Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    165 research outputs found

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUD Dr. MOEWARDI

    Get PDF
    Pendahuluan; Kanker serviks tergolong dalam kanker organ reproduksi pada wanita. Kanker serviks atau yang  lebih dikenal dengan  istilah kanker  leher rahim adalah  tumbuhnya sel-sel tidak normal  pada  leher  rahim.Sel-sel  yang  tumbuh  tidak  normal  ini  berubah menj adi  sel kanker. Individu yang mengalami kanker serviks dapat mengalami kecemasan karena penyakit berkepanjangan yang tak kunjung sembuh. Tujuan; Mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap  tingkat kecemasan kemoterapi pada pasien kanker serviks di RSUD Dr. Moewardi. Metode; Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 95 responden sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa bivariat yaitu Kendall Tau. Hasil; hasil uji Bivariate dengan Kendall Tau membuktikan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga  dengan  tingkat  kecemasan  kemoterapi  pasien  kanker  serviks  dibuktikan  dengan nilai z hitung (4,63) > z tabel (1,96) atau nilai p: 0,000 < 0,05. Kesimpulan; Ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan kemoterapi pada pasien kanker serviks di RSUD Dr. Moewardi Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, Kemoterap

    HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Masa remaja merupakan suatu tahap dengan perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Pemahaman tentang perilaku seksual yang kurang pada masa remaja sangat merugikan bagi remaja sendiri termasuk keluarganya. Salah satu faktor penting yang berhubungan dengan perilaku seksual adalah pola asuh orang tua. Interaksi antara remaja dengan orang tua menunda bahkan mengurangi perilaku hubungan seksual pada remaja. Orang tua yang kurang memberikan perhatian kepada remaja akan mempercepat remaja tersebut untuk melakukan hubungan seksual dan begitu pula sebaliknya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Batik 1 Surakarta. Metode: Penelitian non eksperimental dengan metode analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel penelitian 91 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pada analisa bivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil: Hasil penelitian pada analisa bivariat dengan uji Regresi Logistik diperoleh hasil bahwa pola asuh orang tua berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Simpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Batik 1 Surakarta.Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Perilaku Seksual Pranika

    PERBEDAAN EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK DAN TERAPI MUSIK MURROTAL TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK AUTIS DI SLB AUTIS KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Autisme adalah gangguan neurologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain disekitarnya secara wajar. Menurut data statistik dunia jumlah anak autis semakin meningkat beberapa tahun terahkhir ini. Bila di tahun 1990 jumlah anak autisme ialah 15 hingga 20 per 10.000 anak, maka pada tahun 2000 kasus autisme diperkirakan ada 1 per 150 anak di Amerika Serikat. Sedangkan menurut APA dan Fox, di tahun 2000 kasus autisme terjadi 2 hingga 20 dari 10.000 orang dalam suatu populasi. Tujuan; mengetahui perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi musik murotal terhadap perkembangan kognitif anak autis. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan control time series design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan analisa bivariat menggunakan uji t. Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan ada perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi musik murotal terhadap perkembangan kognitif anak autis dengan hasil pretest t hitung (0,000) 0,05) sedangkan hasil post-test t hitung (5,323) > t tabel (2,086) dengan angka signifikan (0,000 < 0,05) sehingga dapat dilihat terapi musik murotal mempunyai pengaruh jauh lebih baik daripada terapi musik klasik. Kesimpulan: Terapi musik murotal lebih efektif terhadap perkembangan kognitif anak autis.Kata Kunci: Autisme, terapi musik klasik, terapi musik murota

    GAMBARAN PENGETAHUAN DAN UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI SMK NEGERI 2 SRAGEN KABUPATEN SRAGEN

    Get PDF
    Latar Belakang : penyalahgunaan narkoba merupakan suatu pemakaian narkoba di luar indikasi medis tanpa petunjuk atau resep dokter. Penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya mulai meningkat dan meluas, khususnya di lingkungan sekolah atau di kalangan pelajar dari sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi, bahkan sasaran penyalahgunaan narkoba saat ini adalah lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi. Tahun 2009-2010 kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten Sragen mengalami peningkatan yaitu dari 9 menjadi 10 tersangka. Tujuan : Mengetahui gambaran pengetahuan dan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba pada remaja di SMK Negeri 2 Sragen. Metode : Penelitian deskriptif. Pengambilan sampel mengunakan teknik stratifikasi random sampling, jumlah sampel sebanyak 144 responden. Hasil : Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan tinggi (59%), dengan sebagian besar memiliki upaya pencegahan yang baik (64,6%). simpulan : Responden di SMK Negeri 2 Sragen memiliki pengetahuan tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba dan memiliki upaya pencegahan yang baik terhadap penyalahgunaan narkoba.    Kata Kunci : Pengetahuan, upaya pencegahan, penyalahgunaan narkoba, remaja

    PEMBERIAN SUSPENSI BUBUK KEDELAI DAPAT MENURUNKAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) SERUM PADA TIKUS PUTIH DIABETUS MELITUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOZIN

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyakit DM merupakan  salah  satu penyakit degeneratif yang dari  tahun ketahujumlahnya meningkat  terus  dan menimbulkan  berbagai  komplikasi. Pengobatan  dan pencegahanpun mengalami perkembangan sejalan dengan tumbuhnya berbagai macam penyakit.. Segala upaya mulai digalakkan salah satunya dengan back to nature. Kedelai kuning merupakansalah satu alternatif tumbuhan yang dapat dimanfaatkan karena kandungannya yang bermanfaatsebagai  antikarsinogenik, antioksidan, antibiabetik dan antilipidemik. Pemanfaatan Tumbuhansebagai salah satu alternatif pilihan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar MDA serum,akibat pemberian suspensi bubuk kedelai pada tikus jantan DM yang diinduksi STZ. MDA serummerupakan  salah  satu  indikasi  yang  dapat menunjukkan adanya peroksidasi  lemak  sebagai akibat dari stress oksidatif. Metoda: jenis penelitian ini adalah eksperimen murni ,pre post testcontrol group design terhadap tikus jantan galur Wistar. Sampel terdiri dari 30 ekor tikus (Rattusnorvegicus) jantan usia 6-7 minggu dengan berat badan 150 - 300 gram yang dibagi menjadi 5kelompok, yaitu K1 : tidak diinduksi STZ dan tidak diberi suspensi bubuk kedelai kuning , K2 :diinduksi STZ dan tidak diberi suspensi bubuk kedelai kuning, K3 : diberi suspensi bubuk kedelaikuning dosis I ( 200 mg/kgBB/hr ) setelah diinduksi STZ dan terjadi hiperglikemi, K4 yang diberisuspensi bubuk kedelai kuning dosis II (400 mg/kgBB/hr)   setelah diinduksi STZ dan  terjadi hiperglikemi, K5 yang diberi suspensi bubuk kedelai kuning dosis III ( 800 mg/kgBB/hr )  setelahdiinduksi STZ dan terjadi hiperglikemi.Sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan pemeriksaanglukosa. Hasil: Hasil analisis data t-test dan Anova menunjukkan terdapat perbedaan rerata glukosa darah, Kesimpulan pemberian suspensi bubuk kedelai kuning dapat menurunkan kadarglukosa pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocinKata Kunci: Kedelai Kuning, Diabetes Melitus,MD

    HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DI INSTITUSI PENDIDIKAN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES ‘AISYIYAH SURAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Pada keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakankegiatan  paling  pokok.  Ini  berarti  bahwa  berhasil  tidaknya  pencapaian  tujuan  pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai pesertadidik. Tujuan: Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  hubungan  lingkungan  belajar  diinstitusi pendidikan dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa program studi DIIIKebidanan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitiandeskriptif  dengan  desain  penelitian  korelasional,  tiap  subjek  penelitian  hanya  diobservasi sekali  saja  dan  pengukuran  dilakukan  terhadap  status  karakter  atau  variabel  subjek  pada saat pemeriksaan. Penelitian  ini dilaksanakan di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta. Pengambilansampel yaitu dengan teknik sampling Propotionate Stratified Random Sampling. Pengumpulandata  lingkungan  belajar  di  institusi  pendidikan  dan motivasi  belajar menggunakan  angket sebagai  instrumen  penelitian    sedangkan  prestasi  belajar  dikumpulkan  dari  data  tentang nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa. Hasil: Uji hipotesis menggunakan analisis regresiganda dan menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil analisis data regresipenelitian 52,401>3,06 (Fhitung > Ftabel). Simpulan: Ada hubungan positif dan signifikanantara lingkungan belajar di institusi pendidikan dan motivasi belajar dengan prestasi belajarmahasiswa Prorgam studi DIII Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta.Kata Kunci: Lingkungan Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar

    HUBUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI DI DESA PUCANGMILIRAN TULUNG KLATEN

    Get PDF
    Latar Belakang ; Sindrom pramenstruasi merupakan gejala fisik dan emosi yang dialami sebelum menstruasi. Salah satu penyebabnya adalah penurunan kadar endorphin selama fase luteal. Olahraga dapat meningkatkan produksi endorphin, sehingga olahraga direkomendasikan sebagai salah satu treatment untuk mengurangi sindrom pramenstruasi, selain karena penurunan kadar endorphin, sindrom pramenstruasi juga disebabkan karena obesitas (Indeks Massa Tubuh ≥25). Semakin meningkat Indeks Massa Tubuh (IMT) akan meningkat pula keluhan sindrom pramenstruasi. Tujuan; Mengetahui hubungan aktivitas olahraga dan obesitas dengan kejadian sindrom pramenstruasi di Desa Pucangmiliran Tulung Klaten. Metode; penelitian non eksperimen dengan metode analitik menggunakan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling, dengan jumlah sampel penelitian 119 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan timbangan, meteran dan cheklist. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan pada analisa multiviariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan bahwa aktivitas olahraga berhubungan dengan kejadian sindrom pramenstruasi (pvalue 0.008), dan obesitas berhubungan dengan kejadian sindrom pramenstruasi (pvalue 0.044) sedangkan pada uji multivariat membuktikan bahwa aktivitas olahraga (0.004) dan obesitas (0.020) dengan variabel kejadian sindrom pramenstruasi Phitung > Ptabel adapun variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian sindrom pramenstruasi adalah aktivitas olahraga dengan  pvalue 0.004. Simpulan; Ada hubungan antara aktivitas olahraga dan obesitas dengan kejadian sindrom pramenstruasi di desa Pucangmiliran Tulung Klaten.   Kata Kunci : aktivitas olahraga, obesitas, sindrom pramenstruas

    HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JATEN KARANGANYAR

    Get PDF
    Latar belakang : Tumbuh kembang pada masa remaja berlangsung pesat baik fisik maupun psikologis. Untuk mengimbangi tumbuh kembang yang pesat ini anak harus mendapat perhatian termasuk nutrisi yang baik. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi. Masalah gizi akan berdampak negatif pada penurunan konsentrasi belajar. Kecukupan gizi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan kognitif dan prestasi di sekolah, yang bilamana dapat mencapai tingkat yang lebih baik maka secara fisik anakpun akan menggunakan kapasitas otaknya secara maksimal. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jaten, Karanganyar. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dan menggunakan analisa Kendall’s Tau  . Hasil: Hasil uji Kendall Tau  didapatkan nilai p = 0,026 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar – 0,172, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jaten Karanganyar.Kata Kunci: Status Gizi, Prestasi Belaja

    EFIKASI DIRI DAN LAMA PEMBERIAN AIR SUSU IBU SAJA SELAMA 2 BULAN POSTPARTUM

    Get PDF
    Latar belakang: air susu ibu (ASI) memberikan manfaat yang besar untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, imunologis, dan psikologis serta ekonomi. Meskipun manfaat ASI sudah jelas bagi ibu dan bayi, namun pemberian ASI kepada bayi masih rendah. Pemberian ASI saja di provinsi Kalimantan Selatan hanya sampai bayi berumur kurang dari 2 bulan dengan pencapaian ASI eksklusif di bawah angka nasional. Penelitian tentang hubungan efikasi diri dengan lama pemberian ASI telah dilakukan di negara maju, namun hal ini belum ditemukan di Indonesia. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi efikasi diri dengan lama pemberian ASI, dan besar risiko efikasi diri rendah terhadap lama pemberian ASI selama 2 bulan postpartum. Metode: Penelitian kohort prospektif dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin periode Februari sampai Mei 2011, dengan menggunakan teknik consecutive sampling berjumlah 81 ibu. Pengambilan data dilakukan pada hari pertama postpartum dan dilakukan kunjungan rumah pada 2 bulan postpartum untuk menganalisis efikasi diri. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney, Spearman rank, dan risiko relatif. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 (69%) dari 81 ibu memberikan ASI kepada bayinya <60 hari, lama pemberian ASI pada ibu dengan efikasi diri tinggi vs rendah adalah 49,27 (23,5) vs 34,50 (18,9) hari (p=0,005); korelasi efikasi diri dengan lama pemberian ASI adalah r=0,357 (p=0,001); risiko pemberian ASI <60 hari pada efikasi rendah 1,93 kali lebih tinggi daripada efikasi diri tinggi (p=0,037). Simpulan: ibu dengan efikasi diri tinggi lebih lama memberikan ASI dibandingkan dengan efikasi diri rendah, terdapat korelasi positif antara efikasi diri pada hari pertama postpartum dengan lama pemberian ASI pada 2 bulan postpartum. Efikasi diri ibu yang rendah merupakan faktor risiko terhadap lama pemberian ASI selama 2 bulan postpartum.Kata Kunci: ASI, efikasi diri, lama pemberian AS

    KESEHATAN FISIK DAN MENTAL WANITA PASCA TUBEKTOMI (STUDI LAPANGAN DI KOTA SURAKARTA)

    Get PDF
    Latar Belakang: Pemakaian kontrasepsi terkadang menimbulkan beberapa efek samping yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental akseptor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kesehatan fisik dan kesehatan mental antara wanita tubektomi dan tanpa kontrasepsi. Metode: Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap 44 akseptor tubektomi yang telah menjalani tubektomi minimal 12 bulan dan 44 wanita yang tidak memakai alat kontrasepsi tetapi tidak dalam keadaan hamil, dengan rentang umur dan kriteria yang sama. Penelitian dilaksanakan di Surakarta pada bulan Juni-Juli 2011 dengan menggunakan kuesioner Short Form-36 (SF-36). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Median skor kesehatan fisik wanita tubektomi 1850, tanpa kontrasepsi 2107,50 (ZM-W= 2,078, nilai p= 0,038) dan median skor kesehatan mental wanita tubektomi 817, tanpa kontrasepsi 830 (ZM-W= 1,202, nilai p= 0,229).Kata kunci: Kesehatan fisik, kesehatan mental, tubektomi

    148

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gaster : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