Gaster : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ABORTUS IMMINENS DI RUMAH SAKIT UMUM MITRA MEDIKAMEDAN TAHUN 2017
AbstrakPendahuluan; Abortus imminens adalah perdarahan bercak yang menunjuk ancaman terhadap kelangsungan suatu kehamilan.Data WHO tahun 2014 terdapat 210 juta wanita hamil dan 130 juta kelahiran diseluruh dunia dari jumlah tersebut, diperkirakan sebanyak 558.000 ibu meninggal setiap tahun akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, 35% diantaranya adalah meninggal karena perdarahan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan abortus imminens di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan pada tahun 2017.Tujuan; untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan abortus imminens di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan Tahun 2017. Metode; Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mengalamiabortusyaitu 32 orang dan keseluruhan populasi dijadikan sampeldengan pengolahan data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil; Ibu yang mengalami abortus imminens sebanyak 34 orang (39,1%) dan yang tidak mengalami sebanyak 53 orang ( 60,9%). Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil usia dengan nilai р(0,003), paritas dengan nilai р (0,004), dan pekerjaan dengan nilai p(0,005), ada hubungan karakteristik ibu hamil dengan abortus imminens. Kesimpulan; penelitian ini ada hubungan karakteristik ibu hamil dengan abortus imminens di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan tahun 2017
SENAM JANTUNG TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA
Latar belakang: Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan salah satu masalah kesehatan utama setiap negeri karena bisa menimbulkan penyakit jantung dan stroke yang mematikan. Lansia yang menderita hipertensi dalam penelitian ini sebagian besar belum mengetahui manfaat dan belum pernah melakukan senam jantung. Tujuan penelitian: Mengetahui efektifitas senam jantung terhadap perubahan status tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah Quasy Eskperiment dengan desain penelitian yang digunakan adalah pre-postest control one group design. Sampel penelitian sebanyak 22 responden dengan tehnik purposive sampling, sedangkan analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Untuk menganalisa perbedaan pengaruh pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan uji mann Whitney. Hasil penelitian: Berdasarkan penelitian didapatkan hasil p value 0,000 < 0,05 yaitu ada perbedaan tekanan darah pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sesudah diberikan perlakuan senam jantung. Kesimpulan: Ada perbedaan signifikan tekanan darah pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sesudah diberikan eksperimen
KARAKTERISTIK WANITA MENOPOUSE DAN PERUBAHAN POLA SEKSUALITAS DI DESA KEDUNGAN
Pendahuluan, Menopause dini menjadi satu permasalahan tersendiri bagi wanita, kecemasan yang muncul berpengaruh terhadap keharmonisan pasangan. Masih banyak wanita menopause mengalami gejala-gejala yang cukup parah sehingga mempengaruhi aktivitas mereka sehari-hari, dan selanjutnya akan menurunkan kualitas hidup wanita. Fenomena majunya usia menopause yang semakin meningkat, dan perubahan fisik serta psikologis wanita menopause yang mengalami gangguan kualitas hidup meningkat pula. Hasil wawancara yang dilakukan selama melakukan studi pendahuluan ditemukan bahwa masih ada wanita menopause yang mulai males dan nafsu berkurang melakukan aktifitas seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakteristik wanita menopause dini, mengkaji aktifitas seksual serta motifnya pada wanita menopause di kecamatan Pedan. Metode penelitian survey deskriptif kualitatif dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview terhadap ibu premenopouse. Hasil penelitian karakteristik informan kunci berdasarkan usia pertama kali menstruasi sebagian besar menstruasi diantara usia 12 – 13 tahun, sedangkan usia menopause sebagian besar berusia antara 45 – 50 tahun, berdasarkan status pekerjaan informan kunci sebagian besar swasta, berdasarkan jumlah anak yang dilahirkan sebagian besar mempunyai 2-3 anak, sebagian besar informan kunci menggunakan kontrasepsi hormonal sebelum menopause dan sebagian besar informan kunci dikategorikan obesitas. Sebagian besar mengalami perubahan fisik seperti ; 1) berat badan mulai naik, 2) mudah capek, dan 3) kulit sudah mengendur. Perubahan psikologis pada penelitian ini, ditemukan ibu ibu sudah merasakan tidak secantik dulu, merasa takut kalau pasangannya tertarik wanita lain. Kesimpulan didapatkan hasil bahwa motivasi wanita melakukan hubungan intim suami istri, karena kewajiban bukan karena kebutuhan. Dan terdapat perubahan pola seksualitas pada wanita usia menopause dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Peda
Resiko Terjadinya Gangguan Keseimbangan Dinamis dengan Kondisi Forward Head Posture (FHP) pada Pegawai Solopos
