Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
GAMBARAN KARAKTERISTIK KELUARGA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA KARANGASEM WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANON II SRAGEN
Abstrak: Keluarga dijadikan sebagai unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara sesama anggota keluarga (Setiadi, 2008: 2). Survei di Dinas Kesehatan di Indonesia, masyarakat yang berperilaku hidup sehat masih kurang dari 10 %. Kurangnya perilaku hidup sehat itu mengundang munculnya kebiasaan-kebiasaan tidak sehat di masyarakat (Kusumawati, 2008: 48). Hasil rekapitulasi data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen diperoleh data skor PHBS terendah adalah wilayah kerja Puskesmas Tanon II Desa Karangasem. Desa Karangasem termasuk sehat pratama 17,50 %. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan, sebab perilaku ini terjadi akibat adanya paksaan atau aturan yang mengharuskan untuk berbuat. Salah satu wujud dari perilaku adalah pengetahuan. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa factor: pendidikan, pekerjaan dan Umur (Mubarak, 2007: 28-29). Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Umur dan PHB
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PRIA TENTANG KELUARGA BERENCANA DENGAN PERILAKU PRIA DALAM BERPARTISIPASI MENGGUNAKAN METODE KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA DI DESA LARANGAN KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES
Abstrak: Pendahuluan; Keluarga Berencana (KB) mempunyai arti penting dalam mewujudkan manusia Indonesia yang sejahtera di samping program pendidikan dan kesehatan. Partisipasi pria dalam mengikuti program Keluarga Berencana cukup rendah. di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes dari 1.051 peserta KB aktif partisipasi pria dalam menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 8,37 % dari 1.051 akseptor KB. Pengetahuan tentang Keluarga Berencana dapat menimbulkan perilaku yang positif dalam berpartisipasi menggunakan kontrasepsi dan sikap terhadap kelurga dapat memotivasi pria untuk berpartisipasi menggunakan metode kontrasepsi Keluarga Berencana, dengan pengetahuan dan sikap yang dimiliki. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pria terhadap Keluarga Berencana dengan perilaku pria dalam berpartisipasi menggunakan metode kontrasepsi Keluarga Berencana. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional terhadap 88 pria peserta KB di Desa Laragan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Hasil: Analisa bivariat dengan chi square diketahui bahwa X2 hitung lebih besar dari X2 tabel sehingga Ho ditolak. Berdasarkan analisis regresi logistik diketahui bahwa sikap lebih mempengaruhi perilaku pria daripada pengetahuan. Simpulan: Ada hubungan tentang pengetahuan dan sikap dengan partisipasi menggunakan metode kontrasepsi Keluarga Berencana. Sikap lebih dominan mempengaruhi perilaku daripada pengetahua
DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGORESAN SURAKARTA
Abstrak Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita. Kanker ini dialami oleh lebih dari 1,4 juta wanita di seluruh dunia. Setiap tahun, lebih dari 460.000 kasus terjadi dan sekitar 231.000 orang meninggal karena penyakit ini. Di Indonesia, kasus kanker leher rahim pada peringkat pertama dengan jumlah kasus 14.368 orang. Dari jumlah tersebut, 7,297 orang meninggal dan prevalensinya adalah 10.823 orang setiap tahunnya. Pemeriksaan kanker leher rahim dengan metode IVA digunakan untuk mendeteksi kanker secara dini. Pemeriksaan dilakukan terutama pada wanita yang telah menikah dan umur lebih dari 25 tahun. Dari hasil pemeriksaan IVA yang dilaksanakan di Puskesmas Ngoresan, terdapat positif 3,85%, erosi 13,18%, infeksi 1,65% dan negatif 81,32% dari total peserta yang telah diperiksa 182 orang. Kata Kunci: Kanker leher rahim, Metode IV
HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA USIA 11-20 TAHUN DI DESA NAMBUHAN KECAMATAN PURWODADI KOTA PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN
Latar Belakang: Perilaku merokok adalah merupakan perilaku yang dipelajari. Data WHO menyatakan bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah kaum remaja dan 8% mulai merokok pada usia 11 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok remaja antara lain pengaruh orang tua (pola asuh keluarga), pengaruh teman sebaya (lingkungan teman sebaya), faktor kepribadian dan pengaruh iklan. Tujuan; untuk mengetahui hubungan pola asuh keluarga dan lingkungan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja usia 11-20 tahun di Desa Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kota Purwodadi Kabupaten Grobogan. Metode; penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square dan regresi logistik. