Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    165 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU MELAKUKAN IVA TEST DI KELURAHAN JEBRES SURAKARTA

    Get PDF
    Latar belakang: Kanker  leher rahim (serviks) merupakan ancaman penyakit yang menakutkan bagi wanita. Pasien kanker rahim di seluruh dunia diperkirakan terjadi sekitar 500 ribu kasus baru, 270 ribu diantaranya meninggal setiap tahunnya. Kanker serviks dapat dicegah, salah satunya dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), yaitu metode screening yang praktis, murah, dan memungkinkan dilakukan di  Indonesia. Pada  tahun 2009-2011  terdapat tiga orang meninggal  karena kanker  serviks di Kelurahan Jebres, namun dari 1207 wanita usia  produktif  hanya  enam  orang  yang mengikuti  IVA  test  diadakan  oleh Puskesmas  pada bulan Mei 2011.Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kanker serviks dengan keikutsetaan ibu melakukan IVA Test di Kelurahan Jebres Surakarta. Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu usia 30-50  tahun sebanyak 66 responden dengan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Hasil: Hasil uji Chi Square dengan taraf signifikansi (α=0,05) didapatkan nilai hitung (13.073) >  tabel (5.991) dengan Pvalue = 0,000 (p<0,05) sehingga  Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan  tentang kanker serviks dengan keikutsertaan ibu melakukan IVA Test di Kelurahan Jebres Surakarta.Kata Kunci: Pengetahuan, Kanker Serviks, IVA Tes

    HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DI DESA TEGALGONDO WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOSARI I KABUPATEN KLATEN

    No full text
    Imunisasi merupakan salah satu strategi efektif untuk mencegah enam penyakit mematikan yaitu tuberkulosis, diptheri, pertusis, campak, tetanus, dan polio. Banyak faktor yang menghambat tingkat kepatuhan tersebut, seperti: pengetahuan, perilaku memanfaatkan pelayanan kesehatan selama kehamilan, akses ke fasilitas pelayanan kesehatan, tingkat pendidikan, status pekerjaan. Di Desa Tegalgondo sendiri didapat 60% ibu tidak patuh dalam memberikan imunisasi dasar lengkap pada balita.  Tujuan; Mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan status pekerjaan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita di Desa Tegalgondo wilayah kerja Puskesmas Wonosari I Kabupaten Klaten.  Metode; Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling, dengan jumlah sampel penelitian 114 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa bivariat yaitu chi square.  Hasil; Hasil uji bivariat membuktikan bahwa tingkat pendidikan ibu berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita (Pvalue=0.020) dan variabel status pekerjaan tidak ada hubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita (Pvalue=0.35).  Kesimpulan; Ada hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita dan tidak ada hubungan status pekerjaan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita di Desa Tegalgondo wilayah kerja Puskesmas Wonosari I Kabupaten Klate

    HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JATEN KARANGANYAR

    No full text
    Tumbuh kembang pada masa remaja berlangsung pesat baik fisik maupun psikologis. Untuk mengimbangi tumbuh kembang yang pesat ini anak harus mendapat perhatian termasuk nutrisi yang baik. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi. Masalah gizi akan berdampak negatif pada penurunan konsentrasi belajar. Kecukupan gizi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan kognitif  dan prestasi di sekolah, yang bilamana dapat mencapai tingkat yang lebih baik maka secara fisik anakpun akan menggunakan kapasitas otaknya secara maksimal. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jaten, Karanganyar. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dan menggunakan analisa Kendall’s Tau t . Hasil: Hasil uji Kendall Tau t  didapatkan nilai p = 0,026 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar – 0,172, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jaten Karanganya

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN STATUS KELENGKAPAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANON I SRAGEN

    Get PDF
    Latar  belakang: Imunisasi  polio merupakan  imunisasi  yang  diberikan  untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit polio. Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia.  Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan berapa kali anak harus diimunisasi. Di Wilayah Kerja Puskesmas I Tanon memiliki cakupan imunisasi polio paling rendah di Kabupaten Sragen yaitu polio I (95,3%), polio II (87,5%), polio III (83,2%), polio IV (100,0%). Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisa hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen? Tujuan: Mengetahui hubungan antara  tingkat pengetahuan  ibu  tentang  imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas I Tanon Sragen. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan cross sectional terhadap 168 responden yaitu  ibu-ibu yang memiliki bayi usia 4-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen. Hasil: Hasil analisa data uji chi square Pvalue X²tabel (7.175>5.591). Dapat diartikan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan status kelengkapan imunisasi polio di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon I Sragen.Kata Kunci: Pengetahuan, Imunisasi Poli

