Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    165 research outputs found

    SENAM REMATIK TINGKATKAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MELAKUKAN ACTIVITY DAILY LIVING DI PANTI WREDA DHARMA BAKTI SURAKARTA

    Full text link
    Meningkatnya usia harapan hidup berarti semakin tinggi jumlah lansia diIndonesia, hal ini merupakan konsekuensi logis berhasilnya pembangunan di Indonesia yangmana perlu diantisipasi sehingga lansia menjadi bagian masyarakat yang produktif, mandiridan tidak menjadi beban masyarakat. Namun, sekarang banyak fenomena yang menunjukkanbahwa lansia mengalami kemunduran kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari(Activity of Daily Living/ADL). Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan-perubahanakan terjadi seiring bertambahnya usia manusia dan kejadian penyakit akan meningkatguna meningkatkan kebugaran. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam rematik terhadapkemandirian lansia dengan nyeri sendi dalam melakukan Activity Daily Living (ADL) dipanti wreda Dharma Bakti Pajang Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metodepenelitian quasi eksperimental, dengan rancangan penelitian the group pretest-posttest withcontrol group design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan samplingjenuh, ada 36 sampel yang memenuhi kriteria untuk dijadikan responden dalam penelitianini, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner Barthel Indeks. Pada analisadata menggunakan uji analisa Wilcoxon dan Mann-Withney. Hasil: Terdapat pengaruh senamrematik terhadap kemandirian lansia dengan nyeri sendi dalam melakukan Activity DailyLiving (ADL) di panti wreda Dharma Bakti Pajang Surakarta. Kesimpulan: Ada pengaruhpositif senam rematik terhadap kemandirian lansia dengan nyeri sendi dalam melakukanActivity Daily Living (ADL) di panti wreda Dharma Bakti Pajang Surakarta

    PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI

    Full text link
    Kanker payudara merupakan ancaman bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya minat kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini dengan SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri). Saat ini ada kecenderungan kanker payudara dialami oleh perempuan dengan usia (15-20an), ini berarti tidak ada kata terlalu dini untuk memulai memberikan pengetahuan SADARI secara rutin (7-10 hari setelah haid) setiap bulan.Informasi yang dapat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang dapat di peroleh dari berbagai cara salah satunya dengan menggunakan leaflet, dimana leaflet paling sering dipergunakan oleh tenaga kesehatan dalam penyuluhan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan leaflet SADARI terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Bentuk analisis statistik yang digunakan menggunakan Uji -t berpasangan (peried t-test). Penelitian ini dilaksanakan di RT 01 RW 14 Kalurahan Kerten Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri RT 01 RW 14 Kalurahan Kerten Surakarta, sedangkan tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sejumlah 31 orang .Penelitian ini memperoleh hasil.bahwa ada peningkatan pengetahuan SADARI dengan penggunaan leaflet SADARI

    PENATALAKSANAAN TRANSPORTASI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT

    Full text link
    Kesalahan dalam pelaksanaan transportasi pasien dapat merugikan perawat, instansi terkait terutama pasien.Transportasi pasien kasus trauma maupun non trauma seharusnya dapat mencegah cedera atau tidak memperparah cedera. Penelitian ini bertujuan untuk emngidentifikasi penatalaksanaan transportasi pasien trauma dan non trauma di Instansi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di jawa barat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain.Populasi pada penelitian yaitu pasien trauma dan non trauma disalah satu IGD RSUD Kabupaten di Jawa Barat Tahun 2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden.Teknik yang digunakan adalah accidental sampling.Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang diisi oleh peneliti.Pengkategorian penatalaksanaan transportasi pasien trauma dan non trauma setiap variabel dikatakan sesuai standar prosedur operasional (SPO) jika semua prosedur dilakukan dan dikatakan tidak sesuai SPO jika salah satu atau lebih prosedur tidak dilakukan.Analisa univariat menggunakan perhitungan distribusi frekuensi.Hasil penelitian.Penatalaksanaan transportasi pasien tahap persiapan alat sejumlah 29 (72,5 %) responden melaksanakan sesuai SPO dan 11 (27,5 %) responden tidak sesuai SPO. Penatalaksanaan transportasi pasien tahap persiapan pasien sejumlah 32 (80%) responden melaksanakan sesuai SPO dan 8 (20%) responden tidak sesuai SPO. Penatalaksanaan transportasi pasien tahap pelaksanaan sejumlah 9 (22,5 %) responden melaksanakan sesuai SPO dan 31 (77,5 %) responden tidak sesuai SPO. Kesimpulan. Sebagian kecil petugas belum melakukan Penatalaksanaan transportasi sesuai SPO sehingga membahayakan pasien.Pihak rumah sakit lebih meningkatkan kualitas maupun kemampuan dalam transportasi pasien dengan memberian pelatihan kepada perawat sebaiknya secara berkala

