Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA (PEER GROUP) DENGAN MINAT MAHASISWA MENGIKUTI PROGRAM PROFESI NERS DI STIKES AISYIYAH SURAKARTA
Latar Belakang : Program pendidikan profesi Ners merupakan suatu rangkaian pendidikan perawat profesional jenjang sarjana. Namun pada kenyataannya banyak fenomena yang menunjukkan bahwa program tersebut merupakan momok yang ditakuti oleh mahasiswa program studi ilmu keperawatan yang masih menempuh program akademik. Studi pendahuluan yang dilakukan pada mahasiswa STIKES Aisyiyah Surakarta Program Studi Ilmu Keperawatan terutama semester 8, diperoleh hasil sebagian besar mahasiswa beranggapan bahwa program profesi ners tidak begitu diperlukan dikarenakan masih ada beberapa lahan pekerjaan yang tidak harus menggunakan ijazah profesi. Sebagian lagi berpendapat bahwa program profesi ners sangat memberatkan, dikarenakan penugasan yang banyak dan biaya yang cukup mahal. Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya (peer group) dengan minat mahasiswa mengikuti program profesi ners di STIKES Aisyiyah Surakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan sampling jenuh, dengan jumlah sampel 83 mahasiswa tingkat akhir, sedangkan instrument penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya (peer group) mahasiswa sebagian besar dalam kategori cukup (44.6 %) dan minat mahasiswa dalam mengikuti program profesi ners sebagian besar dalam kategori cukup (43.4 %). Hasil bivariat dengan menggunakan Chi Square diperoleh hasil terdapat hubungan dukungan sosial teman sebaya (peer group) dengan minat mahasiswa mengikuti program profesi ners dengan p value sebesar 0.000 < 0,05. Kesimpulan : Terdapat hubungan dukungan sosial teman sebaya (peer group) dengan minat mahasiswa mengikuti program profesi ners di STIKES Aisyiyah Surakarta Kata Kunci : Dukungan Sosial, Minat, Teman Sebaya, Program Profesi Ner
TINJAUAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE BERDASARKAN KEJADIAN AMENOREA
Efek samping kontrasepsi depo medroxy progesterone acetate adalah kejadian amenorea. Amenorea dilaporkan terjadi dalam pemakaian jangka panjang dan merupakan gangguan pola haid yang sering dikeluhkan oleh beberapa wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi depo medroxy progesterone acetate dengan kejadian amenorea di bidan praktik swasta Finulia Sri Surjati Surakarta. Tujuan :Mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi depo medroxy progesterone acetate dengan kejadian amenorea. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di BPS Finulia Sri Surjati Surakarta pada bulan April-Mei 2011. Sebanyak 83 responden diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan kartu akseptor. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan bantuan program SPSS 17.0. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama pemakaian kontrasepsi DMPA dengan kejadian amenorea dengan nilai p (0,001) x2 tabel (3,841). Simpulan: Terdapat hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi DMPA dengan kejadian amenorea. Kata kunci : kontrasepsi, DMPA, amenore
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI BPS ERNAWATI BOYOLALI
Angka Kematian Ibu di Indonesia masih cukup tinggi yang mana masih dibawah target pencapaian tahun 2014. Penyebab AKI dapat diturunkan dan dicegah melalui pemberian asuhan kehamilan yang rutin dan berkualitas untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan dan komplikasi. Selain itu ibu hamil juga harus mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Apabila ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan, ibu akan selalu waspada dan berhati-hati dengan cara selalu rutin memeriksakan kehamilannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuaan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilannya. Metode: Penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 30 responden. Analisa data menggunakan chi squere. Hasil: hasil uji korelasi dengan menggunkan chi squere diperoleh X2 hitung 7,759 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 2, maka nilai X2 tabel 5,991. Diperoleh hasil X2 hitung > X2 tabel (7,759 > 5,991) sehingga diputuskan bahwa H0 ditolak atau Ha diterima. Simpulan: Ada hubungan pengetahuan pada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan. Kata kunci: pengetahuan, kepatuhan, kehamila
ANALISIS PELAKSANAAN KONSELING KONTRASEPSI OLEH BIDAN DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA
