SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
745 research outputs found
Sort by
Sistem Pengelolaan Dana Dalam Memakmurkan Masjid Raya At-Taqwa Kebonbaru Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon
Mengelola masjid yang perlu mendapat perhatian adalah masalah keuangan. Pengurus masjid harus sungguh-sungguh dan benar-benar memperhatikan masalah ini, jika pengelolaan keuangan masjid dapat dilaksanakan secara baik itu pertanda pengurus masjid adalah orang-orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan dana dalam memakmurkan Masjid Raya At-Taqwa Kebonbaru Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian sitem pengelolaan dana sumber dana yang terkumpul berasal dari dana umat, dan Pemerintah Kota Cirebon, semua dana tersebut langsung disetor oleh bendahara umum ke Bank BRI Syariah. Sistem laporan keuangan 1) Laporan Keadaan Kas Bulanan (Buku Kas Umum) 2) Laporan Keuangan Tahunan (Catatan Akhir Laporan Keuangan).Kata Kunci Sistem, Pengelolaan Dana, Masjid.AbstractManaging a mosque that needs attention is a financial problem. The mosque management must really and truly pay attention to this problem, if the mosque\u27s financial management can be carried out properly, it is a sign that the mosque management is trustworthy and responsible people. This study aims to determine the fund management system in prospering the At-Taqwa Kebonbaru Mosque, Kejaksan District, Cirebon City. This research is a field research using a qualitative approach. The results of the research on the management system for the source of funds collected came from the people\u27s funds, and the Cirebon City Government, all of these funds were directly deposited by the general treasurer to Bank BRI Syariah. Financial reporting system 1) Monthly Cash Status Report (General Cash Book) 2) Annual Financial Report (Financial Report End Note).Keywords System, Fund Management, Mosque
Analisis Isi Pesan Dakwah Gendhing Nowo Muspro Karya Syaykh Al-Zaytun A. S. Panji Gumilang
Proses penyebaran Islam di Jawa oleh walisongo tidak terlepas dari musik. Walisongo memanfatkan musik gamelan sebagai media dakwah yang sangat menarik. Syaykh Al-Zaytun A.S. Panji Gumilang, memanfaatkan gamelan sebagai media penyampai pesan dakwah, dengan menciptakan Gendhing Nowo Muspro. Gendhing ini dimulai bowo, menggunakan cengkok dhanhdanggulo. Intro dan interlude mengkolaborasikan Gendhing Ayak-ayak dan Srepeg yang begitu enak didengarkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah verbal dan nonverbal dalam Gendhing Nowo Muspro. Pada pesan dakwah verbal yang diteliti adalah fiosofi cengkok yang dipakai saat bowo yaitu dhandanggulo, setiap kata maupun kalimat dalam liriknya. Sedangkan yang diteliti dalam pesan dakwah nonverbalnya adalah filosofi gendhing yang dijadikan pengiring yaitu Ayak-ayak, dan Srepeg.Teori yang digunakan adalah content analisys. Hasil penelitian ini menunjukkan Gendhing Nowo Muspro ini memiliki pesan dakwah verbal maupun nonverbal. Hal ini peneliti buktikan dengan keterkaitan antara pesan verbal dan nonverbal dengan ayat-ayat di dalam Alquran.Kata kunci: Analisis Isi, Pesan Dakwah, Gendhing Nowo Muspr
Analisis Tingkat Keterbacaan Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Zaytun
Textbooks have an important role and function as teaching materials. So, the content of discourse in textbooks should not make it difficult for students to understand and reason. The presence of textbooks with various authors and publishers, sometimes not in accordance with their roles and functions, especially Indonesian textbooks published by Erlangga are still considered difficult by students. This study aims to determine the level of student readability of Indonesian textbooks published by Erlangga with the book title ESPS (Erlangga Straight Point Series) Indonesian class V SD/MI 2013. This study uses a qualitative approach by conducting direct observations in the field. The population in this study is the subject of the Indonesian Language ESPS textbook for SD/MI Class V published by Erlangga, class V MI Al-Zaytun students totaling 239 students, while the sample taken is 30 students. Data was collected by observing, giving gaps in text, and calculating the percentage using the Kloz test technique. Data analysis was carried out by determining the assessment criteria using the Kloz test, namely calculating the test score by multiplying the number of correct entries by 100 divided by the number of gaps. If the percentage gain is above 60%, then the discourse is classified as "easy". If it is between 41-60%, then the discourse is classified as "somewhat difficult", and if it is below or equal to 40%, then the discourse is classified as "very difficult". The results showed that the independent readability level was interpreted as an easy readability level, because the average readability score was above 60% in the sense that the reader could understand the content of the reading. The factor causing the low legibility of student answers which is less than 40% is due to difficulties