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA ANAK JALANAN DI KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang : Kesehatan reproduksi remaja merupakan bagian dari kesehatan remaja secara keseluruhan, karena gangguan kesehatan remaja akan menimbulkan gangguan pada sistem reproduksi selanjutnya. Perilaku seksual merupakan perilaku yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku. Perubahan-perubahan mendasar dalam sikap dan perilaku seksual dan reproduksi di kalangan remaja telah menjadi salah satu masalah sosial yang memprihatinkan masyarakat Indonesia, terutama dalam satu dekade terakhir ini. Tujuan : Menganalisis hubungan  pengetahuan dengan  perilaku seks pranikah pada remaja anak jalanan di Kota Surakarta dan menganalisis  peran keluarga terhadap perilaku seks pranikah pada remaja anak jalanan di Kota Surakarta. Metode : Penelitian deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sample menggunakan teknik quota sampling, dengan jumlah sample 104 orang responden anak jalanan di wilayah kota surakarta dengan menggunakan instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji Chi Square test dengan taraf signifikansi ( a =0,05).  Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja anak jalanan yang melakukan perilaku seksual pranikah mempunyai pengetahuan rendah dan peran orang tua yang kurang baik. Dari analisis korelasi diperoleh hasil  yang signifikan (P value < 0,05) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku seksual pranikah anak jalanan Kota Surakarta   Kata Kunci : Pengetahuan,  Peran Orang tua , Perilaku seksual pranika

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI POSYANDU LANSIA JETIS DESA KRAJAN KECAMATAN WERU KABUPATEN SUKOHARJO

    Get PDF
    Latar belakang : Dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk dari terapi keluarga, melalui keluarga berbagai masalah kesehatan bisa muncul sekaligus dapat diatasi. Posyandu lansia merupakan pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut yang kegiatannya meliputi kegiatan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. WHO memperkirakan kenaikan penduduk usia lanjut tahun 2025 dibandingkan tahun 1990 di Indonesia sebanyak 440%. Saat ini jumlah lansia di Kelurahan Krajan sebanyak 1441 orang. Sampai sekarang tercatat 390 anggota lansia yang mengikuti Posyandu Lansia di Posyandu Lansia Jetis Desa Krajan Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di posyandu lansia Jetis Desa Krajan Kecamatan weru Kabupaten Sukoharjo. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan simple random sampling, dengan jumlah sampel penelitian 100 orang responden yang memenuhi kriteria untuk dijadikan populasi dalam penelitian ini, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki kepatuhan yang rendah (71%), dan sebagian besar memiliki dukungan keluarga yang rendah (60%). Analisa bivariat dengan menggunakan chi square didapatkan hasil tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan lansia dalam mengikuti posyandu lansia dengan P value = 0.393, OR=1.615 dan CI 95% (0,674 - 3,871). Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di posyandu lansia Jetis Desa Krajan Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo.   Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Posyandu Lansia, Kepatuhan, Lansi

    METODE CLINIC-BASED DAN COMMUNITY EMPOWERMENT PADA PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN KONSELOR SEBAYA DALAM PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KABUPATEN SUKOHARJO

    Get PDF
    Abstrak : Kantor Pemberdayaan Perempuan merupakan dinas yang bertanggung jawab langsung terhadap kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja. Dinas ini berada di bawah pemerintah daerah Sukoharjo. Dinas KPP (Kantor pemberdayaan Perempuan) mengakui akan pentingnya informasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Akan tetapi Dinas KPP dan KB   dengan keterbatasan tenaga dan dana tidak bisa melakukan kegiatan ini secara luas sesuai dengan yang diharapkan. Belum adanya kerja sama dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Departemen Agama dan Pemda membuat kegiatan ini belum dapat disosialisasikan secara lebih luas dan sesuai dengan sasaran yang di harapkan. Tujuan : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk PIK KRR (Pusat Informasi Dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) sebagai suatu wadah untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi secara tepat bagi remaja. Metode yang digunakan adalah  Metode Clinic-Based Dan Community Empowerment Pada Pemberdayaan Pendidik Dan Konselor Sebaya Dalam Program Kesehatan Reproduksi Remaja Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat diperoleh yaitu pada tahap pertama yaitu pelatihan kesehatan reproduksi dapat berjalan dengan baik dan telah terbentuk 20 PIK KRR  disetiap SMU/SMK. Pelaksanaan pada tahap kedua yaitu pendampingan dilapangan sebagian besar sudah dapat dilaksanakan. Hambatan yang dirasakan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pada tahap kedua. Masih terdapat sebagian kecil  sekolah yang belum memaksimalkan kegiatan pada saat pendampingan. Pada pelaksanaan pendampingan ini role model hanya memberikan penyuluhan di sekolah. Kegiatan pendampingan belum dilaksanakan di masyarakat karena keterbatasan waktu yang ditentukan. Kata Kunci : Community empowerment, Pemberdayaan pendidik dan konselor sebaya, Kesehatan reproduksi remaj

