Kapata Arkeologi
Not a member yet
316 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi Berbasis Kearifan Lokal di Maluku: Perspekstif dan Prospektif
Isu pengelolaan Benda Cagar Budaya (BCB) sebagai modal pembangunan masih garapan kalangan terbatas. Berbeda halnya dengan isu lingkungan. Gerakan lingkungan telah menjelma sebagai keuatan transformasi karena dukungan partisipasi publik yang luas. Kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan menjadi konsep yang banyak dikembangkan oleh negera-negera dunia ketiga. Padahal embrio gerakan lingkungan hampir bersamaan dengan isu sumberdaya arkeologi. Di wilayah Maluku, mengenal praktek keraifan lingkungan dalam pengelolaan lingkungan yang dikenal sebagai Sasi. Dalam pengelolaan BCB, praktek mensakralkan BCB sebagai benda pusaka adalah bentuk kearifan lokal. Selain itu praktek keraifan lokal dalam pengelolaan lingkungan sesungguhnya dapat disisipkan isu tentang BCB, karena sumberdaya arkeologi juga bagian dari sumberdaya alam
Perkembangan Kota Ambon Abad XVII-XVIII Sebagai Implikasi Dinamika Ekonomi Politik Global dan Regional
No Abstrac
Kajian Arkeologi Lanskap dalam Konteks Kajian Arkeologi Lanskap dalam Konteks Penelitian Situs-situs Negeri Lama di Maluku: Sebuah Kerangka Metodologi
No Abstrac
Maluku: Sebuah Citra dalam Bingkai Sumber Daya Arkeologi
Maluku adalah wilayah dengansumber daya budaya yang beragam sebagai implikasi kondisi geografis yang berciri kepulauan. Meski demikian, keragaman sumber daya budaya ini ternyata belum mampu untuk memberikan sumbangan yang berarti pambangunan daerah sebagaimana belum mampu untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat luas. Makalah ini mencoba untuk melihat sumber daya budaya dalam bingkai arkeologi dengan menitikberatkan kajian pada aspek pengelolaannya serta bagaimana sumber daya budaya mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah Maluku
Tinjuan Kembali Seni Cadas di Maluku
Rock Art sites in Mollucas is a part of Rock Art Bridge over Mainland Asia, South East Asia Archipelago, to Australia and Oceania. Although the existence of the rock art in this region suprisingly has been researched since a century ago, seems like there is not enough attention has been given to this kind of sites neither research or preservation . This article tries to refer back to the rock art research histories in Mollucas in order to explore the prospects of its studies in the future and how we can manage this valuable heritage
Peninggalan Arkeologis di Kepulauan Bacan
History of Sultanate of Bacan early from association group of traditional society is called boldan led by a kolano. In kronik Bacan mentioned by that center of governance initially reside in Makian island, residing in northside island Bacan. As one part of from Moluco Kie Raha, Sultanate of Bacan own important role in this region. This matter, pursuant to with refer toing result of research which have been in this area. Island of Makian and its surroundings as location of early center of governance of Moluco Boldan Kie-Besi (The early beginning of Sultanate of Bacan), known to own to omit Prehistoric archaeology. Omit other;dissimilar archaeology come from a period of Islam and Colonial influence. This article try to give picture of cultural history in region of Archipelago of Bacan of pursuant to with refer toing result of research which have been done