in grammatical and semantic understanding of sentences formed from student answers.Keywords: Readability Level, Textbook, Kloz Test. AbstrakBuku teks mempunyai peran dan fungsi penting sebagai bahan ajar. Maka, selayaknya isi wacana dalam buku teks tidak menyulitkan siswa dalam pemahaman dan penalaran. Kehadiran buku teks dengan beragam pengarang dan penerbit, kadang belum sesuai dengan peran dan fungsinya, khususnya buku teks Bahasa Indonesia yang diterbitkan Erlangga masih dianggap sulit oleh para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan siswa terhadap buku teks Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Erlangga dengan judul buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) Bahasa Indonesia kelas V SD/MI 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung ke lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah pokok bahasan buku teks ESPS Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas V yang diterbitkan oleh Erlangga, siswa kelas V MI Al-Zaytun yang berjumlah 239 siswa, sedangkan sampel yang diambil yaitu 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pemberian teks rumpang, dan menghitung persentase dengan menggunakan teknik tes kloz. Analisis data dilakukan dengan menentukan kriteria penilaian menggunakan tes kloz, yaitu menghitung skor tes dengan mengalikan jumlah isian yang tepat dengan 100 dibagi jumlah rumpangan. Jika perolehan persentase di atas 60%, maka wacana tergolong “mudah”. Jika di antara 41-60%, maka wacana tergolong “agak sukar”, dan jika di bawah atau sama dengan 40 %, maka wacana tergolong “sangat sukar”. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keterbacaan independen diartikan tingkat keterbacaan mudah, karena rata-rata skor keterbacaan di atas 60% dalam arti pembaca dapat mengerti isi bacaan. Faktor penyebab keterbacaan rendah dari jawaban siswa yang kurang dari 40% disebabkan kesulitan dalam pemahaman gramatikal dan semantik pada kalimat yang terbentuk dari jawaban siswa.Kata Kunci: Tingkat Keterbacaan, Buku Teks, Tes Klo
Penerapan Keterampilan Abad Ke-21 Dalam Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 Siswa Kelas V Sekolah Dasar Persatuan Umat Islam Haurgeulis
The 21st century is a different era from the previous era. In this century there are rapid developments and changes, especially in the field of increasingly sophisticated technology and information, so that various information can be obtained by anyone and anywhere quickly. Changes that occur can be a challenge for each individual, both students, and teachers. This study aims to determine the application of 21st-century skills in planning and implementing learning during the Covid-19 pandemic in class V SD PUI Haurgeulis. This study uses a qualitative approach with the type of case study research that aims to collect and analyze data related to a case that occurred. In this study, two research results were obtained, namely; (1) planning for the implementation of class 5 learning at SD PUI Haurgeulis applies 21st-century skills by designing lesson plans that can support 4C skills, such as developing PBL learning methods and daily tasks. (2) the application of 21st-century skills in the implementation of learning in class V SD PUI Haurgeulis during the Covid-19 pandemic using limited face-to-face learning (limited PTM) and distance learning (PJJ) by applying modern learning media such as Whatsapp groups and videos as well as PBL learning methods and daily tasks that incorporate 21st-century skills into learning implementation. Although in practice the teacher encounters obstacles, these can be overcome properly.Keywords: 21st-century skills; Implementation of Learning; Covid-19 pandemic Abstrak:Abad ke-21 merupakan zaman yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Pada abad ini terjadi perkembangan dan perubahan yang pesat terutama pada bidang teknologi dan informasi yang semakin canggih, sehingga berbagai informasi dapat diperoleh siapapun dan dimanapun dengan cepat. Perubahan yang terjadi dapat menjadi sebuah tantangan untuk setiap individu baik peserta didik maupun guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keterampilan abad ke-21 dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di kelas V SD PUI Haurgeulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang bertujuan untuk menghimpun dan menganalisis data yang berkaitan dengan suatu kasus yang terjadi. Dalam penelitian ini diperoleh dua hasil penelitian yaitu; (1) perencanaan pelaksanaan pembelajaran kelas V SD PUI Haurgeulis menerapkan keterampilan abad ke-21 dengan merancang komponen RPP yang dapat menunjang keterampilan 4C seperti dengan menyusun metode pembelajaran PBL dan tugas-tugas harian. (2) penerapan keterampilan abad ke-21 dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas V SD PUI Haurgeulis selama pandemi Covid-19 menggunakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM terbatas) dan pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh (PJJ) dengan menerapkan media pembelajaran yang modern seperti Whatsapp group dan video serta metode pembelajaran PBL dan tugas-tugas harian yang menyisipkan keterampilan abad ke-21 dalam pelaksanaan pembelajaran. Meskipun dalam pelaksanaannya guru menemukan hambatan-hambatan, namun hal itu dapat teratasi dengan baik.Kata Kunci: Keterampilan abad ke-21; Pelaksanaan Pembelajaran; Pandemi Covid-1
