan, West Java. Qualitative research methods with an empirical approach. Collecting data by means of observation, interviews and documentation. The results showed that the activities of the Mosque Prosperity Council in fostering the religious attitude of adolescents at the At-Taqwa Mosque in Jalaksana Kuningan Village, West Java were good, religious activities carried out were: Jurisprudence studies, General Studies, Islamic Date Studies, Yasinan Kultum Subih and social activities.Keywords: Activity; DKM; Attitude; Religious; Youth AbstrakDewasa ini peran dan fungsi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) berfungsi sebagai salah satu lembaga yang membina dan membentuk masyarakat untuk mempunyai sikap keagamaan yang tinggi dan memiliki akhlak yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Kegiatan Dewan Kemakmuran Masjid dalam membina Sikap Keagamaan Remaja di Masjid At-Taqwa Desa Jalaksana Kuningan Jawa Barat. Metode Penelitin kualitatif dengan pendekatan empiris. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan Dewan Kemakmuran Masjid dalam membina sikap keagamaan remaja Masjid At-Taqwa Desa Jalaksana Kuningan Jawa Barat baik, kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan yaitu: kajian Fikih, Kajian Umum, Kajian Tarikh Islam, Yasinan Kultum subuh dan kegiatan-kegitan sosial.Kata Kunci: Kegiatan; DKM; Sikap; Keagamaan; Remaj
Pemenuhan Asas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan Dalam Penyelesaian Perkara Melalui Aplikasi E-Court dan E-Litigasi
Judicial principles related to the fulfillment of the principle of quick, simple and low costs in the practice of trial in the Court have so far been considered difficult to fulfill. This is due to the technical administrative and technical judicial rigid procedural demands which are executed precisely in order to achieve the legal requirements and fit. This then triggered the Supreme Court to make a breakthrough in judicial reform by launching e-court and e-litigation. However, through PERMA which oversees e-court and e-litigation, it is worth analyzing whether it is able to fulfill the principles of justice related to the fulfillment of the principles of fast, simple and low cost. The research problems consist of: How is the use of e-court and e-litigation applications in achieving the fulfillment of simple, fast, and low-cost judicial principles? and How is the application of the content of the norms of e-court and e-litigation in court practice, especially related to electronic procedural law?Keyword: AbstrakAsas peradilan terkait pemenuhan asas cepat, sederhana, biaya ringan dalam praktik persidangan di Pengadilan selama ini dianggap sukar terpenuhi. Hal ini diakibatkan oleh teknis administrasi dan teknis yustisial yang rigid dan procedural dimana menuntut dilaksanakan secara tepat agar tercapai syarat sah dan patut. Hal ini kemudian memicu Mahkamah Agung untuk melakukan terobosan pembaharuan peradilan dengan melaunching e-court dan e-litigasi. Namun demikian melalui PERMA yang menaungi e-court dan e-litigasi patut dianalisis apakah mampu memenuhi Asas peradilan terkait pemenuhan asas cepat, sederhana, biaya ringan. Permasalahan penelitian terdiri dari: Bagaimana pemanfaatan aplikasi e-court dan e-litigasi dalam mencapai pemenuhan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan? dan Bagaimana penerapan muatan norma e-court dan e-litigasi dalam praktik persidangan utamanya terkait dengan hukum acara secara elektronik?Kata Kunci: Peradilan Sederhana; E-court; E-litigas
Analisis Standar Isi Terhadap Buku Teks Bina Akidah Akhlak Siswa Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Kurikulum 2013
Books are the main tool for humans as a means of information and research for human education. The position of textbooks is considered important in the learning process, because books are included as learning resources and learning materials for students in the learning process. The existence of textbooks in Indonesian educational practice is still the main source of learning. The purpose of this study was to determine the appropriateness of the content and language according to the National Education Content Standards for the textbooks for building aqidah morals for the first grade students of Madrasah Ibtidaiyah Curriculum 2013. This study used a qualitative method with a normative and empirical approach. The data obtained are in the form of government regulations, books, and textbooks. The