    UPAYA MENCEGAH EFEK SAMPING PENGGUNAAN KONTRASEPSI DEPO PROGESTIN DENGAN EKSTRAK TEH HIJAU

    Full text link
    Kontrasepsi injeksi lebih banyak digunakan di masyarakat  adalah suntikan Depo-medroxiprogesteron Asetat (DMPA) atau lebih dikenal sebagai Depo progestin. Penggunaan Depo Progestin jangka panjang dapat menyebabkan efek peningkatan berat badan melalui akumulasi lemak visceral dan perubahan kadar hormon leptin. Diperlukan suplemen untuk mencegah efek samping dari penggunaan kontrasepsi dengan menggunakan teh hijau. Teh hijau bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan anti-proliferasi, potensi untuk menurunkan berat badan. Tujuan: membuktikan ekstrak teh hijau dalam menurunkan jumlah lemak viseral dan menurunkan kadar leptin pada tikus putih (Rattus norvegicus wistar) yang dipapar kontrasepsi suntik Depo Progestin. Metode: Experimental laboratorik dengan post test only control group design. Sampel Rattus norvegicus Wistar 25 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (di suntik aquades 0,2ml/minggu), kontrol positif (disuntik Depo Progestin 2,7 mg/minggu), kelompok perlakuan I (disuntik Depo Progestin 2,7 mg dan disonde ekstrak teh hijau dosis 10,8 mg/hari), kelompok perlakuan II (disuntik Depo Progestin 2,7mg dan disonde ekstrak teh hijau dosis 21,6 mg/tikus), kelompok perlakuan III (disuntik Depo Progestin 2,7 mg dan disonde ekstrak teh hijau dosis 43.2 mg/hari). Tikus diadaptasi selama 7 hari dan diberi perlakuan selama 28 hari. Hasil: Uji ANOVA  efek ekstrak teh hijau pada berat lemak visceral diperoleh p-value 0,304 lebih besar dari α = 0,05 (p> 0,05). pengujian Anova efek ekstrak teh hijau pada leptin diperoleh p-value 0,000, lebih kecil dari α = 0,05 (p> 0,05). Korelasi Pearson Berat Lemak Viseral dengan Kadar Leptin, didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.206 dengan p-value sebesar 0.322,  P-value lebih dari 0.05. Kesimpulan: Ekstrak teh hijau tidak berpengaruh terhadap berat lemak viseral namun berpengaruh menurunkan kadar leptin pada tikus putih yang dipapar Depo Progestin. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Berat Lemak Viseral dengan Kadar Lepti

