JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Rekam Medis Rumah Sakit Dengan Pendekatan Togaf ADM
I-HOSST (Integrated Hospital Information System) merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk membantu menunjang kinerja pada setiap unit rumah sakit dengan mengintegrasikan tidak hanya aplikasi, tetapi juga database pasa setiap aplikasi rumah sakit. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan aplikasi pada rumah sakit guna menunjang kinerja pada setiap unit, semakin banyak pula ragam dan jumlah aplikasi yang dibangun. Namun pembangunan aplikasi tersebut tidak diiringi dengan perencanaan yang matang sehingga seringkali pembangunan aplikasi tidak saling terintegrasi. Hal ini menyebabkan pemanfaatan dari aplikasi itu sendiri belum maksimal. Salah satu contohnya pada Fungsi Rekam Medis di prosedur registrasi terkadang mengalami kesalahan sehingga 1 pasien dapat memiliki data lama dan data baru. Untuk menanggulangi kejadian ini, diperlukannya sebuah perancangan sistem yang dapat mengatasi masalah dan mampu terhubung dengan aplikasi yang ada untuk menghindari duplikasi data dan berdampak terhadap keselarasan dengan aplikasi lainnya yang ada pada rumah sakit. Untuk menunjang keselarasan tersebut diperlukan Enterprise Architecture yang sesuai pada Fungsi Rekam Medis menggunakan pendekatan TOGAF ADM. Adapun tahapan yang dilakukan pada penelitian ini berupa fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities And Solutions dan Migration Planning. Hasil akhir penelitian berupa architecture blueprint yang dapat digunakan RS sebagai acuan pembangunan SI dan business value assessment
Perancangan Aplikasi Pengelolaan Dokumen Dan Simulasi Penilaian Akreditasi Di Prodi S1 Sistem Informasi Universitas Telkom
Program Studi (prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Telkom secara berkala melakukan proses persiapan akreditasi program studi untuk persiapan evaluasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Proses persiapan akreditasi yang dilakukan oleh prodi SI saat ini kurang lebih masih sama dengan apa yang dilakukan oleh prodi-prodi lain di Indonesia, yaitu mulai dari pembentukan tim persiapan akreditasi, pengumpulan dokumen-dokumen terkait akreditasi yang tersebar pada unit- unit di Universitas, serta simulasi penilaian yang dilakukan dengan menginput komponen penilaian satu persatu kedalam aplikasi pengolah data yang umum digunakan di Indonesia yaitu Microsoft Excel. Karena proses pengumpulan dan pengolahan data ini dilakukan hanya menjelang saat akreditasi, kondisi ini menyebabkan proses pengumpulan data maupun dokumen menjadi sulit dan membutuhkan sumber daya yang banyak baik dari sisi tenaga, waktu dan biaya.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada saat akreditasi, pada penelitian ini dibuat aplikasi pengelolaan dokumen dan penilaian akreditasi. Untuk tahap awal, aplikasi dibuat dalam ruang lingkup Borang Akreditasi Standar 5 yang membahas mengenai kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. Bagian ini dipilih karena meliputi banyak dokumen dan penilaian komponen akreditasi sehingga apabila berhasil dapat diterapkan untuk akreditasi secara keseluruhan. Aplikasi dibuat untuk pengelolaan tim akreditasi, pengelolaan dokumen sampai menghasilkan laporan Borang serta melakukan simulasi penilaian akreditasi. Metode yang digunakan pada perancangan sistem menggunakan metode waterfall karena kebutuhan sistem dianggap sudah jelas.
Dari hasil perancangan aplikasi yang dilakukan pada penelitian ini diperoleh peningkatan efisiensi sebesar 54% yang didapat dari jumlah aktivitas dari proses bisnis akreditasi standar 5 yang menggunakan aplikasi dibagi dengan jumlah total aktivitas. Selain peningkatan efisiensi, dengan menggunakan aplikasi ini dicapai peningkatan efektivitas sebesar 34% yang didapat dari jumlah penilaian otomatis yang dilakukan oleh sistem dibagi dengan jumlah seluruh penilaian komponen akreditasi standar 5
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE FUNGSI PEMASARAN DAN CRM PADA INDUSTRI PARIWISATA DI PERUM PERHUTANI UNIT III DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF
Abstrak—Perum Perhutani Unit III merupakan salah satu penyedia sektor pariwisata alam yang mengelola sumberdaya hutan di kawasan Jawa Barat dan Banten. Perkembangan industri pariwisata menuntut Perum Perhutani Unit III untuk memilih strategi pemasaran terbaik dan mengelola hubungan dengan pelanggan untuk menghasilkan keunggulan wisata yang kompetitif. Oleh karena itu, Perum Perhutani Unit III membutuhkan perancangan enterprise architecture yang dapat meningkatkan kinerja pemasaran dan manajemen hubungan pelanggan melalui pemanfaatan dan penyelarasan teknologi informasi. Perancangan enterprise architecture menggunakan framework TOGAF yang mempunyai beberapa fase, diantaranya preliminary phase, architecture vision, architecture business, information system architecture, dan technology architecture. Hasil perancangan ini berupa model bisnis target dan artifak.
