Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    165 research outputs found

    DETERMINAN KEJADIAN UNMET NEED DI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

    Full text link
    Jumlah penduduk di Indonesia sebesar 237 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen, dan data sensus tahun 2012 menunjukkan penduduk Indonesia berjumlah 244,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk masih tetap sebesar 1,49 persen miskin (Data Badan Pusat Statistik, 2012). Salah satu penyebab lajunya pertumbuhan penduduk adalah tingginya angka unmet need yang pada tahun 2016 sebesar 6.5%. Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk sepuluh Propinsi dengan angka Unmet Need yang tinggi. Pada tahun 2014 peserta KB aktif mencapai 73.29% dari 34.737 PUS dan untuk angka unmet need mencapai 13.69% dari 5.729 PUS, dengan rincian Ingin Anak Tunda (IAT) 5,29%, Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL) 6,8%. Dari 5 Kabupaten di Yogyakarta (Kulon Progo, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kota) Kabupaten Sleman merupakan kabupaten tertinggi kedua dengan angka unmet Need  yang tinggi. Pada tahun 2014 angka Unmet Need mencapai 9,27% dari total Pasangan Usia Subur 153,337 Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Unmet Need Pasangan Usia Subur di Kecamatan Ngemplak,  Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif analitik, pendekatan cross sectional. Populasi PUS yang ada di kecamatan Ngemplak sejumlah 2.678 Sampel 61 WUS, dengan teknik proportional simple random sampling. Metode analisis menggunakan Regresi linear Berganda. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan 55,57 % kategori baik, 70,49% berada pada usia reproduksi sehat, 86,88% mempunyai sikap mendukung terhadap penggunaan kontrasepsi, 66,67% mempunyai anak 1-2 anak, 70,22 % sebagai met need. Kesimpulan: Dua variabel pengetahuan dan paritas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian unmet need di Kecamatan Ngemplak Sleman Yogyakarta Kata Kunci: Unmet Need, pengetahuan, sikap, paritas dan umur

    Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus dengan Metode Relaksasi

    Full text link
    Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik menahun yang diakibatkan oleh  pankreas yang tidak memproduksi secara cukup insulin atau insulin yang diproduksi secara efektif tidak dapat digunakan oleh tubuh. Pada tahun 2012 Prevalensi diabetes melitus tergantung insulin di Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,06 lebih rendah dibanding tahun 2011 (0,09%). Sukoharjo pada tahun 2014 melaporkan sebanyak 5.413 kasus meningkat dibandingkan kasus DM pada tahun 2013 sebanyak 5.052 kasus. Kualitas hidup sangat penting didalam mengelola sebuah penyakit, seperti penyakit DM. Kualitas hidup pasien DM dapat ditingkatkan melalui metode relaksasi. Tujuan Penelitian : Menganalisis peningkatan kualitas hidup pasien DM melalui metode relaksasi. Metode: metode Quasi Eksperimental. Rancangan penelitian pre-post group test design with control group.sampel penelitian ada 25 kelompok perlakuan dan 25 kelompok kontrol. Hasil: menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan kualitas hidup pasien DM terjadi peningkatan secara signifikan dari pertemuan pertama sampai keenam, dengan nilai p=0,000 (p< 0,05). Perlakuan relaksasi secara signifikan berpengaruh meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus, perlakuan kontrol tidak signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus dan perlakuan relaksasi lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup dibandingkan kontrol. Kesimpulan: Perlakuan relaksasi secara signifikan berpengaruh signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitu

    Dukungan Suami Terhadap Perilaku WUS (30-50 Tahun) dalam Melakukan Pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Tahun 2018

    Full text link
    Kanker serviks adalah tumor ganas primer yang berasal dari sel epitel skuamosa, yang terjadi pada serviks atau leher rahim dan sering disebut sebagai “silent killer”. Salah satu upaya untuk mendeteksi kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan IVA. Cakupan IVA di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Tahun 2016, cakupan IVA di Indonesia hanya 5% dan Jawa Barat  sampai tahun 2016 baru 3%. Sementara itu, cakupan IVA Puskesmas Bondongan tahun 2017 sebanyak 0,8% dan merupakan cakupan yang terendah diantara 25 Puskesmas yang ada di Kota Bogor. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan perilaku WUS (30-50 tahun) dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Bondongan, Kota Bogor Tahun 2018. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dengan responden WUS (30-50 tahun) sebanyak 59 orang. Hasil: WUS yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 27,1% dan WUS yang mendapat dukungan suami sebanyak 50% yang melakukan pemeriksaan IVA. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh tidak ada hubungan karakteristik (usia, nilai p=0,791, pendidikan, nilai p=0,956, pekerjaan, nilai p=0,116) dengan perilaku WUS (30-50 tahun) dalam melakukan pemeriksaan IVA. Ada hubungan antara dukungan suami (p=0,001) dengan perilaku WUS (30-50 tahun) dalam melakukan pemeriksaan IVA. Diharapkan kepada petugas kesehatan Puskesmas Bondongan untuk terus mensosialisasikan tentang pemeriksaan IVA kepada WUS (30-50 tahun) dan juga kepada suam

    Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu Studi Lapangan di Puskesmas Plupuh I Sragen

    Full text link
    Kelas ibu hamil merupakan program yang langsung menyasar pada ibuhamil yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kepada ibu hamil.Selama ini pengetahuan ibu hamil hanya terbatas pada konseling yang diberikan oleh bidansaat periksa saja, sehingga pengetahuan yang diperoleh ibu hamil sangat minimal. Dalamkegiatan kelas ibu hamil diharapakan ibu akan mendapat pengetahuan yang lebih luas karenaselain mendapat materi dari petugas kesehatan diharapkan juga akan terjadi interaksi antarsesama ibu hamil, sehingga sesama ibu hamil tersebut akan berbagi pengalaman pengetahuanyang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, KB pasca salin, dan perawatan bayi.Tujuan: Mendiskripsikan pelaksanaan kegiatan pelaksanaan kelas ibu hamil di PuskesmasPlupuh I Sragen. Metode Penelitian:Studi Lapangan ( Field Research ) atau survey diskriptif.Hasil:Kegiatan kelas ibu hamil di Puskesmas Plupuh I dilaksanakan rutin setiap bulan dengandana anggara dari APBD non Fisik Kabupaten Sragen. Kegiatan kelas ibu hamil dilaksanakansejak tahun 2013.Simpulan: Pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Plupuh I sudahcukup baik, semua jajaran dari kepala puskesmas sampai masyarakat ikut terlibat dan dapatdilaksanakan rutin setiap bulan

    Peningkatan Produksi Asi Ibu Menyusui Pasca Melalui Pemberian Pijat Oksitosin dan Terapi Musik Klasik (Mozart) Wilayah Kerja Puskesmas Kradenan 2

    Full text link
    Air susu ibu adalah makanan terbaik bagi bayi. Kehidupan awal seorang bayiakan rentan dan beresiko terhadap masalah ancaman kesakitan dan kematian. Seorang Ibuterutama pada primigravida pada awal persalinan akan mengalami kesulitan dalam pengeluaranASI. Tujuan: mengetahui perbedaan pemberian pijat oksitosin dan terapi musik klasik (mozart)terhadap jumlah produksi ASI. Metode: JenisPenelitian kuantitatif komperatif. Populasi ibumenyusui yang melahirkan. Sampel sebanyak 34 responden yang dibagi dalam dua kelompokyang menggunakan metode non probability sampling. Instrumen penelitian adalah observasi,.Hasil: Hasil uji Mann Whitney Test produksi ASI kelompok Pijat oksitosin dan kelompok Terapimusik klasik diperoleh nilai signifikansi (p-value) 0,011, rata-rata selisih pada kelompok pijatoksitosin lebih tinggi dari pada selisih produksi ASI pada kelompok terapi musik yaitu 65,91 >53,41 Simpulan: Terdapat perbedaan antar pijat oksitosin dan musik klasik. Produksi ASI lebihbanyak pijat oksitosin bila dibandingkan musik klasi

    Response Time dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen

    Full text link
    Instalasi gawat darurat merupakan unit pelayanan kesehatan untuk pasien dengan kondisi gawat dan darurat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Response time atau watu tanggap yang dibutuhkan untuk memberikan penanganan pasien ≤ 5 menit. Anggota keluarga dengan kondisi gawat darurat akan menyebabkan kekhawatiran bagi keluarga yang mengantar dan menunggu. Tujuan : tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Response Time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode : metode penelitian adalah cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan mendapatkan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan menggunakan State Anxiety Inventory (S-AI) Form Y dan lembar response time untuk mengetahui waktu tanggap perawat. Hasil : uji analisis statistik menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai p=0,026 atau (p<0,05), sehingga didapatkan bahwa terdapat hubungan antara Response Time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan : Semakin cepat response time perawat terhadap pasien akan menurunkan tingkat kecemasan keluarga. Rekomendasi : melakukukan penelitian lebih lanjut tentang response time terhadap kecemasan dengan menambahkan variebel, jumlah responden dan menggunakan metode penelitian yang berbeda

