Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    165 research outputs found

    HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD Dr. MOEWARDI

    Full text link
    Pendahuluan; Penyakit jantung koroner (PJK) ialah penyakit jantung yang terutama disebabkan karena penyempitan arteri koronaria akibat proses aterosklerosis atau spasme atau kombinasi keduanya. Latihan  olahraga merupakan  suatu  aktivitasaerobik,  yang  terutama  bermanfaat untuk meningkatkan dan mempertahankan  kesehatan dan  daya  tahan  jantung. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, menunjukkan bahwa pada  tahun 2010  jumlah penderita PJK di RSUD Dr Moewardi sebanyak 282 orang. Tujuan; Mengetahui hubungan olahraga dengan Penyakit Jantung Koroner di RSUD Dr Moewardi  Metode; Penelitian analitik dengan rancangan Retrospektif  (kasus  kontrol). Pengambilan  sampel menggunakan  tehnik Purposif sampling, dengan  jumlah sampel penelitian 30 pasien PJK dan 30 pasien stroke (non PJK). Analisa data menggunakan analisa bivariat yaitu chi-square. Hasil; Hasil uji bivariate dengan chi-square membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara olahraga dengan PJK, akan  tetapi pada orang yang rutin olahraga dapat menurunkan risiko  jantung koroner dengan nilai OR=2.250.  Kesimpulan; Tidak ada hubungan antara olahraga dengan penyakit jantung koroner di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Responden yang tidak rutin melakukan olah raga berisiko mengalami kejadian PJK 2.250 lebih besar dibandingkan dengan responden yang rutin melakukan olahraga. Jadi olahraga bukan merupakan penyebab utama terjadinya PJK, akan tetapi olahraga merupakan salah satu faktor resiko yang pada kejadian  PJK. Kata Kunci: Olahraga, PJ

    ANALISIS PERSEPSI DAN KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PENERAPAN PROSES PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE E-LEARNING PADA MATA KULIAH KEPERAWATAN MEDICAL BEDAH. PADA PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH SURAKARTA

    Full text link
    Praktek laboratorium adalah strategi pembelajaran atau bentuk pembelajaran yang digunakan untuk membelajarkan secara bersama-sama kemampuan psikomotorik (ketrampilan), knowledge (pengetahuan), dan Afektif (sikap) yang menggunakan sarana laboratorium. Dari Survey dengan cara mewawancarai beberapa mahasiswa kami mendapatkan informasi bahwa sebagian besar mahasiswa merasakan kurang efektif, kurang puas maupun bingung dengan metode pembelajaraan laboratorium dengan E-Learning. Tujuan : Untuk mengetahui persepsi dan kepuasan mahasiswa terhadap penerapan proses pembelajaran di laboratorium dengan menggunakan metode E-learning pada mata kuliah keperawatan Medical Bedah pada mahasiswa diploma 3 keperawatan.Metode : Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif ; hasil : bahwapresepsi mahasiswa mengatakan bahwa metode pembelajaran metode E-learning kurang efektif walaupun masih ada sebagian mahasiswa dengan metode E-learning mengatakan cukup bagus ; sebagian besar mahasiswa  mengatakan bahwa metode pembelajaran metode E-learning kurang memuaskan walaupun masih ada sebagian kecil mahasiswa dengan metode E-learning mengatakan cukup puas  simpulan persepsi mahasiswa tentang pembelajaran laboratorium drngan metode e-learning masih bingung dan dirasa kurang efektif dan kurang memuaskan.Kata Kunci : Presepsi, kepuasan, pembelajaran, laboratorium, e learning

    PENGARUH KUALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM PRAKTIK PADA KEPUASAN LULUSAN DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA BIDAN

