JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAN PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE DIREKTORAT METROLOGI PADA FUNGSI LAYANAN PELANGGAN DAN PENGAWASAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM
Direktorat Metrologi merupakan dinas tingkat eselon II yang berada dibawah kementerian perdagangan. Direktorat Metrologi mempunyai tugas dalam pengelolaan bidang metrologi legal. Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Metrologi menjalankan berbagai proses bisnis baik proses bisnis utama maupun pendukung. Kompleksitas proses bisnis yang dijalankan menjadi alasan dibutuhkannya teknologi informasi sebagai penunjang. Namun kebutuhan bisnis harus selaras dengan teknologi informasi yang digunakan. Enterprise architecture merupakan metode yang digunakan untuk menyelaraskan antara bisnis dengan teknologi informasi. TOGAF ADM digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan enterprise architecture. Domain pada TOGAF ADM yaitu business architecture, data architecture, application architecture, dan technology architecture. Penyusunan enterprise architecture berdasarkan aturan hukum yang berlaku, visi misi Direktorat Metrologi, dan rencana strategis yang dibuat oleh kementerian perdagangan. Perancangan dilakukan pada fungsi bisnis layanan pelanggan dan pengawasan Direktorat Metrologi. Dari perencanan enterprise architecture diperoleh gambaran teknlogi informasi yang akan diimplementasikan sesuai kebutuhan bisnis dalam upaya mencapai tujuan strategis
Analisa Dan Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Menggunakan Framework Togaf ADM
Teknologi informasi (TI) telah menjadi salah satu strategi utama dalam mendukung perusahaan atau instansi untuk keberlangsungan proses-proses yang ada sehingga dapat mencapai tujuannya. Begitu pula dengan instansi pemerintahan yang perlu menyelaraskan antara strategi bisnis instansi dengan strategi TI yang sesuai dengan kebutuhan instansi. Instansi pemerintahan yang menjadi objek pada penelitian ini adalah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distan Provinsi Jawa Barat). Distan Provinsi Jawa Barat merupakan instansi pemerintahan yang mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan urusan pemerintah daerah bidang pertanian tanaman. Dalam menjalankan proses bisnisnya, instansi belum dapat mengoptimalkan keberadaan dan penggunaan TI untuk mendukung keberlangsungan proses bisnisnya. Hal tersebut berdampak pada pelayanan proses produksi tanaman pangan dan hortikultura yang tidak efektif dan efisien. Gejala permasalahan yang terjadi dikarenakan tidak terdapatnya suatu standar atau pedoman dalam menjalankan proses bisnis instansi dengan dukungan TI yang tepat. Dalam menjawab permasalahan tersebut, dibutuhkannya suatu pedoman dalam menyelenggarakan urusan bisnis sehingga dapat selaras dengan strategi TI. Metode yang digunakan yaitu perancangan suatu Enterprise Architecture (EA) dengan bantuan framework TOGAF (The Open Group Architecture Framework) yang didalamnya terdapat beberapa fase perancangan arsitektur. Salah satu komponen TOGAF yaitu TOGAF ADM (Architecture Development Method), menjadi metodologi dan sebagai lingkup dari perancangan EA pada instansi. Fase-fase perancangan EA yang terdapat pada TOGAF ADM antara lain yaitu fase preliminary, architecture vision, business architecture, information system architecture, technology architecture, opportunities and solutions, dan migration planning. Perancangan arsitektur yang menggunakan TOGAF ADM nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan bisnis instansi. Keluaran atau hasil dari perancangan EA pada instansi Distan Provinsi Jawa Barat yaitu berupa artifak-artifak pada komponen TOGAF ADM mulai dari fase preliminary hingga migration planning, serta architecture roadmap sebagai rekomendasi penerapan dan pengembangan TI. Dengan adanya blueprint dari arsitektur tersebut, maka instansi dapat memiliki pedoman pelaksanaan proses bisnis dan penarikan keputusan dalam penerapan sistem informasi maupun teknologi yang akan digunakan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan instansi
Pengembangan Proses Bisnis Pengawasan Terintegrasi Rasio Konglomerasi Keuangan Studi Kasus: Instansi X, Jakarta