Latar Belakang: Keberhasilan program KB dapat ditempuh dengan strategi perencanaan pola kontrasepsi yang rasional diperlukan kompetensi petugas terhadap pelaksanaan konseling yang merupakan inti dari program KB. Sebagian besar dalam pelaksanaaan konseling kontrasepsi tidak menjelaskan konseling KB sesuai Standar Operating Prosedur (SOP) yaitu dengan langkah SATUTUJU. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik program dengan pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh bidan di wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah bidan yang memberikan pelayanan konseling kontrasepsi sebanyak 117 diwilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Analisa dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Pearson Correlation dan multivariat dengan Regresi Linier. Hasil penelitian dapat disimpulkan secara univariat masih ditemukan bidan yang belum memahami klien, memperhatiakan kebutuhan klien , persiapan media bila diperlukan saja sekitar (15,4%) menjelaskan panjang lebar dengan istilah medis, tidak memperhatikan sikap klien, penggunaan ABPK sebesar (17,9) , mengatakan tidak ada waktu untuk istirahat, tidak ada waktu pendokumentasian sebesar (11,1%), pekerjaan yang banyak kadang membuat mereka menghindar dari pekerjaan (16,2%) dan tidak mengidentifikasi pedoman KB, evaluasi pelaksanaan dan evaluasi SOP sebesar (17,1%).Simpulan Secara bivariat variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan kompetensi bidan (nilai p=0,044,r= -0,187), motivasi kerja bidan (nilai p=0,0001, r=0,347), supervisi oleh pimpinan (nilai p=0,006, r=0,250), dan secara multivariat yang memiliki pengaruh paling besar adalah motivasi dengan (nilai p = 0,0001). Kata Kunci: Konseling Kontrasepsi, Program KB, Karakteristik Program, Pelayanan Kontrasepsi
PAP SMEAR
Sitologi apusan Pap adalah ilmu yamg mempelajari sel-sel lepas atau deskuamasi dari system alat kandungan wanita, meliputi sel-sel yang lepas dari vagina, serviks, endoserviks dan endometrium. Kegunaan diagnostik sitologi apusan Pap adalah untuk evaluasi sitohormonal, meniagnosis peradangan, idenifikasi organisme penyebab peradangan, mendiagnosis kelainan prakanker/displasia serviks (NIS) dan kanker serviks dini maupun lanjut (karsinoma insitu/invasive) dan memantau hasil terapi. Syarat-syarat pengambilan bahan pemeriksaan apusan Pap harus dipenuhi agar sediaan apusan representatif sehingga meminimalkan hasil negatif palsu. Hasil negatif palsu dapat diakibatkan karena kesalahan pengambilan sampel, kesalahan skrining dan kesalahan interpretasi
METODE MEMPERBANYAK PRODUKSI ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DENGAN TEHNIK MARMET DAN BREAST CARE DI RSUD KARANGANYAR
Pendahuluan; Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2010, kejadian proses mulai menyusui di Indonesia 0,05. Kesimpulan; Tidak ada perbedaan teknik marmet dan breast care terhadap produksi ASI pada ibu post sectio caesarea di RSUD Karanganyar. Kata kunci; sectio caesarea, teknik marmet, breast care,produksi AS
PENGETAHUAN DALAM MELAKSANAKAN PIJAT PERINEUM OLEH BIDAN DI KOTA SURAKARTA
Robekan perineum yang terjadi saat persalinan mengakibatkan 40%-60% perdarahan pasca salin. Komplikasi yang terjadi akibat robekan perineum antara lain lama perawatan yang lebih panjang, penurunan kualitas hidup wanita, penggunaan obat-obatan serta analgetik dan incontinensia alvi. Metode yang dapat mengurangi terjadinya robekan pada perineum saat persalinan diantaranya adalah pijat perineum yang dilakukan ketika hamil. Tidak semua bidan melakukan pijat perineum ini dengan berbagai alasan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengkaji pengetahuan bidan antara yang melakukan pijat perineum dan tidak melakukan. Metode: Rancangan penelitian ini adalah mixed method dengan observasional analitik pendekatan potong lintang terhadap 32 bidan yang melakukan pijat perineum dan 68 bidan yang tidak melakukan pijat perineum. Penelitian ini dilaksanakan di Surakarta pada bulan November-Desember 2012 dengan menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji reliabilitas dan validitas, sedangkan pengumpulan data kualitatif menggunakan wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan analisis data kualitatif melalui transkripsi, koding, kategori, dan membangun tema. Hasil: Median skor pengetahuan bidan yang melakukan pijat perineum 80, yang tidak melakukan pijat perineum 50 (ZM-W= 6,091, nilai p= 0,001). Berdasarkan analisis kualitatif faktor dominan yang menyebabkan bidan tidak melakukan pijat perineum yaitu faktor pengetahuan, sikap, pengalaman, motivasi dan budaya. Kata kunci: pengetahuan, pijat perineu