Hukum Multi Akad Dalam Fikih Muamalah
Modern financial transactions are increasingly complex and some of them are new things that did not exist in the past. The existing contracts in fiqh are not able to accommodate these transactions so that scholars try to combine several contracts for one transaction. The combination of these contracts gave birth to multiple contracts. By analyzing the opinions of scholars, it is found that the multi-contract law is debated among scholars. The majority of scholars view it as a justified innovation but some other scholars forbid it based on the hadith of the Prophet. This difference in scholars has an impact on the permissibility of using these multi-contracts in modern transaction activities.Keywords: Multi Contract; Law; Usury; Muamalah Fiqh Abstrak: Transaksi keuangan modern semakin kompleks dan sebagiannya merupakan hal baru yang tidak ada di zaman dulu. Akad-akad yang ada dalam fikih tidak mampu mewadahi transaksi tersebut sehingga ulama berupaya melakukan kombinasi beberapa akad untuk satu transaksi. Kombinasi akad tersebut melahirkan multi akad. Dengan menganalisis pendapat ulama ditemukan bahwa hukum multi akad diperdebatkan di kalangan ulama. Mayoritas ulama memandangnya sebagai inovasi yang dibenarkan namun sebagian ulama lainnya mengharamkan berdasarkan hadis Nabi. Perbedaan ulama ini berdampak pada kebolehan penggunaan multi akad tersebut dalam kegiatan transaksi modern.Kata Kunci: multi akad, hukum, riba, fikih muamalah
Pengaruh Pandemi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III Pada Mata Pelajaran Fikih di Madrasah Ibtidaiyah Anwarussalam Padalarang
Science holds a significant place in Islam, as evidenced by Qur\u27anic passages that speak of intelligent individuals holding a high and honourable status. Education will foster the development of an environmentally friendly community. Indonesia is currently battling a COVID-19 pandemic. This has ramifications in many sectors of life, including education. Online schooling is being used to combat the COVID-19 pandemic (remotely). Because learning will take place online during the COVID-19 epidemic, it will undoubtedly alter how learning takes place and student learning results. The purpose of this study was to ascertain the pandemic\u27s effect on the learning outcomes of students in class III studying fiqh at Madrasah Ibtidaiyah Anwarussalam Padalarang. This research use quantitative approaches, including surveys, interviews, and observation, to collect data. Techniques for data analysis in research utilizing the normalcy test The Kolmogorov-Smirnov and hypothesis testing procedures used in this study are straightforward linear regression analysis. The findings indicated that the data in this investigation had a normal distribution. The coefficient of determination calculation reveals that the R2 of 0.757% indicates that the pandemic has an effect on student learning outcomes in the subject of jurisprudence. With a value of 0.000 0.05 for the simple linear regression test, it is established that the influence of pandemic (X) has an effect on student learning outcomes in fiqh topics (Y).Keywords: Pandemic; The Results of The Learning. Abstrak:Ilmu dalam ajaran Islam memiliki kedudukan yang penting, hal ini terlihat dari banyaknya ayat Al-Qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulia. Pendidikan akan membentuk masyarakat yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Indonesia saat ini sedang mengalami pandemi COVID-19. Hal ini berdampak pada segala bidang kehidupan, salah satunya bidang pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di masa pandemi COVID-19 dilakukan daring (jarak jauh). Karena pembelajaran selama pandemi COVID-19 dilakukan secara daring maka tentunya akan memengaruhi cara belajar dan hasil pembelajaran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pandemi terhadap hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran fikih di Madrasah Ibtidaiyah Anwarussalam Padalarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov dan teknik pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan data pada penelitian ini berdistribusi normal. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa R2 sebesar 0,757% artinya pandemi mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih. Nilai uji regresi linear sederhana sebesar 0,000 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa pengaruh pandemi (X) memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih (Y).Kata Kunci: Pandemi, Hasil Belaja
Pembagian Harta Bersama (Gono Gini) Putusnya Perkawinan Karena Perceraian Pada Perkawinan Poligami