Dalam rangka membantu pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan terintegrasi melakukan penilaian atas kondisi suatu konglomerasi keuangan berdasarkan data dan informasi keuangan dari grup konglomerasi keuangan, rasio komparatif dan trend analisis salah satunya diperlukan pengembangan proses bisnis pengawasan terintegrasi Financial Conglomerate Ratio (FICOR). FICOR adalah suatu kumpulan data keuangan dan rasio-rasio. Sumber data FICOR adalah data keuangan yang terdapat pada 3 (tiga) sektor pengawasan (Perbankan, Pasar Modal dan IKNB). Saat ini informasi dan data keuangan konglomerasi keuangan di instansi X, masih tersebar pada masing-masing sektor, belum terintegrasi, serta belum terdapat sistem informasi yang membantu pelaksanaan pengawasan tersebut secara otomatis. Pengembangan proses bisnis ini merupakan kegiatan pemenuhan kebutuhan instansi dalam hal pengawasan terintegrasi rasio konglomerasi keuangan, yang harus terintegrasi dengan seluruh sektor yang berbeda, dapat diproses dengan cepat, tersedia, dan dapat diakses ketika dibutuhkan. Penelitian dilakukan terhadap proses bisnis yang sedang berjalan saat ini khusus dalam kegiatan pengawasan rasio konglomerasi finansial serta analisis terhadap kondisi infrastruktur IT, dan desain sistem informasi saat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan proses bisnis saat ini guna memenuhi kebutuhan pengawasan rasio konglomerasi keuangan yang terintegrasi. Metode pengembangan proses bisnis yang akan dilakukan adalah melakukan proses pengumpulan data melalui dokumen internal sebagai referensi untuk melakukan proses analisis, membuat pemetaan proses bisnis yang sedang berjalan serta merancang proses bisnis sesuai dengan yang dibutuhkan. Kegiatan pengembangan proses bisnis ini merupakan tahap awal untuk penelitian selanjutnya yaitu integrasi data dan pengembangan sistem informasi pengawasan terintegrasi rasio konglomerasi keuangan
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Direktorat Metrologi Pada Fungsi Kepegawaian Dan Keuangan Menggunakan Framework Togaf ADM
Direktorat Metrologi merupakan instansi pemerintahan yang bergerak dibidang pelayanan masyarakat dalam melakukan pengujian alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). Dalam melaksanakan tugas pokok yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendagri) nomor 8/M-DAG/PER/2/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Perdagangan. Terdapat salah satu aktivitas utama yang dilakukan, yaitu program pasar tertib ukur yang bertujuan untuk meningkatkan citra pasar tradisional melalui kebenaran hasil pengukuran pada pelayanan perizinan dan non-perizinan. Hal ini dapat dicapai dengan adanya teknologi informasi yang digunakan Direktorat Metrologi melalui sistem informasi Pelayanan Satu Pintu (PSP) yang digunakan untuk pengelolaan data penerimaan layanan kemetrologian. Namun dalam sistem informasi yang ada saat ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pada aktivitas bisnis yang dilakukan, sehingga sebagian aktivitas harus dilakukan secara manual. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan menyelaraskan antara aspek bisnis dengan aspek teknologi informasi, maka dibuat perancangan enterprise architecture dengan metode TOGAF ADM framework. The Open Group Architecture Framework (TOGAF) terdiri dari beberapa fase yang dijadikan guidelines dalam melakukan perancangan enterprise architecture, yaitu preliminary phase, architecture vision, business architecture, information system architecture, dan technology architecture. Dalam penelitian ini akan dibahas strategi bisnis dan infrastruktur Direktorat Metrologi khususnya fungsi kepegawaian dan keuangan. Dengan menggunakan framework TOGAF ADM dapat menghasilkan architecture blueprint sebagai bahan untuk menyusun IT master plan Direktorat Metrologi
Studi Kelayakan Bisnis Konten Kreatif Di Kota Bandung (Studi Kasus: PT. Akses Nusa Karya Infratek)
Pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia dari tahun 2006 hingga 2009 tercatat 2,9 % per tahun dengan rata-rata pertumbuhan industri kreatif di Indonesia sebesar 6,5 % padahal rata-rata negara di ASEAN hanya 5 % (Pusat data Republika, 20 Januari 2012). Kota Bandung, sebagai tempat lahir dan tumbuhnya PT ANK Infratek, bahkan terpilih dalam 5 besar kota kreatif se-Asia. Hal tersebut berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh salah satu media di Singapura yakni Channel News Asia pada Desember 2011 lalu. (Detik Bandung, Februari 2012). Industri kreatif di Indonesia cukup signifikan berkontribusi pada PDB negara. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1.2. Sementara itu indikator pertumbuhan ekonomi kreatif dapat dilihat pada Tabel. Bahkan pada tahun 2014, industry kreatif tumbuh pesat di Indonesia dari target 10%, di akhir 2014 pertumbuhannya mencapai angka 12,2%. Industri Kreatif merupakan jenis bisnis baru yang belum pernah dilakukan di PT ANK Infratek dan PT PT ANK Infratek berencana ingin mengimplementasikan dan menjalankan bisnis ini. Oleh karena itu analisis kelayakan bisnis perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari bisnis industri kreatif ini jika ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, aspek keuangan kemudian dilakukan analisis sensitivitas. Berdasarkan analisis dari aspek-aspek tersebut dapat diperoleh kesimpulan mengenai tingkat kelayakan implementasi bisnis industri kreatif ini oleh PT ANK Infrate