results of the study stated that overall the material had met the requirements of the National Education Content Standards for accuracy, both from the content aspect and the references used which led to the achievement of KI and KD. In the aspect of language feasibility, this textbook is in accordance with the standards, because it is in accordance with the level of development of students, simple, effective, and efficient.Keywords: Content Feasibility; Textbook; Content standards; 13 curriculum AbstrakBuku adalah alat utama bagi manusia sebagai sarana informasi dan riset untuk pendidikan manusia. Buku teks pelajaran kedudukannya dianggap penting dalam proses pembelajaran, karena buku termasuk ke dalam sumber belajar dan bahan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Keberadaan buku ajar dalam praktik pendidikan Indonesia masih merupakan sumber belajar yang paling utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan isi dan bahasa menurut Standar Isi Pendidikan Nasional terhadap buku teks bina akidah akhlak siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif dan empiris. Data yang didapat berupa peraturan pemerintah, buku, dan buku teks. Hasil penelitian menyatakan bahwa secara keseluruhan materi telah memenuhi syarat Standar Isi Pendidikan Nasional keakuratan, baik dilihat dari aspek isi maupun rujukan yang digunakan yang mengarah pada tercapainya KI dan KD. Pada aspek kelayakan bahasa, buku ajar ini telah sesuai dengan standar, karena telah sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, sederhana, efektif, dan efisien.Kata Kunci: Kelayakan Isi; Buku Teks; Standar isi; Kurikulum 1
Role Model Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pada Program Studi Non-Agama
Higher education in Indonesia presents a complex problem. The influence of the digitalization era and also the impact of the pandemic caused the world of Indonesian education to experience significant changes. The application of the concept of the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) curriculum concept is an effort to answer problems in the higher education environment, including the UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of the MBKM curriculum. To step up the objectivity of the research, a survey method was used on 135 student respondents from non-religious study programs, with the respondent\u27s criteria being at least in the fifth semester of lectures. From the survey results, it was found that students tend to want to do apprenticeship programs and choose to implement them in companies, both international, national and e-commerce. Then the students were seen to be interested in doing entrepreneurial activities and undergoing student exchanges to other campuses. From the results of this survey, it is hoped that actions can be taken to implement activities in the semester that are deemed appropriate to the teaching and learning processes that exist in the campus environment. So that this will have an impact on the effectiveness and efficiency of the implementation of the MBKM program.Keywords: Learning Process; Curriculum; Free to Learn; Independent Campus AbstrakPendidikan tinggi di Indonesia menyajikan masalah yang kompleks. Pengaruh era digitalisasi dan juga dampak pandemi menyebabkan dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan secara signifikan. Penerapan konsep kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah upaya menjawab persoalan di lingkungan perguruan tinggi tidak kecuali pada lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan kurikulum MBKM. Untuk melangkah objektifitas penelitian yang dituju, maka digunakan metode survei terhadap 135 responden mahasiswa yang berasal dari program studi non agama, dengan kriteria responden adalah minimal berada di semester kelima perkuliahan. Dari hasil survei yang didapat bahwa mahasiswa cenderung ingin melakukan program pemagangan dan memilih melaksanakannya di perusahaan, baik internasional, nasional maupun e-commerce. Kemudian mahasiswa terlihat akan ketertarikannya melakukan aktivitas kewirausahaan dan menjalani pertukaran pelajar ke kampus lain. Dari hasil survei ini diharapkan dapat diambil tindakan pelaksanaan kegiatan di semester yang dirasa sesuai dengan proses pengajaran dan pembelajaran yang ada dilingkungan kampus. Sehingga hal ini akan berdampak pada keefektifitasan dan efisiensi pelaksanaan program MBKM.Kata Kunci: Proses Pembelajaran; Kurikulum; Merdeka Belajar; Kampus Merdek