Abstract Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan menganut asas monogami terbuka pada prinsipnya seorang suami hanya boleh punya satu istri namun dibolehkan poligami asal memenuhi syarat dalam perundang-undangan. Perkawinan poligami putus karena perceraian, bagaimana pembagian harta bersama ( harta goni)?. Pembagian harta bersama dihitung sejak terjadi perkawinan poligami Istri pertama, kedua, ketiga dan seterusnya dalam hukum Islam maksimal hanya boleh 4 (empat) orang. Perkawinan poligami sah apabila izin dari pengadilan, bagi yang muslim permohonan izin melalui Pengadilan Agama, bagi non mulim permohonan izin ke Pengadilan Negeri. Poligami yang tidak izin dari pengadilan tidak mempunyai kekuatan hukum, jika terjadi masalah hanya dapat diselesaikan diluar pengdilan. Poligami berdasarkan izin dari pengadilan, terjadi masalah dapat diselesaikan melalui pengadilan. Metode penelitian bersifat normatif hanya megunakan data dari hasil penelitian kepustakaan. Kesimpulan dari hasil penelitian, perkawinan poligami diakui hukum apabila izin pengadilan. Sedangkan Poligami tanpa izin pengadilan tidak mempunyai kekuatan hukum, jika terjadi masalah dalam perkawinan tidak dapat diselesaikan melalui pengadilan. Pembagian harta bersama, jika perkawinan putus karena perceraian, harta bersama (gono gini) dibagi dua dihitung sejak terjadi perkawinan poligami, kecuali para pihak menentukan laindalam perjanjian kawin.Keywords: Perkawinan Poligami, Harta bersama (Gono gini) AbstractLaw No. 1 of 1974 on marriage adopts the principle of open monogamy in principle a husband can only have one wife but polygamy is allowed as long as it meets the requirements in the legislation. Polygamous marriages broke up due to divorce, how is the division of joint property (burlap property) ?. The division of joint property is calculated since the polygamous marriage of the first, second, third and so on in Islamic law, the maximum can only be 4 (four) people. Polygamous marriages are legal if permission from the court, for Muslims apply for permission through the Religious Court, for non mulim apply for permission to the District Court. Polygamy without the permission of the court has no legal force, if there is a problem it can only be resolved out of court. Polygamy is based on the permission of the court, any problem can be resolved through the court. Normative research methods only use data from the results of literature research. Conclusion from the results of the study, polygamous marriage is legally recognized if the court permits. While polygamy without court permission has no legal force, if there is a problem in the marriage can not be resolved through the courts. Division of joint property, if the marriage is dissolved due to divorce, the joint property (gono gini) divided in two is counted since the occurrence of the polygamous marriage, unless the parties specify otherwise in the marriage agreement.Keywords: Polygamous Marriage, Common Property (Gono gini
Дилемма решения Конституционного суда об обязанности правительства пересмотреть свод законов о создании рабочих мест (The Dilemma of the Constitutional Court\u27s Decision Regarding the Government\u27s Obligation to Revise the Omnibus Law on Job Creation)
После решения Конституционного суда по сводному закону о создании рабочих мест разгорелись новые дебаты. Потому что Конституционный суд определил, что правительство обязано внести поправки в законодательство об авторском праве только на двухлетний период. Метод исследования, принятый в данном исследовании, является качественным с нормативно-правовой ориентацией. Согласно выводам исследования, постановление Конституционного суда представляется неясным и неубедительным, поскольку оно не носило однозначно обязательной силы. Даже если в постановлении будет обнаружена процессуальная ошибка, закон может, тем не менее, применяться. По мнению других, закон создает впечатление неприкосновенности, потому что кажется, что он не поддается судебному пересмотру с разных сторон. Другие утверждали, что судебная коллегия Конституционного суда не желала идти на риск признания недействительным Закона о перевозках, который был принят без соблюдения процедур, предусмотренных законом, регулирующим разработку законодательства.Ключевые слова: решение Конституционного суда; Совокупный закон; Создание работы Abstract:Following the Constitutional Court\u27s judgment on the Omnibus Job Creation Law, a new debate erupted. Because the Constitutional Court determined that the government was only required to amend the work copyright legislation for a two-year period. The research method adopted in this study is qualitative with a normative juridical orientation. According to the study\u27s findings, the constitutional court\u27s ruling appeared unclear and unconvincing, as it was not clearly binding. Even if the ruling finds a procedural fault, the law may nonetheless apply. According to others, the law creates the perception of immunity because it appears impervious to judicial review from multiple quarters. Others asserted that the Constitutional Court\u27s panel of justices was unwilling to accept the risk of nullifying the carriage law, which was enacted without adhering to the procedures specified in the law governing the drafting of legislation.Keywords: Constitutional Court Decision; Omnibus Law; Job Creatio
