JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
Not a member yet
    255 research outputs found

    IMPLEMENTASI WEB PORTAL PARIWISATA INDONESIA MENGGUNAKAN JOOMLA BERBASIS CONTENT MANAGEMENT SYSTEM (CMS)

    No full text
    Peningkatan jumlah wisatawan baik domestik dan mancanagera pada lokasi wisata di Indonesia hanya berkisar pada wilayah Bali dan Pulau Jawa. Hal ini terjadi karena belum optimalnya promosi destinasi wisata Indonesia. Salah satu bentuk promosi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan media online agar mampu menjangkau seluruh komunitas dunia. Model situs web yang dimiliki oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaharui isi website dan biaya yang relatif besar. Untuk itu, dalam penelitian ini akan dirancang sebuah prototipe Web Portal Pariwisata Indonesia dengan menggunakan Content Management System (CMS) berbasis Joomla sehingga lebih memudahkan dalam pengelolaan informasi destinasi wisata Indonesia secara berkesinambungan. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi media kolaborasi informasi pariwisata sehingga informasi yang disajikan lebih aktual, interaktif terhadap pengunjungnya dan menjadi sebuah referensi bagi wisatawan domestik dan mamcanegara dalam melakukan pencarian destinasi wisata di seluruh wilayah Indonesia

    PEMBANGUNAN MODUL PENAWARAN PADA SIAPSIAPNIKAH.COM DENGAN METODE EXTREME PROGRAMMING DAN KONSEP CROWDSOURCING

    No full text
    Jumlah pernikahan di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Sekitar 2.250.000 pernikahan terjadi pada tahun 2012. Dalam mempersiapkan pesta pernikahan membutuhkan tenaga, energi, dan waktu yang banyak. Untuk membantu pengantin dan keluarga dalam mempersiapkan pernikahan, kebanyakan dari mereka menggunakan layanan wedding organizer (WO). Saat ini, sebelum memutuskan WO mana yang akan digunakan kebanyakan masyarakat datang langsung ke kantor WO atau ke pameran pernikahan. Berdasarkan hasil survei, kebanyakan WO belum memiliki media digital seperti website yang digunakan untuk mempromosikan jasa dan produknya. Akan tetapi, kebanyakan pelanggan ingin menemukan jasa atau produk terbaik dari WO dengan melakukan pencarian melalui internet karena saat ini internet sangat mudah didapatkan. Penelitian ini mengembangkan aplikasi website untuk WO dan pelanggan dengan sistem penawaran dan konsep crowdsourcing berdasarkan permasalahan dan peluang. Dengan aplikasi website ini, pelanggan dan WO memiliki satu tempat khusus untuk menemukan WO atau paket terbaik dan untuk mempromosikan jasa serta produk WO. Selain dengan konsep crowdsourcing, webite ini juga menerapkan sistem penawaran untuk mendukung proses bisnisnya. Sistem penawaran pada website ini memiliki dua fungsi utama, yaitu pelanggan mencari dan memesan paket yang paling cocok, serta memberikan kesempatan kepada member untuk menentukan paket yang dia inginkan. Website ini masih perlu pembenahan terutama dalam hal desain dan keamanan website. Hal tersebut didasari dengan hasil testing yang dilakukan dalam penelitian ini

    IDENTIFIKASI KEY POSITION DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN KRITERIA PROFIL KOMPETENSI TALENT KEY POSITION PADA PT. INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA

    No full text
    PT. INTI telah menerapkan program Management Trainee(MT) sejak 2009, sebagai tujuan untuk memperoleh potensi talentdan mempersiapkan mereka untuk menduduki posisi manajerial perusahaan di masa depan. Dalam kondisi ideal, MT diharapkan dapat melewati masa percobaan. Namun, ketidakcocokan karakter kandidat saat bekerja menjadi kendala sehingga beberapa dari mereka tidak lulus masa percobaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu merancang ulang pekerjaan untuk talent (Allen, 2008) dengan pendekatan Talent Management yang dimulai dengan mengidentifikasi key position untuk lima divisi yang termasuk dalam kegiatan bisnis utama perusahaan. Identifikasi key position dilakukan dengan proses pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk posisi manager dan supervisor berdasarkan krtiteria key position yang didefinisikan. Kemudian menganalisa kriteria talent perusahaan untuk key position, dan sumber talent bagi perusahaan untuk mendapatkan talent. Hasil identifikasi di 18 key position dengan tiga kriteria talent tambahan untuk posisi manager, dan empat kriteria talent tambahan untuk posisi supervisor. Untuk mendapatkan MT, perusahaan bisa melakukan perekrutan perkuliahan, karena sesuai dengan kebutuhan perusahaan MT yang didedikasikan untuk fresh graduate

    PENGEMBANGAN PROGRAM PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM II) DAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PLANT AMMONIA PT PUPUK KUJANG 1A