    Full text link
    Latar Belakang: Kualitas implementasi kurikulum praktik meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap,  jaminan, empati, dan penampilan fisik merupakan  salah  satu alat pemasaran  jasa yang utama untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam hal  ini adalah  lulusan dan pengguna  lulusan. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui pengaruh kualitas implementasi kurikulum praktik yang meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan tampilan fisik terhadap kepuasan lulusan dan mengetahui dimensi mana  yang pengaruhnya paling besar  terhadap kepuasan  lulusan D  III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di Kota Bandar Lampung. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross  sectional serta menggunakan  teknik acak  sederhana proporsional, telah dilakukan terhadap 50 bidan lulusan tahun 2009 dan 2010 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel kualitas  implementasi kurikulum praktik dan kepuasan  lulusan diukur dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Uji statistik dengan diagram kartesius Importance performance, Pearson Product Moment dan analisis  jalur (path analysis). Hasil penelitian ini mencatat bahwa pengaruh kualitas implementasi kurikulum terhadap kepuasan lulusan secara simultan adalah 83% (nilai p ≤ 0,05). Secara parsial dimensi yang mempunyai pengaruh  bermakna  terhadap  kepuasan  lulusan  adalah  dimansi daya  tanggap,  empati  dan penampilan fisik (nilai p ≤ 0,05). Pengaruh daya tanggap, empati dan penampilan fisik masing-masing adalah 33,4%, 18,8%, dan 29,7% sehingga total pengaruh gabungan adalah 82% (nilai p ≤ 0,05). Simpulan: bahwa  kualitas  implementasi  kurikulum  praktik  berpengaruh  secara simultan terhadap kepuasan lulusan dan dimensi yang paling berpengaruh adalah daya tanggap dan penampilan fisik. Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kepuasan lulusan dan pengguna lulusan. Kata kunci: jasa pendidikan, kualitas implementasi kurikulum praktik, lulusan

    TINGKAT KECEMASAN SUAMI SAAT MENGHADAPI PERSALINAN ISTRI DI RSU ASY-SYIFA SAMBI BOYOLALI

    Full text link
    Pendahuluan; Persalinan adalah proses keluarnya bayi, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari dalam rahim.  Persalinan merupakan pengalaman yang penuh dengan kecemasan baik bagi ibu bersalin maupun keluarga, terutama suami sebagai orang terdekat ibu bersalin. Kecemasan suami timbul akibat koping suami  yang tidak efektif, yang dapat dipengaruhi oleh: usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, parietas, dll, yang terbagi dalam beberapa tingkatan kecemasan. Tujuan; Mengetahui tingkat kecemasan suami saat mengadapi persalinan istri di RSU ASY-SYIFA Sambi Boyolali. Metode; Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian 90 responden, instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Penelitian ini menggunakan analisa univariate. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan suami saat menghadapi persalinan istri sebagian besar mengalami kecemasan ringan. Berdasarkan karakteristiknya sebagian besar  mengalami kecemasan ringan pada usia menengah, pendidikan rendah, bekerja, dan suami multigravida. Sebagian besar suami mengalami kecemasan ringan pada persalinan istri normal dan kecemasan sedang pada persalinan istri sectio caesarea. Gejala kecemasan suami yang sering dialami adalah sukar konsentrasi, merasa tegang, dan gelisah. Kesimpulan;Tingkat kecemasan suami saat menghadapi persalinan istri di RSU ASY-SYIFA Sambi Boyolali sebagian besar mengalami kecemasan ringan.Kata Kunci : Tingkat Kecemasan Suami, Persalinan Istr

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI BPS ERNAWATI BOYOLALI

    Full text link
    Latar belakang: Angka Kematian Ibu di Indonesia masih cukup tinggi yang mana masih dibawah target pencapaian tahun 2014. Penyebab AKI dapat diturunkan dan dicegah melalui pemberian asuhan kehamilan yang rutin dan berkualitas untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan dan komplikasi. Selain itu ibu hamil juga harus mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Apabila ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan, ibu akan selalu waspada dan berhati-hati dengan cara selalu  rutin memeriksakan kehamilannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuaan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilannya. Metode: Penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 30 responden. Analisa data menggunakan chi squere. Hasil: hasil uji korelasi dengan menggunkan chi squere diperoleh X2hitung  7,759 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 2, maka nilai X2tabel 5,991. Diperoleh hasil X2hitung > X2tabel (7,759 > 5,991) sehingga diputuskan bahwa H0 ditolak atau Ha diterima. Simpulan: Ada hubungan pengetahuan pada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan.Kata kunci: pengetahuan, kepatuhan, kehamila

    PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR HUMERUS DI RSUD Dr. MOEWARDI

    Full text link
    Latar Belakang : Fraktur merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan kecacatan pada anggota gerak tubuh yang mengalami fraktur. Pasien post operasi fraktur di Rumah Sakit, sering mengalami keterlambatan dalam melakukan pergerakan yaitu terjadi kelemahan otot. Latihan rentang gerak yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot post operasi fraktur di Rumah Sakit adalah dengan latihan Range of Motion (ROM). Tujuan; Mengetahui pengaruh latihan Range of Motion (ROM) aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi. Metode; Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen Design dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian 30 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, skala kekuatan otot deskriptif dan lembar panduan untuk melakukan latihan ROM aktif. Penelitian ini menggunakan analisa univariate dan bivariate. Pada analisa bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan Range of Motion (ROM) aktif ini mampu dilakukan oleh seluruh responden (100%), sebagian besar kekuatan otot pasien post operasi fraktur humerus sebelum diberi latihan ROM aktif adalah skala kekuatan otot 0 atau paralisis total atau tidak ada kontraksi otot dan setelah diberikan latihan ROM aktif sebanyak 9 kali menjadi skala kekuatan otot 2 atau kategori buruk atau kontraksi otot yang cukup kuat menggerakkan sendi tetapi hanya dapat dilakukan bila pengaruh dari gaya gravitasi dihilangkan. Dari hasil analisa bivariate diperoleh nilai z hitung sebesar 4,940 dengan angka signifikan (p) 0,000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui z hitung (4,940) > z tabel (1,96) dan angka signifikan (p) < 0,05 sehingga ada pengaruh signifikan latihan ROM aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi. Kesimpulan; Ada pengaruh signifikan pada latihan range of motion (ROM) aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi  fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi.Kata Kunci : Latihan Range Of Motion (ROM) Aktif, Kekuatan Otot Post Operas

    PERAN ORANG TUA DAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PUBERTAS DI SALAH SATU SMP NEGERI BOYOLALI

    Full text link
    Pendahuluan; Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang  individu. Masa  ini merupakan  periode  transisi  dari masa  anak  ke masa  dewasa yang  ditandai  dengan  kecepatan  pertumbuhan  dan  perkembangan  fisik, mental,  emosional serta sosial. Tujuan; Mengetahui hubungan peran dan tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja SMP Negeri 2 Andong Boyolali. Metode; penelitian analitik dengan rancangan cross sectional.pengambilan sampel dengan menggunakan teknik stratified random sampling,dengan  jumlah  sampel  penelitian  86  responden,  sedangkan  instrument penelitian menggunakan kuisioner . Analisa data yang digunakan untuk bivariat dan multivariate yaitu regresi  logistik. Hasil; Hasil uji bivariate dengan  regresi  logistic membuktikan bahwa ada hubungan antara peran dengan pengetahuan pubertas remaja (p value:0.000) dan ada hubungan antara tingkat pendidikan orang  tua dengan pengetahuan pubertas remaja (p value: 0.006 untuk tingkat pendidikan orang tua dalam kategori tinggi dan 0.008 untuk tingkat pendidikan orang tua dalam kategori menengah). Hasil multivariate dengan regresi logistic membuktikan bahwa ada hubungan peran dan tingkat pendidikan orang tua denganpengetahuan pubertas remaja SMP Negeri 2 Andong Boyolali dengan signifikansi 0.000. Kesimpulan; Ada hubungan peran orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja, ada hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja, ada hubungan peran dan tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja di SMP Negeri 2 Andong Boyolali. Saran: diharapkan bagi sekolahan dan orang tua ada komunikasi untuk lebih meningkatkan pengetahuan pubertas serta kesehaatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Peran orang tua, Tingkat pendidikan orang tua, Pengetahuan puberta

