Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI DI MAN 1 SURAKARTA
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 8-9 % wanita akan kanker payudara. Kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Kanker payudara masih mempunyai kemungkinan besar untuk disembuhkan jika ditemukan masih pada tahap awal atau dini. Penemuan kanker payudara sejak dini sangatlah penting. Sekitar 75-85 % keganasan kankerpayudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri. Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini terdapat 1 kasus Fibro Adeno Mammae (FAM). Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri di MAN 1 Surakarta. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling dengan pengambilan proportionate. Subyek penelitian ini adalah siswi kelas X sebanyak 60 responden dari 240 siswa. Analisa data menggunakan chi square (x2). didapatkan hasil nilai x2 hitung (6,733) > X2 tabel (3,841) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolah dan H diterima. terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap SADARI pada remaja putri di MAN 1 Surakarta, dengan koefisien korelasi renda
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN BREAST CANCER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI SURAKARTA
Latar Belakang: Kanker adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal diubah oleh mutasi genetik dari Deoxyribo Nucleid Acid(DNA) seluler. Salah satu kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia adalah breast cancer. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat mengalami perubahan berbagai aspek-aspek kehidupan yang akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Hal ini akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap kualitas hidup pasien breast cancer yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Metode: desain penelitian Studi Quasi pra-posttest control satu desain kelompok eksperimental. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebagai salah satu responden dengan menangani sesuai dengan standar rumah sakit tanpa diberi relaksasi Benson. Hasil: ada terdapat pengaruh kualitas hidup antara pasien yang diberikan teknik relaksasi Benson dan pasien yang tidak mendapatkan teknik relaksasi Benson (sign. 2-tailed <0.05) pada domain I (KesehatanFisik), II (Psikologis) dan IV (Lingkungan). Kesimpulan: Terapi Relaksasi Benson adalah salah satu jenis teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien breast cancer yang menjalanikemote api di Rumah Sakit Dr.Moewardi Surakarta
PERSEPSI DOSEN STIKES ‘AISYIYAH SURAKARTA TERHADAP INTER PROFESIONAL EDUCATION (IPE)
Interprofessional Education (IPE) merupakan konsep pendidikan terintegrasi yang terdiri dari pendidikan interdisiplin dimana professional kesehatan belajar mengenai kolaborasi dalam lintas disiplin ilmu dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan nilai dalam bekerja bersama profesi kesehatan lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dosen dalam IPE di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta yang bertujuan sebagai bahan kajian dalam penyusunan kurikulum dan strategi pembelajaran. Penelitian menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 42 dosen di STIKES dengan menggunakan instrumen Interdisciplinary Education Perception Scale (IEPS). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 88,1 % dosen memiliki persepsi baik terhadap IPE, namun 80 % dosen mengatakan belum terpapar terhadap IPE
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN PASIEN HEMODIALISA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Interdialytic Weight Gain (IDWG) diukur sebagai dasar untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik. Interdialytic Weight Gain (IDWG) dihitung berdasarkan berat badan kering pasien setelah menjalani hemodialisa. Berbagai faktor internal yang mempengaruhi Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama hemodialisa. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode Penelitian : deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialisa secara rutin di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebanyak 44 orang dengan purposive sampling. Pengambilan data pasien menggunakan kuesioner. Hasil : Analisis dengan menggunakan regresi linear menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama hemodialisa dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan nilai p value > 0,05. Kesimpulan : faktor internal seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lama hemodialisa tidak mempengaruhi nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul
PERAN PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN STROKE DI RSUD dr. MOEWARDI SURAKARTA