    No full text
    PT. Pupuk Kujang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk dimana perusahaan tersebut memproduksi berbagai  jenis pupuk diantaranya  jenis ammonia, urea, dan granular. Untuk memproduksi sesuai dengan target  produksi  tentu  didukung  oleh  mesin  dan  peralatan  disetiap  tahapan  prosesnya  dan  harus dioperasikan dengan efektif dan efisien, untuk mengoperasikan mesin dan peralatan secara efektif dan efisien  diperlukan  sistem  perawatan  mesin  yang  baik.  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah Reliability Centered Maintenance II dengan memadukan analisis kualitatif yang meliputi FMEA dan RCM II  Decision Worksheet. Metode  Reliability  Centered Maintenance  II  ini  digunakan  untuk  menentukan kegiatan  interval  perawatan  berdasarkan  pada  RCM  II  Decision Worksheet  sesuai  dengan  fungsi  dan sistem  kerja  pada  equipment kritis  dan  FMEA  digunakan  untuk mengidentidikasi penyebab kegagalan dan efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. Metode lain yang digunakan yaitu dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses untuk mengidentifikasi faktor penyebab penurunan efektivitas mesin produksi

    PERANCANGAN BLUEPRINT SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN METODOLOGI ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING (EAP) PADA SMAN 3 SURAKARTA

    No full text
    Sekolah sebagai penyedia layanan pendidikan pada masyarakat harus memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola proses binsisnya. Pemanfaatan teknologi informasi merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas operasional sekolah. Keberhasilan pemanfaatan teknologi informasi sangat bergantung pada perencanaan. SMAN 3 Surakarta ingin meningkatkan kualitasnya melalui pemanfaatan teknologi sistem informasi, sehingga dibutuhkan blueprint  sistem informasi. Pengembangan blueprint ini menggunakan kerangka EAP sehingga menghasilkan aristektur data, proses  dan  teknologi

    PERANCANGAN INTEGRASI SISTEM PENILAIAN KINERJA SUPPLIER DENGAN METODE DELPHI, DECISION MAKING TRIAL AND EVALUATION LABORATORY (DEMATEL), ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP), DAN TRAFFIC LIGHT SYSTEM (TLS) PADA PT ME ENGINEERING

    No full text
    Evaluasi kinerja supplier merupakan kegiatan strategis dalam supply chain management yang dilakukan oleh PT. ME Engineering. Pendekatan Delphi diusulkan kepada perusahaan untuk mengidentifikasi ulang kriteria evaluasi supplier-nya agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini. Pembobotan prioritas pada kriteria evaluasi juga diusulkan dengan menggunakan integrasi metode Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) dan Analytical Network Process (ANP), sehingga hasil evaluasi dapat mencapai tujuan perusahaan secara optimal. Berdasarkan analisa Delphi telah terpilih 14 kriteria yang digunakan pada evaluasi kinerja supplier. Kriteria tersebut dirangkum dalam variabel ketepatan service, price, dan green supplier.Hasil analisa integrasi metode DEMATEL dan ANP menyebutkan bahwa perusahaan sangat memprioritaskan 5 kriteria dari total 14 kriteria evaluasi, yaitu ketepatan kualitas, green process, ketepatan jumlah kirim, green product, dan ketepatan waktu kirim. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa PT. ABC merupakan supplier terbaik pada periode evaluasi April-Juni 2012, sedangkan PT. GHI menjadi yang terbaik pada periode evaluasi Juli-September 2012.Berdasarkan analisa traffic light system, PT. ABC dan PT. GHI memiliki performa yang sangat baik pada 13 kriteria evaluasi, kecuali pada kriteria harga. PT. DEF memiliki performa yang sangat baik pada seluruh kriteria yang digunakan untuk evaluasi. PT. JKL dan PT. PQR menunjukkan kelebihannya pada kriteria ketepatan kualitas dan ketepatan waktu kirim.  Adapun PT. MNO memiliki performa yang cukup baik pada kriteria ketepatan kualitas

    Pembobotan Kriteria Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bidang Peminatan Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi Universitas Telkom

    No full text
    Dalam perancangan sistem pendukung keputusan pemilihan bidang peminatan pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Telkom menggunakan metode simple additive weighting (SAW), kriteria pengambil keputusan yang digunakan adalah nilai mata kuliah dan potensi kecenderungan. Untuk mendapatkan nilai bobot setiap kriteria digunakan matriks perbandingan berpasangan dari metode analytic hierarchy process (AHP). Matriks ini menerapkan penilaian subjektif dengan batasan rasio konsistensi sebesar 10%, dimana jika nilai konsistensi yang didapat kurang dari sama dengan 10% maka penilaian subjektif peneliti dapat diterima, jika nilai konsistensi yang didapat lebih dari 10% maka perlu dilakukan peninjauan ulang pada matriks. Dengan menggunakan tabel indeks Saaty pembobotan setiap kriteria dilakukan dan didapatkan nilai konsistensi dibawah 10%, dengan ini bobot berdasarkan penilaian subjektif peneliti dapat diterima dan digunakan pada perancangan sistem pendukung keputusan pemilihan bidang peminatan pada Program Studi Sistem Informasi