    EVALUASI PELAKSANAAN IMUNISASI PENTAVALEN DI KECAMATAN GEYER KABUPATEN GROBOGAN

    Full text link
    Imunisasi pentavelen dilaksanakan di kabupaten Grobogan pada bulanjuni 2014, Lebih dari 60 tenaga medis dari 30 kecamatan se-kabupaten Grobogan termasukkecamatan Geyer mengikuti sosialisasi tentang imunisasi pentavalen. Mulai dari pengetahuantentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi pentavalen, tanda-tanda dan bahayapenyakit, serta cara pemberian imunisasi pentavalen secara benar. Tujuan: Mengetahuievaluasi peran kader posyandu dalam pelaksanaan imunisasi pentavalen di kecamatanGeyer kabupaten Grobogan. Metode : Desain Penelitian Diskriptif populasi penelitian 548 orang ibu dengan sampel 85 orang ibu metode digunakan stratified random samplingHasil : Analisa anivariat menunjukan 68.2% ibu mempunyai pengetahuan yang baik dalam pelaksanaan imunisasi petavalen, 77,6% ibu berperan baik dalam pelaksanaan imunisasi petavalen dan 84,7% kader berperan baik dalam penatalaksanaan.Simpulan : Mayoritas ibu mempunyai pengetahuan yang baik tentang pelaksanaan imunisasipentavalen, Sebagian besar peran ibu dalam kunjungan imunisasi pentavalen terhitung baik,dan Peran kader posyandu didalam melaksanakan imunisasi pentavalen di Kecamatan GeyerKabupaten Grobogan sudah bai

    EFIKASI DIRI DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA SMA

    Full text link
    Latar belakang Masa remaja sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa, pada masa ini terjadi perubahan fisik, mental, dan psikososial secara cepat, berdampak pada berbagai aspek kehidupan remaja, salah satunya. perilaku seks pranikah. Faktor personal salah satunya, efikasi diri berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja. Tujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dengan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di Kota Surakarta. Metode Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah remaja SMA di Kota Surakarta. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 103 responden. Analisis data menggunakan uji t untuk bivariat. Hasil ada pengaruh efikasi diri dengan perilaku seksual pranikah dimana (b2 = -0,200; CI 95%; -0,368 hingga -0,032; p = 0,020). Simpulan efikasi diri berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah dimana semakin tinggi efikasi siswa maka semakin mengurangi perilaku sexsuak pranikah

    AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL PELEPAH PISANG RAJA (Musa x paradisiaca L.) PADA BAKTERI Staphylococcus Auresus

    Full text link
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit dan pelepah pisang mengandung senyawa flavonoid dan saponin, yang memilki aktifitas anti mikroba. Penelitian mengenai aktifitas anti mikroba ekstrak pelepah pisang raja belum pernah dilakukan. Peneilitan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol pelepah pisang pada bakteri Staphylococcus aureus.Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen, 500 gram pelepah pisang raja yang masih segar diekstraksi menggunakan etanol 70 %. Ekstrak kemudian dilakukan uji kualitatif untuk mengetahui ada tidaknya saponin dan flavonoid, dan dibuat variasi konsentrasi 12,5%, 25 %, 37,5 %, dan 50 % dengan air suling.. Kedalam tiap-tiap larutan tersebut direndamkan kertas cakaram ukuran 6 mm, selama 5 menit. Strain bakteri Staphylococus yang diperoleh dari laboratorium Biologi UGM, diinokulasi selam 24 jam dan ditanam pada media Nutrient Agar Plate (NPA) pada sebuah cawan petri. Kertas cakram yang sudah direndam ditutupkan cawan petri yang sudah dilakukan penanaman bakateri staphylococcus aureus, kemudian diinkubasi pada suhu 37 ◦C selam 24 jam. Setelah inkubasi 24 jam kemudian dilakukan pengukuran zona hambat, yang ditandai warna bening disekeliling kertas cakram. Sebagai control negative digunakan air suling, dan sebagai control positif digunakan amoksilin 500 gr sebanyak 25 mg.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pelepah pisang raja mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Hasil pengujian aktifitas antimikroba ekstrak pelepah pisang pada bakteri Stapylococcus untuk konsentrasi 12, 5%, 25 %, 37,5 %, dan 50 % secar bertuut-turut adalah ; 16,3 mm, 20 mm, 23,66 mm dan 25,33 mm. Sedangkan zona hambat pada control negative dan positif secar berturut-turut adalh 0 mmm dan 26 mm.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak pelepah pisang raja mengandung senyawa flavonoid dan saponin, yang memilki akitiftas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KETAHANAN ACUTE STRESS DISORDER (ASD) PASKA BENCANA LONGSOR