    KARAKTERISTIK IBU DENGAN PARITAS LEBIH DARI 3 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA

    Full text link
    Pendahuluan: Paritas menunjukkan jumlah kehamilan dan telah dilahirkan tanpa mengingat jumlah anaknya. Berdasarkan survey pendahuluan di Puskesmas Gambirsari terdapat ibu dengan paritas lebih dari 3 sebanyak 580 orang dengan usia rata-rata 35 tahun, mayoritas tingkat pendidikan ibu SD dengan pengetahuan tentang berKB masih kurang dan agama tidak memperbolehkan untuk berKB, sehingga ibu tersebut kemungkinan besar memiliki paritas lebih dari 3. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik ibu dengan paritas lebih dari tiga di wilayah kerja  Puskesmas Gambirsari Surakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif  yang melukiskan  tiap variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel berjumlah 145 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian karakteristik ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta adalah karakteristik  pendidikan  yang paling  mempengaruhi jumlah paritas. Kesimpulan: Ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta dengan karakteristik dilihat dari tingkat pendidikan kebanyakan SD, pekerjaan mayoritas pedagang, usia rata-rata 20-35 tahun,  dan mitos atau kepercayaan tentang banyak anak banyak rejeki. Dari berbagai karakteristik ibu yang  paling mempengaruhi paritas ibu lebih dari 3 adalah segi pendidikan.Kata Kunci: karakteristik, paritas, ib

    RELIABILITAS MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI SALAH SATU PUSKESMAS KABUPATEN NGAWI

    Full text link
    Pendahuluan: Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas dipengaruhi oleh beberapa faktor penentu antara lain yaitu,bukti fisik (tangibles), reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty). Selain itu juga dipengaruhi oleh karakteristik pasien yaitu, umur, pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Kabupaten Ngawi. Metode: Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik Purposive Sampling, dengan jumlah sampel penelitian 99 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan chi square, dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan (p value=0.000) antara variabel bukti fisik (tangibles), reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kabupaten Ngawi. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa variabel reliabilitas (reliability) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Kedunggalar Kabupaten Ngawi (OR=6.002). Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Kabupaten Ngawi adalah bukti  fisik (tangibles), reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy), dengan faktor reliabilitas (reliability) merupakan faktor yang paling berpengauh terhadap kepuasan pasien.Kata Kunci : Kepuasan, Pasien, Pelayanan Kesehatan, Puskesma

    PENINGKATAN KINERJA PERAWAT DALAM PENERAPAN MPKP DENGAN SUPERVISI OLEH KEPALA RUANG DI RSJD SURAKARTA

    Full text link
    Latar Belakang: Supervisi merupakan salah satu  fungsi manajemen yang penting dilakukan untuk meningkatkan kinerja perawat dalam penerapan MPKP. Penelitian cross sectional pada 71 perawat di RSJD Surakarta ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara supervisi dan karakteristik individu dengan kinerja perawat dalam penerapan MPKP di RSJD Surakarta. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan antara supervisi dan pelatihan MPKP dengan kinerja perawat dalam penerapan MPKP (p=0,00-0,024; α 0,05). Sedangkan untuk faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan masa kerja tidak berhubungan dengan kinerja perawat dalam  penerapan MPKP  di RSJD  Surakarta. Faktor paling berpengaruh  terhadap    kinerja perawat dalam penerapan MPKP adalah supervisi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka kepala ruang perlu melakukan supervisi secara teratur dan terus menerus kepada perawat. Kata kunci: supervisi, kinerja, perawa

    148

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gaster : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