    ANALISIS POSITIONING PROGRAM STUDI CREATIVE MULTIMEDIA PROFESSIONAL BERDASARKAN PERCEPTUAL MAP DENGAN METODE MULTI DIMENSIONAL SCALLING

    No full text
    Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai perbedaan yang dimiliki oleh Telkom Professional Certified Competency (TPCC) melalui program studinya Creative Multimedia Professional (CMP) dibandingkan dengan pesaingnya di bidang multimedia mengindikasikan bahwa TPCC belum memiliki positioning yang kuat di benak masyarakat. Tagline merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan perbedaan tersebut juga belum dimiliki oleh TPCC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui positioning dari TPCC melalui program studi CMP diantara lembaga pelatihan dan sertifikasi lainnya khususnya di bidang multimedia yang berada di wilayah Bandung dan Jabodetabek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multi Dimensional Scalling (MDS) yang menghasilkan output berupa perceptual map. Perceptual map yang dihasilkan menggambarkan persepsi masyarakat mengenai TPCC melalui program studi CMP dengan pesaingnya bedasarkan tiga belas atribut yang ada. Hasil rekomendasi dari penelitian ini adalah keunggulan program TPCC dikomunikasikan melalui tagline, menyediakan program khusus konsultasi, melengkapi fasilitas akademik, membuat beberapa program yang dapat mengasah softskill, bekerjasama dengan perusahaan di bidang multimedia, menambah variasi kegiatan pembelajaran

    PERANCANGAN ALOKASI PENYIMPANAN DI GUDANG BAHAN BAKU PADA DIVISI ALAT PERKERETAAPIAN PT PINDAD (PERSERO) UNTUK MENGURANGI WAKTU DELAY MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS FSN DAN CLASS BASED STORAGE POLICY

    No full text
    PT Pindad merupakan perusahaan manufaktur di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi produk militer dan produk komersial. PT Pindad memiliki beberapa gudang, salah satunya adalah gudang Divisi Alat Perkeretaapian yang menyimpan berbagai bahan baku untuk memproduksi produk air brake system. Delay terjadi aktivitas storing dan picking, hal ini disebabkan karena adanya proses searching. Penempatan produk secara random oleh operator, menyebabkan alokasi penyimpanan SKU pada tempat penyimpanan tidak tertata rapi dan teratur. Langkah awal yang dilakukan adalah memetakan seluruh proses bisnis dan aktivitas yang terdapat pada gudang Divisi Alat Perkeretaapian PT Pindad dengan menggunakan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM) sehingga didapatkan waktu proses dan value dari masing-masing aktivitas. Untuk itu dilakukan alokasi penyimpanan produk agar mengurangi waktu non value added dengan pengklasifikasian menggunakan analisis FSN, kemudian dilakukan slotting dan zonafikasi untuk menentukan area penempatan barang untuk-untuk masing-masing SKU berdasarkan klasifikasi. Setelah dilakukan pengklasifikasian, slotting dan zonafikasi, maka langkah selanjutnya adalah merancang future state map perancangan usulan, sehingga didapatkan disimpulkan waktu delay menurun 22% dari total waktu keseluruhan waktu proses yaitu 846,26 detik atau 14,10 menit, dan penurunan persentase non value added sebesar 17%

    USULAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA MESIN KOMORI LS440 DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM II) DAN RISK BASED MAINTENANCE (RBM) DI PT ABC

    No full text
    PT ABC merupakan perusahaan cetak dalam skala nasional. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan buku ajar, majalah, surat kabar, dan lain sebagainya. Kegiatan maintenance yang ada PT ABC terbagi menajadi dua, yaitu preventive maintenance setiap senin dan kamis serta kegiatan corrective maintenance yang dilakukan jika mesin mengalami kegagalan fungsi. Kegagalan fungsi pada mesin Komori masih cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pecegahaan untuk meningkatkan reliabilitas mesin. Metode yang dilakukan adalah Reliability Centered Maintenance, yaitu dengan menganalisis failure yang terjadi dengan menggunakan analisis Failure Mode and Effect Analysis dan Decision Worksheet. Hasil dari analisis ini merupakan preventive task masing-masing komponen. Sedangkan untuk menganalisis risiko yang diakibatkan jika mesin mengalami gagal fungsi, yaitu dengan metode Risk Based Maintenance. Hasil yang diperoleh dari nilai risiko yang ditanggung perusahaan ketika mesin mengalami failure, yaitu sebesar Rp965.904.899,36. Berdasarkan hasil pengolahan data pada subsistem kritis diperoleh kesimpulan bahwa enam komponen dilakukan dengan task scheduled on condition, tiga komponen dengan task scheduled restoration, dan enam komponen dengan task scheduled discard. Sedangkan untuk interval waktu dalam pengerjaan preventive maintenance pada komponen tersebut disesuaikan dengan task yang diperoleh. Setelah mendapatkan interval waktu perawatan, kemudian ditentukan biaya perawatan usulan yang dikeluarkan perusahaan, yaitu sebesar Rp971.567.519,69

    0

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