Forward head posture adalah salah satu jenis postural yang paling umumdan digambarkan sebagai posisi kepala ke anterior. Salah satu dampak antara lain terjadinyapenurunan proprioseptif dan penurunan kemampuan keseimbangan. Keseimbangan dibutuhkanuntuk mempertahankan posisi dan stabilitas ketika bergerak dari satu posisi ke posisi yang lain.Tujuan:untuk mengetahui resiko terjadinya gangguan keseimbangan dinamis dengan kondisi forward head posture.Metode:korelasi dengan pendekatan penelitian cross sectional. Pengambilan sample pada penelitian inimenggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan forward head menggunakan metode foto dengan melihatsudut derajat dari cervical. Hasil analisis data menggunakan uji product moment pearson didapakan nilai korelasi-0,784 dengan nilai signifikansi 0,000.Hasil:p < 0,05 maka dapat diartikan bahwa ada terdapat resiko gangguan keseimbangan dinamis denganforward head posture. Tingginya resiko gangguan keseimbangan dinamis dengan forward head posturedapat dilihat dari nilai correlation coeffcient sebesar -0,784 yang berarti termasuk sangat tinggi.Kesimpulan: forward head posture mempunyai resiko gangguan keseimbangandinamis
Teknik Massage Counterpressure terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kala l Fase Aktif pada Ibu Bersalin di RSUD. Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo
Nyeri persalinan dapat mempengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan, rasa takut, khawatir dan menimbulkan stress. Stress dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama. Kondisi ini membuat sebagian besar ibu memilih cara yang paling cepat dan gampang untuk menghilangkan nyeri. Salah satu penatalaksanaan non farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu Masase Conterpresure. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektifitas Pada Massase Conterpresure Penurunanan Nyeri Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin di RSUD Dr MM Dunda Limboto 2018.Penelitian ini termasuk jenis penelitian Pre Eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design, dimana peneliti akan menganalisis Efektifitas Massase Conterpresure Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo 2018. Tehnik pengambilan sampling menggunakan Purposive sampling.Hasil penelitian dan analisis dengan menggunakan uji statistic Wilcoxon di dapatkan hasil p value =0,000(<α=0,05). Hal ini berarti ada Efektifitas massage conterpresure terhadap penurunan intensitas nyeri kala I fase aktif di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo 2018.Kesimpulan: ada efektifitas massase conterpresure terhadap penurunana intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif pada ibu bersalin di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo
Pengaruh Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi
Kondisi stres akan meningkatkan pelepasan kortisol sehingga akan menyebabkan peningkatantekanan darah. Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) dipercaya mampu untukmenghilangkan emosi berlebihan seperti stres, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasipengaruh terapi EFT terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitianini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with controlgroup design. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling, dengankriteria inluksi (1) bersedia menjadi responden, (2) Tekanan Darah Sistolik (TDS) 140-160mmHg dan Tekanan Darah Diastolik (TDD) 90-100 mmHg, (3) tidak menderita gagal ginjal,penyakit kardiovasuler lainnya, dan diabetes, (4) pasien yang mengkonsumi obat anti hipertensi.sedangkan kriteria eksklusi adalah (1) pasien yang tidak mengikuti semua tahapan terapi, (2)menggunakan obat atau teknik untuk menurunkan stres, (3) mengalami penurunan kesadaran,(4) mempunyai masalah pendengaran. Sebanyak 32 lansia hipertensi, dibagi menjadi duakelompok, masing-masing 16 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol. TerapiEFT dilakukan selama 20 menit setiap hari selama seminggu. Alat untuk mengukur tekanandarah menggunakan sphignomanometr air raksa manual, merk Sphymed Medical. Analisis datamenggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna TDS sebelumdan setelah diberikan terapi EFT (p<0,001), tetapi tidak ada perbedaan yang bermakna padaTDD pada kelompok intervensi (p=0,699). Pada kelompok kontrol baik TDS maupun TDD tidakada perbedaan bermakna sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,343), (p=0,620), berurutan.Namun, ditemukan adanya perbedaan yang bermakna penurunan TDS antara kelompok intervensidan kelompok kontrol (p=0,014), namun tidak demikian pada TDD (p=0,582). Dapat disimpulkanbahwa EFT mampu menurunkan tekanan darah sistolik pada lansia hipertensi
STUDI KORELASI ANTARA BMI DENGAN MORTALITAS PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF
Latar Belakang Gagal jantung kongestif (GJK) merupakan masalah kesehatan progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang dan kasus gagal jantung menjadi kasus 10 terbesar di RSUD Mangusada. Salah satu kondisi yang memperberat pasien dengan gagal jantung kongestif adalah obesitas. Penentukan tingkat obesitas dapat menggunakan pengukuran antropometri, salah satunya berupa pengukuran Body Mass Index (BMI). Tujuan Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan BMI dengan mortalitas pasien GJK di RSUD Mangusada. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional study) menggunakan uji analisis korelasi Gamma. Hasil Hasil penelitian menunjukkan p = 0.043 dimana p < (0.05) sehingga Ho gagal ditolak yang berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara BMI dengan mortalitas pasien gagal jantung kongestif. Nilai korelasi 0.198 yang berarti korelasi sangat lemah dan arah korelasinya positif yaitu semakin besar BMI pasien risiko meninggal juga semakin besar. Kesimpulan BMI terbukti memiliki korelasi yang signifikan dengan mortalitas pasien gagal jantung kongestif, sehingga kontrol diet pada pasien GJK sangat diperlukan
STATUS HEMODINAMIK PASIEN YANG TERPASANG ENDOTRACHEAL TUBE DENGAN PEMBERIAN PRE OKSIGENASI SEBELUM TINDAKAN SUCTION DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT
Pre oksigenasi atau pemberian oksigen yang adekuat sebelum dilakukan tindakan suction atau hisap lendir merupakan satu bagian yang penting. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan dan diobservasi adalah status hemodinamik pasien yang mencakup Mean Arteri Presure, heart rate, respiratori rate serta saturasi oksigen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pre oksigenasi terhadap status hemodinamik pasien yang terpasang endotracheal tube yang dilakukan tindakan suction.Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan metode one group pre test – post test. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling sebanyak 44 pasien yang terpasang endotracheal tube dan dilakukan tindakan suction di ruang ICU Rumah Sakit Islam Klaten. Alat ukur penelitian ini menggunakan metode observasi langsung. Data yang terkumpul di lakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro wilk. Didapatkan data terdistribusi normal dengan p value lebih dari 0,05.Hasil penelitian dengan menggunakan paired sampel t-test menunjukan bahwa nilai p value < 0,05 yaitu untuk MAP 0,006, heart rate 0,022, respiratori rate 0,023 dan saturasi oksigen 0,001 yang artinya ada pengaruh pre oksigenasi terhadap status hemodinamik pasien yang terpasang endotracheal tube dengan tindakan suction di ruang ICU Rumah Sakit Islam Klaten
Analisis Faktor Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Instansi Pemerintah
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik yang mengandung semua unsur zat gizi yang dibutuhkan bayi usia 0-6 bulan. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh banyak hal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui determinan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metodologi: Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia balita dan bekerja di instansi pemerintah Kabupaten Klaten. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling sebanyak 39 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan panduan observasi ruang laktasi. Data dianalisa dengan analisa univariat distribusi frekuensi, analisa bivariat Koefisien kontingensi dan analisa multivariate Regresi Logistik dengan nilai signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar ibu bekerja (58,3%) melakukan praktik pemberian ASI eksklusif. Tidak ada hubungan antara karakter sosiodemografik dengan praktik pemberian ASI eksklusif, faktor pre dan post natal yang mempengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif adalah ANC dengan p value 0,012, faktor psikososial yang memiliki hubungan signifikan dengan praktik pemberian ASI antara lain pemberian susu formula di pelayanan kesehatan (p value 0,003), pemberian MPASI saat usia kurang dari 6 bulan (p value 0,032), keyakinan ibu (p value 0,000) serta antenatal care paling besar pengaruhnya terhadap praktik pemberian ASI secara eksklusif. Kesimpulan: Faktor antenatal care paling berpengaruh terhadap praktik pemberian ASI eksklusif
PENENTUAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DENGAN SERUM DAN REAGEN ANTI-SERA METODE SLIDE
Golongan darah ABO pada manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya. Pemeriksaan golongan darah untuk mendeteksi keberadaan antigen di permukaan membran sel darah merah dengan cara mereaksikan darah manusia dengan anti A dan anti B. Penggunaan serum untuk pemeriksaan golongan darah jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan hasil pemeriksaan golongan darah sistem ABO menggunakan serum dan reagen dengan metode slide. Bahan yang digunakan adalah darah manusia golongan A,B,AB dan O serta reagen anti A, anti B dan anti AB. Pemeriksaan golongan darah dengan metode slide, penilaian menggunakan skoring ( likert scale). Hasil penelitian menunjukkan grade aglutinasi yang dihasilkan oleh serum berbeda dengan grade aglutinasi menggunakan reagen anti-sera, karena di dalam serum tidak hanya berisi antibodi tetapi ada komponen yang lainnya yang mempengaruhi reaksi aglutinasi antara antigen pada permukaan eritrosit dengan serum anti A, anti B maupun anti AB. Pemeriksaan Golongan darah manusia hasilnya lebih baik menggunakan reagen antiser