    KAJIAN PERSEPSTIF GENDER PERAN PRIA DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI

    Get PDF
    Abstrak : Rendahnya Peran serta pria dalam keluarga berencana adalah  pelaksanaan program selama ini cenderung lebih diarahkan kepada kaum perempuan/ibu, lingkungan social budaya beranggapan bahwa KB adalah urusan istri, kurangnya kegiatan KIE bagi kaum pria atau suami, tidak meratanya penyebaran materi KIE tentang partisipasi pria dalam berKB, Pendekatan program KB dan KR kepada pria masih kurang. Era baru program KB dan kesehatan reproduksi telah mengarah pada perspektif dan kebutuhan klien dengan menghapus segala bentuk paksaan dalam penggunaan kontrasepsi dan memberikan kebebasan untuk memilih jenis kontrasepsi sesuai keinganannya. Hal ini sesuai dengan azas hak-hak reproduksi, yaitu hak yang secara bebas dan bertanggung jawab untuk memilih informasi dan teknologi untuk mengatur proses reproduksinya   Kata Kunci :peran serta pria, keluarga berencan

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG BAHAYA CEDERA DAN CARA PENCEGAHANNYA DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN CEDERA PADA ANAK USIA TODDLER DI KELURAHAN BLUMBANG KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR

    Get PDF
    Abstrak: Latar Belakang; Cedera adalah dampak dari suatu agen eksternal yang menimbulkan kerusakan baik fisik maupun mental. Orang tua yang memiliki pengetahuan tentang pencegahan terhadap bahaya cedera akan bersikap dan melakukan tindakan pencegahan cedera pada toddler. Berdasarkan data kunjungan Puskesmas Kecamatan Tawangmangu 2010, cedera berada pada urutan 10 dari 10 besar penyakit tahun 2010. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap orang tua anak usia toddler di kelurahan Blumbang, semuanya mengatakan bahwa anak mereka pernah mengalami cedera. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua tentang bahaya cedera dan cara pencegahannya dengan praktik pencegahan cedera pada anak usia toddler di Kelurahan Blumbang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Metode : Penelitian analitik dengan metode pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan teknik simple random sampling, jumlah sampel sebanyak 82 responden. Hasil : Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan rendah (52.9%), dengan sebagian besar memiliki sikap positif (60.3%), dan sebagian besar memiliki praktik baik (73.5%). Hasil analisa bivariat didapatkan hubungan antara pengetahuan dengan praktik pencegahan cedera dengan OR = 4.455 dan CI 95% (1.284-15.449). Terdapat hubungan antara sikap dengan praktik pencegahan cedera dengan OR = 9.962 dan CI 95% (2.774-35.768). Analisa multivariat menunjukkan bahwa variabel sikap lebih berpengaruh terhadap praktik pencegahan cedera, dibanding dengan variabel pengetahuan.   Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Bahaya Cedera, Praktik pencegahan cedera, Toddle

    KEEFEKTIFAN PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER TERHADAP PENURUNAN SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

    Get PDF
    Abstrak; Berdasarkan survei Kesehatan Nasional (Surkesnas) tahun 2001 diketahui bahwa penyakit saluran nafas merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah penyakit gangguan pembuluh darah. Sebanyak antara 1,5 juta sampai 3 juta orang di Indonesia mengidap penyakit asma, dan kurang lebih sepertiga dari kasus asma diantaranya adalah usia dewasa. Asma merupakan suatu penyakit obstruksi saluran nafas yang memberikan gejala–gejala batuk, mengi, dan sesak nafas. Masalah utama pada pasien asma yang sering dikeluhkan adalah sesak napas. Untuk mengurangi sesak nafas yaitu antara lain dengan pengaturan posisi saat istirahat. Posisi yang paling efektif bagi pasien dengan penyakit kardiopulmonari adalah posisi semi fowler dengan derajat kemiringan 45°, yaitu dengan menggunakan gaya gravitasi untuk membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari abdomen pada diafragma. Tujuan; Mengetahui keefektifan pemberian posisi semi fowler pada pasien asma guna mengurangi sesak nafas. Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pre test-Post tets. Hasil; Terbukti ada perbedaan sesak nafas antara sebelum dan sesudah pemberian posisi semi fowler, dapat penelitian diperoleh hasil T-test sebesar -15,327 dengan p = 0,006. Kesimpulan; Pemberian posisi semi fowler dapat efektif mengurangi sesak nafas pada pasien asma. Kata Kunci : Posisi semi fowler, Sesak nafas, Asma

    148

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gaster : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