Optimasi Distribusi Semen PT. XYZ dengan Modifikasi Model Transportasi
Transportation plays an important role for the industry because the producers have an interest in getting their goods transported to the customer on time, at the exact spot and goods are in good condition. Sari et al (2013) have optimized the transportation problem on the cement distribution system of PT. XYZ. In those article, optimization is done by minimizing transportation costs using the initial fiscal solution with the Least Cost method and calculating the optimal solution with potential method. However, in that calculation, the distance factor between the warehouse and the distribution and transport capacity is not considered. In fact, in distributing a product, the mileage factor becomes important enough to be considered because it involves many things in its operation. Therefore, in this article, the cement distribution cost will be optimized by using modified model of the transportation model used in Sari et al (2013)
Mobile Forensics Investigation Proses Investigasi Mobile Forensics Pada Smartphone Berbasis IOS
Abstrak — Ponsel merupakan salah satu teknologi yang sering digunakan oleh manusia dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan utamanya adalah orang yang menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bentuk komunikasi melalui udara dapat tujuan bervariasi, dari yang hanya berbicara tentang hal-hal sederhana sampai hal-hal yang serius, misalnya tentang pekerjaan dan kegiatan positif dan negatif. Ini bisa menjadi bentuk negatif dari percakapan tentang rencana untuk kejahatan seperti pembunuhan, perampokan, pemerasan, korupsi dan narkoba. Analisis forensik digital dan peneliti harus dapat mengantisipasi hal-hal ini, sehingga ketika ada bukti ponsel yang disita dari para pelaku dapat diperiksa dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip dasar forensik digital. Penelitian ini menggunakan DFIF (Digital Forensik Investigasi Framework) dalam penyelidikan perangkat smartphone dengan mencari bukti berupa percakapan digital melalui pesan teks. Hasil investigasi yang dilakukan dalam bentuk informasi untuk membuktikan bahwa pelaku tindak pidana, informasi tersebut kemudian disajikan dalam bentuk laporan forensik yang akan digunakan selama persidangan.
Kata kunci: Smartphone, Bukti Digital, Mobile Forensics, Investigas
Sistem Informasi Pengelolaan Penjualan Aplikasi Pada Perancangan Startup Notice Dengan Metode SCRUM
Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan produk atau jasa wajib memiliki sebuah media promosi agar dapat menarik dan berinteraksi dengan pelanggan. PT Notice Technology merupakan sebuah startup yang menyediakan solusi bagi dunia pendidikan melalui produk aplikasi yang dikembangkan, yaitu notice monitoring system. Startup yang baru didirikan tersebut belum memiliki sarana atau media yang dapat menjembatani komunikasi dengan calon pelanggan. Proses penjualan aplikasi masih dilakukan secara door to door sehingga hal ini kurang efektif untuk menjangkau pelanggan yakni sekolah atau institusi pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu juga proses pencatatan keuangan hanya dilakukan melalui Ms Excel dan belum terintegrasi dengan database. Oleh karena itu, permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana membangun suatu sistem informasi pengelolaan penjualan yang efektif dan solutif bagi perusahaan dan pelanggan. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah scrum. Metode ini dipilih karena mampu menyelesaikan proyek-proyek kompleks dengan pendekatan yg inovatif. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan SMS Gateway sebagai media informasi yang masih sering digunakan oleh semua kalangan. Dengan adanya sistem informasi pengelolaan penjualan diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat bagi penjual dan pembeli dalam berkomunikasi, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan menjaga loyalitas pelanggan.