Kata Kunci: Enterprise Architecture, TOGAF, Pariwisata, Perum Perhutani, Pemasaran, Manajemen Hubungan Pelanggan
Abstract—Perum Perhutani Unit III is one of the providers of natural tourism sector that manages forest resources in West Java and Banten. The development of tourism industry demands Perum Perhutani Unit III to choose the best marketing strategy and manage customer relationship to produce competitive tourism advantage. Therefore, Perum Perhutani Unit III requires the design of enterprise architecture that can improve the performance of marketing and customer relationship management through the utilization and alignment of information technology. The design of enterprise architecture use TOGAF framework that has several phases, including preliminary phase, architecture vision, architecture business, information system architecture, and technology architecture. The results of this design are target business models and artifacts.
Keywords: Enterprise Architecture, TOGAF, Tourism, Perum Perhutani, Marketing, Customer Relationship Managemen
The Development of Post-implementation Erp Model: It-business Partnership, Erp Maintenance and Support
Kesuksesan penggunaan sistem Enterpraise Resource Planning (ERP) telah banyak diteliti. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang meneliti lebih lanjut keterkaitan antara IT-Business Partnership, Maintenance and Support dalam mendukung realisasi manfaat dari penggunaan sistem ERP. Penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor yang termasuk dalam IT-Business Partnership, terhadap kegiatan dalam Maintenance and Support, pada fase post-project ERP. [1] membagi kegiatan Maintenance and Support menjadi tiga; ERP user support, ERP changes, dan ERP software update. IT Business Partnership digambarkan sebagai hubungan antara IT dengan bisnis, yang tergambarkan dalam 4 relasi, yaitu; Management’s-IT Ownership, User’s-IT Ownership, IT Professional’s-Business Ownership dan juga IT Manager’s-Business ownership. Berdasarkan dari 116 sampel responden perusahaan yang diolah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat manfaat/keuntungan dari penggunaan sistem ERP yaitu IT Manager’s – Business Ownership, IT Proffesional’s – Business Ownership, Management’s – IT Ownership, User’s – IT Ownership, mempengaruhi tingkat ERP Enable Business Change (Maintenance and Support) baik secara langsung ataupun tidak langsung
Strategi IT Dalam Human Resource Information System (HRIS) Untuk Mencapai Strategi Green IT
Companies not only need a strategy to implement the business process, companies also require IT strategy must be aligned with the business strategy. IT strategic planning can provide a clear picture of the future of the company, utilization of resources on the things that are important or quantitative in nature and can be understood by the environmental conditions that affect the company. a prestigious consultant believes the technology strategy developed at this time one of them is a green IT strategy. Green IT is seen as an innovation because there are many people who give new insights into the perception or green IT could affect the existing knowledge and experience in this case is associated with information systems and technology to become an IT strategy. Based on the above figures and tables, of each sub-system on HRIS, and aspects of green IT strategies are assessed, then the strategy aspect of the challenge (chalenges) is the largest sub-system of recruitment. Where is the part that the use of resources and information technology still requires energy and the amount is large and consistent with the hypothesis that in order to create green IT, the use of computer resources in an efficient way to improve the economic viability, social responsibility and environmental impacts can be realized by determining the right IT strategy (see table 1). while Human resource information system (HRIS) that can be created innovative by implementing green IT strategy. PT Pertamina (Persero) has implemented the system in improving the performance and reducing the cost and resources that are not needed. For example, excessive use of paper in the preparation of reports, information and workforce benefits
Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Enterprise Resource Planning Modul Purchasing (MM-PUR) Pada SAP Dengan Metode Asap Di PT. Unggul Jaya Sejahtera
PT. Unggul Jaya Sejahtera memproduksi batik printing (batik cetak), perusahaan mulai beroperasi di tahun 1983. Perusahaan yang mendesain, memproduksi, dan memasarkan sendiri produk-produknya. Permasalahan pada PT Unggul yaitu belum terintegrasinya semua aktivitas dalam proses pengadaan dalam suatu sistem sehingga diperlukan untuk pengembangan sebuah sistem yang mengintegrasikan semua aktivitas dalam proses pengadaan. Selain itu diperlukan juga sistem yang mengintegrasikan proses pengadaan dengan proses bisnis yang lain seperti gudang, penjualan dan distribusi. Pengembangan sistem terintegrasi yang dimaksud dalam hal ini adalah perlunya suatu sistem ERP khususnya pada modul pengadaan dan pergudangan
Optimalisasi Ruang Penyimpanan Gudang Barang Jadi PT. XYZ Dengan Penerapan Racking System Untuk Meningkatkan Kapasitas Gudang Menggunakan Algoritma Dynamic Programming
PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri elektronika dan prasarana. PT. XYZ memiliki sebuah gudang yang menyimpan produk solar modul. Gudang tersebut mengalami overcapacity yang menyebabkan gudang tidak dapat menampung barang yang akan masuk ke gudang karena penuhnya ruang penyimpanan. Hal tersebut disebabkan oleh sistem penyimpanan di gudang masih menggunakan floor stake dengan 1 level dan media penyimpanan palet yang berukuran (1.7m x 1.1m) yang memiliki batas maksimum penumpukan 10 tumpukan karton. Sementara itu, tinggi gudang yang digunakan saat ini hanya 1.19m padahal tinggi bersih gudang yang dapat digunakan adalah 6m. Hal tersebut membuat utilisasi gudang saat ini secara volumetric sangat rendah yaitu sebesar 18%.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan utilisasi gudang barang jadi PT.XYZ. Permasalahan diselesaikan dengan menggunakan algoritma dynamic programming dengan cara mengkombinasikan antara rak selective dan non-selective (drive-in) untuk memaksimalkan jumlah lane untuk masing-masing rak untuk dapat memenuhi kebutuhan storage area pada gudang. Hasil dari penelitan ini adalah meningkatnya kapasitas gudang PT. XYZ dari kondisi eksisting yang memiliki kapasitas 156 palet posisi meningkat menjadi 492 palet posisi pada kondisi usulan
Penerapan Lean Manufacturing Untuk Meminimasi Waste Waiting Time Pada Proses Produksi Spring Guide XXX Di CV. Gradient
CV. Gradient merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi plastik menggunakan mesin injection molding. Produk pada penelitian ini fokus pada produk spring guide dengan tipe XXX. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan kuesioner terdapat beberapa waste yang ditemukan dalam proses produksinya, salah satunya adalah waste yang menjadi fokus penelitian yaitu waste waiting time. Metode untuk meminimasi waste tersebut adalah dengan menggunakan konsep lean manufacturing. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi dan wawancara untuk memperoleh data-data yang menunjang pemetaan proses produksi spring guide yang terjadi dengan menggunakan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM) sehingga diketahui total waktu non-value added akibat waste waiting time adalah 7161.87 detik atau 57.8% dari lead time. Setelah itu, dilakukan analisis akar penyebab waste waiting time dengan menggunakan 5 whys dan fishbone diagram. Hasil dari analisis akar penyebab waste dapat digunakan untuk menentukan usulan rancangan yang akan dibuat berupa jadwal pemeliharaan mesin injection molding menggunakan preventive maintenance untuk mengurangi aktivitas non-value added. Pada kondisi yang akan datang, usulan rancangan dapat menghilangkan waktu menunggu dan waktu perbaikan yang menyebabkan waste waiting time. Berdasarkan future state total waktu non-value added dapat dikurangi menjadi 721.87 detik atau 12.12% dari lead time yang diperoleh dari penghilangan aktivitas menunggu dan aktivitas perbaikan
Perancangan Hammer Pada Mesin Hammer Mill Menggunakan Metoda Discrete Element Modelling Untuk Meningkatkan Kehalusan Penggilingan Kulit Kopi
Hammer mill merupakan alat pengecilan ukuran bahan karena adanya tumbukan yang terus menerus antara bahan yang dimasukkan dengan hammer yang berputar pada kecepatan tinggi. Kinerja penggilingan hammer mill diteliti menggunakan discrete element modelling (DEM) melalui rancangan eksperimen simulasi sehingga lingkungan simulasi virtual untuk mendapatkan pemahaman mendasar mengenai pengaruh desain hammer terhadap perubahan hasil penggilingan. Model simulasi disusun berdasarkan sistematika design of experiment untuk mengetahui rancangan hammer yang memberikan nilai respon terbesar berdasarkan faktor yang paling signifikan. Simulasi yang dilakukan menghasilkan nilai energi yang hilang pada partikel kulit kopi saat terjadinya tabrakan dengan hammer yang menggambarkan terjadinya perpecahan partikel di dalam penggilingan. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan rancangan hammer yang baru atau perbaikan rancangan hammer sebelumnya agar dapat meningkatkan kehalusan penggilingan kulit kopi. Rancangan simulasi yang dijalankan menyimpulkan desain hammer dengan menambahkan ketebalan serta menambah mata pisau menghasilkan rata-rata nilai respon terbesar yaitu 826,88 J. Faktor menambah menambahkan ketebalan menjadi faktor yang paling signifikan terhadap perpecahan partikel kulit kopi dengan nilai pengaruh sebesar 356,41J
PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI PRODUK KAOS PADA DOBUJACK INV. MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR DAN (1-0) INSERTION INTRA ROUTE
Makalah ini membahas pemecahan permasalah pengiriman pada Dobujack Inv. Rute pengiriman kaos pada tiap pelanggan saat ini dilakukan oleh intuisi dari supir, maka dari itu efisiensi pengiriman tidak tercapai karena jarak serta waktu yang tidak pasti. Permasalahan penentuan rute tersebut termasuk dalam permasalahan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP tersebut adalah permasalahan penentuan rute pada pengiriman yang berpusat pada satu atau lebih depot dengan pelanggan yang tersebar serta permintaan yang berbeda-beda. Permasalahan VRP ini diselesaikan dengan menggunakan metode nearest neighbour pada awal pembentukan rute, selanjutnya di optimasi dengan menggunakan metode (1-0) Insertion Intra Route. Hasil penelitian ini menghasilkan tur dengan penghematan jarak dan waktu dalam melakukan pendistribusian untuk perusahaan