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 73 responden. Hasil; Setelah dilakukan analisa data dengan uji chi square koefisien korelasi antara pola asuh keluarga dengan perilaku merokok pada remaja adalah X2 = 10,270 dengan taraf signifikan hitung (Pvalue= 0,001), sedangkan nilai koefisien korelasi lingkungan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja adalah X2 = 18,580 dengan taraf signifikan hitung (Pvalue= 0,000). Berdasarkan hasil Regresi Logistik variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja adalah variabel lingkungan teman sebaya dengan nilai OR 9,165. Kesimpulan : ada hubungan antara pola asuh keluarga dengan perilaku merokok pada remaja, ada hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja. Kata kunci: Pola asuh keluarga, lingkungan teman sebaya, perilaku meroko
(PEMIKIRAN) IMPLEMENTASI KBK DI FAKULTAS KEDOKTERAN (Studi Pustaka tentang KBK)
Abstrak :Latar belakang penelusuran “Studi Pustaka” ini adalah ditemukannya di lapangan, bahwa implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia sangat beraneka-ragam, tidak ada yang sama antara Prodi satu dengan lainnya, serta diperolehnya kemampuan dasar yang diperlukan (pre-requisirte) bagi mahasiswa, belum memadai.Tujuan penelusuran “Studi Pustaka” ini untuk mengetahui rujukan yang dipakai sebagai Dasar Hukum yang digunakan dalam implementasi KBK, serta untuk mengetahui implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia yang seharusnya.Tulisan ini merupakan “Studi Pustaka” untuk mencari rujukan yang dapat dipakai sebagai dasar implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia. Terdapat 3 (tiga) rujukan yang dapat dipakai untuk dasar implementasi KBK Prodi Kedoketran , yaitu: (1).Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan, 2002. Pedoman Pembukaan dan Penyelenggaraan Program Studi Kedokteran. Jakarta. (2). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Tenaga Kesehatan (HWS-MONE Project) IBRD LOAN No. 4702-IND-IDA CREDIT No. 3784-IND. Kumpulan Manuscript 13 Kajian HWS-DIKTI. Jakarta. (3). Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Jakarta. Rekumendasi dari “Studi Pustaka” ini berupa (Pemikiran) Implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia, yang dirumuskan sebagai: (1). Ilmu-ilmu Biomedik diberikan secara “Konvensional” pada semester 1-4 awal, di awal program pendidikan.(2). Pelaksanaan Problem-Based Learning (PBL) dilaksanakan setelah pengajaran secara Konvensional, pada semester 5-7. (3) Pengajaran seperti Skills Lab, Field Lab, dan lain-lain dilaksanakan berdasarkan rencana program pendidikan yang dicanangkan. Kata Kunci: Dasar Hukum implementasi KBK, Implementasi KB
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ORANG TUA, TEMAN SEBAYA DAN IKLAN ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA LAKI-LAKI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BOYOLALI
Abstrak: Usia pertama kali merokok pada umumnya berkisar antara usia 11-13 tahun dan pada umumnya merokok sebelum usia 18 tahun. Perokok usia muda di Indonesia semakin meningkat, dimana hasil survey sosial ekonomi memperlihatkan, terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan perokok di kalangan di bawah usia 19 tahun, dari 69 % tahun 2001 meningkat menjadi 78 % di tahun 2004 yang lalu. Aktivitas merokok di kalangan pelajar khususnya pelajar di tingkat SMU bukan merupakan hal yang baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara orang tua, teman sebaya dan iklan rokok dengan perilaku merokok Pada Siswa Laki-laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali”.Metode adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji korelasi Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali dengan kategori hubungan kurang kuat, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali dengan kategori hubungan kuat, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan iklan rokok dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali dengan kategori hubungan cukup kuat. Kata kunci: perilaku merokok, dukungan,iklan roko
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG MAWAR I RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