Permohonan Atas Pelaksanaan Perkawinan Beda Agama Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia
Indonesia is an archipelagic country as well as a pluralistic country in religion, ethnicity, language, and others. The state also guarantees citizens to continue their offspring through a legal marriage as regulated in Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. In the marriage law, it is stated that the validity of marriage is based on the law of their respective religions. This means that interfaith marriages cannot be carried out as was the case before this law was introduced. The research method used is descriptive analytical with a juridical normative approach. After an academic study, it turns out that this view is wrong, because the law provides a way out by submitting an application to the local district court so that interfaith marriages can be registered as legal marriages. One example of practice, interfaith marriages carried out at the Surakarta District Court in Stipulation No. 333/Pdt.P/2019/PN.Skt.Keywords: Interfaith Marriage; Legal Perspective; Human Rights. AbstrakNegara Indonesia adalah negara kepulauan sekaligus sebagai negara pluralistik dalam agama, suku, bahasa, dan lain-lain. Negara juga menjamin warga negara untuk melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam undang-undang perkawinan menyatakan bahwa sahnya perkawinan berdasarkan hukum agamanya masing-masing. Ini berarti perkawinan beda agama tidak bisa dilakukan seperti yang pernah berlaku sebelum undang-undang ini ada. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan normatif yuridis. Setelah dilakukan telaah akademik ternyata pandangan itu keliru, karena undang-undang memberi jalan keluar dengan cara mengajukan permohonan kepada pengadilan negeri setempat agar perkawinan beda agamanya dapat dimohonkan pencatatannya menjadi perkawinan yang sah. Salah satu contoh praktik, perkawinan beda agama yang dilakukan di Pengadilan Negeri Surakarta dalam Penetapan No.333/Pdt.P/2019/PN.Skt.Kata Kunci: Perkawinan Beda Agama; Perspektif Hukum; Hak Asasi Manusi
Implementasi Manajemen Masjid Dalam Memakmurkan Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis
The implementation of mosque management is an activity that takes place in a mosque and refers to certain rules about mosque management. When running its business, the mosque always refers to a rule that has been set up and follows all of its rules. By following all of the mosque\u27s rules, the mosque can do well. This is because the people in charge of mosques now talk to each other well. There are also things that help and things that hurt the management of a mosque. This study uses a method called "qualitative descriptive" to get the information it needs. The information is then written out in words. The results show that the Al-Huda Sukajati Haurgeulis Mosque already has a well-organized system for running things. The activities of the Mosque Youth Association (IRMAS), congregational prayers, ta\u27lim assemblies, the Al-Qur\u27an Education Park (TPA), and the celebration of Hari Raya also help the Al-Huda Sukajati Haurgeulis Mosque do well (HBI). In the meantime, the Al-Huda Sukajati Haurgeulis Mosque isn\u27t doing well because the management organizational structure hasn\u27t been put into place yet. This is because no one in charge of the mosque feels responsible.Keywords: Implementation; Mosque Management; Prosperity AbstrakImplementasi manajemen masjid merupakan penerapan suatu kegiatan yang ada di masjid dan mengacu pada peraturan pengelolaan masjid tertentu. Dalam pengelolaannya, masjid selalu mengacu pada sebuah peraturan yang telah dibentuk dan menjalankan semua peraturannya. Dengan menjalankan semua peraturan masjid, maka masjid dapat menjadi makmur. Hal itu disebabkan karena terjalinnya komunikasi yang baik antar pengurus masjid. Selain itu, adanya faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasi suatu manajemen masjid. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data yang diperlukan untuk penelitian. Kemudian data tersebut dideskripsikan dalam bentuk kata-kata. Hasil temuan menunjukkan bahwa Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis sudah memiliki struktur organisasi yang tersusun. Selain itu, adapun faktor pendukung dalam memakmurkan Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis yaitu dengan adanya kegiatan Ikatan Remaja Masjid (IRMAS), shalat berjama’ah, majelis ta’lim, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan perayaan Hari Besar Islam (HBI). Sedang faktor penghambat dalam memakmurkan Masjid Al-Huda Sukajati Haurgeulis yaitu belum berjalannya struktur organisasi kepengurusan karena belum adanya rasa tanggungjawab oleh setiap pengurus masjid.Kata Kunci: Implementasi; Manajemen Masjid; Makmu