HUBUNGAN PENGETAHUAN SANTRIWATI TENTANG PENYAKIT SKABIES DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES DI PONDOK PESANTREN
Penyakit Skabies merupakan penyakit endemik pada masyarakat. Penyakit ini dapat mengenai semua golongan umur dan kelompok sosial di seluruh dunia. Lebih dari 300 juta kasus skabies terjadi di belahan dunia setiap tahunnya. Di Negara berkembang lebih dari seperempat populasi bisa terinfeksi penyakit skabies.Tujuan: Untuk mengidentifikasipengetahuandan pencegahan santriwati terhadap penyakit skabies di Pondok Pesantren Al-Muayyad serta menganalisis hubungan pengetahuan dan perilaku pecegahan santriwati terhadap penyakit skabies di Pondok Pesantren Al-Muayyad.Metode: Penelitiani ini menggunakan metode analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan jumlah sampel penelitian 208 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner.Hasil:Santriwati memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 155 (74,5%) yang didukung dengan perilaku pencegahan terhadap penyakit skabies yang baik pula yaitu sebanyak 167 (80,3%). Terdapat hubungan pengetahuan santriwati dengan perilaku pencegahan penyakit scabies di Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta. Hal ini terbukti dari hasil analisis diperoleh nilai ÷2 hitung (61,165) >÷2 tabel (3,841). Simpulan: Dari hasil penelitian yang didapat ada hubungan pengetahuan santriwati tentang penyakit skabies dengan perilaku pencegahan penyakit skabies di pondok pesantren al-muayyad surakarta. Kata Kunci: santriwati, pengetahuan, perilaku pencegahan, skabie
PENGARUH UMUR KEHAMILAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA
Latar Belakang: Angka kematian bayi baru lahir di Indonesia menurut SDKI 2002/2003 adalah 20/1.000 kelahiran hidup, salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah asfiksia. Di Indonesia, prevalensi asfiksia sekitar (3%) kelahiran (1998) atau setiap tahunnya sekitar 144/900 kelahiran dengan asfiksia sedang dan berat. Faktor yang berkaitan dengan terjadinya Asfiksia yaitu faktor ibu, salah satu faktor ibu adalah umur kehamilan saat bayi dilahirkan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh umur kehamilan pada saat bayi di lahirkan dengan kejadian asfiksia. Metode: Penelitian observasional analitik inferensial hipotesis menggunakan pendekatan case control, subjek penelitian ini adalah bayi baru lahir yaitu sebanyak 80 responden. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: didapatkan nilai X2> X2(5.115> 3,841) dengan pvalue 0,024 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Ada pengaruh umur ehamilan pada saat bayi lahir dengan kejadian asfiksia. Kata Kunci: Umur Kehamilan, Kejadian Asfiksi
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA
Latar Belakang: Ketidaksiapan remaja menghadapi perubahan dalam dirinya termasuk dorongan seks mulai meningkat dan sulit dikendalikan, tidak jarang hal tersebut menyebabkan konflik pada diri remaja. Situasi tersebut diperburuk dengan adanya kemudahan remaja dalam mengakses informasi tentang seks yang keliru melalui media cetak dan elektronik misalnya majalah, video dan internet. Kesempatan untuk diskusi tentang kesehatan reproduksi masih sangat terbatas, bahkan masih banyak orang tua dan guru yang menganggap tabu untuk dibicarakan. Orang tua seharusnya merupakan pihak pertama yang bertanggungjawab memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja, selain pihak sekolah melakukan pendidikan seksual untuk memotivasi pilihan yang sehat bagi siswa dalam perilaku seksualnya Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan studi potong lintang/ cross sectional. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 3 Kota Surakarta. Sampel penelitian ini adalah remaja siswa SMA Muhammadiyah 3 Surakarta yang berusia 14-17 tahun, belum menikah dan tinggal dengan orang tua kandung sebanyak 50 orang. Hasil Penelitian: Ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Muhammadiyah III Kota Surakarta. Hasil analisis data dengan Chi Square dalam taraf kepercayaan 95% (α = 5%), didapatkan hasil nilai p value sebesar 0,001 untuk peran teman sebaya dengan perilaku seksual pra nikah pada remaja di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta. Simpulan: Sebagian besar responden menyatakan memperoleh informasi seksualitas dari teman sebaya. Ada hubungan bermakna peran teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Kata kunci: peran teman sebaya, perilaku seksual pranika