    PEMBERIAN ANKLE STRATEGY EXERCISE PADA LANSIA TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS

    No full text
    Pendahuluan: Salah satu permasalahan yang dialami lansia adalah penurunan keseimbangan dinamis yang dapat berakibat pada resiko jatuh dan patah tulang pada panggul, untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia dibutuhkan latihan salah satunya dengan menggunakan ankle strategy exercise. Ankle strategy exercise adalah latihan yang sederhana dapat dilakukan dimana saja, dengan harapan lansia dapat menjaga kualitas hidupnya, mengurangi resiko jatuh, aktivitas fisik tetap terjaga, lansia tetap semangat dan aktif dalam menjalankan kehidupanya baik dimasyarakat umum maupun di dalam kehidupan keluarganya. Tujuan: Mengetahui manfaat  ankle strategy exercise terhadap  keseimbangan dinamis. Subyek: Responden lansia yang berjumlah 32 orang dan mengikuti ankle strategy exercise selama 4 minggu. Metode: Semua responden sebelum melakukan ankle strategy exercise dites keseimbangan dinamisnya menggunakan Time Up and Go Test (TUG) pada minggu pertama  dan akhir minggu ke empat  setelah dilakukan ankle strategy exercise. Hasil: Ankle strategy exercise memiliki manfaat terhadap keseimbangan dinamis pada lansia

    FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP TEKNIK MENYUSUI PADA IBU NIFAS

    No full text
    Menyusui dapat efektif bila dilakukan dengan posisi dan perlekatan antara payudari ibu dan bayi yang tepat. Sayangnya teknik menyusui yang salah dapat membuat kegagalan proses menyusui. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan crossectional di Wilayah kerja Puskesmas Pringsewu. Pada penelitian ini terdapat 44 orang ibu menyusui dengan persalinan spontan dan menyetujui mengikuti penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 47,7% ibu nifas yang menyusui masih kurang benar. Terdapat hubungan pengetahuan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), paritas dan pendidikan kesehatan dengan teknik menyusui ρ<0,05. Hasil multivariat pendidikan kesehatan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap teknik menyusui(Exp ß;9,879). Hal ini menunjukan bahwa ibu menyusui yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan berisiko memiliki teknik menyusui yang salah 9,879 kali dibandingkan dengan ibu yang mendapakan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui sebelumnya. Disarankan bahwa, penting bagi tenaga kesehatan memberikan edukasi teknik menyusui yang benar bahkan sebelum kelahiran untuk meningkatkan pengetahuan, IMD dan keberhasilan menyusui yang benar

    PENGARUH PELAKSANAAN JADWAL HARIAN PERAWATAN DIRI TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN MERAWAT DIRI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD Dr. RM SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH

    Full text link
    Pasien skizofrenia mengalami penurunan kemampuan merawat diri, hal ini tampak dari ketidakmampuan merawat kebersihan diri, makan, berhias diri, dan eliminasi secara mandiri. Pelaksanaan jadwal harian perawatan diri pada asuhan keperawatan defisit perawatan diri dapat meningkatkan kemandirian pasien skizofrenia dalam perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan jadwal harian perawatan diri terhadap tingkat kemandirian perawatan diri pada pasien skizofrenia di RSJD Dr. RM.Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Desain  pada penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pre and post test without control . Sampel penelitian ini berjumlah 20 orang. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi tingkat kemandirian perawatan diri pada pasien skizofrenia. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan analisa data dengan paired T – test. Hasil Penelitian ini berdasarkan uji statistik dengan paired t-test didapatkan nilai ρ = 0,000 (α<0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai mean sebelum pelaksanaan jadwal adalah 15,65 dan setelah dilakukan jadwal nilai mean kemandirian adalah 6,45. Kesimpulannya adalah Ada pengaruh pelaksanaan jadwal harian perawatan diri terhadap tingkat kemandirian merawat diri pada pasien skizofrenia di RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa TengahKata kunci : Jadwal harian, perawatan diri, Tingkat kemandiria

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI HJ.MAIMUNAH KERTAPATI PALEMBANG

    Full text link
    Tingginya Angka Kematian Ibu disebabkan karena perempuan hamil di Indonesia berada dalam lingkungan yang mengabaikan arti pentingnya bahaya-bahaya dalam kehamilan. Pelayanan antenatal care (ANC) yang dilakukan pada masa kehamilan sangat penting yang tujuannya agar dapat mendeteksi dan menatalaksanakan kelainan dan komplikasi secara dini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care (ANC) di BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil trimester III yang tercatat di buku kunjungan BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang, dengan responden yang mewakili penelitian sebanyak 44 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi- square.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 31,8% kunjungan ANC standar. Ada hubungan umur (r value = 0,021), paritas (r value = 0,019), pendidikan (r value = 0,015), pekerjaan (r value = 0,016) dengan kunjungan antenatal care (ANC) di BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang.Diharapkan petugas kesehatan di BPM Hj.Maimunah Kertapati Palembang agar meningkatan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya dilakukan pemeriksaan kehamilan sebagai upaya menurunkan angka kematian ib

    148

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gaster : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