Kapata Arkeologi
Not a member yet
    316 research outputs found

    Appendix Vol. 8 No. 1 (2012)

    No full text

    Situs Permukiman Kuno di Waeyasel Kecamatan Leihitu Barat Maluku Tengah

    Get PDF
    Situs permukiman kuno yang terdapat di dusun Waeyasel, penduduk setempat menyebutnya Kota Mulu adalah sebuah dataran di antara bukit karang yang cukup terjal. Penduduk di sekitar situs meyakini bahwa Kota Mulu adalah lokasi permukiman masyarakat Waeyasel pada masa lampau. Tim penelitian Balai Arkeologi Ambon melakukan penelitian di situs ini dengan menerapkan metode survei permukaan bertujuan untuk mendata dan mendokumentasikan sebanyak mungkin data arkeologi. Penelitian ini  menghasilkan sejumlah data arkeologi yang berciri megalitik berupa dolmen, sejumlah fragmentaris keramik lokal maupun keramik asing, dan sebuah makam. Sementara dapat disimpulkan bahwa situs kota mulu adalah situs permukiman yang didalamnya juga berlangsung kegiatan sakral sesuai dengan kepercayaan penghuninya, yang dibuktikan dengan keberadaan dolmen sebagai media upacara megalitik. Sedangkan keberadaan makam pada situs ini oleh penduduk sekitar dikatakan merupakan makam dari seorang pesiar agama Islam yang menyebarkan ajaran agama di waeyasel dan sekitarnya. Beliau kemudian meninggal dan dimakamkan di lokasi ini. Site of ancient settlements located in the hamlet Waeyasel, the locals call it the City Mulu is a plateau in between fairly steep cliff. Residents around the site believes that the City Mulu is Waeyasel community settlements in the past. Ambon Archaeological Institute research team conducted research at this site by applying the method of surface survey aims to assess and document the archaeological data as much as possible. This study resulted in a number of archaeological data, characterized by megalithic dolmen form, a number of fragmentary local and foreign ceramics ceramics, and a tomb. While it can be concluded that the site Mulu city is the site of settlements which also takes place in accordance with the trust sacred activity occupants, as evidenced by the presence of megalithic dolmen as a media ceremony. While the existence of the tomb on this site by people around say is the tomb of a cruise Islam spread religion in Waeyasel and surrounding areas. He then died and was buried at this location

    Sketsa Arkeologi Islam di Maluku: Tema dan Implementasi Penelitian

    Get PDF
    Penelitian arkeologi Islam di Maluku, merupakan ranah penelitian yang memiliki beragam lingkup dan cakupan kajiannya, karena memiliki dimensi yang luas, antara lain sosial, ekonomi, politik, selain tentu saja religi dan ideologi. Namun luasnya cakupan dalam perspektif horizontal, belum diimbangi oleh penggarapan penelitian yang mendalam (vertikal), sehingga penelitian arkeologi Islam, masih merupakan kepingan atau serpihanserpihan dalam sebuah mozaik hasil penelitian. Implementasi penelitian yang sudah berjalan, baru terbatas menggarap isu-isu pada tataran permukaan, sehingga berbagai hasil kesimpulan tentang peradaban Islam di Maluku., sementara ini baru menampilkan perwajahan Islam yang general. Interpretasi dan kesimpulan yang selama ini dihasilkan, lebih banyak bersandar oleh dukungan data dari lintas batas disiplin ilmu, yang bagaimanapun merupakan kekuatan dari pendekatan arkeologi sejarah. Dari penelitian arkeologi Islam yang sudah dilakukan, pendekatan lintas displin ilmu yakni sejarah dan etnografi, merupakan yang paling umum dilakukan, sementara pendekatan arkeologi sendiri sifatnya masih sangat deskriptif dan belum digunakannya perangkat keras arkeologi, misalnya memanfaatkan data eksavasi dan dating absolute untuk memastikan kapan masyarakat mengkonversi Islam di Maluku. Dalam kurun beberapa tahun, meskipun masih berupa serpihan, namun tampak upaya penelitian arkelogi Islam untuk menjangkau banyak dimensi dari data arkeologi Islam, misalnya yang berhubungan dengan tema Islamisasi dan perdagangan, ekspansi Islam dalam konteks politik dan kultural serta dinamika relasional Islam dan budaya lokal Maluku, serta perkembangan internal Islam itu sendiri dari awal hadirnya hingga persentuhannya dengan kolonialisme. Islamic archaeological research in Maluku, is the realm of research that have diverse scope and coverage of studies, because it has large dimensions, including social, economic, political, besides of course, religion and ideology. However, the wide scope of the horizontal perspective, has not been matched by the cultivation of deep research (vertical), so the archaeological study of Islam, is still a piece or pieces in a mosaic of research results. Implementation research is already running, a new limited work on issues at the level of the surface, so that the various results of conclusions about the Islamic civilization in the Moluccas, while this new show the general appearance of Islam. Interpretations and conclusions that have been produced, more lean by data from cross-border support disciplines, which, however, is the strength of the approach of historical archeology. Of Islamic archaeological research that has been done, crossdisciplinary approach to the science of history and ethnography, the most common, while the archaeological approach itself is very descriptive in nature and has not been used hardware archeology, for example, utilize eksavation data and absolute dating community to ensure that when converting Islam in Maluku. Within a few years, though still in pieces, but it looks Islamic archaeological research efforts to reach out to many dimensions of Islamic archaeological data, such as those related to the theme of Islamization and trade, the expansion of Islam in the political and cultural context and relational dynamics of Islam and local culture of Maluku, as well as internal development of Islam itself from the beginning to the presence touch with colonialism

    Jejak Islam Tionghoa di Wilayah Maluku, Studi Awal di Wilayah Pulau Haruku

    No full text
    No Abstrac

    Tinggalan Perang Dunia II di Ambon: Tinjauan atas Sarana Pertahanan dan Konteks Sejarahnya

    No full text
    No Abstrac

    Tradisi Megalitik dan Sistem Nilai Budaya Maluku

    Get PDF
    Kepulauan Maluku memiliki tinggalan arkeologis yang sangat kaya dan melimpah tersebar ke seluruk pelosok daerah di Maluku. Kekayaan sumberdaya budaya arkeologis menjadikan substansi identitas sebagai bangsa yang berbudaya, berbangsa dan bertanah air. Tradisi megalitik merupakan suatu sumberdaya budaya arkeologi yang perlu untuk dijaga, dipelihara serta dirawat. Sebab tradisi megalitik masyarakat Maluku adalah kesatuan sistem nilai budaya yang berkelanjutan (tradisi berlanjut) yang selalu terintegrasi dalam siklus masyarakat Maluku yang dahulu, sekarang maupun pada masa-masa mendatang

    Upacara Adat dan Ekologi

    No full text
    No Abstrac

    Tayangan Arkeologi di Televisi: Catatan Ringan tentang Sebuah Peluang

    Get PDF
    Fenomena selama dekade terakhir menunjukan kecenderungan meningkatnya tayangan bertema arkeologi pada televisi nasional dan lokal di Indonesia. Meskipun kuantitas dan kualitasnya masih jauh dibanding tayangan sejenis di kanal-kanal internasional, kemajuan ini perlu direspon secara positif. Tulisan ini mencoba mengulas fenomena ini sebagai sebuah peluang bagi pengembangan studi arkeologi di Indonesia

    Back Cover Vol. 7 No. 13 (2011)

    No full text

    162

    full texts

    316

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kapata Arkeologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