Abstrak: Data dari studi pendahuluan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta jumlah pasien dengan persalinan sectio caesarea (SC) pada tahun 2006 sampai awal 2007 sejumlah kurang lebih 502 pasien, 200 orang diantaranya menjalani perawatan lebih dari 7 hari dan informasi yang kami peroleh hal tersebut sebagian besar terjadi karena belum menyatunya jaringan kulit sampai hari ke-7 post operasi sehingga diperlukan perawatan lebih lama.Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hemoglobin (Hb) dengan penyembuhan luka post SC di ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebanyak 96 responden dengan cara alami dan seadanya pasien dengan syarat inklusi dan eksklusi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data dianalisa dengan menggunakan metode chi-square (X2). Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan; 1) Sebagian besar responden (pasien) post sectio caesarea di Ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta memiliki kadar hemoglobin normal, 2) Sebagian besar responden (pasien) post sectio caesarea di Ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta mengalami kondisi luka sembuh, dan 3) Ada hubungan yang bermakna (signifikan) antara kadar hemoglobin dengan kesembuhan luka post sectio caesarea di Ruang Mawar 1 RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kata kunci: Kadar hemoglobin, Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea (SC
TINJAUAN LAMA IBU MENYUSUI BERDASARKAN PERILAKU IBU MEMANFAATKAN PELAYANAN KESEHATAN SELAMA HAMIL DI INDONESIA (Kajian Survei demografi Kesehatan tahun 2002-2003)
anak usia kurang 2 tahun yang tidak lagi diberi air susu ibu cenderung meningkat dari 34% data SDKI 1997 menjadi 41% selama lima tahun terakhir, dan median lamanya menyusui di Indonesia cenderung menurun dari 23.9 bulan SDKI 1997 menjadi 22.3 bulan SDKI 2002-2003. Apakah hal ini berhubungan dengan perilaku ibu memanfaatkan pelayanan kesehatan selama hamil(ANC)? Tujuan: umum mengetahui hubungan antenatal care dengan lamanya ibu menyusui di Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan data SDKI 2002-2003. Design penelitian cohort retrospektif terhadap 5940 wanita umur 15-49 tahun pernah kawin dan mempunyai anak balita. Variabel yang diambil adalah lama ibu menyusui, antenatal care, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, paritas. Analisis data dengan regresi logistik dengan proportional odds models. Untuk mengetahui kelangsungan ibu menyusui dengan Live table. Hasil: probabilitas ibu untuk menyusui anak hingga umur dua tahun atau lebih, tidak berbeda antara kelompok ibu ANC dengan yang tidak ANC. Risiko ibu menyapih pada ibu yang tidak ANC 1.1 kali dibanding ibu yang tidak ANC. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan lama ibu menyusui adalah antenatalcare, karakteristik ibu dan status ekonomi keluarga. Dan menurunnya median lama ibu menyusui di Indonesia secara kuat berhubungan dengan penggunaan penggunaan botol susu. Kata Kunci : Menyusui, antenatal care, demograf
PALLIATIVE CARE PADA PENDERITA PENYAKIT TERMINAL
Intisari: Perawatan paliatif merupakan pendekatan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan melalui identifikasi dini dan penilaian yang tertib serta penanganan nyeri dan masalah-masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual. Penyakit terminal merupakan penyakit progresif yaitu penyakit yang menuju ke arah kematian yang membutuhkan pendekatan dengan perawatan Palliative sehingga menambah kualitas hidup seseoran. Sasaran kebijakan pelayanan paliatif Seluruh pasien (dewasa dan anak) dan anggota keluarga, lingkungan yang memerlukan perawatan paliatif di mana pun pasien berada di seluruh Indonesia.Pelaksana perawatan paliatif : dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya dan tenaga terkait serta Institusi-institusi terkait. Prinsip perawatan palliative adalah menghormati atau menghargai martabat dan harga diri dari pasient dan keluarga pasien,dukungan untuk caregiver, Palliative care merupakan accses yang competent dan compassionet, mengembangkan professional dan social support untuk pediatric palliative careKata Kunci: Palliative, Care, Penyakit Termina
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN INFORMASI MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR (KOMIK) VERSI BKKBN DENGAN MEDIA LEAFLET
Era globalisasi dan era informasi menjadi masalah yang besar yang dihadapi oleh para pemberi pesan, yaitu adanya kebingungan yang dihadapi penerima pesan tentang pengaruh sosial yang ada di sekelilingnya. Remaja memerlukan informasi yang sesuai dengan usianya mengenai gaya sehat remaja. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan sehingga membantu mengatasi hambatan dalam proses komunikasi. Leaflet dan model buku bergambar (komik) merupakan alat bantu pendidikan yang termasuk alat peraga sederhana yang dapat digunakan di berbagai tempat termasuk dalam rumah tangga.Media berbasis visual memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan.Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat mmberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan model pemberian informasi melalui media cerita bergambar(komik) versi BKKBN dan media leaflet sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap gaya sehat Remaja. Kata kunci: Komik, leaflet, pengetahuan, sikap, remaja