Pendahuluan : Jumlah penderita stroke di Indonesia meningkat per tahun. Stroke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung koroner. Kejadian tertinggi adalah Semarang sebesar 3.989 kasus dibandingkan dengan jumlah kasus stroke di kota lain di Jawa Tengah (Dinkes Jateng, 2004). Tujuan : Mengetahui hubungan antara peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan dasar dengan tingkat kepuasan keluarga pasien stroke. Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling, jumlah sampel penelitian 78 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa statistik menggunakan Chi-Square dengan taraf signifikan (a=0,05). Hasil : Analisa univariat peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan dasar menunjukan 73.1% responden mempersepsikan perawat mempunyai peran baik dalam peran pemenuhan kebutuhan dasar, sisanya 26,9% responden mempersepsikan peran perawat yang masih kurang baik. Pengukuran tingkat kepuasan keluarga, menunjukan 65,4% responden puas, sisanya 34,6% responden merasa tidak puas. Analisa bivariat menunjukan ada hubungan atara peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan dasar dengan tingkat kepuasan keluarga pasien stroke, dibuktikan dari hasil uji chi-square menunjukan nilai n=0,000 dan signifikan 0,05. Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan dasar dengan tingkat kepuasan keluarga pasien stroke
EFEKTIFITAS CERAMAH DAN AUDIO VISUAL DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DISMENOREA PADA SISWI SMA
dismenore merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja, sehingga perlu mendapat perhatian. Upaya peningkatkan kesehatan reproduksi remaja salah satunya dengan mengadakan penyuluhan. Pemilihan metode penyuluhan sangat berperan dalam keberhasilan penyebar luasan informasi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada siswi SMA MTA SURAKARTA diketahui bahwa mayoritas pengetahuan Disminorea kurang. Tujuan, untuk mengetahui efektifitas metode penyuluhan ceramah dan audio visual dalam peningkatan pengetahuan dismenore pada siswi SMA MTA Surakarta. Metode penelitian, menggunakan quasi eksperiment dengan desain pre test-post test contol group. Jumlah sampel 76, teknik sampling propotional random sampling. Hasil, Karakteristik responden mayoritas berumur 17 tahun (88,2%) dan semua menyatakan sudah pernah mendapatkan informasi, mayoritas sumber informasi diperoleh dari teman yaitu 44 responden (32,35%) dan media yaitu 41 responden (30,14%). Pengetahuan kelompok ceramah mengalami peningkatan sebesar 3,96 dengan mayoritas pengetahuan baik, sedangkan kelompok audio visual mengalami peningkatan sebesar 1,92 atau rata-rata mempunyai pengetahuan baik dan cukup. Analisis statistik dengan menggunakan Uji t diperoleh hasil terdapat perbedaan efektifitas metode penyuluhan ceramah dan audio visual dalam peningkatan pengetahuan. Simpulan, Metode penyuluhan ceramah lebih efektif dibandingkan dengan metode audio visua
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS PRA NIKAH YANG BERESIKO KEHAMILAN TAK DIINGINKAN DI SMK DI SURAKARTA
Seks pranikah adalah tingkah laku yang didorong oleh keinginan seksual dengan lawan jenis baik berciuman, meraba-raba daerah sensitif, bercumbu yang dilakukan dua orang yang saling mencintai dan belum sah dalam perkawinan.Tujuan: Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah yang beresiko terhadap kehamilan tak diinginkan pada siswa SMK Kesatrian di Surakarta.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Explanatory ResearchPenelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian non randomized pretest-postest control group design.Hasil: Tingkat pengetahuan tentang perilaku seks pranikah yang beresiko terhadap kehamilan tak diinginkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan termasuk baik yaitu 47,5%, setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan baik meningkat menjadi 56,25%.Sikap remaja terhadap seks pranikah yang beresiko terhadap kehamilan tak diinginkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan termasuk positif yaitu 55%, setelah diberikan pendidikan kesehatan sikap positif meningkat menjadi 65%.Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seks pra nikah yang beresiko terhadap kehamilan tak diinginkan pada siswa SMK Kasatrian Surakart
KESESUAIAN FAKTOR PELAYANAN KONTRASEPSI AKDR OLEH BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN SOP DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG
Berdasarkan data Bapermasper dan KB terjadi peningkatan akseptor AKDR 2,77% dari tahun 2011 – 2012, namun masih ditemukan bidan tidak menerapkan pelayanan AKDR sesuai SOP (10%), bidan tidak melakukan konseling(15%) dan bidan tidak menerapkan pencegahan infeksi sesuai prosedur (20%). Selain dari bidannya berdasarkan wawancara dengan pemegang program, bidan sudah dilatih dan disupervisi masih ada laporan tentang permasalahan bahwa bidan dalam melakukan pelayanan tidak sesuai SOP (10%). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian faktor pelayanan kontrasepsi AKDR oleh bidan terhadap pelaksanaan SOP di puskesmas kota Semarang. Metode Penelitian dan Subyek penelitian: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Variabel bebas adalah umur bidan, masa kerja, pengetahuan, supervisi yang diterima dan variabel terikat adalah pelayanan AKDR. Subyek penelitian adalah 81 bidan puskesmas. Analisis data dilakukan secara uni variat (distribusi frekuensi tabel) analisis bivariat (tabel dan uji statistik chi quere). Hasil penelitian:pada penelitian ini didapatkan umur responden dengan umur ≤ 35 tahun (61,3 %,) dengan rata-rata 36,6 tahun, masa kerja ≥ 10 tahun ( 58,3 %,) rata-rata masa kerja 12 tahun, untuk pengetahuan baik (54.3%) supervisi baik (56.8%) pelayanan AKDR baik (51.9%). Analisis bivariat didapatkan umur bidan ( p = 0.102 ), masa kerja ( p = 0.237) berarti tidak ada hubungan dengan pelayanan AKDR sesuai SOP, sedangkan pengetahuan ( p = 0.001) dan supervisi ( p = 0.0001) berarti ada hubungan dengan pelayanan AKDR sesuai SOP. Simpulan: faktor pengetahuan bidan dan supervisi dari DKK Semarang berpengaruh secara signifikan terhadap kesesuaian pelayanan AKDR Bidan dengan pelaksanaan SO
KARAKTERISTIK RESPONDEN YANG MENGALAMI ATONIA UTERI DI RSUD SUKOHARJO
Latar belakang : data WHO menunjukan 25% kematian meternal disebabkan oleh pendarahan post partum dan diperkirakan 100.000 kematian maternal tiap tahunnya disebabkan oleh pendarahan post partum pada masa nifas. Angka kemitia Ibu (AKI) memang terus menunjukan tren menurun namun tidak signifikan. Hasil SDKI 2007 menunjukan AKI sebesar 228 per 100.000, namun masih diperlukan upaya-upaya prefentif agar AKI bisa ditekan. Pendarahan Pos Partum tersebut paling banyak diakibatkan oleh atonia uteri. Berdasarkan fenomena diatas peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang karakteristik responden yang mengalami atonia uteri di RSUD Sukoharjo. Tujuan penelitian : mendapatkan gambaran karakteristik responden yang mengalami atonia uteri meliputi karakteristik umur ibu saat melahirkan, paritas, lama persalinan, jarak persalinan terakhir dan bayi yang dilahirkan. Metode penelitian : Observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin yang mengalami utonia uteri. Pengumpulan data mengunakan data sekunder dengan kreteria inklusi rekam medik yang meliputi data diri pasien dan catatan persalinan pasien lengkap. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian : Menunjukan bahwa sebagian besar Ibu yang mengalami utonia uteri berumur antara 20-35 tahun, multiparitas, lama persalionan lebih dari 24 jam, jarak persalinan terakhir kurang dari 2 Tahun,dan berat badan bayi yang dilahirkan antara 2500-400 gram. Simpulan : kejadian atonia uteri masih didominasi oleh penyebab-penyebab klasik pendarahan.Kata Kunci : karakteristik responden, atonia uter
KOMPRES HANGAT ATASI NYERI PADA PETANI PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH DIKELURAHAN CANDI KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI
Latar Belakang : Nyeri Punggung Bawah adalahj nyeri yang dirasakan daerah punggung bawah. Nyeri punggung bawah terjadi karena sikap kebiasaan seseorang seperti duduk, berdiri, membungkuk yang terlalu lama. Tujuan : mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada petani penderita nyeri punggung bawah. Metode : metode penelitian adalah Pre Experimen, pendektan One Group Pre Test-post Test. Sampel adalah petani penderita nyeri punggung bawah sebanyak 30 orang dengan teknik porposive sampling. Instrumen ini menggunakan lembar obsevasi skala nyeri. analisa data menggunakan uji Wilcoxon Mact Pairs Test. Hasil : Sebagian petani sebelum melakukan kompres hangat mengalami nyeri sedang. Sebagian besar petani sudah melakukan kompres hangat mengalami nyeri ringan. Dari hasil analisa bivariat diperoleh nilai z hitung sebesar 5,166 dengan angka signifikan (p) 0,000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui z hitung (5,166) > z tabel (1,96) sehingga ada pengaruh signifikan pemberian kompres hangatterhadap penurunan nyeri pada petani penderita nyeri punggung bawah. Kesimpulan : terdapat pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada petani penderita nyeri punggung bawah.Kata Kunci : Kompres hangat, Nyeri punggung bawah, Skala nyer