    Full text link
    Latar Belakang: Bencana adalah kejadian yang tidak bisa diprediksi dan terjadi secara mendadak. Bencana berdampak pada fisik, dan psikologis. Dampak psikologis yang muncul pada saat kejadian bencana salah satunya ASD. Individu mengembangkan respon yang berbeda-beda pada saat terjadi bencana.Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu terhadap ketahanan ASD paska bencana longsor. Hasil: menunjukan bahwa karakteristik responden, umur dan penghasilan memiliki korelasi denganASD (p-value˂0.05). Sedangkan jenis kelamin dan pendidikan tidak memiliki korelasi terhadap kejadian ASD. Simpulan dan Saran: Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa ketahanan seseorang terhadap kejadian ASD dipengaruhi oleh faktor karakteristik individu yang meliputi umur dan penghasilan. Sedangkan karakteristik individu yang meliputi jenis kelamin dan pendidikan tidak memiliki korelasi terhadap ketahanan. Sebagai saran, puskesmas yang mempunyai daerah binaan rawan bencana sebaiknya mengadakan screening ASD pada penduduk guna mengantisipasi terjadinya ASD paska bencana. Meningkatkan kemampuan individu untuk siap menghadapi kejadian traumatik

    PELATIHAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DIRI PADA ANAK CEREBRAL PALSY

    Full text link
    Latar Belakang: Gangguan kronik gerak dan postur tubuhpada anak dengan Cerebral Palsy (CP) akan menyebabkan penurunan fungsi dan ketidakmampuan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Keluarga dalam hal ini adalah orang tua merupakan caregiver yang paling efektif dalam melakukan perawatan diri pada anak. Pemberdayaan kelurga difokuskan pada pelatihan perawatan diri diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk membantu keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup anak CP.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Personal Hyigenedengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi dengan audiovisual: video terhadap Kemampuan Keluarga dalam perawatan diri pada anak CP. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis quasi exsperiment, dengan jumlah sampel pada kelompok yang mendapatkan pelatihan sejumlah 32 orang dan kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan sejumlah 30 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2016. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pretest, post test 1, post test 2, post test 3. Nilai pengetahuan dan kemampuan keluarga sebelum dan sesudah pelatihan antarakedua kelompok diujikan dengan uji Mann-whitney dengan taraf signifikansi p<0,05.Hasil: Peningkatan nilai rerata pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam perawatan pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, tetapi tidak terdapat pengaruh yang signifikan.Taraf signifikansi pengetahuan p = 0,85 dan kemampuan Keluarga p=0,083. Simpulan: Peningkatan nilai rerata pengetahuan dan kemampuan keluarga pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol tidak signifikan

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN FISIK PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU

    Full text link
    Latar Belakang : Tuberculosis adalah penyakit yang mematikan dan menular di dunia. Kasus baru ada 9 juta setiap tahunnya dan hampir mencapai 2 juta manusia pada kasus kematian. Indonesia menempati urutan ketiga jumlah kasus dengan jumlah sebesar 700 ribu kasus tuberculosis setelah India dan Cina.(WHO,2013). BKPM Magelang ada 399 pasien tuberculosis pada tahun 2015. Ada beberapa faktor penyebab kasus TB RR/TB MDR terus meningkat dilihat dari sisi pasien yaitu rendahnya kesadaran diri pasien untuk sembuh, dan rendahnya kepatuhan minum obat yang sering disebabkan adanya efek samping obat. Kesembuhan pasien tuberculosis membutuhkan waktu yang cukup lama, yang membuat pasien merasa jenuh dan bosan dalam menjalankannya. Kemandirian fisik perlu ditingkatkan pada pasien tuberculosis. Tujuan Penelitian : menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kemandirian fisik pasien Tuberculosis Paru. Metode Penelitian : deskriptif kuantitatif sampel diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian : faktor jenis kelamin diperoleh nilai p=0,524 (p>0,05), faktor usia p=0,588 (p>0,05), faktor jarak rumah p=0,201 (p>0,05), pendapatan nilai p=0,688 (p>0,05), status pernikahan nilai p=1,000 (p>0,05), pekerjaan diperoleh nilai p=0,204 (p>0,05), pendidikan nilai p=0,529 (p>0,05) dan penyakit lain diperoleh nilai p=0,440 (p>0,05). Simpulan: Tidak ada faktor yang berhubungan pada kemandirian fisik TB Paru

    148

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gaster : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